Anda di halaman 1dari 20

PENDAHULUAN

Banyak masalah-masalah restorasi yang memerlukan perawatan


namun tidak dapat diselesaikan dengan menggunakan bahan amalgam atau
resin. Saat mempelajari ilmu Konservasi Gigi, dikenal dua macam restorasi
yaitu direct restoration dan indirect restoration. Direct restoration adalah
restorasi gigi yang dilakukan langsung di dalam mulut penderita. Sedangkan
indirect restoration adalah restorassi yang dibuat di luar mulut penderita.
Untuk melakukan indirect restoration, seorang dokter gigi membutuhkan
seorang teknisi untuk membuat restorasi tersebut. Indirect restoration ini
kemudian dilekatkan ke gigi yang telah dipreparasi dengan bantuan semen
yang cepat mengeras. Restorasi harus tepat pada semua dinding internal
untuk memberikan retensi dan stabilitas. Preparasi harus dibuat bebas dari
undercut pada satu sumbu agar restorasi dapat dipasang dengan mudah.
Indirect Restoration menggunakan teknik restorasi logam, yakni restorasi
yang dibuat berasal dari logam baik metal atau alloy. Umumnya yang
digunakan adalah alloy (JD Eccles dan RM Green, 1994).
Ada dua macam Indirect restoration yang sering dilakukan yaitu
inlay dan onlay. Inlay adalah restorasi yang digunakan pada gigi yang di
preparasi pada bagian Oklusal Distal (OD), Oklusal Mesial (OM) atau
Mesio Oklusal Distal (MOD). Inlay sudah jarang digunakan untuk kavitas
sederhana

dan

umumnya

hanya

digunakan

untuk

gigi-gigi

yang

berkebutuhan khusus, seperti gigi yang sudah lemah karena karies dan
cenderung fraktur bila tidak dilindungi atau bila retensi sulit dibuat(JD
Eccles dan RM Green, 1994). Onlay adalah restorasi pada gigi yang
morfologi oklusalnya mengalami perubahan karena restorasi sebelumnya,
karies, atau penggunaan fisik, sehingga inlay dengan dua permukaan tidak
adekuat lagi.dalam keadaan tersebut onlay MOD merupakan restorasi yang
tepat. Restorasi ini meliputi seluruh yang meliputi seluruh daerah oklusal
yang meliputi cusp-cusp gigi (Baum dkk, 1997).

TINJAUAN PUSTAKA
Inlay
Inlay adalah restorasi yang digunakan pada gigi yang di preparasi
pada bagian Oklusal Distal (OD), Oklusal Mesial (OM) atau Mesio Oklusal
Distal (MOD). Inlay sudah jarang digunakan untuk kavitas sederhana dan
umumnya hanya digunakan untuk gigi-gigi yang berkebutuhan khusus,
seperti gigi yang sudah lemah karena karies dan cenderung fraktur bila tidak
dilindungi atau bila retensi sulit dibuat(Tarigan, 1993).
Onlay
Onlay adalah restorasi pada gigi yang morfologi oklusalnya
mengalami perubahan karena restorasi sebelumnya, karies, atau penggunaan
fisik, sehingga inlay dengan dua permukaan tidak adekuat lagi.dalam
keadaan tersebut onlay MOD merupakan restorasi yang tepat. Restorasi ini
meliputi seluruh yang meliputi seluruh daerah oklusal yang meliputi cuspcusp gigi. Inikasi yang popular untuk onlay adalah menggantikan restorasi
amalgam yang rusak. Selain itu sebagai restorasi lesi karies yang mengenai
dua

permukaan

proksimal.

Ciri

utama

dari

restorasi

ini

adlah

mempertahankan sebagian besar jaringan gigi yang berhubungan dengan


gingival dan hal ini merupakan suatu pertimbangan periodontal yang sangat
membantu (Baum dkk, 1997).
Indikasi onlay :
1.
2.
3.
4.
5.

Pengganti restorasi amalgam yang telah rusak.


