Anda di halaman 1dari 20

TUGAS KHUSUS KOLOM DESTILASI

A. Prinsip Distilasi

255

TUGAS KHUSUS KOLOM DESTILASI A. Prinsip Distilasi 255 Gambar L-5.1. Diagram Kolom Distilasi Destilasi didefinisikan sebagai

Gambar L-5.1. Diagram Kolom Distilasi Destilasi didefinisikan sebagai sebuah proses dimana campuran dua atau lebih zat liquid atau vapour dipisahkan menjadi komponen fraksi yang murni, dengan berdasarkan perbedaan relative volatility tiap komponen. Pemisahan komponen-komponen dari campuran liquid melalui destilasi bergantung pada perbedaan relative volatolity dan konsentrasi masing – masing komponen. Campuran liquid akan memiliki karateristik titik didih yang berbeda. Oleh karena itu, proses destilasi bergantung pada tekanan uap campuran liquid. Tekanan uap suatu liquid pada temperature tertentu adalah tekanan keseimbangan yang dikeluarkan oleh molekul-molekul yang keluar dan masuk pada permukaan liquid. Berikut adalah hal-hal penting berkaitan dengan tekanan uap :

o

Input energi menaikkan tekanan uap

o

Tekanan uap berkaitan dengan proses mendidih

256

o Liquid dikatakan mendidih ketika tekanan uapnya sama dengan tekanan udara sekitar o Mudah atau tidaknya liquid untuk mendidih bergantung pada volatilitasnya. o Liquid dengan tekanan uap tinggi (mudah menguap) akan mendidih pada temperature yang lebih rendah. o Tekanan uap dan titik didih campuran liquid bergantung pada jumlah relative komponen-komponen dalam campuran. o Destilasi terjadi karena perbedaan volatilitas komponen-komponen dalam campuran liquid. Kolom destilasi tergolong pada unit operasi separasi atau pemisahan, dikenal dua system campuran yaitu homogen dan heterogen. Campuran homogen berfase tunggal, sedangkan heterogen berfaselebih dari satu. Susunan alat bagian dalam (internal parts) menyebabkan kolom destilasi terdiri atas dua jenis, kolom berplat (Plate column) dan kolom berunggun (Packed column). Pada kolom berplat, bagian dalam kolom dibagi menjadi beberapa segmen oleh Plate atau umumnya disebut tray. Sedangkan pada kolom berunggun, bagian dalam kolom diisi oleh packing yang dibuat dari keramik, logam, atau plastic.

Diagram Titik Didih

Grafik titik didih menunjukkkan bagaimana komposisi kesetimbangan dari komponen-komponen dalam campuran liquid bervariasi menurut suhu pada tekanan uap. Ambil contoh campuran liquid yang mengandung 2 komponen (A & B) campuran biner. Grafik titik didihnya sebagai berikut :

257

257 Gambar L-5.2 . Diagram Titik Didih Titik didih komponen A adalah pada saat mol fraksi

Gambar L-5.2. Diagram Titik Didih

Titik didih komponen A adalah pada saat mol fraksi A = 1. Titik didih komponen B adalah pada saat mol fraksi A = 0. Pada contoh ini A merupakan komponen yang lebih mudah menguap, oleh sebab itu memiliki titik didih lebih rendah dari pada B. Kurva pada bagian atas grafik disebut kurva dewpoint sedangkan yang lebih rendah disebut kurva bubble point. Dew point adalah suhu ketika uap jenuh mulai mengembun. Bubble point adalah suhu pada saat liquid mulai mendidih. Daerah diatas kurva dew point menunjukkan komposisi keseimbangan uap lewat jenuh, sedangkan daerah dibawah kurva bubble point menunjukkkan komposisi kesetimbangan dari liquid yang dinginkan. Sebagai contoh, ketika liquid yang dinginkan dengan fraksi A=0,4 (titik A) dipanaskan, konsentrasinya tetap konstan hingga mencapai bubble point (titik B), ketika liquid mulai mendidih. Uap selama proses mendidih memiliki komposisi keseimbangan mendekati 0,8 mol fraksi A. Ini berarti hampir mendekati 50% dari pada liquid awal. Perbedaan antara komposisi liquid dan uap ini adalah dasar operasi destilasi.

