Anda di halaman 1dari 46

KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK (KD 1.

1
INDIKATOR 1.1.1)
Standar Kompetensi
1. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral,
spiritual, sosial, kultural, emosional dan intelektual
Kompetensi Guru Mata Pelajaran (Kompetensi dasar)
1.1. Memahami karakter peserta didik yang berkaitan dengan aspek
fisik, intelektual, social-ekonomi, moral, spiritual, dan latar belakang
social budaya
Indikator esensial
1.1.1.
Disajikan ilustrasi kegiatan pembelajaran IPS model
pembelajaran kooperatif, guru dapat mengidentifikasi karakteristik
peserta didik yang berhubungan dengan aspek fisik, intelektual,
social emosional, moral, spiritual dan latar belakang social budaya
Materi Esensial
KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK
A. ASPEK FISIK
Pertumbuhan fisik adalahperubahan perubahan fisik yang terjadi
dan merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja. Perubahanperubahan ini meliputi: perubahan ukuran tubuh, perubahan proporsi
tubuh, munculnya ciri-ciri kelamin utama(primer) dan ciri kelamin
kedua(skunder)
Urutan perubahan fisikadalah sebagai berikut:
Pada anak perempuan:
1. Pertumbuhan tulang-tulang (badan menjadi tinggi, anggota-anggota
badan memanjang)
2. pertumbuhan payudara
3. Tumbuh bulu halus berwarna gelap di kemaluan
4. Mencapai pertumbuhan badan yang maksimum setiap tahunnya
5. bulu kemaluan menjadi keriting
6. Menstruasi atau haid

7. Tumbuh bulu ketiak

Pada anak laki-laki:


1. Pertumbuhan tulang-tulang
2. Testis (buah pelir) membesar
3. Tumbuh bulu kemaluan yang halus, lurus,dan berwarna gelap
4. Awal perubahan suara
5. Ejakulasi (keluar air mani)
6. (Bulu kemaluan menjadi keriting
7. Mencapai pertumbuhan badan yang maksimum setiap tahunnya
8. Tumbuh rambut-rambut halsdi wajah (kumis, jenggot)
9. Tumbuh bulu ketiak
10.
Akhir perubahan suara
11.
Rambut-rambut di wajah berambah tebal dan gelap
12.
Tumbuh bulu di dada

B. ASPEK INTELEKTUAL
Intelegensi pada masa remaja tidak mudah diukur, karena tidak mudah
terlihat perubahan kecepatan perkembangankemampuan tersebut.
Perkembangan kognitif menurut Jean Peaget adalah sebagai berikut:
TAHAP

UMUR
(tahun)

SENSORIMOTOR

02

PRAOPERASI

27

CIRI POKOK PERKEMBANGAN

Berdasarkan tindakan langkah


demi langkah

OPERASI KONKRET

OPERASI FORMAL

8 11

11 ke atas

Penggunaan
simbo/bahasa/tanda
Konsep intuitif

Pakai aturan
jelas/logis

Reversible

Hipotesis

Abstrak

Deduktif dan induktif

Logis dan probabilitas

C. ASPEK SOSIAL
Kehidupan sosial pada masa remaja ditandai oleh hal-hal sebagai berikut:
1. Menonjolnya fungsi intelektual dan emosional
2. Anak mengalami krisis identitas, sehingga mereka ingin mencari jati
diri dan teman akrab
3. Pergaulan remaja diwujudkan dalam bentuk kelompok, baik besar
maupun kecil
D. ASPEK EMOSIONAL
Secara tradisional masa remaja dianggap sebagai periode badai dan
tekanan, suatu masa dimana ketegangan emosi meningkat akibat dari
perubahan fisik dan kelenjar.
Ciri-ciri emosional remaja adalah:
a. Usia 12 15 tahun
1. Pada usia ini anak cenderung banyak murung dan tidak dapat
diterka. Sebagian kemurungan sebagai akibat perubahanperubahan biologis dalam hubungannya dengan kematangan
seksual dan sebagian lagi karena kebingungannya dalam
menghadapi apakh ia masih sebagai anak-anak atau sebagiai orang
dewasa.
2. Anak mungkin bertingkah laku kasar untuk menutupi kekurangan
dalam hal percaya diri
3. Ledakan-ledakan kemarahan mungkin bisa terjadi
4. Remaja cenderung tidak toleran terhadap orang lain dan
membenarkan pendapatnya sendiri yang disebabkan kurangnya
rasa percaya diri.
5. Siswa-siswa di SMP mulai mengamatiorang tua dan guru-guru
mereka secara lebih objektif dan mungkin menjadi marah apabila
mereka ditipu dengan gaya guru yang bersikap serba tahu.
E. KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN BAHASA
Bahasa remaja adalah bahasa yang telah berkembang. Anakremaja telah
banyak belajar dari lingkungannya dan dengan demikian bahasa
remajater bentuk oleh kondisi lingkungan.

Ciri khas bahasa remaja antara lain:


1. Munculnya bahasa pergaulan dikalangan mereka sendiri seperti
bahas sandi, bahas prokem, dll
2. Pemilihan kosakata maupun nada bicara sangat dipengaruhi oleh
lingkungan tempat tinggal remaja tersebut.

F. PERKEMBANGAN NILAI DAN MORAL


Perubahan moral yang harus dilakukan oleh remaja adalah sebagai
berikut:
1. Pandangan moral individu makin lama makin menjadi abstrak
2. Keyakinan moral lebih terpusat pada apa yang benar dan kurang
pada apa yang salah
3. Penilaian moral menjadi semakin kognitif
4. Penilaian moral menjadi kurang egosentris
5. Penilaian moral secara psikologis menjadi lebih mahal dalam arti
bahwa penilaian moral merupakan bahan emosi dan menimbulkan
ketegangan.
STADIUM

ORIENTASI

Prakonvensional

Stadium 1

Stadium 2

Anak berorientasi pada


kepatuhan dan hukuman

Berlaku prinsip relativistikhedonism

Ingin selalu dianggap menjadi


anak baik

Tahap mempertahankan normanorma sosial dan otoritas

Konvensional

Stadium 3

Stadium 4

Pasca konvensional

Stadium 5

Stadium 6

Tahap orientasi terhadap


perjanjian antara dirinya dengan
lingkungan sosial
Tahap ini disebut Prinsip universal

Menganalisis Kesulitan Belajar yang dialami peserta didik


Kesulitan belajar merupakan hal yang lumrah dialami oleh peserta didik. Sering
ditemukan adanya siswa mengalami kesulitan dalam menerima pelajaran di
sekolah. Menghadapi hambatan dalam mencerna dan menyerap informasi belajar
yang diberikan guru.
Kondisi ini akan berdampak kurang bagus terhadap kemajuan belajar anak. Oleh
sebab itu perlu diupayakan pemecahan masalahnya. Baik oleh guru di sekolah
maupun orang tua di rumah. Ini sebagai salah satu wujud kepedulian dan kerja
sama dalam dunia pendidikan anak.

Gejala kesulitan belajar


Gejala anak yang mengalami masalah belajar dapat diketahui melalui indikasi
tertentu. Misalnya, sulit mengalami ketuntasan belajar pada materi tertentu atau
semua materi pada suatu mata pelajaran. Akibatnya siswa menunjukkan prestasi
belajar kurang memuaskan.

Penyebab kesulitan belajar


Banyak sekali penyebab siswa mengalami kesulitan dalam mengikuti pelajaran di
sekolah. Namun dapat dikelompokkan menjadi dua faktor penyebab, yaitu faktor
internal dan eksternal.

1.Faktor internal
Faktor internal adalah penyebab kesulitan belajar yang berasal dari individu siswa
sendiri. Beberapa hal yang menyebabkan kesulitan belajar antara lain: gangguan
pada kesehatan, kelainan pada pendengaran dan penglihatan, rendahnya
konsentrasi belajar, dan lain sebagainya.

2.Faktor eksternal
Faktor eksternal yaitu penyebab kesulitan belajar yang berasal dari luar diri siswa
seperti: kondisi belajar yang tidak kondusif, beratnya beban belajar, dan lain
sebagainya.

Cara mengatasi kesulitan belajar


Berdasarkan gejala yang teramati dan faktor penyebab kesulitan belajar, maka
upaya dilakukan guru antara lain:

1.Tempat duduk siswa


Anak yang mengalami kesulitan pendengaran dan penglihatan hendaknya
mengambil posisi tempat duduk bagian depan. Mereka akan dapat melihat tulisan
di papan tulis lebih jelas. Begitu pula dalam mendengar semua informasi belajar
yang diucapkan oleh guru.

2.Gangguan kesehatan
Anak yang mengalami gangguan kesehatan sebaiknya diistirahatkan di rumah
dengan tetap memberinya bahan pelajaran dan dibimbing oleh orang tua dan
keluarga lainnya.

3.Program remedial
Siswa yang gagal mencapai tujuan pembelajaran akibat gangguan internal, perlu
ditolong dengan melaksanakan program remedial. Teknik program remedial dapat
dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya adalah mengulang kembali bahan
pelajaran yang belum dikuasai, memberikan tugas-tugas tertentu kepada siswa,
dan lain sebagainya.

4.Bantuan media dan alat peraga


Penggunaan alat peraga pelajaran dan media belajar kiranya cukup membantu
siswa yang mengalami kesulitan menerima materi pelajaran. Boleh jadi kesulitan
belajar itu timbul karena materi pelajaran bersifat abstrak sehingga sulit dipahami
siswa.

5.Suasana belajar menyenangkan


Selain itu yang tak kalah pentingnya adalah menciptakan suasana belajar
kondusif. Suasana belajar yang nyaman dan menggembirakan akan membantu
siswa yang mengalami hambatan dalam menerima materi pelajaran.

6.Motivasi orang tua di rumah

Anak yang mengalami kesulitan belajar perlu mendapat perhatian orang tua dan
anggota keluarganya. Peran orang tua sangat penting untuk memberikan motivasi
ekstrinsik dan intrinsik agar anak mampu memperoleh hasil belajar yang
memuaskan. Selain itu juga orang tua perlu memperhatikan kesehatan tubuh anak
dengan memberikan makanan dan miniman yang bergizi disertai dengan suplemen
pembangun tubuh yang cukup.

Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik dan


Model Pembelajaran
Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan
makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilahistilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran,
(3)metode pembelajaran, (4) teknik pembelajaran, (5) taktik pembelajaran, dan
(6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan pengertian istilah istilah
tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah
tersebut.
Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang
kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang
terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi,
menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan
teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis
pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat
pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang
berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).
Strategi pembelajaran.

Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke


dalamStrategi Pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun,
2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu:
1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put)
dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi
dan selera masyarakat yang memerlukannya.
2. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang
paling efektif untuk mencapai sasaran.
3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan
dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran
(standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement)
usaha.
Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:
1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni
perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
2. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang
dipandang paling efektif.
3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur,
metode dan teknik pembelajaran.
4. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau
kriteria dan ukuran baku keberhasilan.
Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi
pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan
siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008)
menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan.
Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang
keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran.
Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian
pula,
yaitu:
(1)exposition-discovery
learning dan
(2) group-individual
learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan
cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi
pembelajaran
induktif
dan
strategi
pembelajaran
deduktif.Strategi
pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya
digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi
merupakan aplan of operation achieving something sedangkan metode adalah a
way in achieving something (Wina Senjaya (2008).

Metode pembelajaran
Jadi, metode pembelajaran di sini dapat diartikan sebagai cara yang digunakan
untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan
nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode
pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi
pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi;
(5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9)
simposium, dan sebagainya.
Teknik Pembelajaran
Selanjutnya metode
pembelajaran dijabarkan
ke
dalam teknik dan taktik
pembelajaran.Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara
yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara
spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa
yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis
akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah
siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu
digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan
kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti
teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.
Taktik Pembelajaran.
Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan
metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan,
terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin
akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang
satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense
of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor,
tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat
menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau
kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan
tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan
menjadi sebuah ilmu sekalkigus juga seni (kiat)
Model Pembelajaran
Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran
sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang
disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya
merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang
disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan

bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik
pembelajaran.
Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi
Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok
model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan
informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku.
Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut
diidentikkan dengan strategi pembelajaran.
Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya
dapat divisualisasikan sebagai berikut:

Di luar istilah-istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal juga istilah desain
pembelajaran. Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan
prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih
menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu
setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan
pembuatan rumah, strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau
jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modern,
dan sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang
berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue print)
rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan
langkah konstruksinya, maupun kriteria penyelesaiannya, mulai dari tahap awal
sampai dengan tahap akhir, setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun.

Berdasarkan uraian di atas, bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya secara


profesional, seorang guru dituntut dapat memahami dan memliki keterampilan yang
memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif
dan menyenangkan, sebagaimana diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan.
Mencermati upaya reformasi pembelajaran yang sedang dikembangkan di
Indonesia, para guru atau calon guru saat ini banyak ditawari dengan aneka pilihan
model pembelajaran, yang kadang-kadang untuk kepentingan penelitian (penelitian
akademik maupun penelitian tindakan) sangat sulit menermukan sumber-sumber
literarturnya. Namun, jika para guru (calon guru) telah dapat memahami konsep atau
teori dasar pembelajaran yang merujuk pada proses (beserta konsep dan teori)
pembelajaran sebagaimana dikemukakan di atas, maka pada dasarnya guru pun
dapat
secara
kreatif
mencobakan
dan
mengembangkan model
pembelajaran tersendiri yang khas, sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja
masing-masing, sehingga pada gilirannya akan muncul model-model pembelajaran
versi guru yang bersangkutan, yang tentunya semakin memperkaya khazanah
model pembelajaran yang telah ada.
==========
Sumber:
Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya
Remaja.
Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990. Strategi Belajar Mengajar (Diktat
Kuliah). Bandung: FPTK-IKIP Bandung.
Udin S. Winataputra. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan
Universitas Terbuka.
Wina Senjaya. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses
Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Beda Strategi, Model, Pendekatan,
(hxxp://smacepiring.wordpress.com/)

Metode,

dan

Teknik

Pembelajaran

METODE MENGAJAR ( PEMBELAJARAN )


A. PENGERTIAN

Metode atau Strategi merupakan usaha untuk memperoleh kesuksesan


dan keberhasilan dalam mencapai tujuan. Dalam dunia pendidikan
strategi dapat diartikan sebagai a plan, method, or series of activities
designed to achieves a particular educational goal (J. R. David, 1976).
Sedangkan menurut kamus Purwadarminta ( 1976 ), secara umum
metode adalah cara yang telah teratur dan terpikir baik baik untuk
mencapai suatu maksud. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, metode adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan
pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan.
Metode berasal dari bahasa Inggris yaitu Method artinya melalui,
melewati, jalan atau cara untuk memperoleh sesuatu. Strategi
pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang
rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu. Strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian
kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai
sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran yang disusun untuk
mencapai tujuan tertentu. Dalam hal ini adalah tujuan pembelajaran.
a) Pada mulanya istilah strategi banyak digunakan dalam dunia militer
yang diartikan sebagai cara penggunaan seluruh kekuatan militer
untuk memenangkan suatu peperangan. Sekarang, istilah strategi
banyak digunakan dalam berbagai bidang kegiatan yang bertujuan
memperoleh kesuksesan atau keberhasilan dalam mencapai tujuan.
Misalnya seorang manajer atau pimpinan perusahaan yang

menginginkan keuntungan dan kesuksesan yang besar akan


menerapkan suatu strategi dalam mencapai tujuannya itu, seorang
pelatih tim Sepakbola akan menentukan strategi yang dianggap
tepat untuk dapat memenangkan suatu pertandingan. Begitu juga
seorang guru yang mengharapkan hasil baik dalam proses
pembelajaran juga akan menerapkan suatu strategi agar hasil
belajar siswanya mendapat prestasi yang terbaik. Strategi
pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus
dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai
secara efektif dan efisien. Kemp (1995). Dilain pihak Dick & Carey
(1985) menyatakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu set
materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersamasama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa. Strategi
pembelajaran merupakan hal yang perlu di perhatikan oleh seorang
instruktur, guru, widyaiswara dalam proses pembelajaran. Paling
tidak ada 3 jenis strategi yang berkaitan dengan pembelajaran,
yakni:
strategi pengorganisasian pembelajaran
b) strategi penyampaian pembelajaran
c) strategi pengelolaan pembelajaran.
Metode Pembelajaran merupakan cara melakukan atau menyajikan,
menguraikan, memberi contoh, dan memberi latihan isi pelajaran
kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu. Dapat dikatakan
metode pembelajaran merupakan bagian dari strategi instruksional.
Tetapi tidak semua metode pembelajaran sesuai digunakan untuk
mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Penulisan mengenai
metode di bawah ini tidak mengikuti suatu urutan tertentu, tetapi
dilakukan secara acak. Diungkapkan pula kapan baiknya metode
tersebut dilaksanakan serta keunggulan dan kekurangan metode
tersebut.

B. DASAR PEMILIHAN STRATEGI PEMBELAJARAN


Beberapa prinsip-prinsip yang mesti dilakukan oleh pengajar dalam
memilih
strategi
pembelajaran
secara
tepat
dan
akurat,
pertimbangan tersebut mesti berdasarkan pada penetapan. Sebelum
memutuskan metode mana yang akan dipakai dalam proses belajar

mengajar, maka seorang pengajar perlu memperhatikan beberapa


pertimbangan berikut :
1. Tujuan Pembelajaran
Penetapan tujuan pembelajaran merupakan syarat mutlak bagi
guru dalam memilih metode yang akan digunakan di dalam
menyajikan materi pengajaran. Tujuan pembelajaran merupakan
sasaran yang hendak dicapai pada akhir pengajaran, serta
kemampuan yang harus dimiliki siswa. Sasaran tersebut dapat
terwujud dengan menggunakan metode-metode pembelajaran.
Tujuan pembelajaran adalah kemampuan (kompetensi) atau
keterampilan yang diharapkan dimiliki oleh siswa setelah mereka
melakukan proses pembelajaran tertentu.
Tujuan pembelajaran dapat menentukan suatu strategi yang
harus digunakan guru. Misalnya, seorang guru Olahraga dan
Kesehatan menetapkan tujuan pembelajaran agar siswa dapat
mendemontrasikan cara menendang bola dengan baik dan benar.
Dalam hal ini metode yang dapat membantu siswa-siswa
mencapai tujuan adalah metode ceramah, guru memberi
instruksi, petunjuk, aba-aba dan dilaksanakan di lapangan,
kemudian metode demonstrasi, siswa-siswa mendemonstrasikan
cara menendang bola dengan baik dan benar, selanjutnya dapat
digunakan metode pembagian tugas, siswa-siswa kita tugasi,
bagaimana menjadi keeper, kapten, gelandang, dan apa tugas
mereka, dan bagaimana mereka dapat bekerjasama dan
menendang bola. Dalam contoh ini, terdapat kemampuan siswa
pada tingkat kognitif dan psikomotorik. Demikian juga
diaplikasikan
kemampuan
Afektif,
tentang
bagaimana
kemampuan mereka dalam bekerjasama dalam bermain bola dari
metode pemberian tugas yang diberikan guru kepada setiap
individu. Dalam silabus telah dirumuskan indikator hasil belajar
atau hasil yangdiperoleh siswa setelah mereka mengikuti proses
pembelajaran. Terdapat empat komponen pokok dalam
merumuskan indikator hasil belajar yaitu:
a. Penentuan subyek belajar untuk menunjukkan sasaran relajar.
b. Kemampuan atau kompetensi yang dapat diukur atau yang
dapat
ditampilkan melalui peformance siswa.

c. Keadaan dan situasi dimana siswa dapat mendemonstrasikan


performancenya
d. Standar kualitas dan kuantitas hasil belajar.
Berdasarkan indikator dalam penentuan tujuan pembelajaran
maka dapat dirumuskan tujuan pembelajaran mengandung
unsur; Audience (peserta didik), Behavior (perilaku yang harus
dimiliki), Condition (kondisi dan situasi)
2. Aktivitas dan Pengetahuan Awal Siswa Belajar merupakan
berbuat, memperoleh pengalaman tertentu sesuai dengan tujuan
yang diharapkan. Karena itu strategi pembelajaran harus dapat
mendorong aktivitas siswa. Aktivitas tidak dimaksudkan hanya
terbatas pada aktifitas fisik saja akan tetapi juga meliputi aktivitas
yang
bersifat
psikis
atau
aktivitas
mental.
Pada awal atau sebelum guru masuk ke kelas memberi materi
pengajaran kepada siswa, ada tugas guru yang tidak boleh
dilupakan adalah untuk mengetahui pengetahuan awal siswa.
Sewaktu memberi materi pengajaran kelak guru tidak kecewa
dengan hasil yang dicapai siswa, untuk mendapat pengetahuan
awal siswa guru dapat melakukan pretes tertulis, tanya jawab di
awal pelajaran. Dengan mengetahui pengetahuan awal siswa,
guru dapat menyusun strategi memilih metode pembelajaran
yang tepat pada siswa-siswa. Apa metode yang akan kita
pergunakan? Sangat tergantung juga pada pengetahuan awal
siswa,
guru
telah
mengidentifikasi
pengetahuan
awal.
Pengetahuan awal dapat berasal dari pokok bahasan yang akan
kita ajarkan, jika siswa tidak memiliki prinsip, konsep, dan fakta
atau memiliki pengalaman, maka kemungkinan besar mereka
belum dapat dipergunakan metode yang bersifat belajar mandiri,
hanya metode yang dapat diterapkan ceramah, demonstrasi,
penampilan, latihan dengan teman, sumbang saran, pratikum,
bermain peran dan lain-lain. Sebaliknya jika siswa telah
memahami prinsip, konsep, dan fakta maka guru dapat
mempergunakan metode diskusi, studi mandiri, studi kasus, dan
metode insiden, sifat metode ini lebih banyak analisis, dan
memecah masalah.

