Anda di halaman 1dari 2

Upacara Bendera : Ceremony Tak Bernyawa

Upacara bendera adalah salah satu kegiatan rutin dari SD hingga SMA
yang biasanya dilakukan pada hari senin pagi. Tujuan upacara bendera
diantaranya adalah membiasakan berperilaku tertib dan disiplin, meningkatkan
persatuan dan kesatuan, mengenang jasa pahlawan, dan yang tak kalah penting
adalah meningkatkan jiwa nasionalisme dan patriotisme. Siswa dituntut untuk
menghormati bendera, lagu kebangsaan, pahlawan, dan lain-lain. Bahkan,
upacara bendera merupakan ciri khas yang membedakan dengan negara lain.
Lalu bagaimana pelaksanaan upacara bendera saat ini? Banyak siswa
yang malas melakukan upacara bendera. Bagi mereka, upacara bendera adalah
hal yang sangat membosankan. Hal ini ditunjukkan dengan sikap-sikap yang
tidak mencerminkan nasionalisme. Misalnya, banyak siswa yang tidak memakai
seragam lengkap ketika upacara, dan mengobrol disaat upacara berlangsung.
Mereka cenderung meremehkan upacara bendera dan hanya menganggap
upacara bendera ini sebagai kebiasaan rutin belaka.
Ironis memang. Upacara bendera yang diharapkan mampu menumbuhkan
rasa patriotisme dan nasionalisme, malah dianggap sesuatu yang tidak penting,
sekadar formalitas saja. Terbukti dari ribuan upacara bendera yang diikuti,
perasaan dan pikiran tak pernah tersentuh oleh jasa-jasa pahlawan. Tidak pernah
terpikir bahwa bendera merah putih itu telah menelan ribuan rakyat Indonesia,
ribuan pahlawan, bahkan jutaan orang menderita hanya untuk
mempertahankannya. Padahal, sebagai pelajar yang nantinya akan memegang
negara ini agar lebih maju, pelajar dituntut untuk memiliki sifat nasionalisme dan
patriotisme yang tinggi.
Selain itu, penyampaian arahan dari pembina upacara seolah-olah
merupakan hal yang paling penting dari pelaksaan upacara bendera ini. Apalagi
ditambah dengan isi pidato yang yang terkadang monoton dan selalu sama pada
setiap pelaksaan upacara.Mereka mengabaikan pentingnya penaikan bendera,
pembacaan Undang-Undang Dasar, dan Pancasila. Upacara bendera
dilaksanakan tanpa penjiwaan, asal ikut, asal dilaksanakan, tanpa mengerti
maksud dan tujuan upacara bendera itu sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa
tujuan upacara bendera yaitu pengembangan persatuan dan kesatuan bangsa
belum tercapai.
Banyak cara yang telah dilakukan guru untuk meminimalisir keonaran
siswa ketika sedang berada di barisan. Namun, hampir setiap minggu masih ada
saja siswa yang melanggar. Mengapa? Karena mereka tidak menyadari bahwa
pelecehan terhadap upacara bendera sama halnya mereka merendahkan
martabat negara dan bangsa. Dan satu hal yang sangat penting, sekolah perlu
menjelaskan fungsi dan tujuan pelaksanaan upacara bendera kepada seluruh
siswa agar mereka mengerti dan mulai berubah menuju arah yang lebih baik,
karena yang akan membangun dan memegang bangku pemerintahan nanti
adalah para siswa yang berada di barisan tersebut. Selain itu upacara bendera

adalah hal yang paling mudah dan murah untuk menebus jasa para pahlawan.
apabila hal itu saja pelajar tak mau melakukannya, lalu bagaimana lagi kita
harus menghormati negara?