Anda di halaman 1dari 3

Tetap Manis dengan Madu, Solusi Terapi Bagi Penderita Diabetes

Salam sehat..! Tahukah anda sahabat, hubungan antara madu dan


diabetes sampai saat ini masih menjadi kontroversi. Banyak penderita
diabetes yang beranggapan bahwa madu dapat menaikkan kadar gula darah
karena rasanya yang manis. Madu memang sudah dikenal sejak lama
sebagai obat alami karena dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit
sehingga konsumsi madu dapat bermanfaat bagi tubuh. Penderita diabetes
memang tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi gula dalam jumlah yang
banyak.
Jadi apakah penderita diabetes boleh mengkonsumsi madu? Ternyata
boleh sahabat. Kandungan gula murni dalam madu tidak akan meningkatkan
kadar gula darah. Madu murni merupakan jenis madu yang gulanya berasal
dari madu itu tanpa ada tambahan lainnya. Rasa manis madu tidak berasal
dari gula. Berbeda halnya dengan madu buatan yang rasanya ditambahkan
dengan gula. Madu buatan inilah yang seharusnya tidak boleh untuk
dikonsumsi oleh penderita diabetes dan berpotensi untuk menaikkan kadar
gula darah. Sudah banyak penderita diabetes yang menggunakan madu
sebagai pengganti gula untuk makanan dan minuman karena sudah
mengetahui manfaat madu untuk penderita diabetes.
Kenapa madu baik untuk penderita diabetes? Madu murni dapat
merangsang tubuh untuk memproduksi hormon insulin secara alami karena
adanya kandungan fruktosa di dalamnya. Namun, tetap sebaiknya konsumsi
madu sesuai dengan anjuran dokter dan pilihlah madu yang murni bukan
madu yang ditambah dengan air atau gula yang bisa mengurangi manfaat
madu yang sebenarnya. Salah satu jenis madu yang memang murni dan baik
untuk penderita diabetes adalah madu hitam. Madu hitam dibuat oleh lebah
madu yang menghisap nektar bunga mahoni. Oleh karenanya, madu hitam
terasa pahit di lidah, seperti biji mahoni sehingga kadar gula madu hitam

lebih rendah dibandingkan madu jenis lainnya. Jadi madu dan diabetes
memang memiliki hubungan yang erat karena madu bisa menggantikan gula
buatan untuk dikonsumsi penderita diabetes. Terlebih lagi madu hitam pahit
yang memiliki kadar gula alami yang rendah, sangat baik bagi bagi penderita
diabetes.
Tapi bukannya madu tetap mengandung gula? Apakah tidak menambah
gula darah? Untuk menjawab itu, Drs. Mochamad Chandra Widjaja, MM.
sebagai ahli perlebahan menegaskan bahwa madu berbeda dengan gula.
Meski sama-sama terdiri dari glukosa dan fruktosa, namun pada madu dua
jenis gula ini terpisah. Glukosa dan fruktosa diserap tubuh dalam kecepatan
yang berbeda. Fruktosa diserap berbeda dari gula lainnya. Fruktosa tidak
digunakan untuk energi seperti glukosa, tetapi disimpan dalam hati sebagai
trigliserida. Selain itu, madu membutuhkan insulin lebih sedikit serta
mengandung indeks glikemik lebih rendah daripada gula tebu. Dan satu lagi
sahabat,

gula

dalam

madu

termasuk

karbohidrat

kompleks.

Karena

mengandung karbohidrat kompleks inilah madu lebih sulit dicerna oleh


tubuh, sehingga kadar gula dalam darah tak melonjak tinggi seperti saat
mengonsumsi gula tebu.
Cara tepat mengkonsumsi madu bagi penderita diabetes, bagaimana?
Yang pasti anda harus mengkonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter
anda sahabat. Konsultasikan berapa banyak madu yang bisa anda konsumsi
setiap harinya. Ini perlu dilakukan karena tingkat kadar gula darah penyakit
diabetes untuk setiap orangnya mungkin berbeda. Madu bisa anda konsumsi
sebagai pengganti gula tebu. Anda yang biasanya menggunakan gula tebu
(gula pasir) untuk menambah cita rasa teh, kopi, jus dan minuman manis
lainnya, bisa anda ganti dengan menambahkan madu. Tetap jaga pola
makan, asupan gizi dan karbohidrat seimbang perlu anda lakukan. Semoga
khasiat madu alami sebagai terapi diabetes bisa anda dapatkan dan tubuh
anda menjadi sehat seperti sedia kala. Semangat dan salam sehat
sahabat!