Anda di halaman 1dari 14

ANALISIS KASUS SATYAM DALAM PERSPEKTIF AUDIT

MANAJEMEN
Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Pemeriksaan
Manajemen

Disusun oleh:
RIZKI SEPTIANA
1006035

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2014

IDENTIFIKASI KASUS
Profil Singkat Satyam Computer Service
Satyam Computer Service adalah salah satu perusahaan outssourcing
terbesar di India. Satyam didirikan oleh Ramalinga Raju, lulusan MBA Ohio
University dan alumnus Harvard University. Ramalinga Raju mendapatkan
berbagai penghargaan diantaranya Ernst & Young Entrepreneur of the Year for
Services (tahun 1999), Dataquest IT Man of The Year (2000), CNBCs Asian
Business Leader Corporate Citizen of the Year Award (2002). Tercatat pada
tahun 2004, jumlah kekayaan Raju mencapai 495 juta dolar AS.
Satyam berperan sebagai back office untuk beberapa bank besar, pabrik,
pelayanan kesehatan, dan perusahaan media di dunia. Mereka menangani segala
sesuatu keperluan perusahaan mulai dari sistem komputer hingga pelayanan
konsumen. Klien mereka antara lain General Electric, General Motors, Nestle, dan
pemerintah Amerika Serikat. Bahkan Satyam kadang bertanggung jawab dalam
urusan keuangan konsumen.
Pada tahun 2009, Satyam diperkirakan memiliki 50 ribu karyawan yang
tersebar di berbagai pusat pengembangan IT-nya di negara-negara Asia, Amerika,
Eropa, dan Australia. Satyam menjadi rekanan dari 654 perusahaan global dan
185 perusahaan Fortune 500 lainnya. Saham Satyam tercatat di bursa Indias
National Stock Exchange, New York Stock Exchange (NYSE), dan Euronext di
Eropa. Satyam merupakan penyedia perangkat lunak resmi di even FIFA World
Cup 2010 di Afrika Selatan dan 2014 di Brazil.
Satyam saat ini telah merger dengan Tech Mahindra. Sebelumnya, pada
September 2010, Satyam berganti nama menjadi Mahindra Satyam, sebelum
merger dengan perusahaan induknya tersebut pada tahun 2013 lalu.
Kronologi Kasus Satyam
Pada tanggal 7 Januari 2009, Ramalinga Raju tiba-tiba mengatakan bahwa
sekitar 1,04 milyar dolar AS saldo kas dan bank Satyam adalah fiktif. Jumlah

tersebut merupakan 94% nilai kas dan bank Satyam di akhir September 2008.
Dalam suratnya kepada jajaran direksi Satyam, Raju juga mengakui bahwa dia
telah memalsukan nilai pendapatan bunga diterima di muka (accrued interest),
mencatat kewajiban lebih rendah dari yang seharusnya (understated liability) dan
menggelembungkan nilai piutang (overstated debtors).
Raju menyebutkan pada awalnya, kecurangan yang dilakukannya dimulai
dengan menggelembungkan nilai keuntungan perusahaan. Setelah dilakukan
selama beberapa tahun, selisih antara keuntungan yang sebenarnya dan yang
dilaporkan dalam laporan keuangan semakin lama semakin besar. Begitu
kompleksnya situasi yang dihadapi Raju karena fraud yang telah dilakukannya.
Dalam suratnya, ia menganalogikan situasi tersebut seperti menunggangi
harimau, tidak tahu cara menghentikannya tanpa jadi mangsa.
Pada 14 Januari 2009, auditor Satyam selama delapan tahun terakhir, Price
Waterhouse India, mengumumkan bahwa laporan auditnya berpotensi tidak akurat
dan tidak reliable karena audit yang dilakukan berdasarkan informasi yang
diperoleh dari manajemen Satyam. Institusi Akuntan di India, ICAI, meminta
PwC memberikan jawaban resmi dalam 21 hari kemudian terkait skandal tersebut.
Akibat skandal yang dialami Satyam, harga saham Satyam jatuh menjadi
11,5 rupees, atau hanya senilai 2% dari harga saham tertingginya di tahun 2008
sebesar 544 rupees. Selain itu beberapa penghargaan yang diperoleh Satyam
sebelum skandal terjadi pun dicabut. Sedangkan sang pendiri, Raju dan
saudaranya B. Rama Raju, yang juga terkait skandal ini, ditahan dengan tuduhan
melakukan konspirasi kriminal, penipuan, pemalsuan dokumen, dan menghadapi
ancaman hukuman 10 tahun penjara.

