Anda di halaman 1dari 26

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

Chapter
7
PUSAT INVESTASI :
MENGUKUR DAN MENGENDALIKAN
ASET YANG DIKELOLA

Sub Pokok Bahasan :


- Struktur Analisis
- EVA vs ROI
- Pertimbangan dalam Mengevaluasi Manajer
- Mengevaluasi Kinerja Ekonomi Suatu
Entitas

Rony Putra
120620140027

Management Control System, Robert N. Anthony., Vijay Govindarajan

MENGUKUR DAN MENGENDALIKAN ASET YANG


DIKELOLA
Pertama kita akan membahas masing-masing jenis aset yang mungkin digunakan dalam suatu pusat investasi. Kumpulan aset-aset tersebut dinamakan
sebagai basis investasi. Kemudian kita akan membahas dua metode yang
menghubungkan laba dengan basis investasi:
(1) Persentase tingkat pengembali-an investasi/return on investment (ROI), dan
(2) Nilai tambah ekonomi/economic value added (EVA).
Tujuan Analisis
Tujuan pengukuran penggunaan aset merupakan hal yang sama
dengan tujuan pusat laba, yaitu:
- Untuk memberikan informasi yang berguna dalam membuat
keputusan penting mengenai aset yang digunakan dan untuk
memacu para manajer untuk membuat keputusan yang
menyalurkan kepentingan perusahaan.
- Untuk mengukur kinerja unit usaha sebagai suatu entitas usaha.

Umumnya, para manajer unit usaha memiliki dua sasaran kinerja.


Pertama, mereka harus menghasilkan laba yang cukup dari sumber
daya yang digunakan. Kedua, mereka dapat menggunakan sumber
daya tambahan hanya jika penggunaan tersebut menghasilkan
return yang memadai.
Tujuan dari menghubungkan laba dengan investasi adalah untuk memotivasi
para manajer unit usaha untuk mencapai sasaran-sasaran tersebut di atas.
Seperti yang akan kita lihat nanti, terdapat hambatanhambatan yang signifikan
dalam membuat suatu sistem yang fokus pada aset yang digunakan sebagai
tambahan fokus pada laba.
Gambar 7-1 merupakan laporan keuangan unit usaha yang sederhana yang
akan kita gunakan dalam analisis ini. Gambar tersebut menunjukkan dua cara
dalam menghubungkan laba dengan aset yang digunakan-yaitu, melalui ROI
dan EVA.

GAMBAR 6-1 Laporan Keuangan Unit Usaha

Tingkat pengembalian investasi (ROD adalah suatu rasio


perbandingan, Pembilangnya (numerator) adalah pendapatan
yang dilaporkan pada laporan keuangan, Dan penyebutnya
(denominator) adalah aset yang digunakan. Dalam Gambar 7-1,
yang merupakan penyebut adalah modal perusahaan pada unit
usaha. Jumlah tersebut dihasilkan dari jumlah kewajiban tidak
lancar (noncurrent liabilities) ditambah dengan ekuitas pemegang
saham dalam neraca dari perusahaan terpisah. Hal ini, secara
matematis, adalah sama dengan total aktiva dikurangi kewajiban
lancar (current liabilities), dan sama dengan aktiva tidak lancar
(noncurrent asset) ditambah modal kerja (working capital),
(Pernyataan ini dapat diperiksa dengan mudah bila
menggunakan angka-angka yang terdapat dalam Gambar 7-1).

Nilai tambah ekonomi (EVA) adalah jumlah uang, bukan


rasio. EVA dapat diperoleh dengan mengurangkan beban
modal (capital charge) dari laba bersih operasi (net
operating profit). Beban modal diperoleh dari perkalian
antara jumlah aset yang digunakan dengan suatu tingkat
tarif (rate), yang dalam Gambar 6-1 besarnya 10 persen.
Kita akan membahas derivasi dari rate ini pads bagian
berikutnya.

