Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH DASAR-DASAR PENDIDIKAN

Pendekatan Penelitian Kuantitatif

Disusun oleh :
1. Hilda Ika Puspitasari

/ 14030654002

2. Putri Bunga Surya Atmaja/ 14030654003


3. Intan Belinda Santoso

/ 14030654007

4. Novi Setiorini

/ 14030654009

5. Nimatur Rohmah

/ 14030654013

6. Amanda Dwi Ristanti

/ 14030654018

7. Melati Sophia Negara

/ 14030654043

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2015

Kata Pengantar
Puji syukur kami haturkan kepada ALLAH SWT, karena telah memberikan kita
kesehatan. Shalawat serta salam tetap kita curahkan kepada junjungan kita nabi besar
Muhammad SAW, karena dengan perjuangan dan jihad dari dakwah beliau sekarang kita bisa
merasakan nikmatnya iman dan islam dari agama yang beliau sebarkan. Dan semoga kelak
kita menjadi umat yang beliau syafaati di padang tandus yang tidak kita temui syafaat selain
dari beliau.
Makalah ini dibuat dengan judul Pendekatan Penelitian Kuantitatif diharapkan bisa
membuat pembaca mengerti tentang pendekatan penelitian kuantitatif, serta mengetahui
berbagai metode penelitian yang dapat dimasukkan ke dalam penelitian kuantitatif . Selain
itu, makalah ini kami buat untuk memenuhi tugas mata kuliah Dasar-Dasar Pendidikan di
semester dua ini.
Makalah ini sangatlah sederhana dan memiliki banyak sekali kekurangan baik dari
segi isi ataupun kalimat yang kurang tepat dalam penyajiannya. Oleh sebab itu kami sangat
mengharap kritik dan saran dari pembaca untuk menyempurnakan makalah ini. Walaupun
demikian, makalah ini juga bermanfaat bagi kita karena dengan membaca makalah ini kita
dapat mengetahui tentang metode penelitian kuantitatif. Demikian sebagai pengantar makalah
ini.

Surabaya, 11 Mei 2015

Penyusun

DAFTAR ISI
Kata Pengantar ................................................................................................................ 1
BAB I. PENDAHULUAN .................................................................................... 2
A.
B.
C.
D.

Latar Belakang ....................................................................................... 3


Rumusan Masalah ................................................................................. 3
Tujuan .................................................................................................... 3
Manfaat ................................................................................................... 4

BAB II. PEMBAHASAN..................................................................................... 5


2.1 Pengertian Penelitian ............................................................................. 5
2.2 Karakteristik dan Langkah-langkah Penelitian ................................. 5
2.3 Konsep dan Macam-macam Metode Penelitian.................................... 7
2.4 Penelitian Kuantitatif ............................................................................ 8
A. Pengertian ....................................................................................... 8
B. Tujuan Metode Penelitian Kuantitatif ......................................... 9
C. Ciri-ciri Metode Penelitian Kuantitatif ....................................... 9
D. Jenis Penelitian Kuantitatif ......................................................... 10
E. Format Desain Penelitian Kuantitatif ........................................ 12
F. Proses Pnelitian Kuantitatif ......................................................... 13
G. Penggunaan Metode Kuantitatif ................................................ 15
BAB III. PENUTUP ...........................................................................................17
3.1 Kesimpulan ........................................................................................... 17
3.2 Saran ..................................................................................................... 17
Daftar Pustaka ............................................................................................................... 18

