Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN KEGIATAN

PENGAMBILAN SAMPEL MAKANAN JADI PADA TPM DI WILAYAH


PELABUHAN
TAHUN 2014
A. LATAR BELAKANG
Kantor Kesehatan Pelabuhan merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT)
Kementerian Kesehatan yang mempunyai tugas mencegah masuk dan
keluarnya penyakit menular potensial wabah, kekarantinaan, pelayanan
kesehatan terbatas di wilayah kerja pelabuhan serta pengendalian dampak
kesehatan lingkungan. Dalam melaksanakan tugas pokok di atas terdapat 16
fungsi untuk mendukung tugas tersebut salah satunya kegiatan pengawasan
Tempat Pengolahan Makanan.
Untuk melindungi masyarakat pelabuhan dari faktor risiko lingkungan
yang

akan

berdampak

pada

kesehatan,

salah

satunya

adalah

terselenggaranya pengawasan terhadap Tempat Pengelolaan Makanan (TPM)


yang memenuhi persyaratan kesehatan. Kegiatan ini dilakukan melalui
pembinaan terhadap pengelola dan penjamah makanan pada tempat
pengelolaan dan penyediaan makanan di wilayah kerja Pelabuhan Kendari.
Kegiatan

pengawasan

pengamanan

makanan/minuman

ini

meliputi

pengawasan terhadap kebersihan peralatan, pengolahan dan penyajian


makanan/minuman, serta pengambilan sampel makanan. Selain itu hygiene
perorangan

masing-masing

penjamah

makanannya

dan

pemeriksaan

organoleptis makanan yang siap disajikan.


Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia karena di dalamnya
mengandung nutrisi yang diperlukan antara lain untuk pertumbuhan badan,
memelihara jaringan tubuh yang telah tua atau rusak, diperlukan untuk
proses metabolisme dalam tubuh dan menghasilkan energi untuk dapat
melakukan aktivitas.
Makanan merupakan suatu hal yang sangat penting di dalam
kehidupan manusia, makanan yang kita makan bukan saja harus memenuhi
gizi dan mempunyai bentuk yang menarik, akan tetapi juga harus aman
dalam arti tidak mengandung mikroorganisme dan bahan-bahan kimia yang
dapat menyebabkan penyakit. Beberapa macam penyakit yang ditularkan
oleh makanan disebabkan karena keadaan lingkungan yang kurang baik.
Untuk mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh
makanan, maka ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam
pengambilan sampel makanan jadi:
1. Tenaga pengambil
2. Peralatan yang digunakan dalam pengambilan sampel

3. Cara pengambilan sampel


4. Cantumkan label pengiriman
B. LANDASAN HUKUM
1. UU No. 1 tahun 1962 tentang Karantina Laut;
2. UU No. 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular;
3. UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan;
4. PP No. 40 tahun 1991 tentang Penanggulangan Wabah Penyakit Menular;
5. Permenkes No. 356/Menkes/Per/IV/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Kantor Kesehatan Pelabuhan;
6. Permenkes No. 1098 tahun 2003, tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi
Rumah Makan dan Restoran;
7. Permenkes No. 1096 tahun 2011 tentang Hygiene Sanitasi Jasaboga;
8. Pedoman Pelaksanaan Teknis Pengawasan Dit.Jen. PP & PL Dep. Kes RI;
9. International Health Regulation tahun 2005.
C. ALAT DAN BAHAN
1. Botol contoh atau kantong plastik yang steril untuk wadah contoh
2. handshoen
3. Spidol kecil
4. Stiker Label
5. Sabun desinfektan
6. Termos es
7. Dry ice
8. Daftar TPM yang dilakukan pengambilan sampel
D. TUJUAN
1. Untuk mengetahui kontaminasi makanan yang telah diolah dan siap untuk
dikonsumsi;
2. Untuk memberikan dorongan (motivasi) kepada pengusaha dan karyawan
agar terus menerus meningkatkan kesehatan dalam hal pengolahan
makanan dan menghidari hal-hal yang dapat memungkinkan terjadinya
kontaminasi terhadap makanan yang dikelola
3. Terdeteksinya faktor risiko penyakit yang dapat menular melalui makanan
(food borne disease).

E. SASARAN KEGIATAN
Sasaran kegiatan dalam Pengambilan sampel makanan pada TPM di
Wilayah KKP Kelas II Kendari dilaksanakan pada 77 (tujuh puluh tujuh) TPM
dengan rincian sebagai berikut :

F. PETUGAS PELAKSANA

Petugas pelaksana kegiatan ini adalah staf Seksi Pengendalian Risiko


Lingkungan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Kendari.
G. WAKTU PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan ini dilaksanakan pada Semester I & II Tahun 2015.
H. PROSEDUR KERJA
1. Persiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk mengambil sampel;
2. Petugas datang ke rumah makan dilengkapi dengan surat tugas dan
membawa alat dan bahan yang diperlukan;
3. Petugas melakukan pengambilan sampel makanan secara random. Lalu
kemudian dimasukkan kedalam plastik yang telah disediakan dan
dimasukkan ke dalam termos berisi dry ice;
4. Petugas segera mengirim sampel ke laboratorium untuk pemeriksaanpemeriksaan yang diperlukan.
I. HASIL KEGIATAN
Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang
diperoleh dari TPM yang dilakukan pengawasan pada Buffer dan Perimeter
Area di KKP Induk maupun wilayah kerjanya terlampir.
J. REKOMENDASI
Dari semua tempat pengolahan makanan yang dilakukan pengawasan
dan

pengambilan

sampel

disarankan

untuk

tetap

menjaga

dan

meningkatkan kebersihan warung makan serta penjamah makanannya, agar


konsumen terhindar dari penyakit yang bersumber dari makanan yang tidak
memenuhi syarat kesehatan. Untuk hasil pemeriksaan positif, pemilik TPM
harus selalu menjaga kebersihan mulai dari proses pemilihan bahan
makanan

sampai

makanan

tersebut

jadi

dan

siap

disajikan

kepada

konsumen. Selain itu perlu menjaga hygiene dari penjamah makanan agar
tidak terjadi kontaminasi terhadap makanan yang akan disediakan.

K. PENUTUP
Demikian Laporan Kegiatan ini untuk dapat dijadikan sebagai bahan
acuan dalam Perencanaan Program Pengawasan TPM di Kantor Kesehatan
Pelabuhan Kelas II Kendari.
Kendari, 30 November 2014

Kepala Seksi Pengendalian

Pembuat
Risiko

Laporan,
Lingkungan,

Asrun Salam, SKM, M.Kes


Adawiyah Surastika Tawulo, SKM
NIP 19630907 198903 1 003
NIP 19890129 201212 2 001
Kesehatan Pelabuhan Kelas II Kendari

Bachtian AW, SKM, M.Sc.PH


NIP 196308281986031004

LAPORAN KEGIATAN
PENGAWASAN TEMPAT PENGOLAHAN MAKANAN
Bulan Maret 2015

Seksi Pengendalian Risiko Lingkungan

KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS II KENDARI