Anda di halaman 1dari 12

Sintesis Senyawa Zirkonium Oksida (ZrO2)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kebutuhan manusia semakin lama semakin bertambah di segala bidang termasuk


juga di dalamnya kebutuhan konsumsi dan alat transportasi sehingga manusia selalu
meningkatkan ilmu dan teknologi. Perkembangan teknologi dan industri yang pesat
dewasa ini ternyata membawa dampak bagi kehidupan manusia, baik yang bersifat positif
maupun negatif. Damapak yang besifat negatif sangat diharapkan oleh manusia dalam
rangka meningkatkan kualitas hidup. Namun dampak negatif tidak diharapkan karena
dapat menurunkan kualitas dan kenyaman hidup sehingga harus dapat diatasi dengan baik.

Salah satu dampak negatif yang ditimbulkan oleh kemajuan teknologi industri,
misalnya industri otomotif adalah pencemaran lingkungan sebagai akibat dari masuk atau
dimasukkannya benda dan zat asing dalam tatanan lingkungan tersebut. Selain dapat
menimbulkan pencemran terhadap daratn dan air, dapat juga menmbulkan pencemaran
terhadap udara. Salah satu penyebab pencemaran udara yang paling utama kendaraan
bermotor yang gas buangnya lebih cepat keluar dibandingkan dengan gas buangan yang
keluar dari cerobong asap pabrik.

Oleh karena itu peningkatan efisiensi bahan bakar serta pengurangan polusi yang
diakibatkan oleh pembakaran bahan bakar merupakan dua hal penting yang ingin dicapai
di industri otomotif. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan mengontrol rasio campuran
yang tepat antara oksigen dengan bahan bakar. Untuk hal tersebut telah dikembangkan
teknologi sensor gas oksigen pada sistem pembuangan (exhaust system) kendaraan
bermotor. Sensor ini dapat mendeteksi apakah oksigen pada sistem pembakaran berlebih
atau kekurangan, sehingga membantu pengaturan kerja mesin menjadi lebih efisien. Gas
oksigen basil pembakaran dalam mesin memiliki temperatur yang tinggi (>500 °C).
Karena itu diperlukan material yang mempunyai titik lebur yang tinggi agar mampu
bekerja dalam lingkungan suhu yang sangat tinggi dan sensitif terhadap gas oksigen.

ZrO2 atau yang lebih sering disebut zirkonium merupakan bahan semikonduktor
keramik yang mempunyai sifat tahan korosi, memiliki titik lebur yang sangat tinggi (>2000

Page 1 of 12
Sintesis Senyawa Zirkonium Oksida (ZrO2)

°C), dan sensitif terhadap gas oksigen. Sifat-sifat ini membuat ZrO2 banyak dipakai
sebagai sensor gas oksigen di industri otomotif. Dalam industri manufaktur, secara luas
kita dapat menemukan zirkonia sebagai bahan baku dalam pembuatan tegel dan bahan
refraktori untuk pelapis tungku pelebur, kiln furniture, nozles, crucible, sebagai komponen
pada keramik advanced seperti oksigen sensor dan SOFC, aplikasi kesehatan (terutama
sebagai heads untuk hydroxyapatite), serta perhiasan. Beragamnya aplikasi Zirconia
(ZrO2) ini berkaitan dengan sifat-sifat khusus dan kemampuan yang dimilikinya, antara
lain: sifat refractorinessnya yang sangat tinggi yaitu sekitar 2750 derajat C untuk Zirconia
murni, kemudahannya dalam bertransformasi fasa untuk menghasilkan sifat mekanik yang
diinginkan, konduktansi ioniknya yang baik, serta kemudahannya untuk distabilkan oleh
oksida logam lain untuk memodifikasi sifat fisik, mekanik dan kimianya

Pemakaian zirkonia yang sangat luas disegala bidang menyebabkan zirkonia


disintesis dalam skala industry. Selain itu Pemakaian zirkonia dengan kualitas tinggi
sampai saat ini masih bergantung kepada produk impor. Padahal, Zirkon (ZrSiO4) sebagai
sumber utama zirkonia memiliki potensi cadangan di Indonesia yang cukup besar. Pasir
Zirkon (ZrSiO4) yang terdapat dalam jumlah banyak di Kalimantan Selatan sampai saat ini
masih belum dimanfaatkan secara optimal sehingga potensi yang cukup besar ini dapat
dimanfaatkan dan diolah secara optimal untuk mengahasilkan produk yang memiliki nilai
ekonomis.

