Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seiring dengan meningkatnya volume dan kompleksitas pemanufakturan maupun jasa
yang harus berkualitas merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing
produk, selain biaya produksi dan ketepatan waktu produksi. Sistem kualitas modern dibagi
kedalam tiga bagian, yaitu kualitas desain, kualitas konformitas,kualitas pemasaran, serta
pelayanan purnajual.
Total quality management merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang
mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus menerus atas
produk, tenaga kerja, proses, dan lingkungannya.
Salah satu tujuan TQM adalah memberikan kepuasan pelanggan. Mekanismenya
memahami harapan pelanggan melalui tiga tingkatan, yaitu dimulai dengan menampung
keluhan, analisis penjualan dan umpan balik dari konsumen, dan wawancara pribadi dengan
konsumen. Kemudian dengan quality function development dan diterjemahkan melalui house
of quality.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dari TQM (total quality of management)?
2. Bagaiman falsafah dari TQM (total quality of management)?
3. Apa saja metode yang digunakan?
4. Apa tujuan dari adanya total quality of management?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui apa itu TQM (Total Quality of Management).
2. Untuk mengetahui apa saja falsafah dan metode dari TQM.
3. Untuk memberikan informasi betapa pentingnya menerapkan TQM agar proses bisnis
bisa tetap kompetitive.
4. Menjelaskan berbagai perkembangan TQM dari waktu ke waktu.

BAB II
ISI

Manajemen Mutu Terpadu | 1

2.1 DEFINISI DAN UNSUR TQM


TQM (Total quality management) adalah suatu pendekatan dalam menjalankan usaha
yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisaasi melalui perbaikan terusmenerus atas produk, jasa, tenaga kerja, proses, dan lingkungan.
Untuk memudahkan pemahamannya, pengertian TQM dapat dibedakan dalam dua
aspek (Fandi, 1995: 4). Aspek pertama menguraikan apa TQM itu dan aspek kedua
membahas bagaimana mencapainya.
Perbedaan TQM dengan pendekatan-pendekatan lain dalam menjalankan usaha adalah
komponen bagaimana. Komponen ini memiliki sepuluh unsur utama TQM (Goetsch dan
Davis, 1994 : 14-18), yang masing-masing akan dijelaskaan sebagai berikut.
1. Fokus pada pelanggan
Dalam TQM, baik pelanggan internal maupun pelanggan eksternal merupakan driver.
Pelanggan eksternal menentukan kualitas produk atau jasa yang disampaikan kepada mereka,
sedangkan pelanggan internal berperan besar dalam menentukan kualitas tenaga kerja, proses,
dan lingkungan yang berhubungan dengan produk dan jasa.
Guru yang merupakan salah satu pelanggan internal untuk dapat menghasilkan mutu
pendidikan yang baik maka berusaha semaksimal mungkin untuk mengajar dan mendidik
pelanggan eksternal yang mana dalam hal ini adalah siswa. Dengan memperhatikan semua
yang siswa butuhkan maka akan menghasilkan lulusan yang terbaik pula dan sekolah akan
mendapat pujian dari lingkungan sekitarnya.
2. Obsesi Terhadap Kualitas
Dalam organisasi yang menerapkan TQM, penentu akhir kualitas pelanggan internal
dan eksternal. Dengan kualitas yang ditetapkan tersebut, organisasi harus terobsesi untuk
memenuhi atau melebihi apa yang ditentukan tersebut. Hal ini berarti bahwa semua karyawan
pada setiap level berusaha melaksanakan setiap aspek pekerjaannya berdasarkan
perspektifbagaimana kita dapat melakukannya dengan lebih baik? bila suatu organisasi
terobsesi dengan kualitas,maka berlaku prinsipgood enough is never good enough.Baik
siswa maupun guru sama-sama memiliki keinginan yang sama yaitu untuk meningkatkan
mutu pendidikan yang lebih baik lagi. Dengan bersama-sama meningkatkan kualitas yang ada
maka sekolah akan turut memenuhi dan melebihi kualitas yang ada.
3.