Relative Volatility

258

Relative volatility adalah pengukuran beda volatilitas antara 2 komponen dan juga titik didihnya. Ini mengindikasikan mudah atau sukarnya pemisahan dapat terjadi. Relative volatility komponen “i” terhadap “j” didefinisikan sebagai :

dimana :

Yi

 n
n
 Yi  Xi       Yj  Xj   
 Yi
Xi  
 
 Yj
Xj  
 

= fraksi mol komponen “i” didalam uap

  • Xi = fraksi mol komponen “j” didalam liquid

Jika relative volatility antara 2 komponen hampir sama, ini menunjukkan bahwa mereka memiliki karaterisatik tekanan uap yang hampir sama. Ini berarti bahwa mereka memiliki titik didih yang sama dan karenanya akan sulit untuk memisahkan kedua komponen melalui destilasi.

B. Jenis-Jenis Kolom Destilasi

Terdapat banyak jenis kolom destilasi, masing-masing dirancang untuk jenis pemisahan yang khusus, dan juga kesulitannya berbeda. Salah satu cara untuk menggolongkan jenis kolom destilasi adalah dengan melihat prinsip operasinya yaitu batch kolom dan continous kolom.

1.

Kolom Batch Pada operasi batch, umpan dimasukkan kedalam kolom secara batch, yaitu kolom diisi kemudian baru dilakukan destilasi. Ketika proses yang dinginkan telah dicapai, umpan berikutnya baru dimasukkan lagi.

  • 2. Kolom Kontinyu Kolom kontinyu memproses laju umpan yang kontinyu. Tidak ada penghentian kecuali jika terjadi masalah pada kolom atau unit prosesnya. Tipe ini yang paling umum dipakai.

259

Kolom kontinyu dapat dikelompokkkan berdasarkan :

  • a. Jenis umpan yang diproses

Kolom biner

: umpan hanya mengandung 2 komponen

Kolom multikomponen : umpan hanya mengandung lebih

dari 2

komponen

  • b. Jumlah aliran produk yang dimiliki

Kolom Multiproduk

: kolom memiliki lebih dari 2 aliran produk

Destilasi Ekstraktif : kolom distilasi dengan penambahan solven tertentu ke aliran feed. Solven yang ditambahkan memiliki titik didih lebih tinggi daripada umpan.

Destilasi Azeotrop

  • 3. Tipe bagian dalam kolom

: kolom distilasi dengan penambahan entrainer tertentu ke dalam aliran feed. Entrainer yang ditambahkan memiliki titik didih lebih rendah daripada umpan

  • a. Tray Column Tray dengan desain bervariasi digunakan untuk menahan liquid pada tray sedangkan uap melalui lubang pada tray menembus genangan liquid. Konfigurasi ini dilakukan untuk menghasilkan kontak yang lebih baik antara uap dan liquid, juga pemisahan yang lebih baik.

  • b. Packed Column Sebagai pengganti tray, digunakan packing sebagai media kontak antara uap dan liquid.

Kesetimbangan Vapor Liquid

Kolom destilasi dirancang berdasarkan titik didih komponen dalam campuran yang akan dipisahkan. Sehingga ukuran, khususnya ketinggian kolom destilasi ditentukan dari data keseimbangan Uap-Liquid dari campuran. Data keseimbangan Uap- Liquid pada tekanan tetap diperoleh dari grafik titik didih. Data keseimbangan Uap-Liquid campuran biner seringkali ditampilkan

260

sebagai plot ditunjukkan pada gambar dibawah ini. Plot keseimbangan uap liquid menggambarkan bubble point dan dew point campuran biner pada tekanan tetap. Garis lengkung disebut garis kesetimbangan dan menggambarkan komposisi liquid dan uap pada kesetimbangan dengan tekanan tetap.

