Anda di halaman 1dari 5

Di desa Langit yang terletak di kabupaten Sukoharjo merupakan desa siaga yang

diawasi oleh beberapa instansi terkait, khususnya Puskesmas Biru. Di desa tersebut
tinggallah Ibu Mawar yang berusia 28 tahun yang sedang hamil anak pertama dengan
usia kehamilan 35 minggu. Ibu Mawar adalah seorang ibu rumah tangga, dan
suaminya adalah Tn. Hadi, 30 tahun, yang bekerja sebagai pegawai pabrik swasta.
Ibu Mawar tinggal di rumah orang tuanya, bersama suami, ibunya, kakak laki-laki,
kakak ipar serta keponakannya 2 orang. Ibu Mawar rutin memeriksakan kondisi
kehamilannya di bidan desa, dan biasanya periksa diantar suami atau ibunya dan
sejauh ini tidak ada keluhan yang berarti pada kehamilannya.
Sore ini ibu Mawar sedang berada di teras rumahnya dan berbincang-bincang dengan
tetangganya, ibu Sari yang kebetulan sedang mampir.
Ibu Sari: wah, ibu hamilnya udah gede ya.. gimana dedeknya? Aktif geraknya?
Ibu Mawar: iya, Alhamdulillah bu sejauh ini aktif dan ngga ada masalah. Kemarin
terakhir periksa di bidan juga DJJnya baik kata bidannya. Tensi saya juga normal,
sama kemarin saya sekalian cek saya anemia atau ngga, tapi hasilnya saya ngga
anemia bu..
Ibu S: ohya, yang penting rutin ya bu, kontrol kehamilannya biar lancar.. ibu rencana
mau lahiran dimana? Dirumah sakit atau di bidan saja?
Ibu M: di bidan Yuli aja bu, kayak biasanya. Saya udah cocok sama bu Yuli, biar ngga
repot-repot, kalau ke rumah sakit nanti kejauhan, kan harus ke kota dulu.. nanti repot,
saya ngga ada kendaraan bu..
Ibu S: iya juga ya bu jauh kalo harus ke kota.. tapi ya paling ngga harus jaga-jaga bu..
eh iya, denger-denger besok mau ada penyuluhan dib alai desa, gimana kita kesana
bareng bu?

Ibu Mawar: oh iya boleh bu, saya juga kemarin dikasih tau bu bidan Yuli nanti mau
ada dokter puskesmas yang ngisi juga barangkali saya bisa tanya-tanya ya bu.

Keesokan harinya
Di balai desa Langit sudah berkumpul masyarakat setempat yang didominasi oleh
ibu-ibu, termasuk ibu Mawar dan beberapa ibu hamil lainnya, juga ibu Sari. Di balai
desa sudah ada bapak Kades, ibu Kades, para pegawai desa serta beberapa petugas
kesehatan dari puskesmas yang sedang mempersiapkan acara penyuluhan mengenai
Desa Siaga.
Pak kades (memberi sambutan): assalamualaikum.. terima kasih kepada dr. Ana dan
petugas Puskesmas Biru juga warga desa Langit yang telah hadir untuk mengikuti
acara penyuluhan tentang desa Siaga hari ini.. semoga acara hari ini dapat bermanfaat
bagi kita semua..
MC: baiklah, selanjutnya mari kita simak materi mengenai desa siaga yang akan
disampaikan oleh dr. Ana dari puskesmas biru.. kepada dr. Ana, waktu dan tempat
dipersilahkan..
dr. Ana: assalamualaikum, ibu-ibu dan bapak-bapak semuanya, terima kasih atas
kedatangannya di penyuluhan kali ini yang mana akan membahas mengenai desa
siaga. Saya lihat disini yang hadir terutama ibu-ibu ya? Tapi gapapa, yang bapakbapak biar bekerja ya bu (sambil tersenyum). Baik ibu-ibu bapak-bapak sekalian,
disini saya akan menjelaskan apa sih desa siaga itu dan siapa saja yang akan terlibat
didalamnya. Sebelumnya, sudah ada yang tau belum tentang desa siaga itu apa?
Warga: beluuuuum
dr. Ana: wah, mungkin sebenernya beberapa sudah tau dari iklan iklan ya, Cuma
mungkin belum paham lebih dalam lagi. Baik, kita mulai saja ya.. jadi, desa siaga itu

