Anda di halaman 1dari 7

A.

IKHTISAR KONSEP

B.

KOMPETENSI DASAR

1. Menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan dan mengatur alam

jagad

raya

melalui pengamatan fenomena alam fisis dan pengukurannya


2.1.Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat;
tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis;

kreatif; inovatif dan peduli

lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam


melakukan percobaan , melaporkan, dan berdiskusi
2.2.Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud
implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan
3. Menyebutkan dan menjelaskan besaran-besaran fisis pada gerak jatuh bebas.
4. Menyajikan data dan grafik hasil percobaan untuk menyelidiki sifat gerak benda yang
jatuh bebas.
C.

INDIKATOR

1. Menunjukkan sikap jujur dan bertanggung jawab pada saat melaksanakan percobaan.
2. Menunjuk-kan sikap positif (ingin tahu,dan toleran) dalam diskusi kelompok
3. Menjelaskan pengertian gerak jatuh bebas.
4. Menganalisis persamaan pada gerak jatuh bebas
5. Menerapkan konsep gerak jatuh bebas dalam menganalisis permasalahan sehari-hari.
6. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi gerak jatuh bebas di ruang terbuka.
7. Melakukan percobaan gerak jatuh bebas dengan baik dan benar
8. Mempresentasikan hasil diskusi dengan benar
9. Membuat laporan tertulis hasil percobaan

D.

BAHAN AJAR

GERAK JATUH BEBAS

1.

Pengertian

Benda jatuh tentu tidak asing lagi bagi kita bahkan mungkin kita pernah jatuh dari
pohon. Benda jatuh ini merupakan contoh dari gerak lurus dengan percepatan tetap (GLBB)
yaitu sama dengan percepatan gravitasi. Gerak jatuh bebas atau yang biasa disingkat dengan
GJB merupakan salah satu bentuk gerak lurus dalam satu dimensi yang hanya dipengaruhi
oleh adanya gaya gravitasi. Pada gerak jatuh bebas kecepatan awal benda bernilai 0 atau tidak
ada kecepatan awal, sehingga gerak jatuh bebas dapat pula diartikan gerak suatu benda yang
jatuh dari suatu ketinggian di atas tanah tanpa adanya kecepatan awal dan dalam geraknya
hanya dipengaruhi oleh gaya gravitasi. .
Sebelum masa Galileo, orang mempercayai pemikiran bahwa benda yang lebih berat
jatuh lebih cepat dari benda yang lebih ringan dan bahwa laju jatuh benda tersebut sebanding
dengan berat benda itu. Selanjutnya Galileo menemukan bahwa semua benda akan jatuh
dengan percepatan konstan yang sama jika tidak ada udara atau hambatan lainnya.
Galileo juga menegaskan bahwa semua benda berat atau
ringan jatuh dengan percepatan yang sama, jika tidak ada udara
(hampa udara). Jkika kalian memegang selembar kertas secara
horisontal pada satu tangan dan sebuah benda lain yang lebih berat
misalnya sebuah bola di tangan yang lain, dan kemudian
melepaskan kertas dan bola tersebut pada saat yang sama seperti
pada gambar a) benda yang lebih berat akan lebih dahulu mencapai
tanah tetapi jika kalian mengulang percobaan ini dengan
membentuk kertas menjadi gumpalan kecil seperti pada gambar b),
kalian akan melihat bahwa kedua benda tersebut mencapai lantai
pada saat yang hampir sama. Galileo yakin bahwa udara berperan
sebagai hambatan untuk benda-benda yang sangat ringan yang
memiliki permukaan yang luas. Tetapi pada banyak keadaan biasa,

a) Sebuah bola dan kertas yang

ringan dijatuhkan pada


saat
yang
sama,
b)
percobaan
yang
sama
diulangi
tetapi
dengan
kertas
yang
berbentuk
gumpalan.

hambatan udara ini bisa diabaikan. Pada suatu ruang di mana udara telah dihisap, maka benda
ringan seperti bulu atau selembar kertas yang dipegang horizontal akan jatuh dengan
percepatan yang sama seperti benda yang lain.
Sumbangan Galileo yang spesifik terhadap pemahaman kita mengenai gerak benda
jatuh bebas dapat dirangkum sebagai berikut: Pada suatu lokasi tertentu di Bumi dan
dengan tidak adanya hambatan udara, semua benda jatuh dengan percepatan konstan yang
sama.