260 sebagai plot ditunjukkan pada gambar dibawah ini. Plot keseimbangan uap liquid menggambarkan bubble point dan

Gambar L-5.3. Contoh kurva kesetimbangan campuran biner

Plot kesetimbangan uap liquid khusus ini menunjukkkan campuran biner yang memiliki kesetimbangan uap liquid yang seragam relative mudah untuk dipisahkan. Plot kesetimbangan uap liquid berikutnya menunjukkan system non ideal yang akan menimbulkan pemisahan yang lebih sulit. Kurva kesetimbangan Uap liquid yang paling rumit terdapat pada system azeotropik. Azeotrop adalah campuran liquid yang apabila diuapkan menghasilkan komposisi yang sama dengan liquid. Kedua plot keseimbangan Uap liquid dibawah ini menunjukkan dua system azeotrop yang berbeda, satu dengan titik didih minimum dan satu dengan titik didih maksimum. Pada kedua plot, kurva kesetimbangan melintasi garis diagonal, dan ini adalah titik azzeotropik dimana terdapat azeotrop.

261

261 Gambar L-5.4 . Kurva campuran azeotrop Akan tetapi kedua plot, diperoleh dari system azeotropik homogen.

Gambar L-5.4. Kurva campuran azeotrop

Akan tetapi kedua plot, diperoleh dari system azeotropik homogen. Azeotrop yang mengandung satu fase liquid dalam kontak dengan uap disebut azeotrop homogen. Azeotrop homogen tidak dapat dipisahkan dengan destilasi konvensional. Walau begitu, destilasi vakum dapat digunakan ketika tekanan yang lebih rendah dapat menggeser titik azeotrop. Alternatif, substansi tambahan dapat diberikan untuk menggeser titik azeotrop ke posisi yang lebih menguntungkan. Ketika komponen tambahan terdapat pada bagian atas kolom, operasi ini disebut destilasi azeotrop. Ketika komponen tambahan terdapat pada bagian bawah kolom,operasi ini disebut destilasi ekstraktif.

C. Faktor-faktor yang mempengaruhi operasi Kolom Destilasi

Kinerja kolom destilasi ditentukan oleh banyak factor, sebagi contoh :

  • 1. Kondisi umpan yaitu keadaan umpan, komposisi umpan, dan trace elements yang dapat mempengaruhi kesetimbangan uap liquid dari campuran liquid.

  • 2. Liquid internal dan kondisi aliran liquid

  • 3. Keadaan tray (packing)

262

Kondisi campuran umpan dan komposisinya mempengaruhi operating line dan juga jumlah tahap diperlukan untuk pemisahan.Ini juga mempengaruhi lokasi tray umpan. Selama operasi, jika penyimpangan dari spesifikasi desain besar, maka kolom tidak dapat lagi digunakan. Untuk mengatasi masalah akibat umpan, beberapa kolom dirancang untuk memiliki umpan yang mengandung jumlah komponen-komponen yang bervariasi. Ketika reflux ratio ditingkatkan, gradien operating line untuk rectification menuju nilai maksimum 1. Secara fisik, ini berarti bahwa lebih banyak liquid yang kaya akan komponen volatile yang di-recycle kembali menuju kolom. Pemisahan menjadi lebih baik dan jumlah tray yang dibutuhkan lebih sedikit. Jumlah tray minimum diperlukan pada kondisi total reflux dimana tidak ada pengambilan destilat. Disisi lain, ketika reflux dikurangi, operating line rectification bergerak menuju garis kesetimbangan. Jarak antara garis operasi dan garis kesetimbangan menjadi lebih besar dan tray yang diperlukan berkurang.

Kondisi pembatas terjadi pada refluks ratio minimum, ketika serangkaian tray diperlukan untuk mempengaruhi pemisahan. Sebagian besar kolom didesain untuk beroperasi antara 1,2 hingga 1,5 kali minimum reflux ratio karena ini adalah daerah dengan biaya operasi minimum (reflux lebih banyak berarti tugas tambahan bagi reboiler). Kondisi aliran uap yang merugikan dapat menyebabkan :

1.

