Anda di halaman 1dari 113

TEKNOLOGI PERTANIAN

Kamis, 03 Oktober 2013


LAPORAN ALAT DAN MESIN PERTANIAN
Laporan Praktikum

ALAT DAN MESIN PERTANIAN


Pengolahan Tanah Dan Pengambilan Data Lapangan

Oleh
Kelompok 1
Lanuihsan
: 1127040068
Muh. Aksa : 1127040049
Nurhayati : 1127040052
Rikno Amalia
: 1127040065
Antri Jayadi
: 1127040087
Tuti Handayani A: 1127040059
Ahmad Muhlis : 1127040055

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNOLOGI PERTANIAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2012 / 2013
HALAMAN KONSULTASI
NAMA :
Lanuihsan
Muh. Aksa
: 1127040049
Nurhayati
: 1127040052
Rikno Amalia : 1127040065

: 1127040068

Antri Jayadi : 1127040087


Tuti Handayani A
: 1127040059
Ahmad Muhlis
: 1127040055
PRODI
: PENDIDIKAN TEKNOLOGI PERTANIAN (S1)
FAKULTAS
: TEKNIK UNM
N
HASIL KONSULTASI
PARAF
O

Makassar, 27 Juni 2013


Dosen pembimbing

Drs. KADIRMAN.,MS
HALAMAN PENGESAHAN
KE
GIATAN PRAKTEK ALAT DAN MESIN PERTANIAN
1) A. Judul Kegiatan : Pengolahan Tanah
B. Jenis Kegiatan : Pengolahan Tanah Pertama Dan Kedua
Membersihkan Lahan Baru Dari Tanaman Pengganggu
Pengolahan Tanah Pertama (Bajak Singkal)
Pengolahan Tanah Kedua (Glebek/ Harrow Rotor)
Pengolahan Tanah Kedua (Garu/Leveller)
2) Pelaksanaan Kegiatan
A. Nama
: Lanuihsan
Muh. Aksa
: 1127040049
Nurhayati
: 1127040052

: 1127040068

Rikno Amalia : 1127040065


Antri Jayadi : 1127040087
Tuti Handayani A
: 1127040059
Ahmad Muhlis
: 1127040055
B. Jurusan
:
Pendidikan Teknologi Pertanian
C. Fakultas :
Fakultas Teknik UNM
3) Alamat Pelaksanaan praktek
Alamat kampus
:
Jl Dg Tata Raya Parang Tambung Barat
4)
Lama Kegiatan

3 (tiga) Bulan

Makassar, 27 Juni 2013


Mengetahui
Dosen pembimbing

Pelaksana kegiatan

Drs. KADIRMAN MS
Nip:

LANUIHSAN
N1M : 1127040068

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa yang telah melimpahkan
berkat dan hidayah-Nya sehingga laporan praktikum ini yang membahas tentang pengolahan
manisan dan asinansalak dapat terselesaikan. Penulisan laporan praktikum ini bertujuan untuk
memenuhi tugas dari Mata Kuliah Alat dan Mesin Pertanian. Selain untuk memenuhi tugas
akhir, tujuan penulis dalam penulisan laporan ini adalah sebagai hasil akhir dalam praktikum
pengolahan lapangan yang dipraktikkan.
Dalam penyelesaian laporan praktikum lapangan ini, penulis banyak mengalami
kesulitan, terutama disebabkan oleh kurangnya ilmu pengetahuan. Namun, berkat bimbingan dari
segala pihak, akhirnya laporan praktikum ini dapat terselesaikan walaupun masih banyak
terdapat kekurangan. Karena itu, sudah sepantasnya jika penulis mengucapkan banyak terima
kasih kepada Bapak Reski Drs. Kadirman.,MS.
Penulis menyadari sebagai seorang mahasiswa yang pengetahuannya belum seberapa dan
masih perlu banyak belajar dalam penulisan laporan, bahwa laporan ini memiliki banyak
kekurangan. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang berguna agar
laporan ini menjadi lebih baik. Harapan penulis, mudah-mudahan laporan yang ini dapat

digunakan sebagai referensi bagi adik-adik yang akan datang dan bermanfaat bagi pembaca,
rekan mahasiswa dan yang lainnya .Amin .
Makassar, 27 Juni 2013

Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
HALAMAN KONSULTASI
HALAMAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

A.
B.
C.
A.
B.
C.
D.
E.
A.

BAB I. PENDAHULUAN
Latar Belakang Praktek
Tujuan Praktek
Manfaat Praktek
BAB II. KAJIAN TEORI
Cangkul Dan Sabit (mattock and sickle)
Traktor tangan (hand tractor)
Bajak singkal (mold board plow)
Glebek (harraow rotor)
Garu (leveller)
BAB III PELAKSANAAN PRAKTEK
1. Membersihkan Lahan Baru Dari Tanaman Pengganggu
2. Alat/ Mesin Yang Digunakan
3. Bahan Yang Digunakan
4. Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3)
5. Langkah Kerja
5.1. Persiapan Kerja
5.2. Pelaksanaan Kerja

i
ii
iii
iv
v

1
1
2
3
4
4
7
15
22
23
28
28
28
28
28
28
28
28

5.2.1. Pengoperasian Alat/ Mesin


Data/ Pengukuran
29
29
5.2.4. Hasil
5. 3. Perawatan Alat/Mesin
B. 1. Pengolahan tanah pertama (bajak singkal)

28
5.2.3. Perhitungan

5.2.2. Tabulasi
29

30
30

2. Alat/ Mesin Yang Digunakan


3. Bahan Yang Digunakan
4. Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3)
5. Langkah Kerja
5.1. Persiapan Kerja
5.2. Pelaksanaan Kerja
5.2.1. Pengoperasian Alat/ Mesin
5.2.2. Tabulasi Data/ Pengukuran
5.2.3. Perhitungan
5.2.4. Hasil
5. 3. Perawatan Alat/Mesin
C. 1. Pengolahan Tanah Kedua (Glebek/ Harrow Rotor)
2. Alat/ Mesin Yang Digunakan
3. Bahan Yang Digunakan
4. Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3)
5. Langkah Kerja
5.1. Persiapan Kerja
5.2. Pelaksanaan Kerja
5.2.1. Pengoperasian Alat/ Mesin
5.2.2. Tabulasi Data/ Pengukuran
5.2.3. Perhitungan
5.2.4. Hasil
5. 3. Perawatan Alat/Mesin
D. 1. Pengolahan Tanah Kedua (Garu/Leveller)

30
30
30
31
31
31
31
32
33
33
33
34
34
34
34
34
33
35
35
36
36
37
37

2. Alat/ Mesin Yang Digunakan


3. Bahan Yang Digunakan
4. Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3)
5. Langkah Kerja
5.1. Persiapan Kerja
5.2. Pelaksanaan Kerja
5.2.1. Pengoperasian Alat/ Mesin
5.2.2. Tabulasi Data/ Pengukuran
5.2.3. Perhitungan
5.2.4. Hasil
5. 3. Perawatan Alat/Mesin
BAB IV. KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
B. SARAN-SARAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

37
38
38
38
38
39
39
40
40
41
41

37

42
42
42
43
44

BAB I
PENDAHULUAN
D. Latar Belakang Praktek
Indonesia adalah negara agraris yang sebagian besar penduduknya memiliki mata
pencaharian sebagai seorang petani. Begitu banyaknya pulau dan daratan membuat bidang
pertanian berkembang dengan sangat pesat. Dukungan iklim dan cuaca yang baik juga menjadi
faktor pendorong kemajuan sektor ini. Untuk meningkatkan hasil pertanian, menggunakan alat
dan mesin pertanian merupakan solusi terbaik.
Teknologi tidak dapat dipisahkan di dalam kehidupan manusia. Kehadiran teknologi dapat
mempermudah seluruh bidang kehidupan manusia. Begitu juga halnya dengan bidang bercocok
tanam ini. Sudah sejak dahulu sektor pertanian sebagai penopang perekonomian negara. Sampai
saat ini pun sektor pertanian masih tetap menyumbang devisa yang cukup besar bagi
perekonomian negara. Bahkan pada saat Indonesia dilanda krisis ekonomi yang menghancurkan
perekonomian negara, sektor pertanian melalui agribisnis dan agroindustri justru dapat terus
berkembang menjadi penyelamat perekonomian negara. Namun, dengan sumber daya yang
melimpah, proses perkembangan dan modernisasi sektor pertanian Indonesia berjalan sangat
lambat.
Salah satu indikatornya yaitu produktivitas pertanian yang cenderung menurun dan petani
sebagai ujung tombaknya sebagian besar berada di bawah garis kemiskinan. Penyebabnya antara
lain penerapan teknologi disektor pertanian yang masih rendah.
Teknologi dalam pertanian adalah segala sesuatu yang dapat memudahkan pekerjaan dan
menghasilkan output yang lebih baik. Pembangunan pertanian tanpa teknologi ialah hal yang
mustahil. Keduanya berjalan secara beriringan saling mengikat. Dalam pembangunan pertanian
tentu akan sangat berbeda dalam segi kepraktisan maupun hasil tani apabila petani tersebut
mengadopsi teknologi dibandingkan memakai cara tradisional.
Teknik pertanian meliputi usaha tani (teknik penanaman, pemupukan, pengairan perlindungan
tanaman secara terpadu ) dan pasca panen (pengolahan hasil pengenalan alat perontol yang dapat
menekan kehilangan hasil, penyimpanan hasil pertanian yang dapat meningkatkan kualitas
produk pertanian ) dan teknologi yang digunakan dalam pertanian, seperti mesin mesin.
Berdasarkan pernyataan diatas maka kita sebagai mahasiswa pertanian, harus mempelajari
tentang teknologi pertanian ini karena negara kita Indonesia merupakan negara agraris yang
sudah sejak dahulu menjadi sektor pertanian sebagai penopang perekonomian negara.

Pengolahan tanah merupakan kegiatan mengelolah tanah menjadi lahan yang baru atau
lahan yang siap untuk ditanami, guna memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari manusia. Setiap
pengolahan tanah memerlukan perlakuan yang khusus agar tumbuhan atau tanaman yang
ditanam bisa menghasilkan hasil tanaman yang memuaskan atau yang sesuai dengan keinginan.
Untuk mengelolah tanah atau lahan yang sesuai dengan keinginan maka perlu perlakuan yang
khusus pula yaitu diantaranya menggunakan peralatan yang mendukung atas penanaman yang
akan kita lakukan, berbeda tanaman yang akan ditanam maka perlakuan pengolahan tanah atau
lahan pun sedikit berbeda.
Dengan memandang pentingnya hal-hal yang diatas maka perlunya mengetahui atau
mencari data dalam pengolahan tanah atau lahan yang baik agar tercapainya hasil panen yang
sesuai dengan keinginan petani, maka dari itulah salah satu yang bisa mendukung dalam
mendapatkan data yang diperlukan dalam pengolahan tanah atau lahan yaitu melalui kegiatan
praktek lapangan yang berkaitan dengan ALSINTAN.
E.

Tujuan Praktek

1.
2.

Untuk memanfaatkan lahan yang tidak digunakan menjadi lahan yang produktif.
Untuk menambah pengetahuan bagi mahasiswa yang belum terlalu banyak menggunakan alat

3.
4.
5.

dan mesin pengolahan tanah(ALSINTAN).


Memperdalam ilmu pengolahan tanah untuk diterapkan dimasyarakat.
Untuk mencari data tentang kerja alat/mesin yang dipraktekkan.
Sebagai salah satu syarat kelulusan matakuliah ALSINTAN.

F. Manfaat Praktek
1. Bagi Mahasiswa

Merupakan proses belajar secara nyata dalam mengaplikasikan suatu alat yang bermanfaat

untuk diri sendiri maupun orang lain.


Sebagai proses pembentukan karakter kerja mahasiswa dalam menghadapi persaingan di dunia

kerja.
Sarana dalam menerapkan ilmu yang didapat selama kuliah untuk mengembangkan Ilmu

Pengetahuan dan Teknologi ( IPTEK ).


Membangkitkan minat dalam mengamati, mempelajari dan mengembangkan alat dan mesin
pertanian serta melatih untuk bekerja dalam sebuah tim.
2. Bagi Masyarakat

Mendorong masyarakat umum agar berfikir ilmiah, dinamis dan berperan aktif dalam dunia
teknologi yang semakin berkembang pesat.

Membantu dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi produksi dalam mengolah lahan
pertanian.
3. Bagi Dunia Pendidikan
Memberikan masukan yang positif terhadap pengembangan dan pemberdayaan teknologi tepat
guna.
Sebagai bahan kajian untuk mengembangkan teknologi yang lebih maju dan berdaya guna.

BAB II
KAJIAN TEORI
F. Cangkul Dan Sabit (mattock and sickle)
1. Cangkul

Cangkul atau Pacul adalah satu jenis alat pertanian tradisional yang digunakan dalam
proses pengolahan tanah pada lahan pertanian. Cangkul digunakan untuk menggali ataupun
untuk meratakan tanah. Cangkul masih digunakan sehingga masa ini untuk menjalankan kerjakerja menggali yang ringan di kebun ataupun di sawah.
Alat ini merupakan elemen penting dalam bidang pertanian terutama pertanian ladang
kering. Cangkul dibuat dari baja sehingga alat ini sangatlah kuat. Cangkul atau Pacul merupakan
gabungan dari bawak dan pacul itu sendiri. Bawak merupakan bagian kepala atau bagian atas
dari cangkul. Sedangkan pada bagian landepan atau bagian bawahnya sering kita sebut dengan
pacul juga. Pada bagian kepala terdapat lubang yang berfungsi untuk dipasangi garan pacul atau
sering disebut doran. Dengan dipasangnya doran akan mempermudah dalam menggunakan alat
cangkul ini.

Cangkul, dalam keseharian pasti sudah tidak asing lagi dengan peralatan yang satu ini,
mari kita bahas tentang pengertian cangkul. Yang dimaksud cangkul adalah alat tradisional yang
dipakai oleh para petani untuk menggali atau meratakan tanah, sampai sekarang cangkul masih
digunakan untuk kerja menggali maupun pekerjaan lain disawah juga diladang. Sedangkan untuk
kerja-kerja yang lebih berat biasanya dikerjakan dengan bantuan peralatan berat.
Gagang cangkul terbuat dari kayu, sedangkan untuk mata cangkul dibuat dari lempengan
besi tipis berbentuk beliung, ada beberapa macam cangkul menurut bentuk mata cangkulnya, ada
yang bermata lebar dan ada juga yang matanya berbentuk kecil tetapi agak tebal, cangkul seperti
ini biasanya digunakan untuk area ladang/tegal.
2. Sabit

Gambar . Sabit
Arit atau sabit adalah satu alat bantu pertanian sejenis pisau berbentuk melengkung yang
digunakan untuk memotong berbagai jenis tumbuhan, rumput-rumputan, padi, jagung bahkan
alat ini biasa digunakan untuk memotong kayu. Bagian dalam dari lengkungan berbentuk tajam,
bentuk lengkung ini memudahkan dalam proses memotong dengan cara mengiris bagian bawah
tanaman yang dipotong dengan cara mengayunkan seperti gerakan memarang dengan satu
tangan, atau ketika untuk mengumpulkan rumput atau memanen tanaman padi tangan yang lain
biasanya memegang pokok tanaman yang akan di tebas. Alat pertanian arit ini terbuat dari besi
baja sehingga tidak akan peyok saat digunakan. Pada bagian pegangan arit atau sabit ini terbuat
dari kayu yang disebut garan (pegangan arit). Dengan di pasangnya garan ini akan memudahkan
dalam penggunaannya sekaligus lebih mudah untuk dibawa.
Pengolahan tanah dalam usaha pertanaman bertujuan untuk menciptakan keadaan tanah olah
yang

siap

tanam.

Di

mata

petani,

tanah

merupakan

tempat

menggantungkan hidup. Dalam pertanian, yang disebut tanah adalah bagian lapisan tanah yang

diolah dan dimanfaatkan untuk pertumbuhan tanaman, lapisan tanah ini disebut dengan
lapisan olah (Soedjono, 1996). Kegiatan pengolahan tanah dalam pertanian merupakan usaha
memanipulasi kondisi tanah
mekanis

dari

alat

menjadi kondisi yang di inginkan dengan menggunakan gaya

yang

digunakan

sebagai

menyatakan bahwa kegiatan pengolahan

pengolah.

Suprodjo

tanah itu dapat

(1980)
berupa

pemotongan , pembalikan , penghancuran, dan pengubahan susunan sehingga didapat kondisi


tanah yang sesuai untuk kegiatan pertanian.
Bermacam-macam jenis alat pengolah tanah dibuat untuk kegiatan pertanian,mulai dari alat
yang sederhana sampai pada alat yang modern

dengan sumber tenaga motor. Alat-alat ini

dapat dibedakan dari segi bentuk dan kegunaannya.Selain itu dari sumber tenaga yang digunakan
juga membedakannya atas beberapa jenis seperti tenaga manusia, tenaga hewan, dan
tenaga motor.Di

Indonesia,

pemakaian

motor belumlah tersebar merata, hal

ini

alat

pengolah

disebabkan

tanah

dengan

sumber

tenaga

karena Indonesia belum menerapkan

sistem mekanisasi pertanian secara menyeluruh. Alat-alat pengolahtanah yang umum dipakai
oleh para petani di desa-desa masih tergolong peralatantradisional, yang digerakkan dengan
tenaga manusia dan tenaga hewan.
Di samping karena hal tersebut, penggunaan peralatan tradisional oleh para petani di desadesa juga dikarenakan oleh lahan yang akan diolah relatif sempit,sehingga penggunaan peralatan
mekanis menjadi tidak efisien, di samping modal petani umumnya kecil dan tanaman yang
dihasilkan dalam skala kecil, sehinggauntuk membeli alat tidak seimbang dengan produksi yang
dihasilkan.Oleh karena itu, penggunaan peralatan tradisional untuk pengolahan tanahmasih
umum dipakai oleh petani di pedesaan, peralatan tradisional yang dipakai antara lain sabit. Sabit
merupakan peralatan pengolah tanah yang sederhana dan digerakkan dengan tenaga manusia.
Kegunaan sabit adalah untuk memotong rumput pada lahan yang akan di gunakan.

G. Traktor tangan (hand tractor)

1. Tenaga Penggerak Motor Traktor Tangan


Jenis tenaga penggerak yang sering dipakai adalah motor diesel, tetapi ada juga yang
menggunakan motor bensin atau minyak tanah (kerosin). Daya yang dihasilkan kurang dari 12
Hp, dengan menggunakan satu silinder. Motor penggerak dipasang pada kerangka dengan empat
buah baut pengencang. Lubang baut pada kerangka dibuat memanjang agar posisi motor dapat
digerakkan maju mundur. Tujuannya untuk memperoleh keseimbangan traktor dan untuk
menyesuaikan ukuran v-belt yang digunakan. Traktor akan lebih berat ke depan apabila posisi
motor digeser maju, begitu juga sebaliknya. Untuk menghidupkan motor diesel digunakan
engkol, sedangkan untuk motor bensin dan minyak tanah menggunakan tali starter.

2. Kerangka dan Transmisi (Penerus Tenaga) Traktor Tangan


Kerangka berfungsi sebagai tempat kedudukan motor penggerak, transmisi dan bagian
traktor lainnya. Bagian traktor dikaitkan dengan kerangka dengan menggunakan beberapa buah
baut pengencang. Mengoperasikan Tarktor Roda Dua 12 Transmisi berfungsi memindahkan
tenaga/putaran dari motor penggerak ke alat lain yang bergerak. Jenis transmisi yang digunakan
ada beberapa macam, seperti : pully, belt, kopling, gigi persneleng, rantai dan sebagainya.
Tenaga dari motor berupa putaran poros disalurkan melalui pully dan vbelt ke kopling
utama. Kopling utama meneruskan tenaga tersebut ke gigi persneleng untuk menggerakkan poros
roda dan poros PTO. Selain untuk menyalurkan tenaga, gigi persneleng juga berfungsi sebagai

pengatur kecepatan putaran poros roda dan poros PTO. Dari PTO tenaga dasalurkan lewat gigi
dan rantai ke mesin rotary. Kopling utama dioperasikan dari tuas kopling utama. Bila tuas ditarik
ke posisi netral, maka tenaga motor tidak disalurkan ke gigi persneleng. Akibatnya traktor akan
berhenti, meskipun kondisi motor penggerak dihidupkan.
Di samping kopling utama, ada dua kopling kemudi. Kopling kemudi terletak di bawah
gigi persneleng, di pangkal poros kedua roda. Kopling kemudi dioperasikan melalui tuas kemudi
kanan dan kiri. Apabila kopling kemudi kanan ditekan, maka putaran gigi persneleng tidak
tersambung dengan poros roda kanan. Sehingga roda kanan akan berhenti, dan traktor akan
berbelok ke kiri. Begitu juga sebaliknya apabila kopling kiri ditekan. Sebuah traktor tangan dapat
bergerak maju-mundur dengan kecepatan tertentu karena putaran poros motor penggerak
disalurkan sampai ke roda. Ada tiga jenis roda yang digunakan pada traktor tangan, yaitu; roda
ban, roda besi, roda apung (roda sangkar/cage wheell). Roda ban berfungsi untuk
transportasi.dan mengolah tanah kering. Bentuk permukaan roda ban beralur agak dalam untuk
mencegah slip. Roda ban dapat meredam getaran, sehingga tidak merusak jalan. Roda besi
digunakan untuk pembajakan di lahan kering. Sirip pada roda besi akan menancap ke tanah,
sehingga akan mengurangi terjadinya slip pada saat menarik beban berat. Roda apung digunakan
pada saat pengolahan tanah basah. Roda apung ini ada yang lebar, ada juga yang diameternya
besar, sehingga dapat menahan beban traktor agar tidak tenggelam dalam lumpur. Ukuran roda
disesuaikan dengan spesifikasi traktor. Besar kecilnya roda akan berpengaruh terhadap lajunya
traktor.
Setiap traktor tangan biasanya dilengkapi dengan standar depan dan standar samping.
Standar samping khusus digunakan untuk pemasangan roda. Pemasangan roda dilakukan satu
persatu. Pelepasan roda dari poros dilakukan dengan cara melepas mur-baut dan atau pena
penyambung.
Setelah roda dilepas, baru dipasang roda pengganti yang sesuai. Pemasangan roda ini
tidak boleh terbalik. Untuk roda ban, pada sisi atas ban, arah panah harus ke depan. Untuk roda
besi, sisi roda bawah harus menancap ke tanah. Untuk roda apung, sisi roda bawah tidak boleh
menancap ke tanah. Sehingga pemasangan roda tidak boleh terbalik antara roda kiri dan kanan.
Poros roda traktor biasanya cukup panjang dan dilengkapi dengan beberapa lubang. Poros
yang panjang ini dimaksudkan untuk menyesuaikan lebar olah implemen. Pemasangan roda yang
cukup lebar juga akan menjaga keseimbangan traktor, terutama apabila digunakan pada lahan

yang miring. Sedang lubang yang ada di poros digunakan untuk tempat pena, sehingga menjamin
roda tidak akan slip atau lepas pada saat pengoperasian.
3. Tuas Kendali/Kontrol Traktor Tangan
Tuas kendali adalah tuas-tuas yang digunakan untuk mengendalikan jalannya traktor.
Untuk mempermudah jalannya operasional, traktor tangan ada banyak tuas kendali. Namun
begitu banyaknya tuas kendali ini akan mengakibatkan traktor menjadi lebih berat, dan harganya
lebih mahal. Untuk itu sekarang banyak diproduksi traktor yang hanya dilengkapi dengan
beberap tuas kendali. Tujuannya agar traktor menjadi ringan, dan harganya menjadi lebih murah.
Meskipun kemampuan traktor menjadi terbatas.
3.a. Tuas persneleng utama traktor tangan
Tuas persneleng utama berfungsi untuk memindah susunan gigi pada persneleng,
sehingga perbandingan kecepatan putar poros motor penggerak dan poros roda dapat
diatur.Traktor tangan yang lengkap biasanya mempunyai 6 kecepatan maju dan 2 kecepatan
mundur. Kecepatan ini dapat dipilih sesuai dengan jenis pekerjaan yang sedang dilaksanakan.
Sebagai patokan awal dapat digunakan sebagai berikut:
1. Kecepatan satu untuk membajak tanah dengan mesin rotary
2. Kecepatan dua untuk membajak tanah dengan bajak singkal/piringan
3. Kecepatan tiga untuk membajak tanah sawah yang tergenang
4. Kecepatan empat untuk berjalan di jalan biasa
5. Kecepatan lima dan enam untuk menarik trailer/gerobak
6. Mundur satu digunakan pada saat operator berjalan
7. Mundur dua digunakan pada saat operator naik di trailer/gerobak
3.b. Tuas persneleng cepat lambat traktor tangan

