Anda di halaman 1dari 24

TRANSFORMATOR TRAFO HUBUNG SINGKAT DAN

BEBAN NOL

I.

TUJUAN PERCOBAAN

Mempelajari prinsip kerja transformator dan karakteristiknya.

Mengetahui rangkaian ekivalen transformator pada beban nol dan


hubung singkat.

II.

TEORI PERCOBAAN
Transformator adalah alat untuk memindahkan daya listrik untuk
memindahkan daya listrik bolak-balik dengan mempergunakan kopling
secara magnetis.

Keterangan :
V1 = Tegangan jepit primer
V2 = Tegangan jepit sekunder Huruf besar adalah nilai efektif
E1 = ggl primer

Huruf kecil adalah nilai sesaat

E2 = ggl sekunder
N = Jumlah lilitan
= Fluksi

MODUL

TRANSFORMATOR

Kumparan primer dihubung tegangan sumber V1 yang berbentuk sinus v1 = v1 sin


t. Karena V1 ini mengalir arus dan dapat menimbulkan GGL E 1 di kumparan
primer yang berbentuk sinus juga. Fluksi juga bebentuk sinus terbelakang dari
v1 tetapi mendahului 900 dari E1, sehingga = cos t.
Menurut Hukum Faraday secara umum : e = -N

Maka pada kumparan primer : el = -N

d
10 8 Volt
dt

d
d (Costt )
N
N1 sin t.
dt
dt

GGL kumparan ini akan maksimum bila sin t = 1 jadi e 1maks = e1 = N1 =


N1 2f.
Nilai efektif =

Jadi E1eff

Nilai max
2

N 1 2f
2

4,44 N 1 f Volt

Dengan perhitungan yang sama pada kumparan sekunder didapat :


E2 = 4,44 N2 f Volt.
Sedangkan perbandingannya :
-

E1
N
1`
E2 N 2

Rangkaian trafo ekivalen pada beban nol :

MODUL

TRANSFORMATOR

Keterangan :
V1

= Tegangan jepit pada keadaan beban nol.

I1 = I0 = Arus beban nol


Ic

= Arus rugi-rugi inti

Ij

= Arus magnetisasi

Rc

= Tahanan karena adanya rugi rugi inti

Xm

= Reaktansi yang menimbulkan fluksi utama


Pada keadaan beban nol arus yang mengalir pada kumparan primer sama

dengan arus beban nol, sedangkan arus yang mengalir pada kumparan sekunder
sangat kecil sehingga dapat diabaikan. Arus yang mengalir sangat kecil
disebabkan oleh rangkaian yang terbuka, dengan demikian daya yang masuk pada
keadaan beban nol hanya cukup untuk mengatasi rugi rugi.
2

V
Rugi rugi beban nol : Po = 1
Rc
-

Rangkaian ekivalen trafo hubung singkat :

Keterangan :
V1

= Tegangan jepit pada kumparan

= Arus yang mengalir pada rangkaian hubung singkat

Re

= Tahanan ekivalen pada keadaan hubung singkat

Xe

= Reaktansi ekivalen pada keadaan hubung singkat.

MODUL

TRANSFORMATOR

Pada keadaan hubung singkat arus yang mengalir pada rangkaian


magnetisasi sangat kecil jika dibnadingkan rangkaian utama, sehingga arus yang
mengalir pada magnetisasi dapat diabaikan.
Rugi rugi hubung singkat (Phs) : Phs = I2.Re

III.

IV.

PERALATAN YANG DIGUNAKAN


o Wattmeter tiga fasa.............................

1 buah

o Ampermeter AC..................................

2 buah

o Voltmeter AC......................................

2 buah

LANGKAH PERCOBAAN
Percobaan Beban Nol

Prosedur percobaan
1. Membuat rangkaian percobaan seperti gambar.
2. Saklar dalam keadaan terbuka.
3. Menyalakan pengatur tegangan dimulai dari tegangan nol.
4. Menaikan secara bertahap dan mencatat V1,V2, A dan W1 pada setiap
harga tegangan.
5. Membuka saklar S.

