Anda di halaman 1dari 43

Resep 1

dr. Abdullah
SIP No: 300/123/UP/DINKES
Praktek:
Jl. Mawar No. 1 Mataram,
Mataram, 1 April 2014

R/

Verapamil tab
S 3 dd I tab
Propranolol tab
S 3 dd I tab
Captopril tab
S.3 dd I tab

R/
R/

No XX tab
No. XX tab
No. XX tab

A Kelengkapan Resep
Pro
Umur
Alamat
Superscriptio

: Tn. Basuki
: 45 tahunLengkap/Tidak
: Jl. Tulip Mataram

Nama,
izin

nomor Tidak Lengkap

Benar

Keterangan (jika ada

(jelas)/tidak

yang tidak jelas atau

Tidak Benar

praktek

tidak lengkap)
Tidak
menuliskan
nomer telepon

dokter, alamat,
no telpon
Tempat

dan Lengkap

Benar

tanggal
penulisan resep
Simbol R/
Lengkap
Identitas Pasien Tidak Lengkap
(Nama,

Benar
Benar

usia,

Alamat pasien tidak


ditulis secara spesifik

alamat
Inscriptio

lengkap)
R/1

Tidak Lengkap

Tidak Benar

Dosis
ditulis

obat

tidak

R/2

Tidak Lengkap

Tidak Benar
Dosis

R/3

Tidak Lengkap

Tidak Benar

R/1, R/2, dan Tidak Lengkap

Tidak Benar

R/3

tidak

obat

tidak

ditulis
Dosis

Signatura

obat

ditulis
Seharusnya ditulis S.
t.d.d tab. I a.c/d.c/p.c
Waktu

minum

obat

tidak ditulis
Paraf/Tanda

R/1, R/2, dan Tidak Lengkap

tangan

R/3

Tidak Benar

Tidak ditulis paraf /


tanda tangan

B Formula Resep
1 Resep formula Magistralis
Tidak Ada
2

Resep formula Officinalis (ada/tidak)


Nama Obat
Verapamil
Propanolol

Khasiat/fungsi
Anti aritmia, angina, dan hipertensi
Anti
aritmia,
angina,
hipertensi,

Captopril

kardiomiopati obstruktif hipertropik, dll


Anti hipertensi, gagal jantung kongestif,
infark miokard, nefropati diabetic, dll

Resep formula Spesialistis (ada/tidak)


Tidak Ada

Resep dari obat Golongan Narkotika (ada/tidak)


Tidak Ada

C Obat
a

Dosis obat
- Verapamil : 240-480 mg/ hari. Aturan pakai obat dalam resep 1-2 kali sehari

Propranolol : Propranolol 80 mg/ hari. Aturan pakai obat dalam resep 1-2 kali

sehari
- Captopril : 12,5 mg 2 kali sehari
Interaksi obat
Pada resep dengan formula officinalius terdapat terdapat tumpang tindih

obat,dimana Ca Channel Blocker (Verapamil) dengan B-Blocker (propranolol)


bukan merupakan kombinasi obat untuk hipertensi. Seharusnya dipilih salah satu
dari kedua obat tersebut yang dikombinasikan dengan ACE Inhibitor. Biasanya
untuk kombinasi digunakan CCB dengan Ace Inhibitor
D Bentuk sediaan obat
a. Spesifikasi
: tablet
b. Keuntungan :
Dapat digunakan untuk pengobatan sistemik dan local
Aksinya panjang karena absorbsinya lambat
c. Kerugian
:
Rasa pahit yang tidak enak dan tidak dapat disembunyikan
Dapat terjadi interaksi obat dalam satu resep tablet
d. Ketepatan pemilihan
Cocok untuk pasien dewasa, yang sebaiknya diberikan sedian dalam bentuk

padat.
Obat memberikan efek yang sistemik, sehingga penggunaannya peroral.
Pasien masih sadar dan dalam masa berobat jalan, maka baik diberikan dalam
bentuk tablet.

E Diagnosis
Hipertensi
F Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan :
- Dalam resep masih ada obat yang tidak ditulis dosisnya.
- Dalam resep terdapat tumpang tindih obat,dimana Ca Channel Blocker
(Verapamil) dengan B-Blocker (propranolol) bukan merupakan kombinasi obat
untuk hipertensi. Seharusnya dipilih salah satu dari kedua obat tersebut yang
Saran :

dikombinasikan dengan ACE Inhibitor


Dalam superscriptio, inscriptio dan signature harus lebih lengkap dan lebih tepat

dr. Abdullah
SIP No: 300/123/UP/DINKES
Praktek:
Jl. Mawar No. 1, Mataram
Tlp: 0370-640777
Mataram, 1 April 2014
R/tab Verapamil 240 mg

No. XX

S.b.d.d. tab. I p.c


A
R/tab Captopril 12,5 mg

No. XX

Resep 2

S.b.d.d tab I p.c

dr. Margarita
SIP No: 2011/123/UP/DINKES

A
Pro

: Tn. Basuki

Umur

: 45 thn

Alamat : Jl. Tulip, No 18 Mataram

Praktek:
Jl. Jaunda no.10 Mataram
Tlp: 0370 640777
Mataram, 1 April 2014

R/

G Kelengkapan Resep

R/

Paracetamol
CTM
GG
DMP
S.L
m.f.pulv.dtd No. XV
da in caps.
S.tdd.caps.I
Kotrimoksasol tab
S.tdd I tab