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimanakah proses sintesis senyawa zirkonia (ZrO2) serta penerapannya dalam


kehidupan sehari- hari?

1.3 Tujuan Penulisan

Untuk dapat mengetahui proses sintesis senyawa zirkonia atau ZrO2 untuk dapat
digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Page 2 of 12
Sintesis Senyawa Zirkonium Oksida (ZrO2)

1.4 Manfaat Penulisan

Memberikan informasi kepada masyarakat luas mengenai proses sintesis senyawa


zirconia sehingga dapat mengetahui aplikasi dari senyawa tersebut dalam kehidupan
sehari-hari

Page 3 of 12
Sintesis Senyawa Zirkonium Oksida (ZrO2)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Karakteristik Zirkonium

Zirconium adalah sebutan untuk logam berwarna putih abu-abu, berbentuk


Kristal(amorf), lunak, dapat ditempa dan diulur bila murni juga tahan terhadap udara
bahkan api. Logam yang ditemukan oleh M.H. Kalaproth pada tahun 1788 dalam bentuk
mineral zircon ini tidak ditemukan di alam dalam bentuk bebas tetapi sebagi oksida atau
silikat dalam kerak bumi dan bebatuan dalam kadar kecil. Logam ini memiliki lambing Zr
dengan nomor atom relative 91,224.

Unsur zirconium termasuk didalam golongan IVB pada sistem periodik. Unsur
dalam golongan ini disebut juga unusr transisi yaitu unsure blok d yang konfigurasi
elektronnya diakhiri oleh sub kulit d. Selain zirconium, unsure titanium, hafnium, serta
rutherfordium juga tergolong dalam golongan IV B. Untuk sifat- sifat unsure pada
golongan ini dapat dilihat dalam system periodic unsure dimana memiliki konfigurasi
electron terluar adalah (n-1)d2 ns2. Bilangan oksidasi yang sering dijumpai adalah +2,+3
dan +4, namun khusus untuk unsure Zr bilangan oksidasi nya yaitu +1. Bilangan oksidasi
+4 dikatakan lebih stabil dari yang lainnya. Hal ini dikarenakan bilsngsn oksidasi yang
lebih rendah mengalami disproporsionasi.

Zirconium melimpah keberadaanya di alam seperti zircon (hyacianth) dan zirkonia


(baddeleyit). Baddeleyit merupakan oksida zirconium yang tahan terhadap suhu yang
sangat tinggi sehingga dapat digunakan untuk pelapis tanur tinggi. Zirkonium terjadi secara
alami, terdapat 4 isotop yang stabil dan dari 1 radio isotop yang mempunyai waktu hidup
yang sangat panjang. Radio isotop kedua yang paling stabil adalah 93Zr yang mempunyai
waktu hidup yang paruh 1,53 juta tahun.

Pada keadaan di bawah normal zirconium tidak dapat bereaksi dengan air. Namun
dengan udara zirconium dapat bereaksi sehingga dapat menghasilkan ZrO2. Adapun reaksi
zirkonium dengan udara yaitu sebagai berikut:

Zr (s) + O2 (g) ZrO2 (g)

Page 4 of 12
Sintesis Senyawa Zirkonium Oksida (ZrO2)

Selain dapat bereaksi dengan udara, zirconium juga dapat bereaksi dengan halide sehingga
dapat membentuk zirconium (IV) halide.

