Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH MANAJEMEN STRATEGI

(Studi Kasus PT. Biofarindo)

Oleh:
Suryasin
SBF 141540320

PROGRAM STUDI PASCA SARJANA


MANAJEMEN FARMASI
TAHUN 2015

DAFTAR ISI

Halaman
DAFTAR ISI ...........................................................................................

ii

BAB I PENDAHULUAN .......................................................................

1.1 Latar Belakang ..................................................................................

1.2 Tujuan ...............................................................................................

BAB II LANDASAN TEORI .................................................................

2.1 Manajemen Strategi ..........................................................................


2.2 Pemasaran .........................................................................................
2.3 Strategi Bauran Pemasaran ...............................................................

3
3
4

BAB III PEMBAHASAN .......................................................................

10

3.1 Analisi Masalah ................................................................................

10

BAB IV PENUTUP ................................................................................

13

4.1 Kesimpulan .......................................................................................


4.2 Saran .................................................................................................

13
13

DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................

14

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kecenderungan masyarakat dunia untuk back to nature, dengan indikasi
utama peningkatan kebutuhan produk-produk konsumsi untuk kesehatan dari
bahan alam, merupakan peluang besar bagi pengembangan tanaman obat dan obat
herbal di Indonesia.
Menurut Kepala Pemasaran dan Penjualan OTC Dexa Medica, nilai
perdagangan produk obat herbal jenis immunomodulator di Indonesia sekitar Rp
35 miliar pertahun yang berarti 1,45 persen dari nilai perdagangan obat herbal di
Indonesia. Pasar obat herbal jenis immunomodulator masih sangat potensial untuk
dikembangkan seiring dengan perubahan pola hidup masyarakat yang lebih
memperhatikan kualitas kesehatannya. Persaingan dalam industri obat herbal jenis
immunomodulator juga belum terlalu ketat karena industri ini relatif baru dengan
pasar yang spesifik dan belum terlalu besar. Peluang ini dimanfaatkan oleh PT.
Biofarmaka Indonesia (Biofarindo) dengan mengeluarkan produk obat herbal
jenis immunomodulator dengan merk Biomunos yang berfungsi menjaga daya
tahan tubuh.
Setiap perusahaan mempunyai tujuan untuk dapat tetap hidup dan berkembang
di tengah persaingan pasar. Hal ini dapat dicapai dengan mempertahankan dan
meningkatkan tingkat keuntungan/laba perusahaan. Peningkatan laba perusahaan
dapat dicapai dengan meningkatkan nilai penjualan melalui usaha mencari dan
membina pelanggan serta usaha menguasai pasar. Oleh karena itu bagian
pemasaran perusahaan harus melakukan strategi pemasaran yang mantap dan
tepat untuk dapat menggunakan kesempatan atau peluang yang ada dalam
pemasaran, sehingga posisi atau kedudukan perusahaan di pasar dapat
dipertahankan sekaligus ditingkatkan.
Di tengah banyaknya pilihan produk obat herbal jenis immunomodulator,
merek, harga, kemasan dan kualitas produk, PT. Biofarindo yang baru
memasarkan produk obat herbal jenis immunomodulator harus berusaha keras
untuk bersaing di antara perusahaan yang lebih dahulu memasarkan produknya.
1

