Anda di halaman 1dari 50

BAB VII

ANGGARAN BIAYA OVERHEAD


PABRIK ( BOP )

11/5/15

Defenisi
Adalah suatu perencanaan secara
terperinci mengenai biaya-biaya
tidak langsung yang dikeluarkan
sehubungan
dengan
proses
produksi yang akan datang yang
meliputi jenis biaya, waktu serta
tempat (departemen dimana biaya
tersebut terjadi).
11/5/15

Ada 2 Departemen dalam BOP


1. Departemen produksi yang bekerja
mengolah BB menjadi barang jadi
2. Departemen pembantu / Jasa bagian
yang menyediakan jasa yang secara
tidak langsung berperan dalam proses
produksi

11/5/15

PERENCANAAN BESARNYA ANGGARAN


Ada dua masalah pokok yang perlu diperhatikan berkaitan
dengan perencanaan besarnya anggaran biaya overhead
pabrik :
1. Masalah Penanggung Jawab dalam perencanaan biaya
Dalam hal peananggungjawab pelaksanaan
2. Satuan Kegiatan yang digunakan,
.
.
.
.
.

11/5/15

Material Cost ( MC)


Direct Labour Cost ( DLC)
Direct Mechine Hours ( DMH)
Direct repair hours ( DRH)
Kilo Watt Hours ( Kwh)

Tujuan Penyusunan Anggaran BOP

Secara umum
Sebagai alat pedoman kerja,
pengkoordinasian kerja yang dapat
membantu pihak manajemen
dalam menjalankan kegiatan
perusahaan
11/5/15

Secara khusus
Mengetahui penggunaan biaya secara lebih efesien
Menentukan harga pokok secara lebih tepat
Mengetahui pengalokasian BOP sesuai dengan tempat
( departemen) dimana biaya dibebankan
Sebagai alat pengawasan BOP

11/5/15

Pengalokasian Dep Pembantu Produksi


Ada 3 model pengalokasian biaya overhead pabrik
departemen pembantu produk ke biaya overhead pabrik
departemen produksi yaitu :

1.

11/5/15

Alokasi langsung yaitu biaya overhead pabrik


departemen
pembantu
produksi
langsung
dialokasikan ke biaya overhead pabrik departemen
produksi.Misalnya suatu pabrik memiliki dua
departemen pembantu A dan B, dan memiliki dua
departemen produksi yaitu C dan D.Biaya overhead
departemen
pembantu A dan B dialokasikan
langsung ke C dan D

2.Alokasi bertahap, yaitu biaya overhead pabrik


departemen pembantu produksi yang satu dialokasikan
sebagian kebiaya overhead departemen pembantu
lainnya, kemudian dialokasikan ke biaya overhead
departemen produksi. Misalnya suatu pabrik memiliki
dua departemen pembantu yaitu A dan B dan dua
departemen produksi C dan D.Biaya overhead
departemen pembantu A dialokasikan ke B,C dan D,
kemudian biaya overhead departemen pembantu B
dialokasikan k biaya overhead departemen produksi C
dan D.

11/5/15

3.Alokasi timbal balik atau reciprocal atau model aljabar.


Misalnya suatu pabrik memiliki dua departemen
pembantu yaitu A dan B dan dua departemen produksi
C dan D.Biaya overhead departemen pembantu
produksi A dialokasikan ke B, dan setelah B menerima
alokasi dari A kemudian dialokasi ke A secara timbal
balik ( B menerima A dan A menerima B/ keduanya
saling memberi dan menerima). Setelah keduanya
saling memberi dan menerima selanjutnya keduanya
mengalokasikan biayanya ke departemen produksi C
dan D.
11/5/15

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


ANGGARAN BOP
Jumlah unit yg akan diproduksi
Berbagai standar yang telah ditetapkan
perusahaan
Sistem pembayaran upah yang dipakai
Metode depresiasi aktiva tetap
Metode alokasi biaya yg dipakai oleh perusahaan
untuk membagi biaya yang semula merupakan
suatu kesatuan menjadi beberapa kelompok
dimana biaya tersebut terjadi
11/5/15

