Anda di halaman 1dari 43

Nama Penyakit/ Diagnosis

OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS


Kriteria diagnosis
Keluhan

Peradangan telinga tengah berulang dan berjalan lama dan tidak sembuhsembuh.

Otere yang terus menerus lebih dari 2 bulan atau sering kambuh/ berulang
yang disertai keluhan gangguan pendengaran.

Pemeriksaan
Radang pada telinga tengah, yang disertai ketulian dalam beberapa tingkatan.
Diagnosis banding

Otitis media akut

Otitis eksterna

Tumor telinga

Pemeriksaan penunjang
Laboratorium darah + urin rutin
Foto rontgen mastoid

bila perlu

Bakteri secret
Pemeriksaan audiometri
Cari faktor predisposisi (Rhinitis Alergi, Sinusitis, dll).
Konsultasi

Dokter Spesialis Saraf

Dokter Spesialis Bedah Saraf bila terdapat kecurigaan ke arah penyulit


intraktanial

Perawatan RS
Rawat inap, bila terjadi komplikasi

205

Terapi

Konservatif / medikametosa

Bila perlu operasi

Pengobatan faktor predisposisi

Edukasi
-

Jaga kebersihan telinga dari kotoran/ air (tidak boleh berenang, tidak boleh
mengorek telinga dengan benda kotor, dll).

Penyulit

Mastoiditis

Abses retroaurikuler

Paresis/paralysis N.VII

Labirinitis/Petrositis

Komplikasi Intrakranial Sepsis

Informed consent
Bila perlu tindakan.
Lama perawatan
Tergantung kebutuhan.
Masa pemulihan (-)
Ouput/ Luaran
Sembuh parsial dengan gangguan pendengaran.
PA
Bila perlu.
Otopsi/ Risalah rapat
Bila perlu.

206

Nama penyakit/diagnosis
OKLUSI TUBA EUSTACIUS
Kriteria diagnosis
Keluhan

Kurang pendengan (tuli hantar), telinga rasa penuh/tersumbat

Otofoni (suara sendiri lebih keras terdengar), Otalgia (derajat ringan, sampai
berat).

Kadang-kadang vertigo/dizziness

Riwayat sering pilek atau menjalani penerbangan (kausal).

Pemeriksaan fisik
Refleks cahaya menurun sampai dengan menghilang, kadang retraksi membran
timpani.
Diagnosis banding

Timpanosklerosis

Atelaktasis membran timpani

Pemeriksaan penunjang

Tes suara/ tes garpu tala

Bila dimungkinkan audiometri, timpanometri

Konsultasi (-)
Perawatan RS

Rawat jalan

Rawat inap bila dilakukan tindakan operatif (niringotomi/ parasintesis).

207

Terapi
Terapi Kausal (predisposisi) :

Akibat palatoskisis

: operasi palatoplasti

Akibat ISPA

: pengobatan ISPAnya

Akibat alergi

: atasi alergi

Akibat adenoiditis

: adenoidektomi

Terapi Konservatif :

Tes Valsava

Pneumomassase

Polisterisasi

Menghilang obstruksi kavum nasi

Kateterisasi

Tampon hidung harus dilindungi antibiotika

Tindakan operatif
Kadang-kadang perlu parasentesis atau pemasangan grommet
Edukasi :
Bila sedang pilek tidak boleh melakukan penerbangan.
Penyulit

Tuba kataral

Hidrotimpanum

Otitis media akut

Informed consent
Tertulis, bila diperlukan tindakan
Lama perawatan (-)
Masa pemulihan
208

Sangat bergantung pada penyebab nya.


Output/ Luaran

Sembuh total

Sering kambuh

PA
Tidak perlu
Autopsi/ Risalah rapat (-)

209

Nama penyakit/diagnosis
OTITIS EKSTERNA (BENIGNA)
Kriteria diagnosis
Keluhan

Sensasi radang di telinga luar (nyeri tekan, nyeri tarik).

Sering timbul akibat : infeksi, usia tua, diabetes, iritasi (mekanis, termis,
kimiawi, radiasi).