Tuas ini tidak selalu ada. Apabila tuas persneleng utama hanya terdiri dari 3 kecepatan
maju dan 1 kecepatan mundur, biasanya traktor tangan dilengkapi dengan tuas persneleng cepat
lambat. Fungsi perneleng ini untuk memisahkan antara pekerjaan mengolah tanah dengan
pekerjaan transportasi (berjalan dan menarik trailer/gerobak). Dengan adanya tuas cepat lambat,
kemungkinan salah dalam memilih posisi persneleng bisa dikurangi.
3.c. Tuas kopling utama traktor tangan
Tuas kopling utama berfungsi untuk mengoperasikan kopling utama. Bila tuas dilepas
pada posisi pasang/ON, maka tenaga motor akan tersambung ke gigi persneleng. Sebaliknya
apabila ditarik ke posisi netral/bebas/OFF, maka tenaga motor tidak disalurkan ke gigi
persneleng. Apabila ditarik lagi maka tuas kopling utama akan tersambung dengan rem yang
berada pada rumah kopling utama.
3.d. Tuas persneleng mesin rotary traktor tangan
Tuas persneleng mesin rotary berfungsi sebagai pengatur kecepatan putar poros PTO.
Biasanya ada dua macam kecepatan dan satu netral. Apabila hasil pengolahan yang diharapkan
halus dan gembur, maka tempatkan posisi tuas persneleng mesin rotary pada posisi cepat. Begitu
juga sebaliknya. (Kecepatan putar pisau rotary dapat juga diatur dari posisi pemasangan rantai
penghubung).
3.e. Tuas persneleng kemudi
Ada dua buah tuas kopling kemudi pada setiap traktor tangan, masing-masing ada di
sebelah kanan dan kiri. Tuas ini digunakan untuk mengoperasikan kopling kemudi (kanan dan
kiri). Apabila tuas kopling kemudi kanan ditekan, maka putaran gigi persneleng tidak
tersambung dengan poros roda kanan. Sehingga roda kanan akan berhenti, dan traktor akan
berbelok ke kiri. Begitu juga sebaliknya apabila kopling kiri ditekan.
3.f. Stang kemudi dan kemudi pembantu
Stang kemudi merupakan bagian traktor yang digunakan untuk berpegangnya operator.
Stang kemudi digunakan untuk membantu membelokan raktor. Meskipun sudah ada tuas kopling

kemudi, namun agar berbeloknya traktor dapat lebih tajam, perlu dibantu dengan stang kemudi.
Stang kemudi juga digunakan untuk mengangkat implemen pada saat pengoperasian. Kemudi
pembantu digunakan untuk tempat bertumpu bahu operator. Maksudnya agar menambah beban
bagian belakang traktor, sehingga hasil pengolahan tanah bisa lebih dalam.
3.g. Tuas gas traktor tangan
Tuas gas traktor dihubungkan dengan tuas gas pada motor penggerak. Tuas ini digunakan
untuk mengubah kecepatan putaran poros motor penggerak yang sesuai dengan tenaga yang
dibutuhkan. Tuas ini juga berfungsi untuk mematikan motor traktor, apabila posisinya
ditempatkan pada posisi STOP.
3.h. Tombol lampu dan bel traktor tangan
Kadang-kadang traktor digunakan pada waktu malam hari, sehingga diperlukan
penerangan. Tombol bel diperlukan apabila traktor dijalankan di jalan raya. Dengan adanya
tombol lampu dan bel ini, motor traktor harus dilengkapi dengan kumparan sebagai sumber arus
listrik.
3.i. Tuas penyangga depan
Tuas ini dihubungkan dengan penyangga depan. Tuas ini akan menggerakkan penyangga
depan. Apabila tuas didorong akan mendorong penyangga depan turun untuk menyangga traktor.
Traktor tangan hanya mempunyai dua roda. Apabila traktor dalam keadaan berhenti (ditinggal
operator), maka untuk menegakkan traktor diperlukan penyangga.
4. Memeriksa Traktor Tangan Sebelum Dioperasikan
Pemeriksaan Traktor tangan merupakan bagian dari persiapan traktor sebelum
dioperasikan. Pemeriksaan traktor sebelum operasi sangat penting. Diharapkan dengan adanya
pemeriksaan ini kondisi traktor dapat diketahui sejak dini, sehingga penanganannya tidak terlalu
sulit. Ada beberapa hal dari bagian traktor yang perlu dilakukan pemeriksaan, yaitu:
a). Memeriksa mur-baut (25 jam kerja)

Semua mur-baut dan pengikat yang lain harus diperiksa. Jika dibiarkan kendur akan
mengakibatkan kerusakan yang lebih berat. Bagian-bagian traktor akan bisa lepas atau patah.
b). Memeriksa V-belt (25 jam kerja)
Ketegangan V-belt harus tepat. Belt yang dipakai cukup lama akan mengembang
sehingga belt akan kendur. Belt yang kendur akan menimbulkan slip, sedang yang terlalu
kencang akan mudah rusak dan menghambat putaran mesin.
c). Memeriksa bahan bakar
Tangki harus terisi cukup bahan bakar. Tangki yang kosong akan mengakibatkan udara
masuk ke saluran bahan bakar, sehingga traktor susah dihidupkan. Tangki yang dibiarkan kosong
pada saat traktor disimpan akan mengakibatkan terjadinya pengembunan. Lama kelamaan air
hasil pengembunan akan semakin banyak tertampung di dalam tangki. Apabila air ini masuk ke
dalam ruang pembakaran akan dapat merusak motor. Pemeriksaan bahan bakar dapat dilihat dari
selang penduga yang berada di samping tangki bahan bakar.
d). Memeriksa saringan bahan bakar (25 jam kerja)
Jenis traktor yang biasa digunakan adalah motor diesel. Bahan-bakar yang masuk ke
dalam ruang pembakaran harus betul-betul bersih. Bahan bakar yang kotor akan menyumbat
lubang nozel. Kotoran yang mengendap biasanya diperiksa pada mangkuk gelas. Untuk
memeriksa elemen saringan, kran bahan bakar harus ditutup terlebih dahulu, sebelum membuka
mangkuk gelas.
e). Memeriksa saringan udara
Traktor biasa bekerja di lahan yang penuh debu, sehingga udara yang dihisap motor
relatif kotor. Saringan udara harus dalam kondisi baik, agar dapat menyaring udara dengan
sempurna. Saringan udara traktor tangan banyak yang menggunakan tipe basah. Saringan dibuka
dan diperiksa kebersihan saringan kawat serta ketinggian permukaan dan kebersihan oli.
f). Memeriksa sistem pendingin
Biasanya motor traktor menggunakan sistem pendingin air sebagai pendingin, baik tipe
radiator maupun kondesor. Periksa keberadaan air dan kebersihan ram radiator.
g). Memeriksa tuas kendali/kontrol

Seluruh tuas kendali/kontrol harus beroperasi dengan baik. Dengan beroperasinya tuas
kontrol dengan baik, operator dapat mengoperasikan dengan baik pula. Ada beberapa tuas
kontrol yang bisa diatur gerak bebasnya, seperti: Kopling utama, rem, kopling kemudi, dan gas.
h). Memeriksa tekanan ban
Tekanan ban harus standart (16,5 psi). Tidak boleh terlalu keras atau kempes. Tekanan
kedua ban juga harus sama.
i) Memeriksa sistem pelumasan
Bagian-bagian yang bergesekan, perlu diberi pelumas, agar tidak timbul gesekan dan
panas. Ada beberapa bagian dari traktor tangan yang perlu dilumasi, yaitu :
Bagian dalam motor. Oli motor ditampung dalam karter, dan dapat diperiksa dengan
tongkat penduga. Cukup tidaknya dan kotor tidaknya oli perlu diperiksa. Gigi transmisi. Sama
dengan oli motor, oli gigi transmisi juga perlu diperiksa.
Kabel kopling kemudi. Periksa kondisi kawat yang ada pada kabel kopling, jangan
sampai kering atau bahkan berkarat. Agar tidak berkarat dan lengket perlu dilumasi dengan oli
SAE 30/40 Bagian lain dari traktor yang bergesekan, seperti jari kopling dan cam/pengait
kopling utama. Untuk mencegah keausan, perlu dilumasi dengan oli SAE 30/40
j). Memeriksa implemen
Implemen yang akan dioperasikan harus betul-betul siap. Kelengkapan implemen perlu
diperiksa. Implemen yang bergerak, perlu diberi pelumas.
k). Persiapan peralatan tangan
Peralatan tangan yang sering dipakai, terutama yang digunakan untuk mengoperasikan
implemen, harus dibawa. Beberapa jenis traktor tangan dilengkapi dengan bagasi tempat
peralatan tangan tersebut. Tempat peralatan biasanya dibagian atas traktor.
H. Bajak singkal (mold board plow)

Singkal adalah bagian bajak yang terletak langsung di belakang mata bajak (share).
Bagian ini menerima potongan tanah dari mata bajak dan membaliknya. Singkal merupakan
bagian bajak yang terpenting, sebab oleh singkal itulah lapisan tanah terpecah, dihancurkan dan
dilembutkan. Jenis tanah yang berlainan membutuhkan singkal dengan bentuk yang berbeda utuk
mencapai tingkat kehancuran yang sama. Denang dasar ini, singkal dibagi dalam beberapa kelas
yaitu bajak untuk lahan dengan tunggu tanaman, serba guna, tanah hitam, pemecaha dan
kecepatan tinggi. Singkal serba guna merupakan kombinasi tipe-tipe untuk lahan berumput dan
sisa-sisa tunggul jerami serta dapat digunakan dengan mudah untuk lahan berrumput atas lahan
dengan sisa-sisa jerami. Singkal ini mempunyai lengkung yang lebih rendah daripada singkal
untuk lahan dengan tunggul jerami shingga disebut bajak serba guna.
Tipe singkal untuk lahan bertunggul jerami lebih lebar dan melengkung lebih mendadak pada sisi
atasnya. Hal ini mengakibatkan tanah potongan alur terlempar lebih cepat, dan dihancurkan lebih
baik daripada tipe-tipe singkal lainnya. Telapak bajak pemecah dirangcang untuk bekerja di
lahan berumput dan di lahan yang dibiarkan tidak ditanami untuk beberapa tahun lamanya. Bajak
berkecepatan tinggi mempunyai singkal yang lengkung bagian atasnya sedikit lebih rendah dari
pada yang dimili singkal serba guna. Singkal ini dirancang untuk melempar lapisan tanah cukup
jauh untuk dapat menutupi lapisan tanah dari alur sebelumnya. Singkal berusuk (slat moldboard)
digunakan untuk tempat yang tanahnya lengket dan tidak mau lepas dari singkal
Bajak singkal ditujukan untuk pemecahan segala jeni tanah dan cocok sekali untuk pembalikan
tanah serta penutupan sisa sisa tanaman.
Bagian bagian bajak singkal:
1. Telapak bajak singkal (moldboard plow bottom)

Bagian bajak yang memecah tanah disebut telapak bajak singkal, bagian ini digunakan
untuk memotong, mengangkat dan membalik tanah. Bagian-bagian yang membentuk mata bajak
singkal adalah mata bajak, sisi tanah dan singkal. Ketiga bagian ini terpasang pada sepotong
logam yang tak beraturan bentuknya yang disebut badan bajak (frog). Rangka bajak dapat juga
dipasang pada badan tersebut.
2. Singkal (moldboard)
Singkal adalah bagian bajak yang terletak langsung di belakang mata bajak (share).
Bagian ini menerima potongan tanah dari mata bajak dan membaliknya. Singkal merupakan
bagian bajak yang terpenting, sebab oleh singkal itulah lapisan tanah terpecah, dihancurkan dan
dilembutkan. Jenis tanah yang berlainan membutuhkan singkal dengan bentuk yang berbeda utuk
mencapai tingkat kehancuran yang sama. Denang dasar ini, singkal dibagi dalam beberapa kelas
yaitu bajak untuk lahan dengan tunggu tanaman, serba guna, tanah hitam, pemecaha dan
kecepatan tinggi. Singkal serba guna merupakan kombinasi tipe-tipe untuk lahan berumput dan
sisa-sisa tunggul jerami serta dapat digunakan dengan mudah untuk lahan berrumput atas lahan
dengan sisa-sisa jerami. Singkal ini mempunyai lengkung yang lebih rendah daripada singkal
untuk lahan dengan tunggul jerami shingga disebut bajak serba guna.
Tipe singkal untuk lahan bertunggul jerami lebih lebar dan melengkung lebih mendadak
pada sisi atasnya. Hal ini mengakibatkan tanah potongan alur terlempar lebih cepat, dan
dihancurkan lebih baik daripada tipe-tipe singkal lainnya. Telapak bajak pemecah dirangcang
untuk bekerja di lahan berumput dan di lahan yang dibiarkan tidak ditanami untuk beberapa
tahun lamanya. Bajak berkecepatan tinggi mempunyai singkal yang lengkung bagian atasnya
sedikit lebih rendah dari pada yang dimili singkal serba guna. Singkal ini dirancang untuk
melempar lapisan tanah cukup jauh untuk dapat menutupi lapisan tanah dari alur sebelumnya.
Singkal berusuk (slat moldboard) digunakan untuk tempat yang tanahnya lengket dan tidak mau
lepas dari singkal.
3. Mata bajak (share)
Mata bajak singkal ialah sisi yang melaksanakan pemotongan. Bagian-bagian utama mata
bajak singkal adalah, ujung, sayap, sisi pemotong dan sisi samping. Jenis-jenis mata bajak yang
dikenal adalah : yang umum dengan sisi samping, yang terdiri dari dua bagian dan yang lurus.
Yang terdiri dari dua bagian dan yang lurus dirancang sedemikian rupa, hingga bila mata bajak
itu telah tumpul, lebih ekonomis untuk mengganti mata bajak itu dengan yang baru daraipada

mencoba untuk menajamkan kembali. Mata bajak besi tuang yang diperkeras dapat ditajamkan
kembali dengan menggerinda.
4. Sisi tanah (landside)
Sisi samping adalah bagian bajak yang meluncur sepanjang permukaan dinding alur. Sisi
samping ini membantu meniadakan tekanan samping sisi yang dilakukan oleh potongan alur
terhadap singkal. Juga membantu menstabilkan bajak pada waktu digunakan. Tepi singkal (shin)
adalah bagian tepi pemotong pada sigkal yang terletak tepat diatas sis samoing.
5. Ukuran bajak.
Ukuran bajak singkal adalah ;ebarnya yang dinyatakan dalam inci. Ukuran ditentukan
dengan mengukur jarak dari sayap sampai sisi samping dengan alat pengukur tegak lurus pada
sisi samping. Ukuran0ukuran bajak traktor 10,12,14,16 dan 18 ibci (25,4 35,6 40,6 dan 45,7 cm)
Bajak-bajak singkal khusus sebesar 18 dan 29 inch (45,7 dan 50,8 cm).
Tipe-tipe bajak singkal traktor
1. Bajak singkal gandengan (trailing moldboard plows)
Bajak traktor tipe gandengan atau tipe tarikan adalah suatu unit lengkap, didukung oleh
dua atau tiga buah roda bila dipasang pada batang tarik traktor; bajak tipe ini ditarik di belakang
traktor.
2. Bajak singkal gandengan biasa (regular trailing plows).
Bajak singkal gandengan dibangun dalam ukuran-ukuran yang berkisar dari satu sampai
lima telapak singkal. Telapak singkal itu berukuran dari 12 sampai 18 inci ( 30,5 sampai 45,7
cm) namun ukuran yang paling biasa adalah 14 inci (35,6 cm). Bajak singkal bertelapak 2,3,4,5
dan 6 dapat diperoleh dengan pengangkatan hidraulik. Bajak singkal gandengan dua arah (twoway trailing plows), Bajak gandeng ini dinamakan dua arah sebab mempunyai baik telapak
kanan maupun kiri dan oleh sebab itu akan melempar potongan alur ke kanan maupun kekiri
operator bila bajak dibalik pada waktu traktor berputar ke alur berikutnya. Bajak dua arah
digunakan untuk membajak lahan-lahan yang diairi serta dimana diinginkan membuka tanah
tanpa meninggalkan alur mati, seperti lereng-lereng perbukitan, lahan sengkedan serta lahan
yang tak beraturan bentuknya.
3. Bajak singkal setengah terpasang (semimounted moldboard plow).
Bajak singkal setengah terpasang ini memiliki ujung bagian depan yang langsung
dihubungkan dengan traktor dan didukung olehnya. Ujung belakang bajak didukung olah sebuah

roda alur dan roda tanah. Pengangkatan dan penurunan bagian belakang bajak di atas roda alur
dapat dicapai atau dengan sambungan mekanik atau dengan silder hihraulic terkendali jarak jauh.
Ujung depan bajak dinaikan dan diturunkan oleh sistem sambungan hidraulik traktor. Biasanya
tipe bajak ini digandengkan pada traktor oleh suatu mekanisme kopling cepat.
Bajak singkal terpasang terpadu (integral-mounted moldboard plows). Bajak terpasang
terpadu benar-benar merupakan kelengkapan traktor, sebab bergantung pada traktor untuk
pengangkatan dayanya dan bergantung pada daya mesin traktor untuk pengoperasian umumnya.
Berat bajak keseluruhannya didukung oleh traktor pada waktu diangkat. Kedalaman pembajakan
dalam beberapa hal dikendalikan secara hidraulik, pada contoh yang lain dengan tuas dan roda
pengaman. Jumlah telapak singkal berkisar dari satu sampai lima, bergantung pada ukuran
traktor. Traktor terkecil 8 sampai 10 daya kuda batang tarik dapat dilengkapi dengan satu
telapak singkal dengan ukuran 12 inchi (30,5 cm). Traktor ukuran sedang membawa 2 singkal
sedang traktor ukuran besar dapat membawa sampai lima telapak singkal.

4. Bajak singkal terpasang dua arah (two-way-mounted moldboard plows).


Bajak terpasang dua arah melakukan tugas yang sama dengan bajak gandengan dua arah.
Ada pengaturan yang berbeda untuk mengubah telapak singkal pembuat alur dari sisi kakanan ke
sisi kiri. Ini dicapai dengan memutar seluruh unit 900 untuk beberapa mata bajak, dan 1800
untuk bajak yang lain.
5. Pemecah tengah terpasang terpadu (integral-mounted middlebreakers).
Di daerah yang berlaianan pemecah tengah dikenal dengan nama-nama yang berbedabeda.Ada yang menamakan pemecah tengah (middle buster) atau pembuat guludan (bedder).
Telapak singkal benar-benarmerupakan bajak sisi kanan dan sisi kiri yang disatukan.

Rancangan bajak singkal.


Perancangan suatu bajak yang dapat bekerja dengan memuaskan pada semua kondisi
tanah, merupakan suatu masalah yang tidak pernah terpecahkan secara tuntas, padahal telah lebih
banyak upaya yang dilakukan terhadap penyempurnaan bajak dari pada peralatan pertanian
lainnya. Kualitas persemaian yang dapat disisiapkan bergantung pada penampilan bajak ini, yang
pada gilirannya mempengarhu perkecambahan benih, pertumbuhan tanaman, serta hasil panen
yang akan didapat kemudian. Oleh karena itu pengusaha perkebunan harus berusaha melakukan
pembajakan yang baik. Pembajakan yang baik terdiri atas pembalikan dan pemerataan tanah,
pembuatan paliran yang bersih bulat seragam.
Butir-butir utama harus diperhatikan adalah:
-

Puncak paliran (furrow) sedikit bergerigi


Tanah harus digemburkan dengan sempurna dari puncak sampai dasar paliran
Masing-masing paliran harus lurus dari ujung ke ujung lahan yang rata.
Setiap paliran balik sedikit lebih tinggi dan segala macam seresah tertimbun dengan sempurna
Garis besar paliran harus pada satu titik tanpa patahan dan cekungan
Semua seresah harus terbenam empurna di sudut kanan paliran yang lebih rendah.
Paliran haris sepenuhnya seragam.
Kedalaman semua paliran harus sama, yang berlanjut dengan kedalaman yang seragam.
Alur buntu harus bebas dari semua seresah
Jalur yang tak terpecah tidak boleh dibiarkan di antara paliran dalam pembajakan menurut
kontur (garis tinggi).
Alat-alat tambahan bantu bajak singkal.
Telapak bajak singkal merupakan satu unit kerja tersendiri dan secara luas digunakan
tanpa alat-alat tambahan. Ada sejumlah alat yang dipergunakan sebagai alat bantu dan pelengkap
telapak bajak dalam melaksanakan tugas pembajakan yang baik. Alat-alat tersebut adalah roda
pengukur, pengiris tanah, penyambung, dan alat-alat untuk menutupi kait kawat terhadap

seresah. Ditempat yang tanahnya lunak, roda pengukur kedalaman diperlukan jika bajak dituntut
untuk mempertahankan kedalaman yang seragam. Roda pengukur dapat dipasang pada balok di
depan telapak bajak atau di samping balok tersebut. Pengiris digunakan untuk memotong tanah
paliran dari lahan dengan meninggalkan dinding yang bersih. Pengiris juga memotong seresah,
sehingga bajak dapat menutup seresah dengan lebih baik.
Roda iris adalah piringan bulat, pipih, terbuat dari baja yang bagian tepinya dipertajam
serta digantung pada tangkai dan pemikul dari balok. Tepi roda iris dapat rata atau bergerigi atau
bertakik. Roda iris ini dikonstruksikan sedemikan rupa , hingga dapat diatur naik atau turun
sesuai dengan kedalaman yang diinginkan dan ke samping untuk lebar pemotongan. Tipe roda
iris lebih banyak digunakan dari pada tipe-tpe lain, sebab roda iris ini akan meninggalkan
permukaan paliran yang lain dan juga memotong seresah jauh lebih baik.
Singkal tambahan adalah sepotong logam kecil dengan bentuk tak beraturan yang
mempunyai bentuk mirip dengan telapak bajak biasa, singkal tambahan merupakan bentuk mini
bajak. Tujuannya adalah untuk membalik langsung potongan paliran kecil seperti pita di depan
telapak bajak utama. Potongan paliran yang kecil ini terpotong dari sisi kiri dan atas paliran dan
dibalik, sehingga seresah di atas tanah terbalik dengan sempurna dan terpendam dalam pojokkanan paliran.
I.

Glebek(harraow rotor)

Setelah melalui proses pengolahan dengan menggunakan bajak singkal, tanah masih
berbentuk bongkahan besar yang masih harus dilakukan pengolahan tanah lebih lanjut, tanah
yang terbentuk dari pengolahan pertama dengan bajak singkal belum bisa dilakukan proses
penanaman, maka dari itu untuk lebih menghancurkan tanah atau menggemburkannya perlu
pengolahan tanah dengan menggunakan glebek.
Fungsi dari glebek yaitu menggemburkan tanah dengan sistem pisau atau mata yang
melingkar, traktor akan menarik glebek tersebut kemudian glebek akan berputar dengan

porosnya, mata pisau akan memotong setiap bongkahan besar dari pengolahan pertama dengan
bajak singkal.
Penggunaan glebek tergantung pada komoditas tanaman yang ingin ditanam, jika proses
penanaman yang memerlukan genangan air yang cukup banyak seperti pada penanaman
komoditas padi, maka sebelum dilakukan proses penggemburan sebaiknya terlebih dahulu
menggenangkan air dilahan yang akan ditanami, genangan air ini berfungsi untuk mempercepat
proses pengghancuran atau proses penggemburan tanah untuk dilakukan proses pengolahan
tanah selanjutnya, namun jika lahan yang ingin ditanami berupa sayur atau lahan berupa tanah
kering maka tanah tidak perlu dilakukan penggenangan air.
Tanah yang telah dilakukan proses penggemburan dengan menggunakan glebek masih
harus dilakukan proses selanjutnya yaitu penggaruan tanah, penggaruan tanah sendiri berfungsi
agar tanah atau lahan lebih rata.
Cara pemasangan dan pengoperasian glebek pada traktor cukup mudah, yaitu dengan cara
sebagai berikut:
1. Pastikan traktor telah siap dioperasikan dilahan.
2. Tempatkan glebek dipengait belakang traktor.
3. Masukkan penyanggah dilubang yang akan menghubungkan glebek dengan traktor
4. Operasikan traktor beserta implemennya pada lahan yang ingin diolah
5. Lakukan berulang-ulang sampai bentuk tanah sesuai dengan yang diinginkan.
6. Jika telah selesai menggunakan glebek maka lepas kembali penyanggah dari pengait.
J.

Garu(leveller)

Tanah setelah dibajak pada pengolahan tanah pertama, pada umumnya masih merupakan
bongkah-bongkah tanah yang cukup besar, maka untuk lebih menghancurkan dan meratakan
permukaan tanah yang terolah dilakukan pengolahan tanah kedua.

Alat dan mesin pertanian yang digunakan untuk melakukan pengolahan tanah kedua
adalah alat pengolahan tanah jenis garu (harrow). Penggunaan garu sebagai pengolah tanah
kedua, selain bertujuan untuk lebih meghancurkan dan meratakan permukaan tanah hingga lebih
baik untuk pertumbuhan benih maupun tanaman, juga bertujuan untuk mengawetkan lengas
tanah dan meningkatkan kandungan unsur hara pada tanah dengan jalan lebih menghancurkan
sisa-sisa tanaman dan mencampurnya dengan tanah.
Macam-macam garu yang digunakan untuk pengolahan tanah kedua adalah : garu
piringan (disk harrow); garu bergigi paku (spikes tooth harrow); garu bergigi per (springs tooth
harrow); dan garu-garu untuk pekerjaan khusus (special harrow).
1. Garu piringan (disk harrow)
Pada prinsipnya peralatan pengolahan tanah ini hampir menyerupai bajak piringan,
khususnya bajak piringan vertikal. Perbedaannya hanya terletak pada ukuran, kecekungan dan
jumlah piringannya.
Garu piringan mempunyai ukuran dan kecekungan piringan yang lebih kecil
dibandingkan dengan bajak, hal ini disebabkan pengolahan tanah kedua dilakukan lebih dangkal
dan tidak diperlukan pembalikan tanah yang efektif seperti pengolahan tanah pertama.
Selanjutnya karena draft penggaruan lebih kecil dari draft pembajakan, maka dengan besar daya
penarikan yang sama, lebar kerja garu akan lebih besar dibandingkan dengan lebar kerja bajak,
dengan demikian jumlah piringan garu piringan dengan sendirinya akan lebih banyak
dibandingkan dengan bajak piringan.
Seperti bajak piringan, bagian-bagian utama dari garu piringan terdiri atas: piringan;
poros piringan; penggarak piringan; kerangka. Kadang kala dilengkapi pula dengan roda dukung,
apabila sistem penggandengan dengan daya penariknya menggunakan sistem hela (trailing).
Garu piringan biasanya tidak dilengkapi dengan roda alur penstabil.
Beberapa piringan dari garu piringan dirangkai menjadi satu rangkaian dengan
menggunakan satu poros, rangkaian-rangkaian ini biasa disebut sebagai rangkaian piringan (disk
gang). Konstruksi garu piringan umumnya terdiri atas dua rangkaian piringan atau empat
rangkaian piringan. Ditinjau dari proses penghancuran tanah, langkah penggaruan dapat
dibedakan atas ; penggaruan satu aksi (single action) dan penggaruan dua aksi (double action).
Didasarkan atas uraian di atas, garu piringan dibedakan atas garu piringan dua rangkaian
satu aksi (single action two gang disk harrow); garu piringan dua rangkaian dua aksi (double

action two gang disk harrow); garu piringan empat rangkaian dua aksi atau biasanya disebut
tandem (tandem disk harrow). Untuk jelasnya konstruksi dari bermacam-macam garu piringan
dapat dilihat pada gambar.
2. Garu bergigi paku (spikes tooth harrow)
Garu bergigi paku atau biasa disebut sebagai garu sisir, adalah jenis garu yang sudah
umum digunakan petani di Indonesia. Garu sisir yang ditarik hewan, umumnya giginya terbuat
dari kayu dan biasa digunakan untuk pengolahan tanah sawah dalam keadaan basah, sebagai
pekerjaan lanjutan setelah tanah diolah dengan bajak singkal.
Garu bergigi paku yang ditarik dengan tenaga traktor gigi-giginya terbuat dari bahan
logam, dipasang pada batang penempatan (tooth bar) dengan di klem atau di las. Konstruksi garu
bergigi paku yang ditarik dengan tenaga traktor biasanya terdiri dari satu batang penempatan.
Pemasangan gigi pada batang penempatan disusun berselang-seling antara batang penempatan
yang satu dengan lainnya. Bentuk gigi paku sangat bervariasi ada yang lurus runcing dan ada
yang pipih, ada pula yang berbentuk blimbingan (diamond shape). Kadangkala batang
penempatan posisinya dapat diatur atau diputar sehingga memungkinkan untuk merubah sudut
gigi pakunya, guna mengatur masuknya gigi di dalam tanah. Batang-batang penempatan
selanjutnya dipasangkan pada kerangka penguat dari garu tersebut.
Dengan demikian bagian-bagian utama garu bergigi paku atau garu sisir adalah terdiri
atas ; gigi paku, batang penempatan dan kerangka penguat. Garu bergigi paku terutama
digunakan untuk meratakan dan menghaluskan tanah sesudah pembajakan, lebih cocok
digunakan untuk tanah yang mudah hancur. Alat ini cukup efektif untuk memberantas tanaman
pengganggu khususnya yang masih kecil-kecil, atau baru tumbuh.
3. Garu bergigi per (spring tooth harrow)
Garu bergigi per ini secara keseluruhan konstruksinya hampir menyerupai garu bergigi
paku, hanya gigi-giginya terbuat dari per atau pegas. Juga digunakan untuk meratakan dan
menghaluskan tanah sesudah pembajakan. Alat ini juga lebih sesuai digunakan untuk tanah yang
mudah dihancurkan. Cocok untuk memberantas gulma yang mempunyai perakaran yang cukup
kuat dan dalam. Hal ini dikarenakan garu bergigi per mempunyai penetrasi kedalaman yang lebih
besar dibandingkan dengan garu bergigi paku. Dari sifatnya yang lentur dan bentuknya yang
lengkung akan dapat mengangkat atau mencabut akar-akar tanaman sehingga terlempar keluar ke
permukaan tanah.

