Anda di halaman 1dari 5

EBP G R2 G14 NIKKU DWIKY PRASTOMO

CHAPTER 3
TEORI TEORI ETIKA
ETIKA ABSOLUT VERSUS ETIKA RELATIF
Etika Absolutisme dan Etika relativisme merupakan prinsip yang saling bertentangan satu sama lain.
Adanya pertentangan ini disebabkan oleh perbedaan pandangan tentang moral.

Relatif itu sendiri berarti paham yang percaya bahwa segala sesuatu itu bersifat tidak mutlak,
mulai dari pengetahuan mau pun prinsip. Pandangan etika relatif mengatakan bahwa tidak ada
prinsip moral yang benar secara universal karena kebenaran dari semua prinsip moral bersifat
relatif terhadap budaya atau pilihan individu. Contoh : Membunuh itu bisa benar dan juga
bisa salah tergantung apa tujuan orang melakukan pembunuhan.

Absolut didefinisikan sebagai paham etika yang menekankan bahwa prinsip moral itu universal,
berlaku untuk siapa saja, dan di mana saja. Contoh : Dimanapun dan bagaimanapun membunuh
adalah perbuatan tidak bermoral.
PERKEMBANGAN PERILAKU MORAL
Teori Kohlberg
Teori ini berpandangan bahwa penalaran moral, yang merupakan dasar dari perilaku etis,
perkembangan dari keputusan moral seiring penambahan usia bahwa logika dan moralitas berkembang
melalui tahapan-tahapan konstruktif. Kohlberg memperluas pandangan dasar ini, dengan menentukan bahwa
proses perkembangan moral pada prinsipnya berhubungan dengan keadilan dan perkembangannya berlanjut
selama kehidupan. Tahap-tahap perkembangan moral anak menurut Kohlberg yakni :
Level
Tingkat 1
(preconventional)
Usia < 10 tahun

Sub Level
1. Orientasi pada hukuman

Tingkat 2
(Conventional)
Usia 10-13 tahun

3. Orientasi anak baik

Tingkat 3
(Postconventional)
Usia > 13 tahun

5. Orientasi Kontrak Sosial

2. Orientasi pada hadiah

4. Orientasi Otoritas

6. Otientasi prinsip etika

Ciri
Mematuhi
aturan
untuk
menghindari hukuman
Menyesuaikan
diri
untuk
memperoleh reward
Menyesuaikan
diri
utk
menghindari celaan org lain
Mematuhi
aturan
untuk
menghindari rasa bersalah karena
tidak menjalankan kewajiban
Adanya
tindakan
yang
menonjolkan diri agar dianggap
hadir dalam norma masyarakat
Adanya kepatuhan pada etika
untuk menghindari penghukuman
1

diri
BEBERAPA TEORI ETIKA
EGOISME
Rachles (2004) membagi Egoisme menjadi 2, yakni :
1. Egoisme psikologis Semua tindakan dimotivasi oleh tindakan kepentingan berkutat diri (selfish).
Namun egoisme ini tidak menghasilkan tindakan altruisme, dimana tidak ada kepedulian pada orang
lain, atau mengutamakan kepentingan orang lain dengan mengorbankan kepentingan pribadi.
2. Egoisme Etis adalah tindakan yg dilandasi kepentingan dii sendiri (self-interest).
Perbedaan kedua jenis egoisme tadi yakni adalah pada akibatnya bagi orang lain. Pandangan kritik dan
dukungan atas egoisme etis:
(+) sesuai dengan moralitas sehat, dimana sesuai dg fundamental kepentingan diri serta maklumat
banyak.
(-) Egoisme etis mengkesampingkan kepentingan pribadi, serta merendahkan martabat diri sendiri
demi kepentingan orang banyak.
Selanjutnya, alasan banyak pendapat mengkritik Egoisme Etis :
1. Egoisme etis tidak mampu memecahkan konflik-konflik kepentingan.
2. Egoisme etis bersifat sewenang-wenang, serta meninbulkan efek rasisme
UTILITARIANISME
Semakin tinggi kegunaannya maka akan semakin tinggi pula nilainya. Berasal dari bahasa
latin utilis yang berarti bermanfaat. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat,
tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan.
Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah
kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar
Kritik yang dilontarkan bagi paham ini yakni:
1. Hanya menekankan tujuan / manfaat pada pencapaian duniawi, namun mengesampingkan aspek
rohani (spiritual)
2. Mengorbankan prinsip keadilan dan hak individu / minoritas untuk kemaslahatan banyak orang
(mayoritas)
DEONTOLOGI
Deontologi menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. Suatu tindakan itu baik
bukan dinilai dan dibenarkan berdasarkan akibatnya atau tujuan baik dari tindakanyang dilakukan,
melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri sebagai baik pada diri sendiri.
TEORI HAK
Menurut teori hak (right theory) tindakan atau perbuatan dianggap baik bila tindakan tersebut sesuai
dengan hak asasi manusia (HAM), yaitu
2