Hal tersebut dilakukan untuk memenangkan persaingan dalam meraih pangsa


pasar. Permasalahan utama yang dihadapi oleh PT. Biofarindo sebagai pemain
baru dalam industri obat herbal adalah penyebaran produk obat herbal pada
wilayah pemasaran baru (potensial) yang tidak memiliki pusat distribusi dan
keberadaan produk yang masih belum dikenal masyarakat.
Sebagai perusahaan yang baru meluncurkan produk obat herbal jenis
immunomodulator PT. Biofarindo telah melakukan berbagai strategi pemasaran
yang meliputi strategi produk, strategi harga, strategi distribusi, dan strategi
promosi. Kegiatan tersebut diarahkan untuk mencapai sasaran perusahaan berupa
laba dan volume penjualan yang diharapkan. Strategi pemasaran yang dilakukan
PT. Biofarindo dalam hal strategi produk masih terbatas, PT. Biofarindo hanya
mengeluarkan satu kemasan berupa botol dengan isi 30 kapsul sehingga
konsumen tidak memiliki pilihan dalam pembelian. PT. Biofarindo masih terbatas
melakukan promosi melalui pameran dan brosur sehingga kurang mengena dalam
benak konsumen. PT. Biofarindo juga belum mempunyai agen tetap maupun
kemitraan dalam memasarkan produk obat herbalnya.
Salah satu obat herbal unggulan PT. Biofarindo adalah Biomunos. PT.
Biofarindo masih terbatas dalam mempromosikan produknya, hal ini dikarenakan
kendala biaya promosi. PT. Biofarindo belum mempunyai distributor dalam
memasarkan produk-produknya. Biomunos masih dipasarkan terbatas di klinik
pengobatan milik PT. Biofarindo, di pameran-pameran dan minimarket agrimart
milik IPB. Sebagai Satuan Usaha Akademik (SUA) IPB, pemasaran produk PT.
Biofarindo dibantu oleh mitranya yaitu PIUP IPB dalam hal distribusi dan
promosi.
1.2. Tujuan
Menganalisis masalah perusahaan PT. Biofarindo dalam hal mempromosikan
produk Biomunos yang masih terbatas karena kendala biaya dan belum
mempunyai distributor dalam memasarkan produknya.

BAB II LANDASAN TEORI


2.1. Manajemen Strategi
Beberapa pakar dalam ilmu manajemen mendefinisikan manajemen strategis
dengan cara yang berbeda-beda. Ketchen (2009) mendefinisikan manajemen
strategis sebagai analisis, keputusan, dan aksi yang dilakukan perusahaan untuk
menciptakan dan mempertahankan keunggulan kompetitif.
Definisi ini menggambarkan dua elemen utama manajemen strategis.
Pertama, manajemen strategis dalam sebuah perusahaan berkaitan dengan proses
yang berjalan (ongoing processes): analisis, keputusan, dan tindakan. Manajemen
strategis berkaitan dengan bagaimana manajemen menganalisis sasaran strategis
(visi, misi, tujuan) serta kondisi internal dan eksternal yang dihadapi perusahaan.
Selanjutnya, perusahaan harus menciptakan keputusan strategis. Keputusan ini
harus mampu menjawab dua pertanyaan utama: (1) industri apa yang digeluti
perusahaan dan (2) bagaimana perusahaan harus bersaing di industri tersebut.
Terakhir, tindakan diambil untuk menjalankan keputusan tersebut. Tindakan yang
perlu dilakukan akan mendorong manajer untuk mengalokasikan sumber daya dan
merancang organisasi untuk mengubah rencana menjadi kenyataan.
Elemen kedua, manajemen strategis adalah studi tentang mengapa sebuah
perusahaan mampu mengalahkan perusahaan lainnya. Manajer perlu menentukan
bagaimana perusahaan bisa menciptakan keunggulan kompetitif yang tidak hanya
unik dan berharga, tetapi juga sulit ditiru atau dicari subtitusinya sehingga mampu
bertahan lama. Keunggulan kompetitif yang mampu bertahan lama biasanya
didapatkan dengan melakukan aktivitas berbeda dengan apa yang dilakukan
pesaing, atau melakukan aktivitas yang sama dengan cara yang berbeda.

2.2. Pemasaran

Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya


individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan
dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai
dengan pihak lain (Kotler, 2005). Definisi yang dikemukakan oleh Stanton adalah
sebagai berikut, pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang
--ditujukan untuk merencanakan produk, menentukan harga, mempromosikan dan
mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada
pembeli yang ada maupun pembeli potensial (Stanton, 1991).
Pemasaran menurut Assauri adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk
memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran
(Assauri, 2004). Proses pemasaran terjadi atau dimulai jauh sejak sebelum barangbarang diproduksi. Keputusan keputusan dalam pemasaran harus dibuat untuk
menentukan produk dan pasarnya, harganya dan promosinya. Kegiatan pemasaran
tidak bermula pada saat selesainya proses produksi juga tidak berakhir pada saat
penjualan dilakukan. Perusahaan harus dapat memberikan kepuasan kepada
konsumen jika mengharapkan usahanya dapat berjalan terus atau konsumen
mempunyai pandangan yang baik terhadap perusahaan.
2.3. Strategi Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Strategi pemasaran dapat didekati dengan konsep bauran pemasaran atau
marketing mix. Kotler (2005) mendefinisikan bauran pemasaran sebagai
seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan
pemasarannya dalam pasar sasaran. Bauran pemasaran merupakan kumpulan
strategi yang terdiri dari 4-P yaitu produk (product), harga (price), saluran
distribusi (place), dan promosi (promotion).
a. Produk
Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke dalam pasar (baik
berwujud atau tidak berwujud) untuk diperhatikan, dimiliki, dipakai atau
dikonsumsi sehingga memuaskan keinginan atau kebutuhan yang meliputi objek

