Anda di halaman 1dari 2

MOTILITAS SPERMA

pada pengamatan preparat suspensi cacahan testis


katak

ditemukan sperma yang sudah motil dan

berjumlah banyak. Sperma katak tersebut bergerak


dengan cepat, lambat, dan bahkan ada yang tidak
bergerak.
Adanya

perbedaan

motilitas

pada

sel

sperma

berhubungan dengan umur serta kesiapannya dalam


proses pembuahan. Hal ini didukung oleh teori
Setelah

terbentuk

sperma

di

dalam

tubulus

seminiferous, sperma membutuhkan waktu beberapa


hari

untuk

melewati

epididymis.

Sperma

yang

bergerak dari tubulus seminiferous dan bagian awal


epididymis adalah sperma yang belum motil, dan
tidak dapat membuahi ovum. Akan tetapi setelah
sperma berada dalam epididymis setelah beberapa
lama, sperma akan memiliki kemampuan motilitas,
walaupun beberapa factor penghambat protein dalam
cairan
MORFOLOGI SPERMA

epididymis masih mencegah motilitas yang

sebenarnya sampai terjadi ejakulasi (Wolf, 1996)


sperma katak terdiri dari 3 bagian, yaitu: kepala, leher
dan flagellum. Pada dasarnya bagian-bagian ini sama
dengan hewan lain, akan tetapi kepala sperma katak
berbentuk lonjong dan memiliki ekor yang lebih
panjang

SEL TELUR

sel telur pada katak hanya dapat ditemui di bagian


ovarium. Pada organ reproduksi lain tidak ditemukan
adanya sel telur. Kemudian sistem reproduksi pada
katak betina terdiri dari: ovarium, uterus, dan saluran
kloaka.

MORFOLOGI SEL

Uterus

terletak

membentuk

huruf

disepanjang ventral tubuhnya.


pada katak sel telur berukuran kecil, berwarna hitam

TELUR

dan berjumlah banyak. Pada sitoplasma sele telur


katak terdapat yolk yang berjumlah sedikit serta
persebarannya

merata,

sehingga

ia

digolongkan

menjadi tipe isolesital. Ia ditutupi oleh kapsul putih


(membrane vitelin) yang bertekstur seperti agar-agar
yang mengembang saat menyentuh air.

Daftar rujukan
Wolf H. 1996. Fertil Steril. The Biologic Significance of White blood cells in semen.