Anda di halaman 1dari 223

BUKU AJAR KALKULUS I

Penulis
Robertus Heri, S.Si, M.Si

PROYEK SP4 T AHUN 2005


JURUSAN MA TEMA TIKA FMIP A
UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
2005

KATA PENGANTAR

Terima kasih kepada Tuhan alas penyertaanNya selama penyusunan sampm


selesainya buku ajar ini. Pembuatan buku ajar Kalkulus I merupakan salah satu kegiatan
Hibah Pengajaran tahun kedua yang didanai oleh proyek SP4. Kegiatan yang lain adalah
magang perkuliahan dan kuliah wawasan, yang juga telah usai dilaksanakan.
Buku ajar ini dilengkapi dengan soal-soal yang berorientasi pada real problem
solving yang merupakan lema kegiatan SP4. Kiranya buku ajar ini semakin melengkapi

referensi Kalkulus I yang sudah ada, dan akan menjadi buku pegangan utama dalam
pelaksanaan kuliah Kalkulus I.
Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada
lbu Ora. Dwi lspriyanti, M.Si, Ketua Jurusan Matematika FMIPA UN DIP,
2

lbu Ora. Sunarsih, M.Si, Sekretaris Jurusan Matematika FMIPA UNDIP yang
juga Ketua Program SP4,

Bapak Dr. Supama, M.Si, dosen Kalkulus I Jurusan Matematika FMIPA


UGM sebagai pembimbing dalam magang pembuatan buku ajar Kalkulus I,

lbu Drs. Sintarsih dan lbu Dr. Widowati, M.Si, tim pengajar Kalkulus
jurusan Matematika FMIPA UNDIP,

Rekan-rekan dosen Jurusan Matematika FMIPA UNDIP,

yang telah memberikan kesempatan dan dukungan semangat kepada penulis untuk
menambah pengetahuan dan wawasan dengan mengikuti program Hibah Pengajaran ini.
Kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk kesempurnaan buku

Semarang, Desember 2005

Penulis.

II

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

II

Daftar lsi

Ill

Kontrak Perkuliahan
Garis-garis Besar Program Pengajaran

1. Himpunan

I .I. Relasi An tar Himpunan

10

I .2. Operasi An tar Himpunan

II

2. Sistem Bilangan Real


2.1. Sistem Bilangan Real

16

a. Aksioma Lapangan

16

b. Komponen Bilangan Real

17

c. Aksioma Urutan

18

d. Aksioma Kelengkapan

20

e. Interval

21

f.