Perusahaan Makmur merencanakan


BOP setahun sebagai berikut :
Departemen

Kegiatan

BOP

Produksi I

Pencetakan

10.000.000

Produksi II

Penghalusan

5.000.000

Jasa I

Pembangkit
Listrik

2.000.000

Jasa II

Bengkel

1.000.000

11/5/15

Rencana Pemakaian Jasa seksi jasa 1 dan 2


Pemakai Jasa

Pemberi Jasa
Jasa 1

Pemberi Jasa
Jasa 2

Dep Produksi I

50%

40%

Dep Produksi II

30%

50%

Dep Jasa 1

10%

Dep Jasa 2

20%

11/5/15

Seksi jasa 1 adalah pembangkit listrik, satuan


kegiatannya diukur dengan Kwh, dalam setahun yang
direncanakan sebesar 10.000 Kwh. Seksi jasa 2 adalah
bengkel yang dalam setahun bekerja 10.000 DRH
Atas dasar data diatas saudara diminta :
Menentukan persamaan yang berlaku untuk kedua
seksi jasa masing-masing
Menghitung besarnya BOP Neto seksi jasa setelah
saling memberi dan menerima
Menentukan tarip per Kwh untuk seksi jasa 1 dan per
DRH untuk seksi jasa 2.
11/5/15

Persamaan :
X = a1 + b1 Y
Y = a2 + b2 X
Dimana :
X = BOP dari seksi jasa 1 setelah menerima BOP dari seksi
jasa 2
Y = BOP dari seksi jasa 2 setelah menerima BOP dari seksi
jasa 1
a1= BOP dari seksi jasa 1 sebelum menerima BOP dari
seksi jasa 2
a2= BOP seksi jasa 2 sebelum menerima BOP dari seksi
jasa 1
11/5/15

b1 = Prosentase penggunaan seksi jasa 2


oleh seksi jasa 1/pemberi jasa 2
b2 = Prosentase penggunaan seksi jasa 1
oleh seksi jasa 2 /pemberi jasa jasa 1
Sehingga persmaan yang berlaku dari soal
diatas adalah :
X = 2.000.000 + 0,1 Y
Y = 1.000.000 + 0,2 X
11/5/15

X = 2.000.000 +0,1( 1.000.000+0,2X)


X = 2.000.000 + 100.000 +0,02X
0,98 X = 2.100.000
X = 2.100.000 / 0,98
X = 2.142.857,142
Y = 1.000.000 + 0,2 (2.142.857,142)
Y = 1.428.571,43

11/5/15

Seksi Jasa 1

Seksi Jasa 2

Budget BOP

2.000.000

1.000.000

Memberi

(428.571,43)

(142.857,142)

Menerima

142.857,142

428.571,43

BOP Netto

1.714.285,71

1.285.714,29

11/5/15

Tarip BOP seksi jasa 1 persatuan Kwh


adalah :
1.714.258,71 : 10.000 = Rp. 171,43
Tarip BOP seksi jasa 2 per DRH adalah
1.285.714,29 : 10.000 = Rp.128,57

11/5/15

Data yang tersedia dari PT Setia adalah :


a. Biaya overhead pabrik
Departemen

Sifat

Jml Biaya

Perakitan

Produksi 4.000.000

Tingkat
Kegiatan
10.000 DMH

Penyelesaian Produksi 2.000.000

5.000 DLH

Bengkel

Jasa 1

1.000.000

1.000 DRH

Diesel

Jasa 2

1.000.000

1.000 Kwh

11/5/15

Penggunaan hasil kegiatan Dep Jasa


Pemberi Perakitan Penyele Bengkel Diesel
Jasa
saian
Dep
Bengkel

40%

40%

20%

Dep
Diesel

50%

40%

10%

11/5/15

Dengan data tersebut diatas saudara


diminta untuk :
a. BOP
Netto
masing-masing
Departemen Jasa
b. Jumlah BOP keseluruhan masingmasing Departemen Produksi
c. Tarip BOP masing-masing Dep
Produksi untuk setiap kegiatan

11/5/15

X = a1+b1 Y
Y = a2+b2X
X = 1.000.000 + 0,1 Y
Y = 1.000.000 + 0,2 X
X = 1.000.000 + 0,1 (1.000.000+0,2X)
X = 1.000.000 + 100.000 + 0,02X
0,98 X = 1.100.000
X = 1.100.000 : 0,98 = 1.122.449
Y = 1.000.000 + 0,2 ( 1.122.449) = 1.224.490
11/5/15

Dep Bengkel

Dep Diesel

Budget BOP

1.000.000

1.000.000

Memberi

(224.490)

(122.449)