secara fisik, pelayanan, orang, tempat, organisasi, gagasan atau bauran dari semua
wujud tersebut (Kotler, 2005).
Faktor-faktor yang terkandung dalam suatu produk adalah mutu (kualitas),
penampilan, pilihan (option), gaya (style), merek, pengemasan, jenis produk
(product lines) dan macam produk (items).
Mutu produk menurut Kotler (2005) berarti menunjukkan kemampuan produk
untuk melaksanakan fungsinya, meliputi keawetan, keandalan, ketepatan,
kemudahan dipergunakan dan diperbaiki serta atribut yang lain. Dalam
mengembangkan suatu produk, produsen harus menentukan tingkat kualitas yang
akan mendukung posisi produk itu dalam pasar sasaram. Kualitas produk
merupakam keseluruhan ciri serta sifat sari suatu produk atau pelayanan yang
berpengaruh pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan
atau yang tersirat.
Kegiatan memperkenalkan dan mempopulerkan merek dagang suatu produk
merupakan syarat berhasilnya pemasaran. Merek adalah nama, istilah tanda,
simbol atau kombinasi dari semuanya yang dimaksudkan untuk membedakannya
dari produk pesaing (Kotler, 2005). Pengemasan adalah kegiatan merancang dan
memproduksi kemasan atau pembungkus suatu produk.
Bauran produk adalah kombinasi dari semua produk (product line dan product
item) yang ditawarkan/dijual perusahaan kepada konsumen (Assauri, 2004). Lini
produk adalah kumpulan dari produk-produk yang berhubungan erat k arena
memiliki fungsi yang serupa, atau karena dijual kepada kelompok konsumen yang
sama atau dijual dengan harga jual dalam suatu skala tertentu. Macam produk
adalah jenis produk tertentu, yang mempunyai ciri-ciri spesifik menurut ukuran,
harga, penampilan atau atribut lainnya.
b. Harga
Perusahaan dapat menetapkan harga dengan menggunakan metode-metode
penetapan harga, sebagai berikut:

1. Penetapan harga dengan orientasi biaya yaitu penetapan harga mark up,
penetapan harga dengan cost plus, dan penetapan harga sasaran.
2. Penetapan harga dengan orientasi permintaan yaitu penetapan harga
berdasarkan persepsi atau penilaian konsumen terhadap mutu dan penetapan
harga diskriminasi harga.
3. Penetapan harga dengan orientasi persaingan yaitu penetapan harga mengikuti
pasar (sama dengan pesaing) dam harga dibawah pesaing. Dalam penetapan
harga perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya, baik langsung
maupun tidak langsung. Faktor yang mempengaruhi secara langsung, adalah
bahan baku, biaya pemasaran, biaya produksi, adanya peraturan pemerintah
dan faktor lainnya. Faktor tidak langsung adalah harga produk sejenis yang
dijual oleh para pesaing, pengaruh harga terhadap hubungan antara produk
substitusi dan produk komplementer, serta potongan diskon untuk para
penyalur dan konsumen.
c. Saluran Distribusi atau Tempat
Pada umumnya perusahaan atau organisasi tidak memasarkan produknya
langsung kepada pengguna akhir, diantaranya terdapat perantara yang
menjalankan fungsi pemasaran.
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan dalam
memilih salurn pemasaran adalah jenis dan sifat produk, sifat konsumen potensial,
sifat persaingan dan sifat saluran pemasaran yang ada.
Menurut Kotler (2005) ada empat level saluran pemasaranuntuk barang
konsumen, yaitu:
1. Saluran langsung (level-nol) terdiri dari produsen yang menjual langsung ke
konsumen.
2. Saluran satu level berisi satu perantara, seperti pengecer.
3. Saluran dua level berisi dua perantara, umumnya adalah pedagang besar dan
pengecer.
4. Saluran tiga level berisi tiga perantara, umumnya adalah pedagang besar,
pemborong dan pengecer.