3. Integritas Bidang Studi/Pokok Bahasan Mengajar merupakan


usaha mengembangkan seluruh pribadi siswa. Mengajar bukan
hanya mengembangkan kemampuan kognitif saja, tetapi juga
meliputi pengembangan aspek afektif dan aspek psikomotor.
Karena itu strategi pembelajaran harus dapat mengembangkan
seluruh
aspek
kepribadian
secara
terintegritas.
Pada sekolah lanjutan tingkat pertama dan sekolah menengah,
program studi diatur dalam tiga kelompok. Pertama, program
pendidikan umum. Kedua, program pendidikan akademik. Ketiga,
Program Pendidikan Agama, PKn, Penjas dan Kesenian
dikelompokkan ke dalam program pendidikan umum. Program
pendidikan akademik bidang studinya berkaitan dengan
keterampilan. Karena itu metode yang digunakan lebih
berorientasi pada masing-masing ranah (kognitif, afektif, dan
psikomotorik) yang terdapat dalam pokok bahasan. Umpamanya
ranah psikomotorik lebih dominant dalam pokok bahasan
tersebut, maka metode demonstrasi yang dibutuhkan, siswa
berkesempatan mendemostrasikan materi secara bergiliran di
dalam kelas atau di lapangan. Dengan demikian metode yang kita
pergunakan tidak terlepas dari bentuk dan muatan materi dalam
pokok bahasan yang disampaikan kepada siswa. Dalam
pengelolaan pembelajaran terdapat beberapa prinsip yang harus
diketahui di antaranya:
a. Interaktif
Proses pembelajaran merupakan proses interaksi baik
antara guru dan siswa, siswa dengan siswa atau antara
siswa dengan lingkungannya. Melalui proses interaksi
memungkinkan kemampuan siswa akan berkembang baik
mental maupun intelektual.
b. Inspiratif
Proses pembelajaran merupakan proses yang inspiratif,
yang memungkinkan siswa untuk mencoba dan melakukan
sesuatu. Biarkan siswa berbuat dan berpikir sesuai dengan
inspirasinya sndiri, sebab pengetahuan pada dasarnya
bersifat subjektif yang bisa dimaknai oleh setiap subjek
belajar.
c. Menyenangkan
Proses
pembelajaran
merupakan
proses
yang
menyenangkan. Proses pembelajaran menyenangkan dapat

dilakukan dengan menata ruangan yang apik dan menarik


dan pengelolaan pembelajaran yang hidup dan bervariasi,
yakni dengan menggunakan pola dan model pembelajaran,
media dan sumber-sumber belajar yang relevan.
d. Menantang
Proses pembelajaran merupakan proses yang menantang
siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir, yakni
merangsang kerja otak secara maksimal. Kemampuan itu
dapat ditumbuhkan dengan cara mengembangkan rasa
ingin tahu siswa melalui kegiatan mencobaoba, berpikir
intuitif atau bereksplorasi.
e. Motivasi
Motivasi merupakan aspek yang sangat penting untuk
membelajarkan siswa. Motivasi dapat diartikan sebagai
dorongan yang memungkinkan siswa untuk bertindak dan
melakukan
sesuatu.
Seorang
guru
harus
dapat
menunjukkan pentingnya pengalaman dan materi belajar
bagi kehidupan siswa, dengan demikian siswa akan belajar
bukan hanya sekadar untuk memperoleh nilai atau pujian
akan tetapi didorong oleh keinginan untuk memenuhi
kebutuhannya. Alokasi Waktu dan Sarana Penunjang Waktu
yang tersedia dalam pemberian materi pelajaran satu jam
pelajaran 45 menit, maka metode yang dipergunakan telah
dirancang sebelumnya, termasuk di dalamnya perangkat
penunjang pembelajaran, perangkat pembelajaran itu dapat
dipergunakan oleh guru secara berulang-ulang, seperti
transparan,
chart,
video
pembelajaran,
film,
dan
sebagainya.
Metode pembelajaran disesuaikan dengan materi, seperti
Bidang Studi Biologi, metode yang akan diterapkan adalah
metode praktikum, bukan berarti metode lain tidak kita
pergunakan, metode ceramah sangat perlu yang waktunya
dialokasi sekian menit untuk memberi petunjuk, aba-aba,
dan arahan. Kemudian memungkinkan mempergunakan
metode diskusi, karena dari hasil praktikum siswa
memerlukan diskusi kelompok untuk memecah masalah/
problem yang mereka hadapi.

4. Jumlah Siswa
Idealnya metode yang kita terapkan di dalam kelas perlu
mempertimbangkan jumlah siswa yang hadir, rasio guru dan
siswa agar proses belajar mengajar efektif, ukuran kelas
menentukan keberhasilan terutama pengelolaan kelas dan
penyampaian materi. Para ahli pendidikan berpendapat bahwa
mutu pengajaran akan tercapai apabila mengurangi besarnya
kelas, sebaliknya pengelola pendidikan mengatakan bahwa kelas
yang kecil-kecil cenderung tingginya biaya pendidikan dan
latihan. Kedua pendapat ini bertentangan, manakala kita
dihadapkan pada mutu, maka kita membutuhkan biaya yang
sangat besar, bila pendidikan, mempertimbangkan biaya sering
mutu pendidikan terabaikan, apalagi saat ini kondisi masyarakat
Indonesia mengalami krisis ekonomi yang berkepanjangan. Pada
sekolah dasar umumnya mereka menerima siswa maksimal 40
orang, dan sekolah lanjutan maksimal 30 orang. Kebanyakan ahli
pendidikan berpendapat idealnya satu kelas pada sekolah dasar
dan sekolah lanjutan 24 orang. Ukuran kelas besar dan jumlah
siswa yang banyak, metode ceramah lebih efektif, akan tetapi
yang perlu kita ingat metode ceramah memiliki banyak
kelemahan dibandingkan metode lainnya, terutama dalam
pengukuran keberhasilan siswa. Disamping metode ceramah guru
dapat melaksanakan Tanya jawab, dan diskusi. Kelas yang kecil
dapat diterapkan metode tutorial karena pemberian umpan balik
dapat cepat dilakukan, dan perhatian terhadap kebutuhan
individual lebih dapat dipenuhi.

5. Pengalaman dan Kewibawaan Pengajar


Guru yang baik adalah guru yang berpengalaman, peribahasa
mengatakan Pengalaman adalah guru yang baik, hal ini diakui
di lembaga pendidikan, kriteria guru berpengalaman, dia telah
mengajar selama lebih kurang 10 tahun, maka sekarang bagi
calon kepala sekolah boleh mengajukan permohonan menjadi
kepala sekolah bila telah mengajar minimal 5 tahun. Dengan
demikian guru harus memahami seluk-beluk persekolahan.
Strata pendidikan bukan menjadi jaminan utama dalam

keberhasilan belajar akan tetapi pengalaman yang menentukan,


umpamanya guru peka terhadap masalah, memecahkan masalah,
memilih metode yang tepat, merumuskan tujuan instruksional,
memotivasi siswa, mengelola siswa, mendapat umpan balik
dalam proses belajar mengajar. Jabatan guru adalah jabatan
profesi, membutuhkan pengalaman yang panjang sehingga kelak
menjadi profesional, akan tetapi professional guru belum terakui
seperti profesional lainnya terutama dalam upah (payment),
pengakuan (recognize). Sementara guru diminta memiliki
pengetahuan menambah pengetahuan (knowledge esspecialy
dan skill) pelayanan (service) tanggung jawab (responsbility)dan
persatuan (unity) (Glend Langford,1978).
Disamping berpengalaman, guru harus berwibawa. Kewibawaan
merupakan syarat mutlak yang bersifat abstrak bagi guru karena
guru harus berhadapan dan mengelola siswa yang berbeda latar
belakang akademik dan sosial, guru merupakan sosok tokoh yang
disegani bukan ditakuti oleh anak-anak didiknya. Kewibawaan ada
pada orang dewasa, ia tumbuh berkembang mengikuti
kedewasaan, ia perlu dijaga dan dirawat, kewibawaan mudah
luntur oleh perbuatan-perbuatan yang tercela pada diri sendiri
masing-masing. Jabatan guru adalah jabatan profesi terhomat,
tempat orang-orang bertanya, berkonsultasi, meminta pendapat,
menjadi suri tauladan dan sebagainya, ia mengayomi semua
lapisan masyarakat.dan Degree (kualitas dan kuanttas hasil
belajar)

