Anda di halaman 1dari 5

Nama : Reza Hermawan

Kelas : B2
RANGKUMAN TEORI DOMINO

1. Pada umunya dalam usaha pencegahan kecelakaan tidak asing lagi dengan teori Domino atau
yang biasa disebut tahapan Domino, teori Domino ini dipakai dalam menggambarkan proses
terjadinya kecelakaan, pencegahan kecelakaan dan loss control.
2. Secara kronologi (chronological) urutan terjadinya kecelakaan dapat digambarkan sebagai
berikut ;
1. Kurangnya pengendalian / kontrol.
2. Penyebab Dasar dibagi atas faktor personal / pribadi dan faktor pekerja.
3. Penyebab langsung yaitu tindakan tidak aman dan konsisi tidak aman.
4. Kejadian (Kontak)
5. Kerugian

3. Dalam kesempatan safety talk ini akan dibahas rangkaian teori Domino yaitu Kurangnya
pengendalian / kontrol. Dalam urutan domino, kurangnya kontrol merupakan urutan pertama
menuju suatu kejadian yang mengakibatkan kerugian. Kontrol merupakan salah satu diantara
fungsi manajemen yaitu sebagai perencana, pengorganisasian, kepemimpinan dan
pengontrolan.
4. Berikut tiga alasan mengenai kurangnya kontrol manajemen :
1. Program yang tidak memadai.
Program keselamatan/pengendalian rugi bisa tidak memadai karena terlalu banyak
kegiatan-kegiatan program.
2. Standar program yang tidak memadai
Suatu penyebab kebingunan dan kegagalan adalah standar standar yang tidak spesifik,
tidak jelas. Standar yang memadahi adalah penting untuk melakukan pengontrolan yang
efektif.
3. Tidak bisa memenuhi standar

Kurang memenuhi stadar yang ada merupakan alasan kurangnya control.

Kontrol manajemen disini meliputi hal-hal sebagai berikut :


Mengidentifikasi resiko yang timbul
Mengukur dan menganalisa resiko tersebut
Menetapkan resiko sesuai dengan tata cara pananganan teknik loss control yang ada.
Mengatur pelaksanaan program dengan cara yang paling efektif.

5. Teori domino yang kedua yaitu peyebab dasar ( basic causes ).


Penyebab dasar merupakan penyebab nyata dibelakang gejala-gejala berupa alasan-alasan
mengapa terjadi tindakan dan kondisi yang substandar faktor yang bila dikendalikan membuat
pengendalian manajemen yang berarti. Penyebab dasar membantu menjelaskan kenapa
karyawan melakukan tindakan yang tidak standar, secara logika seseorang tidak mungkin
mengikuti prosedur yang benar jika dia tidak pernah diajarkan prosedure tersebut, juga
seorang operator peralatan menghendaki penanganan dengan tepat dan terampil, tak akan
mengoperasikannya

dengan

efisien

dan

aman

tanpa

adanya

kesempatan

untuk

mengembangkan keterampilannya melalui petunjuk pelaksanaannya. Dan penyebab dasar


juga membantu menjelaskan mengapa timbul kondisi yang tidak standar.
6. Dalam hal ini Penyebab dasar dibagi atas :
1. Faktor personel / pribadi adalah faktor pribadi dari pelaku didalam faktor pribadi ada
beberapa hal yang dicakup didalamnya seperti :
-

Kurangnya pengetahuan

Kurangnya terampil

Motivasi kurang baik

Stress fisik atau mental

2. Faktor Pekerjaan seperti :.


-

Kepengawasan kurang tepat.