d. Promosi
Suatu produk tidak akan dibeli bahkan dikenal apabila konsumen tidak
mengetahui kegunaannya, keunggulannya, dimana produk dapat diperoleh, dan
berapa harganya. Untuk itulah konsumen yang menjadi sasaran produk atau jasa
perusahaan perlu diberikan informasi yang jelas.Efektifitas pemasaran suatu
perusahaan sangat dipengaruhi oleh sistem komunikasi pemasaran yang
dilakukan. Semakin efektif komunikasi yang dilakukan maka akan berbanding
lurus dengan pemasarannya. Untuk melaksanakan komunikasi pemasaran
diperlukan beberapa cara komunikasi yang disebut bauran komunikasi pemasaran
(bauran promosi) yang terdiri atas lima cara komunikasi utama yaitu, periklanan,
promosi penjualan, hubungan masyarakat, penjualan secara pribadi, dan
pemasaran langsung (Kotler, 2005).
1) Iklan
Menurut Kotler (2005), tujuan iklan dapat digolongkan menjadi empat,
diantaranya:
1. Iklan informatif dimaksudkan untuk menciptakan kesadaran dan pengetahuan
tentang produk baru atau ciri baru produk yang sudah ada.
2. Iklan persuasif dimaksudkan untuk menciptakan kesukaan, preferensi,
keyakinan dan pembelian suatu produk atau jasa.
3. Iklan pengingat dimaksudkan untuk merangsang pembelian produk dan jasa
kembali.
4. Iklan penguatan dimaksudkan meyakinkan pembeli sekarang bahwa mereka
telah melakukan pilihan yang tepat.
2) Promosi Penjualan
Promosi penjualan mencakup alat untuk promosi konsumen, promosi
perdagangan, promosi bisnis dan tenaga penjualan (Kotler, 2005).
Promosi penjualan mempunyai sifat yang unik yaitu dapat menarik perhatian
konsumen dan memberikan informasi yang dapat mendorong konsumen untuk
membeli. Promosi penjualan memberikan insentif untuk menarik orang-orang
baru untuk mencoba, memberi imbalan kepada pelanggan setia, dan dapat

menaikkan tingkat pembelian ulang orang yang sesekali menggunakan. Promosi


penjualan sering menarik orang-orang yang beralih merek, yang terutama mencari
harga murah, nilai yang baik, atau hadiah. Namun promosi penjualan tidak
mungkin mengubah mereka menjadi pemakai yang setia.
Kotler (2005), menjelaskan alat-alat promosi penjualan diantaranya mencakup
alat untuk promosi konsumen (sampel, kupon, tawaran uang kembali, potongan
harga, cinderamata, hadiah, hadiah berlangganan, pengujian gratis, garansi,
promosi bersama, promosi silang, pajangan di tempat pembelian, dan peragaan);
promosi perdagangan (potongan harga, dana iklan dan pajangan, dan barang
gratis); serta promosi bisnis dan tenaga penjualan (pameran dan konvensi
perdagangan, kontes untuk perwakilan penjualan, dan iklan khusus).
3) Hubungan Masyarakat
Hubungan masyarakat dapat membantu untuk membentuk citra perusahaan
atau produk. Hubungan masyarakat juga sangat efektif dalam membangun
kesadaran dan pengetahuan merek serta berbiaya yang jauh lebih kecil daripada
biaya iklan.
Alat-alat utama yang digunakan dalam humas pemasaran antara lain terbitan
(brosur, artikel, berita berkala, majalah perusahaan), acara-acara (seminar,
pameran dagang, konferensi berita, kompetisi, ulang tahun), pemberian dana
sponsor, berita, ceramah, kegiatan layanan masyarakat, dan media identitas (logo
perusahaan, brosur, bangunan, aturan berpakaian, dan lain-lain).
4) Penjualan Pribadi
Tiga ciri khusus dari penjualan personal, yaitu:
1. Konfrontasi personal: mencakup hubungan yang hidup, langsung, dan
interaktif antara dua orang atau lebih.
2. Mempererat: memungkinkan timbulnya berbagai jenis hubungan mulai dari
hubungan penjualan hingga hubungan persahabatan.
3. Tanggapan: membuat pembeli merasa berkewajiban untuk mendengarkan
pembicaraan wiraniaga.
5) Pemasaran Langsung

