Anda di halaman 1dari 3

Cacing Moniezia benedeni

(gambar)

Klasifikasi
Filum
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Platyhelminthes
: Cestoda
: Anoplocephalidea
: Anoplocephalidae
: Moniezia
: Moniezia benedeni

Habitat : usus halus


Inang definitive : domba, kambing, sapi serta ruminansia lain
Morfologi :
Panjang cacing dewasa dapat mencapai 600 cm dan lebarnya 1.6 cm
Lebar skoleks 0.36-0.8 mm dengan sucker yang prominan/menonjol
Segmen lebih besar, lebih lebar daripada panjang, dan tiap-tiap segmen

mengandung dua alat genital organ


Ovarium dan vitelin gland berbentuk cincin pada kedua sisi
Testes tersebar dibagian sentral atau berkumpul dibagian kedua sisi
Tepi posterior tiap-tiap proglotid terdapat satu deret interproglotidal glands

tersusun seperti cincin kecil berada di tengah.


Telur berbentuk segitiga mengandung piriform apparatus yang tumbuh baik
berukuran 56-67 mikron.

Siklus Hidup
Telur atau proglotid akan keluar bersama feses dan akan mencemari rumput yang ada
pada lapangan, telur yang berada pada feses akan termakan oleh tungau dari jenis galumna
dan orbatid. Didalam tubuh tungau telur yang termakan akan berkembang menjadi L4 dan
tungau akan termakan bersama rumput pada saat sapi atau domba merumput dan pada usus
alus ternak cacing akan berkembang menjadi cacing dewasa yang akan menempel pada
mukosa usus ternak.

Cacing Railietina bla bla


(gambar)
Kalsifikasi
Filum

: Platyhelminthes

Kelas
: Cestoda
Ordo
: Cyclophyllidea
Famili
: Davaineidae
Genus
: Raillietina
Spesies
: Railleitina sp.
Habitat
: Sekum dan colon
Inang definitif : hampir semua vertebrata terutama Burung
Inang antara
:Insekta
Morfologi
:
Cacing pita, tubuh bersegmen
Berwarna keputihan
Bagian tubuh dibagi menjadi 3 bagian, baian atas atau kepala disebut scolex,
kemuan dibawahnya terdapat bagian yang tak bersegmen(leher). Kemudian diikuti
oleh bagian tubuh bersegmen disebut strobila.
Siklus Hidup

:Cacing ini memerlukan dua host yang berbeda untuk melengkapi

siklus hidup yang sempurna.definitif hostnya adanyah bangsa bunrung sedangkan


intermediet host adalah bangsa insekta. Telur yang matang dikeluarkan melalui feses dari
inang. Telur berkembang menjadi larva disebut onkosfer. Kemudian dimakan oleh
insekta, didalam tubuh insekta berkembang menjadi sistiserkoid. Jika insekta dimakan
oleh burung, sistiserkoid akan dilepaskan dari host dengan bantuan digestive juice.
Rostellar hook kemudian menancap pada dinding usus.

Telur cacing Diphylidium caninum


(gambar)
Kalsifikasi
Filum
: Platyhelminthes
Kelas
: Eucestoda
Ordo
: Dilepididea
Famili
: Dilepididae
Genus
: Dipylidium
Spesies : Dipylidium caninum

Habitat
Inang definitif
Inang antara

: Usus halus
: Anjing, kucing, serigala dan kadang juga di manusia.
: Pinjal Ctenocephalides canis, Ctenocephalides felis, Pulex
irritans dan kutu anjing Trichodectes canis.
Morfologi
:
Panjang cacing dewasa mencapai 50 cm, berwarna merah muda atau kekuningan.
Proglotid yang grafid/mature mempunyai bentuk seperti biji mentimun.
Rostellum dilengkapi dengan 3-4 baris kait kecil dan bentuknya seperti duri mawar

= Rose thorn.
Tiap segmen mempunyai sepasang organ genital.
Testesnya banyak dan tersebar di seluruh parenchym dari segmen.
Ovari dan vitteline gland menggerombol pada kedua sisi seperti buah anggur.
Pada segmen gravid terdapat telur-telur dalam kapsul, tiap kapsul berisi sampai 20

telur.
Siklus Hidup
Segmen masak dikeluarkan bersama feses atau mungkin keluar secara spontan.Kadangkadang segmen yang masak merayap secara aktif dan meletakkan telurnya disekitar anus
atau perineal.