Anda di halaman 1dari 7

Diagram Fasa adalah diagram yang menampilkan hubungan antara temperatur dimana terjadi

perubahan fasa selama proses pendinginan dan pemanasan yang lambat dengan kadar karbon. Tidak seperti
struktur logam murni yang hanya dipengaruhi oleh suhu, sedangkan struktur paduan dipengaruhi oleh suhu dan
komposisi. Pada kesetimbangan, struktur paduan ini dapat digambarkan dalam suatu diagram yang disebut
diagram fasa (diagram kesetimbangan) dengan parameter suhu (T) versus komposisi (mol atau fraksi mol).
(Fase dapat didefinisikan sebagai bagian dari bahan yang memiliki struktur atau komposisi yang berbeda dari
bagian lainnya). Diagram fasa khususnya untuk ilmu logam merupakan suatu pemetaan dari kondisi logam atau
paduan dengan dua variabel utama umumnya ( Konsentrasi dan temperatur). Diagram fasa secara umum
dipakai ada 3 jenis :
1. Diagram fasa tunggal/Uner ( 1 komponen/Komposisi sama dengan Paduan )
2. Diagram fasa Biner ( 2 komponen unsur dan temperatur)
3. Diagram fasa Terner ( 3 komponen unsur dan temperatur)
Diagram fasa tunggal memiliki komposisi yang sama dengan paduan, misalnya timbal dan timah.
Diagram fasa biner misalnya paduan kuningan (Cu-Zn), (Cu-Ni), dll. Diagram fasa terner misalnya paduan
stainless steel (Fe-Cr-Ni), dll. Diagram pendinginan merupakan diagram yang memetakan kondisi struktur
mikro apa yang anda akan dapatkan melalui dua variabel utama yaitu (Temperatur dan waktu) disebut juga
diagram TTT atau juga dua variabel utama yaitu (temperatur dan cooling rater) disebut juga diagram CCT.
Diagram ini berguna untuk mendapatkan sifat mekanik tertentu dan mikrostruktur tertentu, Fasa bainit misalnya
pada baja hanya terdapat pada diagram TTT bukan diagram isothermal Fe-Fe3C. Kegunaan Diagram Fasa
adalah dapat memberikan informasi tentang struktur dan komposisi fase-fase dalam kesetimbangan. Diagram
fasa digunakan oleh ahli geologi, ahli kimia, ceramists, metallurgists dan ilmuwan lain untuk mengatur dan
meringkas eksperimental dan data pengamatan serta dapat digunakan untuk membuat prediksi tentang prosesproses yang melibatkan reaksi kimia antara fase.
Komponen umum diagram fasa adalah garis kesetimbangan atau batas fase, yang merujuk pada
baris yang menandai kondisi di mana beberapa fase dapat hidup berdampingan pada kesetimbangan. Fase
transisi terjadi di sepanjang garis dari ekuilibrium. Titik tripel 2 adalah titik pada diagram fase di mana garis
dari ekuilibrium berpotongan. Tanda titik tripel kondisi di mana tiga fase yang berbeda dapat ditampilkan
bersama. Sebagai contoh, diagram fase air memiliki titik tripel tunggal yang sesuai dengan suhu dan tekanan di
mana padat, cair, dan gas air dapat hidup berdampingan dalam keadaan kesetimbangan yang stabil. Titik solidus
adalah garis yang memisahkan bidang semua cairan dari yang ditambah cairan kristal. Titik likuidus adalah
garis yang memisahkan bidang semua cairan dari yang ditambah cairan kristal. Temperatur di atas mana zat
tersebut stabil dalam keadaan cair. Terdapat sebuah kesenjangan antara solidus dan likuidus yang terdiri dari
campuran kristal dan cairan.
Diagram fase dengan lebih dari dua dimensi dapat dibuat yang menunjukkan efek lebih dari dua
variabel pada fase suatu zat. Diagram fasa dapat menggunakan variabel lain disamping atau sebagai pengganti
dari suhu, tekanan dan komposisi, misalnya kekuatan listrik yang diterapkan atau medan magnet dan mereka
juga dapat melibatkan bahan-bahan yang mengambil lebih dari sekadar tiga negara dari materi. Satu jenis plot