MODUL

TRANSFORMATOR

Percobaan Hubung Singkat

Prosedur percobaan
1. Membuat rangkaian percobaan seperti gambar di atas.
2. Saklar dalam keadaan terbuka
3. Menyalakan pengtur tegangan dimulai dari tegangan nol
4. Menaikan secara bertahap dan mencatat V1, A1, A2, dan W1 pada setiap harga
tegangan
5. Membuka saklar S

MODUL

TRANSFORMATOR

V. DATA PERCOBAAN
Percobaan beban nol
V1 (Volt)
5
10
20
35
65

V2 (Volt)
0
2,5
4,5
7,5
27,5

A (mA)
0
0,56
0,84
0,14
0,18

W1 (Watt)
1,25
1,25
1,25
2,25
2,5

A2 (Ampere)
1,5
2,4
3,1
3,4
4,2

W1 (Watt)
8,75
17,5
25
30
45

Percobaan Hubung Singkat


V1 (Volt)
1,8
2,8
3,27
3,6
4,2

A1 (Ampere)
5
10
10
10
10,5

VI. PENGOLAHAN DATA


1.

Trafo Hubungan Singkat dan Beban Nol

MODUL

TRANSFORMATOR

Rumus yang digunakan:


Rc =

V1
Po

Pi = V1.I1

Ic =

V1
Rc

Rugi

Rugi-Rugi Total:

Im =

I 12 I c2

Xm =

V1
Im

V12
=
Rc

Po
Po

Pi
Po Rugi

=1-

Rugi
Pi

Perhitungan :
V1 = 5 Volt
Rc = 52 / 1,25 = 20 Ohm
Ic = 5 / 20 = 0,25 Ampere
Im =

0 2 0,25 2

= j0,25 Ampere

Xm = 5 / j0,25 = -j20 Ohm


Pout = 5.0 = 0 watt
0

= 0 1,25 x 100% = 0 %

MODUL

TRANSFORMATOR

V1 = 10 Volt
Rc = 102 / 1,25 = 80 Ohm
Ic = 10 / 80 = 0,125 A
Im =

0,00056 2 0,125 2

= j0,13 Ampere

Xm = 10/j0,13 = -j76,9 Ohm


Pout = 10 (0,56 x 10-3 )= 5,6 x 10-3 Watt
=

5,6 x 10 -3
x 100% = 0,5 %
5,6 x 10 -3 1,25

V1 = 20 Volt
Rc = 202 / 1,25 = 320 Ohm
Ic = 20 / 320 = 0,063 A
Im =

0,00084 2 0,063 2

= j0,063 Ampere

Xm = 20/j0,063 = -j317,46 Ohm


Pout = 20 (0,84 x 10-3 )= 16,8 x 10-3 Watt
=

16,8 x 10 -3
x 100% = 1,33 %
16,8 x 10 -3 1,25

V1 = 35 Volt
Rc = 352 / 2,25 = 544,4 Ohm
Ic = 35 / 544,4 = 0,064 A
Im =

0,00014 2 0,064 2

= j0,064 Ampere

Xm = 35/j0,064 = -j544,5 Ohm


Pout = 35 (0,14 x 10-3 )= 4,9 x 10-3 Watt
=

MODUL

4,9 x 10 -3
x 100% = 0,217 %
4,9 x 10 -3 2,25

TRANSFORMATOR

V1 = 35 Volt
Rc = 652 / 2,5 = 1690 Ohm
Ic = 65 / 1690 = 0,039 A
Im =

0,000812 0,039 2

= j0,039 Ampere

Xm = 65/j0,039 = -j1690,4 Ohm


Pout = 65 (0,81 x 10-3 )= 52,65 x 10-3 Watt
=

52,65 x 10 -3
x 100% = 2,06 %
52,65 x 10 -3 2,5

2. Percobaan Hubungan Singkat


Rumus yang digunakan:
Rek =

Phs
2
I hs

Zek =

Vhs
Ihs

Xek =

Z ek2 Rek2

Perhitungan:
Phs = 8,75 Watt
Rek = 8,75 / 52 = 0,35 Watt
Zek = 1,8 / 5 = 0,36 Ohm
Xek =