Pemeriksaan fisik
Tanda-tanda radang di liang telinga, kadang-kadang disertai secret dan tanda-tanda
infeksi jamur.
Diagnosis banding

Otitis media.

Radang sekitar telinga.

Konsultasi (-)
Perawatan RS
Rawat jalan.
Terapi

Terapi konservatif (Medikamentosa).

Lokal (obat tetes/ salep yang didahului dengan pembersihan liang telinga
dengan H2O2 3%.

Sistemik.
210

Edukasi :
-

Tidak boleh mengkorek korek telinga.

Penyulit

Karena perluasan penyakit Otitis eksterna benigna

Infeksi sistemik

Perikondritis

Informed consent (-)


Lama perawatan (-)
Masa pemulihan (-)
Output/ Luaran
Sembuh total.
Bisa berulang (karena trauma atau karena jamur).
PA (-)
Otopsi/ Risalah rapat (-)

211

Nama penyakit/ diagnosis


SERUMEN SUMBAT (CERUMEN PLUG)
Kriteria diagnosis
Keluhan
Sumbatan pada telinga, terdapat gangguan pendengaran dan kadang kadang nyeri
telinga.
Pemeriksaan
Sumbatan oleh serumen pada liang telinga luar.
Diagnosis banding

Otitis eksterna

Tumor jinak liang telinga

Benda asing di liang telinga

Pemeriksaan penunjang (-)


Konsultasi (-)
Perawatan
Rawat jalan
Terapi
212

Terapi konservatif

Ekstaksi, irigasi

Medikamentosa paska ekstraksi (lokal/ sistemis, bila perlu).

Edukasi :
-

Dilakukan pemeriksaan telinga secara berkala (4 6 bulan) ke dokter THT.

Jangan dibiasakan mengkorek telinga sendiri.

Penyulit
Karena penyakit :
-

Otitis eksterna

Otitis media

Informed consent (-)


Lama perawatan (-)
Masa pemulihan
Bila terdapat infeksi sekunder, dapat beristirahat 1-2 hari.
Ouput/ Luaran
Sembuh total
PA (-)
Otopsi/ Risalah rapat (-)

213

Nama penyakit/ diagnosis


BENDA ASING TELINGA
Kriteria diagnosis
Keluhan

Telinga kemasukan benda asing.

Biasanya tidak menimbulkan gejala, kecuali bila benda asing bergerak (benda
asing hidup) atau bila telah terjadi reaksi radang.

Pemeriksaan
Tampak benda asing dalam liang telinga.
Diagnosis banding

Serumen sumbat.

Otitis eksterna.

Pemeriksaan penunjang (-)


Konsultasi (-)
Perawatan
Rawat jalan, kecuali bila memerlukan tindakan ekstraksi dalam anestesi umum.

214

Terapi
Ekstrasi benda asing
Edukasi :
Dilarang memasukkan benda apapun kedalam liang telinga.
Penyulit

Otitis eksterna

Perforasi membran timpani

Informed consent
Bila diperlukan ekstraksi dalam anestesi umum
Lama perawatan

Rawat jalan

Rawat Inap, hanya pada tindakan ekstraksi dengan anestesi umum.

Masa pemulihan (-).


Output/ Luaran
Sembuh total
PA (-)
Otopsi/ Risalah rapat (-)

215

Nama penyakit/ diagnosis


SINUSITIS MAKSILA AKUT
Kriteria Diagnosis
Keluhan

Nyeri dan rasa tertekan di daerah maksial ipsilateral, sering menjalar ke gigi,
periorbita dan daerah temporal.

Purulent rhinorrhoe, post nasal drip dengan bau tak sedap (seperti telor
busuk).

Demam, malaise, hidung tersumbat.

Nyeri bertambah pada posisi duduk atau sujud.

Riwayat sakit gigi rahang atas bila infeksi gigi sebagai penyebab (dentogen).

Pemeriksaan

Rinoskopi anterior, mukosa udem, hiperemi, sekret purulent di meatus


mediaus yang bertambah jelas setelah pemberian tampon yang mengandung
adrenalin.

