Anda di halaman 1dari 27

PENGENALAN SEISMOLOGI

Seismologi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu seismos yang berarti
getaran atau goncangan dan logos yang berarti risalah atau ilmu pengetahuan.
Orang Yunani menyebut gempa bumi dengan kata-kata seismos tes ges yang
berarti Bumi bergoncang atau bergetar (Wikipedia).
Pengertian Seismologi itu sendiri sebenarnya adalah studi tentang pembangkit,
propagasi, dan perekaman gelombang elastik dalam bumi atau dalam benda
angkasa lainnya (Afnimar,2009). Pembangkit yang paling besar dan bersifat
merusak adalah gempa bumi. Jadi Seismologi sering diartikan sederhana sebagai
ilmu yang mempelajari gempa bumi dan segala aspek yang berurusan dengannya.
Seismologi sendiri merupakan cabang dari Solid earth physics (Fisika Bumi Padat)
yang merupakan cabang ilmu geofisika.

Catatan-catatan tentang Seismologi :


-

Memerlukan berbagai disiplin ilmu, menghubungkan fisika dengan ilmu

geosains lainnya (geologi, geografi, geodesi). Juga didukung dengan ilmu


penunjang yang lain seperti matematika dan statistika.
- # Ilmu yang internasional dan masih sangat muda (muncul pada paruh kedua abad
19). Seismologi berkembang dengan munculnya teori elastisitas oleh Cauchy dan
Poisson sebagai teori dasarnya pada pertengahan abad 19.

Pembagian Seismologi
1.
-

Seismologi Observasi (Observational Seismology), meliputi :


Pendeteksian dan perekaman gempa-gempa yang terjadi di permukaan bumi
(Microseismology)

Mengkatalog gempa-gempa

2.

Mengamati efek-efek dari gempa yang terjadi (Macroseismology)


Seismologi Teknik (Engineering Seismology), meliputi :

Estimasi bencana seismik dan resikonya

Perancangan bangunan-bangunan tahan gempa

3.

Seismologi Fisis (Physical Seismology), meliputi :

Studi tentang sifat-sifat interior bumi

Studi tentang karakteristik fisika dari sumber-sumber gempa

4.

Seismologi Eksplorasi (Explorational Seismology), meliputi :

Penerapan metode-metode seismik dalam pencarian sumber daya alam

Di

Indonesia,

bidang

Seismologi

banyak

dikerjakan

oleh

Badan

Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memiliki tupoksi dalam


pengamatan (observasi) gempa bumi dan tsunami. BMKG juga memiliki bidang
Seismologi Teknik yang melakukan kerja sama dengan banyak pihak dalam
pemberian data guna mendukung perancangan konstruksi tahan gempa.
Seismologi pada mulanya merupakan ilmu yang mempelajari tentang
gempabumi, tetapi karena perkembangan dari pengetahuan dan teknologi,
seismologi telah tumbuh menjadi sangat luas dengan bertambahnya beberapa
cabang lain. (Dimas Salomo Taruna BMKG)

Geofisika mirip dengan mempelajari dan menerjemahkan pesan alam yang


disampaikan melalui bahasa fisika seperti bahasa getaran, elektromagnetik,
resistivitas, gaya berat, magnetik, suhu dan radiometri ke bahasa manusia.
Informasi kandungan bawah permukaan bumi diukur dengan menggunakan alat
ukur sesuai dengan parameter yang akan diamati. Di dalam setiap pengukuran
suatu besaran fisika dan semua pengaruh medium bumi masuk ke dalam alat ukur

untuk dilakukan pemrosesan data secara seksama. Obyek yang akan dikaji
adalah

sinyal.

-Prof. Dr. Sismanto, M.S, Guru Besar FMIPA UGMSejarah Singkat Seismologi ( Bagian 1)
6:10 AM Geofisika, Seismologi No comments