Lengkap/Tidak

Superscriptio

Pro
Umur
Nama, nomor Lengkap
Alamat
izin
praktek
dokter, alamat,

Benar
(jelas)/tidak
: Tn. Jakariah
: 35
tahun
Benar
: Mataram

500 mg
4 mg
50 mg
10 mg
q.s

No. X
Keterangan (jika ada
yang tidak jelas atau
tidak lengkap)

no telpon
Tempat

dan Lengkap

Benar

tanggal
penulisan resep
Simbol R/
Lengkap
Identitas Pasien Tidak Lengkap
(Nama,

Benar
Benar

usia,

Alamat pasien tidak


ditulis secara spesifik

alamat
Inscriptio

lengkap)
R/1

Tidak Lengkap

Tidak Benar

Penulisan

obat

sebaiknya

tidak

menggunakan
singkatan
R/2

Tidak Lengkap

Tidak Benar

S.L sebaiknya ditulis


Sacch. Lact
Dosis

Subscriptio

R/1

Tidak Lengkap

Tidak Benar

obat

ditulis
Penulisan

tidak

peracikan

obat seharusnya
m.f.l.a pulv. d.t.d No.
Signatura

R/1

Tidak Lengkap

Tidak Benar

XV
Seharusnya

ditulis

S.p.r.n t.d.d caps. I p.c


Waktu

minum

obat

tidak ditulis
R/2

Tidak Lengkap

Tidak Benar
Waktu

minum

obat

tidak ditulis
Paraf/Tanda
tangan

R/1 dan R/2

Tidak Lengkap

Tidak Benar

Tidak ditulis paraf /


tanda tangan

H Formula Resep
5 Macam formula
R/1
: Formula Magistralis
R/2
: Formula Officinalis
6

Resep formula Magistralis

Remidium
Cardinale

Nama Bahan Obat


1 Paracetamol

CTM

Khasiat/Fungsi
- Antipiretik
dan Analgetik

(Klorferinamin

Anti

histamine,

berfungsi

Maleat)

yang

mengurangi

hipersensitifitas

seperti

rhinitis
3
Ajuvan
Corrigensia
Constituent
7

GG (Gliseril Guaiakola)

4 DMP
Saccharum lactum

batuk
(berdahak)
- Antitusif
Pemanis dan pembawa

Resep formula Officinalis


Nama Obat
Kotrimoksazole

Ekspektoran, meredakan

Resep formula Spesialistis (ada/tidak)


Tidak Ada

Resep dari obat Golongan Narkotika (ada/tidak)


Tidak Ada

Obat
R/1
1 Dosis Obat
c Dosis obat dalam resep
- Paracetmol 500 mg

Fungsi
Antibiotik (Anti Bakteri)

produktif

CTM (Klorferinamin Maleat) 4 mg


GG (Gliseril Guaiakolat) 50 mg
DMP (Dextromethorpan) 10 mg

Kotrimoksazole tab No X

d
-

Dosis obat dalam buku


R/1
Paracetamol
: Dewasa 500 mg/tab

CTM (Klorferinamin Maleat) : Dewasa 4 mg/pemberian

DMP (Dextromethorpan)

Gliseril Guaiakolat

R/2
Kotrimoksazole : Dewasa 480 mg/tab, 960 mg/hari

R/2

: Dewasa 15 mg

: Dewasa 100 mg/pemberian

Jadwal pemberiannya
R/1

Nama Obat

Interval

Waktu

Durasi

Paracetamol

3 4 x sehari

Setelah

Setiap 6 - 8

makan

jam

Setelah

Setiap 6 8

makan

jam

Setelah

Setiap 6 8

makan

jam

CTM

3 4 x sehari

(Klorferinamin
Maleat)

DMP
(Dextromethorpan
)

3 4 x sehari

Keterangan

GG

(Gliseril 3 4 x sehari

Guaiakolat)

Setelah

Setiap 6 8

makan

jam

R/2
Nama Obat

Interval

Waktu

Kotrimoksazole

2 x sehari

Setelah
makan

Interaksi obat
Pada resep terdapat obat dengan efek yang berbeda dari segi fungsi, yakni
Dektrometorfan (untuk batuk kering) dan Gliseril guaiakolat (untuk batuk berdahak),
oleh karena itu, mungkin bisa digunakan Gliseril guaiakolat saja.

Bentuk sediaan obat


R/1
a BSO yang dipilih
a Spesifikasi : kapsul
b Keuntungan :
menutupi rasa obat yang tidak enak, pahit atau amis
bahan obat tunggal ataupun campuran dapat diberikan dalam kapsul
kapsul lebih lemas dari tablet sehingga bagi beberapa penderita kapsul lebih
c

mudah ditelan daripada tablet


Kerugian
:
kecepatan absorpsi obat dari kapsul lebih lama daripada bentuk serbuk/puyer
karena kapsul yang biasanya terbuat dari gelatin harus hancur dahulu sebelum

obatnya dibebaskan.
d Ketepatan pemilihan
Bentuk sediaan obat yang tepat diberikan untuk pasien usia 30 tahun adalah
bentuk tablet atau kapsul.
R/2
a. Spesifikasi
: tablet
b. Keuntungan :
Dapat digunakan untuk pengobatan sistemik dan local
Aksinya panjang karena absorbsinya lambat
c. Kerugian
:
Rasa pahit yang tidak enak dan tidak dapat disembunyikan
Dapat terjadi interaksi obat dalam satu resep tablet
d. Ketepatan pemilihan

Cocok untuk pasien dewasa, yang sebaiknya diberikan sedian dalam bentuk

padat.
Obat memberikan efek yang sistemik, sehingga penggunaannya peroral.
Pasien masih sadar dan dalam masa berobat jalan, maka baik diberikan dalam
bentuk tablet.

Formula magistralis
a Cara persiapan/peracikan BSO

m.f.l.a pulv. d.t.d No. XV (misce fac lege artis pulveres da tales dosis nomero quidecem)
artinya campur dan buatlah sesuai aturan puyer sebanyak dosis tersebut di atas sebanyak
15 bungkus. da. in caps., artinya berikan dalam bentuk kapsul. Setiap bungkus kapsul
mengandung bahan obat paracetamol 500 mg, CTM (Klorferinamin Maleat) 4 mg, DMP
(Dextrametorphan) 10 mg, GG (Gliseril Guaiakolat) 100 mg, dan Saccharum lactum
secukupnya.
K Diagnosis
- Rhinitis (Common Cold)
Gejala : demam, sekret pada hidung encer dan jernih (lebih kental dan purulen
jika terjadi infeksi sekunder oleh bakteri), nyeri tenggorok, batuk.
L Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan :
- Dalam resep masih ada obat yang tidak ditulis dosisnya. Dalam resep puyer ada
obat yang tidak boleh diberikan secara bersamaan karena memiliki jenis yang
sama namun fungsi yang berbeda yaitu DMP dan GG. Dimana DMP untuk
Saran :

menekan batuk berdahak, sedangkan GG untuk mengeluarkan dahak.