0,36 2 0,35 2

= 0,084 Ohm

Phs = 17,5 Watt


Rek = 17,5 / 102 = 0,175 Watt
Zek = 2,8 / 10 = 0,28 Ohm
Xek =

MODUL

0,28 2 0,175 2

= 0,219 Ohm

TRANSFORMATOR

Phs = 25 Watt
Rek = 25 / 102 = 0,25 Watt
Zek = 3,27 / 10 = 0,327 Ohm
Xek =

0,327 2 0,25 2

= 0,211 Ohm

Phs = 30 Watt
Rek = 30 / 102 = 0,3 Watt
Zek = 3,6 / 10 = 0,36 Ohm
Xek =

0,36 2 0,3 2

= 0,2 Ohm

Phs = 45 Watt
Rek = 45 / 10,52 = 0,4 Watt
Zek = 4,2 / 10,5 = 0,4 Ohm
Xek =

0,4 2 0,4 2

= 0 Ohm

VII. TUGAS AKHIR DAN PERTANYAAN


A. Beban nol

MODUL

TRANSFORMATOR

10

1. tentukan harga Rc dan Xm!


2. Gambarkan ekivalen trafo dengan konstannya!
Hubung Singkat
1. Tentukan Rc dan Xm
2. Gambarkan ekivalen trafo dengan konstannya!
B. Hitung Rugi-Rugi Total dan Efisiensi trafo!
Jawaban
A. Beban Nol
1. Ada pada pengolahan data.
2.

Keterangan :
V1

= tegangan jepit pada keadaan beban nol

I1 = I0 = Arus beban nol


Ic

= Arus rugi-rugi inti

Ij

= Arus magnetisasi

Rc

= Tahanan karena adanya rugi rugi inti

Xm

= Reaktansi yang menimbulkan fluksi utama

B. Hubung Singkat
1. Ada pada pengolahan data

MODUL

TRANSFORMATOR

11

2.

Keterangan :
V1

= Tegangan jepit pada kumparan

= Arus yang mengalir pada rangkaian hubung singkat

Re

= Tahanan ekivalen pada keadaan hubung singkat

Xe

= Reaktansi ekivalen pada keadaan hubung singkat.

MODUL

TRANSFORMATOR

12

BAB VIII. ANALISA PERCOBAAN


Hubungan antara Io (Arus beban nol), Ic (arus rugi) dan I (arus
magnetisasi adalah :
I02 = Ic2 + I2
Karena Ic dan I berbeda fasanya 900

MODUL

TRANSFORMATOR

13

PEMBEBANAN TRAFO 3 FASA

I. TUJUAN PERCOBAAN
Mengenal hubungan pembebanan trafo baik : hubung bintang (Y) maupun
delta ()
Mengetahui jenis jenis pembebanan R : L : C
Mengetahui grafik hubungan dari besaran besaran yang diukur.
II. TEORI PENDAHULUAN
Transformator 3 fasa terdiri dari 3 pasang belitan dengan tiap pasang
belitan bekerja pada fasa tertentu. Dalam membentuk sistem tegangan 3 fasa,
ketiga pasang belitan tersebut, masing masing untuk sisi primer dan sekunder,
dapat saling berhubungan dalam hubungan delta () atau bintang (Y).
Gambar di bawah ini memperlihatkan sistem tenaga listrik yang ada dalam
(sumber) transformator daya / Y dan sistem tenaga listrik 3 fasa yang dihasilkan
(keluaran).
a. Sistem tegangan listrik 3 fasa 4 kawat 220 / 127 Volt
220 V