2.2 Karakteristik Zirkonium Oksida

Zirconium oksida merupakan senyawa bentukan dari zirconium yang bereaksi


dengan udara. Dewasa ini penggunaan zirconium oksida dalam rangka pemenuhan
kebutuhan sehari-hari dan penekan tingkat pengeluaran emisi gas dari kendaraan bermotor.
Adapun syarat dari penggunaan zirconium oksida yaitu sebagai berikut:

• Diguanakan pada suhu sampai 2400oC

• Kepadatan tinggi

• Konduktifitas termalnya rendah

• Kimia inertness

• Perlawanan terhadap logam cair

• Ionic konduksi listrik

• Ketahanan aus

• Ketangguhan perpatahan tinggi

• Kekerasan tinggi

Sifat fisika dan kimia zirconium oksida dapat disajikan dalam table seperti dibawah ini:

Zirconium Oxide, Y 2 O 3 stabil TZP

Mekanis SI / Metrik (Imperial) SI / Metrik (Imperial)

Kepadatan gm/cc (lb/ft 3 ) 6 (205.4)


Porositas % (%) 0 (0)
Warna — -- gading — --
Kekuatan lentur MPa (lb/in 2 x10 3 ) 900 (120.4)

Page 5 of 12
Sintesis Senyawa Zirkonium Oksida (ZrO2)

Modulus elastis GPa (lb/in 2 x10 6 ) 200 (45)


Modulus geser GPa (lb/in 2 x10 6 ) — -- — --
Bulk Modulus GPa (lb/in 2 x10 6 ) — -- — --
Poisson's Ratio — -- — -- — --
Kekuatan kompresi MPa (lb/in 2 x10 3 ) — -- — --
Kekerasan Kg/mm 2 1300 — --
Fracture ketangguhan K IC MPa•m 1/2 13 — --
Gunakan Suhu Maksimum
(tanpa beban) °C (°F) 1500 (2730)

Thermal
Konduktivitas termal W / m • ° K (BTU • di / ft 2
2 (13.9)
• jam • ° F)
Koefisien Thermal Expansion 10 –6 /°C (10 –6 /°F) 10.3 (5.7)
Specific Heat J/Kg•°K (Btu/lb•°F) — -- — --

Electrical
Kekuatan dielektrik ac-kv/mm (volts/mil) — -- — --
Konstanta dielektrik — -- — -- — --
Faktor disipasi — -- — -- — --
Rugi Tangent — -- — -- — --
Volume Resistivity ohm•cm >10 10 — --
Back to top Kembali ke atas

Mineral utama yang didalamnya mengandung unsure zirconium adalah zircon silica
dan zirconium oksida. Kedua mineral ini dapat dijumpai dalam bentukan senyawa dengan
hafnium. Pada umumnya zircon mengandung unsure besi, kalsium sodium, mangan dan
unsure lainnya yang dapat menyebabkan warna pada zircon bervariasi. Zircon terbentuk
sebagai mineral aksesoris pada batuan yang mengandung batuan beku asam dan metamorf.

Page 6 of 12
Sintesis Senyawa Zirkonium Oksida (ZrO2)

Zirconia (ZrO2) murni memiliki tiga macam struktur Kristal pada temperature yang
berbeda. Pada temperature yang sangat tinggi (>2370oC) material ZrO2 mempunyai
struktur berbentuk kubus. Pada temperature intermediet mempunyai struktur tetragonal
sedangkan pada temperature rendah yaitu dibawah 1170oC material ZrO2 berubah bentuk
menjadi struktur monoklin. Diantara ketiga struktur tersebut, struktur kubus yang paling
stabil pada berbagai rentang suhu sedangkan keramik dengan dua struktur yang lain
memiliki sifat mekanik yang jauh lebih baik dibandingkan dengan kedua struktur ZrO2
yang lainnya.

2.3 Sintesis senyawa anorganik

Semua proses secara luas dapat dibagi menjadi dua proses, metode fisik dan metode kimia.