Foaming

Mengacu pada ekspansi liquid melewati uap atau gas. Walaupun menghasilkan kontak antar fase liquid-uap yang tingggi, foaming berlebihan sering mengarah pada terbentuknya liquid pada tray. Pada beberapa kasus, foaming dapat menyebabkan buih bercampur dengan liquid pada tray. Foaming dapat terjadi utamanya karena sifat fisik campuran liquid, tetapi kadangkala disebabkan desain tray dan kondisi. Apapun penyebabnya, efisiensi pemisahan selalu berkurang. 2. Entrainment Mengacu pada liquid yang terbawa uap menuju tray diatasnya dan disebabkan laju alir uap yang tinggi menyebabkan efisiensi tray berkurang.

263

Bahan yang sukar menguap terbawa menuju plate yang menahan liquid dengan bahan yang mudah menguap. Dapat mengganggu kemurnian destilat. Enterainment berlebihan dapat menyebabkan flooding.

  • 3. Weeping / Dumping

Fenomena ini disebabkan aliran uap yang rendah. Tekanan uap yang dihasilkan uap tidak cukup untuk menahan liquid pada tray. Karena itu liquid mulai merembes melalui perforasi. Rembesan berlebihan dapat menyebabkan liquid pada seluruh tray jatuh dan kolom harus dihidupkan ulang. Rembesan ditandai dengan penurunan tekanan yang tajam pada kolom serta mengurangi efisiensi pemisahan.

  • 4. Flooding

Terjadi karena aliran uap berlebihan menyebabkan liquid terjebak pada

uap diatas kolom. Peningkatan tekanan dan uap berlebih menyebabkan kenaikan liquid yang tertahan pada plate diatasnya.

Flooding ditandai dengan adanya penurunan tekanan diferensial dalam kolom dan penurunan yang signifikan pada efisiensi pemisahan. Kebanyakan factor-faktor diatas mempengaruhi operasi kolom yang disebabkan karena kondisi aliran fluida yang berlebihan atau terlalu rendah. Kecepatan aliran uap tergantung pada diameter kolom. Weeping menentukan aliran uap minimum yang diperlukan. Sedangkan flooding menentukan aliran uap maksimum yang diperbolehkan Jika diameter kolom tak diukur sesuai, kolom tidak berfungsi baik. Bukan hanya persoalan operasional muncul, proses pemisahan dapat saja tidak terjadi. Ingatlah bahwa jumlah tray actual yang diperlukan untuk pemisahan khusus ditentukan oleh efisiensi plate dan packing. Semua factor yang menyebabkan penurunan efisiensi tray juga akan mengubah kinerja kolom. Efisiensi tray dipengaruhi oleh fooling, korosi, dan laju dimana ini terjadi bergantung pada sifat liquid yang diproses. Material yang sesuai harus dipakai dalam pembuatan tray.

264

Kebanyakan kolom destilasi terbuka terhadap lingkungan atmosfer. Walaupun banyak kolom diselubungi, perubahan kondisi cuaca tetap dapat mempengaruhi operasi kolom. Reboiler harus dapat diukur secara tetap untuk memastikan bahwa dihasilkan uap yang cukup selama musim dingin dan dapat dimatikan selama musim panas. Ini adalah beberapa factor penting yang dapat menyebabkan kinerja kolom destilasi yang buruk. Faktor-faktor lain termasuk pengubahan kondisi operasi terjadi karena perubahan permintaan produk. Semua factor ini termasuk system control harus dipertimbangkan pada tahap perencanaan karena ketika kolom selesai dibangun dan dipasang, tidak banyak yang dapat dilakukan untuk memperbaiki situasi tanpa biaya besar.

D. Dasar Peralatan Destilasi dan Pengoperasiannya Komponen Utama Kolom Destilasi Kolom destilasi tersusun dari beberapa komponen, yang mana digunakan untuk transfer energi panas atau meningkatkan transfer massa. Sebuah destilasi umumnya mengandung beberapa komponen utama :

Sebuah shell vertikal dimana pemisahan komponen liquid terjadi,

terdapat pada bagian dalam kolom seperti tray atau plate dan packing yang digunakan untuk meningkatkan derajat pemisahan komponen. Sebuah reboiler untuk menyediakan penguapan yang cukup pada proses destilasi.

