Anda di halaman 1dari 7

Nama Peserta :

dr. Greace S Rumainum

Nama Wahana:

RUMKITAL dr.Soedibjo Sardadi

Topik:

Gastropati OAINS

Tanggal (kasus) :

20 Mei 2015

Nama Pasien :

Ny.F

Tanggal presentasi :
Tempat presentasi:
Obyek presentasi :
Keilmuan

September 2015

Pendamping: dr. Rudy Cahyono,Sp.KJ

RUMKITAL dr.Soedibjo Sardadi


Keterampilan

Penyegaran

Tinjauan

pustaka
Diagnostik
Manajemen
Masalah
Istimewa
Neonatus
Bayi
Anak
Remaja
Dewasa
Lansia
Bumil
Deskripsi:
Perempuan 45 tahun datang dengan keluhan lemas seluruh badan, nyeri ulu hati
Tujuan:
Bahan

mual muntah dan BAB hitam.


Mengenali gejala Gastropati akibat OAINS
Tinjauan
Riset
Kasus

Audit

bahasan:
Cara

pustaka
Diskusi

Pos

Presentasi

membahas
Data

Nama: Ny. F

Pasien:
Nama

RUMKITAL dr.Soedibjo Sardadi

E-mail

dan diskusi

klinik
Data utama untuk bahan diskusi:
1. Diagnosis/gambaran klinis:
Wanita 45 tahun lemas seluruh badan, dialami sejak tiga hari sebelum masuk rumah
sakit. Pasien juga mengeluh nyeri uluhati,mual,dan tampak pucat sejak beberapa hari
terakhir. Buang air besar lunak sampai cair berwarna hitam sejak dua minggu yang lalu
sampai sekarang.
Tanda-tanda vital:
TD = 100/70 mmHg, N = 80 kali/menit, P = 20 kali/menit, S = 36,5 C
2. Riwayat pengobatan: Sering meminum obat asam mefenamat dan jamu yang dibeli di
apotik secara bebas untuk mengurangi nyeri tulang.
3. Riwayat kesehatan/penyakit: Tidak ada
4. Riwayat keluarga: Tidak ada keluarga yang menderita penyakit sama dengan pasien.
5. Riwayat pekerjaan: Ibu rumah tangga
1

6. Kondisi Sosial dan Fisik : Tidak ada


7. Lain-lain: tidak ada
Daftar Pustaka:
Gosal F, Paringkoan B, Wenas NT. Artikel Pengembangan Pendidikan Keprofesian
Berkelanjutan (P2KB): Patofisiologi dan Penanganan Gastropati Obat Antiinflamasi
Nonsteroid. J Indon Med Assoc, Volum: 62, Nomor: 11, November 2012 : p 444-9
Hasil pembelajaran:
1. Diagnosis Gastropati OAISN
2. Faktor-faktor risiko Gastropati OAISN
3. Penanganan awal dan lanjutan Gastropati OAISN
4. Pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk kasus Gastropati OAISN
5. Konsultasi yang diperlukan untuk kasus Gastropati OAISN

Rangkuman hasil pembelajaran portofolio:


1. Subyektif:
Perempuan 45 tahun datang dengan keluhan lemas seluruh badan, dialami sejak tiga hari
sebelum masuk rumah sakit. Pasien juga mengeluh nyeri uluhati,mual dan tampak pucat
sejak beberapa minggu terakhir. Buang air besar lunak sampai cair dan berwarna hitam
yang dialami sejak dua minggu yang lalu. Ada riwayat sakit maag. Pasien sering
mengeluh nyeri tulang dan mengkonsumsi obat asam mefenamat dan jamu yang di beli
sendiri di apotik.
2. Obyektif:
Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : tampak sakit sedang
Kesadaran

: Composmentis

Nadi

: 90x/i

Pernapasan

: 20x/i

Suhu

: 36,5 C

Kepala:
Ekspressi

: Normal

Simetris Muka : Simetris

Deformitas

: (-)

Rambut

: hitam, tidak mudah dicabut.