= tegangan antar fasa

127 V

= tegangan fasa netral

b. Transformator daya 3 fasa, Y / , 220 127 V / 380 Volt


380 V = tegangan antar fasa kawat netral tidak ada

MODUL

TRANSFORMATOR

14

Transformator adalah suatu alat listrik yang dapat memindahkan dan


mengubah energi listrik dari satu atau lebih dari rangkaian listrik ke rangkaian
listrik yang lain melalui suatu gandengan magnet dan berdasarkan prinsip induksi
elektromagnet. Transformator digunakan secara luas, baik dalam tenaga listrik
maupun elektronika.
Penggunannya dalam sistem tenaga memungkinkan dipilihnya tegangan
yang sesuai dan ekonomis untuk tiap tiap keperluan misalnya kebutuhan akan
tegangan tinggi dalam pengiriman daya listrik jarak jauh.
Dalam bidang tenaga listrik transformator dikelompokan sebagai berikut :
1. Transformator daya
2. Transformator distribusi
3. Transformator pengukuran : Yang terdiri dari transformator arus dan
transformator tegangan.
Kerja transformator yang berdasarkan induksi elektromagnet menghendaki
adanya gandengan magnet antara primer dan sekunder.
Transformator 3 fasa digunakan pertimbangan ekonomis, pemakaian inti
pada transformator 3 fasa akan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pemakaian
tigah88 buah transformator fasa tunggal. Setiap sisi primer atau sisi sekunder dari
transformator tiga fasa dapat dihubungkan menurut tiga cara, yaitu :
1. Hubungan Bintang

dr

Arus tansformator 3 fasa dengan kumparan yang dihubungkan secara


bintang yaitu : IA ; IB ; dan IC masing masing berbeda fasa 1200.

MODUL

TRANSFORMATOR

15

Untuk beban yang seimbang :


IN = IA + IB + IC = 0
VAB + VAN + VBN = VAN VBN
VBC = VBN VCN
VCA = VCN VAN
Dari gambar diatas diketahui bahwa untuk hubungan bintang berlaku
hubungan:
VAB

VL

= 3 . Vp

......................

(1)

IL

= Ip

......................

(2)

W (Y) = 3.Vp = 3. (

VL
2

3 . VAN

) . IL =

3.

VL
IL

........

(3)

2. Hubungan Delta ()

Tegangan transformator 3 fasa dengan kumparan yang dihubungkan secara


delta, yaitu :
VAB + VBC + VCA = 0
Untuk beban yang seimbang :
IA = IAB ICA
IB = IBC IAB
IC = ICA IBC

MODUL

TRANSFORMATOR

16

Dari vektor diagram diatas diketahui arus IA (arus jala-jala) adalah 3 x


IAB (arus fasa). Tegangan jala jala dalam hubungan delta sama dengan tegangan
fasanya.
IL

W () = Vp . Ip = 3 . VL . (

3.

VL
IL

III. PERALATAN YANG DIGUNAKAN


1. Transformator 3 fasa.................................1 buah
2. Rangkaian panel beban............................1 unit
3. Voltmeter AC.............................................1 buah
4. Wattmeter 3 fasa.......................................1 buah
5. Amperemeter AC......................................1 buah
6. Jumper......................................................secukupnya
IV. LANGKAH PERCOBAAN
1. Membuat rangkaian pengawatan seperti pada gambar 1 pada meja
papan.
2. Melaporkan rangkaian percobaan yang telah dibuat ke asisten,
tegangan supply hanya boleh dipasang pada rangkaian bila telah
disetujui asisten
3. Meng-ON-kan MCB
4. Memindahkan posisi saklar handel (HS 1) ke 0 ke 1, selanjutnya saklar
handel (HS 2) dari posisi 0 ke 1.
5. Mencatat penunjukan dari masing masing parameter yang diukur
yaitu : Wattmeter ; Voltmeter dan Amperemeter

MODUL

TRANSFORMATOR

17

V. DATA PERCOBAAN
Percobaan beban hubung Y
No
1

WM (Watt)
112,5

VM (Volt)
120

I AM (Ampere)
6

Cos

I AM (Ampere)
17,5
15

Cos

Percobaan beban hubung


No
1
2

WM (Watt)
262,5
225

VM (Volt)
120
205

VI. PENGOLAHAN DATA


Rumus yang digunakan:
Cos =

P
V .I

P3 = V.I. Cos = V.I

(asumsi Cos = 1)