Rinoskopi posterior, post nasal drip (+).

Pada kasus dentogen, bisa terdapat karies sampai dengan gangren.

Diagnosis banding
216

Dental neuralgia

Trigeminal neuralgia

Migrain

Pemeriksaan penunjang

Foto sinus paranasal

CT-Scan

Endoskopi hidung dan sinus paranasal

Laboratorium : darah rutin

Konsultasi
Sesuai kebutuhan

Perawatan

Rawat jalan

Rawat inap bila disertai penyulit yang memerlukan rawat inap.

Terapi

Antibiotik kurang lebih 2 minggu

Dekongestan lokal, efedrin atau xyoloetazolin (otrivin) 3-5 hari

Antihistamin

Analgetik

Pungsi dan irigasi sinus maksila, sebaiknya dilakukan setelah beberapa


hari pemberian antibiotik.

Pengobatan/ perawatan gigi bila penyakit gigi sebagi kausal (dentogen).

Edukasi :
Bila sakit gigi, terutama rahang atas segera diobati.
Penyulit
Selulitis orbita.
217

Informed consent (-)


Lama perawatan (-)
Masa pemulihan (-)
Output/ Luaran
Baik.
PA (-)
Otopsi/ Risalah rapat (-)

Nama penyakit/ diagnosa


SINUSITIS FRONTAL AKUT
Kriteria diagnosis
Keluhan

Nyeri di daerah frontal, biasanya nyeri menetap 1-2 jam saat bangun pagi dan
hilang pada sore hari.

Demam, malaise

Riwayat sering pilek sebelumnya.

Pemeriksaan

Pembengkakan di daerah pelpebra superior yang pada penekanan/ perkusi


menimbulkan nyari di frontal.

Rinoskopi anterior.

Mukosa membengkak, hiperemis, secret purulent.

Setelah pemasangan tampon yang mengandung adrenalin, tampak pus


menetes di meatus medius.
218

Diagnosis banding
Migrain
Pemeriksaan penunjang

Foto polos sinus paranasal.

CT-Scan.

Endoskopi hidung dan sinus paranasal.

Laboratorium : Darah rutin.

Konsultasi
Sesuai kebutuhan
Perawatan
Rawat jalan.
Rawat inap hanya untuk kasus berat yang memerlukan tindakan bedah segera
atau kasus kasus yang memerlukan pemberian obat antibiotika intra vena.
Terapi
Antibiotik dekongestan lokal, antihistamin dan analgetika.
Tindakan bedah untuk drainase :
Eksternal insisi sedikit di bawah bagian medial kelopak mata.
Internal dekompresi dengan endoskopi (FESS/ BSEF).
Edukasi :
Bila pilek segera berobat.
Penyulit
Meningitis.
Abses epidural.
Empisema Subdural.
Abses otak.
Osteomielitis.
219

Sinusitis frontalis kronis.


Informed consent
Untuk tindakan bedah
Lama perawatan
Tergantung keadaan
Masa pemulihan
Tanpa penyulit, 1-2 minggu
Output/ Luaran
Baik.
PA (-)
Otopsi/ Risalah rapat (-)

Nama penyakit/ diagnosis


SINUSITIS EDMOIDITIS AKUT
Kriteria diagnosis
Keluhan
Hidung tersumbat, ingus purulent.
Nyeri didaerah glabela atau kantus medial.
Bila disertai nyeri di daerah retroorbita, sinus edmoid posterior ikut kena.
Nyeri berulang saat batuk atau menggerakkan kepala pada posisi tertentu dan
nyeri berkurang bila kepala dipertahankan pada posisi tegak.
Nyeri juga dapat timbul saat bola mata digerakkan kearah lateral.
Demam dan malaise.
Pemeriksaan
220

Kemerahan/ bengkak didaerah fossa lakrimal.