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Aktivitas penelitian sering dilakukan oleh manusia. Dalam dunia pendidikan
terdapat beberapa penelitian. Terdapat dua jenis metode penelitian yaitu adalah
penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Penelitian kuantitatif sistematis dan
terukur, sedangkan penelitian kualitatif adalah penelitian deskriptif yang cenderung
lebih mengedepankan prespektif subjektif yang dominan. Penelitian kuantitatif
merupakan penelitian di bidang ilmu-ilmu eksakta dengan aktivitas yang didasarkan
pada disiplin ilmiah dari masing-masing ilmu, juga menggunakan matateri perlakuan
yang disusun dalam rancangan-rancangan yang sudah baku dengan tujuan untuk
menemukan solusi dari suatu permasalahan. Penelitian kualitatif adalah prosedur
peneletian yang bertujuan meneliti suatu masalah dengan cara merumuskan
permasalahan lalu meneliti dengan cara mendalam yaitu pengalaman, pencatatan,
wawancara, dan terlibat dalam proses penelitian guna menemukan penjelasan berupa
pola-pola, deskripsi, dan menyusun indikator.
Ada beberapa langkah dalam proses penelitian kuantitatif dan ciri yang
membedakan dengan penelitian kualitatif. Perbedaan kedua metode tersebut, tidak
semata-mata yang satu menggunakan angka dan yang satu lagi tidak. Dari segi
proses, penelitian kuantitatif bersifat deduktif dan penelitian kualitatif bersifat
induktif.

B.

Rumusan Masalah
1. Aapakah devinisi dari penelitian ilmiah ?
2. Apakah devinisi dari metode penelitian kuantitatif ?
3. Bagaimana ciri yang membedaakn penelitian kuantitatif dengan kualitatif?
4. Bagaimana jenis penelitian kuantitatif ?
5. Bagaimana proses penelitian kuantitatif ?

C.

Tujuan
1. Untuk mempelajari metode penelitian dalam hal ini penelitian kuantitatif.
2. Untuk reverensi dan mengetahui proses membuat penelitian ilmiah dengan
penelitian kuantitatif.

D.

Manfaat
1. Dapat menambah penegetahuan tentang metode penelitian kuantitatif.
2. Dapat dijadikan bahan reverensi yang ingin melaksanakan penelitian
kuantitatif.
3

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Penelitian

Secara umum, penelitian diartikan sebagai suatu proses pengumpulan


dan analisis data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai
tujuan-tujuan tertentu. Pengumpulan dan analisis data menggunakan metodemetode ilmiah, baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif, eksperimental
atau noneksperimental, interaktif atau noninteraktif. Metode-metode tersebut
telah dikembangkan secara intensif, melalui berbagai uji coba sehingga telah
memiliki prosedur yang baku. Metode penelitian ada kalanya juga disebut
metodologi penelitian (sebenarnya kurang tepat tetapi banyak yang
digunakan), dalam makna yang lebih luas bisa berarti desain atau rancangan
penelitian. Rancangan ini berisi rumusan tentang objek atau subjek yang akan
diteliti, teknik-teknik pengumpulan data, prosedur pengumpulan dan analisis
data berkenaan dengan focus masalah tertentu.
Penelitian merupakan upaya untuk mengembangkan pengetahuan,
mengembangkan dan menguji teori. McMillan dan Schumacher mengutip
pendapat Walberg (1986), ada lima langkah pengembangan pengetahuan
melalui penelitian, yaitu: (1) mengidentifikasi masalah penelitian, (2)
melakukan studi empiris, (3) melakukan replikasi atau pengulangan, (4)
menyatukan (sitesis) dan mereviu, (5) menggunakan dan mengevaluasi alat
pelaksana.
2.2.
Karakteristik Penelitian dan Langkah-langkah Penelitian
a. Karakteristik penelitian pendidikan
Bertolak dari dua sifat dasar tersebut, dapat dikemukakan beberapa
karakteristik dari penelitian, khususnya pendidikan.
1. Objektivitas
Penelitian harus memiliki objektivitas (objectivity) baik dalam
karakteristik maupun prosedurnya.
2. Ketepatan
Penelitian juga harus memiliki tingkat ketepatan (precision), secara
teknis instrument mengumpulkan datanya harus memiliki faliditas dan
realibitas yang memadai, desain penelitian, pengambilan sampel dan
teknik analisisnya tepat.
3. Verifikasi
Penelitian dapat diverifikasi, dalam arti dikonfirmasikan, direfisi dan
diulang dengan cara yang sama atau berbeda.
4. Penjelasan ringkas
Penelitian mencoba memberikan penjelasan tentang hubungan antar
fenomena dan menyederhanakannya menjadi penjelasan yang ringkas.
5. Empiris
5

Penelitian ditandai oleh sikap dan pendekatan empiris yang kuat.


