Anda di halaman 1dari 3

KEPUTUSAN DIREKTUR

NOMOR 056/KEP/DIR-RSIAPBH/IX/2015
TENTANG
KEBIJAKAN PENELAAHAN RESEP
DIREKTUR RUMAH SAKIT IBU DAN PURI BETIK HATI
Menimbang :
a. bahwa untuk meningkatkan keselamatan pasien dan penggunaaan obat yang
aman di Rumah Sakit, perlu diatur proses penelaahan resep yang efektif
sebelum obat disalurkan
b. bahwa untuk meningkatkan keselamatan pasien dan penggunaaan obat yang
aman di Rumah Sakit penelaahan resep dilakukan berdasarkan persyaratan
administrasi, farmasetika dan klinis
c. bahwa untuk penelaahan resep perlu dilakukan oleh petugas yang kompeten
dan difasilitasi dengan program komputer, dimana soft ware harus di update
secara berkala
Mengingat :
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2009 tentang
Kesehatan
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah
Sakit
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35Tahun 2009 tentang Narkotika
4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1997 tentang
Psikotropika
5. Peraturan Menteri Kesehatan No. 58 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan
Farmasi
6. Peraturan

Menteri

Kesehatan

Republik

Indonesia

No.

Indonesia

No.

1691/Menkes/Per/VIII/2011 tentang Keselamatan Pasien


7. Keputusan

Menteri

Kesehatan

Republik

1087/Menkes/SK/VIII/2010 tentang Standar Kesehatan dan Keselamatan


Kerja di Rumah Sakit

MEMUTUSKAN
Menetapkan :
Kesatu

: KEPUTUSAN

DIREKTUR

RSIA

PURI

BETIK

HATI

TENTANG KEBIJAKAN PENELAAHAN PERESEPAN.


Kedua

: Setiap resep atau pesanan obat yang diterima, ditelaah ketepatannya


sebelum dilakukan penyaluran atau pemberian, memenuhi :
1.

2.

3.

Persyaratan administrasi/ Ketepatan Identitas :

Nama

Nomor Rekam Medis

Tanggal lahir (bila perlu)

Tanggal Resep dan unit asal resep untuk rawat inap

Berat badan untuk pasien anak

Persyaratan Farmasetika :

Ketepatan obat, dosis dan frekuensi pemberian

Aturan, cara pakai dan teknik penggunaan

Persyaratan Klinis :

Tidak adanya duplikasi terapi

Tidak munculnya alergi, potensial reaksi sensitivitas atau


reaksi obat yang tidak diharapkan

Tidak ada kontra indikasi

Tidak adanya interaksi antara obat dan atau dengan


makanan

Ketiga

: Menghubungi penulis resep atau pemesan obat bila ada pertanyaan


terkait penulisan resep

Keempat

: Petugas penelaah resep mempunyai kompetensi yang baik bertugas


sebagai telaah resep baik pendidikan dan pelatihan sesuai
kewenangan

yang

diberikan

dan

telah

mendapat

penilaian

kompetensi
Kelima

: Penelaahan resep difasilitasi dengan catatan pasien yang menerima


obat serta software computer untuk meng cross check penggunaan
obat, adanya interaksi atau alergi, soft ware agar di update secara
berkala

Keenam

: Keputusan ini mulai belaku pada tanggal ditetapkan


Ditetapkan di Bandar Lampung
Pada tanggal 1 September 2015
Direktur,

dr. M. Iqbal, Sp.A.