suatu desa dimana masyarakat ikut peduli atau tanggap tentang kejadian kejadian
yang dinilai perlu penanganan segera atau perlu kesiagaan dari beberapa pihak.
Contohnya, semisal ada ibu hamil mengalami perdarahan, nah itu kita para warga
atau ada kader desa yang harus segera tanggap karena perdarahan pada ibu hamil
merupakan salah satu tanda bahaya kehamilan. Nah nanti, penanganan ibu hamil itu
akan dibawa kemana, oleh siapa, menggunakan apa, dibahas dalam lingkup program
P4K pada desa siaga. Apa sih, P4K itu? P4K adalah singkatan dari program
penanganan persalinan dan pencegahan komplikasi yang bisa diaplikasikan pada desa
siaga. Jadi nanti ada pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam menyelesaikan
masalah atau kejadian gawat seperti perdarahan pada ibu hamil tadi. Apa sih, manfaat
desa siaga itu? Manfaatnya adalah masyarakat menjadi lebih peduli dan kita juga bisa
ikut menekan angka kematian ibu dan anak melalui program P4K tadi. Ya, sekilas itu
dulu ibu dan bapak.. ada yang ingin ditanyakan?
Ibu Mawar: bu dokter, saya Mawar, saya kan sedang hamil, nah untuk jaga-jaga
terjadinya kejadian seperti perdarahan tadi, saya harus minta arahan ke siapa dan kirakira sikap jaga-jaga saya ini termasuk ke dalam program itu tadi bukan bu dokter?
dr. Ana: iya, ibu Mawar terima kasih pertanyaannya bagus sekali. Iya, sikap ibu tadi
termasuk dalam program p4k tadi.. karena ibu bisa memikirkan ke depannya
bagaimana. Nah, untuk penanggung jawabnya adalah bidan kader, puskesmas, dinkes
kota/kabupaten, serta dinkes provinsi. Nah, kalau di desa ini bisa jadi desa siaga,
nantinya akan ada bidan kader yang mendata jumlah ibu hamil didesa itu untuk
nantinya di monitoring dalam upaya p4k tadi. Jadi misalnya ibu Mawar mengikuti
program p4k ini, nantinya di rumah ibu akan ditempel stiker p4k yang isinya ada
nama ibu, taksiran persalinan, nama penolong persalinan, pendamping persalinan,
nama pengantar/pj transport, serta nama pendonor. Kenapa perlu sebanyak itu pjnya?
Ya karena itu tadi, supaya ikut menekan angka kematian ibu dan anak serta menjaga
supaya persalinan ibu tetap lancar dan meminimalkan adanya komplikasi baik saat
hamil atau bahkan sampai persalinan nanti itu. Bagaimana ibu Mawar?

Ibu Mawar: lalu nanti kira-kira transportasinya dari mana bu dokter?


dr. Ana: itu nanti akan disediakan ambulans baik dari pihak desa atau dari puskesmas
terdekat, bu..
ibu Mawar: oh iya baik dokter, terima kasih penjelasannya
setelah itu, diskusi mengenai desa siaga terus berlanjut hingga akhirnya desa
Langitpun menjalankan program P4K dalam daftar program desa siaga desa langit itu
sendiri, termasuk ibu Mawar yang juga ikut dalam program tersebut.
3 minggu kemudian
(Di rumah ibu Mawar)
Ibu Mawar: ayah.. ayah.. tolong ini perut ibu mulai kenceng-kencengnya tambah
sering.. (sambil memegang perutnya)
Suami ibu Mawar, Tn. Hadi: iya ibu, sebentar yaaa.. ini pak Eko, pak Budi dan pak
Ari sudah dalam perjalanan ke rumah kita.. sabar ya ibu..
Ibu Mawar: iya ayah, jangan lupa buku KIA, perlengkapan bayi dan lain-lainnya
dicek lagi ya..
Pak Ari: sudah, bu..
Tok.. tok.. tok..
Suara pintu rumah ibu mawar diketuk. Pak hadi segera berlari membukakan pintu
rumahnya. Ternyata pak eko dan pak budi yang datang.
Pak eko: pak hadi, mari kita langsung saja ke rumah bu Yuli. Mobilnya sudah siap..
Pak hadi: iya baik, pak saya bantu istri saya dulu untuk naik ke mobil.

Kemudian pak hadi membawa istrinya ke rumah bidan Yuli dengan diantar oleh pak
eko, pak budi serta pak ari yang berperan sebagai penanggung jawab transportasi
dalam pelaksanaan program P4K pada ibu Mawar. Sesuai dengan stiker yang berada
di rumah ibu mawar, maka ibu mawar dibawa ke penolong persalinan sesuai rencana
yaitu bidan Yuli. Dan akhirnya ibu Mawar pun melahirkan dengan normal dan lancar,
juga proses perencanaan persalinannya berjalan dengan lancar. Kemudian dari pihak
puskesmas setiap bulannya melakukan monitoring dan evaluasi pada program desa
siaga yang dijalankan di desa Langit.