Dalam inscription, subscription, dan signature harus lebih lengkap dan lebih tepat

dr. Margarita
SIP No: 2011/123/UP/DINKES
Praktek:
Jl. Jaunda No. 10, Mataram
Tlp: 0370-640777
Mataram, 1 April 2014
R/ Paracetamol

500 mg

CTM (Klorferinamin Maleat)

4 mg

GG (Gliseril guaiakolat )

100 mg

Sacch. Lact

q.s

m.f.l.a pulv. d.t.d No. XV


da in caps.
S.p.r.n t. d.d. caps. I p.c
A
R/tab Kotrimoksazole 480 mg No. X
S.b.d.d tab I p.c
A
Pro

: Tn. Jakariah

Umur

: 35 thn

Alamat : Jl. Sriwijaya, No 18 Mataram

dr. Rian
SIP No: 300/123/UP/DINKES
Praktek :
Jl. Kompleks Putri Ayu No. 22 Mataram
Tlp : 0370 612345
Mataram, 1 Juni 2012
R/ Sulfadokxin-pirimetamin

No X tab

S 1 dd 3
R/ Doksisiklin
Resep 3

S 3 dd 1/2

Pro

: Alan

Umur : 3 tahun
Alamat: Jl. Swaswmbada Mataram

No X cap

A. Kelengkapan Resep

Superscirptio

Nama, alamat,

Lengkap/Tidak
Lengkap

Benar/Tidak
Benar

Lengkap

Benar

Lengkap
Tidak Lengkap

Benar
Tidak Benar

Keterangan

nomor izin
praktek dokter
Tempat dan
tanggal
penulisan resep
Simbol R/
Nama, umur,

alamat pasien

Nomor alamat
rumah pasien
harus

dicantumkan
Karena untuk
menulis resep
anak harus
disertakan
berat badan
untuk

membantu
menentukan
Inscriptio

R/1

Tidak Lengkap

Tidak Benar

dosis
Tidak ada keterangan

R/2

Tidak Lengkap

Tidak Benar

kadar kandungan obat


Tidak Lengkap

Tidak ada
keterangan
kadar
kandungan

obat
Penulisan
bentuk sediaan
salah
seharusnya
caps

Tidak Benar

BSO kapsul
tidak sesuai
untuk
diberikan pada

Subscriptio
Signatura
Paraf

R/1
R/2
R/1
R/2

Tidak Lengkap
Tidak Lengkap

Tidak Benar
Tidak Benar

R/1
R/2

Tidak Lengkap
Tidak Lengkap

Tidak Benar
Tidak Benar

anak-anak
Tidak ada penulisan
waktu minum obat
Seharusnya di akhir
penulisan resep diberi
garis tutup dan paraf
dokter

C. Formula resep
1

Macam Formula

R/1
: Formula Officinalis
R/2
: Formula Officinalis
Resep formula Magistralis
Tidak ada
Resep formula Officinalis

2
3

Nama Obat
Sulfadokxin-pirimetamin
Doksisiklin
4

Khasiat/fungsi
Anti malaria lini ke-2
Anti-bakteri, Anti malaria

Resep formula Spesialistis


Tidak ada

D. Obat
1

Dosis Obat
R/1
Pada resep:
- Dalam satu kali minum: 3 (tablet) x 500 mg/25 mg = 1500 mg/75 mg mg
Yang seharusnya, dosis yang diberikan pada anak usia dibawah 4 tahun adalah
-

Dalam satu kali minum: (tablet) x 500 mg/25mg = 250 mg/12,5 mg mg

Jadi, dalam resep tersebut dosis yang diberikan berlebihan

R/2
Pada resep:
- Dalam satu kali minum: (kapsul) x 100 mg = 50 mg
- Dalam satu hari: 3 x 50 mg = 150 mg
Yang seharusnya, dosis yang diberikan pada anak usia 3 tahun dengan rata-rata berat
badan 11,4 mg adalah
-

Dosis obat dengan berat badan kurang dari 45 kg : 2,2 mg/kg BB


Dosis yang diberikan pada pasien adalah: 2,2 mg x 11,4 = 25,08 mg
Sehingga dosis yang tepat adalah: (kapsul) x 100 mg = 25 mg

Jadi, dalam resep tersebut dosis yang diberikan berlebihan


2

Jadwal pemberian
Nama Obat

Interval

Waktu

Durasi

Keterangan

Sulfadoxin-Pirimetamin

1x

Doksisiklin

3x

p.c

24 jam
6-8 jam

Tidak batas waktu


minum

Kontraindikasi
Untuk obat Doksisiklin merupakan golongan tetrasiklin sehingga memiliki kontraindikasi
bila dikonsumsi anak usia dibawah 8 tahun karena dapat menyebabkan gigi keropos dan
menjadi coklat. Golongan ini juga memiliki kontraindikasi bila dikonsumsi ibu hamil dan

menyusui. Sehingga tidak cocok untuk diberikan pada pasien.


