Anda di halaman 1dari 3

Hipotiroid

Anatomi
Tiroid merupakan kelenjar endokrin (tidak mempunyai ductus) dan bilobular (kanan dan
kiri), dihubungkan oleh isthmus (jembatan) yang terletak di depan trakea tepat dibawah
cartilago cricoidea.
Histologi
1. Folikel-folikel dengan epitelium simplex kuboideum yang mengelilingi suatu massa
koloid. Selepitel tersebut akan berkembang menjadi bentuk kolumner ketika foliker
lebih aktif.
2. Cellula perifolliculares (sel C) yang terletak diantara beberapa folikel yang berjauhan.

Vaskularisasi

Arteri
o
o
o
Vena
o
o
o

A. Thyroidea superior (arteri utama)


A. Thyroidea inferior (arteri utama)
A. Thyroidea ima, cabang langsung dari aorta atau A. anonyma
V. Thyroidea superior (bermuara di V. Jugularis interna)
V. Thyroidea medialis (bermuara di V. Jugularis interna)
V. Thyroidea inferior (bermuara di V. Anonyma kiri)

Aliran Limfe terdiri dari 2 jalinan

Jalinan kelanjar getah bening intraglandularis


Jalinan kelenjar getah bening extraglandularis

Kedua jalinan ini mengeluarkan isinya ke limfonoduli pretracheal lalu menuju ke


kelenjar limfe yang dalan sekitar V. Jugularis. Dari sekitar V. Jugularis ini diteruskan ke
limfonoduli mediastinum superior.

Persyarafan
1. Ganglion simpatis (dari truncus sympaticus) cervikalis media dan inferior
2. Parasimpatis, yaitu N. Laryngea superior dan N. Laryngea recurrens (cabang N.
Vagus)

Sintesis dan sekresi hormon tiroid

1. Iodide Trapping, yaitu pejaratan iodium pompa Na/ K ATPase


2. Yodium masuk ke dalam koloid yang mengalami oksidasi. Kelenjar tiroid merupakan
satu-satunya jaringan yang dapat mengoksidasi I hingga mencapai status valensi yang
lebih tinggi. Tahap ini melibatkan enzim perioksidase
3. Ipdinasi tirosin, dimana yodium yang teroksidasi akan bereaksi dengan residu tirosil
dalam triglobulin di dalam trigloblin di dalam reaksi yang ungkin pula melibatkan
enzim tiroperoksidase (tipe enzim perioksidase).
4. Perangkaian iodotironil, yaitu perangkaian dua molekul DIT (diiodotiroksin ) menjadi
T4 (tiroksin, tetraiodotirosin) atau perangkaian MIT (monoiodotirosin) dan DIT
menjadi T3 (triiodotirosin). Reaksi ini diperkirakan juga dipengaruhi oleh enzim
tiroperoksidase.
5. Hidrolisis yang dibantu oleh TSH (thyroid stimulating hormone) tetapi dihambat oleh
I sehingga senyawa inaktif (MIT dan DIT) akan tetap berada dalam sel folikel
6. Tiroksin dan triiodotirosin keluar dari sel folikel dan masuk dalam darah. Proses ini
dibantu oleh TSH
7. MIT dan DIT yang tertinggal dalam sel folikel akan mengalami deiodinasi, dimana
tirosin akan dipisahkan lagi dari I. Enzim deiodinae sangat berperan dalam proses ini
8. Tirosin akan dibentuk menjadi triglobulin oleh retikulum endoplasma dan kompleks
golgi.

Pengangkutan Tiroksin dan triiodotirosin ke jaringan


Setelah dikeluarkan ke dalam darah, hormon tiroid yang sangat lipoflik secara cepat
berikat dengan beberapa protein plasma. Kurang dari 1% T3 dan kurang dari 0,1% T4
tetap berada dalam bentuk tindak terikat (bebas). Keadaan ini memang luar biasa mengiat
bahwa hanya hormon bebas dari keseluruhan hormon tiroid memiliki akses ke sel sasaran
dan mampu menimbulkan suatu efek.
Terdapat 3 protein plasma yang penting dalam pengikatan hormon tiroid :
1. TBG (Thyroxine-Binding Globulin) yang secara selektif mengikat 55% T4 dan 65%
T3 yang ada di dalam darah.
2. Albumin yang secara nonselektif mengikat banyak hormon lipofilik, termasuk 10%
dari T4 dan 35% dari T3.
3. TBPA (Thyroxine-Binding Prealbumin) yang mengikat sisa 35% T4.
Di dalam darah, sekitar 90% hormon tiroid dalam bentuk T4, walaupun T3 memiliki
Aktivitas biolorgis sekitar empat kali lebih poten daripada T4. Namun, sebagian besar T4
yang di sekresikan kemudian dirubah menjadi T3, atau diaktifkan, melalui proses
pengeluaran satu yodium di hati dan ginjal. Sekitar 80% T3 dalam darah berasal dari
sekresi T4 yang mengalami proses pengeluaran yodium di jaringan perifer. Dengan
demikina, T3 adalah bentuk hormon tiroid yang secara biologis aktif di tingkat sel.
Fungsi Fisiologis Hormon Tiroid

1. Meningkatkan transksripsi gen ketika hormon tiroid (kebanyakan T3) berikan


dengan reseptornya di inti sel.
2. Meningkatkan jumlah dan aktivitas mitokondria sehinggapembentukan ATP
(adenosin trifosfat) meningkat.
3. Meningkatkan transfor aktif ion melalui membran sel.
4. Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan otak, terutama pada masa janin.
HIPOTIRODISME
DEFINISI
Hipotirodisme adalah suatu sindroma klinis akibat dari defisiensi hormon tiroid, yang
kemudian mengakibatkan perlambatan proses metabolik.
Etiologi & Insidens
Etilogi hipotiroid
Hipotiroidisme diklasifikasikan sebagai
1. Primer (kegagalan tiroid)
- Tiroidis hashimoto
a. Dengan goiter
b. Atropi tiroid idiopatik
- Terapi iodin radioaktif untuk penyakit graves
- Tirodektomi subtotal untuk penyakit graves atau goiter multinodular
- Asupan iodida berlebihan
- tiroidi