Anda di halaman 1dari 3

Persyaratan Dasar Pembangunan Ekonomi

Negara terbelakang yang berhasrat ingin maju harus memenuhi prasyarat-prasyarat dasar
bagi pembangunan ekonomi. Pembangunan ekonomi tidak dapat dicapai semata-mata dengan
menyingkirkan hambatan yang menghalangi kemajuan ekonomi. Menurut Prof. W.A. Lewis,
pendorong utama pertumbuhan ekonomi ialah: upaya untuk berhemat (ekonomis), peningkatan
pengetahuan atau penerapannya di bidang produksi, dan peningkatan jumlah modal atau sumber
lain per-kepala. Akan tetapi karena pembangunan ekonomi berkaitan erat dengan kekayaan
manusia, sikap sosial, kondisi politik dan latar sejarah maka kondisi ekonomi saja tidaklah
cukup. Kondisi politik, psikologi, sosial dan budaya, merupakan syarat yang sama pentingnya
dengan kondisi ekonomi.1 Berikut ini akan dibahas beberapa persyaratan dasar pembangunan
ekonomi.
1. Atas dasar kekuatan sendiri
Syarat utama bagi pembangunan ekonomi ialah bahwa proses pertumbuhannya harus
bertumpu pada kemampuan perekonomian di dalam negeri. Hasrat untuk memperbaiki nasib
dan prakarsa untuk menciptakan kemajuan material harus muncul dari warga Negara itu
sendiri. Prof. Cairncross mengatakan dalam hal ini: Pembangunan tidak akan mungkin jika
ia tidak berkenan di hati rakyat.
2. Menghilangkan ketidaksempurnaan pasar
Syarat kedua berkaitan dengan usaha menghilangkan ketidaksempurnaan pasar yang
menyebabkan immobilitas faktor dan menghambat ekspansi sektoral dan pembangunan. Prof.
Schultz mengatakan, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang cukup berarti, maka
Negara seperti itu di dalam mengalokasikan modal dan usahanya harus melakukan tiga hal:
meningkatkan kuantitas barang yang dapat direproduksi, memperbaiki kualitas manusia
sebagai agen produksi, dan meningkatkan kadar seni produksinya.2
3. Perubahan Struktural
Perubahan structural mengandung arti peralihan dari masyarakat pertanian tradisional
menjadi ekonomi industri modern, yang mencakup peralihan lembaga, sikap sosial dan
motivasi yang ada secara radikal. Perubahan structural semacam ini menyebabkan
1 M.L. Jhingan, Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan, Jakarta: Rajawali Pers
2010. Hlm.41
2 Ibid. hlm.41-42

kesempatan kerja semakin banyak, produktivitas buruh, stok modal, pendayagunaan sumbersumber baru serta perbaikan teknologi akan semakin tinggi.3
4. Pembentukan modal
Pembentukan modal merupakan faktor paling penting dan strategis dalam proses
pembangunan ekonomi. Pembentukan modal bahkan disebut sebagai kunci utama menuju
pembangunan ekonomi. Sekali proses ini berjalan, ia akan senantiasa mengumpal dan
menghidupi dirinya sendiri. Proses ini berjalan melalui tiga tingkatan: (i) kenaikan volume
tabungan nyata yang tergantung pada kemauan dan kemampuan untuk menabung; (ii)
keberadaan lembaga kredit dan keuangan untuk menggalakkan dan menyalurkan tabungan
agar dapat dialihkan menjadi dana yang dapat diinvestasikan; dan (iii) penggunaan tabungan
untuk tujuan investasi dalam barang-barang modal pada perusahaan. Pembentukan modal
juga berarti pembentukan keahlian, karena keahlian kerapkali berkembang sebagai akibat
pembentkan modal.4
5. Kriteria investasi yang tepat
Menentukan pola investasi sama pentingnya dengan menentukan laju pembentukan modal.
Tetapi ini bukanlah tugas yang mudah.negara terbelakang tidak saja harus menentukan
besarnya tingkat investasi tetapi juga komposisi investasi itu. Negara memiliki tanggung
jawab untuk melakukan investasi yang paling menguntungkan masyarakat. Pola optimum
investasi sebagian besar tergantung pada iklim investasi yang tersedia di negeri itu dan pada
produktivitas marginal sosial dari berbagai jenis investasi.5
6. Persyaratan sosio-budaya
Wawasan sosio-budaya masyarakat haruslah diubah jikalau pembangunan diharapkan dapat
berjalan. Manakala terdapat hambatan sosial yang menghalangi kemajuan ekonomi,
hambatan tersebut harus disingkirkan atau disesuaikan.organisasi sosial seperti keluarga
bersama, system kasta, warna kulit, dogma agama dan kehidupan desa harus dimodifikasi
sehingga selaras dengan pembangunan. Setiap perubahan sosial atau budaya akan membawa
ketidakpuasan dan perlawanan dibelakangnya, yang karena itu dapat berpengaruh buruk pada
perekonomian. karena kesejahteraan ekonomi hanyalah merupakan sebagian saja dari
kesejahteraan sosial pada umumnya maka yang terakhir inilah yang harus mendapatkan
3 Ibid. Hlm. 43
4 Ibid. Hlm. 47
5 Ibid. Hlm. 50

perhatian utama. Kenaikan pendapatan nasional tidak akan membawa kenaikan kesejahteraan
sosial, jika kenaikan pendapatan itu kurang dibarengi dengan penyesuaian budaya.6
7. Administrasi
Kehadiran administrasi yang kuat, berwibawa dan tidak korup, merupakan sine qua non
pembangunan ekonomi. Pemerintahan harus kuat, mampu menegakkan hukum dan
ketertiban serta dapat mempertahankan negeri melawan agresi dari luar. Tanpa alat
perlengkapan administratif yang baik dan efisien, rencana pembangunan publik maupun
privat tidak akan dapat dilaksanakan secara sempurna. Kebutuhan akan pemerintahan yang
bersih dalam pembangunan ekonomi secara singkat dijelaskan oleh Prof. Herman Finer:
pembangunan ekonomi memerlukan hukum dan peraturan perundang-undangan yang
berfungsi sebagai pedoman dan memberikan kepastian tentang keuntungan yang sepadan
dengan usaha dan pengorbanan seperti dijanjikan oleh program pembangunan. Pembangunan
ekonomi juga memerlukan suatu system administrasi yang tepat untuk melaksanakan rencana
yang dicantumkan di dalam peraturan perundang-undangan. Pemerintahan seperti itu harus
menyediakan pelayanan kepada masyarakat, kapan saja dibutuhkan, untuk mendorong:
pembangunan ekonomi; ketertiban, keadilan, polisi, pertahanan; imbalan yang sepadan
dengan kemampuan dan penerapan di dalam produksi; jaminan dalam menikmati hak milik
yang sifatnya bias sangat beraneka ragam; hak waris; jaminan bahwa persetujuan dan
perjanjian bisnis akan ditepati; ketentuan-ketentuan tentang standar satuan berat; ukuran dan
mata uang serta stabilitas sistem pemerintahan itu sendiri, untuk memelihara rasa ketertiban
dan harapan serta tugas masa depan yang dapat diperhitungkan.7

6 Ibid. Hlm. 55
7Ibid. Hlm. 55-56