Teknik kimia:
• Presipitasi kimia
• Teknik sol-gel
• Polimer prekursor
• Mikro emulsi
• Hidrotermal sintesis
• Pembakaran sintesis.
• Proses Plasma Arc dc
• Plasma rf Proses
• Rapid plasma Solidification Teknologi
• Electrode reaktif Submerged Arc

Physico-teknik kimia:
• Spray pirolisis
• Kondensasi gas
• Pengeringan beku
• Metode ultrasonik.

2.3.1 Metode presipitasi kimia

Page 7 of 12
Sintesis Senyawa Zirkonium Oksida (ZrO2)

Pembentukan suatu zat padat dapat dipisahkan dari suatu solusi, baik dengan mengubah zat
menjadi suatu bentuk larut atau dengan mengubah komposisi pelarut untuk mengurangi
kelarutan dari zat di dalamnya. Perbedaan antara curah hujan dan kristalisasi sebagian
besar terletak pada apakah penekanan pada proses yang kelarutan berkurang atau pada
bahwa dengan yang struktur zat padat menjadi terorganisir.

2. 3.2 Uap-fase sintesis


Pembentukan nanopartikel berlangsung dalam fase gas. Dalam teknik sintesis kondensasi
atom dan molekul dilaksanakan. Fasa uap sintesis bukanlah hal baru dan banyak
perusahaan multinasional telah menggunakan reaktor nyala selama beberapa dekade untuk
menghasilkan besar jumlah nanopartikel. Api reaktor digunakan untuk membentuk
berbagai nanopartikel tersebut karbon hitam dan titanium dioksida.

2.3. 3. Solusi sederhana metode pembakaran:


Dalam proses ini nitrat logam dan senyawa organik digunakan sebagai bahan bakar xidizer
dan masing-masing. Eksotermik pembakaran bahan bakar menyebabkan pembebasan
sejumlah besar energi yang digunakan untuk mengubah garam logam oksida logam.
Metode ini telah digunakan untuk persiapan nanosize alumina, ceria, yttria, zirkonia, CEO2
-ZrO2,t-ZrO2-Al2O3 dan Y2O3-ZrO2,dll. menggunakan logam sesuai nitrat, amonium nitrat
dan glisin redoks campuran. cepat (seketika) dan menghasilkan kemurnian tinggi, produk
kristalin yang homogen dengan yang diinginkan komposisi dan struktur.

BAB III

Page 8 of 12
Sintesis Senyawa Zirkonium Oksida (ZrO2)

PEMBAHASAN

3.1 Kegunaan persenyawaan Zr sreta cara mensintesisnya.

Kegunaaan utama mineral zirkon (ZrSiO4) yaitu sebagai logam refraktori dan ceramic
opacification. Zirkon juga digunakan sebagai penghias batu permata alami yang digunakan
pada intan. Zirkonium oksida diproses untuk menghasilkan cubic zirkonia. Ini berwujud
kristal bening berkilauan yang digunakan sebagai pengganti intan dengan harga yang lebih
rendah.
Kegunaan yang lain :

ü Zirkonium dapat menyerap panas yang lebih rendah sehingga industri tenaga nuklir
menggunakan zirkonium dalam mengisi reaktor nuklir sebagai pemantul.
ü Zirkonium digunakan secara meluas di industri kimia pada pipa yang terletak di
lingkungan korosif terutama pada temperatur tinggi.
ü Zirkonium karbonat digunakan sebagai lotion anti racun namun banyak orang alergi
terhadap produk ini.
ü Logam Zirkonium digunakan dalam teras reaktor nuklir karena tahan korosi dan tidak
menyerap neutron.