Mata:
Eksoptalmus/ Enoptalmus

: (-)

Kelopak mata

: Normal, tidak ditemukan kelainan

Konjungtiva

: anemis (+)

Sklera

: ikterus (-)

Kornea

: reflex cahaya (+)/(+).

Pupil

: isokor, diameter 2,5 mm / 2,5 mm.

Hidung:

Perdarahan

: (-)

Telinga:

Tophi

: (-)

Pendengaran

: normal

Nyeri tekan di proc. Mastoideus

: (-)

Mulut:

Oral ulcer : (-)

Gigi geligi

: caries (+)

Gusi

: perdarahan (-)

Tonsil

: T1/T1, dalam batas normal.

Pharynx

: Hiperemis (-)

Leher:

Kelenjar getah bening

: tanpa pembesaran

Kelenjar gondok

: tanpa pembesaran

DVS

: R -2 cmH2O

Pembuluh darah

: pulsasi (+), dilatasi (-)

Kaku kuduk

: tidak ada

Tumor

: tidak ditemukan

Thoraks:
3

Inspeksi

: simetris kiri dan kanan, Bentuk normochest, Sela Iga: tidak

ada pelebaran sela iga, Spider Nevi (-)

Palpasi

: MT (-) Nyeri tekan (-) VF: ki =ka

Perkusi

: Paru kiri dan kanan : sonor

Auskultasi

: Bunyi pernapasan vesikuler, Rh -/- , wh -/-

Jantung:
Inspeksi

: ictus cordis tidak nampak

Palpasi

: ictus cordis tidak teraba

Perkusi

: pekak, batas jantung kesan normal

Auskultasi

: Bunyi jantung I/II murni reguler


Bunyi tambahan : (-).

Abdomen:
Inspeksi

: cembung, ikut gerak napas, Caput Medusa (-)

Auskultasi

: peristaltik (+), kessan normal

Palpasi : Nyeri tekan epigastrium(+) Acites (-)


Perkusi

: tympani (+)

Punggung:
Inspeksi

: simetris kiri kanan

Palpasi

: massa tumor (-), nyeri tekan (-) Nyeri ketok: (-)

Ekstremitas:
Tangan

: pucat(+/+) minimal

Kaki

: pucat(+/+) minimal

Rektal Touche :

Sfingter Ani : Mencekik


Ampula : berisi
Mukosa : licin
Handscon : Feses (+), darah (+) warna hitam

LABORATORIUM :
Hemoglobin : 4,4 g/dl (kurang), MCV : 98,5 (N) MCH : 33,8 (N) MCHC 34,3
4

(N),WBC : 2.000 u/L(Menurun)


3. Assesment:
Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) digunakan untuk mengobati reumatoid
artritis, osteoartritis atau nyeri.Berbagai jenis OAINS dapat menghambat sintesis
prostaglandin (PG) yang merupakan mediator inflamasi dan mengakibatkan berkurangnya
tanda inflamasi. Akan tetapi, PG khususnya PGE2 sebenarnya merupakan zat yang bersifat
protektor untuk mukosa saluran cerna atas. Hambatan sintesis PG akan mengurangi
ketahanan mukosa, dengan efek berupa lesi akut mukosa gaster bentuk ringan sampai
berat. Gastropati OAINS adalah lesi mukosa gaster yang berhubungan dengan terapi
OAINS.
Tidak ada korelasi antara kerusakan mukosa dengan gejala abdominal bagian
atas pada penderita pengguna OAINS. Selain itu, tidak ada dosis OAINS yang benarbenar aman sehingga identifikasi faktor risiko penting pada penggunaan OAINS
Patofisiologi utama kerusakan gastroduodenal akibat OAINS adalah disrupsi
fisiokimia pertahanan mukosa gaster dan inhibisi sistemik terhadap pelindung mukosa
gaster melalui inhibisi aktivitas COX mukosa gaster.
Gejala Klinis :
Manifestasi klinis bervariasi dari tanpa gejala, gejala ringan dengan manifestasi tersering
dispepsia, heartburn, abdominal discomfort, dan nausea; hingga gejala berat seperti
tukak peptik, perdarahan, perforasi.
Diagnosis
Diagnosis gastropati OAINS ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisis,
laboratorium, endoskopi, dan pemeriksaan histopatologi.
Faktor Risiko
Faktor risiko gastropati OAINS
Usia lebih tua dari 60 tahun,
Pengobatan lebih dari satu macam OAINS
Penggunaan OAINS bersama dengan kortikosteroid,
5