Interaksi Obat
R/1 dan R/2 merupakan obat kausal sehingga bila dikonsumsi bersamaan akan berlebihan

D. Bentuk sediaan obat


1

Bentuk sediaan obat yang dipilih


Bentuk sediaan obat: puyer
Cocok untuk diberikan kepada pasien anak karena anak-anak masih memiliki
kesulitan untuk menelan
Untuk formula Magistralis
a Cara persiapan/peracikan BSO
m.f. pulv.d.t.d no.X (misce fac pulveres da tales dosis nomero quidecem) artinya
buatlah serbuk sebanyak dosis tersebut di atas sebanyak 10 bungkus yang terdiri
dari Sulfadoxin-pirimetamine

E. Diagnosis
1. Malaria
F. Kesimpulan dan saran
a

Kesimpulan
Peresepan belum rasional karena:

Terdapat beberapa resep yang memiliki fungsi yang sama sehingga terjadi
penggunaan yang berlebihan sehingga dipilih obat yang tidak memiliki kontra
indikasi terhadap pasien

BSO yang dipilih tidak sesuai dengan pasien, karena pasien masih berusia 3
tahun sehingga masih sulit untuk menelan. Maka BSO yang tepat adalah
puyer/sirup

b Saran Peresepan
dr. Rian
SIP No: 300/123/UP/DINKES
Praktek :
Jl. Kompleks Putri Ayu No. 22 Mataram
Tlp : 0370 612345
Mataram, 1 Juni 2012
R/ Sulfadokxin-pirimetamin 12,5 mg
S.L

q.s

m.f.l.a.pulv.d.t.d.No. X
S u.d.d p.c
A

Pro

: Alan

Umur : 3 tahun
BB

: 11,4 kg

Alamat: Jl. Swasembada No. 2 Mataram

Resep 4

dr. Rian
SIP No: 300/123/UP/DINKES
Praktek :
Jl. Kompleks Putri Ayu No. ZZ Mataram,
Tlp : 0370 612345
Mataram, 1 April 2014
R/ Ferro sulfat

tab

No X tab

tab

No X tab

S 3 dd 1
R/ Asam folat
S 3 dd 1

Pro

: Ny. Deasy

Umur : 25 tahun
Alamat: Jl. Swasembada Mataram
A. Kelengkapan Resep
Lengkap/Tidak

Benar/Tidak

Keterangan

Superscirptio

Nama, alamat,

Lengkap

Benar

Lengkap

Benar

Lengkap
Tidak Lengkap

Benar
Tidak Benar

nomor izin
praktek dokter
Tempat dan
tanggal
penulisan resep
Simbol R/
Nama, umur,
alamat pasien
Inscriptio

R/1

Nomor alamat rumah


pasien harus

Tidak Lengkap

Tidak Benar

dicantumkan
Tidak ada
keterangan
kadar
kandungan

obat
Bentuk
sediaan obat
ditulis

R/2

Tidak Lengkap

Tidak Benar

berlebihan
Tidak ada
keterangan
kadar
kandungan

obat
Bentuk
sediaan obat
ditulis

Subscriptio
Signatura
Paraf

R/1
R/2
R/1
R/2

Tidak Lengkap
Tidak Lengkap

Tidak Benar
Tidak Benar

R/1
R/2

Tidak Lengkap
Tidak Lengkap

Tidak Benar
Tidak Benar

berlebihan
Tidak ada penulisan
waktu minum obat
Seharusnya di akhir
penulisan resep diberi

garis tutup dan paraf


dokter
C. Formula resep
5
6
7

Macam Formula
R/1
: Formula Officinalis
R/2
: Formula Officinalis
Resep formula Magistralis
Tidak ada
Resep formula Officinalis
Nama Obat
Ferro sulfat

Khasiat/fungsi
Anti anemia, mengobati kekurangan zat

Asam Folat

besi
Perkembangan janin

Resep formula Spesialistis


Tidak ada

D. Obat
6

Dosis Obat
R/1
Pada resep:
- Dalam satu kali minum: 1 (tablet) x 200 mg = 200 mg
R/2
Pada resep:
- Dalam satu kali minum: 1 (tablet) x 5 mg = 5 mg
7 Jadwal pemberian
Nama Obat

Interval

Waktu

Durasi

Ferro Sulfat

3x1

p.c

6-8 jam

Asam Folat

3x1

p.c

6-8 jam

Interaksi Obat
Tidak ada

D. Bentuk sediaan obat

Keterangan

Bentuk sediaan obat yang dipilih


Bentuk sediaan obat: tablet
Keuntungan
:
Dapat digunakan untuk pengobatan sistemik dan local
Aksinya panjang karena absorbsinya lambat
c. Kerugian
:
Rasa pahit yang tidak enak dan tidak dapat disembunyikan
Dapat terjadi interaksi obat dalam satu resep tablet
d. Ketepatan pemilihan
Cocok untuk pasien dewasa, yang sebaiknya diberikan sedian dalam bentuk

padat.
Obat memberikan efek yang sistemik, sehingga penggunaannya peroral.
Pasien masih sadar dan dalam masa berobat jalan, maka baik diberikan dalam
bentuk tablet.

E. Diagnosis
1. Anemia Defisiensi Besi
2. Hamil
F. Kesimpulan dan saran
c

Kesimpulan
Peresepan belum rasional karena:
o Penulisan obat masih belum tepat

d Saran Peresepan
dr. Rian
SIP No: 300/123/UP/DINKES
Praktek :
Jl. Kompleks Putri Ayu No. 22 Mataram
Tlp : 0370 612345
Mataram, 1 Juni 2012
R/

Ferro Sulfat 200 mg No. X tab


S t.d.d tab I p.c
A

R/

Asam Folat 5 mg No.X tab


S t.d.d tab I p.c
A

Pro

: Ny. Deasy

Umur : 25 tahun
Alamat: Jl. Swasembada No. 2 Mataram
dr. Abdullah
SIP No: 300/123/UP/DINKES
Praktek :
Jl. Mawar No. 1 Mataram
Mataram, 1 April 2014
R/ Propanolol tab