Kondensor untuk

mendinginkan dan mengkondensasikan uap

yang keluar dari atas kolom. Reflux drum untuk menanpung uap yang terkondensasi dari top kolom sehingga liquid (reflux) dapat direcycle kembali ke kolom.

Pengoperasian Destilasi

Campuran liquid yang akan diproses dikenal sebagai feed dan diinput pada bagian tengah kolom pada sebuah tray yang dikenal sebagai feed tray. Feed tray dibagi menjadi kolom atas (enriching atau rectification) dan kolom bottom

265

(stripping). Feed mengalir kebawah kolom dikumpulkan pada bagian bawah reboiler.

265 (stripping). Feed mengalir kebawah kolom dikumpulkan pada bagian bawah reboiler. Gambar L-5.5 . Bagian Bottom

Gambar L-5.5. Bagian Bottom Kolom Distilasi

Panas disuplai ke reboiler untuk menghasilkan uap. Sumber panas dapat berasal dari fluida, tetapi kebanyakan juga digunakan steam. Pada penguapan, sumber panas didapat dari aliran keluar dari kolom lain. Uap terbentuk pada reboiler diinput kembali pada bagian bottom. Liquid dikeluarkan dari reboiler dikenal sebagai produk bottom.

265 (stripping). Feed mengalir kebawah kolom dikumpulkan pada bagian bawah reboiler. Gambar L-5.5 . Bagian Bottom

Gambar L-5.6. Top destilasi

Uap bergerak keatas kolom, diinginkan oleh kondensor. Liquid yang dikondensasi ditampung pada vessel yagn dikenal sebagai reflux drum. Sebagian liquid direcycle kembali ke top yang dikenal reflux. Liquid yang terkondensasi dikeluarkan dari system dikenal sebagai destilat atau produk top.

266

Penggolongan Kolom Destilasi Berdasarkan Tekanan Kerjanya

Ditinjau dari tekanan kerjanya, kolom destilasi dibagi menjadi tiga bagian

yaitu :

  • 1. Kolom Destilasi Atmosferik Kolom ini beroperasi pada tekanan atmosfer atau sedikitnya diatas tekanan tersebut. Kisaran suhu yang dihasilkan 500 O C. Unit ini banyak ditemukan dipabrik kilang minyak yang berfungsi untuk merengkahkan (termal cracking) fraksi minyak berantai panjang.

  • 2. Kolom Destilasi Vacuum Beroperasi pada tekanan dibawah tekanan atmosfer atau hampa. Pada tekanan vacuum ini, titik didih cairan turun, sehingga pemisahan fraksi berat dapat dilakukan pada suhu yang relative rendah, yaitu berkisar 248-360 O C. Tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan kembali sebanyak mungkin fraksi ringan yang masih tercampur atau terbawa dalam senyawa tersebut. Kolom ini memiliki diameter yang lebih besar dari pada yang dimiliki kolom destilasi atmosferik karena jumlah aliran uapnya lebih besar.

  • 3. Kolom Destilasi Pressurized Kolom ini beroperasi pada tekanan diatas tekanan atmosfer. Ini digunakan untuk memisahkan senyawa yang bertitik didih atau titik embun rendah. Penaikan tekanan dimaksudkan untuk menaikkan titik didih ini. Pemanfaatannya adalah untk separasi komponen-komponen ringan. Prinsip kerjanya sama dengan kolom destilasi atmosferik.

E. Tray dan Plates

Ada beberapa tipe desain tray, tetapi yang paling umum yaitu :

  • 1. Bubble Cap Trays Mempunyai riser atau cerobong yang terpasang diatas lubang (hole) dan sebuah cap yang menutupi riser.

267

267 Gambar L-5.7 . Bubble Cap Trays Cap tersebut diletakkan sedemikian rupa sehingga ada celah antar

Gambar L-5.7. Bubble Cap Trays

Cap tersebut diletakkan sedemikian rupa sehingga ada celah antar riser dan cap. Uap melalui Chimney dan langsung keluar melalui celah cap. Akhirnya keluar melewati slots dalam cap dan mem-bubble melalui liquid pada tray.