Mengukur Aset yang Digunakan


Dalam memutuskan basis investasi apa yang akan digunakan untuk meng-evaluasi
pusat investasi, kantor-kantor pusat menanyakan dua hal: Pertama, praktik-praktik apa
saja yang akan membuat para manajer unit usaha mengguna-kan aset mereka dengan
efisien dan untuk mendapatkan jumlah dan jenis yang tepat atas aset yang baru?
Mungkin, ketika laba mereka berkaitan dengan aset yang digunakan, para manajer unit
usaha akan mencoba meningkatkan kinerja mereka seperti yang diukur dengan cara ini.
Manajemen senior ingin bahwa tindakan yang mereka lakukan terhadap hal ini menjadi
kepentingan terbaik bagi perusahaan secara keseluruhan. Kedua, praktik-praktik apa
saja yang paling baik dapat mengukur kinerja suatu entitas ekonomi?

Kas
Beberapa perusahaan mengabaikan unsur kas di dasar investasi. Alasannya adalah
bahwa karena jumlah kas tersebut mendekati kewajiban lancar (current liabilities). Jika
demikian halnya jumlah piutang dan perusahaan akan mendekati jumlah modal kerja
(working capital).

Piutang
Memasukan unsur piutang pada harga jual atau pada harga pokok penjualan
merupakan hal yang masih di perdebatkan. Yang biasa dilakukan adalah mengambil
alternatif yang lebih sederhana yaitu memasukan piutang pada nilai buku, yang
merupakan harga jual dikurangi penyisihan atas pitang tak tertagih.
Persediaan
Persediaan biasanya diperlakukan sama seperti piutang-yaitu, biasanya dicatat pada
jumlah akhir periode meskipun rata-rata antarperiode lebih baik secara konseptual.
Jika perusahaan menggunakan LIFO (last in,first out) untuk tujuan akuntansi
keuangan, maka metode penilaian yang lain yang digunakan untuk pelaporan laba
unit usaha, karena saldo persediaan LIFO cenderung sangat rendah bila terjadi
inflasi. Dalam kondisi-kondisi tersebut, persediaan harus dinilai Pada biaya standar
atau rata-rata, dan biaya-biaya ini harus digunakan untuk mengukur biaya penjualan
pada laporan laba rugi dari unit usaha.

Modal Kerja Secara Umum

Perlakuan atas modal kerja sangatlah bervariasi. Pada satu sisi, perusahaan memasukan
aktiva lancar kedalam dasar investasi dengan tidak mengeliminasi kewajiban lancar.
Properti, Pabrik, dan Peralatan

Dalam akuntansi keuangan, aset tetap pada awalnya dicatat pada biaya perolehan, dan
biaya ini dihilangkan oleh masa manfaat aset melalui depresiasi. Kebanyakan perusahaan
menggunakan pendekatan yang sama dalarn mengukur profitabilitas basis aset dari unit
usaha. Hal ini menyebabkan permasalahan serius dalam penggunaan sistem untuk tujuan
yang ingin dicapai. Kita akan menganalisis permasalahan tersebut pada bagian-bagian
berikut.
Akuisisi Peralatan Baru
Seandainya suatu unit usaha dapat membeli mesin baru seharga $100.000. Mesin ini
diperkirakan akan menghasilkan penghematan sebesar $27.000 per tahun selama lima
tahun. Jika perusahaan memiliki tingkat pengembalian yang dibutuhkan (required return)
sebesar 10 persen, maka investasi tersebut menarik.

Tampilan 7.3

Pada bagian A dari ilustrasi Gambar 7-3.


Investasi yang diusulkan memiliki net present
value (NPV) sebesar $2.400 dan karena itu,
harus diambil. Meskipun demikian, jika mesin
tersebut dibeli.dan unit usaha mengukur basis
asetnya seperti yang ditunjukkan Pada Gambar
7-1, maka unit tersebut akan melaporkan
penurunan EVA Pada tahun pertama, bukan
kenaikan.
Bagian B Pada Gambar 7-3 menunjukkan
laporan laba rugi tanpa adanya mesin tersebut
(seperti pada Gambar 7-1) dan laporan laba
rugi jika mesin tersebut dibeli (dan
penggunaannya pada tahun pertama).
Perhatikanlah bahwa pembelian mesin
tersebut
akan
menaikkan
pendapatan
sebelum pajak, tetapi kenaikan ini lebih besar
daripada kenaikan beban modal (capital
charge).

Jadi, penghitungan EVA menandakan bahwa profitabilitas telah menurun, di mana


fakta ekonominya adalah bahwa laba mengalami kenaikan. Dalam kondisi
demikian, manajer unit usaha akan merasa perlu untuk membeli aset tersebut.
(Dalam Gambar 7-3, depresiasi dihitung berdasarkan metode garis lurus. Jika
dihitung berdasarkan basis percepatan, yang tidak lazim, maka selisih antara fakta
ekonomi dan hasil yang dilaporkan akan lebih besar).