Secara umum empiris berarti berdasarkan pengalaman praktis.
6. Penalaran logis
Semua kegiatan penelitian menuntut penalaran logis. Penalaran
merupakan proses berfikir,menggunakan prinsip-prinsip logika deduktif,
dan induktif.
7. Kesimpulan Kondisional
Kesimpulan hasil penelitian tidak bersifat absolute. Penelitian perilaku,
dan juga ilmu keamanan, tidak menghasilkan kepastian, sekalipun
kepastian relative.
b. Langkah-langkah Penelitian
Penelitian merupakan suatu proses yang terdiri atas beberapa
langkah, diantaranya :
1. Mengidentifikasi masalah
Kegiatan penelitian dimulai dengan mengidentifikasi
isu-isu dan masalah masalah penting (esensial), hangat (actual),
mendesak (rusial) yang dihadapi saat ini, dan yamg paling
banyak arti atau kegunaanya bila isu atau masalah tersebut
diteliti.
2. Merumuskan dan membatasi masalah
Rumusan masalah merupakan perumusan dan pemetaan
factor-faktor, atau variabel-variabel yang terkait dengan focus
masalah.
3. Melakukan studi kepustakaan
Studi kepustakaan merupakan untuk mengkaji teoriteori yang mendasai penelitian, baik teori yang berkenaan dengan
bidang ilmu yang diteliti maupun metodologi.
4. Merumuskan hipotesis atau pertanyaan penelitian
Hal-hal pokok yang ingin diperoleh dari penelitian
dirumuskan dalam bentuk hipotesis atau pertanyaan penelitian.
5. Menetukan desain dan metode penelitian
Desain penelitian berisi rumusan tentang langkahlangkah penelitian, dengan menggunakan pendekatan, dan
metode penelitian, teknik pengumpulan data, dan sumber data
tertentu serta alasan-alasan mengapa menggunakan metode
tersebut.
6. Menyusun instrument dan pengumpulan data

Kegiatan pengumpulan data didahului oleh penentuan


teknik, penyusunan dan pengujian instrument pengumpulan
data yang akan digunakan.
7. Menganalisis data dan menyajikan hasil
Analisis data menjelaskan teknik dan langkah-langkah
yang ditempuh dalam mengolah atau menganalisis data.
8. Menginterpretasikan temuan, membuat kesimpulan

dan

rekomendasi.
Hasil analisis data masih berbentuk temuan yang belum
diberi makna. Pemberian makna atau arti dari temuan dilakukan
melalui interprestasi.
2.3 Konsep dan Macam-macam Metode Penelitian
Banyak jenis pencarian yang dapat dilakukan berdasarkan
pendapatannya. Dibedakan antara pendapatan kuantitatif dan kualitatif,
berdasarkan sifatnya dibedakan antara penelitian dasar, terapan dan
evaluartif, sedangkan berdasarkan fungsinya dibedakan antara penelitian
deskriptif, prediktif, improftiv, dan preditif. Metode penelitian merupakan
rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan penelitian yang didasari oleh
asumsi-asumsi dasara, pandangan-pandangan filosofis dan ideologis,
pertanyaan dan isu-isu yang dihadapi. Suatu metode penelitian memiliki
rancangan penelitian tertentu. Tujuan rancangan penelitian adalah melalui
penggunaan metode penelitian yang tepat, dirancang kegiatan yang dapat
memberikan jawaban yang teliti terhadap pertanyaan-pertanyaan penelitian.
Banyak metode penelitian atau model rancangan penelitian yang biasa
digunakan dalam penelitian bidang social dan pendidikan.
Kuantitatif
Kualitatif
Eksperimental
Non Eksperimental
Interaktif
Noninteraktif
Ekeprimental
Deskriptif
Etnografis
Analisis
Komparatif
Historis
murni
konsep