Pendekatan Ilmiah
Pendekatan ilmiah sangat diperlukan dalam penerapan TQM, terutama untuk

mendesain pekerjaan dan dalam proses pengambilan keputusan dan pemecahan masalah yang
berkaitan dengan pekerjaan yang didesain tersebut. Dengan demikian data diperlukan dan
dipergunakan dalam menyusun patok duga (benchmark), memantau prestasi, dan
melaksanakan perbaikan.
Manajemen Mutu Terpadu | 2

Adanya pendekatan ilmiah yang ada pada TQM membuat pihak sekolah dapat
mengetahui apa saja yang diperlukan dalam hal pemenuhan kualitas sekolah. Semua hal
dalam pendekatan ilmiah dapat digunakan untuk mengetahui masalah yang ada di sekolah,
langkah apa yang dilakukan yang paling tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dengan
demikian sekolah dapat membuat rencana untuk meningkatkan prestasi siswa dan melakukan
perbaikan yang tepat.
4. Komitmen jangka Panjang
TQM merupakan paradigma baru dalam melaksanakan bisnis. Untuk itu dibutuhkan
budaya perusahaan yang baru pula. Oleh karena itu komitmen jangka panjang sangat penting
guna mengadakan perubahan budaya agar penerapan TQM dapat berjalan dengan sukses.
Sekolah memerlukan perencanaan tentang apa yang diharapkan dari sekolah tersebut
kedepannya. Untuk itu diperlukan budaya atau aturan yang dapat merealisasikan rencana
tersebut. Semua pihak yang ada di dalam sekolah tersebut ikut andil demi tercapainya
rencana dari sekolah tersebut. Budaya atau aturan harus bersifat konstan dari waktu ke waktu
demi terwujudnya kualitas sekolah tersebut.
5. Kerja sama Team (Teamwork)
Dalam organisasi yang dikelola secara tradisional, seringkali diciptakan persaingan
antar departemen yang ada dalam organisasi tersebut agar daya saingannya terdongkrak .
Akan tetapi persaingan internal tersebut cenderung hanya menggunakan dan menghabiskan
energi yang seharusnya dipusatkan pada upaya perbaikan kualitas, yang pada gilirannya
untuk meningkatkan daya saing eksternal.
Dalam organisasi yang menerapkan TQM, kerja sama tim, kemitraan dan hubungan
dijalin dan dibina baik antar karyawan perusahaan maupun dengan pemasok lembagalembaga pemerintah, dan masyarakat sekitarnya.
Lingkungan sekolah memiliki multi unsur yang mana untuk mendapatkan kualitas yang
baik maka dibutuhkan kerja sama dari unsur-unsur yang terkait. Unsur-unsur sekolah yang
dimaksud adalah kepala sekolah, guru, siswa, staf TU, Komite, warga sekitar. Apabila mereka
saling mendukung satu sama lain maka sekolah dapat meningkatkan kualitasnya.
6. Perbaikan Sistem Secara Berkesinambungan
Setiap poduk atau jasa dihasilkan dengan memanfaatkan proses-proses tertentu di
dalam suatu sistem atau lingkungan. Oleh karena itu, sistem yang sudah ada perlu diperbaiki
secara terus menerus agar kualitas yang dihasilkannya dapat meningkat.
Sekolah memiliki sistem pendidikan yang dipergunakan untuk menjalankan semua hal
tentang pendidikan. Di dalamnya terdapat aturan-aturan yang di laksanakan dalam
lingkungan sekolah yang pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Seiring dengan waktu maka sistem pendidikan pun terkadang menyesuaikan dengan
perkembangan zaman. Perkembangan zaman yang meningkat maka masalahpun semakin
Manajemen Mutu Terpadu | 3