Sebagai restorasi penghubung tonjol bukal dan lingual.
Restorasi karies interproksimal gigi posterior.
Restorasi gigi posterior yang menerima tekanan oklusal kuat.
Lebar kavitas lebih dr 1/3-1/2 jarak antar tonjol gigi & perlindungan

tonjol diperlukan.
6. Ratio panjang oklusogingival : lebar tonjol palato/linguobukal 1 : 1
tetapi tidak mencapai 2 : 1 perlindungan tonjol dipertimbangkan.
7. Ratio panjang oklusogingival : lebar tonjol linguo bukal lebih dari
2 : 1 perlindungan tonjol diharuskan.
Kontra indikasi onlay :
1. Dinding bukal dan lingual sudah rusak.
2

2. Mahkota klinis pendek.

DATA PASIEN
Nama lengkap

: Yoni Tri Luwardi

Alamat

: Tegalrejo. Pranan, Sukoharjo


3

Telepon/HP

:081325948775

Tempat/Tanggal lahir : Sukoharjo, 30 Juni 1982


Jenis kelamin

: Laki-laki

Pekerjaan

: Sopir taksi

Agama

: Islam

DATA MEDIK UMUM


Golongan darah

:O

Alergi

: Tiak ada

Penyakit sistemik

: Hipertensi

ANAMNESIS

Keluhan utama (CC) : Pasien dating dengan keluhan tambalan pada gigi
belakang kanan bawah yang patah.
Riwayat kesehatan penyakit (PI) :
Gigi pasien sebelumnya berlubang besar disertai rasa linu pada saat minum
dingin kemudian diperiksa di klinik gigi UMS dan gigi tersebut sudah
dilakukan penambalan dengan amalgam kira-kira 2 minggu yang lalu.
Namun tambalan gigi pasien lepas pada saat digunakan untuk mengunyah
makanan yang keras.
Riwayat kesehatan umum (PMH) :

Pasien memiliki riwayat tekanan darah tinggi.


Pasien saat ini mengkonsumsi captopril 12 mg.
Pasien diduga tidak memiliki riwayat alergi udara, makanan dan

obat-obatab.
Pasien pada tahun 1997 pernah dirawat di rumah sakit karena maag
kronis.

Riwayat kesehatan mulut (PDH) :

Pasien pernah mencabutkan gigi belakang bawah kiri pada saat SMA

tanpa ada komplikasi.


Pasien pernah melakukan perawatan pembersihan karang gigi dan
penambalan gigi gerahan kecil kanan bawah di klinik UMS kira-kira
1 bulan yang lalu.

Riwayat kesehatan keluarga (FH) :


UMUM :
Ayah : Ayah pasien (Almarhum) karena gula darah tingi dan tekanan darah
tingi
Ibu : Ibu pasien (Almarhum) diduga memiliki riwayat tekanan darah
rendah.
GIGI :
Ayah : Diuga tidak ada keluhan.
Ibu : Diduga tidak ada keluhan.
Riwayat kehidupan pribadi/social (SH) :

Pasien memiliki kebiasaan menggosok gigi 2 kali sehari sewaktu pagi dan
malam sebelum tidur.
Kesan umum kesehatan penderita:
Jasmani
Mental

: Sehat (Tidak ada keluhan)


: Sehat (Kooperati dan komunikatif)

Vital sign:
Tekanan darah : 170/ 120 (Hipertensi)
Nadi

: 77 x per menit

Pernafasan

: 21 x per menit

Suhu

: 36,7 oc

Berat badan

: 75 kg

Tinggi badan : 168 cm


PEMERIKSAAN EKSTRA ORAL

PEMERIKSAAN INTRA ORAL


Mukosa bibir

: TAK

Mukosa pipi

: Terdapat garis linier pada mukosa pipi sepanjang


garis oklusal gigi M2 sampai P1

Dasar mulut

: TAK

Lidah

: TAK

Gingiva

: TAK

Orofaring

: TAK

Oklusi

: Open bite posterior 543

456

76543

456

Torus palatinus

: Tidak ada

Torus mandibula

: Tidak ada

Palatum

: Sedang

Supernumerary teeth : Tidak ada


Diastema

: Ada 1 1

Gigi anomali

: Tidak ada

Gigi tiruan

: Tidak ada

Oral hygiene

: 1,5 baik

Lain-lain

:-

HASIL PEMERIKSAAN JARINGAN LUNAK

2,4 : Terdapat garis linier pada mukosa pipi sepanjang garis oklusal gigi M2
sampai P1.
D/ Linea alba