Korelasional

Fenomenologis
Eksperimental
Analisis
Survai
Studi kasus
kuasi
kebijakan
Ekspos fakto
Tori dasar
Eksperimental
Analisis
Tindakan
Studi kritis
lemah
historis
Subjek tunggal
Penelitian dan pengembangan
TABEL 2.1 Metode-metode Penelitian
7

Sumber: Mc Millan dan Schumacker (2001) dengan beberapa tambahan.


2.4 Penelitian Kuantitatif
A. PENGERTIAN

Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis


terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya.
Proses pengukuran adalah bagian yang sentral dalam penelitian kuantitatif
karena hal ini memberikan hubungan yang fundamental antara
pengamatan empiris dan ekspresi matematis dari hubungan-hubungan
kuantitatif.
Menurut Sugiyono, metode penelitian kuantitatif dapat
diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat
positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu.
Teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random,
pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data
bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang
telah ditetapkan (Sugiyono, 2012: 7). Metode kuantitatif sering dapat
disebut metode tradisional, positivistik, ilmiah/scientific dan metode
discovery. Untuk Metode tradisional, karena metode ini sudah cukup
lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk
penelitian. Sedangkan untuk Metode Positivistik, karena berlandaskan
pada filsafat positivisme. Disebut Metode Ilmiah (scientific), karena
metode ini telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit, empiris,
obyektif, terukur, rasional dan sistematis. Dan disebut Metode Discovery,
karena dengan metode ini dapat ditemukan dan dikembangkan berbagai
iptek baru. Metode ini disebut metode kuantitatif karena data penelitian
berupa angka dan analisis penggunaan statistik.
B. TUJUAN METODE PENELITIAN KUNTITATIF

Tujuan

penelitian

kuantitatif

adalah

mengembangkan

dan

menggunakan model-model matematis, teori-teori dan/atau hipotesis yang


berkaitan dengan fenomena alam.
C. CIRI-CIRI METODE PENELITIAN KUANTITATIF

Metode penelitian kuantitatif dilakukan untuk mngukur satu atau


lebih variable penelitian. Lebih dari itu penelitian kuantitatif dilakukan
8

untuk mengukur hubungan atau korelasi atau pengaruh antara dua variabel
atau lebih. Berikut merupakan ciri-cirinya :
1. Metode penelitian kuantitatif permasalahan penelitiannya adalah
menanyakan tentang tingkat pengaruh atau keeratan hubungan
antara dua variabel atau lebih.
2. Penelitian muantitatif dilakukan untuk menguji teori yang sudah
ada yang dipilih oleh peneliti.
3. Metode penelitian kuantitatif memfungsikan teori sebagai titik
tolak menemukan konsep yang terdapat dalam teori tersebut, yang
kemudian dijadikan variabel.
4. Penelitian kuantitatif menggunakan hipotesis sejak awal ketika
peneliti telah menetapkan teori yang digunakan.
5. Penelitian kuantitatif lebih mengutamakan teknik pengumpulan
data kuesioner.
6. Penelitian kuantitatif penyajian datanya berupa table distribusi
pilihan jawaban para responden yang ditentukan oleh peneliti
berupa angka.
7. Penelitian kuantitatif menggunakan prespektif etik, yaitu data yang
dikumpulkan dibatasi atau ditentukan oleh peneliti dalam hal
pilihan indicator atau atribut variabel bai jumlah maupun jenisnya.
8. Metode
penelitian
kuantitatif
menggunakan
definisi
operasionalisasi kerana hendak mengukur variabel, karena definisi
operasional pada dasarna merupakan petunjuk untuk mengukur
variable.
9. Penelitian kuantitatif penentu ukuran jumlah responden atau
sampel dengan menggunakan presentase, rumus atau tabel
populasi-sampel, sebagai penerapan prinip keterwakilan.
10. Peneliti kuantitatif menggunakan alur penarikan kesimpulan
berproses secara deduktif, yaitu konsep, variabel ke data.
11. Metode penelitian kuantitatif instrument penelitiannya berupa
kuesioner atau angket, yang juga berfungsi sebagai teknik
pengumpulan data
12. Analisis yang digunakan dalam penelitian kuantitatif dilakukan
setelah data terkumpul, dengan menggunakan perhitungan angkaangka atau analisis statistik.
13. Penelitian kuantitatif kesimpulannya berupa timgkat hubungan

