Anda di halaman 1dari 16

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena
atas berkat dan limpahan rahmat-Nya, maka kami dapat menyelesaikan sebuah
makalah guna melengkapi tugas mata kuliah Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Laut
Terpadu dengan tepat waktu.
Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah makalah dengan judul Coral Reef
Dalam Pandangan Perusahaan/Stakeholder yang menurut kami dapat memberikan
manfaat yang besar bagi kita untuk mempelajari manfaat terumbu karang lebih
dalam. Melalui kata pengantar ini kami lebih dahulu meminta maaf dan memohon
permakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang kami
buat kurang tepat atau menyinggung perasaan pembaca.
Dengan ini kami mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima kasih dan
semoga Tuhan YME memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat.
Kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat kami perlukan guna
memperbaiki makalah ini yang jauh dari kata sempurna.

Malang, 18 Oktober 2015

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI 2
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang 3


1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Terumbu Karang

2.2 Terumbu Karang di Indonesia 6


BAB III PEMBAHASAN

3.1 Ekosistem Terumbu Karang

3.2 Habitat Terumbu Karang

16

3.3 Manfaat Terumbu Karang

17

3.4 Zonasi Terumbu Karang

18

3.5 Kerusakan Terumbu Karang

19

BAB IV PENUTUP 23
4.1 Kesimpulan
4.2 Saran

23

23

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan
sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanthellae. Terumbu karang termasuk dalam
jenis filum cnidaria yang memiliki tentakel. Terumbu karang tersusun atas polippolip yang hidup berkoloni. Hewan ini memiliki bentuk unik dan warna beraneka
rupa serta dapat menghasilkan CaCO3. Terumbu karang merupakan habitat bagi
berbagai spesies tumbuhan laut, hewan laut, dan mikroorganisme laut lainnya yang
belum diketahui.
Terumbu karang merupakan struktur batuan sedimen dari kapur (kalsium
karbonat) di dalam laut, atau disebut singkat dengan terumbu. Bagi ahli biologi
terumbu karang merupakan suatu ekosistem yang dibentuk dan didominasi oleh
komunitas koral.
Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan
sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanhellae. Terumbu karang termasuk dalam
jenis filum cnidaria yang memiliki tentakel. Terumbu karang tersusun atas polippolip yang hidup berkoloni. Hewan ini memiliki bentuk unik dan warna beraneka
rupa serta dapat menghasilkan CaCO3. Terumbu karang merupakan habitat bagi
berbagai spesies tumbuhan laut, hewan laut, dan mikroorganisme laut lainnya yang
belum diketahui
Dalam peristilahan 'terumbu karang', "karang" yang dimaksud adalah koral,
sekelompok hewan dari ordo Scleractinia yang menghasilkan kapur sebagai
pembentuk utama terumbu. Terumbu adalah batuan sedimen kapur di laut, yang juga
meliputi karang hidup dan karang mati yang menempel pada batuan kapur tersebut.

Sedimentasi kapur di terumbu dapat berasal dari karang maupun dari alga. Secara
fisik terumbu karang adalah terumbu yang terbentuk dari kapur yang dihasilkan oleh
karang. Di Indonesia semua terumbu berasal dari kapur yang sebagian besar
dihasilkan koral. Kerangka karang mengalami erosi dan terakumulasi menempel di
dasar terumbu.
1.2 Rumusan masalah
1) Apakah terumbu karang itu ?
2) Dimana saja letak terumbu karang di Indonesia?
3) Apa sajakah manfaat dari terumbu karang ?
4) Apa sajakah contoh kerusakan dan ancaman terhadap terumbu karang?
5) Bagaimana sebuah perusahaan memanfaatkan terumbu karang ?
1.3 Tujuan
Makalah yang kami buat ini bertujuan untuk menambah wawasan kita tentang
pentingnya ekosistem terumbu karang yang ada di laut. Setelah kita mengerti apa
peranan terumbu karang maka kita akan memahami perananannya dalam ekosistem
laut. Setelah kita memahai kita akan menjaga dan melestarikan terumbu karang yang
berada di laut untuk kelestarian ekosistem laut dan biota biotanya.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Terumbu Karang


Terumbu karang (Coral reef ) merupakan masyarakat organisme yang hidup
didasar perairan dan berupa bentukan batuan kapur (CaCO3) yang cukup kuat
menahan gaya gelombang laut. Sedangkan organismeorganisme yang dominan
hidup disini adalah binatang-binatang karang yang mempunyai kerangka kapur, dan
algae yang banyak diantaranya juga mengandung kapur. Berkaitan dengan terumbu
karang diatas dibedakan antara binatang karang atau karang (reef coral ) sebagai
individu organism atau komponen dari masyarakat dan terumbu karang (coral reef )
sebagai suatu ekosistem (Sorokin, 1993).