Nilai Buku Kotor.


GAMBAR 7-4

Fluktuasi EVA dan ROI dari tahun ke tahun pada Gambar 7-4 dapat dihindari dengan memasukkan unsur
aset yang dapat terdepresiasi (depreciable asset) ke dalam basis investasi dengan nilai buku kotornya
(gross book value), bukan nilai buku bersih (net book value). Beberapa perusahaan melakukan hal ini.
Jika hal ini dilakukan pada kasus ini, maka investasi setiap tahunnya akan sebesar $100.000 (biaya
orisinalnya), dan pendapatan tambahannya akan sebesar $7.000 (arus masuk kas sebesar $27.000 depresiasi sebesar $20.000). Meskipun demikian, EVA-nya akan menurun sebesar $3.000 ($7.000 bunga sebesar $10.000), ROI-nya sebesar 7 persen ($7.000: $100.000). Kedua angka tersebut
menandakan bahwa profitabilitas unit usaha tersebut menurun, di mana pada kenyataannya, tidak benar.
ROI yang dihitung berdasarkan nilai buku kotor akan selalu meng-understate return sebenarnya.

Depresiasi Anuitas.
GAMBAR 7-5 Profitabllitas dengan Menggunakan Depresiasi Anultas -Memuluskan EVA (dalam
ribuan $)

GAMBAR 7-6 Profitabllitas dengan Menggunakan


Depresiasi Anultas -Memuluskan EVA (dalam ribuan $)

Gambar 7-5 dan 7-6 menunjukkan perhitungan ketika jumlah arus kas yang masuk sama
setiap tahunnya. Persamaan-persamaan akan menurunkan depresiasi untuk pola arus kas
yang lain, seperti penurunan arus kas ketika biaya perbaikan naik, atau naiknya arus kas
ketika produk baru mulai diterima di pasaran.

EVA vs ROI
Kebanyakan perusahaan yang memiliki pusat investasi mengevaluasi unit-unit usahanya
dengan dasar ROI, lebih banyak dari pada menggunakan EVA. Ada tiga keuntungan dari
ROI.
ROI merupakan pengukuran yang kompre-hensif di mana
mempengaruhi laporan keuangan yang tercermin dari rasio ini.

seluruhnya

ROI mudah dihitung, mudah dipahami, dan sangat berarti dalam arti absolut. Sebagai
contoh, ROI di bawah 5 persen dikatakan rendah dalam skala absolut, dan ROI di atas 25
persen dikatakan tinggi.
ROI merupakan denominator yang dapat diterapkan pada setiap unit organisasi yang
bertanggung jawab terhadap profitabilitas, di luar besar dan jenis usaha. Kinerja dari unit
yang berbeda dapat saling dibandingkan.
Selain itu, data ROI dapat diketahui oleh pesaing dan dapat dijadikan dasar perbandingan.

EVA tidak memberikan dasar perbandingan semacam ini. Meskipun demikian, pendekatan EVA
juga memiliki beberapa keunggulan. Ada empat alasan yang membuatnya lebih unggul dari
ROI.

Dengan EVA, seluruh unit usaha memiliki sasaran laba yang sama untuk perbandingan
investasi. Di lain pihak, pendekatan ROI memberikan insentif yang berbeda untuk investasi
di antara unit-unit usaha.
Keputusan-keputusan yang meningkatkan ROI suatu pusat inves-tasi dapat menurunkan
keseluruhan labanya.
Dari EVA adalah tingkat suku bunga yang berbeda dapat digunakan untuk jenis aset yang
berbeda pula.
EVA berlawanan dengan ROI, memiliki korelasi positif yang lebih kuat terhadap
perubahan-perubahan nilai pasar perusahaan.

