Anda di halaman 1dari 33

RADIOLOGI

DEFINISI RADIOLOGI (ILMU SINAR)


Radiology (ilmu berbagai sinar) adalah cabang ilmu kedokteran yang menggunakan
energi pengion dan bentuk energi lainnya (non-pengion) dalam bidang diagnostic
imaging dan terapi, yang meliputi energi pengion yang dihasilkan oleh generator dan
bahan radioaktif seperti antara lain :
Sinar rontgen (sinar X), sinar gamma, pancaran partikel pengion (elektrolit, neutron,
postiron dan proton)
Serta energi bukan pengion (non pengion) seperti a.l :
Gelombang ultrasonic, gelombang inframerah, gelombang magnetic, gelombang
mikro (micro wave) dan radio frekwensi.
I.

Radio Diagnostic Imaging


Adalah cabang dari ilmu radiology dalam bidang diagnostik yang menggunakan
berbagai alat yang memancarkan energi radiasi pengion maupun bukan pengion
(non pengion) yang dihasilkan oleh generator dan bahan radioaktif yang
menghasilkan gambaran (image dari morfologi tubuh manusia dan faal tubuh
manusia untuk diagnosis medik yang menggunakan sinar Rontgen (sinar X),
sinar infra merah, radionuklir, gelombang ultrasonic, gelombang magnetic dan
emisi positron.

II.

Radio terapi
Adalah cabang dari ilmu radiology dalam bidang terapi yang menggunakan
berbagai alat yang menghasilkan radiasi pengion dan bukan pengion (non
pengion) yang dihasilkan oleh generator dan bahan radioaktif yang mengeluarkan
sinar Rontgen (sinar-X), sinar gamma, pancaran partikel pengion dan berbagai
gelombang yang menghasilkan panas antara lain gelombang mikro, gelombang
radio frekwensi dan gelombang ultrasonic.

247

ORGAN ORIENTED

CT SCAN
M.R.I

STATIK
DINAMIK

ULTRASONOGRAFI

INTERVENSI
FOTO POLOS

RADIOLOGI
KEDOKTERAN NUKLIR :

TOMOGRAM DAN

ORGAN DALAM TUBUH

ZONOGRAM

MANUSIA

DIAGNOSTIK
TERAPI

ANGIOGRAFI
PEMERIKSAAN DENGAN
ZAT KONTRAS (X-RAY)

ARTERIOGRAFI
VENOGRAFI (FLEBOGRAFI)
LIMFOGRAFI

248

Nama Penyakit
AKUT ABDOMEN
Kriteria Diagnosis
Klinis
Sakit perut, perut kembung, sesak napas, nyeri tekan, dan nyeri lepas abdomen
Radiologis
Dibuat foto polos abdomen tiga posisi, AP = LLD=1/2 duduk dan torak foto.
Tampak pelebaran usus yang teregang karena terisi udara ada air fluid level
dalam lumen, ada/ tidak ada udara bebas
Dinding usus menebal, keadaan preperitoneal fat.
Diagnosis banding :
Ileus obstruktif
Ileus paralitik
Perforasi
Peritonitis
Meteorismus
Pemeriksaan penunjang :
Colon in loop
Konsultasi :
Dokter spesialis bedah
Terapi :
Oleh dokter ahli spesialis bedah
Perawatan Rumah Sakit :
Oleh dokter spesialis bedah
Tempat Pelayanan :
Minimal RS kelas D
Penyulit :
249

Penderita tidak kooperatif


Nama Penyakit
OSTEOMYELITIS (TERMASUK MASTOIDITIS-SINUSITIS)
Kriteria Diagnosis
Klinis
Rasa sakti local, demam, funtio lease dan kadang-kadang disertai tanda radang
lainnya.
Radiology
Foto tulang tersebut, paling sedikit dua posisi :
AP-Lateral posisi lain yang dianggap perlu. Tampak destruksi tulang dengan
peningkatan atau penurunan densitas, trabekulasi tulang kacau, reaksi perios dan
deformitas.
Diagnosis banding :
Penyembuhan post faktur
Tumur tulang
Pemeriksaan penunjang :
Pemeriksaaan darah rutin (lab)
Biopi
Konsultasi :
Dokter Spesialis Radiologi
Perawatan Rumah Sakit :
Oleh Dokter Klinis
Terapi :
Dilakukan oleh Dokter Klinis Pengirim
Tempat Pelayanan :
Minimal Kelas D
250