diagram fase temperatur terhadap konsentrasi relatif dari dua zat dalam biner campuran yang disebut diagram
fase biner.
Eutektik biner diagram fase menjelaskan perilaku kimia dua tidak bercampur (unmixable) kristal
dari yang benar-benar bercampur (mixable) meleleh, seperti olivin dan pyroxene, atau pyroxene dan Ca
plagioclase. Tipe lain dari diagram fasa biner adalah diagram titik didih campuran dari dua komponen, yaitu
senyawa kimia. Selama dua khusus volatile komponen pada tekanan tertentu seperti tekanan atmosfer, diagram
titik didih menunjukkan apa uap (gas) komposisi berada dalam kesetimbangan dengan komposisi cairan yang
diberikan tergantung pada suhu. Dalam biner khas titik didih diagram suhu diplot pada sumbu vertikal dan
campuran komposisi pada sumbu horizontal. Reaksi Eutektik dapat disebut juga dengan Reaksi Invarian.
Reaksi ini memiliki jumlah fasa maksimum adalah tiga, dimana terdapat secara bersamaan dalam kondisi
kesetimbangan pada sistem biner yang melibatkan larutan cairan.
Dua fasa yang terdiri dari padat dan cair secara kolektif terkondensasi dikenal sebagai fase
terkondensasi. Analisis kesetimbangan antara fase terkondensasi biasanya mengabaikan fase gas. Kombinasi
fase terkondensasi termasuk cair-padat dan padat-padat. Banyak kristalografi bentuk padatan masing-masing
dianggap sebagai tahap yang berbeda, jadi kesetimbangan ini menunjukkan cukup beragam. Subjek ini dikenal
sebagai representasi diagram fase biner. Pada masing-masing contoh di atas, tujuannya adalah untuk
menentukan konsentrasi. komponen A dan B dalam dua fase bersamaan. Dalam fase kental kesetimbangan,
identifikasi stabil fase I dan II juga merupakan objektif. Komposisi kimia dua fasa terletak di dua
ujung isoterm, atau garis hubung yang melalui daerah dua fasa. Sebagai gambaran, ambillah solder 80 Pb-20 Sn
pada 150 derajat. Dengan bantuan isoterm lainnya, kita dapat menentukan komposisi kimia dua fasa
dari sebarang paduan Pb-Sn pada sebarang suhu terkait.
Diagram Fasa Biner
Yaitu terdiri dari dua komposisi dan dua temperatur

Diagram kesetimbangan adalah peta-peta stabil yang terdapat pada jangkauan (range) komposisi,temperatur,dan
tekanan. Diagram fase biner biasa disebut binary isomorphous alloy systems, kedua unsur yang dipadukan larut
sempurna dalam keadaan cair maupun padat. Contoh klasik untuk jenis diagram fasa ini adalah diagram fasa
Cu-Ni.

Titik Peritektik adalah : Titik pelelehan diatas suhu peritektik (Tp) dan pendinginan melalui Tp.
Titik Eutektik adalah : Titik leleh komposisi hanya pada suhu (suhu eutektik/Te) atau perpotongan antara

kurva likuidus dan garis solidus.


Garis Solidus adalah : Garis yang menunjukkan temperatur terendah dimana logam dalam keadaan cair

atau temperatur dimana awal terjadinya pembekuan dari kondisi cair akibat proses pendinginan.
Garis Liquidus : Garis antara fasa cairan dan fasa transisi padat-cair ( dan L) dimana paduan berubah
menjadi liquid/cair. Garis yang menunjukkan temperatur tertinggi suatu logam dalam keadaan padat

atau temperatur terendah dimana masih terdapat fasa cair.