C. MACAM-MACAM METODE DALAM MENGAJAR


1. Metode Demonstrasi
Demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk membelajarkan
peserta dengan cara menceritakan dan memperagakan suatu
langkah-langkah pengerjaan sesuatu. Demonstrasi merupakan
praktek yang diperagakan kepada peserta. Karena itu, demonstrasi
dapat dibagi menjadi dua tujuan: demonstrasi proses untuk
memahami langkah demi langkah; dan demonstrasi hasil untuk
memperlihatkan
atau
memperagakan
hasil
dari
sebuah
proses.Biasanya, setelah demonstrasi dilanjutkan dengan praktek
oleh peserta sendiri. Sebagai hasil, peserta akan memperoleh

pengalaman belajar langsung setelah melihat, melakukan, dan


merasakan sendiri. Tujuan dari demonstrasi yang dikombinasikan
dengan praktek adalah membuat perubahan pada rana
keterampilan
a) Kelebihan metode demonstrasi Perhatian siswa lebih dapat
terpusatkan pada pelajaran yang diberikan. Kesalahankesalahan yang terjadi bila pelajaran itu diceramahkan dapat
diatasi melalui pengamatan dan contoh yang konkrit. Memberi
motivasi yang kuat untuk siswa agar lebih giat belajar Siswa
dapat berpartisipasi aktif dan memperoleh pengalaman
langsung
b) Kelemahan metode demonstrasi Bila alatnya terlalu kecil atau
penempatannya kurang tepat menyebabkan demonstrasi itu
tidak dapat dilihat jelas oleh seluruh siswa Bila waktu tidak
tersedia cukup, maka demonstrasi akan berlangsung terputusputus atau berjalan tergesa-gesa
2. Metode Kerja Lapangan
Metode kerja lapangan merupakan metode mengajar dengan
mengajak siswa kedalam suatu tempat diluar sekolah yang
bertujuan tidak hanya sekedar observasi atau peninjauan saja,
tetapi langsung terjun turut aktif ke lapangan kerja agar siswa
dapat menghayati sendiri serta bekerja sendiri didalam pekerjaan
yang ada dalam masyarakat.
a) Kelebihan metode kerja lapangan
Siswa mendapat kesemmpatan untuk langsung aktif bekerja
dilapangan sehingga memperoleh pengalaman langsung dalam
bekerja
Siswa menemukan pengertian pemahaman dari pekerjaan itu
mengenai kebaikan maupun kekurangannya
b) Kelemahaan metode kerja lapangan
Waktu terbatas tidak memungkinkan memperoleh pengalaman
yang mendalam dan penguasaan pengetahuan yang terbatas
Untuk kerja lapangan perlu biaya yang banyak. Tempat praktek
yang jauh dari sekolah shingga guru perlu meninjau dan

mepersiapkan terlebih
guru/pelatih yang ahli.

dahulu

Tidak

tersedianya

trainer

3. Metode Sosiodrama dan Bermain Peran


Metode sosiodrama dan bermain peran merupakan suatu metode
mengajar dimana siswa dapat mendramatisasikan tingkah laku
atau ungkapan gerak gerik wajah seseorang dalam hubungan
sosial antar manusia
a) Kelebihan metode sosiodrama dan bermain peran Siswa lebih
tertarik perhatiannya pada pelajaran Karena mereka bermain
peran sendiri, maka mudah memahami masalah-masalah sosial
tersebut Bagi siswa dengan bermain peran sebagai orang lain,
maka ia dapat menempatkan diri seperti watak orang lain itu Ia
dapat merasakan perasaan orang lain sehingga menumbuhkan
sikap saling perhatian
b) Kelemahan
metode
sosiodrama
dan
bermain
peran
Bila guru tidak menguasai tujuan instrusional penggunaan
teknik ini untuk sesuatu unit pelajaran, maka sosiodrama tidak
akan
berhasil
Dalam hubungan antar manusia selalu memperhatikan normanorma kaidah sosial, adat istiadar, kebiasaan, dan keyakinan
seseorang jangan sampai ditinggalkan sehingga tidak
menyinggung
perasaan
seseorang
Bila guru tidak memahami langkah-langkah pelaksanaan
metode ini, maka akan mangacaukan berlangsungnya
sosiodrama
c) Metode Simulasi
Metode
simulasi
merupakan
cara
mengajar
dimana
menggunakan tingkah laku seseorang untuk berlaku seperti
orang yang dimaksudkan dengan tujuan agar orang dapat
menghindari lebih mendalam tentang bagaimana orang itu
merasa dan berbuat sesuatu dengan kata lain siswa memegang
peranaan sebagai orang lain.
4. Kelebihan dan Kekurangan Metode Simulasi
a) Kelebihan metode simulasi

Dapat
menyenangkan
siswa
Menggalak
guru
untuk
mengembangkan kreatifitas siswa Eksperimen berlangsung
tanpa memerlukan lingkungan yang sebenarnya Mengurangi
hal-hal yang verbalistik Menumbuhkan cara berfikir yang kritis
b) Kelemahan metode simulasi
Efektifitas dalam memajukan belajar siswa belum dapat
dilaporkan oleh riset Terlalu mahal biayanya Banyak orang
meragukan hasilnnya karena sering tidak diikutsertakan
elemen-elemen penting Menghendaki pengelompokan yang
fleksibel Menghendaki banyak imajinasi dari guru dan siswa

5. Metode Seminar
Metode seminar adalah suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan oleh
beberapa orang dalam suatu sidang yang berusaha membahas /
mengupas masalah-masalah atau hal-hal tertentu dalam rangka
mencari jalan memecahkannya atau mencari pedoman
pelaksanaanya.
a) Kelebihan metode seminar
Peserta mendapatkan keterangan teoritis yang luas dan
mendalam tentang masalah yang diseminarkan Peserta
mendapatkan petunjuk-petunjuk praktis untuk melaksanakan
tugasnya Peserta dibina untuk bersikap dan berfikir secara
ilmiah Terpupuknya kerja sama antar peserta Terhubungnya
lembaga pendidikan dan masyarakat
b) Kelemahan Metode Seminar
Memerlukan waktu yang lama Peserta menjadi kurang aktif
Membutuhkan penataan ruang tersendiri
6. Metode Kerja Kelompok
Metode kerja kelompok adalah suatu cara menyajikan bahan
pelajaran dengan menyuruh pelajar (setelah dikelompokkelompokkan) mengerjakan tugas tertentu untuk mencapai tujuan

pengajaran. Merka bekerja sama dalam memecahkan masalah


atau melaksanakan tugas.
a) Kelebihan metode kerja kelompok
Para siswa lebih aktif tergabung dalam pelajaran mereka
Memungkinkan guru untuk lebih memperhatikan kemampuan
para
siswa
Dapat memberikan kesempatan pada para siswa untuk lebih
menggunakan ketrampilan bertanya dalam membahas suatu
masalah
Mengembangkan bakat kepemimpinan para siswa serta
mengerjakan ketrampilan berdiskusi
b) Kelemahan metode kerja kelompok
Kerja kelompok terkadang hanya melibatkan para siswa yang
mampu sebab mereka cakap memimpin dan mengarahkan
mereka
yang
kurang
Keberhasilan strategi ini tergantung kemampuan siswa
memimpin kelompok atau untuk bekerja sendiri-sendiri Kadangkadang menuntut pengaturan tempat duduk yang berbedabeda dan daya guna mengajar yang berbeda pula
7. Metode Ceramah
Metode ceramah adalah metode memberikan uraian atau
penjelasan kepada sejumlah murid pada waktu dan tempat
tertentu. Dengan kata lain metode ini adalah sebuah metode
mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan
secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya
mengikuti secara pasif. Metode ini disebut juga dengan metode
kuliah atau metode pidato. Untuk bidang studi agama, metode
ceramah ini masih tepat untuk dilaksanakan. Misalnya, untuk
materi pelajaran akidah.
a) Kelebihan metode ceramah
Materi yang diberikan terurai dengan jelas
b) Kekurangan metode ceramah

Guru lebih aktif sedangkan murid pasif karena perhatian hanya


terpusat pada guru saja.Murid seakan diharuskan mengikuti
segala apa yang disampaikan oleh guru, meskipun murid ada
yang bersifat kritis karena guru dianggap selalu benar
8. Metode Sumbang Saran
Sumbang saran merupakan suatu cara mengajar dengan
mengutarakan suatu masalah ke kelas oleh guru kemudian siswa
memjawab mengemukakan pendapat /jawaban dan komentar
seshingga masalah tersebut berkembang menjadi masalah baru.
a) Kelebihan metode sumbang saran
Susana disiplin dan demokratis dapat tumbuhAnak-anak aktif
untuk menyatakan pendapatnya Melatih siswa untuk berfikir
dengan cepat dan tersusun logis Merangsang siswa untuk
selalu berpendapat yang berhubungan dengan masalah uang
diberikan
oleh
guru
Terjadi
persaingan
yang
sehat
Meningkatkan partisipasi siwa dalam menerima pelajaran
Siswa yang kurang aktif menapat bantuan dari temannya yang
pandai atau dari guru
b) Kelemahan metode sumbang saran
Guru kurang memberi waktu kepada siswa untuk berfikir yang
baik
Anak yang kurang selalu ketinggalan Kadang-kadang
pembicaraan hanya dimonopoli oleh anak yang pandai Guru
hanya
menampang
pendapat-pendapat
tidak
pernah
merumuskan kesimpulan
9. Metode Unit Teaching
Metode unit teaching merupakan metode mengajar yang
memberikan kesempatan pada siswa secara aktif dan guru dapat
mengenal dan menguasai belajar secara unit.
a) Kelebihan metode unit teaching
Siswa dapat menggunakan sumber-sumber materi pelajaran
secara
luas

Siswa dapat belajar keseluruhan sesuai bakat Suasana kelas


lebih demokratis
b) Kelemahan metode unit teaching
Dalam melaksanakan unit perlu keahlian dan ketekunan
Perhatian guru harus lebih banyak dicurahkan pada bimbingan
kerja siswa Perencanaan unit yang tidak mudah Memerlukan
ahli yang betul-betul menguasai masalah karena semua
masalah yang belum tentu dapat dijadikan unit
10.

Metode Sandiwara

Metode sandiwara seperti memindahkan sepenggal cerita yang


menyerupai kisah nyata atau situasi sehari-hari ke dalam
pertunjukkan.
Penggunaan
metode
ini
ditujukan
untuk
mengembangkan diskusi dan analisa peristiwa (kasus). Tujuannya
adalah
sebagai
media
untuk
memperlihatkan
berbagai
permasalahan pada suatu tema (topik) sebagai bahan refleksi dan
analisis solusi penyelesaian masalah. Dengan begitu, rana
penyadaran
dan
peningkatan
kemampuan
analisis
dikombinasikan secara seimbang.
11.

