Anda di halaman 1dari 9

Nama

: Agung Nursyawaly

Kelas

: 3 KIB

Nim

: 061440421741

Mata Kuliah

: Mekanika Fluida

Dosen Pembimbing : Dr.Ir.H. Muhammad Yerizam, M.T


Pengertian fitting dalam pekerjaan perpipaan adalah sebuah bagian dari
instalasi pipa yang berfungsi sebagai penyambung antar pipa dan sebagai
bagian akhir perpipaan/outlet fitting. Ada berbagai jenis fitting dari
berbagai bahan, fitting yang umum dipakai misalnya: Elbow, Tee, Wye
(wyes), Cross (crosses), Coupling, Union,Fitting kompresi (compression
fitting), Caps, Plugs, dan Valve.
Jenis Perpipaan
Elbow

Penjelasan
Elbow dikenal juga sebagai ells yang

Tee, Wye dan Cross

berfungsi untuk mengubah arah pipa


Fungsi
utamanya
ialah
untuk
menggabungkan beberapa jalur pipa ke
arah satu pipa atau sebaliknya yaitu dari
satu pipa ke beberapa pipa pembagi
Tee,

dengan

sudut

tegas

90

derajat

maupun 45 derajat pada sudutnya


Wye, diterapkan pada arah aliran yang
diharapkan sesuai dengan instalasi dan
menggunakan tekstur langsam
Cross, memiliki satu input dan tiga output
(atau
Coupling & Union

sebaliknya)

yang

dengan sudut 90 derajat


Fungsi
utamanya

berpotongan

ialah

untuk

menyambungkan 2 pipa atau tabung yang


desainnya dibuat pendek
Coupling,

dirancang

untuk

sebuah

koneksi instalasi pipa semi permanen


dengan sambungan pengelasan ditempat
sebagian

juga

dengan

penyambungan

dengan mur baut


Union, dirancang untuk penyambungan
Caps & Plugs

yang mudah dilepas disetiap saat


Caps, adalah sebagai penutup ujung pipa
penuh (menjadi buntu)
Plugs, adalah sebagai penutup ujung pipa
tetapi

Fitting Kompresi

dipasang

sejenis

stopper

pada

ujung pipanya
Terdapat bagian bodi, nut dan gasket ring
untuk

memperkuat

koneksi

sehingga

mencega kebocoran
Contoh soal dan pembahasan :
1. Sistem aliran air dari tandon 1 ke tandon 2 yang terbuka keatmosfer
seperti skema dibawah. Panjang total dari pipa penampang seragam
adalah 50 m diameternya 0,05 m. Koefisien minor lossesnya, K adalah
sebagai berikut:
Saringan
:8
Belokan
: 0,5
Sambungan T
: 0,7
Pengukur aliran (flowmeter): 6
Katup pembuka
:1
Jika kecepatan air dalam pipa rata-rata 1,5 m/dt, tentukan perbedaan
ketinggian kedua tandon tersebut.

Penyelesaian :
Ditentukan : sistem aliran air seperti skema dengan jumlah belokan 5,
sebuah saringan, sebuah sambungan T , sebuah pengukur aliran dan
sebuah katup pembuka.
Ditanya : perbadaan ketinggian tandon,h
Jawab :
Persamaan dasar

Asumsi :
- Aliran tunak
- Aliran tak mampu mampat
- Headloss karena kondisi masukan diabaikan
Tandon semua terbuka ke atmosfer, berarti p1 = p2, V1 0, kareana
penampang tandon jauh lebih besar dari penampang pipa, Z 1 Z2 = h
maka persamaan diatas menjadi :

Menentuka nilai f dari diagram Moody dengan menghitung angka Reynold


dan menentuka kekasaran relatif pipa.

Dari grafik pada gambar 1.3, diameter pipa 2 inchi dan bahan pipa
diamsumsikan beton dengan kekasaran, e = 0,003, maka kekasaran
relatif, e/D 0,02. Dari diagram Moody nilai f 0,005
Sedangkan besarnya K adalah jumlah dari K untuk semua komponen, jadi

2. Suatu pompa sentrifugal yang digerakkan langsung dengan motor


listrik dipasang dalam sumur gali. Debit pompa 18 liter/detik.

Efisiensi pompa 67%. Pusat pompa berada 60 cm vertikal di atas


muka air statik dan 6,2 meter di atas muka air selama
pemompaan berlangsung. Panjang pipa isap 7,5 m dengan diameter
8 cm. Klep kaki
dan saringan dipasang pada pipa isap. Pipa isap disambung pada
inlet pipa dengan siku (long sweep bend) diameter sama. Air
dipompa sampai ke puncak pipa yang
disambungkan dengan sistem distribusi pipa dalam tanah. Jarak
vertikal dari pusat pompa ke puncak pipa hantar adalah 16 m.
Panjang total pipa hantar 24 m berdiameter 7 cm. Sambungan pipa
pada pipa hantar adalah 3 buah siku (sweepbend), 1 kran (gate
valve)

dan

reflux

valve

(disebut

juga

check

valve

atau

nonreturnvalve), semuanya dengan diameter pipa sama. Semua


pipa terbuat dari pipa besi baru. Berdasarkan data tersebut di atas.
HITUNG: (a) Total head; (b) WHP; (c) BHP motor penggerak
Penyelesaian:
Luas penampang aliran pipa asap :

Cepat aliran =

Q
A

18 /1000
0,005

d
4

0,08 2

= 0,005 m2

= 3,6 m/det
2

Luas penampang aliran pipa hantar :

d
4

0,07

= 0,0038

m2
Cepat aliran hantar =

Q
A

18 /1000
= 0,0038

= 4,74 m/det

Total Head = Total head tinggi isap + Total head tinggi tekan.
Tinggi Isap Statik = 6,2 m. Head loss pada pipa isap (Q = 18 lt/det,
diameter 8 cm,
panjang 7,5 m, C = 130) = 0,171 x 7,5 m = 1,28 m (Gunakan
rumus).