Rinoskopi anterior, mukosa rongga hidung membengkak, hiperemis sekret
purulent (+).
Rinoskopi posterior, PND (+).
Diagnosis banding (-)
Pemeriksaan penunjang
Foto polos sinus paranasal.
CT-Scan.
Endoskopi hidung dan sinus paranasal.
Laboratorium : Darah rutin.
Konsultasi
Sesuai kebutuhan
Perawatan
Rawat jalan
Rawat inap hanya untuk tindakan bedah/ emergensi/ kasus dengan komplikasi.
Terapi
Antibiotik, lokal dekongestan, antihistamin dan analgetika.
Tindakan bedah pada kasus emergensi dapat berupa :

Etmodektomi eksterna

Etmodektomi interna (FESS/ BSEF).

Penyulit
Selulitis orbita.
Abses orbita.
Penyulit operasi antara lain CSF Lek, cedera otot bola mata.
Sinusitis Edmoidalis kronis.
Informed consent
221

Hanya untuk tindakan bedah.


Masa pemulihan
Tanpa penyulit, 1-2 minggu.
Output/ Luaran
Baik.
PA (-)
Otopsi/ Risalah rapat (-)

Nama Penyakit/ diagnosis


SINUSITIS SPHENOID AKUT
Kriteria diagnosis
Keluhan
Nyeri kepala sebelah/ ipsilateral, lebih sering terasa di satu lokasi, biasanya
frontotemporal atau retroorbital.
Hiperestesi/ hipestesi daerah pipi (daerah V1, V2).
Hidung tersumbat, purulent rhinorrho.
Pemeriksaan
Rinoskopi anterior, mukosa udem, hiperemis secret purulent.
222

Rinoskopi posterior, PND (+).


Diagnosis banding
Migrain
Pemeriksaan penunjang
Foto sinus paranasal.
CT-Scan
Endoskopi hidung dan sinus paranasal.
Laboratorium : Darah rutin.
Konsultasi
Sesuai kebutuhan.
Perawatan
Karena letak sinus sphenoid dekat dengan otak dan saraf kranial, sebaiknya setiap
sphenoiditis akut dirawat.
Terapi
Antibiotik (sebaiknya intra vena).
Lokal dekongestan, antihistamin dan analgetik.
Tindakan bedah, intranasal dekompresi dengan endoskopi (FESS/ BSEF).
Penyulit
Meningitis
Abses intra kranial
Trombosis sinus kavernosus
Optik neuritis
Informed consent
Hanya untuk tindakan bedah.
Lama perawatan
223

Labih kurang satu minggu


Masa pemulihan
1-2 minggu
Output/ Luaran
Baik
PA (-)
Otopsi/ Risalah rapat (-)

Nama penyakit/ diagnosis


RHINITIS VASOMOTOR
Kriteria diagnosis
Keluhan
Hidung tersumbat (sisi yang tersumbat bergantian) dan excessive rhinore terjadi
bergantian.
Hidung tersumbat berat saat bangun tidur dan berkurang/ menghilang setelah
siang.
Rhonorroe dikaitkan dengan paroxymax sneezing.
Lendir ke tenggorok, sakit kepala dan maiaise.
Pemeriksaan
Gejala hidung tersumbat dominan, konka membesar, udem, warna pucat sampai
merah felap, permukaan licin sampai granuler.
Gejala hidung berair dominan, ukuran konka normal, pucat, permukaan licin dan
banyak dijumpai secret.
Pada rhinoskopi posterior, ujung inferior konka kadang kadang membesar dan
pucat (dapat memberikan keluhan hidung tersumbat).
Diagnosis banding
224

Rhinitis alergi.
Sinusitis.
Pemeriksaan penunjang
Foto sinus paranasal.
CT-Scan sinus paranasal.
Endoskopi hidung dan sinus paranasal.
Tes alergi (skin prick test).
Konsultasi
Sesuai kebutuhan.

Perawatan
Rawat jalan
Rawat inap
Terapi
Konservatif

Antihistamin.
Dekongestan (oral / topikal).
Topikal kortikosteroid, Beclomethsone propionat 2x sehari dengan dosis 100200 microgram/hari dan dapat dinaikkan sampai 400 microgram/hari.
Biasanya efek baru terlihat setelah 2 minggu.
Operatif

Sub mukosal diatermi.