LANDASAN TEORI
Pengertian Audit Manajemen
Banyak ahli yang mengemukakan definisi dari audit manajemen.
Kebanyakan definisi mengenai audit manajemen memberi penekanan pada
efisiensi, efektivitas, ekonomisasi, atau performa suatu kesatuan usaha. Berikut
adalah beberapa pendapat ahli mengenai pengertian audit manajemen, dimana
sebagian diantaranya dikutip dari buku Drs. Amin Widjaja Tunggal, Ak, MBA
yang berjudul Management Audit: Suatu Pengantar
Pengertian Audit Manajemen menurut J. Santochi
Secara singkat J. Santochi mendefinisikan manajemen audit sebagai suatu
yang berfungsi untuk membantu manajemen tuntuk kinerja organisasi yang lebih
baik.
Pengertian Audit Manajemen menurut Leo Herbert
Dalam bukunya Auditing The Performance of Management, Leo Herbert
mendefinisikan audit manajemen adalah:
(1) perencanaan untuk mencapai, mengevaluasi bukti yang cukup relevan,
material, dan kompeten
(2) yang dilakukan oleh seorang auditor independen.
(3) dengan tujuan audit dari:
a. Dimana manajemen maupun karyawan menyetujui atau tidak
menyetujui.
b. Hukum yang tepat, peraturan, kebijakan, prosedur, atau standar
manajemen lainnya yang menggunakan sumber daya organisasi.
c. Dalam suatu manner yang efisien dan ekonomis.
(4) dari bukti tersebut, auditor mengeluarkan opini atau kesimpulan dan
melaporkannya kepada pihak ketiga.
a. Dengan bukti yang cukup dalam pelaporan tersebut untuk
meyakinkan pihak ketiga bahwa kesimpulan tersebut akurat.

b. Dengan sebuah rekomendasi untuk koreksi yang mungkin


dilakukan untuk menambal kelemahan-kelamahan.
Pengertian Audit Manajemen menurut Allan J. Sayle
Menurut Allan J. Sayle, audit manajemen adalah pengujian yang independen
atas bukti yang obyektif, yang dilakukan oleh personil yang kompeten, untuk
menentukan apakah auditee:
(1) membantu atau mampu membantu perusahaan mencapai kebijakan dan
tujuannya dan/atau
(2) mampu membantu perusahaan memenuhi kewajiban kontraktual dan legal
dan,
(3) mempunyai sistem manajemen yang terintegrasi melakukan hal ini
dan/atau,
(4) efektif dalam menerapkan sistem ini.
Dasar kebenaran untuk melakukan suatu audit manajemen antara lain adalah:
(1) untuk mendapatkan informasi manajemen yang tidak memihak,
(2) untuk mengetahui secara nyata apakah perusahaan sedang menghadapi
resiko,
(3) untuk mengidentifikasi area kesempatan,
(4) untuk memperbaiki komunikasi dan motivasi,
(5) untuk menilai performa individu berdasarkan fakta,
(6) untuk menilai status dan kapabilitas peralatan perusahaan,
(7) untuk membantu dalam melatih staf karyawan,
(8) dan lain-lain.
Audit manajemen bersifat investigatif. Obyek pemeriksaannya meliputi
semua aspek operasi perusahaan, yaitu meliputi pemasaran, rancangan dan
rekayasa pabrik, pengendalian produksi dan persediaan, pembelian, sumber daya
manusia, keuangan, anggaran, administrasi dan hukum, operasi internasional,
pelaporan keuangan, pengelolaan data elektronik. Audit manajemen dapat
diarahkan pada seluruh maupun suatu departemen saja dari suatu perusahaan.