Menerima

122.449

224.490

BOP Netto

897.959

1.102.041

11/5/15

Dep Perakitan
Budget BOP

4.000.000

Alokasi dari
Dep Bengkel
40/80 x 897.959

448.979,5

Dep Diesel
50/90 x 1.102.041

612.245

11/5/15

Dep Penyelesaian
BOP

2.000.000

Alokasi dari
Dep Bengkel
40/80 x 897.959

448.979,5

Dep Diesel
40/90 x 1.102.041
11/5/15

489.796

Departemen Produksi I ( Dep Perakitan ) :


= (5.061.224,5) / 10.000 = 506,12/DMH
Dep Produksi II ( Dep Penyelesaian :
= ( 2.938.775,5) / 5.000 = 587,76/DLH

11/5/15

PT Sederhana memproduksi 2 jenis produk


XX dan YY.Kedua produk ini diproses
melalui 2 departemen produksi dan 2
departemen jasa.Tarip BOP ditentukan
berdasarkan rencana kegiatan tahunan
a. Biaya Overhead pabrik
jml biaya jml DMH
Dep Prod 1 12.000.000
63.000
Dep Prod II
9.000.000
33.000
Dep Jasa I 3.000.000
9.000
Dep Jasa II
2.400.000
7.500

11/5/15

Penggunaan hasil kegiatan Departemen Jasa


:
Pemberi jasa
Pemakai Jasa
jasa 1 Jasa 2
Produksi I
45% 35%
Produksi II
40% 45%
Jasa 1
20%
Jasa 2
15%
11/5/15

Dari soal diatas saudara diminta untuk :


1. Menghitung BOP Netto masingmasing Dep Jasa setelah saling
memberi dan menerima
2. Menghitung
besarnya
BOP
keseluruhan masing-masing Dep
Produksi setelah meneyerap BOP
dari departemen jasa

11/5/15

Jawab :
X = 3.000.000 + 0,2 Y
Y = 2.400.000 + 0,15 X
X = 3.000.000 + 0,2 (2.400.000 + 0,15 X)
X = 3.000.000 + 480.000 + 0,03 X
0,97 X = 3.480.000
X = 3.587.628,87
Y = 2.400.000 + 0,15 (3.587.628,87 )
Y = 2,938,144.33
11/5/15

Jasa 1

Jasa 2

BOP

3.000.000

2.400.000

Memberi

(538,144.33) (587.628,87)

Menerima

587.628,87

538,144.33

BOP Netto

3.049.484,5

2.350.515,46

11/5/15

Anggaran BOP

Dep Pro I

Dep Pro II

12.000.000

9.000.000

Alokasi BOP
Jasa 1
45/85 x 3.049.484,5
40/85 x 3.049.484,5
Jasa 2

1.614.432,92
1.435.051,55

35/80 x 2.350.515,46
45/80 x 2.350.515,46

1.028.350,51

BOP Netto

14.642.783,43

11/5/15

1.322.164,95

11.757.216,5

Data Biaya Overhead Pabrik untuk tahun


2001 adalah :
Departemen

BOP ( Rp)

Produksi 1

48.000.000

Produksi II

24.000.000

Dep Jasa 1

7.500.000

Dep Jasa2

9.000.000

11/5/15

Waktu kerja Dep Produksi 1 = 15.000 DMH


Waktu Kerja Dep Produksi 2 = 7.500 DLH
Pene-

rima

Jasa

Pemberi D.Pro 1 D.Pro 2 D.Jasa 1 D.Jasa 2


Jasa
Jasa 1

50%

35%

15%

Jasa 2

45%

45%

10%

11/5/15

Soal Latihan :
PT Semesta memproduksi 3 jenis produk yaitu X,Y
dan Z. Ketiga Produk tersebut diproses melalui 2
depatemen produksi dan dua departemen jasa. Tarip
BOP ditentukan berdasarkan rencana kegiatan
tahunan.
a. BOP yang dianggarkan setahun :

11/5/15

Departemen

Jumlah

Produksi 1

20.000.000

Produksi 2

24.000.000

Jasa 1

8.000.000

Jasa 2

6.500.000

b. Penggunaan hasil
Pemberi

Jasa

Pemakai

jasa

Pro 1

Pro 2

Jasa 1

Jasa 2

Dept jasa 1

50%

40%

10%

Dept jasa 2

45%

35%

20%

C. Anggaran produksi setahun untuk ketiga produk


adalah sbb :
Produk X = 8.000 unit
Produk Y = 5.000 unit
Produk Z = 4.000 unit

11/5/15

d. Standar penggunaan waktu persatuan unit produk (DMH)