Engineering kurang memadai

Pembelian kurang memadai

Maintenance kurang memadai

Alat dan peralatan kurang memadai

Standar kerja kurang tepat

Aus dan retak akibat pemakaian

Penyalahgunaan wewenang

Penyebab dasar merupakan asal mula dari tindakan dan kondisi yang tidak standar

3. Teori domino yang ketiga yaitu Penyebab Langsung (immediate causes).


Penyebab langsung kecelakaan merupakan sesuatu yang terjadi sebelum terjadi kontak
mereka tersebut biasanya dapat dilihat. Mereka biasa disebut keadaan dan tindakan yang
tidak aman.
Definisi dari tidakan tidak aman dan kondisi tidak aman tersebut sebagai berikut :
1. Tindakan tidak aman (unsafet acts) yaitu tingkah laku, tindak-tanduk atau perbuaan yang
akan menyebabkan kecelakaan atau pelanggaran terhadap tatacara kerja yang aman yang
berpeluang akan terjadinaya kecelakaan.
2. Kondisi yang tidak aman (unsafet conditions) yaitu kondisi phisik yang berbahaya dan
keadaan yang berbahaya yang langsung membuka peluang akan terjadinya kecelakaan.
Dari definisi diatas dapat kita ambil suatu kesimpulan bahwa kecelakaan dapat terjadi bila
timbul keadaan tidak aman dan atau tindakan tidak aman, kedua penyebab utama
terjadinya kecelakaan ini muncul (exist ) antara lain karena sikap dan perilaku karyawan
yang bersangkutan yaitu :
1. Tidak tahu (adanya bahaya) : karena tidak pernah diberitahu oleh pimpinan tentang
bahaya dan resiko ditempat kerjanya sehingga tidak tanggap terhadap bahaya dan juga
tidak mempunyai ketrampilan menghindari bahaya tersebut.
2. Tidak mau tahu (adanya ancaman bahaya) : karena tidak mempunyai perhatian pada K-3
sehingga berperilaku sembrono mungkin juga karena lemahnya pengawasan.
3. Tidak mampu (menghadapi bahaya) : karena tidak pernah dilatih K-3 sehingga tidak
berpengalaman melaksanakan pekerjaan dengan cara aman dan selamat.
Ketiga hal tersebut diatas merupakan tindakan tidak aman seorang karyawan dalam
melaksanakan tugasnya antara lain dapat diakibatkan karena latar belakang kehidupan
keluarga atau lingkungan yang tidak harmonis dan penuh gejolak.
7. Berikut beberapa contoh dari tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Contoh tindakan tidak aman :


Menjalankan sesuatu peralatan tanpa izin
Gagal mengingatkan atau mangamankan
Menjalankan sesuatu peralatan dengan kecepatan yang tidak sesuai
tidak menggunakan APD
Bekerja menggunakan alat-alat yang rusak
Menggunakan peralatan dengan cara yang tidak benar
Posisi yang tidak betul
Merawat peralatan yang sedang bergerak
Ugal ugalan
Mabuk atau dalam pengaruh narkoba dll.

Contoh Kondisi tidak aman :


1. Pengaman atau pelindung yang tidak cukup
2. Alat, peralatan atau bahan yang rusak

3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Sistim peringatan yang tidak memadai


Bahaya kebakaran dan peledakan
House Keeping yang kurang baik
Lingkungan berbahaya / beracun minsalnya gas, debu, uap yang mengandung gas.
Kebisingan yang berlebihan
Bahaya radiasi
Kurang penerangan dan ventilasi
Sistem tanda bahaya yang tidak memadahi dan lain-lain

8. Perlu untuk dipertimbangkan tindakan-tindakan dan kondisi-kondisi diatas hanya sebagai


penyebab langsung atau gejala-gejala dalam melakukan suatu pekerjaan, jika anda hanya
mengobati gejala-gejala saja, mereka akan terjadi lagi dan lagi. Coba renungkan dan jawablah
tiga pertannyaan di bawah ini :
1. Mengapa terjadi tindakan yang tidak standar ?
2. Mengapa timbul kondisi yang tidak standar ?
3. Kegagalan apakah dalam sistim manajemen hingga terjadi tindakan dan kondisi tersebut ?

9. Teori domino yang keempat yaitu Kejadian / kontak

1.
2.
3.
4.
5.

Setiap timbul potensi penyebab kecelakaan maka selalu terbuka kemungkinan


terjadinya suatu kontak / kejadian, baik yang mengakibatkan kerugian atau tidak. Sebagai
contoh, sesuatu yang tepental yang memindahkan tenaga kinetis ke badan atau strukur yang
terhantam atau kontak.
Bila mana tenaga yang dipindahkan terlalu banyak menyebabkan sesorang sakit /
luka atau kerusakan harta benda.
Beberapa jenis kejadian / kontak yang sering terjadi :
Menabrak dan tertabrak
Jatuh dari suatu ketinggian
Jatuh dipermukaan yang sama ( terpeleset)
Terjepit
Kontak dengan energi (listrik, panas, dingin, radiasi, racun, bising dan lain-lain.
Kesimpulannya bila kondisi yang tidak aman atau tindakan yang tidak aman timbul maka
selalu terjadi potensi adanya kontak dan menyebabkan orang sakit / terluka atau kerusakan
harga benda.

10. Teori domno yang kelima yaitu Kerugian


Akibat dari kecelakaan adalah kerugian yang dapat berupa cidera yang menimpa
karyawan bahkan kematian, kerusakan harta benda atau kerugian proses operasi. Jenis dan

derajat kerugian sebagian tergantung pada hal-hal yang kebetulan dan sebagian tergantung
pada tindakan yang dilakukan untuk memperkecil kerugian.
Tindakan untuk memperkecil kerugian pada tahapan rangkaian ini mencakup
pertolongan pertama dan perawatan yang tepat dan benar, pemadaman yang cepat dan efektip,
perbaikan peralatan yang tepat, pelaksanaan tindakan emergensi yang terencana dan
regabilitasi karyawan yang efektif. Tidak ada yang lebih penting atau lebih tragis dari pada
kerugian yang menyangkut aspek kemanusiaan seperti, sakit, kehilangan anggota badan atau
anggota badan tidak dapat berfungsi, sakit karena pekerjaan, kematian dll.
Cara yang paling baik untuk memperkecil kerugian tersebut ialah melihat aspek
kemanusiaan dan aspek ekonomi untuk mendorong pengendalian kecelakaan yang
mengakibatkan kerugian.