seismologi adalah studi tentang sumber gempa (kebanyakan gempa ) , gelombang


yang mereka hasilkan , dan sifat dari media melalui mana perjalanan gelombang .
dalam bentuk modern subjek berusia lebih dari 100 tahun , namun upaya untuk
memahami gempa bumi kembali ke awal ilmu pengetahuan . jalannya seismologi ,
lebih dari itu banyak ilmu-ilmu lainnya , telah dipengaruhi oleh objeknya studi dari
Lisbon pada tahun 1755 melalui Kobe pada tahun 1995 , gempa bumi merusak
telah memicu minat ilmiah dan cukup sering , dukungan sosial untuk studi seismik
.
artikel ini menjelaskan sejarah seismologi sampai sekitar tahun 1960, dengan
sketsa singkat tema utama sejak saat itu . untuk menutupi sejarah ini di ruang yang
tersedia membutuhkan cukup banyak pilihan . setiap pembacaan literatur lama
menunjukkan bahwa banyak ide-ide besar yang diusulkan jauh sebelum mereka
menjadi berlaku umum : misalnya , yang gemetar adalah gelombang disebarkan
dari sumber , bahwa beberapa gempa ( setidaknya ) disebabkan oleh faulting , dan
bahwa bumi berisi inti cair. saya punya karena itu kurang pada terjadinya awal dari
sebuah ide daripada waktu ketika menjadi sesuatu yang dianggap serius dalam
komunitas seismologi .
setiap hari: ada sekitar 50 gempa cukup kuat dirasakan secara lokal, beberapa ini
menghasilkan gelombang seismik jauh yang dapat diukur dengan instrumentany

sensitif mana di dunia dan setiap beberapa hari: ada gempa yang cukup kuat untuk
struktur kerusakan.
seismologi adalah studi ilmiah dari gelombang seismik yang dihasilkan oleh
gempa bumi.
tujuan ilmiah dan praktis seismoligy:
a. untuk belajar tentang struktur bumi (pengamatan langsung dari bumi yang
mendalam tidak mungkin) dan fisika dari gempa bumi
b. untuk membuat lingkungan manusia direkayasa aman
seismologi adalah ilmu muda, baru berusia sekitar 150 tahun.

sebelum studi ilmiah dimulai, ide tentang gempa sebagian besar didasarkan pada
mitos dan supersition.(baca juga artikel mitos dan seismologi masa lalu)
awal 1800-an
teori perambatan gelombang elastis dalam bahan padat dikembangkan oleh Cauchy
poisson stoke rayleigh dan lain-lain . mereka menggambarkan gelombang tubuh
primer dan sekunder ( P - dan S - gelombang ) dan gelombang permukaan . ( teori
adalah jalan di depan pengamatan ) .
1857
R.Mallet seorang insinyur Irlandia perjalanan ke Italia untuk mempelajari
kerusakan yang disebabkan oleh dekat Naples . karyanya umumnya dianggap
sebagai upaya serius pertama di seismologi observasional . kontribusi nya :
a . memancarkan gelombang gempa dari fokus utama
b . gempa dapat ditemukan dengan memproyeksikan ada gelombang mundur ke
arah sumber
c . observatorium harus dibentuk untuk memantau gempa
1875

F.Cecchi membangun pertama seismograf waktu perekaman di Italia . instrumen


kualitas tinggi yang kemudian dikembangkan oleh para ilmuwan Inggris di Jepang
. ada instrumen awal yang undamped ( teredam ) dan karena itu tidak akurat
setelah kepalan beberapa siklus gemetar .
1897
seismograf pertama di america utara dipasang di menjilat observatorium dekat san
jose california . alat ini nantinya akan merekam 1906 san francisco gempa .
E.Wiechert mengembangkan seismograf tinju dengan redaman viskos mampu
menghasilkan catatan yang berguna untuk seluruh durasi getaran tanah .
awal 1900-an
BBGalitzen mengembangkan seismograf elektromagnetik pertama di mana
pendulum bergerak menghasilkan arus listrik dalam kumparan , dan membangun
jaringan stasiun seismik di seluruh Rusia.
desain baru akan terbukti jauh lebih akurat dan dapat diandalkan dibandingkan
instrumen mekanik sebelumnya, semua seismograf modern elektromagnetik .
1906

HFReid , seorang insinyur Amerika , studi jalur survei di seluruh san andreas
kesalahan diukur sebelum dan sesudah 1906 san francisco gempa . ia mengusulkan
sebuah " elastis Rebound " teori asal-usul gempa , di mana akumulasi energi elastis
dilepaskan

secara

tiba-tiba

oleh

slip

PERKEMBANGAN SEISMOLOGI DI INDONESIA

pada

kesalahan

Pengamatan gempa bumi di Indonesia berawal pada tahun 1898 saat pemerintah
Hindia Belanda mengoperasikan seismograf mekanik Ewing. Kemudian pada
tahun 1908 dipasang seismograf Wiechert komponen horizontal yang pada tahun
1928 dilengkapi dengan seismograf Wiechert komponen vertikal. Pemasangan
kedua jenis seismograf tersebut dilakukan di beberapa kota yaitu Jakarta, Medan,
Bengkulu dan Ambon. Dengan instrumen yang ada dilakukan pemantauan gempa
bumi meskipun dengan tingkat keakuratan rendah jika dibandingkan saat ini.

