Anda di halaman 1dari 7

KONFERENSI TRI-FILOSOFIS DAYAK

MENGUNGKAP KEBIJAKSANAAN HIDUP MANUSIA DAYAK


DALAM TATARAN PEMIKIRAN MONDIAL
PEMBUKAAN
Kata Sambutan:
Albertus, S.Pd., MA selaku ketua Panitia
- Basengat kaJubata (manusia berasal dan akan kembali kepada Tuhan)
- Bacuramin kaSaruga (becermin pada sikap yang baik seperti di Surga)
- Adil kaTalino (bertindak dan bersikap adil terhadap sesama manusia)
Drs. Hendrikus Clement selaku Ketua Yayasan Sumangat Nusantara
- Pulau terbesar didunia adalah Greenland, Papua, dan Kalimantan (tempat dimana
orang Dayak hidup).
- Sejak dahulu orang Dayak sudah memiliki pandangan hidup tetapi tidak ada bukti
tertulis melainkan hanya disampaikan secara lisan.
- Mari kita satukan pikiran kita bersama dan kita lihat apa yang bisa kita wariskan pada
anak-anak kita.
- Kita berpikir maka kita ada.
Maria Goreti, S.Sos., M.Si selaku anggota DPD RI
- Jika Anda ingin dikenang maka buatlah sebuah tulisan berbuatlah sesuatu sehingga
dapat ditulis dalam suatu tulisan.
- Basengat kaJubata (bernapas pada Jubata), Bacuramin kaSaruga (bercermin pada
Surga), Adil kaTalino (berlaku adil terhadap sesama). Tiga hal ini selaras dengan
nilai-nilai Pancasila dan ajaran agama.
- Ada lima hal yang dapat dilakukan untuk membangun masyarakat yaitu:
1. Gerakkan sosial yang dimotori masyarakat sipil
2. Memperkuat solidaritas antar masyarakat
3. Gerakkan sosial berbasis pertahanan komunitas
4. Kerjasama yang bersinergi dan berkesinambungan untuk pembangunan
5. Mengadakan forum tingkat lokal atau nasional
Doa
ISI
Film (cuplikan sekilas kehidupan masyarakat suku Dayak)
Pemakalah: Pak Benyamin dan Pak Clement
Tanggapan dan Sanggahan
Frater Miki:
- Tulisan filosifis yang benar?
- Film menyajikan kehidupan suku Dayak di Kalimantan Timur sedangkan dan kajian
tentang tri-filosifis ini lebih cenderung pada suku Dayak di Kalbar. Apakah tidak
dikerucutkan saja khusus Kalbar terutama Dayak Kanayant, karena belum tentu suku

Dayak di Kaltim, Kalteng, Kalsel juga memiliki pandangan yang sama terhadap tiga
filosofi ini?
Apakah tiga filosofi ini merupakan hasil riset?

Pak Alif
- Filsafat itu menyangkut etika dan moral. Etika itu menyangkut yang pantas dan tidak
pantas sedangkan moral itu menyakut yang baik dan tidak baik.
- Diri kita sendiri sebenarnya melaksanakan filsafat kehidupan hanya saja tidak kita
sadari. Agar filsafat ini dapat diterima dan diakui oleh masyarakat maka perlu
dilakukan sosialisasi.
Pak Makarius
- Tulisan filosofis hanya masalah penggunaan kata dan sebutan saja.
Tiga semboyan ini dulunya hanya digunakan sebagai salam di DAD saja tetapi
sekarang sudah menjadi salam Dayak di tingkat nasional dan internasional karena
sekarang DAD sudah ada di delapan provinsi.
Pendeta Barnabas
- (bercerita tentang pengalamannya sebagai orang Dayak di Brunei dan bagaimana
agama yang di anut orang Dayak menjadi masalah dalam bersosialisasi)
Pak Anton
- Alangkah lebih baiknya Tri-Filosofis ini bisa juga dipelajari oleh orang-orang lain.
- Tindak lanjut: sosialisasi kedapa masyarakat suku Dayak yang ada di seluruh provinsi
di Kalimantan.
- Diadakannya munas membahas tentang susunan tiga filosofis ini berdasarkan
penelitian yang mendalam supaya tidak menjadi polemik.
Father Nanthes
- Peran Jubata dalam kehidupan masyarakat suku Dayak sangat kuat disini tapi ada satu
yang tidak ada yaitu elemen alam.
- Orang Dayak identik dengan kehidupan yang banyak menghargai alam harusnya
konsep pandangan kepada Jubata merupakan hasil refleksi dari alam.
- Sangat erat kaitannya dengan misionaris St. Fransiskus
Pak Ocin
- Masyarakat adat bertindak selalu memikirkan keadilan. Ukuran adil itu seperti di
Surga. Jika tidak adil maka akan mati sebab kehidupan bergantung pada Tuhan.
- Susunan tri-filosofis ini jangan dibalik-balik lagi sebagai bentuk penghargaan
terhadap leluhur berdasarkan musyawarah adat di Anjongan, Landak yang
memutuskan tiga semboyan ini.
Pak Adiran
- Kata dayak mengandung arti bukit
- aug berarti setuju, amin, kenapa berubah jadi arrus?
- Kata saruga berasal dari pemikiran ilmiahnya. Jika ada yang menggunakan kata
subaya tinggal disepakati.