PEMERIKSAAN ODONTOGRAM

RINGKASAN HASIL PEMERIKSAAN


ELEMEN

37

RINGKASAN
HASIL PEMERIKSAAN

DIAGNOSIS/DIFFER

RENCANA

ENSIAL DIAGNOSIS

PERAWATAN

Terdapat kavitas

Karies media

Restorasi

pada permukaan

Amalgam

oklusal

kavitas klas

kedalaman

36

dentin
Sondasi : Perkusi : Palpasi : CE : +
Edentulous

Edentulous

Gigi tiruan

35

Terdapat kavitas

Karies media

cekat
Restorasi

46

pada permukaan

amalgam

oklusal

kavitas klas

kedalaman

dentin
Sondasi : Perkusi : Palpasi : CE : +
Terdapat
restorasi

Karies media

Onlay
Logam

amalgam yang
telah patah pada
permukaan distal
dengan
kedalaman

10

47

48

dentin
Sondasi : Perkusi : Palpasi : CE : +
Terdapat kavitas

Karies media

Restorasi

pada permukaan

amalgam

oklusal

kavitas klas

kedalaman

dentin
Sondasi : Perkusi : Palpasi : CE : +
Terdapat kavitas

Karies

Restorasi

pada permukaan

superfisial

komposit

oklusal

kavitas klas

kedalaman email
Sondasi : Perkusi : Palpasi : CE : +

GAMBARAN KLINIS

11

Penampakan klinis gigi 47 Terdapat restorasi amalgam yang telah patah


(fraktur) pada permukaan distal.
GAMBARAN RADIOGRAFI

Hasil rontgen periapikal menunjukan pada permukaan gigi 47 sebelah distal


yang tidak radiopak karena restorasi amalgam yang lepas.

RENCANA PERAWATAN
Gigi 47 Terdapat restorasi amalgam yang telah patah pada permukaan distal
dengan kedalaman dentin
Sondasi : Perkusi : Palpasi : CE : +
D/ karies media
T/ Onlay

12

TAHAPAN KERJA
Alat :
Standar alat diagnostic
Bur (bur karbid, bur flame shape- fine grit bur,
Lampu spirtus
Burnisher
Carver
Matrix band dan holder
Sendok cetak ukuran M
Okludator

13

Glass plate
Spatula stainless
Bahan :
Bahan Onlay (logam)
Cotton roll
Spiritus
Inlay wax
Alginate
Gips stone
Zink oxide
Zink phosphate

Tahapan Perawatan :
Preparasi Onlay :
1. Reduksi permukaan oklusal
a. Mendapatkan akses dan lapangan pandang yang baik untuk tahap
selanjutnya
b. Dengan bur karbid diambil dengan kedalaman 1, 5 mm
c. Bevel pada functional cups

14

2. Bahu pada functional cups bevel


3. Isthmus pada permukaan oklusal
4. Pembuatan boks proksimal
5. Gingiva bevel
6.

Bevel
a.

Bevel pada bagian lingual/bukal

b.

Memakai bur flame shape- fine grit bur counter bevel dan
secondary flare (dinding facial dan lingual pada boks proksimal
sudut 30 dan selebar mungkin (0,5 mm))

7. Finishing
a.

Dinding- dinding sejajar atau divergen ke oklusal di haluskan

b.

Tidak ada undercut

c.

Menghaluskan sudut-sudut

d.

Axiopulpal line angle dengan fine grit diamond

Cara Mencetak dengan Alginat


1.

Memakai sendok perforated.

2.

Alginate puder dan air diaduk menurut aturan.

3.

Sebagian dimasukkan spuit khusus.

15

4.

Kavitas di isolasi dan dikeringkan.

5.

Alginate dalam spuit disemprotkan ke Kavitas pada

bagian

terdalam, dinding proximal kalau ada pin hole/groover


didahulukan.
6.

Gigi tetangga diberikan alginate.

7.

Sendok yg berisi alginate dicetakkan, selama dalam tekanan


sendok jangan digerakkan.

8.

Waktu 3 menit sendok diambil searah dengan pengeluaran


onlay.

9.

Sendok dicuci dengan air, sisa-sisa air disemprot dengan air


syringe.