antar

variabel,

sedangkan

dalam

penelitian

kualitatif
9

kesimpulannya berupa temuan konsep yang tersembunyi di balik


data rinci berdasarkan interpretasi atau kesepakatan dari para
responden atau informan.
D. Jenis Penelitian Kuantitatif
1. Metode Deskriptif
Menurut Whitney (1960),

metode

deskriptif

adalah

pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Penelitian


deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat. Selain
itu serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasisituasi tertentu, termasuk tentang hubungan kegiatan, sikap,
pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan
pengaruh dari suatu fenomena. Penelitian deskriptif adalah metode
penelitian yang berusaha menggambarkan objek atau subjek yang
diteliti sesuai dengan apa adanya (Best, 1928:119)
2. Metode Komparatif
Metode komparatif adalah metode yang digunakan dalam
penelitian yang diarahkan untuk mengetahui apakah antara dua
variabel ada perbedaan dalam suatu aspek yang diteliti. Dalam
penelitian ini tidak ada manipulasi dari peneliti. Penelitian
dilakukan secara alami, dengan mengumpulkan data dengan suatu
instrumen. Hasilnya dianalisis secara statistik untuk mencari
peredaan variabel yang diteliti.
3. Metode Korelasi
Metode korelasi adalah sustau penelitian yang dilakukan
untuk menggambarkan dua atau lebih fakta-fakta dan sifat-sifat
objek yang di teliti. Penelitian dilakukan untuk membandingkan
persamaan dan perbedaan dua atau lebih fakta trsebut berdasarkan
kerangka pemikiran tertentu.
4. Metode Survei
Menurut Zikmund (1997), metode penelitian survei adalah
satu bentuk teknik penelitian dimana informasi dikumpulkan dari
sejumlah

sampel

berupa

orang,

melalui

pertanyaan-

pertanyaan,menurut Gay & Diehl (1992) metode penelitian


survei merupakan metode yang digunakan sebagai kategori umum
penelitian yang menggunakan kuesioner dan wawancara.
5. Metode Ex Post Facto
10

Metode Ex Post Facto adalah metode yang digunakan


dalam penelitian yang meneliti hubungan sebab akibat yang tidak
dimanipulasi oleh peneliti. Adanya hubungan sebab akibat
didasarkan atas kajian teoritis, bahwa suatu variabel tertentu
mengakibatkan variabel tertentu.
6. Metode True Experiment
Dikatakan true experiment (eksperimen yang sebenarnya
atau betul-betul) karena dalam desain ini peneliti dapat mengontrol
semua variabel luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen.
Dengan

demikian

validitas

internal

(kualitas

pelaksanaan

rancangan penelitian) dapat menjadi tinggi. Ciri utama dari true


experimental adalah bahwa, sampel yang digunakan untuk
eksperimen maupun sebagai kelompok kontrol diambil secara
random (acak) dari populasi tertentu.
7. Metode Quasi Experiment
Bentuk desain eksperimen ini merupakan pengembangan
dari true experimental design, yang sulit dilaksanakan. Dsain ini
mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi
sepenuhnya

untuk

mengontrol

variabel-variael

luar

yang

mempempengaruhi pelaksanaan eksperimen.