Metode Penemuan (Discovery)

Metode penemuan merukan proses mental dimana siswa mampu


mengasimilasikan suatu proses atau prinsip-prinsip.(Sund)
a) Kelebihan metode penemuan
Dapat membangkitkan kegairahan belajar pada diri siswa
Teknik ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk
berkembang dan maju sesuai dengan kampuan masing-masing
Teknik ini mampu membantu siswa mengembangkan,
memperbanyak kesiapan serta penguasaan ketrampilan dalam
proses kognitif atau pengarahan siswa Siswa memperoleh
pengetahuan yang bersifat sebagai sangat pribadi atau
individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam
jiwa siswa tersebut
b) Kelemahan metode penemuan

12.
Ada yang berpendapat bahwa proses mental ini terlalu
meningkatkan proses pengertian saja Teknik ini tidak memberikan
kesempatan berfikir secara kreatif Para siswa harus ada kesiapan
dan
kematangan
mental
Bila kelas terlalu besar penggunaan teknik ini kurang berhasil
Bagi guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencanaan dan
pengajaran tradisional akan kecewa bila diganti dengan teknik
penemuan
Metode Eksperimen
a) Metode eksperimen merupakan salah satu cara mengajar
dimana seorang siswa diajak untuk beruji coba atau
mengadakan pengamatan kemudian hasil pengamatan itu
disampaikan
dikelas
dan
di
evaluasi
oleh
guru.
Kelebihan metode eksperimen
Siswa terlatih menggunakan metode ilmiah dalam menghadapi
segala masalah Mereka lebih aktif berfikir dan membuktikan
sendiri kebenaran suatu teori Siswa dalam melaksanakan
eksperimen selain memperoleh ilmu pengetahuan juga
menemukan
pengalaman
praktis
serta
ketrampilan
menggunakan alat-alat percobaan
b) Kelemahan metode eksperimen Seorang guru harus benarbenar menguasai materi yang diamati dan harus mampu
memanage
siswanya
Memerlukan waktu dan biaya yang sedikit lebih dibandingkan
yang lain
13.

Metode Permainan

Permainan (games), populer dengan berbagai sebutan antara lain


pemanasan (ice-breaker) atau penyegaran (energizer). Arti
harfiah ice-breaker adalah pemecah es. Jadi, arti pemanasan
dalam proses belajar adalah pemecah situasi kebekuan fikiran
atau fisik peserta. Permainan juga dimaksudkan untuk
membangun suasana belajar yang dinamis, penuh semangat, dan
antusiasme. Karakteristik permainan adalah menciptakan suasana
belajar yang menyenangkan (fun) serta serius tapi santai
(sersan). Permainan digunakan untuk penciptaan suasana belajar
dari pasif ke aktif, dari kaku menjadi gerak (akrab), dan dari jenuh
menjadi riang (segar). Metode ini diarahkan agar tujuan belajar

dapat dicapai secara efisien dan efektif dalam suasana gembira


meskipun membahas hal-hal yang sulit atau berat.Sebaiknya
permainan digunakan sebagai bagian dari proses belajar, bukan
hanya untuk mengisi waktu kosong atau sekedar permainan.
Permainan sebaiknya dirancang menjadi suatu aksi atau
kejadian yang dialami sendiri oleh peserta, kemudian ditarik
dalam proses refleksi untuk menjadi hikmah yang mendalam
(prinsip, nilai, atau pelajaran-pelajaran). Wilayah perubahan yang
dipengaruhi adalah rana sikap-nilai.

14.

Metode Kasus

Metode kasus merupakan metode penyajian pelajaran dengan


memanfaatkan kasus yang ditemui anak sebagai bahan pelajaran
kemudian kasus tersebut dibahas bersama untuk mendapatkan
penyelesaian atau jalan keluar.
a) Kelebihan metode kasus
Siwa dapat mengetahuai dengan pengamatan yang sempurna
tentang gambaran yang nyata yang betul-betul terjadi dalam
hidupnya sehingga mereka dapat mempelajari dengan penuh
perhatian dan lebih terperinci persoalannya. Dengan
mengamati, memikirkan, dan bertindak dalam mengatasi
situasi tertentu mereka lebih meyakini apa yang diamati dan
menemukan banyak cara untuk pengamatan dan pencarian
jalan keluar itu. Siswa mendapat pengetahuan dasar atau
sebab-sebab yang melandasi kasus tersebutMembantu siswa
dalam
mengembangkan
intelektual
dan
ketrampilan
berkomunikasi secara lisan maupun tulisan
b) Kelemahan metode kasus
Guru memerlukan banyak waktu untuk mempersiapkan bahan
kasus yang ditemui dan petunjuk cara pemecahannya yang
diperlukan
siswa
Banyak waktu yang digunakan untuk diskusi. Untuk kegiatan
kelompok membutuhkan fasilitas fisik yang lebih banyak
15.

Metode Inquiry

Metode inquiry adalah teknik pengajaran guru didepan kelas


dimana guru membagi tugas meneliti suatu masalah ke kelas.
Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing
kelompok mendapat tugas tertentu yang harus dikerjakan.
Kemudian mereka mempelajari, meneliti, dan membahas
tugasnya didalam kelompok kemudian dibuat laporan yang
tersusun baik dan kemudian didiskusikan secara luas atau melalui
pleno sehingga diperoleh kesimpulan terakhir.
a. Kelebihan metode inquiry
Mendorong siswa untuk berfikir dan atas inisiatifnya sendiri,
bersifat obyektif, jujur, dan terbuka. Situasi proses belajar
menjadi
lebih
merangsang.
Dapat
membentuk
dan
mengembangkan sel consept pada diri siswa Membantu dalam
menggunakan ingatan dan transfer pada situasi belajar yang
baru Mendorong siswa untuk berffikir intuitif dan merumuskan
hipotesanya sendiri
b. Kelemahan metode inquiry
Siswa perlu memerlukan waktu menggunakan daya otaknya
untuk berfikir memperoleh pengertian tentang konsep
16.

Metode Microteaching

Metode microteaching merupakan suatu latihan mengajar


permulaan bagi guru atau calon guru dengan scope latihan dan
audience yang lebih kecil dan dapat dilaksanakan dilingkungan
teman-teman setingkat sendiri atau sekelompok siswa dibawah
bimbingan dosen pembimbing atau guru pamong.
a) Kelebihan metode microteaching
Microteaching
merupakan
pengalaman
laboratoris
Microteaching dapat membantu dan menunjang pelaksanaan
praktek
keguruan
Microteaching dapat mengurangi kesulitan pengajaran di kelas
Microteaching memungkinkan ditingkatkannya pengawasan
yang ketat dan evaluasi yang mantap, teliti, dan obyektif
Dengan adanya feed back dalam microteaching yang beruupa
knowledge of resulte dapat diberikan langsung secara

mendalam
Diharapkan mahasiswa mempunyai bekal yang lebih kuat,
luas, dan mendalam
b) Kelemahan metode microteaching
Dapat menimbulkan efek departementalisasi atau ketrampilan
mengajar dan bila tidak diteruskan dengan praktek mengajar
secara
menyeluruh
Pengertian microteaching disalah tafsirkan dapat hanya
menitik beratkan pada ketrampilan guru sebagai pengantar
saja,
bukan
guru
dalam
arti
luas
Microteaching yang ideal memerlukan biaya yang banyak,
peralatan mahal, dan tenaga ahli dalam bidang teknis
maupun dalam bidang pendidikan pengajaran pada umumnya
dan metodologi pengajaran pada khususnya. Menuntut
perencanaan, pengetahuan, dan pelaksanaan yang cermat,
mendetail, logis, dan sistematis
17.

Metode Problem Solving

Metode problem solving merupakan metode yang merangsang


berfikir dan menggunakan wawasan tanpa melihat kualitas
pendapat yang disampaikan oleh siswa. Seorang guru harus
pandai-pandai
merangsang
siswanya
untuk
mencoba
mengeluarkan pendapatnya.
a) Kelebihan metode problem solving
Masing-masing siswa diberi kesempatan yang sama dalam
mengeluarkan pendapatnya sehingga para siswa merasa lebih
dihargai dan yang nantinya akan menumbuhkan rasa percaya
diri Para siswa akan diajak untuk lebih menghargai orang lain
Untuk membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan
lisannya
b) Kelemahan metode problem solving
Karena tidak melihat kualitas pendapat yang disampaikan
terkadang penguasaan materi sering diabaikan Metode ini
sering kali menyulitkan mereka yang sungkan mengutarakan
pendapat secara lisan

18.

Metode Karya Wisata

Metode karya wisata merupakan metode mengajar yang


dilaksanakan dengan mengajak siswa kesuatu tempat atau obyek
tertentu diluar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki
sesuatu.
a) Kelebihan metode karya wisata
Siswa dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang
dilakukan oleh para petugas obyek karya wisata itu serta
mengalami dan menghayati langsungSiswa dapat melihat
kegiatan para petugas secara individu atau kelompok dan
menghayatinya secara langsung Siswa dapat bertanya jawab
menemukan sumber informasi yang pertama untuk
memecahkan segala macam persoalan yang dihadapi Siswa
memperoleh
bermacam-macam
pengetahuan
dan
pengalaman yang terintegrasi
b) Kelemahan metode karya wisata
Karena dilakukan diluar sekolah dan jarak yang cukup jauh
maka memerlukan transport yang mahal dan biaya yang
mahal
Menggunakan waktu yang lebih panjang dari pada jam
sekolah
Biaya yang tinggi kadang-kadang tidak terjangkau oleh siswa
maka perlu bantuan dari sekolah
19.

Metode Latihan /Drill

Metode latihan merupakan metode mengajar dimana siswa


melaksanakan kegiatan latihan agar siswa memiliki ketegasan
atau ketrampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari.
a) Kelebihan metode pelatihan
Ketegasan dan ketrampilan siswa meningkat atau lebih tinggi
dari apa yang telah dipelajari Seorang siswa benar-benar
memehami apa yang disampaikan
b) Kelemahan metode pelatihan

Dalam latihan sering terjadi cara-cara atau gerak yang tidak


berubah sehingga menghambat bakat dan inisiatif siswa
Sifat atau cara latihan kaku atau tidak fleksibel maka akan
mengakibatkan penguasaan ketrampilan melalui inisiatif
individu tidak akan dicapai
20.