  • 2. Valve Tray Pada valve trays, perforasi ditutupi oleh valve yang dapat dingkat. Uap terangkat ketutup, karena itu membentuk area aliran untuk aliran uap. Lifting cap langsung mengalirkan uap secara horizontal ke liquid, sehingga memungkinkan kontak lebih banyak dari pada yang terjadi pada sieve tray.

267 Gambar L-5.7 . Bubble Cap Trays Cap tersebut diletakkan sedemikian rupa sehingga ada celah antar

Gambar L-5.8. Valve Tray

  • 3. Sieve Tray Adalah plate metal sederhana dengan lubang diantaranya. Vapor lewat keatas melalui liquid pada plate. Jumlah dan ukuran lubang menjadi parameter desain. Karena luas range operasi, kemudahan perawatan, dan factor biaya, kebanyakan aplikasinya sieve dan valve tray diganti dengan bubble cap tray.

268

268 Gambar L-5.9 . Sieve Tray Pemilihan tipe tray Faktor utama yang menjadi pertimbangan dalam membandingkan

Gambar L-5.9. Sieve Tray

Pemilihan tipe tray

Faktor utama yang menjadi pertimbangan dalam membandingkan kinerja bubble-

cap, sieve and valve plate adalah: biaya, kapasitas, range operasi, efisiensi dan pressure drop.

Biaya

Bubble-cap lebih mahal dibandingkan sieve atau valve plate. Biaya relatif tergantung pada material konstruksi yang digunakan; untuk mild steel rasio biaya bubble-cap : valve : sieve, mendekati 3,0 : 1,5 : 1,0.

Kapasitas

Perbedaan ketiganya tidak terlalu besar namun urutannya mulai dari flowrate

yang lebih besar adalah sieve, valve, bubble-cap.

Range operasi Ini merupakan faktor yang amat signifikan. Dengan range operasi yang berarti range dari laju uap dan liquid melalui plates yang akan beroperasi secara menguntungkan (operasi stabil). Fleksibelitas selalu diperlukan dalam mengoperasikan pabrik untuk perubahan dalam laju produksi, dan untuk menutupi kondisi start-up dan shut down. Perbandingan antara flowrate tertinggi terhadap flowrate terendah disebut turn-down ratio. Bubble-cap plate mempunyai positive liquid seal sehingga dapat beroperasi secara optimum pada laju uap yang rendah.

269

Sieve plate tergantung pada laju uap sepanjang hole untuk menahan liquid diatas plate dan tidak dapat beroperasi pada laju flowrate yang rendah. Tetapi dengan desain yang baik, sieve plates dapat didesain untuk operasi yang cukup memuaskan biasanya dari 50% hingga 120% kapasitas desain. Valve plates fleksibilitasnya lebih tinggi dibandingkan sieve dan bubble cap.

Pressure drop

Pressure drop dari plate dapat menjadi pertimbangan utama terutama dalam kolom vakum. Plate pressure drop tergantung dari desain detail dari plate tetapi pada umumnnya sieve tray memberikan pressure terendah lalu diikuti oleh valve, dengan bubble cap merupakan yang tertinggi.

Dari semua faktor dalam pemilihan tersebut dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

Sieve plates merupakan plates termurah dan lebih menguntungkan untuk

berbagai aplikasi. Valve plates harus dipertimbangkan jika turn over ratio tidak bisa dipenuhi

oleh sieve plates Bubble plates hanya digunakan jika laju uap yang akan ditangani sangat rendah.

Aliran Liquid dan Vapor dalam Kolom Tray

Gambar berikut menunjukkan aliran liquid dan vapour sepanjang tray dan sepanjang kolom.

269  Sieve plate tergantung pada laju uap sepanjang hole untuk menahan liquid diatas plate dan
269  Sieve plate tergantung pada laju uap sepanjang hole untuk menahan liquid diatas plate dan

270

Gambar L-5.10. Aliran liquid dan vapor Setiap tray mempunyai dua sisi bersebelahan pada setiap sisinya yang disebut “downcomers”. Liquid jatuh melalui downcomer oleh gaya gravitasi dari satu tray kebagian bawahnya. Aliran sepanjang tiap plate diperlihatkan pada diagram.