Hasil pemeriksaannya berupa rekomendasi atau usulan untuk perbaikan operasi


perusahaan.
Audit manajemen berhubungan dengan pencarian ekonomisasi, efisiensi dan
efektivitas diseluruh operasi. Ekonomisasi merupakan ukuran masukan (measure
of input), efisiensi adalah ukuran dari hubungan antara masukan dan keluaran,
sedangkan efektivitas adalah ukuran keluaran (measure of output).
Perbedaan Audit Manajemen dan Audit Finansial
Menurut Tunggal (2000) terdapat tiga perbedaan utama antara audit
manajemen dan finansial audit , yaitu dalam segi tujuan audit, distribusi laporan
dan dimasukkannya area non keuangan dalam audit manajemen. Perbedaan utama
antara audit finansial dan audit manajemen adalah tujuan pengujian dari audit
finansial menekankan pada apakah informasi historis dicatat secara benar. Audit
manajemen lebih menekankan pada ekonomisasi, efisiensi, dan efektivitas. Audit
finansial berorientasi lampau berbanding terbalik dengan audit manajemen yang
berorientasi pada masa yang akan datang. Berikut perbedaan pokok antara audit
manajemen dan audit finansial.
Tabel Perbedaan Pokok Audit Finansial dan Audit Manajemen
Karakteristik

Audit Finansial

Audit Manajemen

Tujuan

Menyatakan pendapat tentang Menilai dan meningkatkan


kewajaran laporan keuangan

efisiensi

dan

kefektifan

pengelolaan
Ruang Lingkup

Data/catatan keuangan

Orientasi

Urusan

keuangan

Operasi dan fungsi


dalam Urusan operasional yang

periode yang sudah lalu

sudah lalu, sekarang dan


yang akan datang

Standar Penilaian Prinsip-prinsip akuntansi yang Prinsip-prinsip


diterima secara umum
Metode

Ketepatan

operasi

manajemen

Standar-standar pemeriksaan Teknik-teknik


yang diterima secara umum

manajemen

Definitif

Relatif

operasi

Pemakai

Terutama pihak luar seperti Biasanya intern umumnya


pemegang

saham,

publik, pimpinan

pemerintah
Realisasi

Aktual

Keharusan

Diharuskan

Potensial
oleh

Undang- Tidak

Undang Peraturan

harus

merupakan

terutama
prerogatif

pimpinan
Sejarah

Sudah berusia lama

Belum

lama,

berkaitan

dengan adanya pendekatan


sistem
Katalisator

Tradisi

Terutam

permintaan

pimpinan
Frekuensi

Teratur paling sedikit setahun Periodik,


sekali

kebanyakan

tetapi
waktunya

tidak tentu

Dilihat dari jumlah fase dalam prosedur auditnya, audit manajemen


memiliki lebih banyak fase dibanding audit finansial.
Kebutuhan akan Audit Manajemen
Pada umumnya, suatu audit manajemen dibutuhkan apabila manajemen
menghadapi masalah sebagai berikut:
(1) penurunan laba perusahaan secara terus-menerus,
(2) turnover karyawan yang tinggi,
(3) prestasi atau performa suatu departemen di bawah standar,
(4) adanya kebutuhan untuk menemukan daerah atau area yang mana
penghematan biaya yang terinci dan penelitian efisiensi akan membawa
hasil yang baik,
(5) ada petunjuk bahwa aspek manajemen kegiatan operasional atau pekerjaan
tertentu menuntut adanya perbaikan,