Level Rule : Perhitungan yang digunakan untuk menghitung besarnya presentasi suatu fasa pada bagian
dua fasa pada diagram biner. Disebut juga Aturan Kaidah Lengan.
Diagram Fasa Terner
Yaitu terdiri dari tiga komposisi dan temperatur

Garis Liquidus ialah garis yang menunjukan awal dari proses pendinginan (pembekuan).
Garis Solidus ialah garis yang menunjukan akhir dari proses pembekuan (pendinginan).
Ada beberapa istilah yang perlu diketahui sebelum dibicarakan apa itu fasa, yaitu: sistem, fasa,

kesetimbangan sejati, menstabil atau stabil jumlah komponen dan derajat kebebasan. Sistem adalah suatu zat
atau campuran, yang diisolasikan dari zat lain dalam suatu bejana inert, untuk diselidiki pengaruh perubahan
temperatur, tekanan dan konsentrasi terhadap zat tersebut, misalnya sistem air, air dalam garam, gas dan
sebagainya. Fase ialah bagian dari sistem, yang fisis berbeda dan dapat dipisahkan secara mekanis. Dapat
dipisahkan ssecara mekanis, berarti fase tersebut dapat dipisahkan secara filtrasi, sedimentasi, dekantasi dan
sebagainya. Dalam hal ini tidak termasuk pemisahan secara penguapan, destilasi, adsorpsi, atau ekstraksi.
Sistem terkonden merupakan sistem dimana fasa uapnya diabaikan (suhu relatif rendah) ssehingga
harga derajat kebebasan F= C P + 1. Diagram fassa tersebut adalah diagram fasa sistem dua komponen cair
yang melarut sebagian atau sistem terkonden. Fenol ditambahkan ke dalam air sedikit demi sedikit. Sistem
dimulai dari titik a dan bergerak ke kanan. Dari titik a ke titik b diperoleh satu fasa yang artinya fenol
ditambahkan melarut dalam air dan membentuk sau fasa. Yang ditandai dengan warna jernih. Tc merupakan

titik kritis dimana merupakan batas kelarutan (suhu kelarutan kritis). Di atas, Tc cairan saling melarut sempurna
dalam berbagai komposisi. Pada sistem air-fenol memiliki Tc 65,85.
Temperatur kritis adalah batas atas temperature dimana terjadi pemisahan fasa. Diatas temperatur
batas atas, kedua komponen benar-benar bercampur. Temperatur ini ada karena gerakan termal yang lebih besar
menghasilkan kemampuan campur yang lebih besar pada kedua komponen bercampur dalam segala
perbandingan dan di atas temperatur ini kedua komponen membentuk dua fase. Salah satu contohnya adalah air
dalam trietilamina. Dalam hal ini pada temperatur rendah kedua kompnen lebih dapat campur karena
komponen-komponen ini membentuk kompleks yang lemah, pada temperatur lebih tinggi kompleks itu terurai
dan komponen kurang dapat bercampur. Beberapa sistem mempunyai temperature kritis atas dan temperatur
kritis bawah. Sebabnya, sesudah kompleks yang lemah terurai, sehingga kedua komponen dapat bercampur
sebagian, pada temperature lebih tinggi gerakan termal membuat campuran homogen kembali, seperti halnya
cairan campur sebagian biasa.
Diagram fasa yang paling sederhana adalah diagram tekanan- temperatur dari zat tunggal seperti air.
Sumbu-sumbu diagram berkoresponden dengan tekanan dan temperatur. Diagram fase pada ruang tekanan
temperatur menunjukkan garis kesetimbangan atau sepadam fase antara tiga fase padat, cair, dan gas.
Keberadaan titik kritis cair-gas menunjukkan ambiguitas. Ketika dari cair menjadi gas, biasanya akan melewati
sebuah sempadan dengan berjalan menuju fasa superkritis. Oleh karena itu , fasa cair dan gas dapat dicampur
terus menerus.
Cairan dapat membentuk bermacam-macam jenis campuran dengan cairan lain. Jadi diagram fasa
yang berbeda dapat diperoleh dan diperlihatkan, antara lain :
1. Memperlihatkan gambar/diagram fasa untuk cairan-cairan yang bercampur sebagian.
2. Memperlihatkan gambar/diagram fasa cairan yang bercampur yang membentuk larutan ideal maupun
larutan nyata.
3. Mempelihatkan tingkah laku campuran cairan yang larut sebagian ketika dilakukan destilasi. Dalam
seluruh diagram fasa , perubahan komposisi dari fasa yang berbeda dengan temperatur yang diplotkan,
dan tekanan dijaga konstan.
Bila suatu zat yang terlarut ke dalam pelarut pada temperatur konstan T, pada permulaannya hanya
membentuk satu fasa. Sesudah titik a, zat terlarut tidak larut, tetapi membentuk lapisan lain sehingga terbentuk
dua fasa, sampai komposisi b dicapai dan diperleh satu fasa lain. Dalam daerah antara a dan b ada dua fasa yang
disebut larutan konjugat pada waktu yang bersamaan. Bila temperature ditingkatkan, kelarutan juga berubah.
Kelarutan meningkat dengan meningkatnya temperature, dan diatas temperature Tc, cairan cairan dapat larut
secara sempurna dan diperleh satu fasa. Temperature, Tc disebut temperature larutan kritis dan disebut juga
temperatur terlarut bagian atas.
Menurut hukum fasa, sistem dibagi berdasarkan jumlah kompnen yang ada, seperti komponen satu,
dua kmponen dan sebagainya. Kesukaran satu komponen terdapat pada jumlah fasa padat dalam sistem. Yang
paling sederhana bila jumlah fasa padatnya hanya satu, seperti sistem H 2O, sistem CO3, dan sebagainya. Bila
jumlah fasa padatnya berubah, jumlah persamaan juga bertambah dan grafik lebih sulit.