270 Gambar L-5.10. Aliran liquid dan vapor Setiap tray mempunyai dua sisi bersebelahan pada setiap sisinya

Gambar L-5.10. Aliran pada tiap plate

Sebuah weir pada tray didesain agar selalu ada sebagian liquid yang tertahan pada tray dengan tinggi yang masih diperbolehkan, seperti bubble cap yang ditutupi oleh liquid.

Desain Tray

Besarnya pemisahan yang terjadi bergantung pada desain tray. Tray didesain untuk memaksimalkan kontak vapour liquid berdasarkan distribusi vapour dan distribusi liquid pada tray. Ini terjadi karena kontak vapour liquid yang lebih baik maka pemisahan terjadi setiap tray lebih baik juga. Pengurangan tray akan diperlukan untuk pencapaian kondisi pemisahan dan juga pengurangan penggunaan energi dan rendahnya biaya konstruksi.

Packing

Packing adalah perlengkapan pasif yang didesain untuk meningkatkan area interfasial untuk kontak vapour liquid. Bentuk potongan keras dihaluskan untuk

memberikan kontak vapour liquid yang baik ketika sebuah tipe khusus ditempatkan bersamaan berdasar number,tanpa terjadi pressure drop sepanjang

271

pack. Hal ini penting karena pressure drop yang tinggi akan memerlukan energi yang lebih baik untuk menggerakkan uap ke atas kolom destilasi.

Tabel L.5.1 Perbandingan Kinerja Plate Column dan Packed Column

NO

PERBANDINGAN

PLATE COLUMN

PACKED COLUMN

  • 1 Peralatan utama

Plate

Packing

  • 2 Prinsip kerja

Keseimbangan

Kontak langsung konti- nyu dan kesetimbangan

 

tidak tercapai

  • 3 Pressure drop

Lebih besar

Lebih kecil

  • 4 Beban cairan

Lebih besar

Lebih kecil

  • 5 Berat kolom

Lebih ringan

Lebih berat

  • 6 Pembersihan

Lebih mudah

Lebih sukar

  • 7 Lebih merata untuk diameter kolom yang

Distribusi cairan

Kurang merata

 

besar

  • 8 Cairan yang tertahan saat beroperasi (liquid

Lebih banyak

Lebih sedikit

 

hold up)

  • 9 Lebih sukar

Pemasangan

Lebih mudah

Kolom Sieve Tray

Kolom destilasi yang digunakan yaitu tipe sieve tray dengan alasan :

  • a. Efisiensi tray yang tinggi

  • b. Kapasitas uap dan liquid yang dihandle lebih besar

  • c. Pressure drop kecil

  • d. Liquid gradient kecil

  • e. Pemasangan lebih mudah dan murah

  • f. Konstruksi sederhana sehingga biaya perawatan rendah

Operasional Sieve Tray

Sieve tray dirancang untuk membuat uap. Uap tadi mengalir keatas dan mengalami kontak dengan zat cair yang mengalir kebawah. Zat cair mengalir melintasi tray dan weir ke downcomer dan menuju tray dibawahnya. Oleh karena itu pola aliran pada setiap tray berupa aliran silang (crossflow).

272

Downcomer disini merupakan bagian yang berbentuk segmen antara dinding kolom yang lengkung dengan weir yang merupakan tali byang lurus. Setiap downcomer mengambil tempat 10-15% dari luas penampang kolom. Sehingga tinggal 70 – 80 % saja yang dapat digunakan untuk penggelumbungan atau pengkontakkan. Pada kolom ukuran kecil, downcomer berupa pipa yang dilaskan ketray dan menjulur keatas sehingga membentuk weir bundar. Pada kolom yang besar sekali, mungkin diperlukan lagi downcomer tambahan ditengah-tengah tray untuk mengurangi panjang lintasan aliran zat cair. Pada keadaan tertentu weir dipasang pada aliran bawah tray untuk mencegah masuknya gelembung uap ke dalam downcomer. Uap mengalir melalui lubang-lubang sieve tray mengisi sebagian besar ruang yang terdapat antara kedua downcomer. Lubang-lubang itu biasanya berukuran 3/16 atau ½ in dan disusun dengan pola triangular. Didekat weir downcomer bagian atas terdapat satu sampai dua baris ruang tanpa lubang untuk memungkinkan zat cair melepaskan semua gasnya sebelum turun melewati weir. Didekat tempat masuk zat cair beberapa lubang ditiadakan agar tidak ada uap yang melewati downcomer. Pada kondisi normal kecepatan uap ini cukup tinggi sehingga membentuk campuran zat cair dan uap yang membusa (froth) serta mempunyai luas permukaan yang besar yang dimanfaatkan untuk perpindahan massa.