bervariasi dengan membutuhkan pemecahan masalah yang terbaik pula. Sistem pendidikan
harus terus mengalami perbaikan secara berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas dan
mutu pendidikan.
7. Pendidikan dan Pelatihan
Dewasa ini masih terdapat perusahaan yang menutup mata terhadap pentingnya
pendidikan dan pelatihan. Perusahaan-perusahaan seperti itu hanya akan memberikan
pelatihan-pelatihan yang sekedarnya kepada karyawannya. Hal ini menyebabkan perusahaan
tidak berkembang dan sulit bersaing dengan perusahaan lainnya.
Dalam organisasi yang menerapkan TQM, pendidikan dan pelatihan merupakan faktor
yang fundamental. Setiap orang diharapkan dan didorong untuk terus belajar, yang tidak ada
akhirnya dan tidak mengenal batas usia. Dengan belajar, setiap orang dalam perusahaan dapat
meningkatkan keterampilan teknis dan keahlian profesionalnya.
Sekolah yang menerapkan TQM akan memberikan atau menganjurkan kepada gurugurunya untuk mengikuti pelatihan dan sekolah lebih tinggi lagi guna meningkatkan
kemampuan dirinya dan menyampaikan ilmu lebih baik lagi kepada siswa. Dengan pelatihan
yang di dapat dan pendidikan yang dimiliki guru maka akan menyebabkan sekolah tersebut
berkembang
8. Kebebasan Yang Terkendali
Dalam TQM, keterlibatan dan pemberdayaan karyawan dalam pengambilan keputusan
dan pemecahan masalah merupakan unsur yang sangat penting. Hal ini dikarenakan unsur
tersebut dapat meningkatkan "rasa memiliki" dan tanggung jawab karyawan terhadap
keputusan yang dibuat. Selain itu unsur ini juga dapat memperkaya wawasan dan pandangan
dalam suatu keputusan yang diambil, karena pihak yang terlibat lebih banyak. Meskipun
demikian, kebebasan yang timbul karena keterlibatan tersebut merupakan hasil dari
pengendalian yang terencana dan terlaksana dengan baik. Pengendalian itu sendiri dilakukan
terhadap metode-metode pelaksanaan setiap proses tertentu. Dalam hal ini karyawan yang
melakukan standadisasi proses dan mereka pula yang berusaha mencari cara untuk
menyakinkan setiap orang agar bersedia mengikuti prosedur standar tersebut.
9. Kesatuan Tujuan
Agar TQM dapat diterapkan dengan baik, maka perusahaan harus memiliki kesatuan
tujuan. Dengan demikian setiap usaha dapat diarahkan pada tujuan yang sama. Namun hal ini
tidak berarti bahwa harus selalu ada persetujuan atau kesepakatan antara pihak manajemen
dan karyawan mengenai upah dan kondisi kerja.
Tiap sekolah memiliki visi dan misi yang masing-masing berbeda satu sama lain sesuai
dengan tujuan yang ingin dicapai oleh sekolah tersebut. Dengan visi dan misi yang ada maka
pihak sekolah masing-masing memiliki cara tersendiri untuk menciptakan tujuan yang sama.
Manajemen Mutu Terpadu | 4

Pemikiran tujuan yang sama akan menghasilkan kualitas sekolah yang sesuai dengan
harapan.
10. Adanya Keterlibatan dan Pemberdayaan Karyawan
Keterlibatan dan pemberdayaan karyawan merupakan hal yang penting dalam
penerapan TQM. Usaha untuk melibatkan karyawan membawa 2 manfaat utama. Pertama,
hal ini akan meningkatkan kemungkinan dihasilkannya keputusan yang baik, rencana yang
lebih baik, atau perbaikan yang lebih efektif karena juga mencakup pandangan dan pemikiran
dari pihak-pihak yang langsung berhubungan dengan situasi kerja. Kedua, keterlibatan
karyawan juga meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab atas keputusan dengan
melibatkan orang-orang yang harus melaksanakannya.
Pemberdayaan bukan sekedar berarti melibatkan karyawan tetapi juga melibatkan
mereka dengan memberikan pengaruh yang sungguh-sungguh berarti. Salah satu cara yang
dapat dilakukan adalah dengan menyusun pekerjaan yang memungkinkan pada karyawan
untuk mengambil keputusan mengenai perbaikan proses pekerjaanya dalam parameter yang
ditetapkan dengan jelas.
2.2 FALSAFAH KUALITAS
Untuk mengetahui falsafah kualitas, diberikan contoh aplikasi pada perusahaan Ricoh.
Perusahaaan Ricoh (Ricoh Company, Ltd., Tokyo), sejak pertengahan tahun1970-an telah
menerapkan konsep kualitas yang berfokus pada pasar (pelanggan).
Ricoh membagi konsep pengendalian kualitas total ke dalam tiga area, yaitu.
1. Filosofi
a) Berorientasi pada pasar (pelanggan)
Konsep berorientasi pada pasar (market-in concept) dari Ricoh merupakan hal yang
menarik untuk dikaji, karena berdasarkan pemahaman manajemen Ricoh, konsep ini
berlawanan dengan konsep kualitas berorientasi pada produk (product-out concept). Konsep
berorientasi pada pasar memiliki tiga karakteristik utama, yaitu:
1) Konfirmasi terhadap kebutuhan pasar (market Oriented)
2) Mempertimbangkan orang dalam setiap tahap proses
3) Jangan membuat masalah kepada orang lain, karena setiap orang adalah pelanggan.
Penerapan konsep ini akan menciptakan :kesopanan atau kerendahan hati serta akan
merefleksikan atau memantulkan suatu pantulan atau cerminan, berupa tanggap terhadap
suatu masalah sehingga mendorong ke arah perbaikan, yang pada akhirnya membawa
perusahaan ketingkat pertumbuhan yang penuh.
b) Tidak membuat kesalahan pada pelanggan
c) Semua keputusan penting hanya diakukan berdasarkan pada fakta.
Manajemen Mutu Terpadu | 5