No XX tab

S 3 dd I tab
R/ Salbutamol tab

No XX tab

S 3dd I tab
R/ Metilprednisolon tab
S 3 dd I
Resep 5

Pro

: Tn. Basuki

Umur : 45 tahun
Alamat: Jl. Tulip Mataram

No X

B. Kelengkapan Resep
Lengkap/Tidak

Superscriptio

Nama,
izin

nomor Tidak Lengkap

Benar

Keterangan (jika ada

(jelas)/tidak

yang tidak jelas atau

Tidak Benar

praktek

tidak lengkap)
Tidak
menuliskan
nomer telepon

dokter, alamat,
no telpon
Tempat

dan Lengkap

Benar

tanggal
penulisan resep
Simbol R/
Lengkap
Identitas Pasien Tidak Lengkap
(Nama,
alamat

usia,

Benar
Benar

Alamat pasien tidak


ditulis secara spesifik

Inscriptio

lengkap)
R/1

Tidak Lengkap

Tidak Benar

Dosis

tidak ditulis
Bentuk sediaan
obat

R/2

Tidak Lengkap

Tidak Benar

Tidak Lengkap

Tidak Benar

cukup

ditulis satu kali


Dosis
obat

tidak ditulis
Bentuk sediaan
obat

R/3

obat

cukup

ditulis satu kali


Dosis
obat
tidak
ditulis

Signatura

R/1, R/2, dan Tidak Lengkap

Tidak Benar

R/3

Seharusnya ditulis S.
t.d.d tab. I a.c/d.c/p.c
Waktu

minum

obat

tidak ditulis
Paraf/Tanda

R/1, R/2, dan Tidak Lengkap

tangan

R/3

Tidak Benar

Tidak ditulis paraf /


tanda tangan

M Formula Resep
10 Resep formula Magistralis
Tidak Ada
11 Resep formula Officinalis (ada/tidak)
Nama Obat
Propanolol

Khasiat/fungsi
Anti hipertensi, gagal jantung kongestif,

Salbutamol
Metilprednisolon

infark miokard, nefropati diabetic, dll


Mengobati asma
supresi inflamasi dan gangguan alergi,
edema serebral, penyakit reumatik

12 Resep formula Spesialistis (ada/tidak)


Tidak Ada
13 Resep dari obat Golongan Narkotika (ada/tidak)
Tidak Ada
N Obat
e

Dosis obat
Salbutamol dan propanolol saling menurunkan efek obat satu sama lain, tidak
boleh diberikan secara bersamaan
Salbutamol = 2 mg x 3 = 6 mg sehari
Metilprednisolon = 4 mg x 3 = 12 mg sehari
Jadwal Pemberian

Nama Obat

Interval

Waktu

Durasi

Salbutamol

3x sehari

p.c

Setiap 6 jam

Keterangan

dan 24 jam
Metilprednisolon
g

3x sehari

p.c

Setiap 6 jam

Interaksi Obat
Tidak ada

O Bentuk sediaan obat


a. Spesifikasi
: tablet
b. Keuntungan :
Dapat digunakan untuk pengobatan sistemik dan local
Aksinya panjang karena absorbsinya lambat
c. Kerugian
:
Rasa pahit yang tidak enak dan tidak dapat disembunyikan
Dapat terjadi interaksi obat dalam satu resep tablet
d. Ketepatan pemilihan
Cocok untuk pasien dewasa, yang sebaiknya diberikan sedian dalam bentuk

padat.
Obat memberikan efek yang sistemik, sehingga penggunaannya peroral.
Pasien masih sadar dan dalam masa berobat jalan, maka baik diberikan dalam
bentuk tablet.

P Diagnosis
Asma
Q Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan :

Dalam resep masih ada obat yang tidak ditulis dosisnya.


Dalam resep terdapat tumpang tindih obat, dimana Salbutamol dan Propanolol

bekerja saling menjatuhkan sehingga dipilih satu obat saja


Dalam superscriptio, inscriptio dan signature harus lebih lengkap dan lebih tepat

Saran :
dr. Abdullah
SIP No: 300/123/UP/DINKES
Praktek :
Jl. Mawar No. 1 Mataram
Tlp 0370 612345
Mataram, 1 April 2014
R/ Salbutamol 2 mg

No XX tab

S p.r.n t.d.d I tab p.c


R/ Metilprednisolon 4 mg
S p.r.n t.d.d I tab d.c

Pro

: Tn. Basuki

Umur : 45 tahun
Alamat: Jl. Tulip No. X Mataram

No X tab

Resep 6
dr. Stefany, Sp.A
SIP No: 300/123/UP/DINKES
Praktek :
Jl. Kesejahteraan I No. 8A, Mataram
Tlp: 0370 612345
Mataram, 1 April 2014
R/

Ibu Profen 400 mg

No 3 tab

Tetrasiklin caps

No 3 tab

Prednison 2 mg

No 3 tab

DMP 10 mg

No 3 Tab

Gliseril Gualikolat

No 4 Tab

S.L

q.s

m.f.l.a pulv. No. XV


S 3-4 dd I pulv
R/

Eritromisin syr
S. 3 dd C

Pro

: Aminah

Umur : 5 Thn
R Kelengkapan Resep
Alamat: Jl. Sriwijaya No 18 Mataram

Identitas dokter
Superscriptio
Nama, alamat,

Lengkap/Tidak

Benar

Lengkap
Lengkap

(jelas)/Tidak
Benar
Benar

Lengkap

Benar

nomor izin
praktek dokter
Tempat dan

Keterangan

tanggal penulisan
resep
Simbol R/
Nama, umur,

Lengkap
Tidak lengkap

Benar
Benar

alamat pasien
Inscriptio

R/1

Alamat lengkap pasien


tidak tercantum. (nomor

Tidak Lengkap

rumah tidak ditulis).


Tidak Benar - Penulisan BSO harus
ditulis didepan nama
obat
- Penulisan obat
sebaiknya tidak
menggunakan
singkatan (GG
sebaiknya Gliseril
Guaiakolat)
- S.L sebaiknya ditulis
Sacch. Lact.
- Terdapat obat yang tidak
dapat dikombinasikan
( GG dengan DMP )
- Seharusnya waktu
minum dicantumkan
- Tetrasiklin tidak perlu
diberikan pada anak
dibawah usia 12 tahun
- Untuk obat puyer tidak
perlu dicantumkan

R/2

Tidak lengkap

Nomero nya
Tidak benar - Dosis obat yang
diberikan tidak

Subscriptio

R/1

Tidak Lengkap

Tidak benar

dicantumkan
Penulisan cara peracikan
obat seharusnya

m.f.l.a pulv. d.t.d No.XV


Signatura

R/1

Tidak Lengkap

Tidak benar

Waktu konsumsi obat


tidak di tulis.
Seharusnya S.t.d.d pulv.