Ada beberapa alasan mengapa pem-buatan nilai pemegang saham menjadi sangat penting
bagi perusahaan:
(a) Mengurangi risiko pengambilalihan (takeover),
(b) Menciptakan nilai tukar untuk agresivitas dalam merger dan akuisisi, dan
(c) Mengurangi biaya modal, yang memungkinkan investasi yang lebih cepat
untuk pertumbuhan yang akan datang.
EVA diukur dengan cara sebagai berikut:

EVA = Laba bersih - Beban modal


di mana
Beban modal = Biaya modal x Modal yang digunakan (1)
Cara lain untuk menyatakan persamaan (1) adalah:
EVA = Modal yang digunakan (ROI - Biaya modal)

(2)

Perbedaan antara ROI dan EVA


Ditunjukkan pada Tampilan 7.12 Perbedaan Antara ROI dan EVA (dalam ribuan $)
Gambar 7-12 menunjukkan perhitungan ROI. Kolom
satu sampai lima menunjukkan jumlah investasi atas
aset yang dianggar-kan oleh unit usaha untuk tahun
yang akan datang. Kolom enam merupakan
anggaran laba. Kolom ketujuh adalah anggaran laba
dibagi dengan anggaran investasi; karena itu, kolom
tersebut menunjukkan sasaran ROI tahun depan
untuk setiap unit usaha.
Hanya dalam Unit Usaha C yang sasaran ROI-nya
konsisten dengan cutoff rate perusahaan, dan tidak
ada unit usaha yang sasarannya konsisten dengan
biaya aset lancar perusahaan sebesar 4 persen.
Unit Usaha A akan memperkecil peluangnya dalam
mencapai sasaran labanya jika ia tidak mencapai
minimal 20 persen investasi tambahan atas aset
lancar atau tetap, sedangkan Unit 0 dan E akan
mengalami keuntungan dari investasi dengan return
yang jauh lebih rendah.

EVA memperbaiki ketidakkonsistenan tersebut. Investasi-investasi, dikali-kan dengan rate yang


tepat (yang mencerminkan rate perusahaan), dikurangkan dari anggaran laba. Hasilnya adalah
anggaran EVA. Secara berkala, EVA dihitung dengan mengurangkan investasi aktual dari laba aktual
dan dikalikan dengan rate tertentu. Bagian bawah Gambar 6-12 menunjukkan bagaimana anggaran
EVA dihitung. Sebagai contoh, jika Unit Usaha A memperoleh $28.000 dan mengguna-kan aset
lancar ratarata sebesar $65.000 dan aset tetap rata-rata sebesar $65.000, maka EVA aktualnya
dihitung dengan cara sebagai berikut:
EVA = 28.000 - 0,04(65.000) - 0,10(65.000)
= 28.000 - 2.600 - 6.500
= 18.900
Hasilnya lebih besar $3.300 ($18.900 - $15.600) dibandingkan dengan
sasarannya.

Pertimbangan Tambahan dalam Mengevaluasi Manajer

Dalam pandangan mengenai kelemahan ROI, kelihatannya mengejutkan bahwa ROI


digunakan secara luas. Kami ketahui dari pengalaman pribadi bahwa kesalahan konsep
ROI untuk evaluasi kinerja adalah benar dan menyebabkan disfungsi bagi para
manajer unit usaha. Meskipun demikian, kami tidak dapat menentukan adanya
kesalahan tersebut karena hanya sedikit jumlah manajer yang mau mengakui adanya
kesalahan tersebut dan banyak yang tidak sadar bahwa kesalahan tersebut terjadi.
EVA sangat disarankan sebagai perangkat pengukuran kinerja.tetapi EVA tidak menyelesaikan
seluruh masalah yang berkaitan dengan penghitungan aktiva tetap,kecuali metode penyusutan
anuitas dipergunakan dan hal ini jarang dilakukan dalam praktis bisnis sehari-hari.Eva
menyelesaikan masalah yang ditimbulkan dalam perbedaan potensi laba.

Mengevaluasi Kinerja Ekonomi Suatu Entitas

Laporan atas kinerja ekonomi unit usaha agak berbeda.Laporan-laporan


managemen dibuat bulanan atau kuartal sementara laporan kinerja ekonomi
biasanya dibuat dengan selang waktu tidak tetap, biasanya sekali dalam
selang beberapa tahun. Laporan-laporan managemen cenderung
menggunakan informasi hitoris atas biaya aktual yang terjadi, sedangkan
laporan ekonomi menggunakn informasi yang cukup berbeda.
Laporan-laporan ekonomi merupakan instrumen yang diagnostic. Laporan
tersebut memberikan indikasi yang memuaskan. Laporan-Laporan ekonomi
dapat dijadikan dasar untuk memperoleh nilai secara keseluruhan. Nilai
semacam ini disebut breakup value yaitu estimasi jumlah yang akanditerima
oleh para pemegang saham jika masing-masing unit usaha dijual. Laporan
tersebut menunjukan unit usaha yang menarik dan dapat mengindikasikan
bahwa manager senior salah mengalokasikan waktu mereka yang terbatas.