Bentuk Aljabar

21

2.2. Pertidaksamaan

22

2.3. Nilai Mutlak

23

2.4. Petidaksamaan Dalam Nilai Mutlak

24

3. Sis tern Koordinat dan Fungsi


3.1. Sistem Koordinat Kartesius

27

3.2. Sistem Koordinat Kutub

30

a. Hubungan Antara Koordinat Kartesius


dan Koordinat Kutub
b. Menggambar Grafik dalam Koordinat Kutub
3.3. Fungsi

32
33
36

a. Penyajian Suatu Fungsi

37

b. .Ienis Fungsi dan Grafiknya

40

c. Operasi pada Fungsi

52

iii

d. Komposisi Fungsi

54

e. Transformasi Fungsi

56

f. Fungsi lnvers

59

4. Limit dan Kekontinuan Fungsi

4. I. Konsep Limit Fungsi

63

a. Pendekatan Limit Secara Numerik

65

b. Pendekatan Limit Secma Grafik

66

c. Sifat-sifat Limit Fungsi

68

d. Limit Fungsi

70

e. Lim it Fungsi Trigonometri

76

f. Limit Tak Hingga

78

4.2. Kekontinuan Fungsi

82

a. Kekontinuan Fungsi di Satu Titik

82

b. Kekontinuan Fungsi di Suatu Interval

87

5. Turunan

5. I. Masalah-masalah yang Ditafsirkan Sebagai Turunan

93

5.2. Definisi Turunan

94

5.3. Sifat-sifat Turunan

97

5.4. Tafsiran Geometris dari Turunan

99

5.5. Turunan Kiri dan Turunan Kanan

I 00

5.6. Diferensial

I0 I

5.7. Aturan Rantai

I04

5.8. Turunan Fungsi-fungsi

I 06

6. Penerapan Turunan

6. I. Titik Ekstrim Fungsi

I2 I

6.2. Titik Belak Fungsi

I3 I

6.3. Penggambaran Grafik Fungsi

I35

6.4. Gerak Rektilinear

140

6.5. Masalah Laju yang Berkaitan

142

6.6. Bentuk Tak Tentu dan Aturan L'I-Iospital

145

6.7. Terapan Masalah Ekstrim

147

IV

6.8. Penerapan di Bidang Ekonomi

!50

7. Integral Tak Tentu dan Teknik Pengintegralan


7.1. Integral Tak Tentu

160

7.2. Teknik Pengintegralan

163

a. Integral Parsial

163

b. Integral Fungsi Trigonometri

164

c. Integral Substitusi Trigonometri

167

d. Integral Fungsi Rasional

169

e. Substitusi yang Merasionalkan

175

f.

176

Strategi Penginte1,rralan

8. Integral tentu dan Penerapannya


8.1. Integral Tentu

179

8.2. Penerapan Integral Tentu

186

a. Menentukan Luas Daerah

\86

b. Menentukan Volume Daerab

188

c. Menentukan Panjang Busur Suatu Kurva

192

d. Menentukan Luas Pennukaan Benda Putar

195

Daftar Pustaka

200

Satuan Acara Pengajaran

201

KONTRAK PERKULIAHAN

Nama Mala Kuliah

: Kalkulus I

Kode Mata Kuliah

:MAT I03

Pengajar

: Dr. Widowati, M,Si


Robertus Heri, M.Si

Semester

: l/2005-2006

Hari Pertemuan/Jam

: Selasa, 07.30-09 .I 0
Jum 'at, 07.30-09. I 0

Tempat Pertemuan

: Ruang Kuliah E I 0 I & B I 03

1. Manfaat Mata Kuliah

Matematika sebagai ilmu dasar digunakan sebagai alat untuk pemecahan dan
penyelesaian masalah kehidupan sehari-hari termasuk di dalamnya ilmu pengetahuan dan
teknologi. Matematika mempunyai banyak keunggulan: bahasa dan aturannya terdefinisi
dengan baik, penalarannya jelas dan sistematik, dan strukturnya sangat kuat. Dengan
matematika suatu masalah nyata dapat dibuat dalam suatu model yang strukturnya jelas
dan tepa!
Kalkulus merupakan suatu mata kuliah dasar yang sangat perlu dikuasai dengan
baik oleh setiap mahasiswa sains dan teknik, sehingga mahasiswa mempunyai pola pikir
ilmiah yang kritis, logis dan sistematik, mampu merancang model matematika sederhana,
serta terampil da!am teknis matematika yang baku dengan didukung oleh konsep,
penalaran, rum us dan metode yang benar.

2. Deskri psi Perkuliahan


Mata kulaih ini merupakan prasyarat untuk matakuliah Kalkulus II dan kalkulus
peubah banyak yang membahas sistem bilangan real, himpunan, fungsi, limit fungsi dan

kekontinuan, tunman dan penerapannya, integral, teknik pengintegralan, dan penerapan


integral.
Mata kuliah ini berusaha sejauh mungkin memberikan dasar-dasar teori maupun
yang sangat diperlukan oleh mata kuliah lain, yang berupa definisi, teorema dan disertai
contoh soal dan penyelesaian serta dilengkapi dengan latihan soal dengan tingkat
kesulitan yang bertingkat.

3. Tujuan Instruksional

3.1

Umum
Setelah menyelesaikan mata kuliah ini (pada akhir semester 1), mahasiswa
mempunyai pemahaman konseptual yang benar tentang topik-topik utama dalam
Kalkulus (limit, kekontinuan, diferensial, integral) beserta teorema dan sifat-sifat
serata teknik-teknik penting didalamnya.

