Anda di halaman 1dari 28

UJI SILANG SERASI

DENGAN METODE
GEL

Riesti Ekasanti, Rachmawati M, Mansyur Arif

PENDAHULUAN
Transfusi darah adalah pemindahan
darah atau komponen darah dari
seseorang (donor) kepada orang
lain (resipien).
Manfaat transfusi sangat jelas
namun prosedur transfusi tetap
mengandung berbagai resiko .

Reaksi transfusi darah adalah reaksi


yang dapat terjadi saat transfusi
darah berlangsung ataupun
beberapa saat setelah transfusi
darah
Reaksi transfusi tdd:
a. Reaksi Ringan
b. Reaksi Sedang
c. Reaksi Berat

Sebelum transfusi : dilakukan


pemeriksaan Gol.Darah
ABO&Rh dan Uji Silang Serasi
(Cross Match)

Uji silang serasi (cross match)


adalah reaksi silang invitro antara
darah pasien yang akan ditransfusi
dengan darah donor yang akan
ditransfusikan.
Uji silang serasi (cross match)
terdiri dari dua metode yaitu teknik
metode tabung (metode
konvensional) dan metode gel

Kekurangan metode tabung:


a. Waktu lama
b. Hasil subyektif
c. Pencucian kurang sempurna ->
false (-)
d. Perlu mikroskop
e. Tidak dapat didokumentasikan
secara visual

Uji silang serasi (cross match)


dengan metode gel merupakan
metode dengan tahapan yang
terstandarisasi, sederhana, cepat,
serta memberikan hasil yang
obyektif.
Metode gel pertama kali ditemukan
oleh Y.Lapierre pada tahun 1990 di
Regional Blood Transfusion Center
of Lyon

TUJUAN
Untuk mengetahui kecocokan
golongan darah ABO antara pasien
(resipien) dengan donor

METODE
A. PRA ANALITIK
1.Persiapan pasien :
Tidak ada persiapan khusus
2. Persiapan sampel :
a. Tes dilakukan menggunakan sampel
serum/plasma EDTA
b. Cek gol.darah ABO dan Rhesus
c. Sampel darah pasien dan donor
disentrifus dgn kecepatan 3000rpm
selama 3 menit.

ALAT
a.

b.

c
.

d.

e.

f.

g.

h.

a. ID-Centrifuge ; b. ID- Incubator ; c. Yellow tip ; d. Tabung reaksi


e. ID- Working Table ; f. ID- Dispensor ; g. Mikropipet 5, 25, 50 l
h. ID- LISS/Coombs Card

BAHAN

Reagen AHG : ID- Diluent 2 Modified


Low Ionic Strength Solution (LISS)

B. ANALITIK
1. PRINSIP TES

PRINSIP TES
Antigen + antibodi sentrifugasi terkontrol
pada microtube yang mengandung gel
dextran-acrylamide dan coombs serum
agglutinasi
Reaksi (+) agglutinat terperangkap
dalam gel untuk berbagai derajat
berdasarkan tingkat aglutinasi
Reaksi (-) antibodi tidak menempel pada
sel darah merah dan sel darah merah
secara bebas melewati gel dan butiran ke
bagian bawah microtube

2. CARA KERJA

a.

b.

c
.

e.

f.

g.

d.

h.
a. Menyiapkan diluent ; b. Membuat suspensi sel pasien 1 % ; c.
Menyiapkan LISS Coombs Card; d-e. Mencampurkan suspensi sel
donor / pasien dengan serum donor / pasien ; f. Sampel di
inkubasi ; g. Sampel di sentrifus ;
h. Pembacaan hasil

C. PASCA ANALITIK
INTERPRETASI

Negatif : Terbentuknya endapan eritrosit yang jelas di dasar


microtube. Gel di atas endapan eritrosit jernih dan bebas
aglutinat.
+1
: Aglutinat eritrosit mendominasi di bagian setengah
bawah
kolom gel dengan terdapat juga di dasar microtube.
+2
: Aglutinat eritrosit terpencar di sepanjang kolom gel
dengan sedikit aglutinat di dasar microtube. Aglutinat
terdistribusi di
setengah bagian atas dan bawah kolom gel.
+3

: Aglutinat eritrosit mendominasi di bagian atas kolom gel


dengan sedikit aglutinat berada di bawah pita tebal. Sebagian
besar aglutinat terletak di setengah atas kolom gel.

+4

: Aglutinasi eritrosit berbentuk pita solid di bagian atas kolom


gel. Tidak terdapat endapan di dasar microtube.

Mixed-field reaction : lapisan aglutinasi eritrosit pada bagian atas


gel
disertai dengan adanya endapan sel di bagian dasar
microtube.

No.

Mayor

Minor

AC / DCT

Kesimpulan

1.

Darah Keluar

2.

Ganti Darah Donor

3.

Ganti Darah Donor

4.

Darah keluar bila minor lebih


kecil atau sama dg AC
inform concent

5.