Gambar 1 jaring makanan ekosistem terumbu karang.


Terumbu karang (coral reef ) sebagai ekosistem dasar laut dengan penghuni
utama karang batu mempunyai arsitektur yang mengagumkan dan dibentuk oleh
ribuan hewan kecil yang disebut polip. Dalam bentuk sederhananya, karang terdiri

dari satu polip saja yang mempunyai bentuk tubuh seperti tabung dengan mulut yang
terletak di bagian atas dan dikelilingi oleh tentakel. Namun pada kebanyakan spesies,
satu individu polip karang akan berkembang menjadi banyak individu yang disebut
koloni (Sorokin, 1993).
2.2 Terumbu Karang di Indonesia
Terumbu karang merupakan salah satu komponen utama sumber daya pesisir
dan laut, disamping hutan mangrove dan padang lamun. Terumbu karang dan segala
kehidupan yang ada didalamnya merupakan salah satu kekayaan alam yang dimiliki
bangsa Indonesia yang tak ternilai harganya. Diperkirakan luas terumbu karang yang
terdapat di perairan Indonesia adalah lebih dari 60.000 km 2, yang tersebar luas dari
perairan Kawasan Barat Indonesia sampai Kawasan Timur Indonesia. Contohnya
adalah ekosistem terumbu karang di perairan Maluku dan Nusa Tenggara.

Gambar 8. Peta lokasi terumbu karang di Indonesia.

Indonesia merupakan tempat bagi sekitar 1/8 dari terumbu karang Dunia
(Cesar 1997) dan merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman biota perairan
dibanding dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya.
2.3 Manfaat Terumbu Karang
Moberg and Folke (1999) dalam Cesar (2000) menyatakan bahwa fungsi
ekosistem terumbu karang yang mengacu kepada habitat, biologis atau proses
ekosistem sebagai penyumbang barang maupun jasa. Untuk barang merupakan yang
terkait dengan sumberdaya pulih seperti bahan makanan yaitu ikan, rumput laut dan
tambang seperti pasir, karang. Sedangkan untuk jasa dari ekosistem terumbu karang
dibedakan :
1. Jasa struktur fisik sebagai pelindung pantai.
2. Jasa biologi sebagai habitat dan dan suport mata rantai kehidupan.
3. Jasa biokimia sebagai fiksasi nitrogen.
4. Jasa informasi sebagai pencatatan iklim.
5. Jasa sosial dan budaya sebagai nilai keindahan, rekrasi dan permainan
Terumbu karang menyediakan berbagai manfaat langsung maupun tidak
langsung. Cesar (2000) menjelaskan bahwa ekosistem terumbu karang banyak
meyumbangkan berbagai biota laut seperti ikan karang, mollusca, crustacean bagi
masyarakat yang hidup dikawasan pesisir. Selain itu bersama dengan ekosistem
pesisir lainnya menyediakan makanan dan merupakan tempat berpijah bagi berbagai
jenis biota laut yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Menurut Munro dan William
dalam Dahuri (1996) dari perairan yang terdapat ekosistem terumbu karang pada
kedalaman 30 m setiap kilometer perseginya terkandung ikan sebanyak 15 ton.
Sementara itu Supriharyono (2000) mengemukakan bahwa tingginya produktivitas
primer di perairan terumbu karang, memungkinkan ekosistem ini dijadikan tempat
pemijahan, pengasuhan, dan mencari makan bagi banyak biota laut. Menurut Salam
(1984) dalam Supriharyono (2000), bahwa 16% dari total hasil ekspor ikan Indonesia
berasal dari daerah karang.
Luas terumbu karang di Indonesia diperkirakan sekitar 50.000 km 2 dan
mempunyai kaenekaragaman jenis dan produktivitas primer yang tinggi. Namun
7