Kotler (2005) menyatakan bahwa pemasaran langsung atau direct marketing


adalah penggunaan saluran-saluran langsung konsumen untuk menjangkau dan
menyerahkan barang atau jasa kepada pelanggan tanpa menggunakan perantara
pemasaran. Saluran-saluran ini mencakup surat langsung, katalog, telemarketing,
TV interaktif, kios, situs internet, dan peralatan bergerak.
Pemasaran langsung dapat menguntungkan penjual karena mereka dapat
mengkhususkan dan menyesuaikan pesan-pesan penjualan mereka. Pemasaran
langsung dapat membina hubungan yang berkesinambungan dengan masingmasing pelanggan. Namun ada beberapa kerugian dari pemasaran langsung,
diantaranya kemungkinan terjadinya penipuan dan kecurangan, serta beberapa
pelanggan menganggap pemasaran langsung sebagai gangguan (seperti telepon
penjualan pada saat larut malam).

BAB III PEMBAHASAN

3.1. Analisis Masalah


Salah satu Masalah yang timbul yaitu: obat herbal unggulan PT. Biofarindo
adalah Biomunos. PT. Biofarindo masih terbatas dalam mempromosikan
produknya, hal ini dikarenakan kendala biaya promosi. PT. Biofarindo belum
mempunyai distributor dalam memasarkan produk-produknya. Biomunos masih
dipasarkan terbatas di klinik pengobatan milik PT. Biofarindo, di pameranpameran dan minimarket agrimart milik IPB. Sebagai Satuan Usaha Akademik
(SUA) IPB, pemasaran produk PT. Biofarindo dibantu oleh mitranya yaitu PIUP
IPB dalam hal distribusi dan promosi.
Strategi PT. Biofarindo dalam hal penetrasi pasar dari sisi harga sudah tepat
dengan menurunkan harga dari pihak pesaing, namun untuk distribusi masih
terbatas di klinik pengobatan milik PT. Biofarindo, di pameran-pameran dan
minimarket agrimart (retailer) milik IPB itu sendiri yang menyebabkan
terkendalanya daya jual produk dipasaran. Untuk pemasaran hanya dibantu oleh
mitranya PIUP IPB saja sehingga jangkauannya tidak luas keseluruh Indonesia
yang mnyebabkan terbatasnya promosi produk, hal ini karena kendala biaya
promosinya.
Dalam hal ini dapat diselesaikan dalam beberapa hal diantaranya:
Promosi dan Biayanya
Untuk biaya promosi yang masih kurang dapat dilakukan dengan
meningkatkan keuangan yang ada dan melakukan investasi keuangan untuk
biaya promosi. Biaya promosi dapat pula dikendalikan dengan menggunakan
strategi:
-

Trade promo yaitu aktivitas perusahaan untuk meningkatkan penjualan


yang ditujukan kepada pelanggan retail dengan cara memberikan hadiah
sebagai kompensasi. Dengan jalan negosiasi kepada toko-toko obat
maupun jamu atau retailer yang lainnya.

10

Melakukan

kegiatan

untuk meningkatkan minat beli dan lebih

mengenalkan produk kepada konsumen. Misalnya: melakukan promosi


melalui media sosial karena biaya yang murah seperti pengolahan website,
blog, dan lain sebagainya. Menjadi sponsorship event kesehatan baik
seperti seminar atau lainnya agar calon pembeli lebih mengenal produk
dengan kegunaan dan khasiatnya.
-

Menggunakan saluran komunikasi tenaga ahli untuk meyakinkan


masyarakat akan kualitas dan khasiat produk. Tenaga ahli yang dimiliki
PT. Biofarindo dapat melakukan edukasi untuk meyakinkan konsumen
akan kualitas dan khasiat ekstrak meniran untuk mempercepat
penyembuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh melalui seminar-

seminar, pelatihan, talkshow dan lain-lain.


Meningkatkan kualitas produk untuk meraih kepercayaan pelanggan.
Mendorong promosi dari mulut ke mulut dengan membuktikan khasiat
produk yang dikonsumsi pelanggan dan melakukan promosi aktif, baik
terhadap konsumen maupun agen penjualan. Salah satu cara yang efektif
untuk meyakinkan konsumen akan khasiat obat herbal adalah dari
pengalaman pengguna obat tersebut sebelumnya. Pengalaman sembuh
setelah mengkonsumsi obat tersebut akan mendorong konsumen untuk
menceritakan kesembuhannya kepada kerabat, rekan, relasi dan lain-lain.
Melakukan promosi yang aktif, baik terhadap konsumen maupun agen
penjualan.