Turbinektomi.
Vidian neurektomi.
Penyulit
Sinusitis.
225

Penyulit akibat tindakan/ operasi, rhinitis atrofi (CC, Turbektomi), diplopia,


penetrasi infraorbita dan palatum, gangguan lakrimasi, kebutaan, infraorbita
neuralgia (Vidian neurektomi).
Informed consent
Hanya untuk operasi.
Lama perawatan
2-5 hari (kasus operasi).
Masa pemulihan
Lebih kurang 2 minggu
Output/ Luaran
Rekuren/ kambuh tinggi.
PA (-)
Otopsi/ Risalah rapat (-)
Nama penyakit/diagnosis
RHINITIS KRONIK ALERGIK
Kriteria diagnosis
Keluhan
Empat gejala utama yaitu bersin, beringus, hidung tersumbat dan hidung gatal.
Gejala-gejala tersebut bersifat menahun dan hilang timbul terkait dengan kontak
allergen, bertambah pada perubahan musim, suhu udara dan kelembaban.
Tanda tanda atopik yang lain.
Pemeriksaan
Mukosa hidung dan konka edema, licin, pusat, livide dan basah.
Kadang-kadang disertai polip.
Ditemui tanda alergik salute dan suatu garis alergik disisi hidung (pipi).
Diagnisis banding
Rhinitis vasomotor
226

Rhinitis infeksi
Rhinitis medikamentosa
Pemeriksaan penunjang
IgE total serum (umumnya > 150)
Kerokan mukosa konka. Secret hidung, umumnya eosinofilia.
Foto polos sinus paranasal.
Endoskopi hidung.
Test alergi (skin prick test).
Konsultasi
Internis/ Klinik Alergi/ Asma
Perawatan
Rawat jalan
Rawat inap hanya bila terjadi penyulit, baik akibat penyakit atau pun akibat
pengobatan.
Terapi
Konservatif (edukasi) :

Hindari allergen
Meningkatkan ketahanan tubuh.
Obat, antagonis histamin.
Bila perlu, steroid, elektrokauterisasi/ kemokauterisasi konka.
Immunotherapi
Operatif

Konkotomi.
Vidianneurektomi.
Penyulit

Karena penyakit.
Sinusitis.
Otitis media.
227

Polip hidung.
Hip/ anosmia
Karena tindakan bedah

Epistaksis/ anosmia.

Karena immunoterapi
Reaksi sistemik ringan, bronkospasme sampai syok anafilaksis.

Informed consent
Tertulis, untuk tindakan bedah.
Masa pemulihan
Paska tindakan bedah, lebih kurang tujuh hari.
Rawat jalan, bila diperlukan 2-3 hari.
Output/ Luaran
Umumnya sembuh parsial, dapat juga sembuh total
Komplikasi penyulit dapat dijumpai seperti epistaksis, moon face.
PA : Khusus untuk tindakan bedah dan bersifat selektif.
Otopsi/ Risalah rapat (-).
Nama penyakit/ diagnosis
RHINITIS KRONIK INFEKSIOSA (HIPERTOFI)
Kriteria diagnosis
Keluhan
Gejala utama : ingus kental/ berwarna, hidung tersumbat, kadang kadang
hidung terasa panas/ perih dan gatal.
Gejala tambahan nyeri di pipi/ dahi, demam, sefalgia.
Gejala gejala tersebut diatas bersifat menahun dan hilang timbul.
Pemeriksaan
Mukosa hidung dan konka udem (hypertrophy) dengan permukaan tidak licin,
hiperemis, basah dan berlendir.