2. Peralatan
a) Tindakan korektif dilakukan apabila terdapat penyimpangan hasil
b) Peralatan-peralatan digunakan untuk mengidentifikasi penyimpangan yang terjadi.
3. Aktivitas
a) Aktivitas penyelesaian makalah
b) Aktivitas pengembangan kebijaksanaan
c) Aktivitas jaminan kualitas
d) Aktivitas oleh manajemen ditambah dengan aktivitas yang dimulai oleh karyawan atau
pekerja, seperti aktivitas gugus kendali mutu (quality control circle).
2.3 KONSEP TQM
Pada dasarnya konsep TQM mengandung tiga unsur (Bounds et al., dalam Hessel,
2003: 77), yaitu berikut ini:
1. Strategi nilai pelanggan
Nilai pelanggan adalah manfaat yang dapat diperolehpelanggan atas penggunaan
barang/jasa yang dihasilkan perusahaan dan pengorbanan pelanggan untuk memperolehnya.
Strategi ini merupakan perencanaan bisnis untuk memberikan nilai bagi pelanggan termasuk
karakteristik produk, cara penyampaian, pelayanan, dan sebagainya.
2. Sistem organisasional
Sistem organisasional berfokus pada penyediaan nilai bagi pelanggan. Sistem
ininmencangkup tenaga kerja, material, mesin/teknologi proses, metode operasi dan
pelaksanaan kerja, aliran proses kerja, arus informasi, dan pembuatan keputusan.
3. Perbaikan kualitas berkelanjutan
Perbaikan kualitas diperlukan untuk menghadapi lingkungan eksternal yang selalu
berubah, terutama peruabahan selera pelanggan. Konsep ini menuntut adanya komitmen
untuk melakukan pengujian kualitas produk secara kontinu. Dengan perbaikan kualitas
produk kontinu, akan dapat memuaskan pelanggan.
Penerapan TQM pada proses produksi dilakukan pada setiap ntahap dalam proses
produksi. Proses produksi terdiri dari tiga tahap, yaitu preproduction adalah tahap sebelum
produksi yaitu penentuan sistem kualitas desain dan sertifikasi produk. Kualitas desain
menentukan spesifikasi produk yang jelas melalui keterlibatan semua departemen dengan
pembentukan tim yang anggotanya lintas fungsional dan berbagai disiplin yang dapat
meningkatkan kualitas produk. Tahap production (input, proses, dan output) diperlukan
jaminan kualitas produk dengan menggunakan pengawasan statistik.
Dalam proses produksi, penerapan TQM melalui tiga cara, yaitu ; pertama, meniadakan
atau mengurangi penyimpangan proses produksi agar presentase kerusakan tidak ada atau
kecil dan kualitas produk makin baik dengan menggunakan metode statistical quality control;
kedua, menekankan pada preventive maintenance untuk mencegah kerusakan mesin dan
Manajemen Mutu Terpadu | 6