Pak Alif
- Susunan tiga semboyan ini bisa diamandemen karena hal ini buatan manusia kecuali
kitab suci.
- Tiga semboyan ini merupakan rumusan filosofis bukan susunan salam.
Bu Maria Goreti
- Sebagai seorang penulis maka pasti tidak akan lepas dari tulisan diri sendiri (dari suku
Dayak Kanayant).
- Tiga filosofis ini jangan langsung dibenturkan dengan kehidupan empiris.
- Tujuan dari penulisan buku Tri-Filosofis ini adalah untuk mengangkat martabat suku
Dayak.
Pak Benyamin
- Aturan susunan menurut Filsafat adalah seperti ini dari Tuhan-manusia.
- Pendalaman refleksi alam dan orang Dayak telah ditulis dalam Tesis Benediktus
Pak Clement
- Susunan ini bermula dari menyadari bahwa manusia berasal dari Tuhan.
- Kami tidak bermaksud meng-kounter salamnya tapi lebih tentang filosofinya.
- Gabungan idealisme dan matrialisme menjadi eksistensialisme.
Frater Aloisius
- Filosofis ini lebih menyangkut ke-Kristen-an, harusnya yang lebih esensinya adalah
Dayak.
- Pendalaman Surga bagi orang Dayak itu seperti apa?
- Paham kesempurnaan untuk ukuran orang Dayak itu seperti apa?
- Adil menurut orang Dayak itu seperti apa?
- Nilai tiga filsafat ini bagi orang Dayak itu seperti apa?
- Arti dari salam: beranjak dari pemikiran ke pencipta. Kehidupan yang seperti apa
yang hendak dicapai?
Pak Makarius
- Jika judul Tri-Filosofis digunakan untuk menggambarkan kehidupan Dayak maka
akan sangat kecil, tapi jika dikaji maka akan sangat luas.
- Apakah betul sebutan tri untuk menggambarkan tiga filosofis. Bagaimana jika
hanya disebut filosofis saja karena filosofis itu hanya satu tapi memuat tiga unsur.
- Urutan salam tidak masalah seperti biasanya, tp apakah filosofis ini akan
mempengeruhi pengucapan?
Makan Siang
Sesi Diskusi Kelompok

Kelompok II: Bacuramin kaSaruga


Pak Alif

Pada dasarnya susunan Basengat kaJubata, Bacuramin kaSaruga, Adil kaTalino,


dianggap benar jika dilihat susunan secara filosofi karena manusia itu diciptakan oleh
Tuhan dan selanjutnya adanya nilai keadilan sesama manusia karena manusia tidak
diciptakan sendiri saja melainkan ada manusia yang lain juga.