228

Diagnosis banding
Rhinitis vasomotor.
Rhinitis alergi.
Rhinitis medikamentosa.
Pemeriksaan penunjang
IgE total serum (umumnya < 100)
Biakan mikroorganisme secret hidung dan tes sensitivitasnya
Foto polos sinus paranasal
Endoskopi hidung dan sinus paranasal
Test alergi (skin prick test).
Konsultasi
Sesuai kebutuhan.
Perawatan
Rawat jalan, kecuali ada tindakan operatif.
Terapi
Antibiotik, dekongestan dan mukolitik.
Terapi bedah hanya bila diperlukan (konkotomi, dll).
Penyulit
Karena penyakit

Sinusitis

Otitis media

Polip hidung

Hip/anosmia

Meningitis

Tonsilofaringitis kronis

Penyakit sistemik lainnya


Karena tindakan bedah

Epistaksis
229

Anosmia

Sinekia

Informed consent
Hanya pada tindakan bedah
Lama perawatan
Pasien pasca bedah, lebih kurang 1 minggu.
Output/ Luaran
Umumnya sembuh total.
PA (-)
Otopsi/ Risalah rapat (-)

Nama penyakit/ diagnosis


RHINITIS KRONIK INFEKSIOSA (ATROFI)
Kriteria diagnosis
Keluhan
Hidung tersumbat.
Epistaksis.
Gangguan penciuman (tidak selalu).
Pemeriksaan
Pada kavum nasi dijumpai krusta hijau kecoklatan, bila diangkat kadang kadang
berdarah dan berbau.
Atrofi konka.
230

Diagnosis banding
Nasal sifilis.
Pemeriksaan penunjang
Foto polos sinus paranasal.
Swab secret hidung untuk kultur dan resistensi
Serologikal test (menyingkirkan sifilis).
Konsultasi (-).
Perawatan
Rawat jalan, kecuali bila dilakukan operasi.
Terapi

Konservatif
Cuci hidung 2x sehari dengan :

Sodium bicarbonat

28,4 g

Sodium biborat

28,4 g

Sodium klorida

28,4 g

dilarutkan dalam 280 cc air hangat.

Antibiotik disesuaikan dengan hasil kultur.

Roborantia.

Bedah
Penutupan sementara dari lubang hidung (flap faringopalato)
Implantasi berbagai material untuk mengurangi abnormal turbulance air
flow di fossa nasal.

Penyulit
Sinusitis
Informed consent
Hanya untuk kasus dengan tindakan bedah, 2-5 hari.
Masa pemulihan
Hanya untuk tindakan bedah, lebih kurang 1 minggu.
231

Output/ Luaran
Sulit sembuh total.
PA
Bila dicurigai ada keganasan.
Otopsi/ Risalah rapat (-).

Nama penyakit/ diagnosis


SINUSITIS KRONIS
Kriteria diagnosis
Keluhan
Pilek, secret kental, bau.
Lendir ke tenggorok, rasa kering di tenggorok kadang kadang batuk.
Kadang kadang nyeri di kepala.
Pemeriksaan
Mukosa hidung hiperemis, konka udem, hipertrofi.
Pus pada meatus medius.
232

PND (+).
Nyeri tekan pada pipi (sinusitis maksila), nyeri tekan pada kantus media (sinusitis
edmoid), nyeri tekan pada dahi (sinusitis frontal)
Pada kasus dentogen, bisa terdapat karies sampai dengan ganggren pulpa.
Diagnosis banding
Ozaena.
Karsinoma hidung/ sinus paranasal.
Benda asing di rongga hidung.
Pemeriksaan penunjang
Transiluminasi.
Foto polos sinus paranasal.
CT-Scan sinus paranasal (bila memungkinkan).
Endoskopi hidung dan sinus paranasal.
Konsultasi
Sesuai kebutuhan.
Perawatan
Untuk kasus yang memerlukan tindakan bedah.
Terapi

Konservatif
Antibiotik, dekongestan, antihistamin dan analgetik.
Pungsi dan irigasi sinus (sinusitis maksila).
Proetz Displacement (sinus etmoid)
Diatermi hidung/ sinus paranasal.

Operatif
Etmoidektomi interna/ eksterna.
Caldwell Luck.
FESS.
233

Tindakan/ terapi kausal seperti septoplasti, ekstraksi gigi.


Penyulit
Karena penyakit

Otitis media.

Dakriosistitis.