mencegah kesalahan dalam proses produksi; ketiga, melalui employee self inspection sebagai
salah satu unsur dalam manajemen proses yang akan meningkatkan kesadaran karyawan
untuk selalu menjaga kualitas produk. Prosproduction diperlukan jaminan kualitas mengenai
ketepatan distribusi produk kepada pelanggan.
Keunggulan kompetitif organisasi adalah cara organisasi dalam menciptakan niai bagi
pelanggan biaya produksi. Dua keunggulan kompetitif yaitu; low cost dan differentiation
product. Low cost dicapai, yaitu dengan meningkatkan efesiensi semua kegiatan dengan biaya
yang serendah mungkin. Differentiation product adalah kualitas barang/jasa yang berbeda dan
lebih baik dari pesaing, delivery yang tepat waktu, pelayaan, kemudahan penggunaan, dan
faktor-faktor lain yang merupakan pembeda dengan pesaing.
2.4 PRINSIP TQM
Menurut Hensler dan Brunell (dalam Scheuing dan Christopher, 1993: 165-166), ada
empat prinsip utama daflam TQM yaitu sebagai berikut:
1. Kepuasan Pelanggan
Memberikan kepuasan kebutuhan pelanggan (internal dan eksternal) dalam segala
aspek, termasuk di dalamnya harga, keamanan, dan ketepatan waktu. Oleh karena itu, segala
aktivitas perusahaan harus dikoordinasikan untuk memuaskan para pelanggan.
Kualitas yang dihasilkan suatu perusahaan sama dengan nilai (value) yang diberikan
dalam rangka meningkatkan kualitas hidup para pelanggan. Semakin tinggi nilai yang
diberikan, semakin besar pula kepuasan pelanggan.
2. Respek Terhadap Setiap Orang
Dalam perusahaan yang berkelas dunia, setiap karyawan dipandang sebagai individu
yang memiliki talenta dan kreativitas yang unik. Dengan demikian, karyawan merupakan
sumber daya organisasi yang paling bernilai. Oleh karena itu, setiap orang dalam organisasi
diperlakukan dengan baik dan diberi kesempatan untuk terlibat dan berpartisipasi dalam tim
pengambil keputusan.
3. Manajemen Berdasarkan Fakta
Perusahaan kelas dunia berorientasi pada fakta, setiap keputusan didasarkan pada data,
dengan mengacu pada konsep prioritisasi (prioritization) dan variasi (variation), dan bukan
sekedar pada perasaan (feeling).
4.

Perbaikan Berkesinambungan
Agar dapat sukses, setiap perusahaan perlu melakukan proses secara sistematis dalam

melaksanakan perbaikan berkesinambungan. Konsep yang berlaku di sini adalah siklus


PDCA (plan-do-check-act), yang terdiri dari langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan
Manajemen Mutu Terpadu | 7

rencana, pemeriksaan hasil pelaksanaan rencana, dan tindakan korektif terhadap hasil yang
diperoleh.
2.5 METODE TQM
Pembahasan mengenai metode TQM difokuskan pada tiga pakar utama yang
merupakan pionir dalam pengembangan TQM. Mereka adalah W. Edwards Deming, Joseph
M. Juran, dan Philip B. Crosby. Selain mereka, masih ada beberapa pakar lainnya, seperti
Armand V. Feigenbaum (yang terkenal dengan konsep TQC atau total quality control dan
sejumlah pakar jepang, diantaranya Shigeo Shingo, Taiichi Ohno dan Kaoru Ishikawa,
(Company Wide Quality control), serta Ishikawa (Cause Effect Diagram).
Perbandingan pandangan kualitas:
1. Metode W. Edwards Deming
Deming menganjurkan penggunaan SPC (yang dikembangkan pertama kali oleh
SheWhart) agar perusahaan dapat membedakan penyebab sistematis dan penyebab khusus
dalam menangani kualitas. Ia berkeyakinan bahwa perbedaan atau variasi merupakan suatu
fakta yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan industri. Kontribusi utama yang
membuatnya terkenal adalah:
a) Siklus Deming (Deming cycle)
Siklus deming ini dikembangkan untuk menghubungkan antara operasi dengan
kebutuhan pelanggan dan memfokuskan sumber daya semua bagian dalam perusahaan (riset,
desain, operasi, dan pemasaran) secara terpadu dan sinergi untuk memenuhi kebutuhan
pelanggan (Ross, 1994:237). Ada empat komponen utama secara berurutan, diantaranya
sebagai berikut:
1) Mengembangkan rencara perbaikan (plan)
Ini merupakan langkah setelah dilakukan pengujian ide perbaikan maslah, Rencana
perbaikan disusun berdasarkan prinsip 5W+1H, yang dibuat secara jelas dan terinci serta
menetapkan sasaran dan target yang harus dicapai dengan memperhatikan prinsip SMART
(Spesific, Measurable, Attainable,Reasonable, dan Time).
2) Melaksanakan rencana (do)
Rencana yang telah disusun diimplementasikan secara bertahap, mulai dari skala kecil
dan pembagian tugas secara merata sesuai dengan kapasitas dan kemampuan dari setiap
personil.
3) Memeriksa atau meneliti hasil yang dicapai (check atau study)
Memeriksa atau meneliti merujuk pada penetapan apakah pelaksanaannya berada dalam
jalur, sesuai dengan rencana dan memantau kemajuan perbaikan yang direncanakan. Alat
yang digunakan adalah pareto diagram, histogram, dan diagram kontrol.
4) Melakukan tindakan penyesuaian bila diperlukan (action)
Manajemen Mutu Terpadu | 8