R/2

Tidak lengkap

Tidak benar

I a.c/d.c/p.c
- Seharusnya
menggunakan cth
bukan C
- Seharusnya ditulis S.

Paraf/Tanda

R/1
R/2

tangan

Tidak Lengkap
Tidak lengkap

Tidak Benar
Tidak benar

t.d.d cth. I p.c


Paraf tidak dicantumkan
Peraf tidak dicantumkan

S Formula resep
1 Jenis Formula Resep
R/1
: Formula Magistralis
2

Resep formula Magistralis yang kami anggap benar:

Remidium
Cardinale

Nama Bahan Obat


1 Ibuprofen

Khasiat/Fungsi
1 Menurunkan demam
(antipiretik)
Menghilangkan nyeri
tenggorokan (analgesik)
2

Tetrasiklin

Obat antibiotic (kausal) tidak


boleh digunakan pada pasien
yang berumur kurang dari 12
tahun.

3
3

Untuk mengobati reaksi radang


dan reaksi alergi

Prednison

Obat batuk antitusive

(menekan batuk)

DMP (Dekstrometorfan)
5

mengurangi hipersensitifitas

CTM (Klorferinamin

seperti rhinitis

Maleat)
6
6

Mengencerkan dahak
(ekspektoran)

Gliseril Guaiakolat

Ajuvan
Corrigensia
Saccharum lactum
Constituent
3 Resep formula Officinalis
R/2
: resep obat officinalis
4 Resep formula Spesialistis
5 Resep dari obat Golongan Narkotika

Antihistamin yang berfungsi

Pemanis dan pembawa


(ada)
( tidak ada )
(tidak ada)

T Analisis Obat
9 Dosis Obat
a Dosis obat dalam resep
R/1
Ibuprofen 400 mg No 3 tab
Tetrasiklin caps No 3 tab
Prednison 2 mg No 3 tab
Dekstrometorfan 10 mg c No 3 tab
Gliseril guaiakolat 50 mg/tablet 3-4 kali per hari
R/2
10 Eritromisin untuk anak 40mg/kgBB perhari
b. Dosis obat seharusnya
R/1
Ibuprofen dosis 200 mg, untuk sediaan sirup setiap 5 ml mengandung 100 mg
Tetrasiklin infeksi umum 1 tablet setiap 6 jam, infeksi parah 2 tablet tiap 6
jam, infeksi spesifik 1-2 tablet per hari, diberikan sebelum atau sesudah makan
Prednison 1-2 mg/kgBB tiap 6 jam
Dekstrometorfan anak 6-12 tahun 30-60 mg/hari dengan dosis terbagi
Anak 2-6 tahun 15-30 mg/hari dengan dosis terbagi
Gliseril guaiakolat 50 mg/tablet 3-4 kali per hari
R/2

Eritromisin untuk anak usia 2-8 tahun diberikan 250 mg, setiap 6 jam

11 Interaksi obat
Pada resep tersebut, terdapat perbedaan antara segi fungsi yaitu DMP dan GG.
DMP merupakan antitusif yang efeknya sentral. Karena efeknya yang menekan batuk,
maka obat ini dipakai pada pasien dengan batuk kering dan kontraindikasi pada pasien
batuk produktif. Sementara GG (Gliseril Guaiakolat) merupakan ekspektoran yang
fungsinya untuk mengencerkan dahak agar mudah dikeluarkan. Oleh karena itu, GG tidak
boleh diberikan bersamaan dengan DMP.

Dalam resep juga dituliskan tetrasiklin,

padahal tetrasiklin tidak boleh diberikan pada anak usia dibawah 12 tahun.

U Bentuk sediaan obat


1 BSO yang dipilih
R/1 :
a Spesifikasi : puyer
b Keuntungan :
Penyerapan oleh gastrointestinal cukup baik
Dosis obat secara tepat sesuai kebutuhan
Dapat diberikan untuk anak-anak yang sukar menelan tablet atau kapsul
Lebih mudah terdispersi dan lebih larut daripada bentuk sediaan yang
dipadatkan
Kerugian
:
Rasa pahit yang tidak enak dan tidak dapat disembunyikan
Dapat terjadi interaksi obat dalam satu resep puyer.
Pencampuran obat dalam puyer menyulitkan penelusuran reaksi alergi.
d Ketepatan pemilihan
Bentuk sediaan obat yang tepat diberikan untuk anak usia 8 tahun adalah
c

bentuk tablet atau kapsul, akan tetapi bentuk puyer lebih tepat diberikan
apabila anak mengalami kesulitan menelan.
R/2 :
a. Spesifikasi
: sirup
b. Keuntungan :
rasa lebih enak

cocok diberikan untuk anak-anak yang sukar menelan


onset kerja cepat karena cepat diabsorpsi
c. Kerugian
:
bahan obat tidak stabil dalam penyimpanan yang lama
dosis obat lebih tepat bila menggunakan bentuk tablet
d. Ketepatan pemilihan
Bentuk sediaan obat yang tepat diberikan untuk anak usia 8 tahun adalah
bentuk tablet atau kapsul, akan tetapi bentuk sirup lebih tepat diberikan apabila
anak mengalami kesulitan menelan.
dr. Stefany, Sp.A
3. Formula magistralis
b Cara persiapan/peracikan
BSO
SIP No:
300/123/UP/DINKES
m.f.l.a pulv. d.t.d No.XV (misce fac lege artis pulveres da tales dosis nomero
Praktek : artinya campur dan buatlah sesuai aturan puyer sebanyak dosis
quidecem)
Jl. Kesejahteraan
I No. 8A,
tersebut
di atas sebanyak
15 Mataram
bungkus. Setiap bungkus kapsul mengandung bahan

