Anda di halaman 1dari 9

Nama

: Jordy Aprillianza Budiang

NIM

: D41114308

Mata Kuliah

: Fisika Teknik I

Tugas 1 !

Rangkuman!
GELOMBANG
A. Tipe-tipe Gelombang
Terdapat 3 tipe gelombang, yaitu:
1. Gelombang Mekanik
Gelombang mekanik merupakan gelombang yang paling sering kita
temui dalam kehidupan sehari-hari, misalnya gelombang pada
permukaan air, gelombang bunyi, gelombang pada senar gitar, dan
gelombang pada tali. Gelombang mekanik dipengaruhi oleh Hukumhukum Newton. Gelombang Mekanik membutuhkan medium atau
perantara untuk melakukan perambatan. Medium yang dibutuhkan bias
berupa air, udara, maupun batu.
2. Gelombang Elektromagnetik
Gelombang Elektromagnetik masih jarang kita dengar, namun kita
sering memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari, misalnya sinar
ultraviolet (UV), gelombang radio, gelombang mikro, x-ray, dan
gelombang radar. Gelombang Elektromagnetik tidak memerlukan
medium

untuk

melakukan

perambatan,

sehingga

gelombang

elektromagnetik dapat merambat melalui ruang hampa. Semua


gelombang elektromagnetik memiliki kecepatan yang sama, yaitu c

sebesar 299.792.458 m/s atau biasa juga dibulatkan menjadi


300.000.000 m/s.
3. Gelombang Partikel (Matter Waves)
Gelombang Partikel (Matter Waves) merupakan gelombang yang saat
ini palig sering digunakan dalam teknologi modern, namun sangat
jarang kita dengar. Gelombang ini berkaitan dengan elektron, proton,
dan partikel-partikel penyusun termasuk atom dan molekul.
B. Gelombang Transversal dan Gelombang Longitudinal
Gelombang pada sebuah tali merupakan sebuah gelombang mekanik
sederhana. Jika kita memberikan sebuah gangguan naik atau turun pada
tali itu, maka sebuah gelombang berbentuk pulsa tunggal akan menjalar
sepanjang tali denga kecepatan yang tetap.
Lalu, jika kita menggerakkan tangan naik-turun secara terus menerus
secara harmonik, maka akan terbentuk sebuah gelombang naik-turun yang
kontinu menjalar di sepanjang tali dengan kecepatan . Gelombang yang
menjalar tersebut memiliki bentuk seperti kurva sinus atau kurva cosinus.

Gelombang tali yang berbentuk gelombang sinus disebut dengan


Gelombang Transversal.
Gelombang Transversal merupakan gelombang yang arah getarannya
tegak lurus terhadap arah rambatannya. Contoh gelombang transversal,
yaitu gelombang pada tali, gelombang pada permukaan air, dan
gelombang cahaya.
Contoh lain, misalkan sebuah pegas yang terikat pada suatu
penampang. Jika kita menarik pegas tersebut lalu melepaskanya, maka
pegas akan bergerak harmonik sederhan ke kiri dan ke kanan dengan
kecepatan . Pegas yang bergerak akan membentuk rapatan dan regangan.
Gelombang pada pegas ini disebut dengan gelombang longitudinal.
Gelombang Longitudinal merupakan gelombang yang arah getarannya
sejajar atau searah dengan arah rambatannya. Contohnya, gelombang pada
pegas dan gelombang bunyi.

Gelombang Transversal dan gelombang Longitudinal dikatakn sebagai


gelombang berjalan karena gelombang tersebut bergerak dari suatu posisi
ke posisi lain.
C. Panjang Gelombang dan Frekuensi
Untuk sebuah gelombang sinusoidal yang bergerak pada sumbu x positif
dengan simpangan y terhadap waktu t, maka diberikan persamaan:
(, ) = sin( )
Di mana:
y

= simpangan gelombang (m)

ym = Amplitudo (m)
k

= Bilangan gelombang (rad/m)

= Posisi awal (m)

= Frekuensi sudut (rad/s)


t

= waktu (s)

Amplitudo dan Fase


Amplitudo (ym) adalah simpangan terjauh (maksimum) oleh sebuah
bukit atau lembah gelombang dari titik kesetimbangannya. Besar
amplitudo selalu bernilai positif tidak peduli jika berada pada sumbu y
positif atau negatif.
Fase gelombang dinyatakan dengan . Fase gelombang
menyatakan posisi suatu gelombang pada sumbu x dan fase akan selalu
berubah terhadap waktu.
Panjang Gelombang dan Bilangan Gelombang
Panjang gelombang adalah jarak antara suatu titik dengan titik
identiknya dalam suatu gelombang atau jarak antara puncak gelombang
dengan puncak gelombang berikutnya atau jarak lembah gelombang

dengan

lembah

gelombang

berikutnya.