Agar dapat mengalir, aliran uap yang mengalir melalui lubang-lubang sieve tray dan zat cair yang mengalir diatas tray memerlukan perbedaan tekanan. Penurunan tekanan yang melintasi satu tray biasanya sekitar 50-70 mmH 2 O. Tekanan yang diperlukan tadi diadakan pada reboiler yang membangkitkan uap pada tekanan yang cukup tinggi untuk mengatasi penurunan tekanan didalam kolom dan condenser. Penurunan tekanan menyeluruh dihitung untuk menentukan tekanan dan temperature didalam reboiler. Penurunan tekanan per tray harus diperiksa untuk memastikan bahwa tray itu beroperasi sebagaimana mestinya tanpa tiris (weeping) atau banjir (flooding).

273

Tinggi froth (buih) sebenarnya diatas weir lebih besar dari h ow karena uap hanya terpisah sebagian dari zat cair, sehingga volumetric flow rate pada weir itu lebih besar dari laju alir zat cair saja. Tetapi tinggi ini tidak diperlukan untuk menaksir h l karena pengaruh densitas buih sudah termasuk dalam factor korelasi .

Permukaan Zat cair dalam Downcomer

Permukaan zat cair dalam downcomer harus lebih tinggi dari permukaan diatas tray karena ada penurunan tekanan melintas ditray itu. Dari gambar sebelumnya puncak tray ke n downcomer berada pada tekanan yang sama pada tray ke (n-1). Tinggi sebenarnya dari permukaan zat cair yang penuh gelembung didalam downcomer adalah Z, yang lebih besar dari Zc karena adanya gelembung yang ikut terbawa. Jika fraksi volume rata-rata zat air adalah d , maka tinggi tekanan adalah :

Z

Zc

d

Bila tinggi zat cair bergelembung itu meningkat sampai setinggi jarak antara tray atau lebih maka aliran yang akan naik melintasi weir menuju tray berikutnya akan terhalang dan tray itu akan mengalami banjir (flooding).

Batas Operasi Sieve Tray

Pada saat kecepatan uap rendah penurunan tekanan tidak cukup besar untuk mencegah zat cair mengalir turun melalui lubang-lubang tray. Kondisi ini disebut tiris (weeping) dan kemungkinan terjadinya lebih besar bila terdapat gradien tinggi tekanan zat cair melintas tray itu. Dengan gradien demikian, uap cenderung akan mengalir melalui daerah yang zat cairnya lebih sedikit, sehingga tahanan terhadap aliran lebih kecil dan zat cair akan mengalir melalui bagian yang kedalamannya paling besar. Weeping menyebabkan efisiensi tray berkurang karena sebagian zat cair mengalir ketray berikutnya tanpa mengalami kontak dengan uap. Batas operasi terbawah dapat kita buat lebih rendah lagi dengan menggunakan lubang-lubang yang lebih kecil dan fraksi luas yang lebih kecil

274

pula, tetapi perubahan ini akan menyebabkan penurunan lebih tinggi dan mengurangi laju aliran maksimum. Batas kecepatan pada bagian atas kolom sieve tray ditentukan oleh flooding point atau kecepatan alir zat cair yang terbawah ikut menjadi berlebihan jumlahnya. Flooding terjadi bila zat cair didalam downcomer kembali ke tray diatasnya dan ini ditentukan oleh penurunan tekanan melintas tray serta oleh jarak antar tray.