Penyulit :
Posisi pemeriksaan tidak sempurna karena kesakitan
Informed consent (Tertulis):
Tenaga Standar
Dokter Umum
Lama Pemeriksaan
30 menit

251

Nama Diagnosis/Tindakan
PATAH TULANG
Kriteria Diagnosis
Klinis
Ada trauma
Sakit tulang
Functio leasa dan deformitas
Radiologis
Pemeriksaan radiologis organ tersebut minimal dua posisi
Tampak garis fraktur pada gambaran tulang tersebut dengan perbagai tingkat
perubahan sumbu tulang
Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
Konsultasi :
Spesialis Radiologi, Ortopedi
Terapi :
Dikembalikan dokter pengirim
Perawatan Rumah Sakit :
Oleh dokter pengirim
Tempat pelayanan :
Minimal RS kelas D
Penyulit :
Oleh karena keadaan penderita, sukar membuat posisi foto yang diperlukan
252

Informed consent (tertulis):


Tenaga Standar :
Dokter Umum
Lama Pemeriksaan :
30 menit
Masa pemulihan :
Output :
Diagnosis atau diagnosis banding dikirim ke dotker yang merawat

253

Nama Diagnosis/Tindakan
TBC PARU
Kriteria Diagnosis
Klinis
Rasa lemah, demam, batuk yang kadang-kadang berdarah, anemia, kurus, ronki
kasar dan halus di paru
Radiologis
Torak foto PA dan lateral
Bercak inhomogen kadang-kadang disertai fibrosis dan perkapuran parenkim
paru, terutama di lapangan paru atas dan apex
Komplikasi lanjut memberi gambaran : kavitas, schware, dan cairan di rongga
pleura.
Diagnosis banding :
Infeksi paru-paru non spesifik
Infeksi jamur
Keganasan
Pemeriksaan penunjang :
Mantous test
BTA di sputum
Konsultasi :
Spesialis Radiologi, Spesialis Kardiologi
Terapi :
Oleh dokter pengirim
Perawatan Rumah Sakit :
Bila diperlukan oleh dokter pengirim
Tempat pelayanan :
254

Minimal RS kelas D
Penyulit :
Penderita yang sesak, tidak dapat menahan napas

255

Nama Diagnosis/Tindakan
KARSINOMA NASOFARING
Kriteria Diagnosis
Untuk tindakan radiasi penderita telah dilengkapi hasil PA dari dokter spesialis THT
Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
Foto kepala termasuk Waters, CT kepala, simulateor danl aboratorium rutin.
Terapi :
Dengan pesawat Co-64 atau Lintee yang berenergi megavolt, lapangan radiasi
disesuaikan dengan stadia tumor, dilakukan radiasi 5 kali setiap minggu selama 4-5
minggu.
Konsultasi :
Dokter Spesialis THT
Perawatan Rumah Sakit :
Bila diperlukan
Tempat pelayanan :
RS kelas A dan B
Penyulit :
Keadaan umum yang menurun dan reaksi local yang berlebihan.
Informed consent (tertulis):
Tidak perlu

Tenaga Standar :
Dokter Spesialis Radiologi Plus
256

Lama Pemeriksaan :
5 minggu
Masa pemulihan :
Bergantung stadia
Output :
Sembuh atau berkembang lanjut bergantung stadia
PA
Otopsi
-

257

Nama Diagnosis/Tindakan
KARSINOMA MAMMA

Kriteria Diagnosis
Untuk tindakan radiasi penderita telah dilengkapi dengan hasil PA dari dokter ahli
bedah tumor.
Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
Mamografi, torak, USG, Bone survey, isotope bone scanning, laboratorium rutin,
serta simulator,
Konsultasi :
Dokter Spesialis bedah tumor dan penyakit dalam
Terapi :
Dengan pesawat Co-60 atau Linee yang berenergi megavolt, lapangan radiasi
disesuaikan dengan stadia tumor, dilakukan radiasi 5 kali setiap minggu selama 4-5
minggu.
Perawatan Rumah Sakit :
Kalau diperlukan
Tempat pelayanan :
RS kelas A dan B
Penyulit :
KU yang menurun
Reaksi local yang berlebihan
Informed consent (tertulis):
Tidak perlu
258

Tenaga Standar :
Dokter Spesialis
Lama Pemeriksaan :
5 minggu
Masa pemulihan :
Bergantung stadia
Output :
Sembuh atau meninggal tergantung stadia