3.2

Khusus
Pada akhir perkuliahan diharapkan mahasiswa mampu:
I. Setelah mengikuti kuliah ini (pada akhir pertemuan ke I), mahasiswa akan

dapat menjelaskan definisi himpunan dan operasi-operasi antar himpunan


2. Sctclah mengikuti kuliah ini (pada akhir pertcmuan ke 4), mahasiswa akan
dapat menjelaskan sistem bilangan real dan aksioma-aksioma di dalamnya,
serta menyelesaikan soal-soal pertidaksamaan biasa maupun pertidaksamaan
dalam harga mutlak.
3. Setelah mengikuti kuliah ini (pada akhir pertemuan ke 7) mahasiswa akan
dapat menjelaskan perbedaan sistem koordinat kartesius dan koordinat kutub,
serta menjelaskan definisi fungsi dan mengetahui jenis-jenis fungsi.
4. Setelah mengikuti kuliah ini (pada akhir pertemuan ke I0), mahasiswa akan
dapat menjelaskan konsep yang tepat tentang limit dan kekontinuan suatu
fungsi, serta hubungan limit dan kekontinuan.
5. Setelah mengikuti kuliah ini (pada akhit pertemuan ke 14), mahasiswa akan
dapat menjelaskan pengertian tunman sebagai suatu limit fungsi, hubungan
tunman dan kekontinuan, aturan rantai, tunman fungsi aljabar,turunan fungsi

mvers, tunman fungsi trigonometri, tunman fungsi eksponensial, tunman


fungsi siklometri., tunman fungsi hiperbolik.
G. Setelah mengikuti kuliah ini (pada akhir pertemuan ke 17), mahasiswa akan

dapat

menjelaskan

penggunanaan

tunman

untuk

menentukan

nilai

maksimum/minimum, kecekungan fungsi, teorema Rolle, penggambaran


fungsi, bentuk tak tentu limit fungsi, masalah laju yang berkaitan, dan masalah
ekstrem.
7. Setelah mengikuti kuliah ini (pad a akhir pertemuan ke 21 ), mahasiswa akan
dapat memahami pengertian integral tak tentu sebagai suatu anti tunman,
menyelesaikan soal integral fungsi aljabar, fungsi trigonometri, fungsi
eksponensial, fungsi logaritma dengan teknik integral parsial, integral
sunstitusi trigonometri, integral fungsi rasional, serta menguasai startegi
pengintegralan.
8. Setelah mengikuti kuliah ini (pada akhir pertemuan ke 25), mahasiswa akan
dapat menjelaskan pengertian integral tentu, dan hubungannya dengan integral
tak tentu dengan teorema dasar kalulus, serta menyelesaikan soal-soal integral
tentu. Selain itu, juga mampu menggunakan integral tak tentu untuk
menghitung luas daerah, menghitung volume benda putar, menghitung
panjang busur suatu kurva, menghitung luas permukaan benda putar.

4. Strategi Perlmliahan

Metode perkuliahan dilakukan dengan ceramah, diskusi dan latihan soal. Lama
perkuliahan 2x I 00 men it, masing-masing dialokasikan 50 men it untuk membahas teori
pokok bahasan, 20 menit berikutnya dikusi, dan 30 menit sisanya untuk memberikan
kesempatan kepada mahasiswa untuk menge1jakan latihan soal. Mahasiswa yang
mengikuti perkuliahan sebanyak 33 mahasiswa.

5. Referensi

I. Edwin J Purcell, Dale Yarberg, Calculus With Analitic Geometry, Prentice-1-lall. Inc,

New York, 1987


2. Frank Ayres, Calculus, Mac. Graw 1-lills, 1964

3. Louis Leithold, Calculus With Analytic Geometri, Harper and Row Publisher, New
York
4. K.A. Stroud, Engeenering Mathematics, MacMillan Press Ltd, 1987.
5. James Stewart, Calculus, Fourth Edition, Brooks/Cole Publishing Company, 1999
6. Tugas

Tugas diberikan kepada mahasiswa setelah selesai membahas setiap poko bahasan. Tugas
merupakan salah satu komponen penilaian.
7. Kriteria Penilaian.