Metode Dialog

Metode dialog merupakan salah satu teknik metode pengajaran


untuk memberi motivasi pada siswa agar aktif pemikirannya
untuk bertanya selama pendengaran guru yang menyungguhkan
pertanyaan-pertanyaan itu dan siswa menjawab
a) Kelebihan metode dialog
Tanya jawab dapat membantu tumbuhnya perhatian siswa
pada pelajaran serta mengembangkan kemampuannya untuk
menggunakan pengetahuan dan pengalaman, sehingga
pengetahuannya
menjadi
fungsional
Siswa akan terbuka jalan pikirannya sehingga mencapai
perumusan yang baik dan tepat
b) Kelemahan metode dialog
Apabila motivasi kurang diberikan maka yang akan aktif hanya
mereka yang pandai menggutarakan pendapat secara lisan
Sering kali melupakan tujuan yang ingin dicapai karena waktu
yang disediakan habis untuk berdebat mempertahankan
pendapat
21.

Metode Mengajar Non Directive

Metode mengajar non direktive merupakan salah satu metode


mengajar dimana siswa melakukan observasi mereka sendiri
mampu melakukan analisis mereka sendiri dan mampu berfikir
sendiri.
a) Kelebihan metode non directive
Guru memberi permasalahan yang merangsang proses berfikir
siswa sehingga obyek belajar berkembang sesuai yang
diharapkan

Siswa menemukan sendiri pengetahuan yang digalinya aktif


berfikir dan menguasahi pengertian yang baik
b) Kelemahan
metode
non
direktive
Terjadi perbedaan pemahaman karena tingkat intelektual dan
cara
berfikir
siswa
berbeda
Seorang guru setiap saat harus mengoreksi cara berfikir siswa
agar
tidak
keliru
dalam
memahami
suatu
hal
22.Metode
Tanya
Jawab
Metode tanya jawab merupakan cara lisan menyajikan bahan
untuk
mencapai
tujuan
pengajaran.
a).Kelebihan
metode
tanya
jawab
Guru dapat mengetahui penguasaan pelajar terhadap bahan
yang
telah
disajikan
Dapat
digunakan
untuk
menyelidiki
pembicaraanpembicaaraan
untuk
menyemangatkan
pelajar
b).Kelemahan
metode
tanya
jawab
Guru hanya memberikan giliran pada pelajar tertentu saja
Hanya
dikuasai
oleh
siswa
yang
pandai
23.Metode
Katekesmus
Metode katekesmus merupakan suatu cara menyajikan bahan
pelajaran
dalam
bentuk
pertanyaan-pertanyaan
yang
jawabannya
sudah
ditentukan.
a).Kelebihan
metode
katekesmus
Keseragamaan dan kemurnian pengetahuan akan terjamin
Memudahkan cara mengajar guru karena pelajaran telah
tertulis
dalam
buku
b).Kelemahan
metode
katekesmus
Daya jiwa yang dikembangkan hanya ingatan atas jawaban
tertentu
saja
Kurang memberi rangsangan pada siswa karena bahan sudah
tersedia
baik
pada
guru
maupun
siswa
Inisiatif
para
siswa
terkekang
24.Metode
Prileksi
Metode prileksi merupakan suatu cara menyajikan pelajaran
dengan menggunakan bahasa lisan, menyuruh para pelajar
mendiskusikan, menganalisa, membanding-bandingkan dan
akhirnya menarik kesimpulan dari apa yang disajikan untuk
mencapai
tujuan
pengajaran.
a).Kelebihan
metode
prileksi
Pelajar
dan
guru
sama-sama
aktif

Menimbulkan
kompetisi
yang
sehat
antar
siswa
b).Kelemahan
metode
prileksi
Banyak
waktu
yang
digunakan
Kecekatan dan pengetahuan banyak dituntut dari guru dan
siswa
25.Metode
Proyek
Metode proyek adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran
yaitu pelajar dihadapkan kepada hal tertentu untuk
mempelajari dalam rangka mewujudkan tujuan belajar.
a).Kelebihan
metode
proyek
Pelajar
menjadi
aktif
Terbentuk
pribadi
yang
bulat
dan
harmonis
b).Kekurangan
metode
proyek
Menghabiskan
banyak
waktu
Harus
ada
persiapan
yang
mantap
26.Metode
Penyajian
Sistem
Regu
(Team
Work)
Metode penyajian sistem regu merupakan metode penyajian
dengan seorang guru yang dibantu tenaga teknis atau team
guru dalam menjelaskan suatu persoalan atau obyek belajar.
Sistem beregu ditangani lebih dari dua orang guru.
a).Kelebihan
metode
penyajian
sistem
regu
Interaksi
belajar
mengajar
akan
lebih
lancar
Siswa memperoleh pengetahuan yang luas dan mendalam
karena
diberikan
oleh
beberapa
guru
Guru lebih ringan tugas mengajarnya sehingga cukup waktu
untuk menyiapkan diri dalam membuat perencanaan
b).Kelemahan
metode
penyajian
sistem
regu
Bila seorang guru yang tidak mendapatkan giliran mengajar
tidak memanfaatkan waktu untuk belajar lebih lanjut atau
membuat
perencanaan
lebih
matang
27.Metode
Mengajar
Berprogama
Metode mengajar berprogama adalah cara menyajikan bahan
pelajaran dengan menggunakan alat tertentu untuk mencapai
tujuan
pengajaran.
a).Kelebihan
metode
berprogama
Pelajar menjadi aktif karena ikut memperagakan alat tersebut
Pelajar akan cepat mengetahui hasil dan kelemahannya
b).Kelemahan
metode
berprogama
Suka menyusun programa dari setiap mata pelajaran
Memproduksi alat-alat pengajar membutuhkan biaya dan
tenaga
yang
mahal
dan
banyak

Teaching machine itu tidak dapat merasakan apa yang


dirasakan
pelajar
28.Metode
Musyawarah
Metode musyawarah adalah cara menyajikan bahan pelajaran
melalui perundingan untuk mencapai musyawarah bersama.
a).Kelebihan
metode
musyawarah
Memperluas dan memperdalam pengetahuan pelajar tentang
pokok
yang
telah
dimusyawarahkan
Memupuk
dan
membina
kerjasama
serta
toleransi
Dapat
terintegrasi
mata
pelajaran-mata
pelajaran
Mudah
dilaksanakan
Baik
diigunakan
untuk
saling
bertukar
pikiran
b).Kelemahan
metode
musyawarah
Memakan
waktu
yang
banyak
Sukar dilaksanakan untuk pelajar yang masih duduk dikelas
rendah sekolah dasar, karena mereka belum mempunyai
pengetahuan
dan
pengalaman
yang
banyak
Hasil
musyawarah
belum
tentu
benar
29.Metode
Mind
Mapping
Pembelajaran ini sangat cocok untuk mereview pengetahuan
awal siswa. Sintaknya adalah: informasi kompetensi, sajian
permasalahan terbuka, siswa berkelompok untuk menanggapi
dan membuat berbagai alternatiu jawababan, presentasi hasil
diskusi kelompok, siswa membuat kesimpulan dari hasil setiap
kelompok,
evaluasi
dan
refleksi
a).Kelebihan
metode
mind
mapping
Permasalah
yang
disajikan
terbuka
Siswa
berkelompok
untuk
menanggapi
Dapat malatih siswa ntuk saling bekerja sama dalam diskusi
Sangat cocok untuk menglang kembali pengetahuan awal
siswa
b).Kelemahan
metode
mind
mapping
Banyak
membutuhkan
waktu
Sulit
untuk
mengalokasikan
waktu
Tuntutan
bagi
siswa
terlalu
membebani
30.Metode
Quantum
Memandang pelaksanaan pembelajaran seperti permainan
musik orkestra-simfoni. Guru harus menciptakan suasana
kondusif, kohesif, dinamis, interaktif, partisipatif, dan saling
menghargai. Prinsip quantum adalah semua berbicarabermakna, semua mempunyai tujuan, konsep harus dialami,

tiap usaha siswa diberi reward. Strategi quantum adalah


tumbuhkan minat dengan AMBak, alami-dengan dunia realitas
siswa,
namai-buat
generalisasi
sampai
konsep,
demonstrasikan melalui presentasi-komunikasi, ulangi dengan
Tanya jawab-latihan-rangkuman, dan rayakan dengan reward
dengan
senyum-tawa-ramah-sejuk-nilai-harapan.
Rumus quantum fisika asdalah E = mc2, dengan E = energi
yang diartikan sukses, m = massa yaitu potensi diri (akal-rasafisik-religi), c = communication, optimalkan komunikasi +
dengan
aktivitas
optimal.
a).Kelebihan
metode
Quantum
Suasana yang diciptakan kondusif, kohesif, dinamis, interaktif,
partisipatif,
dan
saling
menghargai
Setiap
pedapat
siswa
sangat
dihargai
Proses
belajarnya
berjalan
sangat
komunikatif
b).Kelemahan
metode
Quantum
Tidak semua guru dapat menciptakan suasana kondusif,
kohesif, dinamis, interaktif, partisipatif, dan saling menghargai
Berlabiahan
member
reward
pada
siswa
31.Metode
TGT
(Teams
Games
Tournament)
Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa
heterogen, tugas tiap kelompok bisa sama bisa berbeda.
Setelah memperoleh tugas, setiap kelompok bekerja sama
dalam bentuk kerja individual dan diskusi. Usahakan dinamikia
kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi
antar kelompok, suasana diskuisi nyaman dan menyenangkan
sepeti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara
guru bersikap terbuka, ramah , lembut, santun, dan ada sajian
bodoran. Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil
kelompok
sehingga
terjadi
diskusi
kelas.
Jika waktunya memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam
beberapa pertemuan, atau dalam rangaka mengisi waktu
sesudah UAS menjelang pembagian raport. Sintaknya adalah
sebagai
berikut:
1).Buat kelompok siswa heterogen 4 orang kemudian berikan
informasi
pokok
materi
dan
mekanisme
kegiatan
2).Siapkan meja turnamen secukupnya, missal 10 meja dan
untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang berkemampuan
setara, meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari tiap
kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditepati oleh
siswa yang levelnya paling rendah. Penentuan tiap siswa yang