Perhitungan:
Hubungan Bintang
300 Watt
Cos = 112,5/(120 x 6) = 0,16
P3 = 120 x 6 = 720 Watt
Hubungan Delta
300 Watt
Cos = 262,5/(120 x 17,5) = 0,125
P3 = 120 x 17,5 = 2100 Watt
600 Watt

MODUL

TRANSFORMATOR

18

Cos = 225/(205 x 15) = 0,017


P3 = 205 x 15 = 3075 Watt

VII. TUGAS AKHIR DAN PERTANYAAN


1. Hitung Cos untuk masing-masing beban!
2. Buat Grafik hubungan antara: -Tegangan
- Daya dan Arus
- Cos dan Arus
3. hitung daya dari data percobaan saudara dan bandingkan dengan data
pengukuran yang diperoleh!
4. mengapa pada percobaan huibung bintang nyala lampu akan redup
dibandingkan dengan dihubung delta. Jelaskan analisa saudara!
5. buat kesimpulan mengenai hasil data percobaan saudara!
Jawaban :
1. Ada pada pengolahan data.
2.

MODUL

TRANSFORMATOR

19

Tegangan vs Arus
I

V=IR
V~I

Cos vs arus
Cos =

Cos

Daya vs Arus
P = V I cos
P~I
V~I

MODUL

TRANSFORMATOR

20

3. Ada pada pengolahan data.


3. Ada pada Analisa.
5. Ada pada Kesimpulan

VIII. ANALISA PERCOBAAN


Pada percobaan hubungan bintang nyala lampu lebih redup karena
tegangan pada beban berbeda dengan tegangan pada line. Sehingga nyala lebih
redup sedangkan pada hubungan delta nyala lampu lebih terang karena tegangan
pada beban sama dengan tegangan line.
Persamaan :
Hub bintang :
VAB =

VAN

VAN = tegangan beban dari A ke N

VAB = tegangan line dari A ke B


Hub delta :
VAB = Va
Efisiensi trafo menunjukkan kualitas dan kuantitas dari trafo makin besar efisiensi
trafo makin optimal kinerjanya.

MODUL

TRANSFORMATOR

21

IX. KESIMPULAN
Pada beban nol rugi-rugi daya dihasilkan oleh arus rugi
Pada keadaan beban nol arus yang mengalir pada kumparan primer sama
dengan arus beban nol, sedangkan arus yang mengalir pada kumparan
sekunder sangat kecil sehingga dapat diabaikan. Arus yang mengalir
sangat kecil disebabkan oleh rangkaian yang terbuka, dengan demikian
daya yang masuk pada keadaan beban nol hanya cukup untuk mengatasi
rugi rugi. Pada keadaan hubung singkat arus yang mengalir pada
rangkaian magnetisasi sangat kecil jika dibnadingkan rangkaian utama,
sehingga arus yang mengalir pada magnetisasi dapat diabaikan.
Transformator adalah suatu alat listrik yang dapat memindahkan dan
mengubah energi listrik dari satu atau lebih dari rangkaian listrik ke
rangkaian listrik yang lain melalui suatu gandengan magnet dan
berdasarkan prinsip induksi elektromagnet.
VAB

3 . VAN

VL

= 3 . Vp ......................(1)

IL

= Ip..............................(2)

VAB = VAN
VL = Vp
IL =

MODUL

3` IP

TRANSFORMATOR

22

Phasor Daya
S (VA)

QC VAR

P (Watt)

VAC
VAN
VBN

Phasor hub Y

VBC

VCN

VCA

Phasor hub
IB

ICA
IC

IA

MODUL

TRANSFORMATOR

IAB

23

DAFTAR PUSTAKA
B.L. Theraja, Electrical Tehcnology
Zoehl, Dasar Teknik Elektro

MODUL

TRANSFORMATOR

24