8. Metode Subjek Tunggal
Eksperimen subjek tunggal (single subject experimental),
merupakan eksperimen yang dilakukan terhadap subjek tunggal.
E. Format Desain Penelitian Kuantitatif
Berbagai bentuk desain penelitian sudah dibuat oleh banyak
ahli penelitian sosial berdasarkan format penelitian kuantitatif, tujuan,
bidang ilmu, dan sebagainya. Namun, apabila disimpulkan, format
desain penelitian kuantitatif adalah sebagai berikut .
PENDAHULUAN
1. Judul Penelitian
2. Latar Belakang Masalah
3. Masalah Penelitian
4. Tujuan Penelitian
5. Tinjauan Pustaka/Teori dan Kesimpulan Teoretis yang Digunakan
6. Hipotesis (kalau diperlukan)
METODE PENELITIAN
1. Populasi (sasaran) Penelitian
2. Sampel dan Teknik Sampling
11

3. Metode Pengumpulan Data


4. Metode Analisis Data
ANALISIS DATA
1. Rancangan Analisis Data
2. Rancangan Pembahasan (Diskusi) Hasil Penelitian
F. Proses Penelitian Kuantitatif

Pengujian
Instrumen
Populasi dan
Sampel

Analisis
Data

Rumusan
Masalah

Landasan
Teori

Perumusan
Hipotesis

Pengembangan
Instrumen

Pengumpulan
Data

Kesimpulan dan
Saran
Gambar 1. Komponen dan proses penelitian
Berdasarkan gambar 1. diberikan penjelasan sebagai berikut.
Setiap penelitian selalu berangkat dari masalah. Dalam penelitian
kuantitatif, masalah yang dibawa oleh peneliti hars sudah jelas,
sedangkan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat
sementara dan akan berkembang setelah peneliti memasuki lapangan.
Setelah masalah diidentifikasikan, dan dibatasi, maka selanjutnya
masalah tersebut dirumuskan. Rumusan masalah pada umumnya
dinyatakan dalam kalimat pertanyaan. Dengan pertanyaan ini maka
akan dapat memandu peneliti untuk kegiatan penelitian selanjutnya.
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka peneliti menggunakan
berbagai teori untuk menjwabnya. Jadi teori dalam penelitian
kuantitatif ini digunakan untuk menjawab rumusan masalah penelitian
tersebut.
12

Hipotesis yang masih merupakan jawaban sementara terhadap


rumusan masalah tersebut, selanjutnya akan dibuktikan kebenarannya
secara empiris berdasarkan data dari lapangan. Untuk itu peneliti
melakukan pengumpulan data. Pengumpulan data dilakukan pada
pupulasi tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti. Bila peneliti
bermaksud membuat generalisasi, maka sampel yang diambil harus
representatif, dengan teknik random sampling.
Meneliti adalah mencari data yang teliti/akurat. Untuk itu
peneliti perlu menggunakan instrumen penelitian. Dalam ilmu-ilmu
alam,teknik, dan ilmu-ilmu empirik lainnya, instrumen penelitian
seperti termometer untuk mengukur suhu, timbangan untuk mengukur
berat semuanya sudah ada,sehingga tidak perlu membuat instrumen.
Tetapi dalam penelitian sosial seperti pendidikan,sering instrumen yang
akan digunakan untuk meneliti belum ada,sehingga peneliti harus
membuat atau mengmbangkan sendiri. Instrumen untuk pengumpulan
data dapar berbentuk test atau nontest. Untuk instrumen yabg
berbentuk nontest, dapat digunakan sebagai kuesioner,pedoman
observasi dan wawancara. Dengan demikian teknik pengumpulan data
selain

berupa

test

dalam

penelitian

ini

dapat

berupa

kuesioner,observasi, dan wawancara.


Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis. Analisis
diarahkan untuk menjawab rumusan masalah dan hipotesis yang telah
diajukan. Dalam penelitian kuantitatif analisis data menggunkan
statistik. Statistik yang digunakan dapat berupa statisti deskriptif dan
induktif.
Data hasil analisis selanjutnaya disajikan dan diberiakan
pembahasan.Penyajian dta dapat menggunakan tabel,grafik, atau
pictogram. Pembahasan terhadap hasil penelitian merupakan penjelasan
yang mendalam dan interpretasi terhadap data-data yang telah
disajiakn.
Setelah diberikan pembahasan, maka selanjutnya dapat
disimpulkan. Kesimpulan berisi jawaban singkat terhadap rumusan
masalah berdasarkan data yang telah terkumpul. Karena peneliti
melakukan penelitian bertujuan untuk memecahkan masalah,maka
peneliti berkewajiban untuk memberikan saran-saran. Saran yang
13

diberikan harus berdasarkan kesimpulan

hasil penelitian. Apabila

hipotesis penelitian yang diajukan tidak terbukti, maka perlu dicek


apakah ada yang salah dalam penggunaan teori, instrumen,
pengumpulan, analisis data, atau rumusan masalah yanag diajukan.
G. Penggunaan metode kuantitatif
Metode kuantitatif sebaiknya digunakan, ini dalam hal metode
survey dan eksperimen :
1. Bila masalah yang merupakan titik tolak penelitian sudah jelas.
Masalah

adalah

merupakan

penyimpangan

antara

yang

seharusnya dengan yang terjadi, antara aturan dengan


pelaksanaan, antara teori dengan praktek, antara rencana dengan
pelaksanaan. Dalam menyusun proposal penelitian, maslah ini
harus ditunjukkan dengan data, baik data hasil penelitian sendiri
maupun

dokumentasi.

Misalnya

akan

meneliti

untuk

menemukan pola pemberantasan kemiskinan, maka data orang


miskin sebagai masalah harus ditunjukkan.
2. Bila peneliti ingin mendapatkan informasi yang luas dari suatu
populasi. Metode penelitian kuantitatif cocok digunakan untuk
mendapatkan informasi yang luas tetepi tidak mendalam. Bila
populasi terlalu luas, maka penelitian dapat menggunakan
sampel yang diambil dari populasi tersebut.
3. Bila ingin diketahui pengaruh perlakuan /treatment tertentu
terhadap yang lain. Untuk kepentingan ini metode eksperimen
paling cocok digunakan.
4. Bila peneliti bermaksud menguji hipotesis penelitian . Hipotesis
penelitian dapat berbentuk hipotesis deskriptif,komparatif dan
asosiatif.
5. Bila peneliti ingin mendapatkan data yang akurat berdasarkan
fenomena yang empiris dan dapat diukur. Misalnya ingin
mengetahui IQ anak-anak dari masyarakat tertentu, maka
dilakukan pengukuran dengan test IQ.
6. Bila ingin menguji adanya keragu-raguan tentang validitas
pengetahuan,teori dan produk tertentu.

14

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Penelitian diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang
dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.
2. Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagianbagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya.
15

3. Tujuan penelitian kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan modelmodel matematis, teori-teori dan/atau hipotesis yang berkaitan dengan fenomena
alam.
4. Jenis penelitian kuantitatif adalah sebagai berikut metode deskriptif, komparatif,
korelasi, survei, Ex Post Facto, True Experiment, Quasi Experiment, dan metode
subjek tunggal.
5. Proses penelitian kuantitatif diawali dengan rumusan masalah kemudian landasan
teori,perumusan hipotesis, perumusan masalah, pengumpulan data, anlisis data,
kemudian simpulan. Pengumpulan data dapat didapatkan dari populasi dan sampel
serta instrumen yang digunakan dalam pengujian.
3.2 Saran
Makalah ini jauh dari kata sempurna, kami berharap makalah ini bermanfaat
bagi para pembaca yang akan melakukan metode penelitian kuantitatif.

DAFTAR PUTAKA
Gulo. W.2011. Metodologi Penelitian. Jakarta:Gramedia Widiasarana Indonesia.
Sugiyono.2013. Metode Penelitian Pendidikan pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan
R&D. Bandung:Alfabeta.
Sukmadinata, Nana Syaodih.2012. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta:Rosda.

16