(6) ada alasan untuk mencurigai bahwa laporan mengenai masalah yang besar
dalam area fungsionaldan operasional tidak mengungkapkan semua fakta,
(7) adanya suatu rencana untuk membeli usaha atau perusahaan lain, dan perlu
diketahui masalah yang akan dihadapi oleh perusahaan tersebut dan
prospek masa depannya (acquisition audit).
Masalah yang dapat diungkapkan oleh Audit Manajemen
Masalah-masalah yang dapat diungkapkan melalui audit manajemen antara
lain kekurangan dalam perencanaan seperti kurang atau tidak adanya rencana
standar yang layak, lalu lemahnya struktur organisasi dan pembagian tugas,
kelemahan dalam pengelolaan bahan produksi, sistem pengawasan manajemen
tidak efektif seperti pengawasan manajemen yang lemah, sistem informasi yang
tidak memadai, serta prosedur dan administrasi intern yang buruk.
Organisasi Audit Manajemen
Menurut Tunggal (2000) audit manajemen yang berhasil dibangun dari
fondasi keunggulan teknis. Strukturnya harus secara tegas ditopang, di satu pihak
oleh akseptasi yang dinyatakan dan didukung oleh tingkat yang tertinggi dalam
perusahaan, dan di pihak lain oleh pemberian jasa yang berkesinambungan,
professional dan imajinatif kepada manajemen. Kedua tihang ini adalah suatu
bagian yang integral dari struktur. Salah satunya lemah, maka struktur mungkin
akan hancur.
Baik auditor manajemen maupun manajer, keduanya harus mengerti bahwa,
walaupun kemampuan teknis dapat menyelesaikan pekerjaan pemeriksaan secara
professional, namun temuan pemeriksaan, simpulan dan rekomendasi mungkin
diabaikan dalam laporan pemeriksaan yang disiapkan secara teliti. Kedudukan
yang tepat dalam perusahaan dan yang diperkuat dengan dukungan manajemen,
bagaimana juga akan memberi kekuatan penuh dan pengaruh.

Teknik dan Pendekatan dalam Audit Manajemen


Teknik dalam Audit Manajemen
Dalam Standar Pekerjaan lapangan akuntan publik yang dikeluarkan oleh
Ikatan Akuntan Indonesia, disebutkan bahwa pemeriksaan harus direncanakan
sebaik-baiknya agar akuntan pemeriksa dapat mencapai hasil pemeriksaan yang
tepat dan berguna.
Salah satu tahap perencanaan dan perancangan yang penting adalah
pemahaman usaha perusahaan atau dikenal dengan understanding the clients
business. Baik itu dalam audit keuangan maupun audit manajemen, seorang
auditor harus terlebih dahulu perlu mengenal informasi umum yang penting dari
perusahaan yang akan diperiksa. Setidaknya ada dua jenis informasi yang perlu
dikumpulkeun dalam proses pengenalan usaha perusahaan yaitu pertama,
informasi mengenai aspek-aspek di dalam perusahaan, seperti struktur organisasi,
rencana kebijakan manajemen, sistem akuntansi dan lain-lain yang berhubungan
dengan perusahaan. Aspek-aspek untuk didapatkan keterangannya antara lain
aspek penjualan, produksi, keuangan, sumber daya manusia, akuntansi, dan
umum. Kedua, informasi mengenai aspek-aspek lingkungan di luar perusahaan
meliputi latar belakang industri, seperti pengaruh barang subtitusi, posisi industri,
dan jumlah perusahaan yang bergerak dalam industri yang sama.
Pendekatan dalam Audit Manajemen
Audit manajemen dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan, yaitu:
(1) bertitik tolak dari fungsi-fungsi bisnis, seperti produksi, pemasaran,
sumber daya manusia, keuangan, akuntansi dan lain-lain,
(2) bertitik tolak dari fungsi manajemen yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan
pengendalian atau pengawasan,
(3) bertitik tolak dari arus sumber daya yaitu, manajemen mesin (teknologi),
material, uang, manusia dan lain-lain.

Fraud
Menurut Albert (2009) setiap orang merupakan tipe orang yang dapat
melakukan fraud atau kecurangan. Fraud bisa didorong oleh tiga hal seperti yang
digambarkan oleh segitiga fraud yaitu, pressure, opportunity, rationalization.