Faringitis, laryngitis dan trakeo bronchitis.

Osteomielitis.

Infeksi intra kranial.


Karena operasi

Perdarahan.
Kebocoran LCS.
Hematoma orbita.
Kebutaan.
Fistula oroantal.
Parestesi pipi.
Informed consent
Hanya pada terapi operatif.
Lama perawatan
2-5 hari

Masa pemulihan
Lebih kurang satu minggu.
Output/ Luaran
Dapat sembuh total atau parsial.
PA
Bila terdapat kecurigaan pada keganasan.

234

Otopsi/ Risalah rapat (-)

Nama penyakit/ diagnosis


HEMATOMA/ ABSES SEPTUM
Kriteria diagnosis
Keluhan
Hidung tersumbat, biasanya disertai riwayat trauma hidung.
Pemeriksaan
Pembengkakan septum, dapat bilateral dan sering meluas sampai ke dinding.
235

Diagnosis banding

Rhinitis akut.

Sinisitis akut.

Pemeriksaan penunjang (-).


Konsultasi
Sesuai kebutuhan.
Perawatan
Rawat jalan.
Terapi
Antibiotik (broad spectrum).
Insisi dan drainase.
Penyulit
Abses septum.
Deformitas hidung.
Informed consent (-).
Lama perawatan (-).
Masa pemulihan
Lebih kurang satu minggu
Output/ Luaran
Bila terjadi komplikasi.
PA (-).
Otopsi/ Risalah rapat (-).

236

Nama penyakit/ diagnosis


SEPTUM DEVIASI
Kriteria diagnosis
Keluhan
Hidung tersumbat, pada mulanya obstruksi hanya terjadi pada satu sisi (sisi
deviasi) tapi akhirnya menjadi dua sisi (hipertrofi konka kompensatorik)
Sakit kepala.
Gangguan penciuman (tidak selalu).
237

Pemeriksaan
Septum deviasi (+).
Hipertrofi konka kompensatorik (+).
Diagnosis banding
Hematoma/ Abses septum.
Pemeriksaan penunjang
Foto polos sinus paranasal.
Endoskopi hidung dan sinus paranasal.
Konsultasi (-).
Perawatan
Untuk tindakan bedah.
Terapi
Operasi, setoplasti/ SMR
Penyulit
Sinusitis.
Informed consent
Untuk tindakan bedah.
Lama perawatan
Untuk tindakan bedah 2-5 hari.
Masa pemulihan
Pasca bedah lebih kurang 1 minggu.
Output/ Luaran
Dapat sembuh total.
238

PA (-).
Otopsi/ Risalah rapat (-).

Nama penyakit/ diagnosis


RINOLIT
Kriteria diagnosis
Keluhan
Awalnya tanpa gejala, tetapi dengan semakin membesarnya ukuran rinolit lambat
laun akan timbul keluhan hidung tersumbat.
239

Pemeriksaan
Tampak massa berwarna coklat keabu abuan, ireguler dan biasanya terletak
dekat dasar hidung.
Pada palpasi, konsistensi keras seperti batu.
Diagnosis banding
Corpus alineum di hidung.
Tumor hidung.
Nasal sifilis.
Pemeriksaan penunjang
Foto polos sinus paranasal.
Serologis (bila perlu).
Konsultasi (-).
Perawatan
Rawat jalan.
Rawat inap, bila ektraksi rinolit akan dilakukan dengan tindakan bedah dalam
anestesi umum.
Terapi
Antibiotik dan terapi simptomatik.
Ekstraksi rinolit
Untuk kasus sulit, ekstraksi dapat dilakukan dengan tindakan bedah dalam
anestesi umum.
Penyulit
Sinusitis.
Informed consent
Bila perlu tindakan operatif.

240

Lama perawatan
Pasca tindakan bedah 2-5 hari
Masa pemulihan
Pasca tindakan bedah lebih kurang 1 minggu.
Output/ Luaran
Dapat sembuh total.
PA
Bila diperlukan.
Otopsi/ Risalah rapat (-).

