Anda di halaman 1dari 6

Penjualan Persediaan Arus Ke Atas

Pada saat terjadi penjualan persediaan arus ke atas dan persediaan dijual
oleh induk perusahaan ke non-afiliasi pada periode yang sama, semua ayat
jurnal metode ekuitas yang dibuat oleh induk perusahaan dan ayat jurnal
eliminasi dalam kertas kerja konsolidasi sama dengan ayat jurnal dalam
kasus penjualan arus ke bawah.
Jika persediaan tidak dijual ke non-afiliasi sebelum akhir periode, ayat jurnal
eliminasi kertas kerja berbeda dengan kasus arus ke bawah hanya pada
pembagian

keuntungan

antarperusahaan

belum

direalisasi

untuk

kepemilikan mayoritas dan minoritas. Keuntungan antarperusahaan dalam


kasus arus kas ke atas diakui oleh anak perusahaan dan dibagi antara
pemegang saham pengendali dan minoritas dari anak perusahaan. Oleh
karena itu, eliminasi keuntungan antarperusahaan belum direalisasi harus
mengurangi hak setiap kelompok kepemilikan pada setiap periode sampai
keuntungan tersebut direalisasi melalui penjualan kembali persediaan ke
pihak non-afiliasi.
Contoh:
PT

Anak membeli persediaan pada tanggal 1 Maret 20X1 senilai

Rp7.000.000 dan menjualnya ke PT Induk senilai Rp10.000.000 pada tahun


yang sama. PT Induk memegang persediaan tersebut sampai tanggal 2
Januari tahun berikutnya, di mana pada saat itu PT Induk menjualnya ke nonafiliasi senilai Rp15.000.000.
Ayat Jurnal Metode Ekuitas Dasar 20X1
PT Induk mencatat ayat jurnal metode ekuitas dasar berikut di tahun 20X1
(21
)

Kas
Investasi pada Saham PT Anak
Mencatat dividen dari PT Anak:
Rp30.000.000 x 0,8

(22
)

Investasi pada Saham PT Anak


Pendapatan dari Anak Perusahaan
Mencatat dividen dari PT Anak:
Rp50.000.000 x 0,8

24.000.000
24.000.000

40.000.000
40.000.000

Ayat jurnal ini sama dengan ayat jurnal pada ilustrasi kasus penjualan arus
ke bawah.

Kertas Kerja Konsolidasi 20X1


Kertas kerja untuk menyusun laporan keuangan konsolidasi tahun 20X1
tampak pada Figur 7-3. Empat ayat jurnal eliminasi pertama yang terdapat
dalam kertas kerja tersebut adalah sebagai berikut:
E(2 Pendapatan dari Anak Perusahaan
3)
Dividen diumumkan
Investasi pada Saham PT Anak
Mengeliminasi
pendapatan
dari
perusahaan
E(24
)

40.000.000
24.000.000
16.000.000
anak

Pendapatan untuk Kepemilikan Minoritas


Dividen diumumkan
Kepemilikan minoritas
Mengalokasikan
laba
ke
kepemilikan
minoritas:
Rp9.400.000
=
(Rp50.000.000

Rp30.000.000) x 0,2

E(25
)

E(26
)

9.400.000
6.000.000
3.400.000

Saham biasa PT Anak

200.000.000

Saldo Laba, 1 Januari


Investasi pada Saham PT Anak
Kepemilikan minoritas
Mengeliminasi saldo investasi awal

100.000.000
240.000.000
60.000.000

Penjualan

10.000.000

Harga pokok penjualan


Persediaan
Mengeliminasi
keuntungan
penjualan
persediaan antarperusahaan arus ke atas

7.000.000
3.000.000

Semua ayat jurnal eliminasi kertas kerja pada tahun terjadinya transfer
antarperusahaan pada kasus arus ke atas sama dengan ayat jurnal pada
kasus arus ke bawah, kecuali untuk ayat jurnal E(24). Karena keuntungan
antarperusahaan pada kasus arus ke atas yang diakui oleh PT Anak
dibagi antara kepemilikan mayoritas dan minoritas, kedua saldo
kelompok tersebut harus dikurangi oleh eliminasi keuntungan belum
terealisasi. Laba yang dialokasikan ke kepemilikan minoritas dalam ayat
jurnal E(24) berdasarkan pada laba direalisasi PT Anak (Rp50.000.000

Rp30.000.000), dan karenanya dikurangi oleh bagian pemegang saham


minoritas atas keuntungan antarperusahaan belum direalisasi.
Karena

eliminasi

keuntungan

belum

direalisasi

dialokasikan

secara

proporsional antara kepemilikan mayoritas dan minoritas dalam kasus arus


ke atas, laba yang dialokasikan ke pemegang saham minoritas sebesar
Rp600.000 (Rp3.000.000 x 0,2) lebih kecil pada Figur 7-3 untuk kasus
arus kas ke atas dibandingkan dengan Figur 7-1 untuk kasus atus kas ke
bawah. Akibatnya, laba neto konsolidasi lebih tinggi Rp600.000.
Semua angka laporan laba rugi konsolidasi yang lain sama pada kedua
kasus.
Laba Neto Konsolidasi 20X1
Laba neto konsolidasi untuk tahun 20X1 yang disajikan di Figur 7-3 sebesar
Rp177.600.000

setelah

mengurangi

bagian

laba

pemegang

saham

minoritas. Angka ini dapat diverifikasi sebagai berikut.