4. Garu-garu khusus (special harrow)


Jenis garu-garu khusus, biasanya digunakan untuk mengerjakan pengolahan tanah dengan
tujuan yang lebih khusus. Sebagai misal, pengolahan tanah dengan tujuan khusus untuk
memusnahkan tanaman pengganggu, menghancurkan seresah, atau untuk menggemburkan tanah
secara intensif, atau mungkin bertujuan untuk membuat bedengan (seed bed) yang lebih layak.
Penggunaan garu-garu khusus biasanya dilakukan setelah pengolahan tanah pertama dan
pengolahan tanah kedua. Macam-macam garu khusus antara lain adalah : pencacah gulma atau
seresah (weeder mulcher); garu potong putar (rotary cross harrow); penggemburan tanah (soil
surgeon).
5. Alat penyiang mekanis (cultivator)
Alat penyiang mekanis sebetulnya bukan termasuk alat penggolah tanah dalam artian
untuk persiapan tanam, tetapi lebih mengarah ke alat pemeliharaan tanaman karena pada
umumnya peralatan ini digunakan setelah kegiatan penanaman dilakukan. Namun karena arah
pemeliharaan tanaman dengan peralatan ini adalah dengan perlakuan pengolahan tanah, dan
dalam arti yang luas penyiangan dapat dilakukan sebelum dan sesudah tanam. Maka tidak ada
salahnya alat penyiang mekanis ini dibicarakan secara singkat pada pembicaraan alat dan mesin
pengolah tanah.
Penggunaan alat penyiang mekanis ini juga tidak banyak berbeda dengan peralatan
pengolah tanah lainnya. Penyiangan dengan peralatan mekanis bertujuan ; memberantas tanaman
pengganggu; memperbaiki aerasi tanah mempertahankan kadar lengas tanah; memacu kerja
mikroorganisme

lebih

aktif;

mengembangkan

penyediaan

unsur

hara

dalam

tanah;

menggemburkan tanah agar penetrasi akar tanaman pokok lebih mudah.


Ada bermacam-macam alat penyiang mekanis yang digerakkan di lapangan pertanian
mulai yang kecil yang digunakan dengan tenaga manusia sampai dengan yang besar yang
digerakkan dengan traktor besar dengan kapasitas kerja sampai (30 35) ha/hari. Alat penyiang
mekanis yang berukuran besar biasanya terdiri atas tiga bagian, dua bagian dipasang di samping,
masing-masing sisi satu bagian dan satu bagian lagi dipasang di belakang traktor. Bagian-bagian
utama alat penyiang mekanis terdiri atas:
a.

Mata pendangir (shovel/sweeper), merupakan bagian yang aktif untuk penyiangan. Yang
berbentuk sekop (shovel) lebih berfungsi untuk menggemburkan tanah, sedang yang berbentuk
kaki bebek/penyapu (sweeper) lebih berfungsi untuk mematikan gulma.

b.
c.

Tangkai pendangir (shank), berfungsi sebagai tempat pemasangan mata pendangir.


Batang penempatan, berfungsi sebagai tempat pemasangan tangkai pendangir, jumlahnya

d.

tergantung dari jenis dan ukuran dari peralatan penyiang mekanisnya.


Kerangka

BAB III
PELAKSANAAN PRAKTEK
D. 1. Membersihkan Lahan Baru Dari Tanaman Pengganggu
2. Alat/ Mesin Yang Digunakan
-

Cangkul
Sabit
Parang
Meteran

3. Bahan Yang Digunakan


-

Air minum
Tali
Pasak

4. Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3)


-

Kotak P3K
Sarung tangan
Sepatu boot
Topi pelindung
Masker (jika perlu)
Baju lengan panjang
Celana panjang

5. Langkah Kerja
5.1. Persiapan Kerja
-

Mempersiapkan bahan dan alat/mesin.


Memeriksa kelengkapan alat/mesin
Memeriksa bagian-bagian alat/mesin
Memastikan kondisi fisik tubuh dalam keadaan baik
5.2. Pelaksanaan Kerja
5.2.1. Pengoperasian Alat/ Mesin
Pengoperasian cangkul

Genggaman cangkul di pegang sesuai kenyamanan pengguna

Cangkul diayunkan.

Setelah tanah tercangkul dengan sempurna angkat dan pindahkan tanah kebagian yang
diinginkan.

Lakukan hal yang sama sampai tanah terolah dengan baik.


Pengoperasian sabit

Pegang genggaman kayu dengan tangan kanan atau kiri sesuai kenyamanan saat memegang.

Pegang tanaman pengganggu (jika memungkinkan).

Potong bagian paling bawah dari tanaman penggangu dengan menggunakan sabit kemudian
ditarik secra perlahan agar gulmanya dapat tertarik.

Buang atau singkirkan bagian tanaman pengganggu yang telah terpotong

Lakukan hal yang sama sampai tanaman pengganggu bersih dari lahan.

5.2.2. Tabulasi Data/ Pengukuran


-

Panjang lahan= 40 m

Lebar lahan = (9 m + 2 m + 9 m)

5.2.3. Perhitungan
-

Lebar jalan pemisah = 2 m

Luas lahan kelas B

= Panjang lahan x lebar lahan

= 40 m x 9 m
= 360
-

Luas lahan kelas A

= panjang lahan x lebar lahan

= 40 m x 9 m
= 360
5.2.4. Hasil
-

Total lahan yang telah dibersihkan = panjang x lebar

Total lahan yang telah dibersihkan = 40m x (9m + 2m+ 9m)

Total lahan yang telah dibersihkan = 800


5. 3. Perawatan Alat/Mesin

Setelah menggunakan cangkul dan sabit sebaiknya langsung dicuci

Periksa bagian yang sensitif seperti pegangan/ sambungan antara kayu dengan genggaman jika
goyang sebaiknya diperbaiki terlebih dahulu.

Simpan cangkul dan sabit ditempat yang aman.

E.

1. Pengolahan tanah pertama (bajak singkal)


2. Alat/ Mesin Yang Digunakan
Taktor tangan (hand tractor)
Bajak singkal
Pengait
Meteran
Roda besi(wheel)
Kunci 19
Pena
Buku
stopwatch
3. Bahan Yang Digunakan
Air minum
Tali
Pasak
4. Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3)
Kotak P3K
Sarung tangan
shoe safety/sepatu boot
Topi pelindung
Masker(jika perlu)
Baju lengan panjang
Celana panjang
5. Langkah Kerja

5.1. Persiapan Kerja


Pemeriksaan traktor tangan sebelum dioperasikan
-

Memeriksa tekanan ban

Memeriksa sistem pelumasan

Memeriksa implemen traktor

Persiapan peralatan tangan

Memeriksa mur-baut (25 jam kerja)

Memeriksa V-belt (25 jam kerja)

Memeriksa bahan bakar yang digunakan (solar dll)

Memeriksa saringan bahan bakar (25 jam kerja)

Memeriksa tuas kendali/kontrol

Mempersiapkan bajak singkal dan memasang jika sudah tiba dilahan

Memeriksa saringan udara

Memeriksa sistem pendingin


5.2. Pelaksanaan Kerja
5.2.1. Pengoperasian Alat/ Mesin

1. Pasang bajak singkal dipengait traktor pada bagian belakang.


2. Tuas kopling utama diposisikan OFF atau rem, sehingga traktor tidak berjalan pada
saat dihidupkan
3. Untuk keamanan, semua tuas persneleng pada posisi netral.
4. Buka kran bahan bakar, sehingga terjadi aliran bahan bakar ke ruang pembakaran
5. Gas dibesarkan pada posisi start, sehingga ada aliran bahan bakar (solar) yang cukup
banyak di ruang pembakaran.
6. Tuas dekompresi ditarik dengan tangan kiri, untuk menghilangkan tekanan di ruang
pembakaran pada saat engkol diputar.
7. Engkol dimasukkan ke poros engkol, lalu putar engkol searah jarum jam beberapa kali,
agar oli pelumas dapat mengalir ke atas melumasi bagian-bagian traktor. Biasanya
dilengkapi dengan indikator, untuk menunjukkan adanya aliran pelumas.
8. Percepat putaran engkol, sehingga akan menghasilkan cukup tenaga untuk menghidupkan
motor.
9. Lepaskan tuas dekompresi, untuk menghasilkan tekanan, sementara engkol masih tetap
diputar sampai motor hidup.
10. Setelah motor hidup, engkol akan terlepas sendiri dari poros engkol. Hal ini disebabkan
bentuk pengait engkol yang miring.

11. Geser posisi tuas gas pada posisi idle atau stasioner
12. Hidupkan motor tanpa beban kurang lebih selama 2-3 menit, agar proses pelumasan
dapat berjalan dengan baik
13. Traktor siap untuk dioperasikan
14. Tempatkan posisi bajak singkal sesuai kebutuhan atau penempatan yang disarankan pada
lahan yang akan dibajak.
15. Lakukan berulang-ulang sampai lahan atau tanah telah dibalikkan sesuai dengan
keinginan.
16. Lakukan pengukuran pada lahan yang dilakukan pengolahan
17. Matikan taktor jika dalam kondisi tertentu atau tidah digunakan lagi.
5.2.2. Tabulasi Data/ Pengukuran
-

Alur 1
Jarak tempuh

Waktu tempuh

Lebar

: 28 cm

Kedalaman

: 10 cm

: 20 meter
: 56,54 detik

Alur 2
-

Jarak tempuh

: 20 meter

Waktu tempuh

Lebar

: 29 cm

Kedalaman

: 15 cm

: 60,2 detik

5.2.3. Perhitungan
-

Rata-rata waktu tempuh = waktu alur 1 + waktu alur 2 /2

Rata-rata waktu tempuh = 60,22 detik + 45,2 detik / 2

Rata-rata waktu tempuh= 56,87 detik

Kecepatan (V) = jarak/waktu

Kecepatan (V) = 20 m/ 45,87 detik

Kecepatan (V) = 0,58 m/detik


5.2.4. Hasil

HP1bajak singkal=

HP1bajak singkal=

HP1bajak singkal=

HP1bajak singkal=

HP1bajak singkal = 0,0324 (HP)


5. 3. Perawatan Alat/Mesin

Cuci semua bagian traktor dan bajak singkal sampai benar-benar bersih.

Periksa semua bagian traktor

Lumuri semua baut dengan minyak pelicin/minyak gammuk.

Sebelum disimpan ada baiknya lepaskan bajak singkal dari traktor.

Pastikan tuas kopling dalam keada on agar per nya tidak mudah rusak.

Simpan traktor dan bajak singkal di tempat yang aman

F. 1. Pengolahan Tanah Kedua (Glebek/ Harrow Rotor)


2. Alat/ Mesin Yang Digunakan
- Taktor tangan (hand tractor)
- Glebek/ Harrow Rotor
- Pengait
- Meteran
- Roda besi(wheel)
- Kunci 19

Pena
Buku
Stopwatch
3. Bahan Yang Digunakan
Tali rapia
Pasak
4. Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3)
Kotak P3K
Sarung tangan
Shoe safety/sepatu boot
Topi pelindung
Masker (jika perlu)
Baju lengan panjang
Celana panjang
5. Langkah Kerja
5.1. Persiapan Kerja
Pemeriksaan traktor tangan sebelum dioperasikan

Memeriksa mur-baut (25 jam kerja)

Memeriksa V-belt (25 jam kerja)

Memeriksa bahan bakar

Memeriksa saringan bahan bakar (25 jam kerja)

Memeriksa saringan udara

Memeriksa sistem pendingin

Memeriksa tuas kendali/kontrol

Memeriksa tekanan ban

Memeriksa sistem pelumasan

Memeriksa implemen

Persiapan peralatan tangan

Mempersiapkan Glebek/ Harrow Rotor dan memasang jika sudah tiba dilahan
5.2. Pelaksanaan Kerja
5.2.1. Pengoperasian Alat/ Mesin

1. Pasang Glebek/ Harrow Rotor dipengait traktor pada bagian belakang.


2. Tuas kopling utama diposisikan OFF atau rem, sehingga traktor tidak berjalan pada saat
dihidupkan.
3. Untuk keamanan, semua tuas persneleng pada posisi netral.
4. Buka kran bahan bakar, sehingga terjadi aliran bahan bakar ke ruang pembakaran

5. Gas dibesarkan pada posisi start, sehingga ada aliran bahan bakar (solar) yang cukup banyak
di ruang pembakaran.
6. Tuas dekompresi ditarik dengan tangan kiri, untuk menghilangkan tekanan di ruang pembakaran
pada saat engkol diputar.
7. Engkol dimasukkan ke poros engkol, lalu putar engkol searah jarum jam beberapa kali, agar oli
pelumas dapat mengalir ke atas melumasi bagian-bagian traktor. Biasanya dilengkapi dengan
indikator, untuk menunjukkan adanya aliran pelumas.
8. Percepat putaran engkol, sehingga akan menghasilkan cukup tenaga untuk menghidupkan motor.
9. Lepaskan tuas dekompresi, untuk menghasilkan tekanan, sementara engkol masih tetap diputar
sampai motor hidup.
10. Setelah motor hidup, engkol akan terlepas sendiri dari poros engkol. Hal ini disebabkan bentuk
pengait engkol yang miring.
11. Geser posisi tuas gas pada posisi idle atau stasioner.
12. Hidupkan motor tanpa beban kurang lebih selama 2-3 menit, agar proses pelumasan dapat
berjalan dengan baik.
13. Traktor siap untuk dioperasikan.
14. Tempatkan Glebek/ Harrow Rotor sesuai kebutuhan atau penempatan yang disarankan pada
lahan yang akan dibajak.
15. Lakukan berulang-ulang sampai lahan atau tanah telah gembur sesuai dengan keinginan.
16. Lakukan pengukuran
17. Matikan taktor jika dalam kondisi tertentu atau tidah digunakan lagi.
5.2.2. Tabulasi Data/ Pengukuran
Alur 1
- Jarak tempuh
: 20 meter
-

Waktu tempuh

: 60,29 detik

Lebar

: 117 cm

Kedalaman

: 7 cm

Alur 2
-

Jarak tempuh

Waktu tempuh

Lebar

: 120 cm

Kedalaman

: 6 cm

5.2.3. Perhitungan

: 20 meter
: 60,28 detik

Rata-rata waktu tempuh =

Rata-rata waktu tempuh=

Rata-rata waktu tempuh = 60, 28 detik

Kecepatan(V) = jarak/waktu

Kecepatan(V) = 20 m/ 60,28 detik

Kecepatan(V) = 0,33 m/detik


5.2.4. Hasil

HPI glebek=

HPI glebek =

HPI glebek =

HPI glebek = 0,006 (HP)

5. 3. Perawatan Alat/Mesin
-

Cuci semua bagian traktor dan glebek sampai benar-benar bersih.

Periksa semua bagian traktor dan glebek apakah saip untuk dipakai atau tidak

Lumuri semua baut dengan minyak pelicin/minyak gammuk.

Sebelum disimpan ada baiknya lepaskan glebek dari traktor kemudian dibersihkan.

Pastikan tuas kopling dalam keadaan on agar per nya tidak mudah rusak.

Simpan traktor dan glebek di tempat yang aman

G. 1. Pengolahan Tanah Kedua (Garu/Leveller)


2. Alat/ Mesin Yang Digunakan

Taktor tangan (hand tractor)


Garu/Leveller
Pengait
Meteran
Roda besi(wheel)
Kunci 19
Pena
Buku
stopwatch

3. Bahan Yang Digunakan


-

Air minum
Tali
Pasak

4. Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3)


-

Kotak P3K
Sarung tangan
Sepatu safety
Topi pelindung
Masker (jika perlu)
Baju lengan panjang
Celana panjang

5. Langkah Kerja
5.1. Persiapan Kerja
Pemeriksaan traktor tangan sebelum dioperasikan
-

Memeriksa mur-baut (25 jam kerja)


Memeriksa V-belt (25 jam kerja)
Memeriksa bahan bakar
Memeriksa saringan bahan bakar (25 jam kerja)
Memeriksa saringan udara
Memeriksa sistem pendingin
Memeriksa tuas kendali/kontrol
Memeriksa tekanan ban
Memeriksa sistem pelumasan
Memeriksa implemen
Persiapan peralatan tangan
Mempersiapkan Garu/Leveller dan memasang jika sudah tiba dilahan
5.2. Pelaksanaan Kerja

5.2.1. Pengoperasian Alat/ Mesin


1. Pasang Garu/Leveller dipengait traktor pada bagian belakang.
2. Tuas kopling utama diposisikan OFF atau rem, sehingga traktor tidak berjalan pada saat
dihidupkan.
3. Untuk keamanan, semua tuas persneleng pada posisi netral.
4. Buka kran bahan bakar, sehingga terjadi aliran bahan bakar ke ruang pembakaran
5. Gas dibesarkan pada posisi start, sehingga ada aliran bahan bakar (solar) yang cukup banyak
di ruang pembakaran.
6. Tuas dekompresi ditarik dengan tangan kiri, untuk menghilangkan tekanan di ruang pembakaran
pada saat engkol diputar.
7. Engkol dimasukkan ke poros engkol, lalu putar engkol searah jarum jam beberapa kali, agar oli
pelumas dapat mengalir ke atas melumasi bagian-bagian traktor. Biasanya dilengkapi dengan
indikator, untuk menunjukkan adanya aliran pelumas.
8. Percepat putaran engkol, sehingga akan menghasilkan cukup tenaga untuk menghidupkan motor.
9. Lepaskan tuas dekompresi, untuk menghasilkan tekanan, sementara engkol masih tetap diputar
sampai motor hidup.
10. Setelah motor hidup, engkol akan terlepas sendiri dari poros engkol. Hal ini disebabkan bentuk
pengait engkol yang miring.
11. Geser posisi tuas gas pada posisi idle atau stasioner.
12. Hidupkan motor tanpa beban kurang lebih selama 2-3 menit, agar proses pelumasan dapat
berjalan dengan baik.
13. Traktor siap untuk dioperasikan.
14. Tempatkan Garu/Leveller sesuai kebutuhan atau penempatan yang disarankan pada lahan yang
akan dibajak.
15. Lakukan berulang-ulang sampai lahan atau tanah telah bersih dari sisa pengolahan.
16. Lakukan pengukuran
17. Matikan taktor jika dalam kondisi tertentu atau tidah digunakan lagi.

5.2.2. Tabulasi Data/ Pengukuran


Alur 1
Jarak tempuh
: 25 meter

Waktu tempuh

Lebar

: 105 cm

Kedalaman

: 7 cm

Alur 2
Jarak tempuh

: 25 meter

: 27,89 detik

Waktu tempuh

: 20, 43 detik

Lebar

: 0,8 m

Kedalaman

: 7 cm

5.2.4. Perhitungan
-

Rata-rata waktu tempuh =

Rata-rata waktu tempuh =

Rata-rata waktu tempuh = 24,16 detik

Kecepatan(V) = jarak/waktu

Kecepatan(V) = 20 m/ 24,16 detik

Kecepatan(V) = 0,827 m/detik


5.2.4. Hasil

HPI garu=

HPI garu=

HPI garu=

HPI garu= 0,013 (HP)


5. 3. Perawatan Alat/Mesin

Cuci semua bagian traktor dan garu sampai benar-benar bersih.

Periksa semua bagian traktor dan garu

Lumuri semua baut dengan minyak pelicin/minyak gammuk.

Sebelum disimpan ada baiknya lepaskan garu dari traktor.

Pastikan tuas kopling dalam keada on agar per nya tidak mudah rusak.

Simpan traktor dan garu di tempat yang aman

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
C. Kesimpulan
1. Pengolahan tanah dapat dipandang sebagai suatu usaha manusia untuk merubah sifat-sifat yang
dimiliki oleh tanah sesuai dengan kebutuhan yang dikehendaki oleh manusia sehingga menjadi
2.

lebih subur.
Pengolahan tanah sangat penting dalam kegiatan pertanian agar tanaman dapat tumbuh dan

berkembang dengan baik.


3. Traktor roda dua merupakan alat/mesin pengolahan tanah yang cukup efektif dalam pengolahan
4.

tanah karena dapat digandengkan denagn berbagai bagian implement traktor.


Bajak singkal, glebek dan garu merupakan alat/implement pendukung traktor roda dua dalam

proses pengolahan tanah.


D. Saran-Saran.
1. Kepada seluruh mahasiswa diharapakan agar selalu giat dan aktif setipakegiatan praktikum yang
dilakukan sehingga bukan hanya lulus mata kuliah ini saja akan tetapi mendapatkan ilmu dan
2.

manfaat yang besar.


Pada praktikum kali ini kami berharap semoga pada praktikum selanjutnya alat yang digunakan

3.

dapat lebih menunjang serta mencukupi sehingga kegiatan praktikum dapat berjalan lancar.
Kepada teman-teman kelompok agar pada saat praktikum berlangsung agar semua mahasiswa
ikut berpartisispasi pada saat pemasangan dan pembukaan implemen pada traktor.

DAFTAR PUSTAKA
Anonymous, 1970 laporan survey mesin dan alat pada pertanian padi di indonesia, Fakultas
Mekanisasi Dan Teknologi Hasil Pertanian-IPB., Bogor.
Dahono dkk, 1997, Pengolahan Tanah Dengan Traktor Tangan, Bagian Proyek Pendidikan Kejuruan
Teknik IV, Jakarta

Mulyoto H dkk, 1996, Mesin-Mesin Pertanian, Bumi Aksara, Jakarta


Soedijanto, 1971. Laporan tentang kegiatan Dinas Alat-alat dan Mesin-mesin Pertanian ,
Direktorat Teknik Pertanian, Jakarta,.
Soeprodjo, P., 1974. Cara-Cara Menentukan Ukuran Utama Traktor Untuk Pengolahan Tanah.
Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
Wijanto, M.S., 1996, Memilih; Menggunakan; Dan Merawat Traktor Tangan.
Depdiknas, 2002. Pengetahuan Alat dan Bahan dalam kegiatan pertanian. Rineka Cipta dan Bina
Adiaksara. Malang.
Faridah, Anni dkk. 2008. Teknik Pembentukan bedengan lahan. Jakarta: Direktorat Pembinaan
Sekolah Menengah Kejuruan.

