Anda di halaman 1dari 3

BAB I

ALTERASI PADA SISTEM PORFIRI

1.1.

Pendahuluan

Proses yang mempengaruhi alterasi hidrothermal pada sistem porfiri adalah:


penambahan volatil (alterasi propilitik), hidrolisis (serisitik, advance argilic, dan intermediet
argilic), pertukaran alkali (alterasi potasik, dan sodic-calcic alteration), dan penambahan
silika.
Catatan:

Hidrolisis adalah dekomposisi ionik dari H2O menjadi H+ dan OH-.


Intermediet Argilic sering kita kenal dengan Argilic.

Variabel penting dalam proses alterasi antara lain adalah suhu, tekanan, komposisi fluida, dan
komposisi fluida luar (meteorik, air laut, dan evaporit)

Tabel 1.1. Tipe alterasi dan himpunan mineral pada sistem porfiri. After Seedorf
et al. (2005)

1.2. Fluida Hidrothermal pada Sistem Porfiri


Pertama kali fluida magmatik terpisah dari larutan hasil kristalisasi intrusi porfiri.
Awal pembentukan magmatik hidrothermal adalah pada suhu kisaran 750 450 C, dan pada
kedalaman antara 5 dan 1 km di bawah permukaan. Kemudian, fluida magmatik hidrothermal
awal digantikan oleh fluida konvektif dari asal meteorik, dimana fluida tersebut bercampur
hingga komponen magmatik yang berhubungan dengan intrusi utama benar-benar hilang.
Fluida meteorik hidrothermal pada sistem porfiri memiliki kisaran suhu dari 450 250 C, dan
pada kedalaman antara 2 - <0,5 km, bergradasi ke atas hingga rezim epithermal.
Berdasarkan studi Beane dan Titley 1981, dapat disimpulkan bahwa semula fluida
muncul dan terpisah saat pendinginan magma, dan kemudian naik dan beredar melalui
rekahan batuan dinding. Kemudian terjadi peningkatan jumlah air meteorik yang terkonveksi,
yang kemudian masuk ke dalam sistem. Pada awalnya fluida magmatik dan fluida meteorik
bercampur, kemudian fluida meteorik mendominasi seluruh sistem hidrothermal. Penting
untuk diketahui bahwa permeabilitas mengontrol jalan masuk dari fluida meteorik. Aktivitas
fluida hidrothermal pada batuan sekitar menghasilkan pola alterasi dan mineralisasi pada
sistem porfiri, yang tergantung pada sifat fluida, batuan dinding serta komposisi batuan
intrusif, dan juga permeabilitas.