Ringkasan

Tujuan penting dari sebuah organisasi bisnis adalah untuk mengoptimalkan return on
equity pemegang saham (yaitu, nilai bersih sekarang dari arus kas masa depan). Hal
ini tidak praktis untuk menggunakan ukuran tersebut untuk mengevaluasi kinerja
manajer unit bisnis secara bulanan atau kuartalan. Tingkat Akuntansi pengembalian
adalah yang terbaik ukuran pengganti dari unit bisnis managers'performance. Nilai
tambah ekonomis (EVA) secara konseptual unggul laba atas investasi (ROI) dalam
mengevaluasi manajer unit bisnis.
Ketika menetapkan tujuan keuntungan tahunan, selain item laporan laba rugi biasa,
harus ada beban bunga eksplisit terhadap keseimbangan diproyeksikan item modal
kerja terkendali, terutama piutang dan persediaan. Ada perdebatan tentang
pendekatan yang tepat untuk pengendalian manajemen atas aset tetap. Melaporkan
kinerja ekonomi pusat investasi sangat berbeda dari pelaporan kinerja manajer yang
bertanggung jawab atas pusat itu.

TERIMA KASIH

Studi kasus ( 7.5) Dell Computer Corporation


1. Apakah strategi dari Dell? Hal apa menjadi dasar dimana Dell membangun keunggulan
kompetitfnya?
2. Bagaimana sistem pengendalian Dell dalam membantu implementasi strategi perusahaannya?

STRATEGI DELL COMPUTER

Dell merupakan pemimpin industri global yang selalu berusaha meminimalkan biaya dan
meningkatkan efisiensi. Misi dari perusahaannya adalah menjadi perusahaan yang paling
sukses di dunia dalam menyediakan pengalaman konsumen yang terbaik di pasar yang
dilayani.
Strategi yang membuat Dell Computer menjadi ritel nomor satu untuk personal computer
melebihi IBM, HP dan Compaq adalah cost cum differentiation. Dell melakukan strategi yang
membedakan ia dengan kompetitornya sekaligus menawarkan produk bermutu pada harga
yang bersaing. Dell menawarkan nilai lebih dan pengalaman konsumen yang superior pada
harga bersaing.

Adapun keunggulan kompetitif Dell Computer dibangun dengan dasar antara lain sebagai berikut:
Direct Selling Model .
Dell terkenal dengan model penjualan langsungnya. Pesanan diambil melalui telepon, surat atau internet. Model
bisnis ini menjual produk secara langsung dari pabrik ke konsumen sehingga menghapus ritel atau perantara yang
menambah waktu dan biaya yang tidak perlu dan membuat produk lebih murah karena tidak adanya markup dari
perantara. Disamping itu, konsumen juga sudah lebih canggih atau tahu sehingga tidak perlu personal selling yang
kuat oleh salespeople. Individu yang bukan pertama kali membeli PC sudah merupakan pengguna teknologi yang
berpengalaman dan cerdas.

Build to order concept.


Konsep bangun sesuai pesanan ini berbeda sama sekali dengan konsep tradisional rantai nilai dalam industri
komputer sebelumnya. Para kompetitor dari Dell seperti IBM dan HP membuat produk untuk disimpan (build to
stock). Produk dibangun sesuai dengan konfigurasi yang ditentukan sesuai dengan ramalan pasar. Tetapi Dell
menerapkan inovasi baru yaitu memproduksi sesuai dengan pesanan yang diterima dari konsumen. Produk yang
dibuat akan sesuai dengan permintaan konsumen dan bukan untuk disimpan sebagai persediaan.

Mass customization.
Dell Computer membeli dari luar semua komponen dan kemudian melakukan perakitan. Dengan adanya
interaksi langsung dengan pengguna akhir, maka Dell dapat lebih mengetahui keinginan konsumennya
daripada pesaingnya dan melakukan penyesuaian massal yaitu memproduksi sesuai spesifikasi yang
diinginkan konsumen. Produksi akan dilakukan di pabrik terdekat. Komponen komputer seperti monitor,
keyboard, memory, drive disk, dan software sudah menjadi sesuatu yang standar sehingga memungkinankan
penyesuaian massal ini. Dell akan merakit komputer sesuai dengan spesifikasi yang diminta oleh
pelanggannya.