dibalik potensi tersebut, aktivitas manusia dalam rangka pemanfaatan potensi


sumberdaya alam didaerah pantai, baik secara langsung maupun tidak langsung
sering merusak terumbu karang. Menurut Suprihayono (2000) beberapa aktivitas
pemanfaatan terumbu karang yaitu :
1) Perikanan terumbu karang
Masalah perikanan merupakan bagian dari ekosistem bahkan keanekaragaman
karang dapat mencerminkan keanekaragaman jenis ikan. Semakin beragam jenis
terumbu karang akan semakin beraneka ragam pula jenis ikan yang hidup di
ekosistem tersebut. Oleh karena itu masalah perikanan tidak bisa diabaikan pada
pengelolaan ekosistem terumbu karang. Dengan meningkatnya jumlah penduduk
saaat ini maka jumlah aktivitas penangkapan ikan di ekosistem terumbu karang juga
meningkat. Apabila hal ini dilakukan secara intensif, maka kondisi ini memungkinkan
terjadinya penurunan stock ikan di ekosistem terumbu karang. Keadaan ini akan
memakan waktu lama untuk bisa pulih kembali. Pengelolaan yang efektif harus
didasarkan pada pengetahuan biologis target spesies, sehingga teknik penangkapan
yang tepat dapat ditentukan. Pengelolaan terumbu karang ini cenderung lebih banyak
ditekankan pada pengambilan karang atau aktivitas manusia seperti pengeboman ikan
karang, dan yang lainnnya secara tidak langsung dapat merusak karang.
2) Aktivitas Pariwisata Bahari
Untuk menjaga kelestarian potensi sumberdaya hayati daerah-daerah wisata
bahari, maka di Indonesia telah dibentuk suatu kerja sama pengembangan
kepariwisataan (Tourism Development Coorporation) yang modalnya berasal dari
dari para investor lokal, pemerintah lokal dan regional dan masyarakat Badan
kerjasama pariwisata dapat dijumpai di Nusa Dua Bali dan Manado. Adapun tugas
badan ini diantaranya adalah
Menjaga daya tarik masyarakat terhadap pengembangan pariwisata .
Membantu pengusaha menempati kebijaksanaan pemerintah
8

Pengadaaan dana pinjaman untuk pembangunan infra struktur.


Pemanfaatan taman laut untuk tujuan wisata pada umumnya diperoleh melalui agenagen pariwisata dan scuba diving .Namun kedua agen atau arganisasi tersebut lebih
mementingkan profit daripada harapan konservasi yaitu pelestarian sumberdaya alam
laut. Sebagai akibatnya aktivitas mereka sering menimbulkan hal hal yang tidak
diinginakan atau bertentangan dengan nilai estetika atau carrying capacity
lingkungan laut.
3) Aktivitas Pembangunan Daratan
Aktivitas pembangunan di daratan sangat menentukan baik buruknya
kesehatan terumbu karang. Aktivitas pembangunan yang tidak direncanakan dengan
baik di daerah pantai akan menimbulkan dampak terhadap ekosistem terumbu karang.
Beberapa aktivitas seperti pembukaan hutan mangrove, penebangan hutan,
intensifikasi pertanian, bersama-saa dengan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS)
yang jelek umumnya akan meningkatkan kekeruhan dan sedimentasi di daerah
terumbu karang.
4) Aktivitas Pembangunan di Laut
Aktivitas pembangunan di laut, seperti pembangunan darmaga pelabuhan,
pengeboran minyak, penambangan karang, pengambilan pasir dan pengambilan
karang dan kerang untuk cinderamata secara langsung maupun tidak langsung akan
memebahayakan kehidupan terumbu karang. Konstruksi pier dan pengerukan alur
pelayanan menaikkan kekeruhan demikian juga dengan eksploitasi dan produksi
minyak lepas pantai, selain itu tumpahan minyak tanker juga membahayakan terumbu
karang seperti yang terjadi di jalur lintasan international.
Terumbu karang mengandung berbagai manfaat yang sangat besar dan
beragam, baik secara ekologi maupun ekonomi. Menurut Cesar (1997) estimasi jenis
manfaat yang terkandung dalam terumbu karang dapat diidentifikasi menjadi dua

yaitu manfaat langsung dan manfaat tidak langsung. Manfaat dari terumbu karang
yang langsung dapat dimanfaatkan oleh manusia adalah:

sebagai tempat hidup ikan yang banyak dibutuhkan manusia dalam bidang
pangan, seperti ikan kerapu, ikan baronang, ikan ekor kuning), batu karang,

pariwisata, wisata bahari melihat keindahan bentuk dan warnanya.

penelitian dan pemanfaatan biota perairan lainnya yang terkandung di


dalamnya.

Sedangkan yang termasuk dalam pemanfaatan tidak langsung adalah sebagai


penahan abrasi pantai yang disebabkan gelombang dan ombak laut, serta sebagai
sumber keanekaragaman hayati.