Penggunaan OAINS dosis tinggi


Penggunaan bersama dengan antikoagulan
Infeksi Helicobacter pylori sebelum terapi
Mengidap penyakit sistemik yang berat
Risiko gastrointestinal OAINS dibagi menjadi risiko rendah (tidak ada faktor risiko),
sedang (1 atau 2 faktor risiko berupa usia di atas 65 tahun, OAINS dosis tinggi, riwayat
ulkus

tidak

terkomplikasi,

penggunaan

bersama

aspirin,

kortikosteroid

atau

antikoagulan), tinggi (>2 faktor risiko atau riwayat ulkus yang terkomplikasi).

4. Plan:
Diagnosis:
Pasien ini didiagnosis dengan anemia akibat gastropati OAINS. Dari anamnesa
didapatkan keluhan badan lemas dengan wajah yang pucat serta konjungtiva anemis.
Pasien memiliki faktor resiko untuk mengalami gastropati OAINS oleh karena sering
mengkonsumsi obat piroxicam ( golongan OAINS) secara bebas.
Adanya gejala klinis berupa nyeriuluhati yang terus menerus, disertai temuan RT yang
menunjukkan darah berwarna hitam (melena) yang berarti terjadi perdarahan lambung
dan hasil laboratorium yang menunjukkan anemia normositik normokrom menunjang
diagnosis kearah gastropati OAINS.
Pengobatan:
20 Mei 2015
Penanganan Awal pada pasien ini:
- IVFD NaCl 0,9% 28 tetes/menit
- Injeksi Ranitidine 50mg/12 jam / i.v.
- Asam traneksamat 3x 250 mg
- Lanzoprazol Tablet 1-0-1
- Sucralfat Sirup 3x1Cth(ac)
- SF 3x1 tab
- Asam folat 3x1 tab
- Diet makanan lunak
- Pro transfusi darah PRC sesuai protokol, secara perlahan
Penatalaksanaan
Penanganan perlukaan mukosa karena OAINS terdiri dari penanganan terhadap
6

ulkus aktif dan pencegahan primer terhadap perlukaan di kemudian hari. Idealnya, OAINS
dihentikan sebagai langkah pertama terapi ulkus. Selanjutnya, pada penderita diberikan obat
penghambat sekresi asam (penghambat H2, PPIs). Akan tetapi, penghentian OAINS tidak
selalu memungkinkan karena beratnya penyakit yang mendasari. Penggunaan protein pump
inhibitor (PPI) berhubungan dengan penyembuhan ulkus dan mencegah relaps pada
penderita yang menggunakan OAINS jangka panjang
Penghentian OAINS, pemilihan OAINS, dan penggunaan obat gastroprotektif
dengan mempertimbangkan risiko gastrointestinal dan kardiovaskular merupakan
tatalaksana dalam menangani gastropati OAINS. Pemberian tablet tambah darah dan asam
folat bertujuan untuk mencegah anemia yang lebih berat pada pasien.
Pendidikan:
Kita menjelaskan prognosis dari pasien, komplikasi yang mungkin terjadi serta penyebab
penyakit yang diderita pasien.
Konsultasi:
konsultasi dengan spesialis Interna untuk perawatan dan penanganan lebih lanjut.
Rujukan :
Diperlukan jika terjadi komplikasi serius yang harusnya ditangani di rumah sakit dengan
sarana dan prasarana yang lebih memadai.
Jayapura, September 2015
Peserta

Pendamping

(dr. Greace S Rumainum )

( dr. Rudy Cahyono, Sp.KJ)