Penyesuaian dilakukan bila dianggap perlu, yang didasarkan hasil analisis diatas. Ini
berkaitan dengan standardisasi prosedur baru guna menghindari timbulnya kembali masalah
yang sama atau menetapkan sasaran baru bagi perbaikan berikutnya.
b) Empat Belas Poin Deming (Demings Fourteen Points)
Merupakan ringkasan dari keseluruhan pandangan W. Edwards Deming terhadap apa
yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan untuk melakukan transisi positif dari bisnis
sebagaimana biasanya sehingga menjadi bisnis berkualitas tingkat dunia.
c) Demings Seven Deadly Diseases
Merupakan ringkasan dari pandangan Deming terhadap faktor-faktor yang dapat
merintangi transformasi menuju bisnis berkualitas tingkat dunia.
2. Metode Joseph M. Juran
Juran mendefinisikan kualitas sebagai cocok/sesuai untuk digunakan (fitness for use),
yang mengandung pengertian bahwa suatu barang atau jasa harus dapat memenuhi apa yang
diharapkan oleh para pemakainya. Pengertian cocok untuk digunakan ini mengandung 5
dimensi utama yaitu, kualitas desain, kualitas kesesuaian, ketersediaan, keamanan, dan field
use.
3. Metode Philip B. Crosby
Ada empat dalil manajemen kualitas Crosby:
Dalil pertama, definisi kualitas adalah sama dengan persyaratan kurang sedikit saja dari
persyaratannya maka suatu barang atau jasa dikatakan tidak berkualitas. Persyaratan ini
sendiri dapat berubah sesuai dengan keinginan pelanggan, kebutuhan organisasi, pemasok
dan sumber, pemerintah, teknologi, serta pasar atau persaingan.
Dalil kedua, sistem kualitas adalah pencegahan dengan adanya pencegahan sejak awal
dapat menghemat biaya dan waktu.
Dalil ketiga, kerusakan nol (zero defects) merupakan standar kinerja yang harus
digunakan,orang sering terjebak dengan nialai presentase, sehingga crosby mengajukan
konsep kerusakan nol, yang menurutnya dapat tercapai bila perusahaan melakukan sesuatu
yang benar semenjak pertama kali dan setiap kali.
Dalil keempat, ukuran kualitas adalah price of nonconformance yaitu biaya yang harus
dikeluarkan karena melakukan kesalahan.
Menurut Crosby, setiap perusahaan harus divaksinasi agar memiliki antibodi untuk
melawan ketidaksesuaian terhadap persyaratan (nonconformances). Ketidaksesuaian ini
merupakan sebab, sehingga harus dicegah dan dihilangkan dengan cara:
1. Integritas
2. Sistem
3. Komunikasi
4. Operasi
5. Kebijaksanaan.

Manajemen Mutu Terpadu | 9

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Total quality management merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang
mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui erbaikan terus-menerus atas
produk, tenaga kerja, proses, dan lingkungannya. Untuk mencapai usaha tersebut digunakan
sepuluh unsur utama TQM, yaitu fokus pada pelanggan, obsesi terhadap kualitas, pendekatan
ilmiah, komitmen jangka panjang, kerja sama tim, perbaikan berkesinambungan, pendidikan
dan latihan, kebebasan yang terkendali, kesatuan tujuan, dan keterlibatan serta pemberdayaan
karyawan.
Metode yang digunakan dalam TQM meliputi tiga bentuk, yaitu metode W.A. Deming,
Joseph M. Juran, dan Philips B. Crosby. Apabila perusahaan menggunakan TQM, akan
mengurangi biaya operasi dan meningkatkan penghasilan, sehingga laba makin meningkat.
3.2 Kritik dan Saran
Dalam penulisan makalah ini kami menyadari bahwa sangat banyak kekurangan baik
skema penulisan, urutan kalimat, penggunaan bahasa penulisan, dsb. Untuk itu kritik dan
saran sangat kami harapkan untuk evaluasi bagi kami dalam penyusunan makalah kami yang
selanjutnya.

Manajemen Mutu Terpadu | 10

DAFTAR PUSTAKA

Nasution,nur.2005. manajemen mutu terpadu (total quality management).bogor:ghalia


indonesia.

Manajemen Mutu Terpadu | 11