Tlp:prednisone
0370 612345
obat
2 mg, GG 50 mg, dan Saccharum lactum secukupnya.
__________________________________________________________
Diagnosis
Mataram, 1 April 2014
ISPA
R/ Prednison
2 mg
Gliseril Gualikolat
50 mg
Kesimpulan
dan
Saran
Sacch. Lact.
q.s
Kesimpulan :
m.f.l.a pulv. d.t.d No. XV
- Dalam
resept.d.d
di atas,
S.p.r.n
tab I masih
p.c ada obat yang tidak boleh dikombinasikan yaitu DMP
dan
GG karena mempunyai fungsi yang Paraf
berbeda. Selain itu, untuk anak yang
_________________________________
berusia dibawah 12 tahun tidak boleh diberikan tetrasiklin. Untuk obat antipiretik
-

seharusnya
dipisahkan
simptom nya berbeda.
R/ Ibuprofen
syr 60 karena
ml lag.waktu
I
Untuk penulisan superscriptio, inscriptio, subscriptio, dan signature harus lebih
S. p.r.n t.d.d.II cth. p.c
lengkap dan benar.
_________________________________ Paraf

SaranR/ Eritromisin syr 60 ml lag. I


S. q.d.d I 1/4 cth. p.c
_________________________________ Paraf
Pro

: Aminah

Umur : 5 Thn
Alamat: Jl. Sriwijaya No 18 Mataram

dr. Sebastian
SIP No: 300/123/UP/DINKES
Praktek :
Jl. Kesejahteraan No. YY Mataram
Tlp : 0370 64055
Mataram, 1 April 2014

Resep 7
R/ Ciprofloxacin tablet
Cloroquin

No X tab
No V tab

m.f pulv. No. X


S 3 dd 1
R/ Parasetamol syr
S 3-4 dd 2 C

Pro

: Bagas

Umur : 6 tahun
Alamat: Jl. Swaswmbada Mataram

No 1 btl

A Kelengkapan Resep
Superscirptio

Lengkap/Tidak
Nama, alamat, Lengkap (R/1)
nomor

izin Tidak

praktek dokter (R/2)


Tempat
dan Lengkap

Benar (jelas)/Tidak
Benar (R/1)

Lengkap Tidak benar (R/2)

Keterangan
Perlu ditulis

no

telepon dokter (R/2)

Benar

tanggal
penulisan resep
Simbol R/
Lengkap
Benar
Nama, umur, Tidak
Lengkap Tidak Benar (R/1)

Nomor rumah pasien

alamat pasien

tidak dicantumkan dan

(R/1)
Tidak
(R/2)

Lengkap Tidak Benar (R/2)

(pada
pasien
perlu
badan

R/1)

karena

anak-anak,
ditulis

berat

Inscriptio

R/1

Tidak Lengkap

Tidak Benar

- Tidak

perlu

dicantumkan
numero

untuk

membuat puyer agar


tidak
membingungkan
yang membuatnya
- Tablet tidak perlu
ditulis dua kali
- Dicantumkan berapa
mg disamping nama
obat

agar

memudahkan
R/2

Tidak Lengkap

Tidak benar

pemberian dosis
- Seharusnya ditulis lag.
I tidak perlu ditulis

Subscriptio

R/1

Tidak lengkap

Tidak benar

No. I btl
- Seharusnya

ditulis

m.f.l.a pulv. No X
Signatura

R/2
R/1

Tidak ada
Tidak Lengkap

Tidak ada
Tidak Benar

- Seharusnya

ditulis

S.t.d.d pulv. I
- Seharusnya
ditulis
waktu minum obat
agar

tidak

membingungkan
R/2

Tidak Lengkap

Tidak benar

pasien
- Seharusnya

ditulis

S.t.d.d 2 C
- Jika termasuk

obat

symptom

maka

ditambahakn p.r.n
- Seharusnya
ditulis
waktu minum obat

agar

tidak

membingungkan
Paraf/Tanda

R/1

Tidak Lengkap

Tidak Benar

tangan

pasien
Ditambahkan
setelah

R/2

Tidak Lengkap

Tidak Benar

penulisan

transcriptio
Ditambahkan
setelah

B Formula Resep
9

Macam Formula
R/1
: Formula Marginalis
R/2
: Formula Officinalis
10 Resep Formula Marginalis
m.f. pulv. No.X (Misce fac pulveres) artinya campur dan buatlah puyer sebanyak 10
bungkus. Setiap bungkus kapsul mengandung bahan obat Cloroquin dan Ciprofloxaxin
11 Resep Formula Officinalis
Nama Obat
Paracetamol

Keterangan
menghilangkan nyeri sedang sampai ringan,
pireksia analgesic, antipiretik.

12 Resep Formula Spesialistis


Tidak ada
13 Resep dari Obat Golongan Narkotika
Tidak ada

C Obat
12 Dosis Obat
a. Dosis obat dalam resep
R/1
Ciprofloxacin dan Cloroquin tidak boleh di jadikan puyer karena waktu minum

berbeda
Ciprofloxacin tidak boleh diberikan pada anak <18 tahun
Cloroquin = tablet 100 mg diberikan dengan dosis tunggal
R/2

paraf

penulisan

transcriptio

Resep
1

paraf

Paracetamol = 125 mg / 5 ml
13 Jadwal pemberian
Nama Obat

Interval

Waktu

Durasi

Cloroquin

3x sehari

p.c

6 jam

Paracetamol

1x sehari

p.c

24 jam

Keterangan

14 Interaksi obat
Ciprofloxacin dan Cloroquin tidak boleh di jadikan puyer karena waktu minum berbeda

D. Bentuk sediaan obat


3

Bentuk sediaan obat yang dipilih


R/1
a Spesifikasi : Sirup dan Puyer
b Ketepatan pemilihan
Bentuk sediaan obat yang tepat diberikan untuk usia 3 tahun adalah dalam
bentuk puyer atau sirup.