Kriteria penilaian yg digunakan adalah :


I.Nilai A

:91-100

2. Nilai AB

: 81-90

3. Nilai B

: 71-80

4. Nilai BC

: 61-70

5. Nilai

: 51-60

6. Nilai CD

: 41-50

7. Nilai D

: 31-40

8. Nilai E

: <30

Dalam menentukan nilai akhir akan menggunakan pembobotan sebagai berikut


I. Tugas/Kuis

:20%

2. Evaluasi tengah semester

:40%

3. Evaluasi akhir semester

:40%

Bila setelah diakumulasi, total ketiga komponen penilaian tersebut masih kurang, nilai
keaktifan ketika mahasiswa maju menyelesaikan soal yang diberikan, dapat ditambahkan,
sehingga peluang seorang mahasiswa mendapat nilai kurang dapat diminimalisir.
8. Jadwal perkuliahan

MINGGU
I

II

III-IV

MA TERI PERKULIAHAN

Pendahuluan,
La tar
Belakang,
Ruang
Lingkup, Kompetensi Kalkulus I
Definisi 1-limpunan, Relasi dan Operasi Antar
Himpunan
Aksioma Lapangan, Komponen Bilangan

PENGAMPU

Dr. Widowati, M.Si


Robertus I-Ieri, M.Si
Dr. Widowati, M.Si
Robertus 1-leri, M.Si
Dr. Widowati, M.Si
4

V-VI

V!f-VJII

IX
IX
X-XI

XII-XIII

XIV-XV
XVI
XVII

Real, Aksioma Urutan, Aksioma Kelengkapan, Bentuk Umum Pertidaksamaan, Harga


Mutlak, Pertidaksamaan dalam Harga Mutlak
Sistem Koordinat Kartesius, Sistem Koordinat
Kutub, Definisi Fungsi, Jenis-jenis Fungsi,
Operasi Fungsi, Fungsi Jnvers.
Konsep Limit Fungsi, Definisi Limit Fungsi,
Limit Fungsi Trigonometri, Limit Tak
Hingga, Kekontinuan Fungsi.
UJJAN TENGAH SEMESTER
Kuliah Wawasan

Robertus Heri, M.Si

Dr. Widowati, M.Si


Robertus Heri, M.Si
Dt. Widowati, M.Si
Robertus Heri, M.Si

Panitia Ujian.
Dr. Suryasatriya
Trihandaru, M.Sc
Masalah-masalah yang Berkaitan dengan Dr. Widowati, M.Si
Turunan, Definisi Turunan, Sifat-sifat Robertus Heri, M.Si
Turunan, Tafsiran Geometris dari Turunan,
Diferensial, Diferensiabel, Aturan Rantai,
Turunan Fungsi aljabar, fungsi transenden,
fungsi trigonometri, fungsi invers.
Nilai
Max/Min,
Fungsi
Naik/Turun, Dr. Widowati, M.Si
Kecekungan Fungsi, Penggambaran Grafik Robertus Heri, M.Si
Fungsi, Gerak Rektilinear, Masalah Laju
yang Berkaitan, Bentuk Tak tentu dan Aturan
L'I-Iospital, Penerapan Masalah Ekstrim.
Penerapan di Bidang_ Ekonomi
Integral Tak tentu, Rumus Integral Tak Tentu, Dr. Widowati, M.Si
Robertus Heri, M.Si
Teknik Pengintegralan
Integral Tentu, Teorema Dasar Kalkulus, Dr. Widowati, M.Si
Robertus Heri, M.Si
Penerapan Integral Tentu.
Panitia Uj ian.
UJIAN AKI-IIR SEMESTER

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN


(GBPP)
JUDUL MATA KULIAH
NOMOR KODE/SKS
DESKRIPSI SINGKAT
TUJUAN !NSTRUKSIONAL UMUM

No

Tujuan Instruksional Khusus

I
I

2
Setelah mengikuti kuliah ini (pada akhir
pertemuan ke I), mahasiswa akan dapat
menjelaskan definisi himpunan dan operasioperasi antar him_g~man
Setelah mengikuti kuliah ini (pada akhir
pertemuan ke 4), mahasiswa akan dapat
menjelaskan sistem bilangan real dan
aksioma-aksioma
di
dalamnya,
serta
menyelesaikan soal-soal pertidaksamaan
biasa maupun pertidaksamaan dalam harga
mutlak.