Kita menyebut percepatan ini percepatan yang disebabkan oleh gravitasi pada Bumi
dan diberi simbol dengan g, besar percepatan gravitasi kira-kira g = 9,80 m/s2. Besar
percepatan gravitasi g sedikit bervariasi menurut garis lintang dan ketinggian, tampak pada
Tabel 2.1. Tetapi variasi ini begitu kecil sehingga kita bisa mengabaikannya untuk sebagian
besar kasus. Efek hambatan udara seringkali kecil, dan akan sering kita abaikan.
Bagaimanapun, hambatan udara akan tampak, bahkan pada benda yang cukup berat jika
kecepatannya besar.
Tabel 1.1. percepatan gravitasi pada berbagai lokasi di bumi
Lokasi
New york
San fransisko
Denver
Pikes peak
Khatolistiwa
Kutub utara (terhitung)

Ketinggian
0
100
1650
4300
0
0

g (m/s2)
9,803
9,800
9,796
9,789
9,780
9,832

Contoh
gerak jatuh bebas dalam kehidupan sehari hari
2.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak kita temukan kejadian alam yang terjadi akibat
adanya pengaruh percepatan gravitasi. Semua kejadian ini dapat kita golongkan kedalam
gerak jatuh bebas. Beberapa contoh gerak jatuh bebas yang terjadi dalam kehidupan sehari
hari yaitu :
-

Gerak sebuah buah kelapa yang tiba-tiba lepas dari tangkainya.


Pada kasus ini, buah kelapa kelapa itu jatuh tanpa ada yang sengaja menjatuhkannya
sehingga kecepatan awal buah kelapa itu tidak ada atau sama dengan nol.

Batu yang tiba-tiba jatuh dari atas jurang


Pada kasus ini, batu itu jatuh tanpa ada yang sengaja menjatuhkannya sehingga
kecepatan awal batu tersebut tidak ada atau sama dengan nol.
3.

Persamaan pada gerak jatuh bebas

pada bagian sebelumnya, kita telah belajar persamaan-persamaan gerak lurus berubah
beraturan. Ketika membahas benda-benda yang jatuh bebas kita bisa memakai persamaan
dimana untuk a kita gunakan nilai g yang telah diberikan. Selain itu, karena gerak tersebut
vertikal, kita akan mengganti x dengan h dan menempatkan h0 ditempat x0. Secara umum
gerak yang hanya dipengaruhi oleh gaya gravitasi memiliki persamaan :

v = v0 + gt
h = v0t +

1
2

gt2

2
v2 = v0khusus
+ 2ghuntuk gerak jatuh bebas diperlukan syarat tambahan yaitu v = 0 sehingga
akan tetapi
0

persamaan diatas akan menjadi :


v = gt ..................... (1)
1
h = 2 gt2 ................... (2)
v2 = 2gh ................. (3)

Dengan :
v0
: kecepatan awal (m/s)
v
: kecepatan akhir (m/s)
g
: percepatan gravitasi (m/s2)
h
: jarak tempuh benda/ketinggian (m)
t
: waktu (s)

Contoh soal dan pembahasan :


1. Sebuah batu jatuh dari ketinggian 20 meter. Berapakah waktu yang diperlukan batu
tersebut untuk mencapai tanah ?
Diketahui
: h = 20 m ; g = 10 m/s2
Ditanya
: waktu yang dibutuhkan batu tersebut agar bisa mencapai tanah (t) ?
Jawab
: berdasarkan soal, persamaan yang paling cocok untuk mencari waktu
tempuh adalah v2 = 2gh. Dengan memasukkan masing-masing nilai dari g dan h, maka
hasilnya adalah :
v2 = 2gh
v2 = 2 x 10 m/s2 x 20 m
v2 = 40
v = 400
v = 20 m/s

4.