Pak Fran Tamin


- Semboyan ini diramu oleh beberapa tokoh hanya secara lisan, dan ketiga filosifis
tersebut hanya disebut secara lisan saja tetapi diucapkan secara khusus (terangkai)
tidak ada. Namun pada prinsipnya tiga point besar tersebut sudah ada.
Pak Anton
- Kata bacuramin ini memiliki arti sebagai pandangan untuk intropeksi diri sesuai
dengan Surga seperti layaknya cermin (apakah saya dapat diterima di Surga?)
Pak Alif
- Mengenai semboyan, biarlah begitu saja. Tetapi secara ilmiah tetap harus Tuhan
terlebih dahulu.
- Kata bacuramin atau bercermin juga dapat diartikan bahwa sebelum melakukan
sesuatu/action kita bercermin ke Surga dan setelah melakukan sesuatu
direfleksikan/penilaian kembali sebagai pedoman ke Surga.
Pak Saharto
- Ia (Tuhan) ada karena itu saya ada. Ia yang berasal dari Surga karena kita juga akan
kembali kepada-Nya.
Pak Anton
- Jadi hendaknya kita melakukan intropeksi diri sebelum(sebagai patokan yang baik
dan benar) dan sesudah (koreksi) melakkan sesuatu.
Pak Alif
- Intropeksi terhadap tindakan seperti: orang tua dalam mendidik anak (sudah benar
kah?), guru dalam mengajar siswanya (sudah tepat kah?), pengusaha terhadap anak
buahnya (sudah benar kah?)
- Maka kita yang sedang melakukan falsafah kehidupan ini harusnya bercermin ke
Surga segai patokan kebaikannya.
- Jika ada perubahan dalam susunan ini, janganlah bersikap radikal.
Father Nanthes
- Manusia dari Tuhan dan akan kembali lagi kepada Tuhan. Tuhan yang ada di Surga.
- Maka semua yang hidup harus diarahkan ke Surga. Jika ada kehidupan yang buruk
harus segera diperbaiki supaya menjadi baik seperti di Surga.
- Pertanyaannya apakah peran kita di dunia ini sudah menghadirkan Surga?
- Penciptaan manusia bukan hanya satu orang tetapi terus berlangsung sampai sekarang
maka harus terus aktif mengusahakan Surga di dunia.
- Pandangan filosofis Dayak ini harusnya lebih luas lagi dan erat kaitannya alam dan
manusia.
- Hal ini karena orang Dayak hidup dekat dengan alam, kenapa itu tidak dicantumkan?

Jika tidak dilihat dari graphnya, kehidupan orang Dayak itu sangat dekat dengan alam.
Jika begitu apa bedanya filosofis Dayak dengan filosofis yang lain?
Jika tidak ada relasi dengan alam maka tidak ada relasi dengan manusia, sebagai
contoh: perkebunan kelapa sawit yg merusak alam dan merugikan petani lokal.

Pleno
I.
Basengat kaJubata
Pak Makarius
- Masukan tulisan tentang sejarah munculnya semboyan ini.
- Definisi Jubata menurut orang Dayak itu apa?
- Orientasi tulisan ini harus mencirikn dan bersal dari dasar penghayatan orang Dayak.
Pak Adiran
- Jubata ada karena adanya penghayatan orang Dayak.
- Kepercayaan masyarakat Dayak tentang Jubata kerena berdasarkan pengilhaman dari
pengalaman hidupnya, seperti: memperoleh hasil ladang yang baik, penyembuhan
orang sakit, dan mitos-mitos lainnya termasuk tarian dan musik Dayak.
Pak Clement
- Filsafat orang Dayak merupakan soulnya suku Dayak atau cita-cita orang Dayak
yang meliputi unsur religius, humanis, sosialis.
Frater Aloisius
- Apa yang dianggap sudah paham bagi seorang pembaca (terbiasa dengan bahasa dan
istilah filsafat) perlu dicantumkan dalam Kata Pengantar.
II.