259

Nama Diagnosis/Tindakan
KEGANASAN PRIMER DARI SERVICES UTERI
Kriteria Diagnosis
Untuk tindakan radiasi penderita telah dilengkapi dengan hasil PA dari dokter
spesialis kandungan dari kebidanan.
Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
IVP, torak foto, laboratorium rutin, serta simulator
Konsultasi :
Dokter Spesialis Bedah Tumor atau penyuakit dalam
Terapi :
Dengan pesawat Co-60 atau Linee (teleterapi) serta Brachytherapy yang berenergi
megavolt, lapangan radiasi disesuaikan dengan stasia tumor, dilakukan radiasi 5 kali
setiap minggu selama 4-5 minggu.
Perawatan Rumah Sakit :
Selama dilakukan radiasi interna, 1-4 hari.
Tempat pelayanan :
RS kelas A dan B
Penyulit :
Sifilis, proktitis, sigmoditis, enteritis, leukopeni, trombositopeni, anemia, cidera usus
halus fistulasi nekrosis puncak vagina.
Informed consent (tertulis):
Perlu untuk Brachytherapy, lisan untuk teleterapi
Tenaga Standar :
Dokter Spesialis Radiologi Plus
260

Lama Pemeriksaan :
5 minggu
Masa pemulihan :
Sekitar 1-2 bulan, tergantung stadia
Output :
Dapat sembuh, sembuh parsial atau tumor berkembang.

261

Nama Diagnosis/Tindakan
BATU TRAKTUS URINARIUS
Yaitu :
Batu pada kaliks
Batu pada leher kaliks
Batu pada pelvis renis (staghorn stone)
Batu pada ureter
Batu pada vesika urinaria
Kriteria Diagnosis
Klinis

Pegal nyeri pinggang

Kollik pada pinggang menjalar ke depan bawah

Hematuria (+)

Radiologis

USG ginjal, ureter (1/3 proximal dan 1/3 distal) dan vesika urinaria

Foto polos abdomen (FPA) dan Pielografi Intravena (PIV)

Pemeriksaan renogram

A. Hasil Penafsiran Pemeriksaan USG


1. Deteksi baru radiopak dan radiolusen
2. Gambaran batu : bayangan hiperekoik dengan bayangan akustik di
belakangnya
3. Biasanya sukar menilai batu ureter 1/3 atas dan 1/3 bawah (prevesikal)
4. Evaluasi komplikasi dari batu terhadap korterk, parenkim dan system
pelviokalises ginjal
B. Hasil penafsiran pemeriksaan FPA-PIV :
1. Menilai batu radiopak, lokasi dan jumlahnya
2. Batu radiolusen kadang-kadang dapat menilai pada foto setelah diberi kontras
3. Dapat mengevaluasi keadaan korteks, parenkim dan system pelviokalises
ginjal, serta komplikasi yang disebabkan oleh batu ginjal

262

C. Hasil Penafsiran pemeriksaan renogram :


Dapat mengevaluasi fungsi ginjal
Diagnosis banding :
Klasifikasi bukan karena batu, misalnya pada TBC ginjal
Gumpalan darah (diagnosis diferensial/ batu radiolusen)
Pemeriksaan penunjang :
USG
Foto polos abdomen
Pielografi intravena
Renogram
Urografi infus (drip)
CT-Scan ginjal, ureter & vesika urinaria
Konsultasi :
Dokter Spesialis Radiologi, Urolog/ Spesialis Bedah
Terapi :
Oleh dokter urology/ bedah
Perawatan Rumah Sakit :
Oleh dokter klinis (spesialis bedah) urologi
Tempat pelayanan :
RS kelas D
Penyulit :
Sewaktu penderita kolik hebat
Penderita tidak kooperatif
Penderita alergi kontras atau penderta mempunyai riwayat penyakit asma, alergi,
neurodermatitis, alergi bila minum obat/ suntikan penisilin dll.
Informed consent (tertulis):
263

Tidak perlu

Tenaga Standar :
Dokter Umum plus dokter spesialis radiologi
Lama Pemeriksaan :
30 45 menit
Masa pemulihan :
Beberapa kali kontrol dengan pemeriksaan USG dan foto X-ray
Output :
Diagnosis atau diagnosis banding dikirim ke dokter yang merawat
PA
Otopsi
-

264

Nama Diagnosis/Tindakan
BATU TRAKTUS BILIARIS
Yang meliputi :
Batu kandung empedu
Batu saluran empedu intra & ekstra hepatik
Kriteria Diagnosis
Klinis