Diagram fasa memperlihatkan variasi titik didih campuran dengan perubahan kompsisinya. T 1 dan
T2 adalah titik didih normal dari kompnen murni 1 dan 2. Tmaks yaitu titik didih maksimum dari larutan dan titik
ini disebut azeotrop, komposisi pada titik ini dikenal sebagai kompsisi azeotrpis. Komposisi fasa cairan dan uap
adalah sama. Dua cairan tidak dapat dipisahkan oleh destilasi, dan titik didih campuran ini pada satu atmosfer
adalah titik didih yang tepat.
Bila campuran 50 gram air dan 50 gram etanol, komposisi campuran adalah dititik a. Apabila
campuran ini dipanaskan, pada suatu saat kedua larutan pada zat ini akan membentuk satu fasa, ditandai dengan
larutan menjadi jernih diperoleh dengan membaca termometer pada percbaan. Dengan menghubungkan titik ini
akan membentuk diagram fasa sistem air-fenol. Dari diagram fasa ini diperkirakan letak titik konsolut,
kemudian diplot ke skala suhunya (sisi tegaknya). Agar perkiraan dan mnetapkan suhu kelarutan kritis
mendekati harga sebenarnya, dianjurkan untuk menggambarkan dalam kertas grafik.
Pada percobaan diagram biner dilakukan suatu pencampuran dengan komposisi tertentu dimana
campuran ini mengalami pemanasan dan pendinginan pada suhu kelarutannya masing masing. Pada
pencampuran air- fenol diperoleh larutan yang tidak saling bercampur dan membentuk dua lapisan, lapisan atas
adalah air dan lapisan bawahnya fenol. Hal ini disebabkan karena air memiliki massa jenis 1 gram/ml lebih
rendah daripada massa jenis phenol 1,03 gram/ ml. Setelah terjadi pencampuran antara air dan fenol dalam
tabung yang berbeda dan dengan perbandingan volume yang berbeda pula dilakukan pemanasan kemudian
pendinginan, dimana saat mencapai suhu tertentu larutan ini akan bercampur dan akan saling memisah dan
membentuk dua fase lagi, dimana larutan tersebut menjadi keruh kembali. Pada saat pemanasan mencatat
suhunya saat campuran dari jernih menjadi keruh.
Selanjutnya menetukan fraksi massa untuk masing-masing atau kompsisi semua tabung . dari
analisis kuantitatif dapat dibuat kurva hubungan antara suhu dan fraksi massa dalam suatu diagram fasa yaitu
cara memplotkan fraksi massa fenol-air terhadap suhu yang menghasilkan titik kritis dari larutan. Penambahan
pada NaCl menaikkan titik kritis dari larutan. Hal ini sudah sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa
penambahan NaCl akan menaikkan titik larutan kritis. Karena NaCl hanya larut dalam air dan tidak larut dalam
fenol. Sedangkan pada penambahan metanol menurunkan titik kritis larutan karena metanol larut dalam air.
Sistem Dua Komponen Cair-Cair