Cek ulang golda, bandingkan


derajat positif AC dgn minor,
positif mayor ganti darah
donor

1. Crossmatch Mayor, Minor dan AC = negatif


Darah pasien kompatibel dengan darah donor
Darah boleh dikeluarkan
2. Crossmatch Mayor = positif, Minor = negatif, AC = negatif
Periksa ulang golda Os dan donor DCT jk DCT (+) :
- Artinya ada Irregular Antibody pada Serum Os
- Ganti darah donor, lakukan crossmatch lagi sampai didapat
hasil cross negatif pada mayor dan minor
- Screening dan Identifikasi Antibody pada Serum Os
3. Crossmatch Mayor = negatif, Minor = positif, AC = Negatif
Ada Irregular Anti Body pada Serum / Plasma Donor.
Solusi : Ganti dengan darah donor yang lain, lakukan
crossmatch lagi

4. Crossmatch Mayor = negatif, Minor = positif, AC = Positif


Derajat (+) pd Minor derajat positif AC,darah boleh
dikeluarkan
Derajat (+) pada Minor > derajat (+) pd AC, darah tidak boleh
dikeluarkan.
Ganti darah donor
5. Mayor, Minor, AC = Positif
Periksa ulang golongan darah Os dan donor
Lakukan DCT jk (+) Bandingkan derajat (+) AC dg Minor
Derajat (+) pd Minor derajat positif AC,darah dapat
diabaikan, artinya positif tersebut berasal dari autoantibody.
(+) pd Mayor Irregular Anti Body pada Serum Os ganti
donor baru

TERIMA
KASIH

Direct Coombs Tes :


Pemeriksaan ini untuk mendeteksi antibodi
atau komplemen yang menyelimuti
sel darah merah pasien
1. Buat Suspensi Sel Darah 1%
2. Ambil Liss / Coombs Card, tandai dengan
identitas Pasien.
3. Masukkan 50 ul Suspensi Sel Pasien.
4. Putar di Centrifuge ( tekan tombol Start )5.
Baca Reaksi

Pemeriksaan uji silang serasi metoda manual :


Plasma
Donor

Serum
Pasien
in
M
st
Te
or

Darah
Donor

M
ay
or

Te
st

Auto
Kontrol

Suspensi
Sel Donor 5%

Darah
Pasien
Suspensi
Sel Pasien 5%

Perbandingan metode tabung & gel


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

Buat suspensi sel (cuci


3X)
1 tetes suspensi sel ke tab
2 tetes serum/plasma ke
tab
Putar 1000 RPM
Baca hasil Rx
Teteskan 2 tts BA 22%
Inkubasi 15 menit
Putar 1000 RPM
Baca hasil Rx
Cuci 3X
Teteskan 2 tts Coombs ser
Putar 1000 RPM
Baca hasil Rx (makro/
mikroskopis)
Rx (-) : + CCC

1. Buat suspensi sel


(tanpa cuci)
2. Pipet suspensi sel ke
ID-card
3. Pipet serum/plasma ke
ID-card
4. Inkubasi 15 menit
5. Putar di ID-centrifuge
10 mnt
6. Baca hasil Rx
(makroskopis

Kekurangan Metode Konvensional


Perlu banyak orang / tenaga pelaksana
Hasil subyektif tergantung pengalaman

operator
Hasil reaksi tidak stabil
Pencucian kurang sempurna -> false (-)
Pengerjaan tidak sempurna, skor reaksi
dapat turun / negatif
Perlu mikroskop
Perlu menggunakan CCC untuk cek reaksi
negatif
Waktu lama

Kelebihan Metode Gel


Standard, semuanya terukur
Sederhana, mudah dan cepat
Hasil reaksi stabil -> disimpan / foto copy /
scan / foto
Tanpa pencucian sel dan suspensi sel
Volume Sampel 0,5 mL
Pembacaan reaksi makroskopis
Masa kadaluarsa reagen panjang
Mengurangi limbah
Meningkatkan keamanan laboratorium

Perbandingan Metoda Konvensional & Gel

No

Spesifikasi

Uji Silang Serasi


Tabung

Alat

Reagensia

Jenis Sampel

Volume Sampel

Persiapan Sampel

Waktu
- Persiapan Sampel
- Proses Pemeriksaan

Pembacaan
Hasil

Gel

- Centrifuge
- Incubator
- Pipet plastik 1 ml
- Tabung reaksi
- Rak tabung
- Labu semprot
- Wadah limbah

- ID Centrifuge
- ID Incubator
- ID Dispenser
- Mikropipet
- Yellow tip
- Tabung reaksi
-Working table

- Bovine albumine 22%


- AHG
- Saline/NaCl 0,9%
-Aquadest
-CCC

- Liss coombs card


- Diluent 2

- Darah Beku (tanpa Koagulan)


- WB/Darah dengan Koagulan

- Darah Beku (tanpa Koagulan)


- WB/Darah dengan Koagulan

- 1 mL

- 0,5 mL

- Pemutaran Sampel
- Pemisahan Sampel
- Pencucian Sel
- Pencucian Suspensi Sel
- Pembuatan Suspensi sel

- Pemutaran Sampel
- Pembuatan suspensi sel

11' / sampel

3' / sampel

45' / test

25' / test

- Mata (makroskopis)
- Mikroskopis

- Mata (makroskopis)
- Hasil dapat disimpan

- Subyektif (tergantung petugas)


- Derajat aglutinasi tidak stabil

- Obyektif
- Derajat aglutinasi stabil

AUTO POOLING
A. Potong selang pada kantong donor yang akan di
Pooling.
B. Teteskan pada 2 tabung kosong masing-masing sel
darah merah donor yang akan di-pool dan
serum/plasma donor yang akan di-pool dengan jumlah
yang sama .
C. Homogenkan sel darah merah pada tabung yang berisi
pooling sel darah merah donor, buat suspensi 1%
dengan Diluent 2
D. Lakukan Cross Match seperti biasa :
INTER CROSS : 50 ul pool Suspensi Sel Donor + 25 ul
pool serum Donor