duduk pada meja tertentu adalah hasil kesewpakatan


kelompok.
3).Selanjutnya adalah opelaksanaan turnamen, setiap siswa
mengambil kartu soal yang telah disediakan pada tiap meja
dan mengerjakannya untuk jangka waktu terttentu (misal 3
menit). Siswa bisda nmngerjakan lebbih dari satu soal dan
hasilnya diperiksa dan dinilai, sehingga diperoleh skor
turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok
asal. Siswa pada tiap meja tunamen sesua dengan skor yang
dip[erolehnay diberikan sebutan (gelar) superior, very good,
good,
medium.
4).Bumping, pada turnamen kedua ( begitu juga untuk
turnamen ketiga-keempat dst.), dilakukan pergeseran tempat
duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi,
siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama,
begitu pula untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa
dengan
gelar
yang
sama.
5).Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan
skor individual, berikan penghargaan kelompok dan individual.
a).Kelebihan metode TGT (Teams Games Tournament)
Melatih siswa untuk bekerjasama dalam kelompok diskusi
Suasana belajar nyaman, menyenagkan dan kondusif
Tercipta suasana kompetisi antara kelompok diskusikecil
b).Kelemahan metode TGT (Teams Games Tournament)
Tidak
efisien
waktu
Hanya dilaksanakan pada luang waktu selasai UAS
Belajarnya kurang efektif karena hanya bersifat games
32.Metode
Reciprocal
Learning
Weinstein & Meyer (1998) mengemukakan bahwa dalam
pembelajaran harus memperhatikan empat hal, yaitu
bagaimana siswa belajar, mengingat, berpikir, dan memotivasi
diri. Sedangkan Resnik (1999) mwengemukan bahwa belajar
efektif dengan cara membaca bermakna, merangkum,
bertanya,
representasi,
hipotesis.
Untuk mewujudkan belajar efektif, Donna Meyer (1999)
mengemukakan
cara
pembelajaran
resiprokal,
yaitu:
informasi, pengarahan, berkelompok mengerjakan LKSDmodul,
membacamerangkum.
a).Kelebihan
metode
reciprocal
learning
Mengedepankan
bagaimana
belajar
yang
efektif
Menekankan pada siswa bagaimana siswa itu belajar,

mengingat,
berpikir,
dan
memotivasi
diri
b).Kekurangan
metode
reciprocal
learning
Komunikasi
kurang
terjalin
Terlalu
berpusat
pada
siswa
33.Metode
Diskusi
Metode diskusi adalah suatu cara mengajar dengan cara
memecahkan masalah yang dihadapi, baik dua orang atau
lebih yang masing-masing mengajukan argumentasinya untuk
memperkuat
pendapatnya.
Tujuan
metode
ini
adalah
1).Memotivasi atau memberi stimulasi kepada siswa agar
berfikir
kritis,
mengeluarkan
pendapatnya,
serta
menyumbangkan
pikiran-pikirannya.
2).Mengambil suatu jawaban actual atau satu rangkaian
jawaban yang didasarkan atas pertimbangan yang saksama
Macam-macam
diskusi
yaitu
Diskusi
Publik
Diskusi
Fish
Bowl
Diskusi
Panel
Diskusi
Simposium
Diskusi
Kolokium
a).Kelebihan
metode
Diskusi
Terjadi interaksi yang tinggi antara komunikator dan
komunikan
Dapat
membantu
siswa
untuk
berfikir
lebih
kritis
Memotivasi atau memberi stimulasi kepada siswa agar berfikir
kritis, mengeluarkan pendapatnya, serta menyumbangkan
pikiran-pikiranny
b).Kekurangan
metode
Diskusi
Alokasi waktu yang sulit karena banyak memakan waktu
Tidak semua argument bias dilayani atau di ajukan untuk
dijawab
34.Metode
Penugasan
Suatu cara mengajar dengan cara memberikan sejumlah tugas
yang
diberikan
guru
kepada
murid
dan
adanya
pertanggungjawaban terhadap hasilnya. Tugas tersebut dapat
berupa
1).
Mempelajari
bagian
dari
suatu
teks
buku
2). Melaksanakan sesuatu yang tujuannya untuk melatih
kecakapannya
3).
Melaksanakan
eksperimen

4).
Mengatasi
suatu
permasalahan
tertentu
5).
Melaksanakan
suatu
proyek
a).Kelebihan
metode
penugasan
Melatih
siswa
untuk
menjadi
tangungjawab
Melatih
siswa
untuk
bias
belajar
mandiri
b).Kekurangan
metode
penugasan
Kadang siswa kurang memahami tugas yang diberikan guru
Membutuhkan
waktu
relative
lama
35.Metode
Praktek
Metode mendidik dengan memberikan materi pendidikan baik
menggunakan alat atau benda dengan harapan anak didik
mendapatkan
kejelasan
dan
kemudahan
dalam
mempraktekan
materi
yang
dimaksud.
a).Kelebihan
metode
Praktek
Siswa
lebih
mudah
mengerti
dan
memahami
Siswa bisa langsung mempraktekan setelah mensdapatkan
teori
b).Kekurangan
metode
Praktek
Ketidakkesediaan alat peraga atou prasana yang mendukung
Biasanya
membutuhkan
biaya
lab.
Yang
mahal
36.Metode
Koperatif
(CL,
Cooperative
Learning).
Pembelajaran koperatif sesuai dengan fitrah manusia sebagai
makhluk sosial yang penuh ketergantungan dengan otrang
lain, mempunyai tujuan dan tanggung jawab bersama,
pembegian tugas, dan rasa senasib. Dengan memanfaatkan
kenyatan itu, belajar berkelompok secara koperatif, siswa
dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing)
pengetahuan, pengalaman, tugas, tanggung jawab. Saling
membantu dan berlatih berinteraksi-komunikasi-sosialisasi
karena koperatif adalah miniature dari hidup bermasyarakat,
dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masingmasing.
Jadi
model
pembelajaran
koperatif
adalah
kegiatan
pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama
saling membantu mengkontruksu konsep, menyelesaikan
persoalan, atau inkuiri. Menurut teori dan pengalaman agar
kelompok
kohesif
(kompak-partisipatif),
tiap
anggota
kelompok terdiri dari 4 5 orang, siswa heterogen
(kemampuan, gender, karekter), ada control dan fasilitasi, dan
meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau
presentasi.

Sintaks pembelajaran koperatif adalah informasi, pengarahanstrategi, membentuk kelompok heterogen, kerja kelompok,
presentasi
hasil
kelompok,
dan
pelaporan.
a).Kelebihan metode Koperatif (CL, Cooperative Learning)
Mendorong siswa untuk berfikir dan atas inisiatifnya sendiri,
bersifat
obyektif,
jujur,
dan
terbuka
Situasi
proses
belajar
menjadi
lebih
merangsang
Dapat membentuk dan mengembangkan sel consept pada diri
siswa
Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada
situasi
belajar
yang
baru
b).Kekurangan metode Koperatif (CL, Cooperative Learning)
Siswa perlu memerlukan waktu menggunakan daya otaknya
untuk berfikir memperoleh pengertian tentang konsep
37.Metode Berbasis Masalah (PBL, Problem Based Learning)
Kehidupan adalah identik dengan menghadapi masalah. Model
pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan
untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada
masalah otentik dari kehidupan aktual siswa, untuk
merangsang kemamuan berpikir tingkat tinggi. Kondisi yang
tetap harus dipelihara adalah suasana kondusif, terbuka,
negosiasi, demokratis, suasana nyaman dan menyenangkan
agar
siswa
dapat
berpikir
optimal.
Indikator model pembelajaran ini adalah metakognitif,
elaborasi
(analisis),
interpretasi,
induksi,
identifikasi,
investigasi, eksplorasi, konjektur, sintesis, generalisasi, dan
inkuiri
a).Kelebihan metode Berbasis masalah (PBL, Problem Based
Learning)
Melatih siswa untuk berlatih menyelesaikan masalh dalam
kehidupan
seharihari
Merangsang kemamuan berpikir tingkat tinggi siswa
Suasana kondusif, terbuka, negosiasi, demokratis, suasana
nyaman dan menyenangkan agar siswa dapat berpikir optimal
b).Kekurangan metode Berbasis masalah (PBL, Problem Based
Learning)
Sulitnya membentuk watak siswa dan pembiasaan tingkah
laku
38.Merode
SAVI
Pembelajaran SAVI adalah pembelajaran yang menekankan
bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indra yang

dimiliki siswa. Istilah SAVI sendiri adalah kependekan dari:


Somatic yang bermakna gerakan tubuh (hands-on, aktivitas
fisik) di mana belajar dengan mengalami dan melakukan;
Auditory yang bermakna bahwa belajar haruslah dengan
melaluui mendengarkan, menyimak, berbicara, presentasi,
argumentasi, mengemukakan penndepat, dan menanggapi;
Visualization yang bermakna belajar haruslah menggunakan
indra
mata
melalui
mengamati,
menggambar,
mendemonstrasikan, membaca, menggunakan media dan alat
peraga; dan Intellectualy yang bermakna bahwa belajar
haruslah menggunakan kemampuan berpikir (minds-on)
belajar haruslah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih
menggunakannya
melalui
bernalar,
menyelidiki,
mengidentifikasi, menemukan, mencipta, mengkonstruksi,
memecahkan
masalah,
dan
menerapkan.
39.Metode
Pemberian
Tugas
Metode pemberian tugas adalah cara mengajar atau penyajian
materi melalui penugasan siswa untuk melakukan suatu
pekerjaan. Pemberian tugas dapat secara individual atau
kelompok. Pemberian tugas untuk setiap siswa atau kelompok
dapat
sama
dan
dapat
pula
berbeda.
Agar pemberian tugas dapat menunjang keberhasilan proses
pembelajaran,
maka
1).Tugas harus bisa dikerjakan oleh siswa atau kelompok siswa
2).Hasil dari kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dengan
presentasi oleh siswa dari satu kelompok dan ditanggapi oleh
siswa dari kelompok yang lain atau oleh guru yang
bersangkutan,
serta
3).Di akhir kegiatan ada kesimpulan yang didapat.
40.Metode
Problem
Terbuka
(OE,
Open
Ended)
Pembelajaran dengan problem (masalah) terbuka artinya
pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan
pemecahan berbagai cara (flexibility) dan solusinya juga bisa
beragam (multi jawab, fluency). Pembelajaran ini melatih dan
menumbuhkan orisinilitas ide, kreativitas, kognitif tinggi, kritis,
komunikasi-interaksi, sharing, keterbukaan, dan sosialisasi.
Siswa dituntuk unrtuk berimprovisasi mengembangkan
metode, cara, atau pendekatan yang bervariasi dalam
memperoleh jawaban, jawaban siswa beragam. Selanjutynya
siswa juga diminta untuk menjelaskan proses mencapai
jawaban tersebut. Denga demikian model pembelajaran ini