Pada tahun 1953 BMG sebagai instansi yang terkait dengan pengamatan gempa
bumi memasang seismograf Elektromagnetik Sprengnether di Lembang - Bandung
yang disusul dengan pemasangan seismograf bertipe sama di Jakarta, Medan,
Tangerang, Denpasar, Ujungpandang, Kupang, Jayapura, Manado dan Ambon
sehingga terbentuk jaringan seismograf yang pertama kali di Indonesia. Seismograf
3 komponen ini beroperasi di sepuluh kota tersebut sampai dengan tahun 1980-an.

Pada tahun 1964 di stasiun Lembang dipasang Seismograf Teledyne Geotech yang
termasuk dalam jaringan WWSSN (World Wide Standard Seismololgical
Network). Seismograf ini memiliki 6 komponen dan mengalami modifikasi pada
tahun 1978. Kemudian pada tahun 1974 UNDP-Unesco mengadakan proyek
pengembangan seismologi di Indonesia yang antara lain meliputi standarisasi
seismograf dan proses pengolahan data gempa bumi serta pengembangan jaringan
pemantau. Salah satu bentuknya adalah pemasangan seismograf periode pendek
(Short Period Seismograph - Kinemetric) komponen Z di 27 stasiun seluruh
Indonesia.

Era sistem pemantauan telemetri di BMG dimulai ketika pada tahun 1989
dioperasikan Seismograf Telemetri Periode Pendek komponen Z dari LDGPerancis di 28 stasiun pemantau di seluruh Indonesia. Stasiun-stasiun ini
dikelompokkan menjadi 5 wilayah yang masing-masing memiliki satu Pusat
Gempa bumi Regional (Regional Seismological Center) dengan pemantauan secara
real time yang dipusatkan di Jakarta sebagai Pusat Gempa bumi Nasional (National
Seismological Center). Seluruh stasiun ini pada tahun 1998 dilengkapi dengan
fasilitas GARNET. Jaringan tersebut masih beroperasi hingga saat ini dan
merupakan

jaringan

pemantau

seismik

utama

BMG

Sejak tahun 1989 tersebut dapat dikatakan bahwa BMG memiliki dua tipe stasiun
pemantau gempa bumi di Indonesia. Pertama adalah stasiun telemetri yang tidak
berawak dan lainnya adalah stasiun geofisika konvensional. Di stasiun geofisika
konvensional, data gempa bumi diobservasi dengan bantuan operator kemudian
dilanjutkan dengan pengolahan data dan analisis parameter gempa bumi sementara.
Data

tersebut

juga

dikirimkan

melalui

internet,

faksimil

dan

sistem komunikasi data lainnya ke PGR dan PGN untuk dianalisis lebih lanjut.
Secara keseluruhan saat ini terdapat 30 stasiun geofisika konvensional dan 28
stasiun seismik telemetri yang tersebar di lima balai wilayah di seluruh Indonesia.
Balai wilayah yang juga berfungsi sebagai Pusat Gempa Regional ini terdapat di
lima

kota

yaitu

Medan,

Ciputat,

Denpasar,

Makasar

dan

Jayapura

Pada tahun 1993 dipasang seismograf periode panjang (Long Period Seismograph)
3 komponen di stasiun geofisika konvensional Tretes yang dilengkapi dengan
TREMORS. Di tahun ini pula dipasang seismograf periode pendek 3 komponen
SPS-3 (Kinemetrics) di 9 stasiun geofisika konvensional di seluruh Indonesia yaitu
di Banda Aceh, Padang Panjang, Kepahyang, Kotabumi, Tanjungpandan, Kupang,
Palu,

Ambon

dan

Sorong.