3.4 Kerusakan dan Ancaman terhadap terumbu karang


Fenomena alam dan berbagai tindakan destruktif masyarakat mengancam
kesehatan maupun keberadaan terumbu karang. Ancaman terhadap terumbu karang
dibagi menjadi dua kategori yaitu ancaman bencana alam dan ancaman yang
ditimbulkan oleh manusia. Ancaman yang ditimbulkan oleh alam termasuk kerusakan
akibat badai, perubahan suhu. Sedangkan ancaman yag disebabkan oleh aktivitas
manusia adalah :

Praktek penangkapan dengan racun, dengan peledak, muroami .


Sedimentasi , polusi dan sampah
Pertambangan
Praktek tourism yang tidak berkelanjutan.
membuang sampah ke laut dan pantai yang dapat mencemari air laut
membawa pulang ataupun menyentuh terumbu karang saat menyelam, satu

sentuhan saja dapat membunuh terumbu karang


pemborosan air, semakin banyak air yang digunakan maka semakin banyak
pula limbah air yang dihasilkan dan dibuang ke laut.

10

pengunaan pupuk dan pestisida buatan, seberapapun jauh letak pertanian


tersebut dari laut residu kimia dari pupuk dan pestisida buatan pada akhinya

akan terbuang ke laut juga.


Membuang jangkar pada pesisir pantai secara tidak sengaja akan merusak

terumbu karang yang berada di bawahnya.


terdapatnya predator terumbu karang, seperti sejenis siput drupella.
penambangan
pembangunan pemukiman
reklamasi pantai
polusi
penangkapan ikan dengan cara yang salah, seperti pemakaian bom ikan
Cesar (2000) melaporkan terjadi praktek penangkapan besarbesaran dengan

bahan peledak dan cianida di Indonesia. Penyebabnya adalah demand yang tinggi
terhadap ikan karang terutama jenis kerapu ( groupers) maupun ikan Napoleon
wrasse. Dengan nilai pasar yang tinggi berkisar US$ 60-180 per kilo telah
menyebabkan perburuan ikan karang dihampir seluruh perairan Indonesia. Untuk
menjaga profit yang menggiurkan ini mau tidak mau supply tetap banyak dan biaya
ektraksi harus murah, sehingga masyarakat beramai-ramai memanen ikan
menggunakan bahan peledak dan sianida.

Gambar 5. Penggunaan bom ikan

11

Gambar 6. Penggunaan sianida

Gambar 7. Kerusakan terumbu karang


Umumnya penyebab sedimentasi karena penebangan hutan atau aktivitas
masyarakat kota, sehingga simbiose algae dan karang menjadi terhalang dari
penangkapan cahaya matahari. Sedimentasi yang lebih parah terjadi apabila
penutupan lahan seperti reklamasi daerah estuaria dan pantai. Sedangkan polusi yang
terjadi disebabkan oleh bahan kimia pertanian dan limbah industri yang dibuang
keperairan. Menurut penelitian Cesar (2000) biaya polusi dan sampah kota selama 1
tahun di Indonesia adalah 987 milyar USD. Sedangkan keuntungan dari tourisme
adalah 101 milyar USD,dari perikanan 221 milyar USD, dan kesehatan (farmasi )
sebesar 4,8 mlyar USD Sehingga total manfaat yang didapatkan dari ekosistem

12

terumbu karang adalah 327 milyar USD, atau sepertiga dari total biaya sebesar 987
milyar USD.
Praktek penambangan karang sejak lama terjadi, umumnya untuk membangun
fondasi rumah penduduk atau kantor pemerintah di pulau terpencil dan untuk
campuran semen. Penambangan karang tidak hanya menghancurkan karang tetapi
juga mengakibatkan penebangan hutan untuk pembakaran karang. Penambangan
karang juga berdampak terhadap jasa ekologis seperti pelindung garis pantai .
Di dalam terumbu karang, koral adalah kerangka ekosistemnya. Sebagai
hewan yang menghasilkan kapur untuk kerangka tubuhnya, koral merupakan
komponen yang terpenting dari ekosistem tersebut. Baik buruknya kondisi suatu
ekosistem terumbu karang dilihat dari komunitas karangnya. Kehadiran karang di
terumbu akan diikuti oleh kehadiran ratusan biota lainnya (ikan, invertebrata, algae),
sebaliknya hilangnya karang akan diikuti oleh perginya ratusan biota penghuni
terumbu karang.
Ekosistem terumbu karang merupakan ekosistem dengan efisiensi yang sangat
tinggi. Lokasinya yang dekat pantai mengakibatkan pertemuan berbagai komponen
biotik yang memberikan banyak masukan dan menghasilkan energi yang besar
Disamping menghasilkan sedimen kapur pembentuk terumbu, karang juga
meningkatkan kompleksitas dan produktivitas ekosistem. Karang kadangkala disebut
juga sebagai karang batu (karang yang keras seperti batu) atau karang terumbu
(karang

yang

menghasilkan

kapur

pembentuk

terumbu).