Bacuramin kaSaruga

Pak Alif
- Gambaran Surga itu adalah hal yang baik, indah, bagus dan jadikan sebagai tempat
yang terbaik diciptakan Tuhan sehingga implementasinya sebelum melaksanakan
rencana harus mengarah pada hal yang baik seperti di Surga dan sebagai pengevaluasi
setelah selesai dari tugas dan rencana. Sebagai contoh: refleksi tindakkan guru
terhadap siswa dalam mendidik.
- Adanya perwakilan seluruh sub suku di Kalimantan untuk dirumuskannya filosofis ini
secara bersama.
- Jika tulisan ini digunakan untuk memancing reaksi pembaca dan penulis terutama
orang Dayak, tidak masalah. Supaya bisa terus dilengkapi tentang filosofis ini.
- Lebih baik memulai daripada tidak mulai sama sekali, lebih baik salah daripada tidak
sama sekali.
Pak Fran Tamin
- bacuramin atau bercermin adalah kata kerja aktif sehingga berarti manusia yang
aktif membawa suasana Surga hadir ke dunia.
Pak Saharto

III.

Untuk dapat menghadirkan Surga dalam kehidupan perlu adanya campur tangan
Tuhan.
Kehadiran Jubata (di laut, di gunung, di pohon besar) yang diyakini orang Dayak
merupakan cerminan terhadap sesuatu yang di yakini mereka.
Yg menjadi pertanyaan, adakah Jubata jika kerusakan lingkungan dimana-mana di
bumi Kalimantan ini?
Adil kaTalino

Pak Mandate
- Adil itu harus sesuai porsinya sama halnya dengan perintah Allah yang ke 10 jangan
mengingini sesama mu manusia secara tidak adil. Sebagai contoh koruptor yang
mengambil uang rakyat (tanda tidak adil).
Pak Ocin
- Adil terhadap tanggungjawab (menyangkut posisinya yaitu melaksanakan kewajiban)
dan lingkunagan (misalnya orang katolik, masa menjadi ketua pembangunan mesjid
di dekat rumahnya?)
- Nilai adil yang erat dengan kebudayaan.
- Tujuan utama adil adalah ketentraman bersama.
- Kata Tri-Filosofis diganti dengan pandangan Filosofis Dayak
Kesimpulan Pleno
Pak Albertus
- Konsep penyembuhan orang Dayak dari sakit adalah dengan baliant.
- Musik Dayak memancing gelombang otak.
- Filosofis Dayak dibaur bersama mitos-mitos Dayak.
Pak Makarius
- Kehadiran kita dalam konferensi ini untuk memberikan masukan dan hal ini menjadi
sambutan baik bagi gereja.
- Lebih bersifat masukan bukan pembantahan.
- Harapanannya buku ini bisa digunakan sebagai pedoman bagi para imam kita dalam
mempelajari tentang filsafat orang Dayak.
- Kajian tentang Dayaknya lebih diperbanyak.
Pak Alif
- Peserta konferensi diberikan sertifikat yang bertuliskan namanya.
Pak Fran Tamin
- Tulisan popo dua rusuk diganti popo man rusuk
PENUTUP
Pak Clement
- Bagaimana saya bisa menyesatkan orang, kalau orang bodoh jelas mudah tapi kalau
orang pintar? Caranya yaitu dengan menulis buku. Maka baca dan tulislah buku yang
baik. Hal ini yang mendorong kami untuk menulis tentang Tri-Filosofis Dayak

Nama-nama yang hadir dalam konferensi ini akan dicantumkan dalam buku.
Ada empat ciri manusia yang diperlukan dalam abad ini yaitu:
1. Cerdas Komunikasi
2. Pemikir yang kritis
3. Dapat berkolaborasi
4. Kreatif
Masih dibuka diskusi diluar konferensi ini.

Kesan dan Pesan


Pak Alif
- Tiada gading yang tak retak. Lebih baik memulai daripada tidak sama sekali, lebih
baik menulis daripada tidak sama sekali.
- Setiap tulisan pasti ada yang kurangnya tapi yang baiknya lebih banyak.
- Kesan saya untuk konferensi hari ini sangat positif.
Frater Aloisius
- Identitas Dayak harus lebih diangkat.
- Hasil terbitan buku ini akan sangat berguna bagi para calon imam yang sedang studi.
Menyanyikan lagu Tanah Airku
Doa
Foto Bersama
Sayonara
Pontianak, 13 Maret 2015
Notulen

Marisa Effendi