Cell manufacturing technique.


Dalam memproduksi, Dell sebelumnya menerapkan cara tradisional dimana setiap pekerja melakukan satu
tugas tertentu saja. Kemudian Dell mengatur kembali pabriknya di tahun 1997 menjadi teknik manufaktur sel
dimana sekelompok pekerja bekerja di sel tertentu yang merakit keseluruhan PC menurut permintaan
pelanggan. Perubahan metode ini menghemat waktu sebanyak 75% , mengandakan produktivitas pekerja,
menghemat biaya produksi dan memungkinkan produk yang dipesan disiapkan dalam waktu lebih singkat
(efisiensi produksi).

Customer service.
Selain dari produk, pelayanan juga memiliki pengaruh yang besar dalam penjualan komputer. Dell menawarkan
pelayanan yang baik dengan adanya talian bebas tol, bantuan teknis (ketersediaan personel yang tinggi), serta
pelayanan setelah penjualan. Pelayanan setelah penjualan telah membangun reputasi yang baik untuk Dell
dimana terbukti melalui survei di tahun 1998. Masalah yang dihadapi oleh pelanggan dapat diselesaikan sebesar
90% melalui telepon. Reputasi ini meningkatkan nilai jenama Dell yang mendorong penjualan dan pembeli tetap
melalui kesetiaan jenama (brand loyalty). Selain itu, konsumennya bisa chat online dengan bagian bantuan teknis
Dell Computer.
Partnerships with suppliers.
Dell juga menjalin kerja sama dengan pemasok bagian dan komponen PC . Dell memilih untuk membeli daripada
memproduksi sendiri komponen PC supaya bisa memperoleh komponen dari produsen terbaik.
Use of the Internet and e-commerce technology.
Seiring dengan terjadinya internet booming telah membantu Dell dalam menjalankan visi bulid to order dan
direct sale. Media internet telah memberikan kemudahan bagi pembeli untuk membeli komputer Dell. Konsumen
bisa mengakses situs www.dell.com untuk melihat dan memesan produk yang ditawarkan. Selain itu, pemesanan
melalui web juga lebih mudah dan hemat. Web Dell juga didesain sedemikian rupa agar mudah digunakan

Diversifikation.
Salah satu kekuatan Dell dibandingkan para pesaingnya yaitu Dell juga memiliki kemampuan adaptasi terhadap
pasar dengan meluaskan segmen pasarnya dalam beberapa tahun. Dell secara hati-hati mengevaluasi pasar,
kategori harga dan hubungan dengan pemasok sebelum memasuki pasar. Dell menawarkan berbagai pilihan
produk yang luas dan produk lainnya seperti printer, projektor, dan lain-lain. Dell juga berniat untuk
mengeksplorasi TV LCD, monitor LCD dan pemain musik digital. Pangsa pasar Dell menjadi lebih luas
dibandingkan kompetitor.
EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN DELL COMPUTER
Sistem pengendalian yang diterapkan Dell Computer membantu implementasi strateginya dengan merencanakan
apa yang harus dilakukan, mengkoordinasi aktivitas, mengkomunikasi informasi, mengevaluasi informasi,
mengambil tindakan dan mempengaruhi orang untuk keselarasan tujuan antara lain adalah:
Dell menggunakan IT untuk membantu menjalankan strateginya.
Sistem pengendalian manajemen harus dijalankan dengan adanya keselarasan tujuan.
Untuk memastikan apakah hasil sesuai yang diinginkan, maka Dell juga memiliki sistem
penilaian kinerja manajernya yaitu ROIC (tingkat pengembalian atas modal yan ditanamkan).
Sistem evaluasi Dell sama untuk diseluruh dunia sehingga Dell bisa memperhatikan kinerja di
bagian negara mana yang baik dan menjadikan sebagai contoh.
Dell menggunakan struktur organisasi yang datar dan pembuatan keputusan yang terlokalisasi
dalam membantu menjalankan strateginya.
Dell terus mengadakan perbaikan yang berterusan dan pendesain kembali atas model
penjualan langsungnya serta proses produksinya.