Perkembangan lain dari sistem pemantau seismik BMG adalah dimulainya era
broadband sejak tahun 1992 pada saat dioperasikannya seismograf 3 komponen
tipe Broadband di stasiun Parapat dan Jayapura. Keduanya hingga saat ini masih
beroperasi. Menyusul pada kurun waktu 1997-2001 dengan adanya proyek
kerjasama Indonesia dan Jepang yaitu Joint Operation of Japan - Indonesia Seismic
Network (JISNET) dipasang seismograf jenis broadband di 23 stasiun di seluruh
Indonesia. Proyek kerjasama ini dilanjutkan kembali antara NIED Jepang dan
BMG untuk periode 2001-2006 dengan nama Operation & Data Exchange of Japan

- Indonesia Seismic Network (JISNET continued). Pelaksanaan proyek ini meliputi


pemasangan seismograf jenis Broadband di 22 stasiun seluruh Indonesia.

Sementara itu, pada tahun 1999 di Kappang (Sulawesi Selatan) dipasang


seismograf 3 komponen jenis broadband yang merupakan kerjasama BMGUCSD/USA. Pada tahun 2002 di stasiun yang sama kembali dipasang seismograf
bertipe broadband yang merupakan salah satu dari 6 stasiun seismik CTBTO
(Comprehensive Nuclear Test Ban Treaty Organization). Lima stasiun lainnya
adalah Parapat, Lembang, Kupang, Sorong dan Jayapura. Seismograf ini
direncanakan

akan

beroperasi

sampai

dengan

tahun

2004.

Pada tahun 2003 dibentuk Sistem Pemantauan Seismik Nasional (National Seismic
Monitoring System) dengan penambahan seismograf broadband di 27 stasiunstasiun seismik seluruh Indonesia. Seismograf ini terintegrasi dengan jaringan yang
telah ada dan mempunyai sistem pengolahan data real time berlokasi di Jakarta
dengan 3 Pusat Seismik Regional Mini (Mini Regional Seismic Center) yang
berlokasi di Padangpanjang, Kepahyang, Palu. Jaringan sistem pemantau yang
dikembangkan hingga tahun 2005 ini juga meliputi 15 Digital Strong-motion
Accelerograph. Diharapkan dengan adanya penambahan instrumen pengamat dan
perluasan jaringan seismik maka pengamatan gempa bumi serta fenomena yang
menyertainya

dapat

lebih

berdaya

Sejarah Singkat Seismologi ( Bagian 2)


1900-1910

guna

dan

berhasil

guna.

seismogram dari banyak gempa tercatat di banyak jarak menjadi banyak tersedia .
R.Oldham mengidentifikasi P - , S - dan gelombang permukaan dalam catatan
gempa , dan mendeteksi inti bumi cair dari tidak adanya gelombang tubuh
langsung pada jarak tertentu .
A.Mohorovicic mengidentifikasi batas kecepatan antara kerak dan mantel bumi (
Moho ) .
pertama banyak digunakan tabel perjalanan waktu yang diterbitkan oleh Zoppritz .
1914
B.Gutenberg menerbitkan tabel perjalanan waktu yang mencakup tahapan inti
(gelombang seismik yang menembus atau mencerminkan dari inti), dan akurat
memperkirakan kedalaman inti cairan bumi (2.900 km).
1920
metode survei seismik menggunakan ledakan dan sumber buatan lainnya
dikembangkan di Amerika Serikat untuk mengeksplorasi minyak dan sumber daya
lainnya dalam kerak dangkal.metode mengurangi kebisingan-jejak-penumpukan
dan vibroseis dikembangkan pada tahun 1950
1935
C.Richter mengusulkan skala besar untuk menentukan ukuran gempa bumi di
california selatan. skala Richter logaritmik memungkinkan sejumlah besar ukuran
gempa akan mudah diukur.didefinisikan untuk wilayah tertentu, rentang jarak
tertentu, jenis gelombang tertentu dan periode, dan instrumen tertentu, ide dengan
cepat diadaptasi untuk kasus-kasus lainnya.yang lebih kecil merasa gempa bumi
berkekuatan sekitar 3, sedangkan gempa bumi besar langka besarnya 8-9.
1936
I.Lehmann menemukan padat inti bumi.
1940