Promosi

disesuaikan

dengan

anggaran

promosi

yang

dikeluarkan perusahaan. Promosi yang dapat dilakukan antara lain iklan di


media cetak yang sesuai dengan sasaran pasar seperti di majalah
kesehatan, dan majalah gizi. Perusahaan dapat bekerjasama dengan
majalah yang memiliki asosiasi dengan IPB. PT. Biofarindo juga dapat
berpromosi melalui jurnal informasi IPB. Promosi penjualan kepada agen
penjualan dan sales penjualan berupa bonus juga perlu dilakukan untuk
meningkatkan angka penjualan. Penjualan pribadi (personal selling) dapat
dilakukan di klinik pengobatan dan pameran. Publisitas dapat dilakukan di
jaringan radio IPB yaitu Agri FM untuk melakukan edukasi kepada

11

masyarakat
-

agar

keberadaan

Biomunos

sebagai

obat

herbal

immunomodulator diketahui.
Membuat variasi kemasan produk seperti berupa kemasan strip isi 10
kapsul agar harga jual produk lebih terjangkau. Untuk meningkatkan
penjualan di tengah situasi penurunan daya beli masyarakat diperlukan
produk yang lebih terjangkau, sehingga PT. Biofarindo perlu membuat
variasi produk dengan harga jual lebih murah.

Distribusi
-

Membangun saluran distribusi yang merata untuk memperluas wilayah


pemasaran dengan para mitra kerja. PT. Biofarindo dapat bekerjasama
dalam menyalurkan produknya di tempat-tempat usaha milik mitra kerja.
PT. Biofarindo juga dapat membangun kemitraan untuk membuka klinik
pengobatan agar dapat lebih luas dalam melayani masalah kesehatan

pelanggannya.
Melakukan negosiasi

dengan

distributor-distributor

resmi

seperti

distributor obat Enseval. Sehingga dapat menjangkau berbagai masyrakat


-

di masing-masing daerah melalui retailer-retailer.


Mebuat distributor sendiri diberbagai daerah untuk menjangkau konsumen
melalui distribusi keberbagai retailer yang ada diberbagai daerah.

12

BAB IV PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Manajemen strategis diartikan sebagai analisis, keputusan, dan aksi yang
dilakukan perusahaan untuk menciptakan dan mempertahankan keunggulan
kompetitif. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa masalah yang
dihadapi oleh PT. Biofarindo dalam hal promosi Biomunos dari segi biaya
promosi dan distributornya salah satunya telah dipenuhi melaui harga yang
terjangkau yang lebih murah dari para pesaing. Akan tetapi, masih bnyak yang
harus dilakukan PT. Biofarindo dalam memaksimalkan biaya promosi atau
menambah dana biaya promosi untuk memasarkan produk Biomunos agar
jangkauannya luas pada konsumen, diantaranya: trade promo, melakukan kegiatan
untuk meningkatkan minat beli dan lebih mengenalkan produk kepada konsumen,
membuat variasi kemasan produk, menggunakan saluran komunikasi tenaga ahli
untuk meyakinkan masyarakat akan kualitas dan khasiat produk, mendorong
promosi dari mulut ke mulut dan meningkatkan kualitas produk. Sedangkan,
untuk distribusi dapat dilakukan dengan cara diantaranya: membangun saluran
distribusi yang merata untuk memperluas wilayah pemasaran dengan para mitra
kerja, melakukan negosiasi dengan distributor-distributor resmi, dan mebuat
distributor sendiri diberbagai daerah.

4.2. Saran
Dalam menyelesaikan masalah promosi dan biayanya serta masalah distribusi
dapat mencoba mempertimbangkan solusi sepeti analisis masalah yang digunakan
diatas.

13

DAFTAR PUSTAKA
Ketchen Jr. D. et all. 2009. "Strategy 2008-2009". New York: McGraw-Hill
Surya Yuliawati, 2008. Analisis Strategi Pemasaran Obat Herbal Biomunos Pada
Pt. Biofarmaka Indonesia, Bogor. Bogor: IPB.
Assauri, Sofjan, 2004.Manajemen Produksi dan Operasi Edisi Revisi 2004,
Jakarta: Lembaga Penerbit FE-UI.
Kotler, Philip. 2005. Manajamen Pemasaran, Jilid 1 dan 2. Jakarta: PT. Indeks
Kelompok Gramedia.

14