Anda di halaman 1dari 1

3.

Bila anda adalah kepala ruangan dan ingin menerapkan metode asuhan keperawatan TIM,
identifikasi kategori tenaga perawat yang anda butuhkan (tingkatkan pendidikan dan jumlahnya)
Metode tim merupakan suatu metode pemberian asuhan keperawatan dimana seorang
perawat professional dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien melalui upaya
kooperatif dan kolaboratif (Potter And Praticia,1993; Nurhidayah,2014)
Model tim didasarkan pada keyakinan bahwa setiap anggota kelompok mempunyai
kontribusi dan memberikan asuhan keperawatan sehingga timbul moitvasi dan rasa tanggung
jawab perawat yang tinggi sehingga diahrapkan mutu asuhan keperawatan meningkat.
(Nurhidayah,2014)
Metode TIM terdiri atas anggota yang berbeda-beda dalam memberikan asuhan
keperawatan terhadap sekelompok pasien. Perawat ruangan dibagi menjadi 2-3 tim/grup yang
terdiri atas tenaga professional, teknikal, dan pembantu dalam satu kelompok kecil yang saling
membantu. Perawat professional (ners) mempunyai wewenang dan tanggung jawab
melaksanakan praktik keperawatan di rumah sakit dengan sikap dan kemampuannya. (Nursalam,
2015)
Metode TIM
Ruang Amerta dipimpin oleh kepala ruangan Ns. Kadek Verlyanita Septiarini, S.Kep dan
dibantu oleh 2 ketua tim, dan beberapa perawat pelaksana bersama tenaga administrasi dan
petugas administrasi dan petugas kebersihan (cleaning service). Di ruang Amerta semua perawat
pendidikan terakhir yaitu DIII Keperawatan dan S1 Keperawatan.
Kepala ruangan sebagai penanggung jawab Ruang Amerta membuat 2 kelompok yaitu
Tim 1 yang terdiri dari 6 orang dan Tim 2 terdiri dari 6 orang.

Kepala
Ruangan

Ketua
Staff
Perawat
Pasien

Ketua
Tim
Staff
Perawat
Pasien