Ada dua cara untuk mensintesis ZrO2. Diantaranya:

3.1.1 Air suling sebanyak 200 ml diambil dalam satu liter beaker atas pengaduk magnetik
dengan konstan mengaduk. Kemudian NH4OH telah ditambahkan untuk
menyesuaikan pH sekitar 10.5, Setelah mempertahankan pH, 13,05 gm dari ZrOCl2
larutan ini ditambahkan dalam cara dengan pengadukan konstan dan juga
mempertahankan pH dari campuran reaksi. Kemudian nanopartikel yang dihasilkan
itu disaring dan dicuci dengan menyaring air panas selama 4-6 kali. Akhirnya,
nanopartikel disimpan di oven pada 1000C selama 12 jam diikuti oleh proses
mengapur 400 o C selama 2 jam.

3.1.2.ZrO2-karbon nanotube (CNT) komposit telah berhasil disintesis melalui dekomposisi


Zr (NO3) 4.5H2O dalam karbon dioksida superkritis-larutan etanol dengan CNTs
tersebar pada suhu relatif rendah. Sampel yang dicirikan oleh analisis X-ray
fotoelekronnya spektroskopi (XPS), X-ray spektroskopi difraksi (XRD), mikroskop
elektron transmisi (TEM), dan energi-dispersive X-ray (EDX).

Page 9 of 12
Sintesis Senyawa Zirkonium Oksida (ZrO2)

Kedua cara itu memanfaatkan sifat dari reaksi Zr dengan udara dan halide. Adapun reaksi
zirkonium dengan udara yaitu sebagai berikut:

Zr (s) + O2 (g) ZrO2 (g)

Selain dapat bereaksi dengan udara, zirconium juga dapat bereaksi dengan halide sehingga
dapat membentuk zirconium (IV) halide.

Page 10 of 12
Sintesis Senyawa Zirkonium Oksida (ZrO2)

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1. Kesimpulan
Kegunaann zirkon adalah untuk bahan baku elektronik, keramik. Potensi zirkon
menyebar di Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, dan Kalimantan bagian
barat. Potensi ini mengikuti penyebaran kasiterit, yang dikenal dengan nama tin belt. Cara
mensintesis ZrO2 memanfaatkan sifatnya yang mampu bereaksi dengan udara serta halide.

4.2. Saran

Paper ini masih belum bisa menjelaskan dengan detail mengenai mekanisme reaksi
dari sintesis ZrO2 karena beberapa alasan terutama sangat minimnya sumber yang
membahas tentang sintesis zinkronia ini. Jadi diharapkan kedepannya akan lebih banyak
diteliti lagi tentang senyawa ini sehingga menjadi literature yang mumpuni untuk
mendukung/cakupan kajian tentang sintesis zinkronia.

Page 11 of 12
Sintesis Senyawa Zirkonium Oksida (ZrO2)

DAFTAR PUSTAKA

Eichler, A., and G. Kresse, 2003, On The Surface Termination Of Pure And Yttria Doped
Zirconia Surfaces, 68.47.Gh,05.70.Np,47.15.Mb, PACS.

Fatimah,A., Wijaya, K., dan Setyawan, K.H., 2008, Synthesis of ZrO2-Montmorillonite


and Application as Catalyst in Catalytic Cracking of Heavy Fraction of
Crude Oil, Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis, 3 (1-3),
9-13

Fattah,T.M.A.,2009, Sintesis Zirconia dan Hafnia Tubes oleh Atomic Layer Deposition
(ALD) Template Method Layer Deposition (Ald) Metode Template, VA
23.606, Newport News.

Giri,S., 2008, Synthesis And Characterization Of Zirconia Coated Silica Nanoparticles


For Catalytic Reactions,Disertasi, National Institute Of Technology,
Rourkela

J. Phys Chem B.,2006, Sintesis Zro2 Nanotube Karbon Komposit Dan Aplikasinya
Sebagai Bahan Sensor Chemiluminescent Etanol, American Chemical
Society, 110 (27) :13410-4.

JAMARUN, N., dan Emriadi,2002, Preparation Of Silica-Zirkonia-Karet Alam Composite


Through Sol-Gel Process ,Disertasi, Universitas Andalas, Padang.

Sara, W., Oct. 29, 2009,< http://www.windusara.com/mengenal-american-diamond/> . 20


Maret 2010

Page 12 of 12