Discomfort atau nyeri perut kanan atas

Nyeri epigastrium

Mual

Perut kembung

Radiologis

USG kandung empedu dan system traktur biliaris

Foto polos abdomen kanan

Kolesistologi oral

A. Hasil penafsiran pemeriksaan USG :


Deteksi batu radiopak atau batu radiolusen di dalam kandung empedu atau
pada saluran traktus biliaris intra hepatic
Gambaran batu berupa bayangan hiperekoik dengan bayangan akustik
dibelakangnya
Batu dalam saluran eksra-hepatik sukar dinilai
Dapat mengevaluasi komplikasi dari batu tersebut
B. Hasil penafsiran foto polos abdomen kanan dan Kolesistografi oral :
Dapat menilai batu radiopak sekalian lokasi dan jumlahnya
Batu radiolusen kadang-kadang dapat dinilai pada foto-foto setelah diberi
kontras
265

Dapat mengevaluasi fungsi traktus biliaris


Dapat mengevaluasi keadaan empedu dan saluran intra/ekstra-hepatik

Diagnosis banding :
Polip didalam kandung empedu atau ada saluran empedu
Hemangioma hati
Klasifikasi hati
Pemeriksaan penunjang :
USG
Foto polos abdomen kanan
Kolesistografi oral
Kolesistografi intravena
Kolesistografi infus (drip)
Kolesistografi intraoperatif
Perkutaneus Transhepatik Kolesistografi
Konsultasi :
Dokter Spesialis Radiologi, Spesialis Bedah dan Spesialis Penyakit Dalam
Terapi :
Oleh Dokter spesialis penyakit dalam dan dotker spesialis bedah
Perawatan Rumah Sakit :
Oleh dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis bedah
Tempat pelayanan :
Minimal RS kelas D
Penyulit :

266

Penderita alergi baik alergi kontras atau menderita penyakit alergi seperti asma,
alergi bila minum obat tertentu atau suntikan penisilin, dll.
Informed consent (tertulis):
Perlu
Tenaga Standar :
Dokter Umum plus spesialis radiology
Lama Pemeriksaan :
30 40 menit
Masa pemulihan :
Kontrol USG dan foto X-ray
Output :
Diagnosis atau diagnosis banding dikirim ke dotker yang merawat
PA
Otopsi
-

267

Nama Diagnosis/Tindakan
MITRAL STENOSIS

Kriteria Diagnosis
Klinis

Berdebar-debar

Sering sesak napas

Cepat lelah

Kadang-kadang rasa seperti semaput

Radiologis

Foto analisisi jantung (kor analisis) dengan barium toraks AP dan lateral

Kardiotoraksik indeks 50 %

Jantung membesar ke krii

Pinggang jantung menonjol

Aortic knob relatif mengecil atrium kiri membesar dengan tanda-tanda :

Dobel kontur

Bifurkatio trachea melebar ke kanan

Identasi barium atau ke belakang

Diagnosis banding :
Kelainan jantung bawah
Kelainan jantung yang lain misalnya : Mitral Insufficiency (MI)
Pemeriksaan penunjang :
Foto kor analisis
268

Ekokardiografi
CT-scan jantung
Angiokardiografi
Konsultasi :
Dokter Spesialis Radiologi
Dokter spesialos Kardiologi
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Terapi :
Oleh Dokter spesialis Kardiologi atau dokter penyakit dalam
Perawatan Rumah Sakit :
Oleh dokter spesialis kardiologi atau dotker penyakit dalam
Tempat pelayanan :
Minimal RS kelas C
Penyulit :
Oelh karena keadaan penderita, sukar membuat posisi foto yang diperlukan
Informed consent (tertulis):
Tidak Perlu
Tenaga Standar :
Dokter Umum plus spesialis radiology
Lama Pemeriksaan :
10 menit
Masa pemulihan :
Kontrol foto dan pemeriksaan ekokardiografi
Output :
269

Diagnosis atau diagnosis banding dikirim ke dotker yang merawat


PA
Otopsi
-

Nama Diagnosis/Tindakan
NYERI EPIGASTRIUM
Kriteria Diagnosis
Klinis
Nyeri epigastrium (hilang atau menetap) yang disertai mual muntah
Radiologis

Pemeriksaan USG pada system traktur biliaris

Pemeriksaan USG pada pancreas

Pemeriksaan esophagus, lambung duodenum (maagduodenum)