H.Jeffries dan K.Bullen mempublikasikan versi terakhir dari tabel perjalananwaktu mereka untuk berbagai tahapan seismik. mereka cukup akurat masih berada
di hari ini.
1950 & 1960 (perang dingin)
Uji coba nuklir Soviet di awal 1950-an menghasilkan bunga intensif oleh militer
AS dalam mendeteksi dan pengukuran ledakan nuklir, dan pendanaan untuk
program seismologi pemerintah dan akademis lonjakan selama perang dingin.

jaringan seismograf standar di seluruh dunia (WWWSSN). terdiri dari baik


dikalibrasi seismograf pendek dan periode panjang, didirikan pada tahun 1961.
dataset ini berkualitas tinggi akan memberikan kontribusi bagi banyak kemajuan
dalam siesmology.
1960
bukti (fisrt disajikan pada tahun 1928 oleh L.Wadati) gempa yang mendalam
terletak di sepanjang mencelupkan zona kegempaan di mana lempeng kerak
merampas ke dalam mantel juga membantu memvalidasi teori tektonik lempeng.
seismolog menggunakan catatan dari gempa Chili besar tahun 1960 untuk
mempelajari osilasi bebas bumi. studi mode biasa gembira dengan gempa bumi
besar menyediakan kendala baru yang kuat pada struktur internal bumi.

1960 - komputer seismologi


aplikasi komputer untuk dataset yang lebih besar dan masalah dimulai pada tahun
1960:
a. lokasi gempa rutin
b. persoalan invers
c. seismogram teoritis

d. sumber spektrum dan skala, distribusi slip pada kesalahan


e. Mode yang normal
f. pencitraan kerak menggunakan sumber artifiacial
1970
pertama seismograf digital global yang diinstal.
digital pertama seismograf portabel yang digunakan untuk studi khusus (sumber
scaling, respon situs, dll).
arsip terpusat data seismik digital
d
didirikan.
1996
CTBT didirikan. perlu untuk pemantauan seismik global untuk mengkonfirmasi
kepatuhan terhadap perjanjian

BMKG

Badan

Meteorologi

Stasiun Geofisika Kotabumi

Informasi Gempabumi dan Tsunami

Klimatologi

dan

Geofisika

Dapatkan Info Cuaca


Meteorologi

Prekiraan Cuaca Nasional

Prekiraan Cuaca Kabupaten Lampung

Klimatologi

Curah Hujan

Musim

Gempa Bumi

Gempa Terkini Nasional

Gempa Dirasakan Nasional

Gempa Terkini Lampung

Gempa Dirasakan Lampung

http://www.bmkg.stageoflampung.com/main/index.php?ase=infodetil&id=36Prinsi
p Dasar Seismometer
Apabila terjadi suatu gempa bumi yang cukup kuat, maka gelombanggelombang
elastik dipancarkan dari pusat gempabumi kesemua arah.
2010-11-29 15:56:35
Administrator

Gambar : Seismograph
Informasi Lainnya

Konsep dan Implementasi Ina-TEWS

Peringatan Dini Tsunami di BENGKULU, LAMPUNG, NAD, SUMBAR,


SUMUT

Lightning "Petir"

Gempabumi

Tsunami

Aktivitas Gempabumi Tektonik di Yogyakarta Menjelang Erupsi Merapi


2010

Seismocope adalah suatu alat atau bagian alat yang hanya dapat menjukkan bahwa
suatu gempabumi telah terjadi tetapi dia tudak mendapatkan catatan apa apa.
Seismograph adalah suatu alat yang memberikan catatan catatan yang terus
menerus

dari

gerakan

tanah,

catatan

dimana

dinamakan

seismogram.

Seismometer adalah seaismograph yang konstanta fisiknya diketahui dengan baik


sehingga gerakan tanah yang sebenarnya dapat dihitung dari seismogram. Tetapi
seismogram ini mempunyai arti yang lain dari yang biasa dipakai. Sebuah
seismograph elektromagnetic terdiri dari sebuah pencatat elektromagnetic (sensor
atau detector) yang biasanya merupakan alat bandul dan merupakan galvanometer
dengan sebuah alat pencatatnya (recorder). Dengan alat ini biasanya sensor
tersebut dikatakan seismometer dan keseluruhannya dinamakan seismograph. Pada
waktu sekarang ini kartakteristik dari seismograph secara keseluruhan diketahui
dengan baik sehingga dapat memperhitungkan dengan tepat gerakan tanah yang
sebenarnya. Untuk selanjutnya istilah seismometer yang akan kita pakai ini berarti
sensor