ANALISIS KASUS
Kasus skandal Satyam ini memang cenderung bersinggungan dengan audit
finansial, namun kasus ini juga dapat dianalisis dari sudut pandang audit
manajemen. Alasannya pertama, seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa audit
manajemen memiliki area atau cakupan yang lebih luas dibandingkan dengan
audit finansial karena audit manajemen mencakup seluruh aspek atau fungsi dari
suatu entitas, termasuk keuangan dan akuntansi didalamnya. Kedua, karena dalam
audit manajemen terdapat pendekatan bertolak pada fungsi-fungsi entitas dimana
fungsi akuntansi juga merupakan salah satu dari fungsi tersebut.
Jika melihat fraud dalam skandal Satyam, fraud atau kecurangan ini
tergolong kecurangan yang dilakukan oleh manajemen tingkat atas, yaitu
dilakukan oleh chairman Satyam, Raju. Sehingga dilihat dari sumber dorongan
kecurangan yang mungkin mendorong Ramalingga Raju pada mulanya adalah
karena adanya peluang dan kemudian berubah menjadi karena adanya tekanan.
Hal ini ditunjukkan dari kronologi kasus Satyam, dimana pada mulanya Raju
melakukan konspirasi untuk menggelembungkan laba, terlihat adanya kelemahan
kontrol internal yang diterapkan manajemen Satyam, sehingga muncul peluang,
lalu berubah menjadi tekanan yang dapat dilihat dari ekspresi Raju saat
menuliskan surat pengakuan kecurangan yang dibuatnya kepada direksi dengan
menganalogikan apa yang dilakukannya seperti menunggangi harimau tanpa
mengetahui cara menghentikannya tanpa dimangsa. Dari analogi tersebut, dapat
dilihat betapa kompleks situasi yang dihadapi Raju, dan mungkin sebenarnya Raju
ingin menghentikan kecurangan yang dilakukannya tersebut lebih awal, tetapi
karena selisih laba dengan kas yang sebenarnya ada terus membesar tiap tahunnya
setelah memulai menggelembungkan laba, Raju tertekan dan terkesan untuk terus

10

berusaha menutupi hal tersebut dengan melambungkan nilai kas hingga 94% dari
kas dan setara kas Satyam yang sebenarnya.
Lalu mengapa kasus ini tidak terdeteksi oleh audit laporan keuangan, audit
manajemen, dewan direksi, dan para pemegang saham sebelum Raju sendiri yang
mengakui kecurangan tersebut? Terdapat beberapa jawaban yang mungkin dapat
menjawab pertanyaan ini, pertama menjawab mengapa tak terdeteksi audit
manajemen, jawabannya adalah adanya kemungkinan tidak terdapat audit
manajemen selama periode skandal ini bermula. Ingat, pelaku utama dari skandal
ini adalah pendiri sekaligus pimpinannya. Seperti telah dibahas sebelumnya audit
manajemen keharusannya tidak seperti audit finansial yang diatur dalam undangundang dan bursa saham. Keharusan audit manajemen hanya bergantung pada hak
prerogatif pimpinan. Jadi audit manajemen hanya dilakukan jika pimpinan
memerintahkan untuk melaksanakan audit manajemen. Selain itu, kasus Satyam
ini bermula dari penggelembungan laba oleh Raju, sedangkan salah satu waktu
dibutuhkannya melakukan audit manajemen adalah saat terjadi penurunan laba
terus-menerus atau penurunan performa atau prestasi perusahaan. Jadi ketika laba
dipalsukan, dewan direksi, manajemen secara umum tidak akan meminta untuk
dilaksanakan audit manajemen kepada Raju.
Kedua, mengapa tidak terdeteksi audit laporan keuangan? Terdapat
kemungkinan bahwa Raju dan auditor eksternal dari Price Water India melakukan
konspirasi dalam proses audit. Namun dalam investigasinya tidak terbukti bahwa
auditor PW India terlibat secara langsung dalam skandal ini. Tetapi PwC dikenai
denda sekitar 7,5 juta dolas AS untuk diserahkan ke SEC.
Bagaimana solusinya? Saat ini memang Satyam telah merger dengan Tech
Mahindra, dengan perbandingan tujuh belas saham Satyam untuk satu saham di
Tech Mahindra. Namun bukan tidak mungkin setelah merger dilakukan, kasus
serupa tidak terulang kembali. Audit manajemen memiliki orientasi pada masa
lalu, saat ini dan masa yang akan datang. Jadi dengan melakukan audit
manajemen yang berkala, maka menurut pendapat penulis sudah cukup untuk
mencegah terulangnya skandal di masa yang akan datang. Lalu untuk
memperbaiki kinerja sebelumnya, memenuhi segala kewajiban hukum yang telah

11

dilimpahkan terkait skandal sehingga tidak akan lagi menganggu operasi


perusahaan untuk mencapai efektivitas dan efisiensi yang diharapkan.