LAMPIRAN

Judul Praktek
Nama Alat/Mesin

:
:

Pengambilan Data Lapangan


Pengolahan Tanah
1. Traktor Roda Dua(Hand Tractor)
2. Bajak Singkal
3. Glebek

Spesifikasi Alat/Mesin(Lengkap)

No

4. Garu
:

Pengukuran

1
2
3
4
5
6

Lebar kerja alat/mesin 1


Lebar kerja alat/mesin 2
Lebar kerja alat/mesin 3
Jumlah nilai kolom
Rata-rata nilai kolom
Total Rata-rata nilai kolom

7
8

Kedalaman kerja alat/mesin 1


Kedalaman kerja alat/mesin 2

Lajur

Keterangan

1
2
28
29
117
120
105
110
250
259
250:3=83,33
259:3=86,33
(83,33+ 86,33)/2 =84,83
10
7

15
6

L=cm

9
10
11
12

Kedalaman kerja alat/mesin 3


Jumlah nilai kolom
Rata-rata nilai kolom
Total Rata-rata nilai kolom

13
14
15
16
17
18
19
20
21

Jarak tempuh kerja alat/mesin 1


Waktu tempuh kerja alat/mesin 1
Rata-rata kecep. kerja alat/mesin 1
Jarak tempuh kerja alat/mesin 2
Waktu tempuh kerja alat/mesin 2
Rata-rata kecep. kerja alat/mesin 2
Jarak tempuh kerja alat/mesin 3
Waktu tempuh kerja alat/mesin 3
Rata-rata kecep. kerja alat/mesin 3

22

Draft spesifik tanah

23

Eff. Pener. Daya engine kedaya

24

Berat traktor + mesin

25

5
7
22
28
22:3=7,33
28:3=9,33
(7,33+9,33)/ 2=8,33
20
20
53,54
38,2
(0,37+0,52)/ 2=0,44
20
20
42,83
39,17
(0,47+0,51)/ 2=0,49
20
20
30,89
32,11
(0,65+0,62)/ 2=0,63

d=cm
Meter
Detik
V=m/det
Meter
Detik
V=m/det
Meter
Detik
V=m/det

0,7422

Ds=kg/

63

Efl=%

98+98=196

W=kg

Rolling resistance

30

Rr=%

26

Eff. Pener. Daya engine keroda

71

Ef2=%

27

Toleransi pengguna daya

30

Tl=%

PERSAMAAN PERHITUNGAN DAYA


HP

x (HP1 +HP2)

Keterangan:
HP

= Daya Total (HP)

HP1

= Daya Untuk Menarik Alat/Implement (HP)

HP1

= Daya Untuk Menggerakkan Traktor/Mesin Sendiri (HP)

Tl

= Toleransi Pengguna Daya (%)

HP=

x0,025 + 0,919

HP=

HP= 1,348

x 0,944

HP bajak singkal=

Keterangan:
dS

= Draft Penggaruan(kg/m)

= Kedalaman Pemotongan Tanah (cm)

= Lebar Pemotongan Tanah Dalam Pembajakan (cm)

Efl

= Efesiensi Penerusan Daya Engine Ke Alat/Implement (%)

HP1bajak singkal=

HP1bajak singkal=

HP1bajak singkal=

HP1bajak singkal=

HP1bajak singkal = 0,025 (HP)


HPl garu =

keterangan:

dc

= Draft Cultivator Per Mata Cultivator (kg/bh)

= Jumlah Mata Cultivator (bh)

= Kecepatan Pengolahan Tanah (m/detik)

Efl

= Efesiensi Penerusan Daya Engine Ke Alat/Implement (%)

HPI garu=

HPI garu=

HPI garu=

HPI garu= 0,011 (HP)

HPl bajak rotari =

keterangan:
tsp

= Torsi Spesifik Pembajakan (kg m/

= Kedalaman Pemotongan Tanah (cm)

= Lebar Pemotongan Tanah Dalam Pembajakan(cm)

rpm

= Jumlah Putaran Pisau Rotari Per Menit(.../menit)

Efl

= Efesiensi Penerusan Daya Engine Ke Alat/Implement (%)

HP2=

keterangan:
W

= Berat Traktor (kg)

Rr

= Kecepatan Pengolahan Tanah (m/detik)

= Rolling Resistance (%)

Ef2
-

HP2=

HP2=

= Efesiensi Penerusan Daya Engine Ke Roda(%)

LAPORAN MEKANISASI PERTANIAN


LAPORAN TETAP
MEKANISASI PERTANIAN

OLEH :
SARAH DWI YUSTIANI
05111007112

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2012
I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Perkembangan zaman dengan meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki
dampak yang luar biasa terhadap kehidupan manusia. Manusia sebagai makhluk yang memiliki
potensi untuk berfikir akan selalu mengembangkan sesuatu hal agar menjadikan kehidupannya
menjadi lebih baik. Oleh karena itu, proses perubahan akan terus berjalan.
Penggunaan alat dan mesin pertanian sudah sejak lama digunakan dan perkembangannya
mengikuti dengan perkembangan kebudayaan manusia. Pada awalnya alat dan mesin pertanian
masih sederhana dan terbuat dari batu atau kayu kemudian berkembang menjadi bahan logam.
Susunan alat ini mula-mula sederhana, kemudian sampai ditemukannya alat mesin pertanian
yang komplek. Dengan dikembangkannya pemanfaatan sumber daya alam dengan motor secara
langsung mempengaruhi perkembangan dari alat mesin pertanian (Sukirno, 1999).
Sesuai dengan defenisi dari mekanisasi pertanian (agriculture mechanization), maka
penggunaan alat mekanisasi pertanian adalah untuk meningkatkan daya kerja manusia dalam

proses produksi pertanian dan dalam setiap tahapan dari proses produksi tersebut selalu
memerlukan alat mesin pertanian (Sukirno, 1999).
Setiap perubahan usaha tani melalui mekanisasi didasari tujuan tertentu yang membuat
perubahan tersebut bisa dimengerti, logis, dan dapat diterima. Diharapkan perubahan suatu
sistem akan menghasilkan sesuatu yang menguntungkan dan sesuai dengan tujuan yang telah
ditetapkan. Secara umum, tujuan mekanisasi pertanian adalah :
a. mengurangi kejerihan kerja dan meningkatkan efisiensi tenaga manusia
b. mengurangi kerusakan produksi pertanian
c. menurunkan ongkos produksi
d. menjamin kenaikan kualitas dan kuantitas produksi
e. meningkatkan taraf hidup petani
f. memungkinkan pertumbuhan ekonomi subsisten (tipe pertanian kebutuhan keluarga) menjadi
tipe pertanian komersil (comercial farming).
Pengembangan alat dan mesin pertanian yang juga pengembangan mekanisasi pertanian
tidak dapat berdiri sendiri, karena merupakan suatu sub sistem penunjang ( supporting
system) dalam proses budidaya, pengolahan dan penyimpanan. Sebagai teknologi yang
bersifat indivisible ( tidak dapat terbagi), peran alat dan mesin pertanian tersebut sebaiknya dapat
didistribusikan pada banyak pemakai, atau petani kecil yang tidak mempunyai cukup
kemampuan untuk memilikinya. Berbagai studi menyebutkan, bahwa alat dan mesin pertanian
memiliki kaitan sangat erat dengan dinamika sosial ekonomi dari sistem budidaya pertaniannya.
Kemampuan mengemudi traktor di jalan (on road driving) merupakan syarat yang harus
dipenuhi oleh seorang operator traktor, sebelum mengoperasikan traktor di lahan pertanian.
Mengemudi traktor, secara mendasar dibedakan berdasarkan:
1. Mengemudi tanpa gandengan
2. Mengemudi dengan gandengan
3.

Mengemudikan berarti mengoperasikan dan mengendalikan alat kendali yang terdiri dari
kopling, rem kaki, rem tangan, roda setir, tuas perseneling, dll. Semua alat kendali tersebut
mengatur penyaluran tenaga putar yang dihasilkan oleh sumber tenaga, sehingga didapatkan
putaran tertentu pada roda penggeraknya, kemudian roda setir mengarahkan gerak traktor.
B. Tujuan

Tujuan diadakannya kuliah lapangan ini adalah agar mahasiswa dapat terjun langsung
dalam menerapkan teori yang didapatkan pada mata kuliah mekanisasi pertanian dan lebih
memahami teknologi pertanian di kehidupan nyata.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Mengenal alat alat laboratorium adalah materi yang harus dikuasai oleh seseorang yang
bekerja di laboratorium. Mengenal alat alat laboratorium menjadi mutlak karena setiap
praktikum kita akan mengginakan alat yang berbeda. Fungsi dari masing masing alat tersebut
juga harus diketahui ddengan baik oleh semua mahasisiwa, selain itu juga ada cara kerja dari tiap
tiap alat harus diketahui dengan baik.
Mekanisasi pertanian diartikan secara bervariasi oleh beberapa orang. Mekanisasi
pertanian diartikan sebagai pengenalan dan penggunaan dari setiap bantuan yang bersifat
mekanis untuk melangsungkan operasi pertanian. Bantuan yang bersifat mekanis tersebut
termasuk semua jenis alat atau perlengkapan yang digerakkan oleh tenaga manusia, hewan,
motor bakar, motor listrik, angin, air, dan sumber energi lainnya. Secara umum mekanisasi
pertanian dapat juga diartikan sebagi penerapan ilmu teknik untuk mengembangkan,
mengorganisasi, dan mengendalikan operasi di dalam produksi pertanian (Robbins,2005).
Ruang lingkup mekanisasi pertanian juga berkembang sejalan dengan perkembangan
teknologi dan modernisasi pertanian. Ada pula yang mengartikan bahwa pada saat ini teknologi
mekanisasi yang digunakan dalam proses produksi sampai pasca panen (penanganan dan
pengolahan hasil) bukan lagi hanya teknologi yang didasarkan pada energi mekanis, namun
sudah mulai menggunakan teknologi elektronika atau sensor, nuklir, image processing, bahkan

sampai teknologi robotik. Dan digunakan baik untuk proses produksi, pemanenan, dan
penanganan atau pengolahan hasil pertanian (Mugniesyah, 2006).
Mekanisasi pertanian dalam arti luas bertujuan untuk meningkatkan produktifitas tenaga
kerja, meningkatkan produktifitas lahan, dan menurunkan ongkos produksi. Penggunaan alat dan
mesin pada proses produksi dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas,
produktifitas, kualitas hasil, dan mengurangi beban kerja petani. Pengalaman dari negara-negara
tetangga Asia menunjukkan bahwa perkembangan mekanisasi pertanian diawali dengan penataan
lahan (konsolidasi lahan), keberhasilan dalam pengendalian air, masukan teknologi biologis, dan
teknologi kimia. Penerapan teknologi mekanisasi pertanian yang gagal telah terjadi di Srilangka
yang disebabkan kecerobohan akibat penerapan mesin-mesin impor secara langsung tanpa
disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik pertaniannya. Berbeda halnya dengan Jepang yang
melakukan modifikasi sesuai dengan kondisi lokal, kemudian baru memproduksi sendiri untuk
digunakan oleh petani mereka ( Hamilton dkk,1996).
Suatu hal yang paling mendasar yang masih belum diperhatikan dalam pengembangan
teknologi pertanian di Indonesia hingga kini adalah kurang memadainya dukungan prasarana
pertanian. Prasarana pertanian kita belum dikelola secara baik, sehingga masih agak sulit atau
lambat dalam melakukan introduksi mesin-mesin pertanian (Robbins,2005).
Pengelolaan lahan, pengaturan dan manejemen pengairan yang meliputi irigasi dan
drainase, serta pembuatan jalan-jalan transportasi daerah pertanian, dan masih banyak lagi aspek
lainnya yang belum disentuh secara sungguh-sungguh dan profesional.
Relevansinya dengan hal tersebut, beberapa hal penting yang harus dilaksanakan antara
lain adalah merencanakan atau memperbaiki kondisi lahan (konsolidasi lahan). Selain itu juga
mendatangkan dan mengupayakan agar prasarana dan sarana pertanian sampai dan tersedia di
lapangan tepat waktu sehingga dapat mengakselerasi pencapaian visi dan misi pertanian modern
(Anonim, 2011).
Pengembangan teknologi pertanian diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan
kemandirian masyarakat kita umumnya dan petani khususnya. Dapat dipastikan bahwa jika
teknologi pertanian yang cocok tersebut telah berhasil dikembangkan dan diterapkan di negara
kita, maka ketahanan pangan atau swasembada pangan pasti akan tercapai sehingga kemandirian
dalam hal ekonomi dan politik dapat kita wujudkan (Siahan,2001).

Pada akhirnya kita punya modal kemandirian minimal dalam satu aspek pangan dan
beberapa aspek lainnya misalnya keutuhan bangsa dan semangat untuk berkompetesi demi
kemajuan bangsa yang berdaulat dan bermartabat (Siahan,2001).
Pembangunan pertanian akan bergerak dengan baik apabila mengandung 5 (lima) syarat
pokok seperti , teknologi yang selalu berubah pasar bagi hasil hasil usaha tani tersedianya
saprotan secara local perangsang bagi petani transpotasi selain syarat pokok tersebut juga
terdapat syarat pelancar yaitu pendidikan pembangunan kredit produksi, kegiatan bersama atau
kelompok oleh petani perbaikan dan perluasan areal lahan perencanaan nasional pembangunan
pertanian (Mugniesyah, 2006).
Mesin pra panen untuk pertanian adalah mesin yang digunakan untuk mengelolah lahan
dari lahan primer hingga pengelolahan lahan sekunder. Adapun mesin pra pertanian yang
dirancang khusus untuk penanaman hingga pemeliharaan tanaman yang biasa disebut dengan
mesin alat tanam (Wijanto,2002).
Traktor tangan merupakan (hand tractor) merupakan sumber penggerek dari implement
(peralatan) pertanian. Biasanya traktor tangan digunakan untuk mengolah tanah. Namun
sebenarnya traktor tangan ini merupakan mesin yang serba guna , karena dapat digunakan untuk
tenaga penggerek implement yang lain, seperti pompa air, alat prosesing, trailer, dan lain lain
(Anonim, 2011).
Selain kopling utama, ada dua kopling kemudi. Kopling kemudian terletak di bawah gigi
persneleng, di pangkal poros kedua roda. Kopling kemudian dioperasikan melalui tunas kemudi
kiri dan kanan. Apabila kopling kemudi kanan ditekan , maka putaran gigi persneleng tidak
tersambung dengan poros roda kanan . Sehingga roda kanan akan berhenti , dan traktor tangan
dapat bergerak maju mundur dengan kecepatan tertentu karena putaran poros motor penggerek
disalurkan di samping roda . Ada tiga jenis roda yang digunakan pada traktor tangan, yaitu roda
ban, roda besi, roda apung (roda sangkar / cage whell) .
Roda ban berfungsi untuk transportasi dan mengolah tanah kering.Bentuk permukaan
roda ban beralur agak dalam untuk mencegah slip . Roda ban dapat meredam getaran , sehingga
tidak merusak jalan jalan .Roda besi digunakan untuk pembajakan di lahan kering. Sirip pada
roda besi akan menancap ke tanah, sehingga akan mengurangi terjadinya slip pada saat menarik
bebab berat. Roda apung digunakan pada saat pengolahan tanah basah (Mugniesyah, 2006) .

Roda apung ini ada yang lebar. Ukuran roda disesuiakan dengan spesifikasi traktor .Besar
kecilnya roda akan berpengaruh terhadap lajunya traktor. Poros roda traktor biasanya cukup
panjang dan dilengkapi dengan beberapa lubang. Poros yang panjang ini dimaksudkan untuk
menyesuaikan lebar oleh implement. Pemasangan roda yang cukup lebar juga aka menjaga
keseimbangan traktor.Pemanasan roda yang cukup lebar juga menjaga keseimbangan traktor.
Aplikasinya dari alat dan mesin pertanian sangat dipergunakan untuk memudahkan dalam
pengerjaannya, khususnya dalam bidang pertanian.
Berkembangnya teknologi sekarang ini, menyebabkan tingkat produksi dalam
pemakaiannya alsintan juga dilakukan secara modern, sehingga dapat memudahkan dalam
kehidupan. Tujuan dari penggunaan alat dan mesin ini sangat diperlukan karena sangat
mendukung dalam meningkatkan produktivitas pada pertanian(Anonim, 2011).
Untuk melaksanakan tugas dengan baik perlu peningkatan kuantitas dan kualitas sumber
daya manusia yang merupakan ujung tombak transfer teknologi kepada petani tersebut. Dari
hasil evaluasi Program Pendidikan dan Latihan jarak jauh terhadap para PPL dilaporkan terdapat
perkembangan yang positif dalam wawasan pengetahuan , keterampilan serta peningkatan
kemampuan pengelolahan usaha pertanian masyarakat (Siahan,2001).
Penerapan mekanisasi sangat berhubungan dengan kemajuan kemajuan bidang lain dari
Agricultural Engenering dan berbentuk dalam satu atau lebih kombinasi dari bidang bidang
tersebut. Agricultural Engenering meliputi bidang bidang Teknik Mesin Budidya Pertanian
(Farm Power and Machinery), Teknik Tanah dan Air (Soil and Water Engenering), Teknik
Bangunan Pertanian (Farm Structures), Teknik Pengolahan Hasil Pertanian (Agricultural Product
Procesing Engenering), Teknik Pelistrikan Pertanian (Farm Electrification), dan Teknik
Pengolahan Pangan (Food Engenering) (Siahan,2001).
Pasca panen (kegiatan setelah panen) merupakan ruas kegiatan usaha tani yang paling
kritis, bukan hanya curahan tenaga kerja namun juga faktor kritis yang menyangkut masalah
susut. Data BPS pada musim tanam 1986/1987 menunjukkan angka susut yang cukup besar yaitu
21,3% dari seluruh kegiatan (panen sampai penggilingan). Angka susut memang berbeda beda,
namun angka nasional yang ditunjukkan oleh data BPS dapat dipakai sebagai acuan resmi
nasional ( Hamilton dkk,1996).
Mesin pasca panen adalah mesin yang digunakan untuk mengelolah hasil pertanian yang
biasanya dirancang sesuai dengan hasil pertanian yang ada. Mesin pasca panen ini biasanya lebih

mengarah kepembuatan produk yang ingin dihasilkan. Contohnya mesin penghasil sari buah,
mesin pembuat bubuk coklat, mesin pembuat mie, dan sebagainya (Hamilton dkk,1996)
Alat dan mesin yang digunakan dalam pra penen dan pasca panen sangat membantu di
dalam proses pertanian mulai dari pengolahan tanah sampai pada produksi pertanian. Dengan
bertambahnya alat dan mesin yang canggih dapat meningkatkan produksi pertanian untuk
kebutuhan konsumen yang semakin meningkat. Hal ini di pengaruhi oleh bertambahnya jumlah
penduduk di dunia, sehingga peningkatan produksi terutama tanaman pangan mendorong para
ahli untuk membuat alat yang modern,agar dapat mencukupi kebutuhan hidup manusia
(Siahan,2001).
Teknologi Industri Pertanian didefinisikan sebagai disiplin ilmu terapan yang menitik
beratkan pada perencanaan, perancangan, pengembangan, evaluasi suatu sistem terpadu
(meliputi manusia, bahan, informasi, peralatan dan energi) pada kegiatan agroindustri untuk
mencapai kinerja (efisiensi dan efektivitas) yang optimal. Disiplin ini menerapkan matematika,
fisika, kimia/biokimia, ilmu-ilmu sosial ekonomi, prinsip-prinsip dan metodologi dalam
menganalisis dan merancang agar mampu memperkirakan dan mengevaluasi hasil yang
diperoleh dari sistem terpadu agroindustri. Sebagai paduan dari dua disiplin, teknik proses dan
teknik industri dengan objek formalnya adalah pendayagunaan hasil pertanian (Wijanto,2002).
Kemajuan para petani ini ditandai oleh banyaknya petani kita yang telah menggunakan
saran-saran para penyuluh dari bidang pertanian tentang bagaimana cara menggunakan mesin
perontok gabah yang baik sehingga menghasilkan hasil komoditi yang sangat baik. Jika
dahulunya perontokan dilakukan dengan cara dibanting dan diijak-injak, sekarang mereka telah
beralih menggunakan power tresher atau biasa kita sebut dengan mesin perontok gabah. Hal ini
membuat pekerjaan mereka lebih mudah dan dapat dilakukan dengan cepat dan efisien.
Pengolahan gabah merupakan tahap yang penting dalam pengolahan padi sebelum dikonsumsi
karena perdagangan padi dalam partai besar dilakukan dalam bentuk gabah (Robbin, 2005).
Perontokan dan pengeringan. Perontokan adalah proses memisahkan gabah dari merang
sedangkan pengeringan adalah proses mengurangi kadar air gabah hasil panen untuk keperluan
simpan atau giling, urutan 2 proses ini dapat dibolak-balik. Pada padi hibrida umumnya
dirontokkan dulu lalu dikeringkan/dijemur sedangkan padi varietas local umumnya dikeringkan
lalu

dirontokkan(
Setelah

dirontokkan,gabah

dimasukkan

Wijanto,
ke

mesin

pemecah

2002).
kulit.

Proses

ini

mengelupaskan sekam dari gabah. Hasil biji beras yang dikenal dengan Beras Pecah Kulit atau
Brown Rice. Biji beras masih memiliki kulit ari (aleurone dan pericarp). Lapisan kulit ari ini
umumnya dikenal dengan istilah bekatul. Aleurone adalah lapisan protein. Pada saat benih
berkecambah, sel aleurone akan memecah menjadi asam amino. Dipicu oleh hormon yang
dipecahkan oleh embrio aleuron akan mensintesis enzim yang berguna untuk memacu
perkecambahan. Pericarp adalah jaringan yang mengelilingi biji, sebagai pelindung embrio
(Robbin,

2005).

Berbagai penelitian membuktikan bahwa lapisan kulit ari kaya akan kandungan protein,
vitamin, mineral, lemak dan serat. Oleh karena itu, membiasakan mengkonsumsi beras pecah
kulit menjadi lebih sehat dan lebih baik. Akan tetapi, umumnya orang enggan memakannya
karena nasi dari beras pacah kulit lebih keras, walaupun sudah lama dimask sehingga, sulit
dikunyah

(Wijanto,2002).

Proses mengelupas kulit ari sehingga diperoleh beras putih bersih. Biji beras yang putih
bersih ini sebagian besar terdiri dari pati. Petani yang menggunakan teknologi di bidang
pertanian khususnya yang menggunakan mesin pertanian haruslah mampu mengetahui biayabiaya yang ia akan keluarkan dalam pengolahan lahannya. Seperti pengeluaran untuk bahan
bakar mesin,biaya perawatan mesin,biaya perawatan tanamannya, sampai upah pekerja jika ia
menggunakan jasa pekerja. Hal ini sangatlah penting karena dengan mengetahui seluruh biaya
pengeluaran yang telah dikeluarkan selama pengolahan lahan, maka para petani dapat
mengetahui keuntungan yang akan diperolehnya nanti (Robbin,2005).
Mesin evaporator vakum adalah mesin yang biasa dipakai untuk mengurangi kadar air
suatu bahan yang berbentuk cair. Prinsip kerja dari mesin ini adalah tanpa pemanasan langsung,
suhu biasa diatur sesuai dengan keinginan. Penggunaan suhu rendah disertai dengan vakum, akan
menjaga nutrisi/gizi produk tidak hilang atau rusak. Mesin separator sentrifugal (sentrifus)
berfungsi untuk memisahkan cairan dari cairan yang berbeda, seperti air dan minyak pada proses
pembuatan VCO (Wijanto,2002).
Beberapa kasus pada pengolahan kakao dan kopi, juga memberikan indikasi, bahwa
penggunaan alat dan mesin untuk sortasi, pengeringan, dan penanganan primer hasil kakao dan
kopi mampu meningkatkan kualitas 10 hasil dan pada akhirnya mengangkat nilai tambah hasil
pertanian Dalam sistem agribisnis yang terbagi dalam empat sub sistem yaitu sub sistem

agribisnis hulu sampai pada sub sistem agribisnis hilir (pengolahan dan pemasaran), peran alat
dan mesin pertanian diperlukan(Anonim,2011).
Faktor faktor pra panen yang diketahui berdampak pada cita rasa produk hortikultura
termasuk lingkungan , praktek budaya , bahan kimia yang digunkan serta faktor unsure hara .
Pengaruh iklim terhadap cita rasa buah dan sayur juga telah banyak dilaporkan. Diketahui bahwa
musim berpengaruh besar terhadap tinngkat kepedesaan pad bawang merah ( Hamilton
dkk,1996)
Terdapat banyak faktor pra panen yang dapat mempengaruhi mutu pasca panen buah
dan sayur, terutama pengaruhnya terhadap penampakan , kekerasan dan cita rasa. Faktor-faktor
biologi , fisilologi , lingkungan , dan budidaya. Kerusakan kerusakan yang terjadi selama
proses produksi , benda benda asing yang tidak diinginkan yang tercampur pada produk
hortikultura dan residu bahan kimia serta variasi genetic (Anonim, 2011).
Untuk tanaman pangan (padi, jagung dan kedelai) teknologi mekanisasi yang ada di pasar
sebenarnya sudah tersedia cukup dengan suplai yang cukup. Namun demikian, masalah
manajemen sistem mekanisasi menjadi faktor kendala yang perlu diperhatikan, bidang ini tidak
banyak mendapat perhatian sebagai bidang sains dan perekayasaan. Pada masa sekarang dengan
keinginan dan keutuhan untuk menuju ke produktivitas, efisiensi, kualitas dan nilai tambah,
sistem manajemen/sistem enjinering mekanisasi pertanian perlu mendapatkan perhatian bagi
peneliti/perekayasa mekanisasi, penyuluh dan praktisi yang bergerak di bidang mekanisasi
(Mugniesyah, 2006).
Sebagai contoh dalam tahap penanganan dan pengolahan hasil pertanian, masalah hasil
samping dan limbah perlu mendapat perhatian lebih banyak. Komoditi pertanian mempunyai
prospek baik serta bersifat renewable. Sebagai contoh adalah sabut kelapa dan cangkang sawit
dan sekam padi yang umumnya hanya dibakar. Teknologi pirolis dapat menambah nilai uang
limbah dan dikembalikan lagi kepada usaha tani dalam bentuk yang lain.
Traktor dua roda sering disebut juga sebagai traktor tangan atau hand traktor yang mana
traktor tangan ini menggunakan motor satu silinder dengan daya 5-15 hp, bahan bakar yang
digunakan umumnya solar. Motor penggerak dipasang pada kerangka dengan 4 buah baut
pengencang. Motor dapat digeser kearah depan dan belakang untu memperoleh keseimbangan
traktor. Untuk menghidupkan traktor ini digunakan engkol.

Kerangka pada traktor tanagan berperan sebagai tempat kedudukan motor penggerak ,
unit transmisi dan bagian traktor lainnya .ddaya pada motor penggerak disalurkan melalui
putaran poros engkol kekopling utama melalui sabuk V. kopling utama meneruskan daya tersebut
kesusunan roda gigi transmisi untuk menggerakkan poros roda dan poros rotary. Disamping
untuk menyalurkan daya, unit transmisi juga berfungsi untuk mengatur keceptan traktor.
Traktor Dua Roda umumnya digunakan pada lahan yang sempit dan banyak digunakan
petani di Indonesia, karena dapat berputar dengan tajam atau lintasan berputar yang sempit jika
dibandingkan dengan mini traktor Traktor tangan dengan daya yang kecil dapat digunakan pada
kebun yang kecil (Garden Traktor), sperti untuk kebun sayuran orgnik dengan dengan system
kelambu.
Traktor roda dua atau traktor tangan juga dapat mengolah tanah yang gembur dan dengan
kelembaban tertentu, dan disesuaikan dengan kekuatan traktor tersebut. Oleh karena itu traktor
roda dua ini dapat dioperasikan pada lahan yang lembab atau basah dan tidak terlalau kering.
Komponen utaman Traktor Dua Roda
Langkah pertama yang harus dipelajari untuk dapat mengoperasikan traktor dua roda ini
adalah mengenal traktor dua roda itu sendiri .Bagian-bagian utama traktor tangan dapat
dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu:
1.