A. Hasil penafsiran USG traktus bilaris:


Kelainan trakturs bilaris yang menyebabkan nyeri epigastrium :
Kolesistitis : penebalan/ berlapis-lapis dinding kandung empedu
Kantung empedu atau saluran empedu
Kholesterolose : multiple polip di dalam kandung empedu merupakan
ekointernal tanpa bayangan akustik
Tumor dalam kandung empedu dan saluran empedu merupakan massa
kompleks yang meliputi : Hiperiso-hipoekoik dalam kandung empedu atau
saluran empedu
Sludge

(Lumpur)

dalam

kandungan

empedu,

merupakan

bayangan

hiperekoik, berbentuk bintik-bintik halus dapat mengisi seluruh atau sebagian


kandung empedu, tanpa bayangan akustik eko
270

B. Hasil penafsiran USG Pankreas : Kelainan pancreas yang menyebabkan nyeri


epigastrium :
Pankreatitis/ pankreatitis kronik : distribusi eko pada jaringan pankrea
hiperekoik, tidak merata, pancreas melebar, batas tidak rata, kadang-kadang
ada klasifikasi
Pancreas dengan pseudokista (flegmon) : gambaran USG idem degnan
pankreatitis ditambah gambaran pseudokista, berupa daerah hipoekoik, batas
tidak tegas.
Karsinoma kaput pancreas : tampak massa kompleks densitas hiper-iso dan
hipoekoik, massa dapat melebar pada daerah kaput pancreas.
C. Pemeriksaan esophagus, lambung-deodenum (maag duodenum) : Kelaninan
esophagus, lambung duodenum yang dapat menyebabkan nyeri epigastrium :
Oesofagus :
o Mukosa esophagus irregular, terputus-putus
o Esophagus tampak spasme (mengecil) atau melebar
Karsinoma esophagus stadium awal
o Filling defect pada esophagus
o Filling defect dengan batas pinggir irregular
Kaskade lambung (cascade stomach) : tampak daerah fundus melebar ke
belakang (posterior) sehingga membentuk kantung yang irregular.
Divertikel pada esophagus/ lambung/ duodenum :
Tampak additional defect, bertangkai keluar dari dinding esophagus/ lambung/
duodenum. Dinding divertikel dapat rata (divertikulosis) atau dapat tidak rata
(irregular) disebut divertikulus.
Gastritis : Mukosa lambung yang disebut maaagen strasse menebal &
melebar, dapat juga berupa garis-garis yang terputus-putus. Pada gastritis
atrofikans dapat berupa gambaran lingkaran/ ellips dengan titik tengahnya.
Ulkus/ ulkus ganas (karsinoma gaster)
o Dapat jinak atau ganas
o Secara radiologis dapat berupa :

Niche

Bentuk bintang (ulkus kronik)

271

Bentuk bintang dimana kaki bintang terputus-putus sewaktu mencapai


pusat (ulkus akut)

Filling defect yang menetap

Dinding daerah filling defect irregular

Cacing dalam lambung, bulbus duodenidan duodenum : tampak gambaran


radioopak sejajar atau membentuk lingkaran atau lambung, duodenum atau
bulbus duodeni
Diagnosis banding :
Kolesistitis
Batu kandung empedu dan saluran empedu
Kolesterolose
Tumor kandung empedu dan saluran empedu
Sludge kandung empedu
Pankreatitis/ pankreatitis kronik
Pankreatitis dengan pseudokista (flegmon)
Karsinoma kaput pancreas (stadium awal)
Kaskade lambung
Divertikel pada esophagus, lambung dan duodenum
Gastritis
Ulkus jinak/ ulkus ganas (karsinoma gasteratadium permulaan)
Cacing dan lambung, bulbus duodeni dan duodenum
Pemeriksaan penunjang :
USG abdomen atau (kandung/ saluran empedu, pancreas)
Pemeriksaan esophagus, lambung- duodenum
Pemeriksaan kolesistrografi oral, intravena atau infusion
Pemeriksaan kolesistrografi intraoperatif
Pemeriksaan CT Scan abdomen atas
Pemeriksaan kolangiografi transhepatik perkutaneus
Pemeriksaan ERCP
272

Konsultasi :
Dokter Spesialis Radiologi
Dokter Spesialis Bedah
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Terapi :
Dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis bedah
Perawatan Rumah Sakit :
Oleh dokter spesialis bedah dan dokter spesialis penyakit dalam
Tempat pelayanan :
Minimal RS kelas D