D Diagnosis

R/1 : Malaria
Etiologi : Plasmodium falciparum, vivax, malariae, dan ovale
Gejala : demam intermitten, hepatosplenomegali, anemia, menggigil, mual muntah,
nyeri

E Kesimpulan dan saran


e

Kesimpulan
Peresepan belum rasional karena:

Masih terdapat kesalahan dalam penulisan resep


Ciprofloxacin tidak boleh diberikan pada anak < 18 tahun

Saran Peresepan
Lembar perbaikan resep

dr. Sebastian
SIP No: 300/123/UP/DINKES
Praktek :
Jl. Kesejahteraan No. YY Mataram
Tlp : 0370 64055
Mataram, 1 April 2014
R/ Cloroquin

100 mg

S u.d.d tab p.c


_________________________________ A
R/ Parasetamol syr

125 mg

lag I

S p.r.n t.d.d I Cth p.c


_________________________________ A
Pro

: Bagas

Umur : 6 tahun
BB

: ....kg

Alamat: Jl. Swaswmbada No. X Mataram

Resep 8

dr. Abdullah
SIP No: 300/123/UP/DINKES
Praktek :
Jl. Mawar No. 1 Mataram
Mataram, 1 April 2014
R/ Captopril

tab

No XX tab

S 3 dd I tab
R/ Salbutamol tab

No XX tab

S 3dd I tab
R/ Deksamentason tab

No XX tab

S 3 dd I

Pro

: Tn. Basuki

Umur : 45 tahun
Alamat: Jl. Tulip Mataram

B. Kelengkapan Resep
Lengkap/Tidak

Superscriptio

Nama,
izin

nomor Tidak Lengkap

Benar

Keterangan (jika ada

(jelas)/tidak

yang tidak jelas atau

Tidak Benar

praktek

tidak lengkap)
Tidak
menuliskan
nomer telepon

dokter, alamat,
no telpon
Tempat

dan Lengkap

Benar

tanggal
penulisan resep
Simbol R/
Lengkap
Identitas Pasien Tidak Lengkap

Benar
Benar

Alamat pasien tidak

(Nama,

usia,

ditulis secara spesifik

alamat
Inscriptio

lengkap)
R/1

Tidak Lengkap

Tidak Benar

Dosis

tidak ditulis
Bentuk sediaan
obat

R/2

Tidak Lengkap

Tidak Benar

Tidak Lengkap

Tidak Benar

tidak ditulis
Bentuk sediaan

R/1, R/2, dan Tidak Lengkap

Tidak Benar

R/3

cukup

ditulis satu kali


Dosis
obat

tidak ditulis
Bentuk sediaan
obat

Signatura

cukup

ditulis satu kali


Dosis
obat

obat
R/3

obat

cukup

ditulis satu kali


Seharusnya ditulis S.
t.d.d tab. I a.c/d.c/p.c
Waktu

minum

obat

tidak ditulis
Paraf/Tanda

R/1, R/2, dan Tidak Lengkap

tangan

R/3

Tidak Benar

Tidak ditulis paraf /


tanda tangan

V Formula Resep
14 Resep formula Magistralis
Tidak Ada
15 Resep formula Officinalis (ada/tidak)
Nama Obat
Captopril

Khasiat/fungsi
Anti hipertensi, gagal jantung kongestif,
infark miokard, nefropati diabetic, dll

Salbutamol
Deksamentason

Mengobati asma
anti inflamasi dan anti alergi

16 Resep formula Spesialistis (ada/tidak)


Tidak Ada
17 Resep dari obat Golongan Narkotika (ada/tidak)
Tidak Ada
W Obat
h

Dosis obat
Captopril = 12,5 mg, 25 mg , dan 50 mg. untuk hipertensi digunakan sebagai
obat tunggal diberikan dengan dosis awal 12,5 mg 2 kali sehari diminum 2

kali sehari
Salbutamol = 2 mg x 3 = 6 mg sehari
Deksamentason = 0,5-10 mg per hari
Jadwal Pemberian

Nama Obat

Interval

Waktu

Durasi

Salbutamol

3x sehari

p.c

Setiap 6 jam

Captopril

3x sehari

p.c

Setiap 6 jam

Deksamentason

3x sehari

p.c

Setiap 6 jam

Keterangan

Interaksi Obat
Tidak ada

X Bentuk sediaan obat


a. Spesifikasi
: tablet
b. Keuntungan :
Dapat digunakan untuk pengobatan sistemik dan local
Aksinya panjang karena absorbsinya lambat
c. Kerugian
:
Rasa pahit yang tidak enak dan tidak dapat disembunyikan
Dapat terjadi interaksi obat dalam satu resep tablet
d. Ketepatan pemilihan
Cocok untuk pasien dewasa, yang sebaiknya diberikan sedian dalam bentuk

padat.
Obat memberikan efek yang sistemik, sehingga penggunaannya peroral.

Pasien masih sadar dan dalam masa berobat jalan, maka baik diberikan dalam
bentuk tablet.

Y Diagnosis
Asma
Z Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan :
- Dalam resep masih ada obat yang tidak ditulis dosisnya.
- Dalam superscriptio, inscriptio dan signature harus lebih lengkap dan lebih tepat

Saran :

dr. Abdullah
SIP No: 300/123/UP/DINKES
Praktek :
Jl. Mawar No. 1 Mataram
Tlp 0370 612345
Mataram, 1 April 2014
R/ Salbutamol 2 mg

No XX tab

S p.r.n t.d.d I tab p.c


________________________________________ A
R/ Captopril 12,5 mg

No X tab

S b.d.d I tab p.c


________________________________________A
R/ Deksamentason 0,5 mg No X tab
S t.d.d I tab p.c
Pro

: Tn. Basuki

Umur : 45 tahun

Tugas Tramed

Oleh :
Ewaldo Amirullah Hadi
H1A013020