Nama penyakit/diagnosis
TONSILITIS KRONIS
Kriteria diagnosis
Keluhan
Nyeri menelan, nyeri tenggorok.
Rasa benda asing ditenggorok
Mulut berbau
241

Kadang-kadang disertai lesu, nafsu makan kurang dan sakit kepala.


Sering batuk pilek.
Pemeriksaan
Biasanya tonsil membesar, kripta melebar.
Terdapat detritus pada penekanan
Arkus Faring Anterior dan posterior hiperemis
Kadang-kadang diikuti pembesaran kelenjar getah bening sub mandibula.
Diagnosis banding
Radang tonsil oleh sebab lain
Kelainan darah
Pemeriksaan penunjang
Laboratorium rutin.
Pemeriksaan serologis (ASTO).
Pemeriksaan Bakteriologis.
Konsultasi (-).
Perawatan
Rawat jalan, kecuali bila memerlukan tindakan operatif

Terapi
Konservatif
Antibiotika
Antiseptik lokal, analgetik (simptomatik).
Tonsilektomi.
Informed consent
242

Bila perlu tindakan operatif.


Lama perawatan (-).
Masa pemulihan (-).
Output/ Luaran
Sembuh total dengan terapi operatif.
Parsial
Menetap
PA
Bila terdapat kecurigaan terhadap keganasan.
Otopsi/ Risalah rapat (-)

Nama penyakit/diagnosis
FARINGITIS KRONIS
Kriteria diagnosis
Keluhan
Nyeri atau rasa mengganjal ditenggorok.
Lesu dan nafsu makan menurun.
243

Sakit kepala.
Gejala sinusitis, bila sekunder dari sinusitis kronis.
Pemeriksaan
Mukosa faring hiperemis, pada umumnya bergranuler, post nasal drip (PNA).
Diagnosis banding
Radang spesifik : TBC, jamur
Pemeriksaan penunjang
Darah dan urin rutin
Bakteriologi, apus tenggorok.
Serologi/ ASTO (bila dianggap perlu).
Biopsi (bila perlu)
Konsultasi (-).
Perawatan
Rawat jalan
Terapi
Konservatif
Antibiotik (sesuai sensitivitas tes)
Analgetik, antiseptik lokal (simptomatik)
Kauter Faring, menggunakan zat kimia atau elektrokauter.
Terapi kausal : sinusitis, dll.
Penyulit
Lokal, Fetor ex ore, Otitis media.
Sistemik, endokarditis bacterial, glomerulonefritis.
Infromed consent (-).

244

Lama perawatan (-).


Masa pemulihan (-).
Output/ Luaran
Sembuh total
Parsial
Menetap
PA
Bila terdapat kecurigaan terhadap keganasan
Otopsi/ Risalah rapat (-).

Nama penyakit/ diagnosis


TUMOR GANAS NASOFARING
Kriteria diagnosis
Keluhan dan kelainan fisik dini tidak jalas.
245

Biasanya berupa hidung tersumbat, epistaksis, gangguan pendengaran, sakit


kepala, pembengkakan leher dan kelumpuhan salah satu saraf kranial.
Pemeriksaan Endoskopi Nasofaring
Stadium dini, permukaan mukosa dapat tidak rata, palpasi agak mulai berdarah.
Stadium selanjutnya, tampak tumor nasofaring.
Kelumpuhan saraf kranial, tumor leher lateral, kadang kadang hidung
tersumbat.
Post Nasal Bleeding.
Diagnosis banding
Tumor leher lain.
Kelainan neurologik.
Hipertrofi adenoid.
Pemeriksaan penunjang
CT-Scan nasofaring
Audiometri
Biopsi
Konsultasi
Dokter Spesialis Mata
Dokter Spesialis Saraf
Dokter Spesialis Radiologi/ Radioterapi
Perawatan
Stadium dini

: Rawat jalan

Stadium lanjut

: Rawat inap

Sesuai kebutuhan.
Terapi
Radioterapi/ Khemoradiasi tergantung stadium.
Informed consent
246

Untuk tindakan biopsi.

247