Anda di halaman 1dari 6

6.1.

KARAKTER (SIKAP MENTAL) WIRAUSAHA SUKSES


Menurut Geoffrey G. Meredith (1996 dalam Suryana 2009) bahwa wirausaha
memiliki berbagai ragam karakter dan watak sebagai berikut:
1. Percaya diri. Memiliki keyakinan yang kuat, ketidaktergantungan terhadap orang
lain, mandiri dan optimis.
Sifat-sifat percaya diri dimulai dari pribadi yang mantap, tidak mudah terombangambing oleh pendapat dan saran-saran orang lain. Akan tetapi saran-saran orang lain
jangan ditolak mentah-mentah, pakai itu sebagai masukan untuk dipertimbangkan
kemudian harus memutuskan segera. Orang yang tinggi percaya dirinya adalah orang
yang sudah matang, jasmani dan rohaninya. Pribadi semacam itu adalah pribadi yang
independen dan sudah mencapai tingkat kematangan. Karakteristik kematangan
sesorang adalah ia tidak tergantung pada orang lain, ia memiliki rasa tanggung jawab
yang tinggi, obyektif dan kritis. Tidak begitu saja menyerap pendapat atau opini orang
lain tapi dapat mengembangkan kritis. Emosionalnya sudah stabil, tidak mudah
tersinggung dan naik pitam, serta tingkat sosialnya tinggi. Diharapkan wirausaha
seperti ini betul-betul dapat menjalankan usahanya secara mandiri, jujur dan disenangi
oleh semua relasinya.
2. Berorientasi pada tugas dan hasil. Gairah untuk maju, berorientasi laba, tekun, ulet
dan tegas, kerja keras, bersemangat, energik, serta inisiatif. Wirausaha tidak
mengutamakan prestise dulu, tetapi prestasi kemudian. Ia berharap pada prestasi baru
kemudian setelah berhasil prestisenya akan meningkat. Wirausaha yang selalu
memikirkan prestise dulu dan prestasi kemudian, usahanya tidak akan mengalami
kemajuan. Maka wirausaha harus mempunyai kebutuhan untuk berprestasi,
berorientasi pada laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai
dorongan kuat, energik dan inisiatif.
3. Pengambil resiko. Kemampuan mengambil resiko, suka tantangan. Wirausaha dalam
melakukan kegiatan usahanya penuh dengan resiko dan tantangan, seperti persaingan,
harga turun naik, barang tidak laku dan sebagainya. Tetapi semua tantangan ini harus
dihadapi dengan penuh perhitungan. Jika perhitungan sudah matang baru membuat
pertimbangan dari berbagai macam segi.
4. Kepemimpinan. Berjiwa kepemimpinan, suka bergaul, terbuka terhadap saran dan
kritik. Sifat kepemimpinan memamng ada dalam masing-masing individu, maka sifat
kepemimpinan tergantung pada masing-masing individu dalam menyesuaikan diri
dengan organisasi atau orang yang dipimpin. Ada pemimpin yang disenangi oleh
bawahan, mudah memimpin sekelompok orang, ia diikuti dan dipercaya oleh
1