Prinsip

atau

detectornya.

bandul

Apabila terjadi suatu gempa bumi yang cukup kuat, maka gelombanggelombang
elastik dipancarkan dari pusat gempabumi kesemua arah. Apabila suatu
seismograph dipasang dipermukaan bumi maka getarangetaran gempa bumi yang
datanga atau melewati seismograph tersebut akan tercatat oleh seismograph
tersebut karena segala sesuatu yang berhubungan dengan bumi akan ikut bergetar
sedangkan pada seismograph terdapat suatu titik tetap yang tidak ikut bergerak

dengan gerakan dari bumi itu. Titk tetap ini adalah pendulum seismograph atau
seismograph bandul diantara titik tetap ini dibuat lebih kurang tidak berpengaruh
oleh sekitarnya dengan memakai suatu per yang khusus. Umpamanya dalam
seismograph komponen vertikal dari model yang paling sederhana dimana masa
statisnya ditahan oleh per spiral yang vertikal yang dihubungkan dengan rangkanya
yang ikut bergetar dengan bumi apabila terjadi gempabumi, sedangkan masanya
tidak bergerak. Seismograph yang paling baik adalah apabila masa statisnya betul
betul tidak ikut bergerak, tetapi hal ini sangat sulit untuk membuatnya dan
biasanya

Ada

masa

tiga

1.

statisnya

ini

juga

macam

ikut

dalam

sedikit

sedikit.

seismograph

Damping

(penahan)

Untuk mendapatkan catatan yang jelas dari setiap macam gelombang diperlukan
supaya segera setelah seismograph habis mencatat 1 gelombang/phase dia harus
berhenti sebelum phase yang lain datang. Untuk kepwntingan ini diperlukan
adanya damping (penahan). Cara men-damp suatu gerakan catatan gelombang
haruslah dibuat kritis supaya hal ini tidak tergantung dari periodenya (unperiodic)
hal

mana

2.

akan

menghasilkan

catatan

gerakan

tanah

yang

terbaik.

Periode

Dalam seismograph bandul untuk mendapatkan periode bebas seismograph 10


detik atau lebih diperlukan per sebesar 25 m (panjang per bertambah dengan
kuadrat periodenya). Hal ini menjadikan seismograph tersebut menjadi tidak
praktis.

3.

Magnifikasi

(pembesaran).

Pada umumnya seismograph translasi menggunakan prinsip yang sama yaitu


prinsip

bandul.

Yang berbeda hanya dalam cara pencatatanya dan untuk ini kita dapat
membedakan
1.

2
Seismograph

2.

cara:
pencatatan

Seismograph

langsung.
elektromagnetic.

Seismograph pencatatan langsung pada umumnya terdapat pada seismograph


wienchert dimana gerakannya dipindahkan dari bandul kepada recording dengan
cara mekanisasi murni dan diperbesar menurut panjangnya tangan-tangan.
Ada tiga macam gerakan yang penting dari gerakan partikel (tanah) yaitu :
1.

Translasi

2.

Rotasi

3.

Deformasi

atau
atau
atau

perubahan

Perekaman Gempa pada Seismometer 3 Komponen

salinan
putaran
bentuk

Melihat sumber-sumber gempa bumi, proses penjalaran


gelombang gempa bumi sampai dengan perekaman gelombang merupakan sebuah
proses yang dipelajari oleh orang-orang Seismologi. Ilmu Seismologi termasuk
ilmu yang tergolong muda, perkembangannya baru dimulai sejak tahun 1660
ketika Hooke menemukan suatu hubungan antara Tegangan dengan Regangan
yang nantinya berhubungan pada penjalaran gelombang gempa di dalam bumi.
Pada kesempatan kali ini saya tidak ingin membahas tentang sejarah seismologi,
sumber gempa dan propagasi gelombang gempa namun saya ingin sedikit
menjelaskan tentang proses perekaman gelombang menggunakan Seismometer
yang memiliki sensor 3 komponen.
Perkembangan alat seismometer pertama sekali dimulai pada tahun 1875 ketika
Filippo Cecchi menemukan cara perekaman gelombang gempa bumi menggunakan
pendulum tanpa damping terhadap waktu. Perkembangan selanjutnya pada tahun
1898 ketika E. Wiechert mengembangan alat seismometer memakai damping
viscous dan bisa merekam seluruh durasi gempa bumi (Afnimar, 2009). Saat ini,
perkembangan alat seismometer sungguh luar biasa, semua seismometer sekarang
sudah menggunakan alat dan sistem digital (Afnimar, 2009).

