Anda di halaman 1dari 49

Cahaya adalah energi berbentuk

gelombang elekromagnetik yang kasat


mata dengan panjang gelombang sekitar
380750 nm.
Pada bidang fisika:
cahaya adalah radiasi elektromagnetik,
baik dengan panjang gelombang kasat
mata maupun yang tidak.
Cahaya adalah paket partikel
yang disebut foton.

Sifat Gelombang Cahaya


Cahaya merupakan gelombang transversal yang
termasuk gelombang elektromagnetik. Cahaya dapat
merambat dalam ruang hampa dengan kecepatan 3 x
108 m/s.

Sifat2 cahaya :

Dapat mengalami pemantulan (refleksi)

Dapat mengalami pembiasan (refraksi)

Dapat mengalami pelenturan (difraksi)

Dapat dijumlahkan (interferensi)

Dapat diuraikan (dispersi)

Dapat diserap arah getarnya (polarisasi)

Bersifat sebagai gelombang dan partikel

Kelajuan cahaya (kelajuan cahaya dalam


ruang vakum) adalah sebuah konstanta
fisika yang disimbolkan dengan huruf c,
singkatan dari celeritas (yang dirujuk dari
dari bahasa Latin) yang berarti "kecepatan

merupakan kelajuan maksimum dapat


dilajui oleh segala bentuk energi, materi,
dan informasi dalam alam semesta.
merupakan kelajuan segala partikel tak
bermassa dan medan fisika, termasuk
radiasi elektromagnetik dalam vakum.

Cahaya Matahari diperkirakan memerlukan waktu 8 menit


untuk mencapai Bumi

Pada tahun 1676, sebuah percobaan awal untuk


mengukur laju cahaya dilakukan oleh Ole
Christensen Rmer.
Dengan menggunakan teleskop, Ole Christensen
Rmer mengamati gerakan planet Jupiter dan salah
satu bulan satelitnya, bernama Io.] Dengan
menghitung pergeseran periode orbit Io, Rmer
memperkirakan jarak tempuh cahaya pada
diameter orbit bumi sekitar 22 menit. Jika pada saat
itu Rmer mengetahui angka diameter orbit bumi,
perhitungan laju cahaya yang dibuatnya akan
mendapatkan angka 227106 meter/detik

Observasi Rmer dengan mengamati gerakan planet Jupiter dan menghitung


pergeseran periode orbit dari salah satu bulan satelitnya yang bernama Io, dan
kemudian Rmer dapat memperkirakan jarak tempuh cahaya dari garis tengah orbit
bumi

Hyppolite Louis Fizaeu


Pada tahun 1849, pengukuran laju cahaya, yang lebih akurat, dilakukan di
Eropa oleh Hippolyte Fizeau.
Fizeau menggunakan roda sprocket yang berputar untuk meneruskan
cahaya dari sumbernya ke sebuah cermin yang diletakkan sejauh
beberapa kilometer. Pada kecepatan rotasi tertentu, cahaya sumber akan
melalui sebuah kisi, menempuh jarak menuju cermin, memantul kembali
dan tiba pada kisi berikutnya.
Dengan mengetahui jarak cermin, jumlah kisi, kecepatan putar roda,
Fizeau mendapatkan kalkulasi laju cahaya pada 31310 6 meter/detik.

Dalil Einstein:
Jika sejumlah pengamat bergerak (dengan
kecepatan yang uniform) terhadap satu
sama lain dan terhadap sumber cahaya, dan
jika setiap pengamat mengukur laju cahaya
yang keluar dari sumber tsb, maka mereka
semua akan mendapatkan nilai yang sama

dinamakan mengikuti tokoh fisika,


Christian Andreas Doppler
adalah perubahan frekuensi atau panjang gelombang
dari sebuah sumber gelombang yang diterima oleh
pengamat, jika sumber suara/gelombang tersebut bergerak
relatif terhadap pengamat/pendengar
Gelombang suara yang
memancar dari sebuah
ambulans akan diterima lebih
tinggi/rendah frekuensinya jika
ambulans tersebut
mendekati/menjauhi kita