Penyulit :
Penderita tidak kooperatif.
Informed consent (tertulis):
Perlu
Tenaga Standar :
Dokter Umum plus spesialis radiology
Lama Pemeriksaan :
Variable (10 menit 1 jam)
Masa pemulihan :
Kontrol fioto abdomen dan toraks
Output :
Diagnosis atau diagnosis banding dikirim ke dotker yang merawat

273

PA
Otopsi
-

Nama Diagnosis/Tindakan
KEGANASAN SEKUNDER

Kriteria Diagnosis
Klinis
Nyeri pada tulang atau pada daerah tertentu, lemas, sesak napas, hemoptisis,
hematemesis dan melena
Radiologis dan imaging :

Bone survey I
Pemotretan os kepala AP & Lat, toraks, pelvis, femur kanan-kiri AP & Lat serta
humeris kanan-kiri kelainan vertebralis (daerah yang nyeri)
Bone survey II :
Pemotretan antebrahii dan tangan kanan-kiri AP & Lat
Pada foto tampak tanda metastasis berupa :
o Osteoklerosis
o Osteoporosis
274

o Fraktur patologis

Toraks foto untuk menilai metastasis pada paru-paru


Pada foto tampak :
o Coin lesion pada paru-paru
o Osteoporosis atau graktur patologis pada iga-iga

Pemeriksaan USG abdomen meliputi hati, kandung empedu, pancreas, ginjal,


kelenjar limfe paraaortal dan inguinal.
Pada hasil USG tampak :
o Hati
Bayangan hiperekoik atau hipoekoik, soliter maupun multiple
o Pancreas
Bayangan hipoekoik berbatas tiga tegas
o Ginjal
Bayangan kompleks batas tidak tega pada ginjal kanan-kiri
o Kelenjar limfe
Bayangan bundar densitas kompleks (campuran) batas tidak rata,
menekan aorta & ailiaka.

Pemeriksaan CT-scan abdomen untuk staging.

Diagnosis banding :
Bergantung lokasinya
Cacing lambung, bulbus duodeni dan duodenum
Pemeriksaan penunjang :
Bone survey I & II
Toraks foto
USG abdomen
Konsultasi :
Dokter Spesialis Radiologi
Dokter Spesialis Bedah
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Dokter spesialis ortopedi
275

Terapi :
Dokter spesialis bedah, dokter spesialis penyakit dalam dan ortopedi
Perawatan Rumah Sakit :
Oleh dokter tersebut di atas.
Tempat pelayanan :
Minimal RS kelas C
Penyulit :
Penderita tidak kooperatif.
Informed consent (tertulis):
Tidak Perlu
Tenaga Standar :
Dokter Umum plus spesialis radiology

Lama Pemeriksaan :
15 menit
Masa pemulihan :
Kontrol foto USG
Kontrol CT-scan
Output :
Diagnosis atau diagnosis banding dikirim ke dokter yang merawat
PA
-

276

Otopsi
-

Nama Diagnosis/Tindakan
PENENTUAN KEHAMILAN

Kriteria Diagnosis
Klinis
Terlambat datang bulan, mual, muntah
Radiologis

Dilakukan pemeriksaan USG trans-abdominal dan trans-vaginal

Tampak gambaran kantong gestasi (gestationalsac), bundar atau lonjong,


hipoekoik dan berbatas tegas dengan internal eko yang hiperekoik di
dalamnya.
277

Usia kehamilan dini yang dapat terdeteksi :

Dengan pemeriksaan USG trans-abdominal :


+ 5 minggu

Dengan pemeriksaan USG trans-vaginal :


+ 5minggu

Diagnosis banding :
Bukan kehamilan
Kehamilan di luar kandungan
Mola hidatidosa
Pemeriksaan penunjang :
USG
Konsultasi :
Dokter Spesialis Radiologi, atau dokter Spesialis kebidanan dan kandungan
Terapi :
Dokter umum plus atau dokter spesialis kebidanan dan kandungan
Perawatan Rumah Sakit :
Dokter umum plus atau dokter spesialis kebidanan kandungan
Tempat pelayanan :
Penyulit :
Informed consent (tertulis):
Tidak Perlu
Tenaga Standar :
278

Dokter Umum plus spesialis radiology


Lama Pemeriksaan :
5 menit
Masa pemulihan :
Kontrol USG sampai pasien akan partus (bergantung indikasi)
Output :
Diagnosis atau diagnosis banding dikirim ke dotker yang merawat
PA
Otopsi
-

279