Laba opersasi terpisah PT Induk
Bagian PT Induk atas laba PT Anak:
Laba neto PT Anak
Dikurangi:
laba
antarperusahaan
belum
direalisasi
dari
penjualan
persediaan arus ke atas
Laba direalisasi PT Anak
Bagian proporsional PT Induk
Laba neto konsolidasi, tahun 20X1

140.000.000
50.000.000
(3.000.000)

47.000.000
X 0,8

37.600.000
177.600.000

Ayat Jurnal Metode Ekuitas Dasar 20X2


PT Induk mengakui bagian atas laba dan dividen PT Anak untuk tahun 20X2
dengan ayat jurnal metode ekuitas dasar sebagai berikut:
(27)

Kas
Investasi pada Saham PT Anak
Mencatat dividen dari PT Anak:
Rp40.000.000 x 0,8

(28)

Investasi pada Saham PT Anak


Pendapatan dari anak perusahaan
Mencatat dividen dari PT Anak:
Rp75.000.000 x 0,8

32.000.000
32.000.000

60.000.000
60.000.000

Sebagaimana pada ilustrasi arus ke bawah, saldo akun investasi pada akhir
tahun 20X2 sebesar Rp284.000.000.

Kertas Kerja Konsolidasi 20X2


Kertas kerja konsolidasi yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan
konsolidasi pada akhir tahun 20X2 disajikan dalam Figur 7-4. Di dalam kertas
kerja tersebut termasuk ayat jurnal eliminasi berikut.
E(29
)

Pendapatan dari Anak Perusahaan


Dividen diumumkan
Investasi pada Saham PT Anak
Mengeliminasi
pendapatan
dari
perusahaan

E(30
)

60.000.000
32.000.000
28.000.000
anak

Pendapatan untuk Kepemilikan Minoritas


Dividen diumumkan
Kepemilikan minoritas
Mengalokasikan
laba
ke
kepemilikan
minoritas:
Rp15.600.000
=
(Rp75.000.000
+
Rp3.000.000) x 0,2

E(31
)

E(32
)

Ayat

15.600.000
8.000.000
7.600.000

Saham biasa PT Anak

200.000.000

Saldo Laba, 1 Januari


Investasi pada Saham PT Anak
Kepemilikan minoritas
Mengeliminasi saldo investasi awal

120.000.000
256.000.000
64.000.000

Saldo laba, 1 Januari

2.400.000

Kepemilikan minoritas
Harga Pokok Penjualan
Mengeliminasi keuntungan persediaan awal:
Rp2.400.000 = Rp3.000.000 x 0,8
Rp600.000 = Rp3.000.000 x 0,2

600.000
3.000.000

jurnal

E(30)

mengalokasikan

laba

sebesar

Rp15.600.000

{(Rp75.000.000 + Rp3.000.000) x 0,2} ke pemegang saham minoritas


berdasarkan laba neto direalisasi anak perusahaan. Laba yang dialokasikan
ke kepemilikan minoritas terdiri atas bagian proporsional dari laba neto
dilaporkan PT Anak sebesar Rp75.000.000 dan keuntungan persediaan
terealisasi di tahun 20X2 sebesar Rp3.000.000.
Ayat jurnal kertas kerja E(32) secara eksplisit berhubungan dengan eliminasi
keuntungan persediaan dari penjualan arus ke atas. Dalam penyusunan

laporan keuangan konsolidasian tahun 20X1, keuntungan belum terealisasi


dikurangi secara proporsional dari laba neto konsolidasi dan laba yang
dialokasikan ke kepemilikan minoritas. Keuntungan belum direalisasi pada
awal tahun 20X2 dibagi antara pemegang saham pengendali dan minoritas
dalam ayat jurnal E(32). Sebagaimana kasus arus ke bawah, Harga Pokok
Penjualan harus dikredit dalam kertas kerja konsolidasi untuk mencerminkan
biaya perolehan awal dari entitas konsolidasi (Rp7.000.000) atas persediaan
yang dijual.
Laba Neto Konsolidasi 20X2
Laba neto konsolidasi untuk tahun 20X2 yang disajikan pada kertas kerja
pada Figur 7-4 sebesar Rp222.400.000. Angka ini dapat diverifikasi sebagai
berikut.
Laba opersasi terpisah PT Induk
Bagian PT Induk atas laba PT Anak:
Laba neto PT Anak
Laba
antarperusahaan
belum
direalisasi dari penjualan persediaan
arus ke atas
Laba direalisasi PT Anak
Bagian proporsional PT Induk
Laba neto konsolidasi, tahun 20X2

160.000.000
75.000.000
3.000.000

78.000.000
X 0,8

62.400.000
222.400.000