Seperti gelombang-gelombang anggota


spectrum elektromagnetik lainnya, diruang
hampa (vakum) cahaya merambat dengan
laju c yang dirumuskan dengan

dengan
0 permeabilitas vakum = 4 10-7 Wb/A.m 0
permitivitas vakum = 8,85418 10-12 C2/N.m2
C = 2,99792 108 m/s 3 108 m/s.
Sebagai gelombang, cahaya juga mengalami
efek Doppler, yaitu pergeseran frekuensi akibat
gerak relatif antara sumber cahaya dan
pengamat. Frekuensi cahaya yang diterima
pengamat akibat efek Doppler (fp) dapat didekati
dengan rumus:

Efek Doppler total, f, dapat merupakan hasil superposisi


dari gerakan sumber dan/atau gerakan pengamat, sesuai
dengan rumusan berikut:

v = kecepatan gelombang dalam medium


vs = kecepatan sumber gelombang relatif terhadap
medium; positif jika pengamat mendekati sumber
gelombang/suara.
vr = kecepatan pengamat (receiver) relatif terhadap
medium; positif jika sumber menjauhi pengamat

Dalam cahaya, perbedaan frekuensi muncul sebagai


perbedaan dalam warna. Misalnya, cahaya merah memiliki
frekuensi sekitar 5 1.014 hertz, lampu hijau, frekuensi sekitar 6
1014 hertz, dan cahaya biru, frekuensi sekitar 7 1014 hertz.
Misalkan seorang ilmuwan melihat lampu yang menghasilkan
cahaya hijau sangat murni. Kemudian bayangkan bahwa
lampu mulai bergerak cepat menjauh dari pengamat. Efek
Doppler menyatakan bahwa frekuensi cahaya akan menurun.
Alih-alih muncul menjadi warna hijau murni, ia akan cenderung
lebih ke arah ujung merah spektrum. Semakin cepat lampu
bergerak menjauh dari pengamat, semakin ia akan muncul
untuk menjadi yang pertama kuning, lalu oranye, lalu merah.
Pada kecepatan yang sangat tinggi, cahaya yang datang dari
lampu akan tidak lagi terlihat hijau sama sekali, tetapi akan
menjadi merah.

Efek doppler pada kecepatan cahaya

Fenomena efek Doppler menjadi


pertimbangan para astronom dalam
menganalisis data observasi.

Sumber: http://fisikamemangasyik.wordpress.com/fisika-3/

Pada tahun 1923, astronom Amerika Edwin


Hubble (1889 1953) membuat penemuan
yang menarik. Ia menemukan bahwa semua
bintang di luar pergeseran merah galaksi
kita menunjukkan cahaya. Artinya, semua
bintang di luar galaksi kita harus bergerak
menjauh dari Bumi.Dengan demikian,
semakin cepat mereka bergerak menjauh
dari kita.

Sebagai gelombang transversal, cahaya


dapat mengalami polarisasi

POLARISA
SI

Refleksi (atau pemantulan)


perubahan arah rambat cahaya ke arah sisi

(medium) asalnya, setelah menumbuk antarmuka


dua medium.
hukum refleksi yaitu:
Sinar insiden, sinar refleksi dan sumbu normal
antarmuka ada pada satu bidang yang sama
Sudut yang dibentuk antara masing-masing sinar
insiden dan sinar refleksi terhadap sumbu normal
adalah sama besar.
Jarak tempuh sinar insiden dan sinar refleksi
bersifat reversible.

Refleksi difusi adalah


perubahan arah rambat
gelombang cahaya yang
terjadi setelah menumbuk
antarmuka granular yang
tidak rata dengan
hamburan cahaya
kembali ke arah sisi
(medium) asalnya dengan
banyak sudut pantul
Diagram refleksi difusi

refleksi yang terjadi pada antarmuka yang


mengkilap yang merupakan sebab akibat
dari hukum refleksi.