Tenaga penggerak motor.

2.

Kerangka dan transmisi (penerus tenaga).

3.

Tuas kendali.

1.

Tenaga penggerak motor.


Jenis tenaga penggerak yang sering dipakai adalah motor diesel, tetapi ada juga yang

menggunakan motor bensin atau minyak tanah (kerosin). Daya yang dihasilkan kurang dari 12
Hp, dengan menggunakan satu silinder. Motor penggerak dipasang pada kerangka dengan empat
buah baut pengencang. Lubang baut pada kerangka dibuat memanjang agar posisi motor dapat
digerakkan maju mundur. Tujuannya untuk memperoleh keseimbangan traktor dan untuk
menyesuaikan ukuran v-belt yang digunakan. Traktor akan lebih berat ke depan apabila posisi
motor digeser maju, begitu juga sebaliknya. Untuk menghidupkan motor diesel digunakan
engkol, sedangkan untuk motor bensin dan minyak tanah menggunakan tali starter.

Sebagian besar traktor menggunakan motor diesel. Penggunaan motordiesel umumnya lebih
murah baik pada saat pengoperasiannya maupun perawatannya. Motor diesel lebih awet
dibanding motor jenis lain, asal perawatannya dilakukan dengan baik dan benar sejak awal.
2.

Kerangka dan transmisi (penerus tenaga)


Kerangka berfungsi sebagai tempat kedudukan motor penggerak, transmisi dan bagian

traktor lainnya. Bagian traktor dikaitkan dengan kerangka dengan menggunakan beberapa buah
baut pengencang. Transmisi berfungsi memindahkan tenaga/putaran dari motor penggerak ke
alat lain yang bergerak. Jenis transmisi yang digunakan ada beberapa macam, seperti : pully, belt,
kopling, gigi persneleng, rantai dan sebagainya. Tenaga dari motor berupa putaran poros
disalurkan melalui pully dan vbelt ke kopling utama. Kopling utama meneruskan tenaga tersebut
ke gigi persneleng untuk menggerakkan poros roda dan poros PTO. Selain untuk menyalurkan
tenaga, gigi persneleng juga berfungsi sebagai pengatur kecepatan putaran poros roda dan poros
PTO. Dari PTO tenaga dasalurkan lewat gigi dan rantai ke mesin rotary.
3.

Tuas kendali/kontrol

Tuas kendali adalah tuas-tuas yang digunakan untuk mengendalikan jalannya traktor. Untuk
mempermudah jalannya operasional, traktor tangan ada banyak tuas kendali. Namun begitu
banyaknya tuas kendali ini akan mengakibatkan traktor menjadi lebih berat, dan harganya lebih
mahal. Untuk itu sekarang banyak diproduksi traktor yang hanya dilengkapi dengan beberap tuas
kendali. Tujuannya agar traktor menjadi ringan, dan harganya menjadi lebih murah. Meskipun
kemampuan traktor menjadi terbatas.

BAB III
METODOLOGI
A. Tempat dan Waktu
Praktikum ini dilaksanakan di Balai Agro Techno Park (ATP) pada tanggal 8 Desember
2012 dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 14.00.
B. Cara Kerja
Traktor
a. Setelah taktor berada di lahan. Nyalakan kontak mesin.
b. Setelah hidup injak kopling dan pindah gigi kanan 2 dan gigi kiri 1.
c. Lepaskan kopling secara perlahan dan jalankan dengan melihat kedepan.
d. Turunkan implement dan jalankan traktor dengan kemudi.
e. Usahakan agar mengemudi dengan mengunakan tangan satu (tangan kiri).
f. Naikan implement apabila traktor terasa berat.
g. Jangan lupa untuk melihat ke belakang untuk melhat hasil pengolahan tapi tetap focus pada
bagian depan yang akan di olah.
h. Setelah traktor samapai pada bagian ujung lahan angkat implement dan belokan traktor dengan
menginjak rem dan membanting kemudi kekiri secara bersamaan lalu injak kopling.
i. Setelah membelok lepaskan kopling secara perlahan dan turunkan implement lanjutkan
pengolahan dan naik turunakan implement sampai pengolahan selesai.
j. Setelah pengolahan selesai naikan implement injak kopling turunkan gigi dan matikan mesin.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Traktor Roda Empat
1. Jenis dan cara pemilihan traktor roda empat
Kebanyakan traktor roda empat yang dipergunakan di Asia Tenggara memiliki tenaga
12hp hingga 80hp, sebagian berpenggerak dua-roda (two-wheel drive), dan beberapa
berpenggerak empat-roda (four-wheel drive). Traktor roda empat banyak dipergunakan di lahan
perkebunan, dan di beberapa negara sudah dipergunakan di lahan sawah.
Enjin (engine) yang dipergunakan pada traktor roda empat kebanyakan enjin diesel multi
silinder berpendingin air, mayoritas adalah enjin 4-tak. Traktor roda empat dilengkapi dengan pto
(power take off), dan dilengkapi juga dengan sistem tiga titik gandeng (three point hitch/linkage
system)
Dalam memilih jenis dan ukuran traktor, hal-hal berikut harus benar-benar diperhatikan:
-

Pekerjaan apa yang ingin dilakukan, dan implemen apa yang akan dipergunakan

Jenis-jenis lahan yang harus dipertimbangkan antara lain: lahan kering (upland field), lahan

sawah, hutan, padang rumput, semak-semak, dll.


-

Jam kerja pertahun

Luas lahan yang akan digarap, jarak antara petak lahan, frekuensi pindah dari satu petak ke

petak lainnya, kondisi kerja dan pindah, kemiringan lahan, dll.


Sebagai contoh, sebaiknya dipergunakan traktor yang besar bila lahannya luas dengan
ukuran petak lahan yang akan diolah besar, dan waktu kerja per tahun juga besar. Namun
demikian, akan lebih efektif menggunakan traktor lebih kecil bila ukuran petak lahannya kecil.
Traktor ukuran kecil juga lebih baik dipergunakan untuk lahan sawah yang ukuran petaknya
lebih kecil. Traktor berpengerak empa-roda lebih baik dipergunakan pada lahan-lahan dengan
tingkat kemiringan tinggi, banyak galengan/tanggul.

Bila akan membajak lahan yang baru dibuka, dimana disana masih terdapat banyak batu
dan tunggul, maka traktor dengan peralatan draft-control akan lebih baik dipergunakan. Jika kita
telah memiliki implemen yang cukup banyak jumlahnya, maka traktor yang harus dipilih adalah
yang dapat digandengkan dengan implen-implemen itu. Jika kita memerlukan lebih dari satu unit
traktor, maka memiliki traktor dengan jenis yang sama atau berbeda, sama-sama memiliki
kelebihan dan kekurangan. Bila jenisnya sama, maka akan lebih mudah memeliharan dan
menyediakan suku cadang, tapi tidak dapat dipergunakan untuk pekerjaan yang sangat bervariasi.
2. Konstruksi dan Fungsi
2.1. Konstruksi dan keutamaan dari traktor roda empat
Traktor roda empat secara mendasar terdiri dari bagian-bagian utama sebagai berikut:
1. Enjin (engine)
2. Alat untuk penyaluran tenaga (power transmission device)
3. Alat untuk bergerak (running device)
4. Alat untuk kemudi (steering device)
5. Alat untuk bekerja (working device)
Secara umum, bila melihat bagian-bagian tersebut, sepertinya tidak ada perbedaan besar
antara traktor dengan mobil pada umumnya. Perbedaan sepertinya hanya ada pada bagian
terakhir yaitu alat untuk bekerja, namun demikian sebenarnya keempat bagian lainnya juga ada
banyak perbedaan. Misalnya bila kita ingin mengubah sebuah truk dimodifikasi menjadi traktor,
maka hal-hal berikut harus dipertimbangkan:
a. Konstruksi traktor sangat kaku di semua bagian
b. Traktor dipergunakan dengan beban berat hampir di seluruh waktu kerjanya
c. Traktor bergrak dengan kecepatan rendah
d. Traktor umumnya bergerak di lahan yang tidak rata
e. Traktor beroperasi pada lahan berdebu dan berlumpur
f. Traksi atau gaya tarik yang kuat diperlukan
g. Ground clearance besar dibutuhkan
h. Rem untuk roda kiri dan kana harus dipisahkan dan bebas, namun bisa disatukan dengan
menggunakan differential lock.

Selain keutamaan tersebut di atas, perlu diperhatikan bahwa traktor harus memiliki
kemampuan menarik dan mengangkat implemen. Oleh sebab itu penyaluran tanaga ke bagian ini
harus tersedia.
2.2. Enjin
Kebanyakan dari traktor roda empat dilengkapi dengan enjin diesel, 4-tak, berpendingin
air. Banyak diantaranya memiliki 2 hingga 6 silinder. Enjin traktor nampak seperti enjin truk
atau bus tetapi dilengkapi dengan governor yang efektif untuk keperluan dapat menjaga putaran
konstan dengan tanpa memandang beban yang diberikan.
Enjin dari sebuah traktor roda empat umumnya dilengkapi dengan:
1) Sistem bahan bakar. Enjin traktor biasanya memiliki sebuah pompa injeksi untuk setiap
silinder. Untuk mengalirkan bahan bakar, diperlukan pompa bahan bakar
2) Sistem pelumasan. Minyak pelumas dialirkan secara paksa oleh pompa minyak pelumas ke
berbagai bagian enjin.
3) Sistem pendingin. Radiator dan kipas pendingin selalu melengkapi enjin yang berpendingin
air. Pompa harus dilengkapi untuk memastikan terjadinya sirkulasi air.
4) Sistem listrik. Ada alat motor starter untuk memutar flywheel yang ditenagai oleh aki (accu).
Aki juga digunakan untuk menyalakan lampu, klakson dan aksesoris lainnya. Aki dicharge oleh
generator, yang selalu berputar bersama putaran enjin.
2.3. Alat untuk penyaluran tenaga
Alat ini berfungsi menyalurkan tenaga dari enjin menuju roda, poros pto, pompa oli
untuk menggerakkan tiga-titik gandeng (thre- point linkage/hitch), dan lain-lainnya, pada
berbagai tingkat kecepatan putaran. Penyaluran tenaga ke roda, mirip dengan yang ada pada
mobil, yaitu memiliki urutan dari enjin kopling gigi kecepatan gigi diffrensial poros
roda. Karena traktor bergerak dengan kecepatan yang sangat bervariasi, mulai dari 0,3 hingga 10
km/jam di lahan, dan 15 24 km/jam di jalan raya, jumlah gigi perubahan kecepatan umumnya
bervariasi dari 6 hingga 12, atau lebih. Gigi differensial dapat dikunci dengan diffrential lock,
ini akan membuat kedua roda penggerak berputar bersamaan bila salah satu roda mengalami
slip. Blok enjin dan sistem transmisi biasanya menjadi satu sebagai badan utama traktor, maka
dia dibuat dengan konstruksi yang sangat kuat

2.4. Alat untuk bergerak


Bagian utama untuk bergerak adalah roda ban. Roda ban traktor ukurannya besar, untuk
memberikan ground clearance yang besar, juga untuk mempermudah gerak pada lahan tidak rata,
dan juga untuk meningkatkan kemampuan traksi. Namun demikian, untuk lebih meningkatkan
kemampuan traksinya, kembang roda ban dibuat lebih tinggi. Demikian juga sering dilengkapi
dengan berat tambahan berupa besi atau penambahan air ke dalam ban.
Namun demikian, pada lahan sawah yang berlumpur, beban yang berat akan malah
menghambar gerak traktor. Oleh sebab itu, traktor untuk lahan sawah biasanya dilengkapi roda
sangkar, untuk mengurangi tekanan kontak.
Rem hanya disediakan pada roda belakang. Rem roda kiri dan kanan dapat dipergunakan
sendiri-sendiri untuk memudahkan belok. Traktor untuk lahan sawah biasanya dilengkapi
dengan rem yang memilik bearing dengan seal kedap air.
Beberapa traktor dengan berpenggerak empat roda memiliki empat buah roda yang sama
besar, dan ada yang memiliki roda depan yang lebih kecil. Traktor yang memiliki empat roda
yang sama besar umumnya memberikan traksi yang lebih besar, tapi lebih sulit untuk
dikemudikan dibandingkan dengan yang roda depannya lebih kecil.
2.5. Alat untuk kemudi
Traktor roda empat umumnya dikemudikan dari ruang kemudi dengan mengendalikan
roda depan melalui roda kemudi (stir), sebagaimana umumnya mobil. Namun ada juga kemudi
dilakukan dengan mengatur roda belakang, seperti traktor buatan Thailand. Gigi differential
sangat penting untuk poros roda penggerak, dan jangan gunakan differential lock saat berbelok.
Sistem power steering digunakan untuk traktor besar. Ini akan membantu memperingan
pengemudian traktor. Saat berbelok, diperlukan juga bantuan rem kiri bila berbelok tajam ke kiri
atau sebaliknya.
2.6. Alat untuk bekerja
Tiga-titik gandeng (three-point hitch) adalah bagian dari traktor yang berfungsi untuk
menggandeng implemen (Gambar 7). Dua buah lower link, kiri dan kanan, mampu bergerak

naik yang dioperasikan oleh tekanan hidrolik, dan bergerak turun oleh gaya gravitasi. Implemen
dapat dinaik-turunkan oleh operator melalui alat ini dari kursi duduk operator. Pada saat
mengolah tanah, implemen pengolahan tanah umumnya diangkat pada saat traktor berbelok.
Bila peralatan stasioner, misalnya alat perontok atau pompa air dioperasikan melalui
pemanfaatan poros pto, maka alat-alat tersebut akan dapat dengan mudah dipindahkan dari satu
lokasi ke lokasi lainnya apabila alat-alat tersebut dipasangkan pada tiga-titik gandeng.
Tiga-titik gandeng biasanya dilengkapi dengan alat kendali posisi otomatis (automatic
posisition control device), atau alat kendali draft otomatis (automatic draft control device), atau
keduanya. Yang pertama berfungsi menjaga agar implemen selalu berada pada ketinggian yang
telah diset melalui tuas kendali. Yang kedua digunakan untuk secara otomatis menjaga tahanan
tarik yang tetap, misalkan, dengan secara otomatis menaikkan implemen bila melalui tanah keras
atau halangan, dan jika tanahnya seragam, maka kedalaman pengolahan yang seragam akan
dengan mudah dapat diperoleh.
Tenaga yang disediakan pada poros pto dipergunakan untuk memutar implemen sambil
menariknya seperti kultivator rotari, mower, dll. Dan juga dapat digunakan untuk menggerakkan
peralatan stasioner. Poros pto biasanya terletak di bagian belakang bawah traktor (Gambar 8).
Putaran pto bervariasi tergantung jenis traktor, berkisar antara 500 hingga 1500 rpm sesuai
dengan putaran engine. Ada yang putaran pto tidak bergantung pada kecepatan maju traktor
(cocok untuk kultvator rotari, mower, kerja stasioner, dll), ada juga yang sesuai dengan laju
traktor (cocok untuk alat tanam, penyiang, dll).
2. Alat pengeringan
Cara kerja alat pengeringan adalah sebagai berikut:
a) Mula-mula isilah bak pengeringan dengan bahan yang akan dikeringkan secukupnya.
Periksalah kadar air permulaan dengan menggunakan alat pengukur (moisture tester).
b) Hidupkan motor dan jalankan baling-baling kipas angin hingga udara mengalir ke ruang
pengeringan. Pengaliran udara biasa tanpa panas ini sangat diharuskan,terutama bagi biji-bijian
yang baru saaj dipanen. Hal ini dimaksudkan untuk menhilangkan air yang menempel pada bijibijian tersebut, sehingga hangusnya bahan oleh udara dari api atau kompor dapat dihindarkan.
Selain itu cara ini dimaksudkan untuk menyeragamkan kondisi bahan sebelum dialiri udara
panas. Pada biji-bijian yang baru saja dipanen dari sawah, pengaliran udara biasa ini

berlangsung lebih lama ( 2-3 jam) daripada bahan yang telah mengalami penjemuran
sementara.
c) Setelah proses di atas selesai, hidupkanlah alat pemanas. Mula-mula hentikan baling-baling
kipas tanpa mematikan motornya.
d) Alirkan minyak tanah ke piringan pra-pemanas dan kemudian nyalakan dengan korek api.
e) Setelah kompor cukup panas dan nyala api cukup besar, jalankan baling-baling kipas angin
agar udara panas tersedot ,masuk ke ruang pemanasan.
f) Aturlah pemasukan bahan bakar ke kompor dengan menyetel keran pemgeluaran minyak
tanah dari tangkinya. Semakin banyak minyak tanah dialirkan ke kompor, semakin besar nyala
api dan semakin tinggi suhu menunjuk angka 42 untuk benih atau 55-60 untuk bahan
konsumsi.
g) Pertahankan suhu itu sampai 1 jam atau lebih, sesuai keperluan.
h) Sesudah 1-2 jam pengeringan dengan udara panas, lakukanlah waktu istirahat selama 1-2 jam
pula.
i) Setelah itu, alirkan lagi uadar panas, waktu istirahat, udara panas, waktu istirahat, dan
seterusnya. Dengan cara ini, kerusakan akibat proses pengeringan dapat dihindari.
3. Alat perontokan
Cara kerja alat perontokan adalah sebagai berikut:
a) Setelah semuanya siap, star/ hidupkan mesin, biarkan sebentar mesin tanpa muatan.
Periksalah posisi unit keseluruhan mesin, jangan sampai bergeser akibat getaran atau berpindah
tempat.
b) Masukkan sedikit bahan asupan untuk memeriksa kemampuan alat, tambah kecepatan putar
(rpm) drum perontok bila ternyata masih ada biji bijian yang belum terontok.
c) Setelah mesin siap dioperasikan, masukkan bahan asupan yang akan dirontok ke pintu
pemasukan secara teratur sebanyak mungkin tanpa menimbulkan overload, Tumpuklah bahan di
meja pemasukan seefektif mungkin dua sampai tiga orang diperlukan untuk melayani mesin ini.
d) Kurangi pemasukan bahan bila terasa akan menjadi overloading, terutama untuk bahan yang
masih belum kering. Apabila mesin macet/ slip karena overloading, matikan mesin, bukalah
tutup mesin dan bersihkan bagian dalamnya.

e) Apabila dirasa posisi meja pengumpan terlalu tinggi, pergunakan alat bantu meja atau kursi
untuk tempat berdiri operator pengumpan atau rendahkan posisi dudukan mesin perontok.
f) Cegahlah jangan sampai ada benda asing (batu, kayu, logam, mur, baut, kawat dsb) yang
masuk kedalam mesin.
g) Kotoran berbentuk jerami yang keluar dari pintu pelempar jerami atau kipas penghembus
harus segera dijauhkan dari mesin, agar tidak menyumbat saringan atau tercampur dengan gabah
bersih hasil perontokan, bila perlu gabah ditampung langsung menggunakan karung di depan
mulut pintu pengeluaran gabah.
h) Apabila proses perontokan telah selesai, mesin harus segera dibersihkan (terutama bagian
dalamnya) untuk disimpan ditempat yang bersih dan kering, bila perlu diberi selimut agar tidak
berkarat. Menyimpan mesin dalam keadaan kotor akan menjadikannya mesin sebagai sarang
hama dan penyakit.

V. KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan pada praktikum ini antara lain:
1. Mekanisasi pertanian adalah aplikasi mekanis berupa mesin atau alat pada proses produksi
pertanian (dalam arti luas) baik on-farm maupun off-farm.
2. Kegiatan

mekanisasi

pertanian

meliputi Penyiapan

Lahan,

Penanaman,

Perawatan Tanaman Dan Pemupukan, Pemanen, Pasca Panen.


3. Traktor yang digunakan pada praktikum ini merupakan traktor dengan bajak piringan yang
biasa digunakan dalam pengolahan tanah kedua.
B. Saran
Adapun saran untuk praktikum ini adalah pada saat di lapangan praktikan dapat
memanajemen waktu agar seluruh semua kegiatan dapat diikuti dan diharapkan kepada praktikan
dapat memahami kegunaan alat dan mesin-mesin yang digunakan dalam kegiatan pertanian.

VI. DAFTAR PUSTAKA


AAK. 1973. Tanah dan Pertanian. Yogyakarta: Kanisius.
Hardjosentono, dkk. 1996. Mesin-mesin Pertanian. Jakarta: Bumi Aksara.
Kartasapoetra, A.G. 1989. Teknologi Penanganan Pasca Panen. Jakarta: Bina Aksara.
Kawiji dan Supriyono. 1997. Sprayer Pertanian.Solo: Trubus Agriwidya
Musnamar, Effi Ismawati. 2003. Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik Padat. Jakarta: Penebar
Swadaya.
Santoso, Hieronymus. 1994. Perontok Biji Kedelai. Yogyakarta: Kanisius.
Smith, Harris dan Lambert Wilkes. 1990. Mesin dan Peralatan Usaha Tani Edisi Keenam. Yogyakarta:
Gadjah Mada University Press.
Soenarto, R. 1959. Pengairan. Yogyakarta: PT Soeroengan
Sutejo, Mul Mulyani. 1995. Pupuk dan Cara Pemupukan. Jakarta: Rineka
Umboh, Andry Harits. 1997. Petunjuk Penggunaan Mulsa. Jakarta: Penebar Swadaya.
Wijayanto.1996. Memilih, Menggunakan dan Merawat Traktor Tangan. Jakarta: PT Penebar Swadaya.
Wisubroto, dkk. 1983. Asas-asas Meteorologi Pertanian. Jakarta Timur: Balai Aksara.

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest


1 komentar:
1.
Lukman Oim29 Maret 2015 06.15
ini yang aku cari, makasih gan artikelnya.
sharing juga ni, dengar-dengar blog jokowarino.com tempat berbagi informasi mengenai
pertanian indonesia adalah blog baru yang cukup bagus menyediakan referensi seputar
pertanian, sesuai dengan namanya jokowarino.com tempat berbagi informasi mengenai
pertanian indonesia memang tidak hanya membahas teori saja, namun infonya juga
bersifat aplikatif, karena itulah kadang juga saya mengunjunginya DISINI>>
jokowarino.com tempat berbagi informasi mengenai pertanian indonesia
Balas
Muat yang lain...
Beranda
Langganan: Entri (Atom)

Entri Populer

laporan praktikum fisiologi tumbuhan


LAPORAN TETAP PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN PENGUKURAN
STATUS AIR PADA TUMBUHAN ...

laporan tetap pembuatan kompos

Senin, 26 Januari 2015

LAPORAN PRATIKUM PENGENALAN MESIN DAN PERALATAN


PERTANIAN FIRMAN AHYUDA
A.

KEGIATAN PRATIKUM
PENGENALAN MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN (Hand Traktor,
Kipas Sentrifugal dan Mesin Pengering)

B.

Tujuan Pratikum
Praktikun ini bertujuan untuk mengetahui fungsi dan manfaat dari alat
dan mesin yang digunakan di dalam pertanian yang dapat membantu
mempercepat, memperbaiki dan meningkatkan Kualitas dan Kuantitas
produk pertanian dan juga untuk menegtahuai nama-nama alat pertanian
dan mesin pertanian yang digunakan oleh petani dalam melakukan proses
pertanian baik sebelum panen hingga pada saat pasca panen ,karena
dengan adanya alat akan mengefisisensi kerja.

C.

Landasan Teori
Alat dan mesin pertanian adalah alat atau mesin yang digunakan di
dalam kegiatan budidaya pertanian sehingga dapat membantu serta
mempermudah proses budidaya dan meningkatkan kwalitas dan kwantitas
hasil pertanian. Sedangkan Mesin pertanian adalah alat pertanian yang
bersifat modern yang dapat digunakan oleh petani dan perusahaan dengan
areal pertanian yang cukup luas. Mesin panen untuk pertanian adalah mesin
yang

digunakan

untuk

mengelolah

lahan

dari

lahan

primer

hingga

pengelolahan lahan sekunder. Alat pertanian merupakan salah satu alat yang
sangat

membantu

petani.

Maka

dari

itu

diperlukanlah

mekanisasi

pertanian. Mekanisasi pertanian diartikan secara bervariasi oleh beberapa


orang. Mekanisasi pertanian diartikan sebagai pengenalan dan penggunaan
dari setiap bantuan yang bersifat mekanis untuk melangsungkan operasi
pertanian. Bantuan yang bersifat mekanis tersebut termasuk semua jenis
alat atau perlengkapan yang digerakkan oleh tenaga manusia, hewan, motor
bakar, motor listrik, angin, air, dan sumber energi lainnya. Secara umum

mekanisasi pertanian dapat juga diartikan sebagi penerapan ilmu teknik


untuk mengembangkan, mengorganisasi, dan mengendalikan operasi di
dalam produksi pertanian (Robbins,2005).

1.

Hand Traktor
Traktor tangan merupakan traktor pertanian yang hanya mempunyai
sebuuah poros roda (beroda dua). Traktor ini berukuran panjang berkisar
1740 2290 mm, lebar berkisar 710 880 mm dan dayanya berkisar 6 10
HP. Sebagai daya penggerak utamanya menggunakan motor diesel silinder
tunggal. Traktor digunakan untuk berbagai keperluan. Penggunaan yang
paling banyak ialah untuk pengolahan tanah, karena memang pekerjaan
pengolahan tanah adalah pekerjaan pertanian yang relatif membutuhkan
daya yang besar dibanding pekerjaan lainnya. Selain itu traktor juga
digunakan untuk penanaman, untuk pemeliharan tanaman, untuk memutar
pompa irigasi, untuk pemanen (dengan memasang pisau reaper), untuk
memutar perontok padi, serta untuk pengangkutan, mulai dari bibit, pupuk,
peralatan, sampai hasil pertanian.