Hal

ini

untuk

membedakannya dengan karang lunak. Jika istilah karang digunakan secara sendiri
maka itu mengacu pada karang batu atau karang terumbu, bukan karang lunak.
Karang mendapatkan makanan sebagian besar (>70%)dari algae zooxanthellae yang
terdapat di dalam tubuhnya sedangkan sisanya ia dapat memakan plankton atau
bahkan sedimen.

13

Indonesia merupakan negara yang mempunyai potensi terumbu karang


terbesar di dunia. Luas terumbu karang di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar
60.000 km2. Hal tersebut membuat Indonesia menjadi negara pengekspor terumbu
karang pertama di dunia. Dewasa ini, kerusakan terumbu karang, terutama di
Indonesia meningkat secara pesat. Terumbu karang yang masih berkondisi baik hanya
sekitar 6,2% ([Webmaster] 2001). Kerusakan ini menyebabkan meluasnya tekanan
pada ekosistem terumbu karang alami. Meskipun faktanya kuantitas perdagangan
terumbu karang telah dibatasi oleh Convention on International Trade in Endangered
Species of Wild Fauna and Flora (CITES), laju eksploitasi terumbu karang masih
tinggi karena buruknya sistem penanganannya.
3.5 Cara Perusahaan Memanfaatkan Terumbu Karang
Kami menawarkan cara memanfaatkan dan menikmati keindahan terumbu
karang dengan tidak merusak ekosistemnya. Kami membuka sebuah penginapan
dengan menawarkan fasilitas diving dan snorkeling kelas dunia, kami menawarkan
pantai tenang, banyak sinar matahari, budaya yang menarik, anak-anak dapat menaiki
kuda di pinggir pantai. Warna-warni, terumbu karang dan kehidupan ikan dapat anda
nikmati dimulai hanya 20 meter dari pantai. Perusahaan resort kami secara aktif
mendukung konservasi wilayah laut dan habitat. Kami memiliki tiga kegiatan yang
sangat melibatkan masyarakat dalam pariwisata bahari, seperti kegiatan Reef
Gardener dengan memberikan pelatihan dan menciptakan lahan pekerjaan bagi
nelayan muda untuk secara aktif melindungi terumbu karang, mengadakan acara
bersih-bersih pantai setiap minggu yang dapat diikuti oleh masyarakat pesisir dan
tamu dari resort kami dan kegiatan pelatihan sendra tari bagi anak-anak nelayan di
wilayah pesisir sehingga dapat menjadi hiburan juga untuk tamu resort kami.
Berkoordinasi dengan pemerintah lokal dan memberdayakan masyarakat setempat
dalam perencanaan dan pengambilan keputusan tentang pariwisata bahari yang
berkelanjutan di wilayah kami; Mendukung perusahaan lokal untuk mempromosikan
dan mengembangkan produk yang berkelanjutan berdasarkan prinsip perdagangan
14

yang adil. Produk-produk ini dapat mencakup makanan dan minuman, kerajinan,
produk pertanian, dll; dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal dengan
menyediakan peluang sosial, ekonomi, dan peluang lainnya
Selain itu, perusaahaan kami memberikan pelatihan bagi staf dan masyarakat
untuk meningkatkan kesadaran akan kualitas khusus dan kepekaan tentang warisan
alam dan budaya setempat; dan memanfaatkan teknologi hemat energi dan sarana
yang inovatif untuk mengurangi timbulan sampah, karenanya meminimalkan dampak
negatif terhadap lingkungan hidup.

BAB III
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Ekosistem terumbu karang di laut sangat penting. Karena terumbu karang
merupakan tempat hidup dan tempat mencari makan dari berbagai jenis ikan yang ada
di laut. Terumbu karang juga menjaga kelestarian dari luat, bila terumbu karang rusak
maka ekosistemnya akan rusak. Pemulihan terumbu karang yang rusak sangatlah

15

lama memerlukan waktu ratusan taun untuk menumbuhkan terumbu karang agar
dapat menjadi tempat yang baik untuk hidup ikan.
Kelakukan buruk yang dilakukan manusia mengancam ekosistem terumbu
karang. Banyak yang dilakukan oleh manusia yang merusak terumbu karang, mereka
tidak sadar bahwa apabila terumbu karang rusak maka laut sebagi sumber mata
pencarian mereka juga akan ikut rusak.
4.2 Saran

16