Contoh perbedaan antara


refleksi difusi dengan refleksi
spekular dapat ditemui pada
warna cat yang kusam dan
mengkilap

Diagram refleksi spekular

Pemantulan akan menghasilkan cahaya


terpolarisasi jika sinar pantul dan sinar
biasnya membentuk sudut 90o. Arah getar
sinar pantul yang terpolarisasi akan sejajar
dengan bidang pantul. Oleh karena itu sinar
pantul tegak lurus sinar bias, berlaku ip + r
= 90 atau r = 90 ip . Dengan demikian,
berlaku pula

Dengan n2 adalah indeks bias medium tempat


cahaya datang n1 adalah medium tempat
cahaya terbiaskan, sedangkan ip adalah
sudut pantul yang merupakan sudut
terpolarisasi. Persamaan di atas merupakan
bentuk matematis dari Hukum Brewster.

Contoh:
Kita ingin menggunakan sebuah pelat gelas
(n = 1,5), sebagai sebuah pengutub.
Berapakah sudut pemolarisasi?berapakah
sudut refraksi?
Jawab:
p = tan -1 1,5 = 56,3
Sin p =n sin r
sin r = sin 56,3 / 1,5 = 0,55 r = 33,7

Dapat terjadi dengan


bantuan kristal polaroid.
Bahan polaroid bersifat
meneruskan cahaya
dengan arah getar
tertentu dan menyerap
cahaya dengan arah getar
yang lain.
Cahaya yang diteruskan
adalah cahaya yang arah
getarnya sejajar dengan
sumbu polarisasi polaroid.

Seberkas cahaya alami menuju ke polarisator. Di sini cahaya


dipolarisasi secara vertikal yaitu hanya komponen medan listrik
E yang sejajar sumbu transmisi. Selanjutnya cahaya terpolarisasi
menuju analisator. Di analisator, semua komponen E yang tegak
lurus sumbu transmisi analisator diserap, hanya komponen E
yang sejajar sumbu analisator diteruskan. Sehingga kuat medan
listrik yang diteruskan analisator menjadi:
E2 = E cos
Jika cahaya alami tidak terpolarisasi yang jatuh pada polaroid
pertama (polarisator) memiliki intensitas I0, maka cahaya
terpolarisasi yang melewati polarisator adalah:
I1 = I0
Cahaya dengan intensitas I1 ini kemudian menuju analisator dan
akan keluar dengan intensitas menjadi:
I2 = I1 cos2 = I0 cos2

Refraksi (atau pembiasan) dalam optika


geometris didefinisikan sebagai perubahan
arah rambat partikel cahaya akibat
terjadinya percepatan

Tumbukan antara gelombang cahaya dengan


antarmuka dua medium menyebabkan kecepatan
fase gelombang cahaya berubah.
Panjang gelombang akan bertambah atau
berkurang dengan frekuensi yang sama, karena
sifat gelombang cahaya yang transversal (bukan
longitudinal).

Refraksi (pembiasan) gelombang-gelombang cahaya di air.


Persegi gelap menunjukkan posisi sebenarnya sebatang pensil
yang diletakkan dalam semangkuk air. Persegi terang
menunjukkan posisi tampak dari pensil itu. Perhatikan bahwa
ujungnya (X) seakan-akan terlihat di Y, posisi yang jelas lebih
dangkal

adalah dekomposisi sinar cahaya menjadi


dua sinar cahaya yang disebut ordinary
ray dan extraordinary ray.
Refraksi ganda terjadi pada saat gelombang
cahaya melalui medium material
anisotropik seperti kristal kalsit atau Boron
nitrat.

Jika berkas kaca dilewatkan pada kaca, kelajuan


cahaya yang keluar akan sama ke segala arah.

Hal ini karena kaca bersifat homogen, indeks


biasnya hanya memiliki satu nilai.

Namun, pada bahan-bahan kristal tertentu


misalnya kalsit dan kuarsa, kelajuan cahaya di
dalamnya tidak seragam karena bahan-bahan itu
memiliki dua nilai indeks bias (birefringence).

Cahaya yang melalui bahan


dengan indeks bias ganda
akan mengalami pembiasan
dalam dua arah yang
berbeda. Sebagian berkas
akan memenuhi hukum
Snellius (disebut berkas sinar
biasa), sedangkan sebagian
yang lain tidak memenuhi
hukum Snellius (disebut
berkas sinar istimewa).