Dua cairan dikatakan misibel sebagian jika A larut dalam jumlah yang terbatas, dan demikian pula
dengan B, larut dalam A dalam jumlah yang terbatas. Bentuk yang paling umum dari diagram fasa T-X cair-cair
pada tekanan tetap, biasanya 1 atm (seperti gambar diatas). Diagram diatas dapat diperoleh secara eksperimen
dengan menambahkan suatu zat cair ke dalam cairan murni lain pada tekanan tertentu dengan variasi suhu.
Cairan B murni yang secara bertahap ditambahkan sedikit demi sedikit cairan A pada suhu tetap
(T1). Sistem dimulai dari titik C (murni zat B) dan bergerak kea rah kanan secara horizontal sesuai dengan
penambahan zat A. Dari titik C ke titik D diperoleh satu fasa (artinya A yang ditambahkan larut dalam B). Di
titik D diperoleh kelarutan maksimum cairan A dalam cairan B pada suhu T1.
Penambahan A selanjutnya akan menghasilkan sistem dua fasa (dua lapisan), yaitu lapisan pertama
(L1) larutan jenuh A dalam B dengan komposisi XA,1 dan lapisan kedua (L2) larutan jenuh B dalam A dengan
komposisi XA,2. Kedua lapisan ini disebut sebagai lapisan konyugat ( terdapat bersama-sama di daerah antara D
dan F). Komposisi keseluruhan ada diantara titik D dan F. Di titik E komposisi keseluruhan adalah X A,3.Jumlah
relatif kedua fasa dalam kesetimbangan ditentukan dengan aturan lever. Di titik E lapisan pertama lebih banyak
dari lapisan kedua.Penambahan A selanjutnya akan mengubah komposisi keseluruhan semakain ke kanan,
sementara komposisi kedua lapisan akan tetap XA,1 dan XA,2.
Perbedaan yang terjadi akibat penambahan A secara terus menerus terletak pada jumlah relative
lapisan pertama dan kedua. Semakin ke kanan jumlah relative lapisan pertama akan berkurang sedangkan
lapisan kedua akan bertambah. Di titik F cairan A yang ditambahkan cukup untuk melarutkan semua B dalam A
membentuk larutan jenuh B dalam A. Dengan demikian sistem di F menjadi satu fasa. Dari F ke G,
penambahan A hanya merupakan pengenceran larutan B dalam A. Untuk mencapai titik G di perlukan
penambahan jumlah A yang tak terhingga banyaknya atau dengan melakukan percobaan mulai dari zat A murni
yang kemudian di tambah zat B sedikit demi sedikit sampai di capai titik F dan seterusnya.
Jika percobaan dilakukan pada suhu tinggi akan di peroleh batas kelarutan yang berbeda. Semakin
tinggi suhu, kelarytan masing-masing komponen satu sama lain meningkat, sehingga daerah fasa semakin
menyempit. Kurva kelarutan pada akhirnya bertemu disuatu titik pada suhu konsolut atas, atau disebut juga
suhu kelarutan kritis (Tc). Di atas titik Tc cairan saling melarut sempurna dalam berbagai komposisi.

TUGAS AWAL
PRAKTIKUM KIMIA FISIK I
DIAGRAM BINER

NAMA

IRMAWATI M.

STAMBUK

A25114042

KELAS

KELOMPOK

IB

ASISTEN

YONATHAN BANUA

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2015