Gelombang Gempa bumi

Seperti pernah saya jelaskan pada tulisan manfaat gelombang gempa bumi bagi
masyarakat dan manfaat gelombang gempa untuk tomografi. Ketika gempa bumi
terjadi, akan muncul gelombang gelombang badan (body wave) berupa Gelombang
P (primer/pressure) dan Gelombang S (sekunder/shear) horizontal SH serta
Vertikal SV. Interferensi Gelombang Badan ini akan menghasilkan gelombang
permukaan berupa gelombang Love dan Reyleigh.
Gelombang Badan P menjalar seperti gelombang longitudinal atau gelombang
tekan, arah pergerakan partikel tanah/batu akibat gelombang ini searah dengan arah
penjalaran gelombang gempannya. Gelombang Badan S menjalar seperti
gelombang transversal atau gelombang tali dimana arah pergerakan partikel
tanah/batu tegak lurus terhadap arah penjalaran gelombang gempa. Gelombang S
ini dibagi dua, Gelombang S Horizontal (SH) yang terletah pada bidang horizontal
dan gelombang S vertikal (SV) yang terletak pada bidang vertikal. Gelombang SH
dan SV ini bergerak secara bersamaan namun kedua gelombang ini lebih lambat
dibandingkan dengan gelombang P.
Gelombang Permukaan Love dihasilkan akibat interferensi gelombang pantul SH,
sehingga arah partikel gelombang dalam arah horizontal dan tegak lurus dengan
arah penjalaran gelombang (hampir sama dengan gelombang SH). Gelombang
permukaan kedua adalah gelombang Reyleigh, gelombang ini terbentuk akibat
interferensi gelombang pantul P dan SV, gerak partikelny berupa elips karena
kombinasi antara arah gerak partikel gelombang P dan SV.
Perekaman Pada Seismometer sensor 3 Komponen

Seismometer 3 komponen adalah sebuah seismometer yang memiliki 3 buah


sensor dan mampu merekam gelombang gelombang gempa yang datang dari
berbagai arah. Komponen sensor pada seismometer 3 komponen antara lain:
1. Sensor Komponen Vertikal Atas Bawah (Up-down, UD); sensor ini
merekam gelombang gempa yang arah partikelnya bergerak dalam
arah atas bawah.
2. Sensor Komponen Horizontal Utara Selatan (North-South, NS); sensor ini
merekam gelombang gempa yang arah partikelnya bergerak dalam arah
Utara Selatan atau yang mewakili arah ini.
3. Sensor komponen Horizontal Timur Barat (East West, EW); sensor ini
merekam gelombang gempa yang arah partikelnya bergerak dalam arah
Timur Barat atau yang mewakili arah ini.

Prinsip dasar Sensor Seismometer 3 komponen (Afnimar, 2009)

Seismograph 3 komponen BMKG Banda Aceh


Selain ke-3 komponen tersebut, dikenal juga komponen radial dan komponen
tranversal. Komponen radial adalah komponen horizontal yang searah dengan arah
penjalaran gelombang dan komponen tranversal adalah komponen horizontal yang
tegak lurus dengan arah penjalaran gelombang. Alat seismometer 3 komponen
tersebut di pasang di Stasiun pengamatan gempa seperti Stasiun BMKG Mata Ie,
Banda Aceh seperti pada gambar di samping.
Ketika gelombang Gempa bumi P, SH, SV, Love dan Reyleigh menyentuk
seismometer 3 komponen, maka tidak semua semua komponen akan mendeteksi
gelombang gempa tersebut. Terdeteksi tidaknya gelombang gempa bumi sangat
bergantung pada arah (azimut) datangnya gelombang gempa tersebut. Beberapa
gambar di bawah ini yang saya ambil dari buku Seismologi yang ditulis oleh
Afnimar, Ph.D (dosen ITB) bisa membantu kita untuk memahami proses
perekaman gelombang gempa pada seismometer 3 komponen dan pada sensor

komponen mana saja akan terekam gelombang gempa bumi ketika sebuah gempa
terjadi di suatu tempat.