SIMPULAN
Simpulan
Penyebab dari kasus Satyam ini tidak terdeteksi adalah karena mungkin
tidak terdapat audit manajemen selama periode skandal ini bermula. Ingat, pelaku
utama dari skandal ini adalah pendiri sekaligus pimpinannya. Seperti telah dibahas
sebelumnya audit manajemen keharusannya tidak seperti audit finansial yang
diatur dalam undang-undang dan bursa saham. Keharusan audit manajemen hanya
bergantung pada hak prerogatif pimpinan. Jadi audit manajemen hanya dilakukan
jika pimpinan memerintahkan untuk melaksanakan audit manajemen. Selain itu,
kasus Satyam ini bermula dari penggelembungan laba oleh Raju, sedangkan salah
satu waktu dibutuhkannya melakukan audit manajemen adalah saat terjadi
penurunan laba terus-menerus atau penurunan performa atau prestasi perusahaan.
Jadi ketika laba dipalsukan, dewan direksi, manajemen secara umum tidak akan
meminta untuk dilaksanakan audit manajemen kepada Raju.
Kedua, mengapa tidak terdeteksi audit laporan keuangan? Terdapat
kemungkinan bahwa Raju dan auditor eksternal dari Price Water India melakukan
konspirasi dalam proses audit. Namun dalam investigasinya tidak terbukti bahwa
auditor PW India terlibat secara langsung dalam skandal ini. Tetapi PwC dikenai
denda sekitar 7,5 juta dolas AS untuk diserahkan ke SEC.
Bagaimana solusinya? Saat ini memang Satyam telah merger dengan Tech
Mahindra, dengan perbandingan tujuh belas saham Satyam untuk satu saham di
Tech Mahindra. Namun bukan tidak mungkin setelah merger dilakukan, kasus
serupa tidak terulang kembali. Audit manajemen memiliki orientasi pada masa
lalu, saat ini dan masa yang akan datang. Jadi dengan melakukan audit
manajemen yang berkala, maka menurut pendapat penulis sudah cukup untuk
mencegah terulangnya skandal di masa yang akan datang. Lalu untuk
memperbaiki kinerja sebelumnya, memenuhi segala kewajiban hukum yang telah

12

dilimpahkan terkait skandal sehingga tidak akan lagi menganggu operasi


perusahaan untuk mencapai efektivitas dan efisiensi yang diharapkan.
Saran
Saran dari penulis adalah sebaiknya Tech Mahindra yang kini menaungi
Satyam, menetapkan kebijakan audit manajemen berkala. Lalu juga meyiapkan
program-program yang memperkuat pengawasan manajemen,seperti program
whistleblower.
Terkait dengan penulisan, sulit sekali untuk menganalisis kasus ini tanpa
memperoleh data kasus secara rinci. Jadi diperlukan kasus yang lebih rinci.

DAFTAR PUSTAKA

Albrech et alt. 2009. Fraud Examination. South-Western Cengage Learning.

Bursa
Saham
India
Bergejolak.
Tersedia
[Online]:
http://dunia.news.viva.co.id/news/read/20374bursa_saham_india_bergejolak
(24 Desember 2013).
Bursa Saham India Diguncang Skandal Satyam. Tersedia [Online]:
http://finance.detik.com/read/2009/01/07/150554/1064537/6/disclamer.html(
24 Desember 2013).
Herbert Leo, Phd. 1979. Auditing the Performance of Management. Wadsworth
Publishing Company.
Siagian, Sondang P. 2004. Audit Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara.
Tunggal, Amin Widjaja. 2000. Manajement Audit: Suatu Pengantar. Jakarta: PT.
Rineka Cipta.