lebih mementingkan proses daripada produk yang akan


membentiuk pola pikir, keterpasuan, keterbukaan, dan ragam
berpikir.
Sajian masalah haruslah kontekstual kaya makna secara
matematik (gunakan gambar, diagram, table), kembangkan
permasalahan sesuai dengan kemampuan berpikir siswa,
kaitakkan dengan materui selanjutnya, siapkan rencana
bimibingan
(sedikit
demi
sedikit
dilepas
mandiri).
Sintaknya adalah menyajikan masalah, pengorganisasian
pembelajaran, perhatikan dan catat respon siswa, bimbingan
dan
pengarahan,
membuat
kesimpulan.
a).Kelebihan metode Problem Terbuka (OE, Open Ended)
melatih dan menumbuhkan orisinilitas ide, kreativitas, kognitif
tinggi, kritis, komunikasi-interaksi, sharing, keterbukaan, dan
sosialisas
Siswa dituntuk unrtuk berimprovisasi mengembangkan
metode, cara, atau pendekatan yang bervariasi dalam
memperoleh
jawaban,
jawaban
siswa
beragam
b).Kekurangan metode Problem Terbuka (OE, Open Ended)
Terlalu mementingkan proses daripada produk yang akan
membentiuk pola pikir, keterpasuan, keterbukaan, dan ragam
berpikir.
41.Metode
Eksperimen
Metode
eksperimen
adalah
suatu
cara
pengelolaan
pembelajaran di mana siswa melakukan aktivitas percobaan
dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang
dipelajarinya. Dalam metode ini siswa diberi kesempatan
untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri dengan
mengikuti
suatu
proses,
mengamati
suatu
obyek,
menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri
tentang obyek yang dipelajarinya. Di dalam TIK, percobaan
banyak dilakukan pada pendekatan pembelajaran analisis
sistem
terhadap
produk
teknik
atau
bahan.
Percobaan dapat dilakukan melalui kegiatan individual atau
kelompok. Hal ini tergantung dari tujuan dan makna
percobaan atau jumlah alat yang tersedia. Percobaan ini dapat
dilakukan dengan demonstrasi, bila alat yang tersedia hanya
satu
atau
dua
perangkat
saja.
42.Metode
Tutorial/Bimbingan
Metode
tutorial
adalah
suatu
proses
pengelolaan
pembelajaran yang dilakukan melalui proses bimbingan yang

diberikan/dilakukan oleh guru kepada siswa baik secara


perorangan atau kelompok kecil siswa. Disamping metoda
yang lain, dalam pembelajaran Pendidikan Teknologi Dasar,
metoda ini banyak sekali digunakan, khususnya pada saat
siswa
sudah
terlibat
dalam
kerja
kelompok.
Peran guru sebagi fasilitator, moderator, motivator dan
pembimbing
sangat
dibutuhkan
oleh
siswa
untuk
mendampingi mereka membahas dan menyelesaikan tugastugasnya
Penyelenggaraan metoda tutorial dapat dilakukan seperti
contoh
berikut
ini:
1).Misalkan sebuah kelas dalam bahan ajar Pengerjaan Kayu 2,
jam pelajaran pertama digunakan dalam bentuk kegiatan
klasikal untuk menjelaskan secara umum tentang teori dan
prinsip.
2).Kemudian para siswa dibagi menjadi empat kelompok untuk
membahas pokok bahasan yang berbeda, selanjutnya
dilakukan
rotasi
antar
kelompok.
3).Sementara para siswa mempelajari maupun mengerjakan
tugas-tugas, guru berkeliling diantara para siswa, mendengar,
menjelaskan
teori,
dan
membimbing
mereka
untuk
memecahkan
problemanya.
4).Dengan bantuan guru, para siswa memperoleh kebiasaan
tentang bagaimana mencari informasi yang diperlukan, belajar
sendiri
dan
berfikir
sendiri.
43.Dua
Tinggal
Dua
Tamu
Teknik belajar dua tinggal dua tamu dan bisa digunakan
bersama dengan teknik kepala nomor. Struktur dua tinggal
dua tamu memberi kesempatan kepada kelompok untuk
membagikan hasil dan informasi dengan kelompok lain.
Langkah-langkahnya
:
1).Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok berempat
2).Siswa
bekerja
sama
dalam
kelompok
tersebut
3).Setelah selesai, dua orang dari masing-masing kelompok
bertamu
ke
dua
kelompok
lain
4).Dua orang yang tinggal dalam kelompok bertugas
membagikan hasil kerja dan informasi mereka ke tamu
5).Tamu kembali ke kelompok mereka sendiri dan melaporkan
temuan
mereka
dari
kelompok
lain
6).Kelompok mencocokkan dan membahas hasil-hasil kerja
mereka

44.Metode
Karyawisata
(Field-Trip)
Karyawisata dalam arti metode mengajar mempunyai arti
tersendiri, berbeda dengan karyawisata dalam arti umum.
Karyawisata di sini berarti kunjungan ke luar kelas dalam
rangka belajar. Contoh: Mengajak siswa ke gedung pengadilan
untuk mengetahui system peradilan dan proses pengadilan,
selama satu jam pelajaran. Jadi, karyawisatadi atas tidak
mengambil tempat yang jauh dari sekolah dan tidak
memerlukan waktu yang lama. Karyawisata dalam waktu yang
lama dan tempat yang jauh disebut study tour.
Langkah- langkah Pokok dalam Pelaksanaan Metode
Karyawisata
1).Perencanaan
Karyawisata
Merumuskan
tujuan
karyawisata.
Menetapkan objek kayawisata sesuai dengan tujuan yang
hendak
dicapai.
Menetapkan
lamanya
karyawisata.
Menyusun rencana belajar bagi siswa selama karyawisata.
Merencanakan perlengkapan belajar yang harus disediakan.
2).Pelaksanaan
Karyawisata
Fase ini adalah pelaksanaan kegiatan belajar di tempat
karyawisata
dengan
bimbingan guru. Kegiatan belajar ini harus diarahkan kepada
tujuan yang telah ditetapkan pada fase perencanaan di atas.
3).Tindak
Lanjut
Pada akhir karyawisata siswa diminta laporannya baik lisan
maupun
tertulis,
mengenai
inti
45.Metode
Curah
Pendapat
Metode curah pendapat adalah suatu bentuk diskusi dalam
rangka
menghimpun
gagasan,
pendapat,
informasi,
pengetahuan, pengalaman, dari semua peserta. Berbeda
dengan diskusi, dimana gagasan dari seseorang dapat
ditanggapi (didukung, dilengkapi, dikurangi, atau tidak
disepakati) oleh peserta lain, pada penggunaan metode curah
pendapat pendapat orang lain tidak untuk ditanggapi. Tujuan
curah pendapat adalah untuk membuat kompilasi (kumpulan)
pendapat, informasi, pengalaman semua peserta yang sama
atau berbeda. Hasilnya kemudian dijadikan peta informasi,
peta pengalaman, atau peta gagasan (mindmap) untuk
menjadi
pembelajaran
bersama.
46.Metode
E-Learning

Metode Pembelajaran Berbasis E-learning adalah Kegiatan


pembelajaran yang memanfaatkan jaringan (Internet, LAN, &
WAN) sebagai media penyampaian, interaksi, dan fasilitas.
a).Kelebihan Metode Pembelajaran Berbasis E-learning
Proses pembelajaran tidak terbatas pada waktu dan tempat
Penyampaian materi dapat dilakukan secara lebih jelas dan
setiap
waktu
Pengerjaan tugas yang lebih singkat dan cenderung
berkembang
Acuan
materi
yang
tak
terbatas
b).Kelemahan Metode Pembelajaran Berbasis E-learning
Interaksi
dalam
pembelajaran
sangat
minim
Sosialisasi antar siswa terbatas.(hanya lewat tulisan, audio
dan
video
/
tidak
bertemu
langsung)
D.KESIMPULAN
Metode
pembelajaran
merupakan
rencana
tindakan
(rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan
pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam
pembelajaran yang disusun untuk mencapai tujuan tertentu.
Dalam
hal
ini
adalah
tujuan
pembelajaran
Dari semua metode mengajar yang telah disebutkan di atas
memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Suatu
metode akan cocok diterapkan dalam suatu suasana belajar
mengajar apabila metode tersebut cocok dengan suasana
yang sedang berlangsung, sesuai dengan kondisi yang sedang
dialami oleh peserta didik. Tidak ada metode yang paling baik
yang ada hanyalah bagaimana cara seorang pendidik mampu
melihat kondisi anak didiknya untuk menerapkan metode
mengajar yang paling cocok untuk peserta didiknya.
DAFTAR
PUSTAKA
Tim D II PGSD. 2007. Strategi Belajar Mengajar. Surakarta :
UNS
Perss.
Gulo ,W . 2002 . Strategi Belajar Mengajar . Jakarta : Grasindo.
Hamalik, Oemar. 1990. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan
Belajar.
Bandung:
Tarsito
Uno, B. Hamzah. 2006. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta:
Bumi
Aksara
Karo

Karo,
Ulihbukit
.
1981
.Metodologi
Pengajaran.Salatiga:CV
Saudara.
N.K. Roestiyah. 1991 . Strategi Belajar Mengajar . Jakarta :

Rineka
Cipta
Sudjana, Nana. 1989 . Dasar dasar Proses Belajar Mengajar.
Bandung:
Sinar
Baru.
Joyce Bruce. Et al. 2000. Models of Teaching. 6th Ed. Allyn &
Bacon:
London
Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Media
Prenada
Yamin, Martinis.2003.MetodePembelajaran yang
Berhasil.
Jakarta:Sasana
Mitra
Suksesa.
http://id.wordpress.com/
http://sutisna.com/
http://firstiawan.tk
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/09/12/pengertianpendekatan-strategi-metode-teknik-taktik-dan-modelpembelajaran/
http://www.muhfida.com/model-model pembelajaran.html
http://sucipto.guru.fkip.uns.ac.id/2009/11/26/metode-belajar/