Jenis Produk

Dept Produksi 1

Dept Produksi 2

2,5

1,5

1,5

Dari data diatas sauda diminta untuk menyusun :


a. Anggaran BOP netto masing-masing Dept jasa
b. BOP Dept Produksi
c. Tarip BOP per DMH untuk setiap Dept produksi.
11/5/15

Latihan soal
Departemen
Dep Produksi I
Dep Produksi II
Dep Jasa I
Departemen
Jasa 2

11/5/15

BOP
19.000.000
12.000.000
7.500.000
5.000.000

Penggunaan hasil kegiatan


Departemen Jasa
Pemakai
Jasa
Dep
Produksi I
Dep
Produksi II
Dep Jasa 1
Dep Jasa 2

Pemberi Jasa
Jasa 1
50%

Jasa 2
55%

40%

30%

10%

15%
-

Contoh :

Perusahaan ABC memproduksi 2 jenis produk yaitu X


dan Y
Jenis
Brg

Renc
Penjualan

Harga
Rp

Pers
Awal

60.000

200

20.000 25.000

40.000

250

8.000

11/5/15

Pers
Akhir

9.000

Harga dan Penggunaan Bahan Baku


Uraian
Produk X

BB A
4

BB B
2

BB C
0

Produk Y

Pers Awal

32.000

29.000

6.000

Pers Akhir

36.000

32.000

7.000

Harga/unit

12

11/5/15

Standar Jam kerja


Jenis Produk Standar jam
Kerja

11/5/15

Upah
Rp

2 jam

12

3 jam

16

Persediaan barang jadi sebagai berikut :


Jenis Produk

Persediaan
Awal

Persediaan
Akhir

1.000 unit
(125.000 )

500 unit

500 unit
(90.000 )

400 unit

11/5/15

Perencanaan Biaya BOP PT ABC adalah


sebagai berikut :
Departemen

Jumlah BOP

Dep Produksi I

2.500.000

Dep Produksi II

3.000.000

Dep Jasa 1

1.000.000

Dep Jasa II

750.000

11/5/15

Penggunaan hasil kegiatan Dep Jasa


sebagai berikut :
Pemberi Pemakai
Jasa
Dep Pro
I

Pemakai
Dep Pro
II

Pemakai Pemakai
Dep Jasa Dep Jasa
I
II

Jasa 1

50%

40%

10%

Jasa 2

45%

35%

20%

11/5/15

Diketahui biaya pemasaran dan adm untuk


masing-masing produk adalah sbb :
Jenis Produk By Pemasaran By Adm

11/5/15

680.000

1.000.000

560.000

500.000

1.
2.
3.
4.
5.
11/5/15

Untuk operasional perusahaan PT ABC


meminjam uang di Bank sebesar Rp.
4.000.000,- dengan suku bunga 20%, Jika
pembebanan pajak sebesar 25% buatlah :
Anggaran Penjualan
Anggaran Produksi
Anggaran Bahan Baku Langsung
Anggaran Tenaga Kerja Langsung
Anggaran BOP Dep Produksi dan standar
per jam

6. Anggaran Harga Pokok Produksi


7. Anggaran Harga Pokok Penjualan
8. Anggaran Laba Rugi

11/5/15

Tugas akhir per-kelompok


1. Profile perusahaan
2. Data-data yang dibutuhkan untuk
membuat anggaran komprehensif dalam
bentuk deskripsi
3. Data dalam bentuk triwulan
4. Jawaban diketik di kertas ukuran A-4
5. Dikumpulkan paling lambat hari Sabtu, 5
Juli 2008
11/5/15

Perusahaan Mentari Pagi mengumpulkan


data untuk perencanaan tahun 2001 sbb :
BOP setahun masing-masing departemen
Dep
Produksi 1

Kegiatan
Prosessing

Total biaya
120.000.000

Produksi II

finishing

60.000.000

Jasa 1

Listrik

15.000.000

Jasa 2

Bengkel

22.500.000

11/5/15

Penggunaan jasa dari dep jasa1 dan jasa2


adalah:
Pemberi jasa Prod1 Pro2 jasa 1 jasa2
Dep jasa1
45% 40% 15%
Dep jasa2
50% 40% 10% Hitunglah BOP Netto Dep jasa setelah
memberi dan menerima jasa
11/5/15