Head loss pada siku, diameter 8 cm : Gambar 4.3: panjang


ekuivalen = 1,5 m;
Head loss = 0,171 x 1,5 m = 0,256 m . Head loss pada saringan =
0,95 x
(3,6)2/(2x9,81) = 0,63 m.
Head loss pada klep kaki = 0,80 x (3,6)2/(2x9,81) = 0,53 m.
Velocity Head pada pipa isap = v1
2/2g = 3,62/(2x9,8) = 0,66 m.
Total Head pada pipa Isap = 6,2 + 1,28 + 0,26 + 0,63 + 0,53 +
0,66 = 9,56 m.
Tinggi Tekan Statik = 16 m. Head loss pada pipa hantar (diameter
7 cm; panjang
24 m): 0,33 x 24 = 7,92 m.
Head loss pada 3 buah siku (diameter 7 cm): 3 x (1,4 x 0,33) =
1,39 m. Head loss
pada gate valve, diameter 7 cm = 0,55 x 0,33 = 0,18 m. Head loss
pada Reflux
Gate = 0,8 x (4,742/2x9,81) = 0,92 m (menggunakan persamaan
untuk klep kaki).
Velocity Head pada outlet = (4,742/2x9,81) = 1,14 m.
Total Head pada pipa hantar = 16 + 7,92 + 1,39 + 0,18 + 0,92 +
1,14 m = 27.55 m
Total Head = 9,56 + 27,55 m = 37,11 m
WHP = (18 x 37,11)/75 = 8,9 HP
BHP motor penggerak = 8,9/0,67 = 13,3 HP
3. Cairan dengan berat jenis (specific gravity) 0,86 masuk ke pompa
dengan debit sebesar 0,014 m3 /s. Bila kehilangan energi (head loss)
akibat gesekan dan katup adalah 1.86 m, hitung daya yang harus
diberikan oleh pompa.

Data yang diketahui :


zA 0

hR 0

z B 1 m hL 1,86 m

p A 296 kPa

p B 28 kPa Q 0,014

pA
V2
p
V2
z A A hA hR hL B z B B

2g

2g
pB p A
VB2 V A2
hA
zB
hL

2g

P hAQ
Daya pompa :

VA

Q
0,014
m

2,936
3
AA 4,768 x10
s

VB

Q
0,014
m

6,458
3
AB 2,168 x10
s

VB2 VA2 6,4582 2,936 2

1,688 m
2g
2(9,8)
Menghitung velocity head :

m3
s

sg 0,86

sg

0,86
air air g

0,86 air g 0,86(1000)(9,81) 8,437 x103

N
m3

Menghitung pressure head :

pB p A 296 x10 3 (28 x103 )

38,4 m

8,437 x103

pB p A
V 2 V A2
zB B
hL

2g
3,84 1 1,688 1,86
42,848 m
P hAQ

hA

8437(42,848)(0,014)
5073W

hp

745,7W
6,803 hp

P 5073W

Menghitung daya pompa :

4. Air mengalir dengan debit 114 L/min melalui motor fluida seperti
terlihat pada gambar di bawah ini. Tekanan pada titik A adalah 700
kPa dan tekanan pada titik B adalah 125 Pa. Head loss akibat
kehilangan energi yang terjadi diperkirakan sebesar 4 m. Bila
efisiensi motor fluida adalah 85 % hitung daya outputnya.

Jawab :
z A 1,8 m z B 0 hA 0 hL 4 m
p A 700 kPa

p B 125 kPa

2
A

pA
V
p
V2
zA
hA hR hL B z B B

2g

2g
hR

p A pB
V 2 VB2
zA A
hL

2g

Menentukan luas penampang pipa :


d A 25 mm AA 4,909 x10 4 m 2
d B 25 mm

AB 4,418 x10 3 m 2

Menghitung velocity head :

L
m3
3 m
Q 115

1
,
92
x
10

min 60000 L
s
min

3
Q
1,92 x10
m
VA

3,911
4
AA 4,909 x10
s
Q
1,92 x10 3
m
VB

0,435
3
AB 4,418 x10
s
V A2 VB2 3,9112 0,4352

0,77 m
2g
2(9,8)

Menghitung pressure head :


p A p B (700 125) x10 3

58,6 m

1000(9,8)

Menghitung output motor fluida :


p pB
V 2 VB2
hR A
zA A
hL

2g
58,6 1,8 0,77 4 57,17 m
PM hR Q
9810(57,17)(1,92 x10 3 ) 1076,8W
Pout eM PR 0,85(1076,8) 0,915 kW

Anda mungkin juga menyukai