Jika cahaya dilewatkan pada suatu medium,


partikel-partikel medium akan menyerap
dan memancarkan kembali sebagian
cahaya itu.

Penyerapan dan pemancaran kembali


cahaya oleh partikel-partikel medium ini
dikenal sebagai fenomena hamburan.

Pada peristiwa hamburan, cahaya yang


panjang gelombangnya lebih pendek
cenderung mengalami hamburan dengan
intensitas yang besar. Hamburan ini dapat
diamati pada warna biru yang ada di langit
kita.

Why is the sky blue?


A clear cloudless day-time sky is blue because molecules in the air scatter blue
light from the sun more than they scatter red light. When we look towards the
sun at sunset, we see red and orange colours because the blue light has been
scattered out and away from the line of sight.

Sebelum sampai ke bumi, cahaya matahari telah melalui partikel-partikel udara di


atmosfer sehingga mengalami hamburan oleh partikel-partikel di atmosfer itu. Oleh
karena cahaya biru memiliki panjang gelombang lebih pendek daripada cahaya merah,
maka cahaya itulah yang lebih banyak dihamburkan dan warna itulah yang sampai ke
mata kita.

Pembiasan sinar bintang


Karena cahaya bintang
merambat dari ruang
hampa ke atmosfer yang
kerapatannya berbedabeda, maka cahaya
tersebut dibiaskan
mendekati garis normal,
sehingga bintang yang
kita lihat tidak tepat pada
posisi aslinya.

Kayu yang bengkok dan kolam yang


dangkal.
Bila kita memasukkan sebagian kayu kedalam
air, maka kita melihat kayu membengkok.
Dan bila kita perhatikan dasar kolam, kolam
akan tampak lebih dangkal.

Pada siang hari yang panas terik kita sering melihat


bayangan air pada jalan.
Hal ini disebabkan oleh cahaya matahari yang mengalami
pemantulan sempurna karena perbedaan kerapatan
udara di atas jalan.

Fatamorga
na

Gejala dispersi cahaya adalah gejala


peruraian cahaya putih (polikromatik)
menjadi cahaya berwarna-warni
(monokromatik).

PROSES TERJADINYA PELANGI

sumber: http://io9.com/5512705/why-are-scientists-trying-to-create-slow-light

Pada tahun 1968 Bob shaw melalui kisahnya yang terkenal pada masa itu,
Light of Other Days, mengusulkan ide menarik tentang penggunaan bahan
dengan indeks bias tinggi yang dapat memerangkap cahaya sehingga butuh
waktu setahun bagi cahaya untuk melewati bahan. Dengan Idenya ini yang
menggunakan bahan berupa kaca lambat (slow glass) dengan indeks bias
tinggi dapat menjadi wahana untuk merekam pemandangan alam yang
menyenangkan berupa cahaya yang terperangkap. Bahkan pada tahun
sebelumnya yaitu pada 1940, L. Sprague de Camp telah membuat senjata
dengan teknologi kaca lambat ini. Dia menggunakan tongkat yang dapat
memerangkap cahaya, dan untuk kemudian melepaskannya sekaligus dengan
menimbulkan efek ledakan.

Here's an amazingly simple way to


know the quality of fruits and
vegetables! Just add a few drops of
juice and look through the eye piece!
BRIX is a measure of total sugars,
minerals and other dissolved nutrients
in a liquid

Mengukur konsentrasi larutan sukrosa.


Memprediksi viskositas
Memprediksi indeks bias

refractometer

Untuk menghitung indeks bias larutan


bisa juga untuk menghitung kadar gula

indeks bias juga dapat digunakan untuk


mengetahui besarnya konsentrasi gula
dalam produk makanan dan minuman,
seperti contoh untuk mengetahui
kandungan gula dalam jus buah, kandungan
gula dalam kue, dan lain-lain.

Metode pengukuran indeks bias:


interferometri yang meliputi interferometri
Mach-Zender, interferometri Fabry-vPerot
dan interferometri Michelson (Pedrotti dan
Pedrotti, 1993).
spektrometer.
refraktometer.

Tentang:
Hukum

Snellius
Persamaan Fresnel
Prinsip Fermat
Prinsip Huygens
Buat resume dan kumpulkan!