2.

Kipas Sentrifugal
Kipas sentrifugal ini menggunakan prinsip gaya sentrifugal untuk
membangkitkan aliran fluida gas. Mirip dengan pompa sentrifugal, udara
masuk melalui sisi inlet yang berada di pusat putaran kipas sentrifugal
tersebut, lalu terdorong menjauhi poros kipas akibat gaya sentrifugal dari
sudu-sudu kipas yang berputar. Pada debit aliran yang sama, kipas
sentrifugal

menghasilkan

tekanan

udara

outlet

yang

lebih

besar

dibandingkan dengan kipas aksial. Pada dunia industri kipas ini sering diberi
istilah blower.

3.

Mesin pengeringan
Beberapa tipe pengering digunakan untuk bahan padat. Dalam hal ini
bahan pangan dikeringkan dalam baki, pada ban berjalan atau pada rak
tanpa wadah. Sedangkan spray dryer dan drum dryer hanya bisa

digunakan untuk pengeringan bahan berbentuk cair. Klasifikasi lain alat


pengering adalah pengering tekanan atmosfer dan pengering vakum. Dalam
pengeringan tekanan atmosfer panas yang diperlukan untuk penguapan
biasanya ditransfer dengan aliran udara yang disirkulasikan, yang juga
menampung dan membawa air yang diuapkan sehingga bahan dapat
mempunyai waktu simpan yang lebih lama.
D. Alat Pratikum
Hand Traktor
Kipas sentrifugal
Mesin pengeringan
Sound Level Meter
Anemometer
E. Prosedur Kerja
1. Hand Traktor
Traktor ditempatkan pada tempat yang datar, dengan ventilasi udara yang
baik.
Traktor sudah diperiksa dan dalam kondisi baik. Beberapa hal yang perlu

diperhatikan pada saat dan setelah mematikan traktor.


Tuas kopling utama diposisikan OFF atau rem, sehingga traktor tidak

berjalanpada saat dihidupkan.


Untuk keamanan, semua tuas porsneling pada posisi netral.
Buka kran bahan bakar, sehingga terjadi aliran bahan bakar ke ruang

pembakaran.
Gas dibesarkan pada

posisi start, sehingga

ada aliran bahan bakar

(solar)yang cukup banyak di ruang pembakaran.


Senlanjudnya pasang engkol pada poros engkol, kemudian engkol dibutar
beberapa kali sampai putaranya cukup untuk menhidupkan motor, sambil
menaikan alat penghilang kompresi.
2.

Kipas Sentrifugal

Letakkan kipas sentrifugal di atas bidang datar dengan ukuran diameter


lingkaran sentryfugal masing masing 2 cm dan 3 cm.
Hidupkan kedua kipas sentrifugal dengan bemberikan arus listrik pada
sentrifugal.

Selanjudnya lakukan penghitungan kebisingan suara dengan mengunakan alat


Sound Level Meter.
Dan selanjudnya lakukan penghitungan kecepatan angin dengan mengunakan
alat Anemometer.
3.
Mesin Pengeringan
Mesin Pengering drum

Bagian drum berfungsi sebagai suatu evaporator.

Beberapa variasi darijenis drum tunggal adalah dua drum yang berputar

dengan umpan masuk dari atas atau bagian bawah kedua drum tersebut.
Terdiri dari gulunganlogam panas yang berputar.
Pada bagian luar terjadi penguapan lapisantipis zat cair atau lumpur untuk

dikeringkan.

Padatan kering dikeluarkandari gulungan yang putarannya lebih diperlambat


Through Circulation Tray.

Udara panas disirkulasikan pada kecepatan 7-15 ft/det diantara talam

dengan bantuan kipas dan motor, mengalir melalui pemanas .


Sekat-sekatmembagikan udara itu secara seragam diatas susunan talam..
Sebagian udara basah diventilasikan keluar melalui talam pembuang ,

sedangkan udara segar masuk melalui pemasuk.


Tray dryer

Pengering ini dapat beroperasi dalam vakum dan dengan pemanasan

tak langsung.
Uap dari zat padat dikeluarkan dengan ejector atau pompa vakum.
Pengeringan dengan sirkulasi udara menyilang lapisan zat

padat

memerlukan waktu sangat lama dan siklus pengeringanpanjangyaitu 4-8 jam

per tumpak.
selain itu dapat juga digunakan sirkulasi tembus, tetapi tidak ekonomis
karena pemendekan siklus pengeringan tidak akan mengurangi biaya
tenagakerja yang diperlukan untuk setiap tumpak.

F.
1.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil
Dalam praktikum ini kita dikenalkan berbagai alat dan mesin pertanian,
adapun spesifikasi, fungsi dan kegunaannya dapat kita lihat pada tabel di
bawah ini:

Tabel 1. Alat dan Mesin


Nama Alat
dan Mesin

HAND
TRAKTOR

KIPAS
SENTRIFUG
AL

MESIN
PENGERING

Gambar

Fungsi

untuk membajak
atau
men
gemburkan lahan
pertanian
yang
belum dilakukan
pengemburan.

Untuk
mengeringkan
bahan pertanian.
Sebagai alat
pendukung mesin
pengering,
sebagai
pengantar panas.
Sebagai alat
pengangkut
bahan pertanian.
Sebagai
penetralisir suhu
ruangan
penyimpanan.
Untuk Mengurangi
Kandungan Kadar
Air Pada bahan
Pertanian.
Menjaga Kualitas
Hasil Pertanian.
Bahan yang
dihasilkan steril
Bahan mudah
kering dalam

jangka waktu
cepat.
Bahan tidak
mudah
terkontaminasi.

SOUND
LEVEL
METER

Sebagai pengukur
kebisingan suara

Berfungsi sebagai
pengukur
kecepatan angin.

ANEMOMET
ER

2.

Pembahasan
Dalam praktikum ini kita diajarkan untuk dapat mengenal alat dan mesin
pertanian,dan apa kegunaan dari mesin dan alat pertanian tersebut, dimana
alat dan mesin pertanian adalah alat atau mesin yang digunakan didalam
kegiatan budidaya pertanian sehingga dapat membantu dan mempermudah
proses budidaya dan meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian.
Alat dan mesin pertanian di kelompokkan kedalan dua bagian besar yaitu
alat dan mesin budidaya tanaman lalu alat dan mesin pengolahan hasil
pertanian. Alat dan mesin budidaya pertanian adalah alat dan mesin yang
digunakan untuk produksi tanaman contohnya adalah mesin hend traktor
yang berfungsi sebagai mengemburkan lahan pertanian, sedangkan alat dan
mesin pengolahan hasil pertanian adalah alat dan mesin yang digunakan
untuk

menangani

atau

mengolah

hasil

pertanian.

Contohnya

mesin

pengeringan yang berfungsi sebagai pengering dengan mengurangi kadar


air yang terkan dung pada bahan pertanian.
Dibalik itu kita juga harus mengetahui apa kelebihan dan kekurangan dari
alat dan mesin pertanian tersebut dan kita juga harus mengetahui yang

mana lebih bagus digunakan dan juga mana yang tidak diperbolehkan
digunakan dalam proses budidaya tanaman tersebut. Kelebihan dari mesin
pertanian yaitu : efisiensi kerja dan waktu serta tenaga yang dikeluarkan dan
juga

penghematan

ekonomi

karena

memakai

mesin

lebih

murah

dibandingkan tenaga manusia. Dan adapun kelemahan dari mesin pertanian


adalah dimana mesin pertanian mengeluarkan gas emisi yang merusak
alam.
I.

KESIMPULAN
Adapun kesimpulan dari praktikum pengenalan alat dan mesin pertanian
adalah sebagai berikut: Tujuan diadakannya praktikum pengenalan mesin
peralatan pertanian yaitu untuk mengetahui berbagai jenis bentuk dan
fungsi berbagai alat dan mesin pertanian.
Heand Traktor
Hand traktor merupakan mesin yang dapat dipakai dalam mengolah
tanah, menjadikan tanah sebagai lahan yang dapat dilakukan penanaman

dengan
Traktor
Traktor
Traktor

baik. Traktor tangan dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :


tangan berbahan bakar Solar
tangan berbahan bakar bensin
tangan berbahan bakar minyak tanah (kerosin)

Traktor yang merupakan alat bertenaga motor juga mempunyai


kegunaan tidak hanya

sebagai alat penggelola tanah, tapi juga dapat

digunakan sebagai alat pompa air, trailer dan lain-lain. Traktor banyak
digunakan oleh para petani bertujuan agar dapat mempercepat proses
pengolahan lahan, dan secara otomatis dapat melakukan pengefisienan
waktu.
Kipas Sentrifugal
Kipas merupakan instrumen penanganan bahan (fluida) khususnya
adalah fluida compressible (udara atau gas). Pada pengolahan hasil
pertanian, kipas umumnya digunakan : pengeringan, ventilasi, pemanasan,
pendingin, penghisap udara, pengangkat, penghantar. Kipas aliran radial
(sentrifugal) terdiri atas suatu roda atau motor dalam suatu tipe sangkar

dengan rangka spiral. Jenis kipas sentrifugal meliputi : kipas berdaun


melengkung ke depan, kipas tipe radial lurus atau berdaun melengkung
ganda, kipas berdaun melengkung ke belakang.
Mesin Pengeringan
suatu cara untuk mengurangi kadar air suatu bahan sampai kadar yang
diinginkan, melalui suatu proses pindah panas dan pindah massa. Pada
produk-produk hasil pertanian, pengeringan dapat memperlambat laju
kerusakan akibat aktivitas biologis dan kimia sebelum bahan dimanfaatkan,
sehingga bahan lebih awet.

DAFTAR PUSTAKA
Anonimb.,2011.FungsiMesin

Alat

Pertanian.http://

mekanisasi.

litbang.

deptan. go.id.
Diakses pada tanggal 7 maret Pukul 20.54.

Mugniesyah, Siti Sugiah M. 2006. Peranan Penyuluhan Pertanian dalam


Pembangunan
Pertanian .Bogor : IPB Press.

Mulyoto, dkk. 2002. Mesin-Mesin Pertanian. PT Graha persada : Jakarta.


Robbins,2005. CRC handbook of engineering in agriculture. Boka Raton
.F1.CRC Press
Dakung, S., dan Sugianto. 1989. Teknologi Pertanian Sebagai Tanggapan Aktif
Terhadap
Lingkungan

di

Daerah

Pekalongan.

Departemen

Pendidikan

dan

Kebudayaan. Jakarta.

Rizaldi, T., 2006. Mesin Peralatan. Departemen Teknologi Pertanian. USU


Medan.
Mujumdar, A.S., 1995. Superheated Steam Drying of Industrial Drying,
2ndEdition. Marcel
Dekker, New York.

Ranganna, S., 1977. Manual of Analysis of Fruit and Vegetable Products.


TataMc GrawHill Publishing Company Limited, New Delhi

Diposkan oleh Firman Ahyuda di 14.11


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: firman_ahyuda@yahoo.com
Lokasi: Aceh Besar Regency, Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Mengenai Saya

Firman Ahyuda
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

2015 (5)
o Juni (2)
o Mei (1)
o Januari (2)

LAPORAN PRATIKUM PENGENALAN MESIN DAN PERALATAN


PE...

Soal UTS PBSID

2014 (24)
Template Travel. Diberdayakan oleh Blogger.

laporan mesin dan peralatan


Jumat, 21 September 2012
laporan mesin dan peralatan: mesin dan peralatan
laporan mesin dan peralatan: mesin dan peralatan: PENDAHULUAN Latar Belakang Dalam
perkembangan kebudayaan manusia, dari masa prasejarah sampai era manusia modern,
mengalami beberapa ...

Diposkan oleh aisyah ritonga di 17.36 Tidak ada komentar:


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

laporan mesin dan peralatan: mesin dan peralatan


laporan mesin dan peralatan: mesin dan peralatan: PENDAHULUAN Latar Belakang Dalam
perkembangan kebudayaan manusia, dari masa prasejarah sampai era manusia modern,
mengalami beberapa ...
Diposkan oleh aisyah ritonga di 17.35 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Minggu, 16 September 2012


mesin dan peralatan

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Dalam perkembangan kebudayaan manusia, dari masa prasejarah sampai era manusia
modern, mengalami beberapa tahapan peradaban. Perkembangan pertanian juga diiringi dengan
perkembangan teknologi awal untuk membantu kegiatan tersebut seperti alat pengolah tanah,
jentera penarik air, dan alat pemanen. Periode ini sejalan dengan zaman logam, dimana teknik
peleburan tembaga dan emas telah dikenal di Timur Tengah pada 5.000 SM. Penemuan perak di
kawasan Timur Tengah dan juga di daratan Cina dan Thailand merupakan tonggak zaman perak.
Demikian pula teknologi bangunan dilakukan dalam pembuatan rumah dengan bata atau batu,
baik untuk kediaman atau untuk upacara agama, seperti piramida dan candi, atau tempat
penyimpanan hasil panen pertanian.
Dalam situasi krisis ekonomi saat ini, sector pertanian masih sanggup bertahan untuk
dikembangkan. Turunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat membuat produk
sektor pertanian mempunyai daya saing sebagai komoditi export. Disamping itu harga produk
pertanian yang mengalami kenaikan dalam nilai rupiah membuat sector ini lebih mempunyai
prospek dibandingkan dengan produk sektor lainnya.
Bagian yang merupakan kunci revolusi teknologi dalam pertanian yang sedang
berlangsung, dan sebagian besar merupakan hasil revolusi teknologi itu sendiri, adalah
meningkatnya dengan cepat keluaran (output) per jam kerja dalam usaha tani. Perubahanperubahan ini memungkinkan kenaikan-kenaikan yang besar produksi dalam jumlah output
total usaha tani, dengan jam kerja yang lebih sedikit yang dikeluarkan dalam usaha tani.
Pertanian adalah untuk meningkatkan produktivitas kerja petani dan merubah pekerjaan
berat menjadi lebih ringan dan menarik secara historis, kemajuan mekanisasi pertanian selalu
disebabkan kurangnya tenaga kerja di pedesaan karena diserap oleh bidang industri.

Teknik-teknik pertanian mencakup semua kegiatan manusia di lahan pertanian dengan


tujuan untuk meningkatkan produksi pertanian. Kegiatan-kegiatan ini dapat meliputi
keterampilan manajemen sumberdaya pertanian, aset, input dan / atau hasil. Kesemuanya itu
menggabungkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan manusia dengan secara teknis dan
utamanya berorientasi pada penggolongan komponen dan proses fisik dan biologis pertanian.
Contohnya adalah cara khusus dalam membajak, member rabuk, menyiangi, atau memelihara
hewan. Praktek-praktek pertanian yang saling terkait. Contohnya adalah cara khusus pertanian
mengenai pemaduan tanaman dan hewan serta cara-cara mengelola tanah dan air. Sistem
teknologi mencakup keseluruhan teknik yang digunakan di suatu tanah pertanian.
Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui cara mengoperasikan traktor
(hand tractor) secara langsung.

TINJAUAN PUSTAKA
Sejarah menunjukkan bahwa proses mekanisasi pertanian adalah suatu proses yang
dinamis, dengan tujuan proses masa depan yang tak terbatas. Dalam suatu sistem yang
kompetitif, setiap pabrik mesin-mesin pertanian harus secara terus-menerus memperbaiki
produknya, dan menciptakan produk baru agar posisi perusahaannya tetap menguntungkan
(Daywin, dkk., 2010).
Pertanian sebagai suatu subsistem dalam kehidupan manusia bertujuan untuk
menghasilkan bahan nabati dan hewani, termasuk biota akuatik (perairan) dengan menggunakan
sumberdaya alam dan perairan secara efektif dan efisien dalam rangka untuk mencapai
kesejahteraan hidup manusia dan kelestarian daya dukung lingkungan (Mangunwidjaja dan
Sailah, 2006).
Traktor pertanian didefenisikan sebagai suatu kendaraan yang mempunyai daya
penggerak sendiri, minimum mempunyai sebuah poros roda yang dirancang untuk menarik serta
menggerakkan alat / mesin pertanian. Atas dasar bentuk dan ukuran traktor, maka traktor
pertanian dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu traktor besar, traktor mini, dan traktor tangan
(Rizaldi, 2006).
Traktor dimaksudkan untuk menyediakan fungsi transportasi bagi pergerakan material
dan kemampuan lapangan kerja untuk daya dan mendorong mesin pertanian. Dalam modus
transportasi, traktor diperlukan untuk beroperasi dengan konsep yang relatif rendah di atas
berbagai kecepatan operasi. Untuk kerja lapangan, traktor ini sering digunakan untuk tugas yang
membutuhkan kekuatan tarik yang tinggi pada kecepatan 4-12 per jam. Jadi, traktor harus antar
muka dengan menerapkan dalam memberikan parameter operasi yang diperlukan untuk
memenuhi tujuan kinerja untuk kedua fungsi transportasi dan lapangan kerja (Alcock, 2000).
Traktor roda dua merupakan mesin serba guna karena dapat juga berfungsi sebagai tenaga
penggerak untuk alat-alat lain seperti pompa air, alat processing, gandengan (trailer), dan lainlain. Berdasarkan cara-cara penggandengan / peralatannya, traktor kecil diklasifikasikan dalam 3
kelompok :

1. Tipe unit (Integral mounted tractor) adalah traktor roda dua yang peralatannya langsung
dihubungkan dengan poros (sumbu / as) dengan transmisi gigi.
2. Tipe gusur (trailling type). Peralatannya digandengkan ke traktor dengan pen (pasak). Jadi,
bekerjanya berdasarkan kekuatan tarik maju ke depan dari traktor.
3. Tipe kombinasi (combination type). Traktor yang dapat dipakai secara tipe gusur dan tipe unit.
(Hardjosentono, dkk., 2002).
Alat-alat pengolahan tanah persawahan dan perladangan yang terdapat di daerah
penelitian terdiri dari bajak, sligi, garu, sabit, dll. Bajak terbuat dari kayu dan besi. Bagian yang
terbuat dari besi adalah bagian yang tajam, yang oleh masyarakat di daerah penelitian tersebut
disebut gugan. Sedang bagian-bagian lainnya seperti cacadan, gugan, singkal dan lain sebagainya
terbuat dari kayu (Dakung, dkk., 1999).
Traktor mount loader listrik juga disebut pemuat pupuk. Traktor ini mendapatka nama
tersebut, tidak diragukan lagi, karena jenis mesin dikembangkan sebagian besar untuk pembutan
pupuk. Bagaimanapun, dalam hal ini juga terdapat banyak kegunaan yang lain. Hal ini dapat
digunakan untuk memutar truk ke bal kapas, jerami diterjunkan, kotoran kerikil, pasir dan bahan
lainnya. Jika pupuk kandang yang akan dimuat dalm gudang dimana mengangkat balok diatur
sehingga mereka tidak bangkit dan menghantam langit-langit sebelum sendok itu telah diangkat
cukup tinggi untuk dump membuang ke penyebar pupuk. Pemuat ditampilkan memiliki
hubungan erat yang memungkinkan mengangkut beban di atas bagian tertingi dari mesin
(Smith and Wilkes, 1990).

BAHAN DAN METODE


Waktu dan Tempat Praktikum

Praktikum dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2011 di Areal Lingkungan kampus


Pertanian, Program Studi Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara
Medan.
Bahan dan Alat Praktikum
Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah traktor tangan (hand tractor)
yang akan dihitung (panjang persentuhannnya), (alfa), A (luas penampang), GP, Wdinamis, dan
GP dinamisnya.
Alat
Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah traktor tangan sebagai objek
pengamatan. Kalkulator untuk menghintung hasil yang didapat, kamera sebagai alat untuk
dokumentasi. Stopwatch untuk menghitung pengoperasian traktor, buku data untuk tempat
menulis data, gelas ukur untuk mengukur banyaknya bahan bakar yang terpakai, dongkrak untuk
menahan beban traktor pada saat dipasang ban, roda besi sebagai roda untuk membajak pada
traktor, kunci / obeng sebagai alat untuk memasang / melepas roda, dan bajak sebagai alat yang
dipasang pada traktor untuk membantu pembajakan.
Prosedur Praktikum
1.
2.
3.
4.

Diisi tangki traktor hingga penuh


Dihidupkan stopwatch sejalan dengan dihidupkannya traktor
Dioperasikan traktor selama 1 jam
Dihitung volume minyak yang telah digunakan selama pengoperasian alat traktor dengan cara
mengisi kembali tangki sampai penuh dengan menggunaka n gelas ukur
5. Dihitung C, GP, Wdinamis, GPdinamis, dan GC dengan rumus :
C =
GP =
A =
Cos
Wdinamis = 0,75 x Wtotal
GPdinamis =
GC = 4 (x)

HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil
Data Pengoperasian Alat (Hand Tractor)
C
97,28 cm

GP
0,03 kg/cm

Perhitungan
Dik : X = 14 inc = 35,56 cm
Y = 40 inc = 101,6 cm
Z = 15 cm
W = 1500 kg
R = D = 86,36
D = 2x + y
= 2 x 35,56 + 101,6
= 71,12 + 101,6
= 172,72
Dit : GP, Wdinamis, GPdinamis, dan GC = ..?
Penyelesaian :
C=
=
=
= 2 x 48,64
= 97,28 cm
Cos =
=
=
= 0, 366

Wdinamis
1125 kg

GC
698,55

GPdinamis
7,41 kg/cm

= 68,53
A=
=
=
=
=
= 22944, 80 cm
GP =
=
= 0,033 kg/cm
Wdinamis = 0,75 x Wtotal
= 0,75 x 1500
= 1125 kg
GPdinamis =
=
=
= 7,41
GC = 4 (x)
= 4 (35,56) (48,64)
= 142,24 (48,64)
= 6918,55

Pembahasan

Dari hasil praktikum diperoleh C sebesar 97,28 cm, cos 0,366, 68,53, A sebesar
22944,80 cm, GP 0,033 kg/cm, Wdinamis 1125 kg, GPdinamis 7,41, dan GC sebesar 6918,55 dengan
X = 14 inc dan Y = 40 inc, Z = 15 cm, W = 1500 kg, R = 86,36, dan D sebesar 172,72.
Berdasarkan bentuk ukurannya traktor dapat dibagi tiga yaitu traktor besar ialah traktor
yang mempunyai dua poros roda, yang panjangnya berkisar 2650-3910 mm, dan lebar 17402010 mm dan dayanya berkisar 20-120 Hp. Traktor mini ialah traktor yang mempunyai dua buah
poros roda yang panjangnya berkisar 1799-2070 mm dan lebar 995-1020 mm dan memilki daya
berkisar 12,5-20 Hp. Traktor tangan ialah traktor pertanian yang memiliki sebuah poros roda
yang ukuran panjangnya sekitar 1740-1190 mm dan lebarnya 710-880 dan memiliki daya
berkisar 6-10 Hp.
Hubungan antara kenderaan yang didesain secara spesifik untuk keperluan traksi traktor
digunakan nilai-nilai agar pengoperasian optimal. Bearing capacity harus lebih besar dari nilai
ground pressure karena jika nilai bearing capacity rendah, mak dipastikan traktor tersebut dan
tenggelam dan tidak dapat dioperasikan. Ground pressure adalah kemampuan traktor memberi
tekanan ke tanah, bearing capacity adalah kemampuan tanah untuk menahan beban traktor.
Menurut bentuk dan jumlah roda dan sistem traksinya serta putaran roda. Traktor terbagi
atas traktor dengan roda satu, traktor dengan roda dua, traktor dengan roda tiga dan traktor
dengan roda empat. Yang kedua adalah traktor rantai, yang ketiga adalah traktor kombinasi
antara kombinasi roda ban dan rantai.
Perbedaan antara traktor 4 tak dan 2 tak yaitu kalau traktor 4 tak adalah traktor dengan
mesin ramah lingkungan dan bahan bakarnya irit dan juga tidak berisik. Sedangkan traktor
dengan mesin 2 tak tidak ramah lingkungan, bahan bakarnya boros dan suaranya berisik.
Dalam pengoperasian traktor ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya
adalah bahan bakar harus dimasukkan terlebih dahulu, bahan bakar harus memilki sifat merekat
yang rendah agar tidak menggangu kerja mesin, dan mesin-mesin harus diberi pelumas yang
berkualitas. Dalam pengemudian traktor dibutuhkan pemakai yang mempunyai keterampilan
dalam pengoperasian traktor agar tidak terjadi kerusakan pada traktor, dan pekerjaan yang
dilakukan dengan traktor bisa sesuai dengan hasil yang diinginkan.
Traktor adalah alat yang digunakan untuk bernacam-macam fungsi termasuk
pengangkutan material di lapangan yang bersumberdaya mekanis. Hal ini sesuai dengan literatur
Alcock (1998) yang menyatakan bahwa sebuah traktor difungsikan untuk menyediakan fungsi
transportasi untuk memindahkan material, kemampuan kerja di lapangan.
Berdasarkan dayanya traktor dibedakan menjadi dua, yaitu mini traktor dengan 12,5-20
Hp dan four wheel drive tractor berdaya lebih dari 20 Hp. Hal ini sesuai dengan literatur Rizaldi
(2006) yang menyatakan bahwa traktor dibagi dua. Pada saat beroperasi, berat traktor roda
bertumpu pada roda belakang sebesar 70-80 % dari berat totalnya (berat dinamis traktor).
Sedangkan untuk roda depan 20-30 % dari berat totalnya. Dalam menghitung ground pressure
(tekanan traktor pada tanah) untuk traktor roda dua dipengaruhi oleh berat dinamis traktor dan
luas roda yang menyentuh tanah (ground contact).
Pada teknik pertanian untuk memahami baru aspek teknik tentang bagaimana dan
mengapa cara bekerjanya. Hal ini sesuai dengan literatur Mangunwidjaja (2006) yang

menyatakan bahwa rumusan keilmuan mengenai teknik pertanian sebagai ilmu praktik empirik
yang bersifat pragmatik finalstik.
Hambatan terhadap mekanisasi termasuk terbatasnya peralatan, bahan bakar, modal,
keterampilan, fasilitas perawatan. Hal ini sesuai dengan literatur Reintjes (2002) yang
menyatakan pemanfaatan traktor dan mesin-mesin lainnya untuk pengolahan lahan, penanaman
dengan sedikit bahan bakar untuk yang tidak dapat dipernbaharui lagi.