bawahan. Tapi ada pula pemimpin yang tidak disenangi bawahan atau tidak senang
pada bawahannya, ia mau mengawasi bawahannya tapi tidak ada waktu untuk itu.
Menanam kecurigaan pada orang lain pada suatu ketika akan berakibat tidak baik
pada usaha yang sedang dijalankan. Maka wirausaha sebagai pemimpin yang baik
harus mau menerima kritik dan saran dari bawahannya serta harus bersifat responsif.
5. Keaslian atau originalitas. Pandai pencipta (inovatif dan kreatif) berpikiran
terbuka, penuh informasi, kaya pengetahuan. Sifat orisinil tidak selalu ada pada
diri sesorang, yang dimaksud orisinil adalah tidak hanya mengekor pada orang lain
tapi memiliki pendapat sendiri dan ide yang orisinil untuk melaksanakan sesuatu.
Orisinil tidak berarti baru sama sekali, tapi produk tersebut mencerminkan hasil
kombinasi baru dari komponen-komponen yang sudah ada sehingga melahirkan
sesuatu yang baru. Bobot kreativitas orisinil suatu produk akan tampak sejauh mana ia
berbeda dari apa yang sudah ada sebelumnya.
6. Berorientasi masa depan. Memiliki visi dan perspektif terhadap masa depan.
Wirausaha harus perspektif, mempunyai visi ke depan, apa yang akan
dilakukan dan apa yang ingin dicapai. Karena sebuah usaha bukan didirikan untuk
sementara tapi selamnay. Maka faktor kontinuitas harus dijaga dan pandangan harus
ditujukan jauh ke depan. Untuk menghadapi pandangan jauh ke depan seorang
wirausaha akan menyusun perencanaan dan strategi yang matang, agar jelas langkahlangkah yang akan dilaksanakan.
Karakter wirausaha yang dikemukakan di atas menunjukkan bahwa intisari karakter
seorang wirausaha ialah kreatifitas. Oleh karena itu, dapat dikemukakan bahwa seorang
wirausaha dapat dibentuk, bukan lahir begitu saja. Jelaslah bahwa kewirausahaan pada
dasarnya merupakan jiwa dari seseorang yang diekspresikan melalui sikap dan perilaku
yang kreatif dan inovatif untuk melakukan suatu kegiatan. Adapun orang yang memiliki
jiwa tersebut tentu saja dapat melakukan kegiatan kewirausahaan atau menjadi pelaku
kewirausahaan atau lebih dikenal dengan sebutan wirausaha. Seorang wirausaha haruslah
seorang yang mampu melihat ke depan. Melihat ke depan dengan berpikir, penuh
perhitungan, mencari pilihan dari berbagai alternatif masalah dan pemecahnnya.
Pengusaha yang sukses bukanlah pengusaha yang bisa memulai bisnis dalam skala
besar dalam waktu singkat. Wirausaha bukanlah sebuah hal yang bisa dibangun secara
instant. Wirausaha sukses adalah mereka yang berhasil mengatasi naik turunnya usaha
dan tetap berdiri tegak. Skala keberhasilan wirausaha bukanlah semata pada jumlah
2

omset yang dimiliki, akan tetapi lebih pada kemampuan sang wirausaha untuk
mempertahankan usahanya dalam menghadapi berbagai arus perubahan yang sedikit
banyak memiliki pengaruh pada usahanya. Pada bagian ini, mental wirausaha seseorang
sangat diuji. Seseorang boleh saja mengklaim bahwa dia sudah memiliki usaha tersebut
sejak lama, atau mungkin usaha tersebut sudah diwarisi dari orang tua mereka. Akan
tetapi, kehidupan usaha tersebut lebih tergantung pada mental wirausaha orang tersebut
dalam menjalankan roda usahanya.
5.2. PEMILIHAN