Panjang

gelombang

disimbolkan .
Misalkan,
(, 0) = sin ,

untuk x=x1+1

= sin (1 + )
= sin(1 + )
Sebuah fungsi sinus mulai dan berulang ketika sudutnya bertambah
sebesar 2 radian, sehingga = 2, atau
2

Di mana k adalah bilangan gelombang yang menyatakan jumlah


=

gelombang tiap satuan jarak. Satuan untuk k adalah radian per meter.
Periode, Frekuensi Sudut, dan Frekuensi
Sebuah gelombang, di mana x=0, maka
(0, ) = sin()
(, ) = sin
Dengan menggunakan sin() = sin untuk semua sudut.
Periode didefinisikan sebagai waktu yang dibutuhkan untuk mencapai
satu gelombang penuh, sehingga:
sin = sin (1 + )
sin = sin(1 + )
Dengan menyamakan = 2, maka
=

Dengan adalah frekuensi sudut dengan satuan radian per sekon.

Frekuensi adalah banyak gelombang yang terbentuk tiap satuan waktu.


1

Frekuensi berbanding lurus dengan dan frekuensi sudut .

=
2

Fase konstan:
= sin( + )
D. Kecepatan Gelombang Berjalan
Kecepatan gelombang didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh oleh
sebuah gelombang () tiap waktu(). Di mana:
=
Sehingga jika persamaan di atas diturunkan, menjadi:

=0


= = = =

E. Kecepatan Gelombang pada Tali yang Meregang


Kecepatan gelombang berbanding lurus dengan panjang gelombang dan
frekuensi, tetapi itu juga bergantung pada mediumnya.
Analisis Dimensi
Dalam kasus ini, kita menggunakan massa dan elastisitas untuk
menemukan kecepatan yang memiliki dimensi 1 .
Untuk massa, kita menggunakan persamaan

. Perbandingan ini

disebut kerapat linier tali . Untuk = , dimensinya 1 .

Pada tali yang meregang terdapat tegangan tali yanf bekerja. Tegangan
tali merupakan dua buah gaya (F) yang bekerja, sehingga
dimensinya 2 .
Kita

harus

menggabungkan (1 ) dan ( 2 ) untuk

mendapatkan . Sehingga didapatkan:

Berdasarkan Hukum II Newton


Untuk gaya yang bekrja pada suatu benda dengan lintasan berbentuk
lingkaran, berlaku:

= 2( sin ) (2) = , di mana 2 =


Untuk massa diberikan persamaan:
=

Dan untuk tali yang bergerak dalm busur lingkaran, mengalami


percepatan sentripetal yang mengarah ke pusat lingkaran, dan diberikan
oleh persamaan:
2
=

Lalu gabungkan 3 persamaan di atas menggunakan Hukum II Newton:


=

2
= ()( )

Sehingga didapatkan:

F. Energi dan Daya Gelombang Berjalan pada Tali


Energi Kinetik
Ketika y=0, maka kecepatan dan energi kinetiknya maksimum,
sedangkan ketika y=ym, maka kecepatan dan energi kinetiknya sama
dengan nol.
Energi Potensial Elastis
Ketika posisi tali y=ym, panjang talinya normal sehingga energi
potensial elastisnya adalah nol. Dan ketika y=0, maka tegangan tali dan
energi potensial elastisnya maksimum.
Nilai Transmisi Energi
Energi Kinetik dK dihubungkan dengan massa tali dm, diberikan oleh:
1
= 2
2
Di mana kecepatan osilasi tali adalah u. Untuk mendapatkan u, kita
menurunkan persamaan = sin( ):
=

= cos( )

Menggunakan hubungan dan mengambil = , maka :


1
= ()( )2 2 ( )
2
1
= 2 2 2 ( )
2
Sehingga nilai rata-rata Energi Kinetik yang ditransfer adalah:
(

1
= 2 2 [ 2 ( )]
)
2
(

1
= 2 2
)
4

Daya rata-rata:
= 2 (

1
= 2 2
2