KESIMPULAN
1. Traktor adalah kendaraan yang didesain secara spesifik untuk keperluan traksi tinggi dengan
bersumber mekanik.
2. Hasil yang didapat adalah GC = 698,55, GP = 0,033 kg / cm dan GPdinamis = 7,41.
3. Berdasarkan bentuk dan ukurannya traktor terbagi menjadi tiga yaitu traktor besar, traktor mini,
traktor tangan.
4. Ground pressure adalah kemampuan traktor untuk menekan tanah.
5. Bearing capacity harus lebih besar dari ground pressure karena jika nilai C lebih kecil dari GC
traktor akan tenggelam dan tidak dapat dioperasikan.
6. Bearing capacity adalah kemampuan tanah untuk menahan beban traktor.
7. Prinsip kerja mesin pengolah tanah dengan menggunakan tenaga penggerak motor bakar yang
pada umumnya motor diesel, sebagai mesin pengolah tanah traktor yang digunakan untuk
menarik peralatan pengolahan tanah seperti bajak piring, garu piring, dll.
8. Perbedaan traktor 4 tak dan 2 tak yaitu 4 tak dengan mesin ramah lingkungan dan bahan bakarny
irit. Sedangkan 2 tak adalah sebaliknya.
9. Semakin kecil bentuk dari traktor maka semakin efisien pula penggunaannya, karena mesin yang
dipakai semakin canggih pula.
10. Hambatan pada terbatasnya terhadap mekanisme adalah terbatasnya peralatan, bahan bakar dan
modal.

DAFTAR PUSTAKA
Alcock, R. 1999. Traktor Implement Systems. AVI Publishing Co., Inc. Connecticut. London.
Dakung, S., dan Sugianto. 1989. Teknologi Pertanian Sebagai Tanggapan Aktif Terhadap Lingkungan
di Daerah Pekalongan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.
Daywin, F.J., R.G. Sitompul., dan I. Hidayat. 2010. Mesin-mesin Budidaya Pertanian di Lahan
Kering. Graha Ilmu. Jakarta.
Hardjosentono, M., Wijayanto., Elon R., I.W. Badra., R. Dadang. T., 2002. Mesin-mesin Pertanian.
Bumi Aksara. Jakarta.
Mangunwidjaja, D., dan Illah Shailah., 1993. Pengantar Teknologi Pertanian. Penebar Swadaya.
Jakarta.
Rizaldi, T., 2006. Mesin Peralatan. Departemen Teknologi Pertanian. USU Medan.
Smith, H.P., and L.H. Wilkes. 1990. Farm Machinery and Equipment. Tata McGraw Publishing
Company Ltd. New Delhi.

PERTANIAN KONSERVASI
Pada dasarnya usahatani konservasi merupakan suatu paket teknologi usahatani yang bertujuan
meningkatkan produksi dan pendapatan petani, serta melestarikan sumberdaya tanah dan air pada
DAS DAS kritis (Saragih, 1996). Akan tetapi penyerapan teknologi tersebut masih relatif lambat
disebabkan antara. lain : 1. Besarnya modal yang diperlukan untuk penerapannya (khususnya
untuk investasi bangunan konservasi) 2. Kurangnya tenaga penyuluh untuk mengkomunikasikan
teknologi tersebut kepada petani 3. Masih lemahnya kemampuan pernahaman petani untuk
menerapkan teknologi usahatani konservasi sesuai yang diintroduksikan. 4. Keragaman
komoditas yang diusahakan di DAS DAS kritis 5. Terbatasnya
sarana/prasarana pendukung penerapan teknologi usaha tani konservasi. Hal hal tersebut diatas
menunjukkan bahwa teknologi usahatani konservasi yang ada sekarang ini masih belum
memadai sehingga perlu dicari teknologi yang lebih sesuai melalui kegiatan : 1. Penelitian
komponen komponen teknologi yang dapat mendukung paket teknologi usaha tatani konservasi
2. Penelitian pengembangan teknologi yang sudah ada guna memodifikasi teknologi tersebut
sesuai dengan kondisi agrofisik dan sosial ekonomi wilayah setempat. Tehnik konservasi tanah

seperti pembuatan kontur, teras, penanaman dalam strip, tanaman penutup tanah, pemilihan
pergiliran tanah yang cocok, penggunaan pupuk yang teratur dan drainase dalam literatur sering
dijabarkan sebagai tehnik yang melindungi atau memperbaiki tanah pertanian secara
keseluruhan, akan tetapi perlu ditekankan bahwa tehnik tehnik dapat efektif apabila penggunaan
lahannya sudah cocok. Tidak ada agroteknologi yang memungkinkan tanaman dapat tumbuh
dengan baik dan tidak ada tehnik konservasi yang mencegah erosi kalau kondisi tanahnya tidak
cocok untuk pertanian (Sinukaban, 1989. Dalam tulisan ini dibabas beberapa agroteknologi dapat
diterapkan petani di lahan pertaniannya. Beberapa diantaranya merupakan traditional wisdom,
atau kearifan lokal.
Pengolahan Tanah Konservasi
Pengolahan tanah merupakan kebudayaan yang tertua dalam pertanian dan tetap diperlukan
dalam pertanian modern. Pengolahan tanah bagaimana yang tepat untuk kelestarian sumberdaya
tanah? Arsjad (2000), mendefinisikan pengolahan tanah sebagai setiap manipulasi mekanik
terhadap tanah yang diperlukan untuk menciptakan keadaan tanah yang baik bagi pertumbuhan
tanaman. Tujuan pengolahan tanah adalah untuk menyiapkan tempat pesemaian, tempat
bertanam, menciptakan daerah perakaran yang baik, membenarnkan sisa tanaman, dan
membrantas gulma. Soepardi (1979), mengatakan mengolah tanah adalah untuk menciptak sifat
olah yang baik, dan sifat ini mencerminkan keadaan fisik tanah yang sesuai untuk pertumbuhan
tanaman. Cara pengolahan tanah sangat mempengaruhi struktur tanah alami yang baiki yang
terbentuk karena penetrasi akar atau fauna tauna, apabila pengolahan tanah terIalu intensif maka
struktur tanah akan rusak. Kebiasaan petani yang mengolah tanah secara berlebihan dimana
tanah diolah sampai bersih pennukaannya merupakan salah satu contoh pengolahan yang keliru
karena kondisi seperti ini mengakibatkan surface sealing yaitu butir tanah terdispersi oleh butir
hujan , menyumbat pori pori tanah sehingga terbentuk surface crusting.
Untuk mengatasi pengaruh buruk peng olahan tanah, maka dianjurkan beberapa cara pengolahan
tanah konservasi yang dapat memperkecil terjadinya erosi. Cara yang dimaksud adalah: 1. Tanpa
olah tanah (TOT), tanah yang akan ditanami tidak diolah dan sisa sisa tanaman sebelumnva
dibiarkan tersebar di permukaan, yang akan melindungi tanah dari ancaman erosi selama masa
yang sangat rawan yaitu pada saat pertumbuhan awal tanaman. Penanaman dilakukan dengan
tugal. Gulma diberantas dengan menggunakan herbisida, 2. Pengolahan tanah minimal, tidak
semua permukaan tanah diolah, hanya barisan tanaman saja yang diolah dan sebagian sisa sisa
tanaman dibiarkan pada permukaan tanah 3. Pengolahan tanah menurut kontur, pengolahan tanah
dilakukan memotong lereng sehingga terbentuk jalur jalur tumpukan tanah dan alur yang
menurut kontur atau melintang lereng. Pengolahan tanah menurut kontur akan lebih efektif jika
diikuti dengan penanarnan menurut kontur juga yang memungkinkan penyerapan air dan
menghindarkan pengangkutan tanah. Sebagian dari praktek pengolahan tanah seperti ini
sebenarnya sudah ada sejak dulu dan telah dilakukan oleh petani di beberapa daerah di
Indonesia. Petani mungkin menganggapnya sebagai tradisi nenek moyangnya yang perlu
dipertahankan. Walaupun saat itu belum ada penyuluh pertanian ataupun literatur tentang
konservasi tanah, tetapi para petani telah menerapkan cara bertani yang berasaskan konservasi
tanah. Mengolah tanah secara konservasi telah dilakukan oleh orang jaman dulu dengan tujuan
untuk mendapatkan hasil dari usahataninya guna memenuhi kebutuhan hidup jangka pendek, dan
mungkin belum terpikirkan oleh mereka untuk melestarikan sumber daya tanah.
Diposkan oleh wicak petanitangguh di 19.18
Label: usaha konservasi usahatani

Petani Tangguh
PERTANIAN KONSERVASI
Pada dasarnya usahatani konservasi merupakan suatu paket teknologi usahatani yang bertujuan
meningkatkan produksi dan pendapatan petani, serta melestarikan sumberdaya tanah dan air pada
DAS DAS kritis (Saragih, 1996). Akan tetapi penyerapan teknologi tersebut masih relatif lambat
disebabkan antara. lain : 1. Besarnya modal yang diperlukan untuk penerapannya (khususnya
untuk investasi bangunan konservasi) 2. Kurangnya tenaga penyuluh untuk mengkomunikasikan
teknologi tersebut kepada petani 3. Masih lemahnya kemampuan pernahaman petani untuk
menerapkan teknologi usahatani konservasi sesuai yang diintroduksikan. 4. Keragaman
komoditas yang diusahakan di DAS DAS kritis 5. Terbatasnya
sarana/prasarana pendukung penerapan teknologi usaha tani konservasi. Hal hal tersebut diatas
menunjukkan bahwa teknologi usahatani konservasi yang ada sekarang ini masih belum
memadai sehingga perlu dicari teknologi yang lebih sesuai melalui kegiatan : 1. Penelitian
komponen komponen teknologi yang dapat mendukung paket teknologi usaha tatani konservasi
2. Penelitian pengembangan teknologi yang sudah ada guna memodifikasi teknologi tersebut
sesuai dengan kondisi agrofisik dan sosial ekonomi wilayah setempat. Tehnik konservasi tanah
seperti pembuatan kontur, teras, penanaman dalam strip, tanaman penutup tanah, pemilihan
pergiliran tanah yang cocok, penggunaan pupuk yang teratur dan drainase dalam literatur sering
dijabarkan sebagai tehnik yang melindungi atau memperbaiki tanah pertanian secara
keseluruhan, akan tetapi perlu ditekankan bahwa tehnik tehnik dapat efektif apabila penggunaan
lahannya sudah cocok. Tidak ada agroteknologi yang memungkinkan tanaman dapat tumbuh
dengan baik dan tidak ada tehnik konservasi yang mencegah erosi kalau kondisi tanahnya tidak
cocok untuk pertanian (Sinukaban, 1989. Dalam tulisan ini dibabas beberapa agroteknologi dapat
diterapkan petani di lahan pertaniannya. Beberapa diantaranya merupakan traditional wisdom,
atau kearifan lokal.
Pengolahan Tanah Konservasi
Pengolahan tanah merupakan kebudayaan yang tertua dalam pertanian dan tetap diperlukan
dalam pertanian modern. Pengolahan tanah bagaimana yang tepat untuk kelestarian sumberdaya
tanah? Arsjad (2000), mendefinisikan pengolahan tanah sebagai setiap manipulasi mekanik
terhadap tanah yang diperlukan untuk menciptakan keadaan tanah yang baik bagi pertumbuhan
tanaman. Tujuan pengolahan tanah adalah untuk menyiapkan tempat pesemaian, tempat
bertanam, menciptakan daerah perakaran yang baik, membenarnkan sisa tanaman, dan
membrantas gulma. Soepardi (1979), mengatakan mengolah tanah adalah untuk menciptak sifat
olah yang baik, dan sifat ini mencerminkan keadaan fisik tanah yang sesuai untuk pertumbuhan
tanaman. Cara pengolahan tanah sangat mempengaruhi struktur tanah alami yang baiki yang
terbentuk karena penetrasi akar atau fauna tauna, apabila pengolahan tanah terIalu intensif maka
struktur tanah akan rusak. Kebiasaan petani yang mengolah tanah secara berlebihan dimana
tanah diolah sampai bersih pennukaannya merupakan salah satu contoh pengolahan yang keliru
karena kondisi seperti ini mengakibatkan surface sealing yaitu butir tanah terdispersi oleh butir

hujan , menyumbat pori pori tanah sehingga terbentuk surface crusting.


Untuk mengatasi pengaruh buruk peng olahan tanah, maka dianjurkan beberapa cara pengolahan
tanah konservasi yang dapat memperkecil terjadinya erosi. Cara yang dimaksud adalah: 1. Tanpa
olah tanah (TOT), tanah yang akan ditanami tidak diolah dan sisa sisa tanaman sebelumnva
dibiarkan tersebar di permukaan, yang akan melindungi tanah dari ancaman erosi selama masa
yang sangat rawan yaitu pada saat pertumbuhan awal tanaman. Penanaman dilakukan dengan
tugal. Gulma diberantas dengan menggunakan herbisida, 2. Pengolahan tanah minimal, tidak
semua permukaan tanah diolah, hanya barisan tanaman saja yang diolah dan sebagian sisa sisa
tanaman dibiarkan pada permukaan tanah 3. Pengolahan tanah menurut kontur, pengolahan tanah
dilakukan memotong lereng sehingga terbentuk jalur jalur tumpukan tanah dan alur yang
menurut kontur atau melintang lereng. Pengolahan tanah menurut kontur akan lebih efektif jika
diikuti dengan penanarnan menurut kontur juga yang memungkinkan penyerapan air dan
menghindarkan pengangkutan tanah. Sebagian dari praktek pengolahan tanah seperti ini
sebenarnya sudah ada sejak dulu dan telah dilakukan oleh petani di beberapa daerah di
Indonesia. Petani mungkin menganggapnya sebagai tradisi nenek moyangnya yang perlu
dipertahankan. Walaupun saat itu belum ada penyuluh pertanian ataupun literatur tentang
konservasi tanah, tetapi para petani telah menerapkan cara bertani yang berasaskan konservasi
tanah. Mengolah tanah secara konservasi telah dilakukan oleh orang jaman dulu dengan tujuan
untuk mendapatkan hasil dari usahataninya guna memenuhi kebutuhan hidup jangka pendek, dan
mungkin belum terpikirkan oleh mereka untuk melestarikan sumber daya tanah.
Diposkan oleh wicak petanitangguh di 19.18
Label: usaha konservasi usahatani

BOLONE PETANITANGGUH
PETANI TANGGUH

Petani Herbal

Petani Tangguh

Petani Asap Cair

Petani Batik

Petani Arang

Rembug Tani
ADA APA dengan PETANI

2014 (4)

SEJARAH PUPUK ORGANIK

PENGOLAHAN LIMBAH

PISANG

TEKNOLOGI SAMPAH

SAMPAH

PENGELOLAAN SAMPAH

BUDIDAYA GAHARU

TANAMAN KONSERVASI

PERTANIAN KONSERVASI

KONSERVASI TANAH AIR

PERTANIAN DAN PERUBAHAN ALAM

KEBUDAYAAN TORAJA

TUGAS PERAN GURU

JENIS-JENIS MEDIA PENGAJARAN

Upaya Peternak Ayam dalam Menanggulangi Virus Flu ...

MANOHARA

APEL

o Februari (19)
o Januari (11)

2009 (67)

GAMBARE PETANI

NEPHENTES DI HABITAT ASLINYA

cari cari..

Facebook Petani Tangguh


Arif Wicaksono

Buat Lencana Anda

TIPS dari PETANI

DAUN SIRSAK ATASI TRIPS

Petani : GUNA AIR KELAPA

Petani : MENGATASI BAU DI KAMAR MANDI

Petani : GUNA DAUN PEPAYA

Petani : ATASI KELINCI DIARE

Petani : STOP BOROS MULAI SEKARANG

Petani : MEMBERSIHKAN PERABOT RUMAH

Petani : MENJAUHLAH DARIKU SEMUT NAKAL

Petani : MEMBELI BUKU YANG EFEKTIF

Petani : MENGUBAH TAMPILAN FACEBOOK

Petani Herbal

Herbal Bondowoso
{Petani Tangguh} is proudly powered by Blogger.com Template by agusramadhani.com - oom.com

-->

Home

Tutorial

Bisnis Online

Forum Diskusi

Software

Driver

Android

Pasang Iklan

PENDIDIKAN

GEOGRAFI

MAKALAH

POWER POINT

SILABUS

RPP

JOURNAL

E-BOOK

STATISTIKA

SIG

UNIVERSITAS KANJURUHAN NEWS

MAKALAH KONSERVASI LAHAN


9:15 AM Makalah

Konservasi Lahan
BAB I
PENDAHULUAN
Pada awalnya, upaya konservasi di dunia ini telah dimulai sejak ribuan tahun yang lalu.
Naluri manusia untuk mempertahankan hidup dan berinteraksi dengan alam dilakukan
antara lain dengan cara berburu, yang merupakan suatu kegiatan baik sebagai alat
untuk memenuhi kebutuhan hidup, ataupun sebagai suatu hobi/hiburan. Sejak jaman
dahulu, konsep konservasi telah ada dan diperkenalkan kepada manusia meskipun
konsep konservasi tersebut masih bersifat konservatif dan eksklusif (kerajaan). Konsep
tersebut adalah konsep kuno konservasi yang merupakan cikal bakal dari konsep
modern konservasi dimana konsep modern konservasi menekankan pada upaya
memelihara dan memanfaatkan sumberdaya alam secara bijaksana.
Di Indonesia, pertanian konservasi pernah populer di tahun 1990-an, namun
gerakannya sangat lambat. Tidak ada yang jelas sampai di mana tingkat perkembangan
olah tanah konservasi di Indonesia.Teknik konservasi ini dapat sangat berarti, karena
memberikan manfaat praktis yang langsung dapat dinikmati oleh petani dalam hal
efisiensi biaya dan energi, mempercepat siklus tanam dan pemanfaatan air,
meningkatkan kesuburan tanah dan bahkan membantu pengurangan emisi GRK. Untuk
menanggulangi kemandegan ini, maka pemerintah perlu memfasilitasi kembali gerakan
olah tanah konservasi melalui program-program praktis dan nyata, serta mendukung
secara finansial maupun penelitian dan penyuluhan, serta merangkul berbagai pihak
yang tertarik untuk mengakselerasi gerakan olah tanah konservasi.
Pertanian yang berbasis olah tanah konservasi tidak akan berhasil dikembangkan jika
setiap pelaku di sektor ini masih terikat di dalam mind-set olah tanah konvensional.
Untuk merebut kembali momentum yang telah hilang dibutuhkan motivasi yang besar
dan perubahan paradigma dari segenap pihak yang bergerak di sektor pertanian, baik
itu pejabat, peneliti, ilmuwan, penyuluh, maupun petani sebagai pelaku langsung
pertanian.

BAB II
ISI

A.

Pengertian Konservasi

Konservasi itu sendiri merupakan berasal dari kata Conservation yang terdiri atas kata
con (together) dan servare (keep/save) yang memiliki pengertian mengenai upaya
memelihara apa yang kita punya (keep/save what you have), namun secara bijaksana
(wise use). Ide ini dikemukakan oleh Theodore Roosevelt (1902) yang merupakan
orang Amerika pertama yang mengemukakan tentang konsep konservasi.
Sedangkan menurut Rijksen (1981), konservasi merupakan suatu bentuk evolusi
kultural dimana pada saat dulu, upaya konservasi lebih buruk daripada saat sekarang.
Konservasi juga dapat dipandang dari segi ekonomi dan ekologi dimana konservasi dari
segi ekonomi berarti mencoba mengalokasikan sumberdaya alam untuk sekarang,
sedangkan dari segi ekologi, konservasi merupakan alokasi sumberdaya alam untuk
sekarang dan masa yang akan datang.
Apabila merujuk pada pengertiannya, konservasi didefinisikan dalam beberapa
batasan, sebagai berikut :
1.
Konservasi adalah menggunakan sumberdaya alam untuk memenuhi
keperluan manusia dalam jumlah yang besar dalam waktu yang lama (American
Dictionary).
2.
Konservasi adalah alokasi sumberdaya alam antar waktu (generasi) yang
optimal secara sosial (Randall, 1982).
3.
Konservasi merupakan manajemen udara, air, tanah, mineral ke organisme
hidup termasuk manusia sehingga dapat dicapai kualitas kehidupan manusia yang
meningkat termasuk dalam kegiatan manajemen adalah survai, penelitian, administrasi,
preservasi, pendidikan, pemanfaatan dan latihan (IUCN, 1968).
4.
Konservasi adalah manajemen penggunaan biosfer oleh manusia sehingga
dapat memberikan atau memenuhi keuntungan yang besar dan dapat diperbaharui
untuk generasi-generasi yang akan datang (WCS, 1980).
Tujuan dari adanya konservasi adalah agar terwujud kelestarian sumberdaya alam
hayati serta kesinambungan ekosistemnya sehingga dapat lebih mendukung upaya
peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan manusia. Untuk
mewujudkan tujuan tersebut, perlu dilakukan strategi dan juga pelaksananya. Di
Indonesia, kegiatan konservasi seharusnya dilaksanakan secara bersama oleh
pemerintah dan masyarakat, mencakup masayarakat umum, swasta, lembaga swadaya
masayarakat, perguruan tinggi, serta pihak-pihak lainnya. Sedangkan strategi
konservasi nasional telah dirumuskan ke dalam tiga hal berikut taktik pelaksanaannya,
yaitu :
1.

Perlindungan sistem penyangga kehidupan (PSPK)

a.

Penetapan wilayah PSPK.

b.

Penetapan pola dasar pembinaan program PSPK.

c.

Pengaturan cara pemanfaatan wilayah PSPK.

d.

Penertiban penggunaan dan pengelolaan tanah dalam wilayah PSPK.

e.

Penertiban maksimal pengusahaan di perairan dalam wilayah PSPK.

2.
Pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta
ekosistemnya
a.

Pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya

b.

Pengawetan jenis tumbuhan dan satwa (in-situ dan eks-situ konservasi).

3.
a.

Pemanfaatan secara lestari sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya.


Pemanfaatan kondisi lingkungan kawasan pelestarian alam.

b.
Pemanfaatan jenis tumbuhan dan satwa liar (dalam bentuk : pengkajian,
penelitian dan pengembangan, penangkaran, perdagangan, perburuan, peragaan,
pertukaran, budidaya).
The conservation model mengacu pada usaha tanam campuran atau crop livestock
sebagai hasil revolusi pertanian Inggris. Selain itu juga mnegacu pada konsep
kelaparan lahan yang diilhami oleh ahli tanah Jerman (Ricardo, Mill). Yang termasuk
dalam konservasi adalah sebagian lahan yang subur untuk tanaman dan sebagian lagi
untuk untuk penggembalaan, tersedia cukup pakan ternak, pupuk hijau untuk
mempertahankan kesuburan tanah serta adanya input dari sektor pertanian itu sendiri.

B.

Contoh Konsep Konservasi

Paradigma pembangunan yang mengedepankan pertumbuhan ekonomi telah memacu


pemanfaatan sumberdaya alam secara berlebihan sehingga eksploitasi sumberdaya
alam semakin meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk dan kebutuhan
manusia. Akibatnya, sumberdaya alam semakin langka dan semakin menurun kualitas
dan kuantitasnya. Tanah yang rusak/kritis sangat sulit untuk dimanfaatkan menjadi
lahan yang bermanfaat, karena keterbatasan-keterbatasan dari lahan kritis itu sendiri.
Tanah yang rusak dengan kekurangannya sulit untuk menjaga lengas tanah, yang
berakibat pada sulitnya mendapatkan pada saat musim kemarau. Sementara itu, tanah
rusak tidak dapat menyimpan air di waktu musim penghujan, sehingga hujan yang
terjadi sebagian besar menjadi aliran permukaan yang dapat menyebabkan erosi
permukaan.
Data Areal lahan kering di Indonesia menurut Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat
dalam Haryati (2002) tahun 1992 menunjukkan bahwa luas lahan usahatani kritis telah
mencapai 18 juta hektar. Setelah hampir 13 tahun, lahan kritis pada tahun 2005 cukup
luas yaitu mencapai 52,5 juta ha yang tersebar di pulau Jawa dan Bali (7,1 juta ha),
Sumatera (14,8 juta ha), Kalimantan (7,4 juta ha), Sulawesi (5,1 juta ha), Maluku dan
Nusa Tenggara (6,2 juta ha), dan Irian Jaya

(11,8 juta ha).


Potensi yang demikian besar harus dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Namun, pemanfaatan lahan kering tersebut harus berhati-hati karena sebagian besar
lahan kering tersebut tersebar di hulu DAS yang bentuk wilayahnya berbukit dengan
curah hujan yang cukup tinggi. Kondisi demikian akan memicu erosi yang berakibat
pada degradasi lahan. Lahan kering umumnya menjadikan air sebagai faktor pembatas

yang utama dalam pengelolaannya. Oleh karena itu, ketersediaan air menjadi sesuatu
yang sangat penting dalam pengelolaan lahan kering.
Untuk dapat menjamin adanya ketersediaan air baik di musim penghujan dan musim
kemarau (iklim tropis) diperlukan beberapa teknogi yang applicable dan hemat biaya
karena petani lahan kering umumnya miskin. Beberapa penelitian konservasi air telah
dilakukan dan diujicobakan pada berbagai tempat untuk dapat memaksimalkan
simpanan air hujan dan mengoptimalkan manfaat sumberdaya air terutama di musim
kemarau.

C.

Metode konservasi

Metode Vegetatif

Metoda vegetatif yaitu metoda konservasi dengan menanam berbagai jenis tanaman
seperti tanaman penutup tanah, tanaman penguat teras, penanaman dalam strip,
pergiliran tanaman serta penggunaan pupuk organik dan mulsa. Pengelolaan tanah
secara vegetatif dapat menjamin keberlangsungan keberadaan tanah dan air karena
memiliki sifat :
memelihara kestabilan struktur tanah melalui sistem perakaran dengan memperbesar
granulasi tanah,
penutupan lahan oleh seresah dan tajuk mengurangi evaporasi,
disamping itu dapat meningkatkan aktifitas mikroorganisme yang mengakibatkan
peningkatan porositas tanah, sehingga memperbesar jumlah infiltrasi dan mencegah
terjadinya erosi. Fungsi lain daripada vegetasi berupa tanaman kehutanan yang tak
kalah pentingnya yaitu memiliki nilai ekonomi sehingga dapat menambah penghasilan
petani.