Grafik pada gerak jatuh bebas

Gerak suatu benda dapat digambarkan dalam bentuk gravik. Pada gerak jatuh bebas,
ada beberapa hubungan yang bisa kita gambarkan secara gravik. beberapa bentuk gravik yang
bisa digambarkan pada gerak jatuh bebas yaitu :
1. Gravik v-t
Semakin lama suatu benda mengalami gerak jatuh bebas maka kecepatan yang
dialami oleh benda tersebut juga akan semakin besar . benda yang dijatuhkan dari jarak 100
meter membutuhkan waktu tempuh yang lebih besar bila dibandingakn dengan benda yang
dijatuhkan dari jarak 10 meter.

Pada grafik disamping ini dapat kita lihat hubungan

v (m/s)

antara kecepatan (v) dengan waktu (t). Berdasarkan


grafik tersebut dapat kita lihat jika besarnya kecepatan
yang dialami sebuah benda yang mengalami gerak
jatuh bebas adalah sebanding dengan besar waktu

(s)gerak jatuh bebas


Gravik hubungan kecepatan terhadap waktutpada

tempuh benda tersebut.

1. Gravik s-t
s
(

Semakin besar jarak yang ditempuh oleh suatu benda yang


mealakukan gerak jatuh bebas maka waktu yang dibutuhkan
benda tersebut untuk bisa sampai ketanah juga akan semakin
besar. Sebagai contoh, waktu yang dibutuhkan sebuah benda
untuk menempuh jarak 100 meter akan lebih kecil bila
dibandingkan dengan waktu yang dibuhkan sebuah benda

t
(

untuk menempuh jarak 10 meter.

Gravik hubungan jarak


terhadap waktu pada
gerak jatuh bebas

Contoh soal dan pembahasan :


1. Sebuah benda dijatuhkan dari suatu tempat dengan ketinggian yang berbeda (lihat tabel).
Ketinggian
(meter)
Waktu (sekon)
Kecepatan
(m/s)

100

90

80

70

50

45

40

35

...

...

...

...

a. Berapakah besar kecepatan benda pada setiap keadaan ?


b. Gambarkan gravik s-t dan v-t untuk keadaan diatas !
Jawab :
a. Besar kecepatan tiap keadaan :
Ketinggian
(meter)
Waktu (sekon)
Kecepatan (m/s)

100

90

80

70

50
2

47
1,91

45
1,77

42
1,66

b. Gambar grafiknya :
- Grafik s-t

- grafik v-t
v

s
2
100

1,91
1,77

90

1,66

80
70

t
42

45

47 50

5.

42

45

47

50

Tugas

1. Apa yang dimaksud dengan gerak jatuh bebas?


2. Benda A dan benda B memiliki bentuk dan massa yang sama dan mengalami gerak jatuh
bebas. Jika benda A dijatuhkan pada tempat dengan ketinggian 20 meter sedangkan
benda B dijatuhkan pada ketinggian 2500 m. Bagaimanakah percepatan yang dialami
oleh kedua benda ? jelaskan jawabannya !
3. Sebuah benda berada pada ketinggian

x m di atas permukaan tanah kemudian

mengalami jatuh bebas (g = 10 m/s2). Jika kecepatan benda saat tepat menyentuh tanah
adalah 25 m/s. Berapakah nilai x ?

6.

Daftar Pustaka

Sumarsono, Joko. 2009. Fisika untuk SMA/MA kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan,
Handayani,Sri dan Ari Damari. 2009. Fisika untuk SMA/MA kelas X. Jakarta : Pusat
Perbukuan,