10. Cetakan diisi dengan gips stone.


11. Penundaan pengisian gips stone tidak boleh > 1 jam sebab
terjadi berubah bentuk, apabila ditunda diberi kapas basah.
Pengecekan Oklusi Model Studi
1. Di oklusi dengan gigi antagonisnya.
2. Pengambilan gigitan kerja.
3. Dipasang pada okludator.
Teknik pengambilan cetakan malam/wax :
1. Secara Direk
2. Secara Indirek
Secara Direk : seluruh pengambilan cetak malam dikerjakan
di dalam mulut
Secara Direk :Model malam dibuat pada model gigi (Die)
Caranya :
1. Inlay wax dipanaskan 104-1220 F sehingga menjadi lembek dan
plastis.
2. Ditekan-tekan untuk dibuat seperti kerucut .
3. Puncak kerucut harus mencapai dasar kavitas yang simpel
4. Pada kavitas kompleks memakai matrix.

16

5. Wax yang berlebihan diambil dengan carver,


6. Bagian Oklusal dihaluskan dengan burnisher yang dipanaskan.
7. Apabila pengambilan cetakan hampir selesai maka bagian oklusal
dipanaskan dengan burnisher panas, instruksikan pasien disuruh
menggigit wax pelan-pelan.
8. Fissure dibuat, dihaluskan permukaan apabila sudah dicor agar
tidak banyak perbaikan.
Pengambilan Cetakan Malam dengan Menggunkan Matriks
1. Matrix dibentuk sesuai dengan contour gigi.
2. Matrix diisi wax yang telah dilembekkan.
3. Dipanaskan di atas lampu spiritus kemudian ditekankan pada gigi
yang telah di preparasi.
4. Ditekan terus sampai tempat wax sama denga tempat mulut
bagian Oklusal yang berlebihan dihilangkan dan dibentuk
anatominya.
5. Matrix holder dikendorkan kemudian band diambil.
6. Contour proximal diperbaiki.
7. Spruing : pengambilan cetakan malam dari kavitas memakai
sprue.
8. Sprue dipanasi sebentar dengan lampu spiritus kemudian
ditekankan pada wax di tempat yang diperkirakan seimbang

Proses Laboratorium
1. Menanam dalam moffel
a. Menentukkan gips investment dalam konsistensi yang tidak
terlalu kental.
b. Model malam dan stift (yang telah dilengkapi dengan
reservoir) dipulas dengan kuas yang telah dicelupkan
kedalam adonan investment.

17

c. Moffel diisi dengan gips investment di ketuk-ketuk moffel


tersebut sehingga tidak ada gelembung udara.
d. Malam yang telah diulas dengan investment dimasukkan ke
dalam moffel.
e. Bagian atas investment dibentuk seperti kerucut untuk tempat
ordent yang akan di cor
2. Menghilangkan malam
Setelah investment keras letakkan moffel pada anglo dengan
maksud untuk mencairkan malam yang ada pada investment
sehingga keluar keseluruhannya sampai bersih dan habis.
3. Pengecoran
Moffel diletakkan pada slanger aparat, kemudian ordent
diletakkan pada bagian yang berbentuk kerucut dan dipanaskan
sampai meleleh selanjutnya slanger.
4. Pengepasan
a. Kavitas di desinfeksi
b. Onlay coba dimasukkan dan dikeluarkan. Apabila dalam
pengepasan tidak dirasakan gangguan maka onlay harus
duduk kuat di dalam kavitas, stabil dan tidak goyang.
c. Dilihat hubungan tepi dari onlay terhadap kavitas
5. Pemolisan
a. Dihaluskan dengan carborundum stone
b. Menggunakan brush di aplikasikan zinc oxide
6. Pemasangan
a. Manipulasi zinc phosphate cement dengan konsistensi yang
tepat.
b. Dioleskan pada bagian dalam onlay tipis-tipis kemudian onlay
dimasukkan ke dalam kavitas
c. Ditekan onlay tersebut tepat pada arahnya sampai semen kering.
(Dasar kavitas jangan lupa diberi zinc phosphate sebagai basis).

18

DAFTAR PUSTAKA
1. Baum., Philips., dan Lund. Buku Ajar Konservasi Gigi Edisi 3.
Jakarta : Penerbit buku kedokteran EGC, 2002.
2. Tarigan R. Tambalan Inlay. Jakarta : Penerbit buku kedokteran EGC,
1993

19

3. Eccles JD., dan Green RM., Konservasi Gigi Edisi 2. Alih bahasa.
Yuwono L. Jakarta : Widya Medika, 1994.

20