Metode Sipil Teknis

Metoda sipil teknis yaitu suatu metoda konservasi dengan mengatur aliran permukaan
sehingga tidak merusak lapisan olah tanah (Top Soil) yang bermanfaat bagi
pertumbuhan tanaman. Usaha konservasi dengan metoda sipil teknis ini yaitu membuat
bangunan-bangunan konservaasi antara lain pengolahan tanah menurut kontur,
pembuatan guludan, teras, dan saluran air (Saluran Pembuanga air, Terjunan dan
Rorak)

D.

Aplikasi konservasi

1.

Pendekatan Vegetatif

Sistem Pertanaman Lorong

Sistem pertanaman lorong ialah suatu sistem di mana tanaman pangan ditanam pada
lorong di antara barisan tanaman pagar. Sangat bermanfaat dalam mengurangi laju
limpasan permukaan dan erosi, dan merupakan sumber bahan organik dan hara

terutama N untuk tanaman lorong. Teknik budidaya lorong telah lama dikembangkan
dan diperkenalkan sebagai salah satu teknik konservasi tanah dan air untuk
pengembangan sistem pertanian berkelanjutan pada lahan kering di daerah tropika
basah, namun belum diterapkan secara meluas oleh petani.

Sistem Pertanaman Strip Rumput

Sistem Pertanaman Strip Rumput ialah sistem pertanaman yang hampir sama dengan
pertanaman lorong, tetapi tanaman pagarnya adalah rumput. Strip rumput dibuat
mengikuti kontur dengan lebar strip 0,5 m atau lebih. Semakin lebar strip semakin
efektif mengendalikan erosi. Sistem ini dapat diintegrasikan dengan ternak. Penanaman
Rumput Makanan Ternak didalam jalur/strip. Penanaman dilakukan menurut garis
kontur dengan letak penanaman dibuat selang-seling agar rumput dapat tumbuh baik,
usahakan penanamannya pada awal musim hujan. Selain itu tempat jalur rumput
sebaiknya ditengah antara barisan tanaman pokok.

Tanaman Penutup Tanah

Merupakan tanaman yang ditanam tersendiri atau bersamaan dengan tanaman pokok..
Tanaman penutup tanah berperan: (1) menahan atau mengurangi daya perusak butirbutir hujan yang jatuh dan aliran air di atas permukaan tanah, (2) menambah bahan
organik tanah melalui batang, ranting dan daun mati yang jatuh, dan (3) melakukan
transpirasi, yang mengurangi kandungan air tanah. Peranan tanaman penutup tanah
tersebut menyebabkan berkurangnya kekuatan dispersi air hujan, mengurangi jumlah
serta kecepatan aliran permukaan dan memperbesar infiltrasi air ke dalam tanah,
sehingga mengurangi erosi.

Mulsa

Mulsa ialah bahan-bahan (sisa-sisa panen, plastik, dan lain-lain) yang disebar atau
digunakan untuk menutup permukaan tanah. Bermanfaat untuk mengurangi penguapan
(evaporasi) serta melindungi tanah dari pukulan langsung butir-butir hujan yang akan
mengurangi kepadatan tanah. Macam Mulsa dapat berupa, mulsa sisa tanaman,
lembaran plasti dan mulsa batu. Mulsa sisa tanaman ini terdiri dari bahan organik sisa
tanaman (jerami padi, batang jagung), pangkasan dari tanaman pagar, daun-daun dan
ranting tanaman. Bahan tersebut disebarkan secara merata di atas permukaan tanah
setebal 2-5 cm sehingga permukaan tanah tertutup sempurna.
Thamrin dan Hanafi (1992) telah melakukan penelitian pengaruh mulsa terhadap tanah
di lahan kering. Mulsa yang digunakan adalah seresah tanaman. Hasilnya
menunjukkan bahwa pemberian mulsa dapat menghemat lengas tanah dari proses
penguapan, sehingga kebutuhan tanaman akan lengas tanah terutama musim kering
dapat terjamin. Selain itu, pemberian mulsa dapat menghambat pertumbuhan gulma
yang mengganggu tanaman sehingga konsumsi air lebih rendah.

Pengelompokan tanaman dalam suatu bentang alam (landscape)

Pengelompokan tanaman dalam suatu bentang alam (landscape) mengikuti kebutuhan


air yang sama, sehingga irigasi dapat dikelompokkan sesuai kebutuhan tanaman.
Teknik ini dilakukan dengan cara mengelompokkan tanaman yang memiliki kebutuhan
air yang sama dalam satu landscape. Pengelompokkan tanaman tersebut akan
memberikan kemudahan dalam melakukan pengaturan air. Air irigasi yang dialirkan
hanya diberikan sesuai kebutuhan tanaman, sehingga air dapat dihemat. Hal ini dapat
dijadikan sebagai dasar dalam pemberian air irigasi yang sesuai dengan kebutuhan,
sehingga dapat hemat air.

Penyesuaian jenis tanaman dengan karakteristik wilayah.

Teknik konservasi air ini dilakukan dengan cara mengembangkan kemampuan dalam
menentukan berbagai tanaman alternatif yang sesuai dengan tingkat kekeringan yang
dapat terjadi di masing-masing daerah. Sebagai contoh, tanaman jagung yang hanya
membutuhkan air 0,8 kali padi sawah akan tepat jika ditanam sebagai pengganti padi
sawah untuk antisipasi kekeringan Pada daerah hulu DAS yang merupakan daerah
yang berkelerengan tinggi, tanaman kehutanan menjadi komoditas utama.

Penentuan pola tanam yang tepat.

Penentuan pola tanam yang tepat, baik untuk areal yang datar ataupun berlereng. Pola
tanam disesuaikan dengan kondisi curah hujan setempat untuk mengurangi deficit air
pada musim kemarau. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Gomez dan Gomez (1983)
dalam Purwono et al, (2003) menunjukkan bahwa pada lahan dengan kemiringan 5%
dengan pola tanam campuran ketela pohon dan jagung akan dapat menurunkan run off
dari 43% menjadi 33% dari curah hujan dibandingkan dengan jagung monokultur. Hal
ini terjadi karena adanya perbedaan besar kebutuhan air tiap jenis vegetasi. Besarnya
kebutuhan air beberapa jenis tanaman dapat menjadi acuan dalam membuat pola
tanam yang optimal.
2.

Pendekatan Sipil Teknis

Pembuatan teras pada lahan dengan lereng yang curam.

Pembuatan teras dilakukan, jika budidaya tanaman dilakukan pada lahan dengan
kemiringan > 8%. Namun demikian, budidaya tanaman semusim sebaiknya
menghindari daerah berlereng curam. Jenis-jenis teras untuk konservasi air juga
merupakan teras untuk konservasi tanah, antara lain: teras gulud, teras buntu (rorak),
teras kredit, teras individu, teras datar, teras batu, teras bangku, SPA, dan hillside
ditches.
Teras gulud umumnya dibuat pada lahan yang berkemiringan 10 - 15 yang biasanya
dilengkapi dengan saluran pembuangan air yang tujuannya untuk mengurangi
kecepatan air yang mengalir pada waktu hujan sehingga erosi dapat dicegah dan
penyerapan air dapat diperbesar. Teras Bangku adalah teras yang dibuat dengan cara
memotong lereng dan meratakan dengan di bidang olah sehingga terjadi deretan
menyerupai tangga. Bermanfaat sebagai pengendali aliran permukaan dan erosi.

Diterapkan pada lahan dengan lereng 10-40%, tanah dengan solum dalam (> 60 cm),
tanah yang relatif tidak mudah longsor, dan tanah yang tidak mengandung unsur
beracun bagi tanaman seperti aluminium dan besi. Guludan adalah suatu sistem di
mana tanaman pangan ditanam pada lorong di antara barisan tanaman pagar. Sangat
bermanfaat dalam mengurangi laju limpasan permukaan dan erosi, dan merupakan
sumber bahan organik dan hara terutama N untuk tanaman lorong.

Wind break

Wind break dibuat untuk mengurangi kecepatan angin sehingga mengurangi kehilangan
air melalui permukaan tanah dan tanaman selama irigasi (evapotranspirasi).

Pemanenan Air hujan

Pemanenan air hujan merupakan salah satu alternatif dalam menyimpan air hujan
pada musim penghujan, dan untuk dapat digunakan pada musim kemarau..
Teknik pemanenan air yang telah dilakukan di Indonesia, antara lain embung dan
channel reservoir. Embung merupakan suatu bangunan konservasi air yang berbentuk
kolam untuk menampung air hujan dan air limpahan atau rembesan di lahan sawah
tadah hujan berdrainase baik. Teknik konservasi air dengan embung banyak diterapkan
di lahan tadah hujan bercurah hujan rendah.

Dam Parit

Adalah suatu cara mengumpulkan atau membendung aliran air pada suatu parit dengan
tujuan untuk menampung aliran air permukaan, sehingga dapat digunakan untuk
mengairi lahan di sekitarnya. Dam parit dapat menurunkan aliran permukaan, erosi, dan
sedimentasi.
Keunggulan:
Menampung air dalam volume besar akibat terbendungnya aliran air di saluran/parit.
Tidak menggunakan areal/lahan pertanian yang produktif.
Mengairi lahan cukup luas, karena dibangun berseri di seluruh daerah aliran sungai
(DAS).
Menurunkan kecepatan aliran permukaan, sehingga mengurangi erosi dan hilangnya
lapisan tanah atas yang subur serta sedimentasi.
Memberikan kesempatan agar air meresap ke dalam tanah di seluruh wilayah DAS,
sehingga mengurangi risiko kekeringan pada musim kemarau.
Biaya pembuatan lebih murah, sehingga dapat dijangkau petani.
3.

Konservasi lahan kering

Konservasi air merupakan hal yang sangat relevan untuk meningkatkan produktivitas
lahan kering, mencegah bahaya banjir, kekeringan, dan tanah longsor. Prinsip dasar
dari konservasi air adalah menyimpan sebanyak-banyaknya air pada musim hujan dan

memanfaatkan kembali pada musim kemarau. Meskipun cukup banyak teknik


konservasi air yang dapat diimplementasikan di lahan kering, tetapi keberhasilannya
sangat ditentukan oleh kondisi biofisik, sosial ekonomi, dan keinginan petani.
4.

Konservasi lahan kritis

Berbagai cara untuk menangani lahan kritis telah dilakukan oleh pemerintah, antara
lain melalui program reboisasi dan penghijauan. Fakultas Pertanian Andalas (1992)
melaporkan bahwa keberhasilan fisik reboisasi selama Pelita IV baru sekitar 68 %,
sedangkan penghijauan hanya 21 %. Hal ini mungkin disebabkan karena kurang
tepatnya teknologi yang digunakan, atau kondisi lahan belum dipelajari dengan cermat,
atau karena teknologi tidak diterapkan sepenuhnya. Ditinjau dari segi pelestarian
lingkungan dan efisiensi penggunaan dana dalam program ekstensifikasi maka
pemanfaatan lahan kritis dengan perbaikan produktivitas mungkin lebih baik daripada
membuka hutan.

E.

Manfaat penerapan usaha tani konservasi

Dua manfaat utama pertanian konservasi dibandingkan dengan teknik pertanian lain,
yaitu input tenaga kerja yang rendah dan penggunaan proses ekologis alamiah secara
efektif. Pertanian konservasi memanfaatkan proses ekologis alami untuk
mempertahankan kelembaban, meningkatkan kesuburan tanah, memperkuat struktur
tanah, dan mengurangi erosi serta keberadaan hama penyakit. Hal itu dilakukan melalui
tiga cara, yaitu dengan meminimalkan gangguan pada tanah, menyimpan sisa
tanaman, dan rotasi tanaman. Pembajakan dan pembakaran mengganggu tanah dan
biota kecil yang hidup di dalamnya. Sebaliknya, pertanian konservasi sangat sedikit
mengganggu tanah, memberi kesempatan flora dan fauna tanah yang ada untuk
tumbuh subur secara alami. Flora dan fauna tanah tersebut akan membusukkan sisa
tanaman yang dijadikan penutup tanah oleh petani, sehingga menambah nutrisi pada
tanah dan meningkatkan struktur humus tanah. Selain itu, pertanian konservasi mampu
memanfaatkan hujan dengan lebih baik sebab tanah yang ditutupi oleh sisa tanaman
akan menyerap lebih banyak air hujan dan mengalami lebih sedikit penguapan. Saat
curah hujan rendah, lahan akan menangkap kelembaban yang ada di udara. Penutupan
tanah juga mengurangi kikisan air, yang jika dipadukan dengan struktur tanah yang
telah diolah, akan mampu mengurangi erosi tanah dari air dan angin. Akhirnya, rotasi
tanaman mendapat keuntungan dari proses ekologis alamiah melalui kacaunya siklus
hama penyakit, dan pemakaian tanaman polong-polongan untuk mengikat nitrogen di
dalam tanah. Dalam jangka panjang, pertanian konservasi yang memanfaatkan proses
ekologis alami mengurangi pemakaian pupuk dan pestisida oleh petani sehingga
mendukung pendekatan penggunaan input luar rendah.

BAB III
PENUTUP
Konservasi itu sendiri merupakan berasal dari kata Conservation yang terdiri atas kata
con (together) dan servare (keep/save) yang memiliki pengertian mengenai upaya
memelihara apa yang kita punya (keep/save what you have), namun secara bijaksana
(wise use). Tujuan dari adanya konservasi adalah agar terwujud kelestarian

sumberdaya alam hayati serta kesinambungan ekosistemnya sehingga dapat lebih


mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan
manusia. The conservation model mengacu pada usaha tanam campuran atau crop
livestock sebagai hasil revolusi pertanian Inggris. Selain itu juga mnegacu pada konsep
kelaparan lahan yang diilhami oleh ahli tanah Jerman (Ricardo, Mill).
Metode konservasi ada dua yaitu metode vegetatif dan metode teknik. Metoda vegetatif
yaitu metoda konservasi dengan menanam berbagai jenis tanaman seperti tanaman
penutup tanah, tanaman penguat teras, penanaman dalam strip, pergiliran tanaman
serta penggunaan pupuk organik dan mulsa. Sedangkan metoda sipil teknis yaitu suatu
metoda konservasi dengan mengatur aliran permukaan sehingga tidak merusak lapisan
olah tanah (Top Soil) yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Usaha konservasi
dengan metoda sipil teknis ini yaitu membuat bangunan-bangunan konservaasi antara
lain pengolahan tanah menurut kontur, pembuatan guludan, teras, dan saluran air.
Penerapan model konservasi bisa diterapkan di lahan kering maupun lahan kritis.
Kedua lahan ini bisa dikonservasi, tetapi keberhasilannya sangat ditentukan oleh
kondisi biofisik, sosial ekonomi, dan keinginan petani. Hal tersebut perlu dicermati
mengingat tidak ada satupun teknik konservasi yang sempurna. Setiap teknik
konservasi membutuhkan persyaratan tertentu agar teknik tersebut efektif. Ada dua
manfaat utama pertanian konservasi dibandingkan dengan teknik pertanian lain, yaitu
input tenaga kerja yang rendah dan penggunaan proses ekologis alamiah secara efektif
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2010. Konservasi Lahan Kering. http://ridiah.wordpress.com/konservasi-lahankering. Diakses pada tanggal 2 Mei 2010 pukul 15.50 WIB.
BP2TPDAS-IBB. 2002. Pedoman Praktik Konservasi Tanah dan air. Balai Penelitian
dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Indonesia Bagian
Barat. Balitbang Kehutanan. Surakarta
Carolyn W. Fanelli dan Lovemore Dumba.. 2007. Pertanian Konservasi di Pedesaan
Zimbabwe. http://salam.leisa.info/index.php?url. Diakses pada tanggal 2 Mei 2010 pukul
16.50 WIB.
Widada, 2001. Sumber Daya Alam Hayati dan Upaya Pengeolaan Taman Nasional
Gunung Halimun. http://www.rudyct.com/PPS702-ipb/03112/widada.htm. Diakses pada
tanggal 2 Mei 2010 pukul 15.30 WIB.

Artikel Terkait

MAKALAH PENGEMBANGAN PERTANIAN PANGAN BERBASIS KEARIFAN


LOKAL

MAKALAH NEGARA OCEANIA

MAKALAH KONFERENSI LAHAN

MAKALAH Pembangunan Pariwisata didasarkan pada bidang ekonomi dengan titik


berat pada sektor pertanian

Cara Pembuatan Makalah Terbaik dan Terbaru


Bagikan 0

0 0
Facebook Comments (Terima kasih atas komentarnya dan semoga bermanfaat bagi kami)

SEBELUMNYA SELANJUTNYA BERANDA

Jejaring Sosial

Search

ARTIKEL TERBARU

Ruko murah cerme residance

SAWOJAJAR INSIDE 2 TELAH DI BUKA

GRIYA TAMBAKASRI KABUPATEN MALANG

KARANGDUREN INSIDE KABUPATEN MALANG

TELAGAWARU INSIDE KOTA MALANG

BUMI ROYAL PARK KOTA MALANG

GRIYA BURING PERMAI KOTA MALANG

SAWOJAJAR INSIDE MALANG (RUMAH ALA EROPA)

JUAL PERUMAHAN KOTA MALANG

TERJADINYA PEMANASAN GLOBAL

CARA MENULIS ARTIKEL KE MEDIA CETAK DAN ONLINE

ALAMAT EMAIL MEDIA KORAN & ONLINE

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

MAKALAH KONFERENSI LAHAN

Menyunting Artikel Konsep Perilaku Kesehatan

ARTIKEL ILMIAH PENDIDIKAN "PENTINGNYA MEMBACA BAGI SISWA"

UAS SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG APLIKASI III)

UAS SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (APLIKASI II ARCVIEW)

Gedung Baru UNIKAMA

KKL 3 Hari ke 2 FKIP GEOGRAFI UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG

KKL 3 FKIP GEOGRAFI UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG

KOMPAKNYA SISWA SDN SITIREJO 1 KEC. WAGIR MALANG PERINGATI HARI


KARTINI

FORMULIR PENDAFTARAN PELATIHAN BLOG (GMNI UNIKAMA)

DICARI SEMANGAT HIDUP

LAPORAN BUFFERING PETA MELALUI ARCVIEW 3.3 (UNIKAMA)

ARTIKEL POPULAR

MAKALAH GEOGRAFI PENDUDUK


BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perilaku kelahiran dan kematian berbeda
dengan mobilitas penduduk. Angka kelahiran dn kema...

Download Kumpulan ScreenSaver Windows Terbaru


Berikut ini adalah Screen Saver untuk memperindah PC anda dimana screen saver ini
berbentuk apkikasi yang harus anda instal dan akan men...

MAKALAH IPS KELAS VIII


MODUL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL-GEOGRAFI KELAS VIII (DELAPAN)
Disusun Oleh : Anggi...

MAKALAH HIDROLOGI
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Air merupakan sumber daya
penting bagi kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya. Mening...

MAKALAH BENUA ASIA


BAB I BENU ASIA A. Pendahuluan Benua Asia merupakan benua terbesar dan
berpopulasi terpadat di dunia dengan wilayah yang...

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

PROPOSAL PENGGUNAAN METODE CTL DALAM PENINGKATAN


KEMAMPUAN SISWA MENJELASKAN MATERI GEOGRAFI KELAS III SMA 1
PACITAN Disusun Unt...

AKTIFITAS DAN KEGIATAN EKONOMI BENUA ASIA


AKTIFITAS DAN KEGIATAN EKONOMI BENUA ASIA
ekonomi di Benua Asia sangat beranekaragam, karena ham...

Aktifitas dan kegiatan

IKLIM KUTUB
CORAK KEHIDUPAN DI IKLIM KUTUB ATAU IKLIM DINGIN Iklim Dingin Iklim
dingin terdapat di daerah kutub. Oleh sebab itu iklim ini ...

DOWNLOAD SKIN PACK WINDOWS 7 TERBARU


MAC theme DOWNLOAD BLACK transparent DOWNLOAD WIN8 FOR WIN 7
DOWNLOAD DARK PEARL HIHIH DOWNLOAD Joulu fo...

Limpasan Air Permukaan (Runoff) Oleh Dedi Irawan


BAB II PEMBAHASAN A. LIMPASAN AIR PERMUKAAN Limpasan adalah
apabila intensitas hjanyang jatuh di suatu DAS melebihi kapasitas...

ARSIP BLOG GEOGRAFI

2015 ( 10 )

2014 ( 25 )

2013 ( 393 )

2012 ( 107 )
o December ( 106 )

Trik Internet Gratis XL 29 Desember 2012 terbaru

Trik Internet Gratis Telkomsel 29 Desember 2012

Serial Number ESET Smart Security 5 Terbaru 2013-2...

Trik Google Unik Sangat Rahasia

Daftar Rangking 10 Besar Anti Virus Terbaih dan te...

Tema Windows Skin Christmas Terbaru Untuk Windows ...

MEBEL SUWARNO Wagir Malang

Jual TUTORIAL DAN SOFTWERE SPSS 16

VCD BUKU GEOGRAFI SMP & SMA

TRIK PHOTOSHOP CS Harga murah meriah

VCD TUTORIAL dan SOFTWERE COREL DRAW 12

PASANG IKLAN DI BLOG DEDI IRAWAN MURAH MERIAH

APLIKASI MP3 PLAYER AIMP 3.20.1165 TERBARU

Download Skin Winamp Keren 2013 TERBARU

Novel Remaja Berkisah cinta dan persahabatan

KISI KISI SOAL UN SMK 2013 terbaru

SOAL UN SMP Tahun 2013 blog Dedi Irawan

Soal UN SMA IPA dan IPS Tahun 2013 blog Dedi Irawa...

Kisi-kisi Ujian Nasional (UN) 2013 SD, SMP, SMA, d...

Cara Membuat Kerajinan Tangan dari Flanel

SOAL SNMPTN 2013 TERBARU blog Dedi Irawan

Kurikulum Baru, Hanya 7 Mata Pelajaran untuk SD

MATERI PEMBELAJARAN UNTUK PAUD

Peranan Penting Statistik Dalam Penelitian

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN STATISTIK NON


PARAMETRIK ...

TUTORIAL SPSS UJI REGRESI trik Statistika

STATISTIK NON PARAMETRIK UJI FRIEDMAN (UJI BEDA > ...

STATISTIK NONPARAMETRIK Uji Q Cochran

STATISTIK NON-PARAMETRIK blog Dedi Irawan

STATISTIK UJI BEDA DUA SAMPLE BERPASANGAN

Cara Mengganti Kursor Di Blog Menjadi Cantik

Cara Sederhana Memasang FB Comment di Blogger Dedi...

Cara Membuat Tulisan Berjalan Blog Dedi Irawan

MOTIVASI PENDIDIKAN Oleh Dedi Irawan

MENJAGA KEBERSIHAN UNTUK KESEHATAN

JASA MEMBUAT BLOG Oleh Blog Dedi Irawan

MOBILITAS PENDUDUK Analisa Dedi Irawan

Stereoskopis interpretasi peta oleh Dedi Irawan

SK DAN KD SMA Blog Dedi Irawan

Rangkuman geologi pulau kalimantan barat,tengah,ti...

Rangkuman geologi pulau kalimantan barat,tengah,ti...

Sejarah geologi pulau bali,NTT, Lombok

PEGUNUNGAN SELATAN PULAU JAWA

STRUKTUR GEOLOGI PULAU SUMATERA

KAJIAN GEOLOGI Blog Dedi Irawan

SINOPSIS JAWA BARAT Blog Dedi Irawan

SEJARAH ALAM Blog Dedi Irawan

AKTIFITAS DAN KEGIATAN EKONOMI BENUA ASIA

PEMUKIMAN PENDUDUK Blog Dedi Irawan

PEMEKARAN KOTA DAN PERMASALAHAN

TUGAS KONSERVASI LAHAN

Peran Satwa dalam Proses Reklamasi Lahan Tambang

MAKALAH KONSERVASI LAHAN

MAKALAH BK

UAS BK

PERBEDAAN DENGAN GURU DENGAN KONSELOR BK

MAKALAH KONFERENSI KASUS

MAKALAH GEOGRAFI PERTANIAN BUDIDAYA TEH

GEOGRAFI PERTANIAN

ASPEK GEOGRAFI

MAKALAH BENUA ASIA

UAS DESA KOTA

SILABUS SMA SMSTER 1

LAPORAN SIG

MAKALAH LAPORAN SIG

MAKALAH PROFESI GURU

MAKALAH RENCANA PEMBELAJARAN GEOGRAFI

MAKALAH IPS KELAS VIII

MAKALAH HIDROLOGI

PRESIPITASI

STRUKTUR TANAH

PROFIL TANAH

FAKTOR PEMBENTUK TANAH

MAKALAH GEOGRAFI TANAH

MAKALAH PENCEMARAN TANAH

MAKALAH PENGEMBANGAN WILAYAH

MAKALAH GEOGRAFI PENDUDUK

MAKALAH PEMANFAATAN SDA

GEOMORFOLOGI SUMATRA

Geomorfologi Sulawesi

GEOMORFOLOGI KALIMANTAN

Geomorfologi jawa

Geomorfologi Irian Jaya

CORAK KEHIDUPAN LINTANG TROPIS

Corak Kehidupan Negara-negara di Lintang Subtropis...

IKLIM KUTUB

TIPS PEMIMPIN SUKSES

TRIK SEORANG PEMIMPIN

KATA BIJAK

STRATEGI MENAGEMEN

MENAGEMENT TEKNOLOGI

SURAT LAMARAN KERJA

MAKALAH METODE PENGEMBANGAN BAHAB AJAR

SEJARAH PUNK DI DUNIA

HUMAN GEOGRAPHY

LETAK GEOGRAFIS INDONESIA

MAKALAH RELIEF KEPULAUAN INDONESIA

MAKALAH STATISTIK KONSEP DASAR

MAKALAH LAHAN BASAH

VISI MISI PSHT UNIKAMA

o May ( 1 )

Anda mungkin juga menyukai