ROLE

MODEL

UNTUK

MEMBANGUN

KARAKTER

WIRAUSAHA
Role model atau tokoh panutan merupakan faktor penting yang mempengaruhi
individu dalam memilih kewirausahaan sebagai karir. Calon wirausaha pada umumnya
menemukan role model di rumah ataupun di tempat kerja. Bila seseorang banyak
berhubungan serta bergaul dengan para wirausahawan, maka ada kemungkinan dia juga akan
tertarik untuk memilih jalan hidup sebagai seorang wirausahawan. Orang tua, saudara, guru
atau wirausahawan lain dapat menjadi role model bagi individu. Individu membutuhkan
dukungan dan nasehat dalam setiap tahapan dalam merintis usaha, role model berperan
sebagai mentor bagi individu. Individu juga akan meniru perilaku yang dimunculkan oleh
role model. Role model merupakan hal yang sangat penting karena dengan mengetahui serta
memahami kisah-kisah para wirausahawan yang telah meraih kesuksesan menjadikan citacita seseorang untuk membuka usahanya sendiri menjadi lebih kredibel dan terjustifikasi.
Yang paling ingin diketahui oleh orang-orang sebagai role model kesuksesan mereka
adalah profil wirausaha. Dengan membaca dan mengetahui profil juga perjuangan mereka
dari bawah sampai menjadi sesorang yang berhasil akan menjadikan motivasi untuk para
wirausaha baru untuk mencapai kesuksesan yang sama. Salah satu wirausaha di Indonesia
yang dapat menjadi role model bagi calon wirausaha adalah Bob Sadino. Gayanya yang
sangat terkenal adalah gaya dia berpakaian yang senang menggunakan celana pendek dan
kaus bias walaupun dia seorang wirausaha yang sukses dan punya kekayaan yang banyak.
Boy Sadiono lahir di Lampung pada tangga 9 Maret 1933. Dimulai saat sang teman
menyarankan untuk memelihara ayam untuk menghilangkan rasa stressnya. Dari mulai
beternak ayam itu terinspirasilah Bob untuk memulai wirausaha. Akhirnya, beberapa lama
Bob bisa menjadi orang yang sukses dalam bisnisnya. Kunci kesuksesan Bob Sadino adalah
selalu mendengarkan apa kemauan dari pelanggan sehingga dia mau memperbaiki diri sesuai
dengan saran dari pelanggannya. Dengan sikap seperti itu Bob meraih simpati pelanggan dan
3

mampu menciptakan pasar. Menurut Bob, kepuasan pelanggan akan menciptakan kepuasan
diri sendiri, karena itu ia selalu berusaha melayani pelanggan sebaik-baiknya.
5.3. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN WIRAUSAHA
Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat tergantung pada kemampuan pribadi
wirausaha. Zimmerer (1996: 14-15 dalam Suryana 2009) mengemukakan beberapa faktor
yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya adalah:
1. Tidak kompeten dalam manajerial. Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan
dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat
perusahaan kurang berhasil.
2. Kurang

berpengalaman.

Baik

dalam

kemampuan

teknik,

kemampuan

memvisualisasikan usaha, kemampuan mengkoordinasikan, ketrampilan mengelola


sumber daya manusia, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan.
3. Kurang dapat mengendalikan keuangan. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik
faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran khas. Mengatur
pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan dalam memelihara aliran khas
akan menghambat operasional perusahaan dan akan mengakibatkan perusahaan tidak
lancar.
4. Gagal dalam perencanaan. Perencanaan merupakan titik awak dari suatu kegiatan,
sekali gagal dalam perncanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.
5. Lokasi yang kurang memadai. Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang
menentukan keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan
perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien.
6. Kurangnya pengawasan peralatan. Pengawasan eret kaitanya dengan efisiensi dan
efektifitas. Kurang pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien
dan tidak efektif.
7. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalan berusaha. Sikap yang setengah-setengah
dalam usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal.
Dengan sikap setengah hati kemungkinan gagal akan besar.
8. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan. Wirausaha
yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan, maka ia tidak ada jaminan
untuk menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa
diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan
setiap waktu.

DAFTAR PUSTAKA

Irawan,
Yudi.
2014.
Makalah
Sifat-Sifat
Yang
Perlu
Dimiliki Wirausaha.https://yudiradityatama.wordpress.com/2014/11/12/makalah-sifatsifat-yang-perlu-dimiliki-wirausaha/. (diakses pada 07 Maret 2015)
Afdal, Zul. 2012. Sifat yang perlu dimiliki oleh seorang wirausahaan.
https://elearning.milaulas.com/mod/page/view.php?id=86. (diakses pada 07 Maret
2015)
Dimarcia, Floriani Ria. KWU. https://www.scribd.com/doc/245324193/KWU. (diakses pada
07 Maret 2015)