Gambar
a.

1.

Ilustrasi

arah

partikel

Tampak

ketika

dilewati

dari

Gelombang

samping

b. Tampak dari atas (Sumber: Afnimar, 2009)


Pada gambar 1 di atas dapat dilihat bawah gelombang gempa menuju ke stasiun
pengamat dari sudut 45 dari utara, sudut datangnya gelombang terhadap stasiun
pengamat sering juga disebut sudut back azimut. Gelombang P yang datang dengan
gerak partikel maju-mundur tersebut akan terekam pada sensor komponen Utara
Selatan, Timur Barat dan Atas Bawah. Namun seandainya gelombang
tersebut datang dari sudut 90 (arah timur) maka gelombang P tersebut hanya
terekam pada sensor komponen Timur Barat, Atas Bawah dan tidak terekam
pada sensor komponen Utara Selatan karena arah gerak partikel akibat
gelombang P searah dengan arah pergerakan gelombang.

Gambar

2.

Ilustrasi

a.

arah

partikel

ketika

Tampak

dilewati

dari

Gelombang

SV

samping

b. Tampak dari atas (Sumber: Afnimar, 2009)


Gelombang SV memiliki pergerakan partikel atas bawah terhadap arah penjalaran
seperti ditunjukkan pada gambar 2, akan terekam pada komponen yang sama
dengan gelombang P, yaitu terekam pada sensor komponen Utara-Selatan, TimurBarat dan Atas-Bawah. Apabila sudut datang gelombang gempanya 90 (timur)
maka yang terekam juga sama dengan gelombang P.

Gambar

3.

Ilustrasi

a.
b. Tampak dari atas

arah

Tampak

partikel

ketika

dilewati

dari

Gelombang

SH

samping

Penjalaran gelombang SH yang ditunjukkan oleh gambar 3, yang arah pergerakan


partikelnya

kiri-kanan

arah

penjalaran

gelombang

akan

terekam

pada

sensor komponen Utara-Selatan dan Timur-Barat serta tidak terekam pada


sensor komponen Atas-Bawah. Namun apabila arah gelombangnya datang dari
arah 90 (timur) maka gelombang SH cuma terekam pada sensor komponen UtaraSelatan.

Gambar
a.

4.

Ilustrasi

arah

partikel

ketika

Tampak

dilewati

Gelombang

dari

Love

samping

b. Tampak dari atas (Sumber: Afnimar, 2009)


Gelombang permukaan Love yang menjalar di atas permukaan memiliki arah
gerak partikel sama dengan gelombang SH yaitu kiri-kanan arah penjalaran
gelombang. Gelombang love seperti gambar 4 akan terekam pada sensor
komponen

Utara-Selatan

dan

Timur-Barat

serta

tidak

terekam

pada

sensor komponen Atas-Bawah. Seandainya gelompang love datang dari arah timur,
maka gelombang love ini cuma terekam pada sensor komponen Utara-Selatan.

Gambar 1. Ilustrasi arah partikel ketika dilewati Gelombang Reyleigh


a.

Tampak

dari

samping

b. Tampak dari atas (Sumber: Afnimar, 2009)


Gelombang permukaan Reyleigh yang merupakan pengabungan antara gelombang
P dengan gelombang SV sehingga arah pergerakan partikelnya maju-mundur dan
atas-bawah serta bergerak elip. Gelombang ini akan terekam pada sensor
komponen Utara-Selatan, Timur-Barat dan

Atas-Bawah. Namun

apabila

gelombang Reyleigh ini datang dari arah 90 (timur) akan terekam pada
sensor komponen Timur-Barat dan Atas-Bawah.
Contoh hasil perekaman menggunakan sensor seismometer 3 komponen dapat
dilihat pada gambar di bawah ini. Gambar tersebut saya ambil dari www.iris.edu
namun saya tidak mendapatkan informasi dari arah mana datangnya gelombang
gempa.

Contoh

hasil

rekaman

menggunakan

sensor

seismometer

kompnen

(www.iris.edu)
Semoga artikel tentang perekaman gempa bumi di seismometer 3 komponen ini
bermanfaat untuk mahasiswa/i dan masyarakat umum yang ingin memahami
bagaimana sebuah gelombang gempa di rekam oleh alat seismometer.