1. hak hukum (legal right) hak yang didasarkan atas sistem/ yuridiksi hukum suatu negara,
dimana sumber hukum tertinggi suatu negara adalah UUD negara yang bersangkutan.
2. hak moral atau kemanusiaan (moral, human right) kepentingan individu sepanjang
kepentingan individu itu tidak melanggar hak orang lain.
3. hak kontraktual (contractual right) mengikat individu-individu yang membuat kesepakatan /
kontrak bersama dalam wujud hak dan kewajiban masing masing pihak.
TEORI KEUTAMAAN ( VIRTUE THEORY)
Teori ini tidak mempertanyakan suatu tindakan tapi berangkat dari suatu pertanyaan mengenai sifat
atau karakter yang harus dimiliki seorang agar disebut sebagai manusia utama dan sifat atau karakter yang
mencerminkan manusia hina. Teori ini tidak berdiri sendiri ( tanpa deontologi, teleologi), karena teori ini
berdasar atas tindakan yang berulang-ulang.
TEORI ETIKA TEONOM
Kesamaan dengan teori-teori diatas adalah terletak pada aspek moralitas, dimana moralitas hanya
dilakukan atas dasar kesadaran manusia, dan tanpa mengakui atau mengaitkannya dengan kekuasaan tak
terbatas (Tuhan). Teori ini mengatakan bahwa karakter moral manusia ditentukan secara hakiki oleh
kesesuaian hubungannya dengan kehendak Allah, dan perilaku manusia tidak baik bila tidak mengikuti
aturn-aturan / perintah Allah sebagaimana dicantumkan dalam kitab suci.
ETIKA ABAD KE-20
Arti Kata Baik - George Edward Moore
Kata baik tidak dapat didefinisikan, karena memiliki sifat primer atas bagian-bagian keseluruhan,
sehingga tidak dapat di definisikan. Baik adalah baik, titik.
Tatanan Nilai - Max Scheller
Menurut Scheller, terdapat 4 gugus nilai yg masing-masing berbeda antara satu dg yg lain, yakni : (1)
nilai-nilai sekitar enak & tidak enak, (2) nilai-nilai vital, (3)nilai nilai rohani murni, (4) nilai-nilai sekitar roh
kudus.
Etika Situasi - Joseph Fletcher
Moralitas hanya dapat dipahami dalam situasi konkret. Padahal situasi konkret tidak selalu sama,
sehingga etika Fletcher disebut sebahai etika situasi.
Pandangan Penuh Kasih - Iris Murdoch
Menurut Murdoch bukan kemampuan otonom yg menciptakan nilai, melainkan kemampuan untuk
melihat dg penuh kasih dan adil. Hanya pandangan adil & penuh kasih yg menghasilkan pengertian yang
betul-betul benar.
Pengelolaan Kelakuan - Byrrhus Frederic Skinner
Skinner mengatakan bahwa pendekatan filsafat tradisional dan ilmu manusia tidak memadai
sehingga yang diperlukan bukanlah ilmu etika, tetapi sebuah teknologi kelakuan. Pada dasarnya pendapat ini
mengacu pada penemuan teknologi / cara untuk mengubah perilaku.
Prinsip Tanggung Jawab Hans Jonas
3

Kewajiban manusia untuk bertanggung jawab atas keutuhan kondisi manusia di masa depan.
TEORI ETIKA DAN PARADIGMA HAKIKAT MANUSIA
Terdapat paradigma mengenai etika:
a. Muncul bermacam-macam paham / teori etika, dimana masing masing memiliki pendukung dan
penentang
b. Hampir semua teori etika yg didasarkan atas paradigma tidak utuh tentang hakikat manusia.
c. Semua teori yang seolah-olah saling bertentangan tersebut, sejatinya tidaklah bertentangan
d. Teori-teori tersebut sebenarnya dapat disatukan
Teori Etika dan Hubungannya dengan Paradigma Hakikat Manusia dan Kecerdasan
Paradigma
Teori

Penalaran Teori

Kriteria Etis
Pemenuhan
kepentingan pribadi

Hakikat Manusia
& Kecerdasan

Tujuan Hidup
Kenikmatan
duniawi scr
individu

Hakikat tdk Utuh


(PQ, PQ)

Kesejahteraan
duniawi masyarakat

Hakikat tdk Utuh


(PQ, IQ, EQ)

Demi kewajiban itu


sendiri
Demi martabat
kemanusiaan
Kebahagiaan
duniawi &
psikologis

Hakikat tdk Utuh


(IQ, EQ)
Hakikat tdk Utuh
(IQ)

Hakikat Utuh
(PQ, IQ, EQ, SQ)

Egoisme

Tujuan dari
tindakan

Utilitarianisme

Tujuan dari
tindakan

Deontologi

Tindakan itu sendiri

Teori Hak

Kepatuhan HAM

Aturan ttg HAM

Teori Keutamaan

Disposisi karakter

Karakter + & individu

Teori Teonom

Disposisi karakter
Karakter mulia &
Kebahagiaan rohani
& tingkat keamanan mematuhi kitab suci & duniawi

Memberi manfaat /
kegunaan bagi bnyk
orang
Kewajiban mutlak
setiap orang

Hakikat tdk Utuh


(IQ, EQ)

Model Pengembangan Teori Etika


Paradigma Hakikat Manusia Tujuan Nilai / Hidup Acuan Teori Tindakan Kebiasaan Karakter
Realisasi Nilai Hidup
TANTANGAN KE DEPAN ETIKA SEBAGAI ILMU
Ilmu Etika ke depan hendaknya mengutamakan integrasi dan keseimbangan pada:
1. Pertumbuhan PQ, IQ, EQ, dan SQ
2. Kepentingan individu, masyarakat, dan Tuhan
3. Keseimbangan tujuan duniawi dan tujuan spiritual
Gabungan dari ke tiga integrasi di atas akan menentukan karakter seseorang (teori keutamaan), karena
hidup adalah proses evolusi kesadaran yakni : hak (egoisme) utilitarianisme kewajiban (deontologi)
teonom keutamaan (virtue)

---ii---