Setelah mengikuti kuliah ini (pada akhir


pet1emuan ke 7) mahasiswa akan dapat
menjelaskan perbedaan sistem koordinat
km1esius dan
koordinat kutub, serta
menjelaskan definisi fungsi dan mengetahui
jenis-jenis fungsi.

: Kalkulus I
:MATI03/4SKS
: Mata kuliah ini membahas tentang sistem bilangan real, fungsi dan jenis-jenis fungsi, konsep limit dan sifatsifat limit, turunan dan penerapannya, integral dan teknik integrasi beserta penerapan integral.
: Setelah menyelesaikan mata kuliah ini (pada akhir semester), mahasiswa akan mempunyai pemahaman
konseptual yang benar tentang topik-topik utama dalam kalkulus (limit, diferensial, integral) beserta teoremateorema dan sifat-sifat penting yang ada di dalamnya.
Pokok Bahasan

3
Himpunan

I.
2,

Sub Pokok Bahasan

Estimasi Waktu

Daftar Pustaka

4
Definisi himpunan
Relasi dan operasi antar

5
I kali pertemuan
(I 00 menit)

6
[1]-[5]

3 kali pertemuan
(2 x I 00 men it)

(1]-[5]

3 kali pet1emuan
(I 00 men it)

(1]-(5]

himpunan
Sistem Bilangan Real

],

2,
3,
4.
5,

6.
7,
Sistem Koordinat dan
Fungsi

],

2,
3.
4.
5.

6.

Aksioma Lapangan.
Komponen Bilangan real
Aksioma Urutan,
Aksioma Kelengkapan
Bentuk Umum
Pertidaksamaan,
Harga Mutlak
Pertidaksamaan dalam Harga
Mutlak.
Sistem Koordinat Kartesius
Sistem Koordinat Kutub
Definisi Fungsi
Jenis-jenis Fungsi
Operasi pada Fungsi
Fungsi Invers.

Setelah mengikuti kuliah ini (pada akhir


pertemuan ke J 0), mahasiswa akan dapat
menjelaskan konsep yang tepat tentang limit
dan kekontinuan suatu fungsi, serta
hubungan limit dan kekontinuan.
Setelah mengikuti kuliah ini (pada akhir
pertemuan ke 14), mahasiswa akan dapat
menjelaskan pengertian turunan sebagai
suatu limit fungsi, hubungan turunan dan
kekontinuan, aturan rantai, turunan fungsi
aljabar,turunan fungsi invers, turunan fungsi
trigonometri, turunan fungsi eksponensial,
turunan fungsi siklometri., turunan fungsi
hiperbolik.

Limit dan Kekontinuan


Fungsi

Turunan

I.
2.
3.
4.
5.
I.

Konsep Limit Fungsi


Definisi Limit Fungsi
Limit Fungsi Trigonometri

Limit Tak Hingga.


Kekontinuan Fungsi
Penjelasan Masalah-masalah
yang Berkaitan dengan
Turunan.

2.
3.
4.

Setelah mengikuti kuliah ini (pada akhir


pe1temuan ke 17), mahasiswa akan dapat
menjelaskan penggunanaan turunan untuk
menentukan
nilai maksimum/minimum,
Rolle,
kecekungan
fungsi,
teorema
penggambaran fungsi, bentuk tak tentu limit
fungsi, masalah laju yang berkaitan, dan
masalah ekstrem

Penerapan Turunan

Setelah mengikuti kuliah ini (pada akhir


pe1temuan ke 21 ), mahasiswa akan dapat
memahami pengertian integral tak tentu
sebagai suatu anti turunan, menyelesaikan
fungsi
aljabar,
fungsi
soal
integral
trigonometri, fungsi eksponensial, fungsi
Iogaritma dengan teknik integral parsial,
integral sunstitusi trigonometri, integral

Integral tak Tentu dan


Teknik Pengintegralan

32 kali
pertemuan (2 x
100 menit)

[l]-[5]

4 kali pe1temuan
(4x IOOmenit)

[I]-[5]

3 kal i pertemuan
(100 menit)

[I]-[5]

4 kali pertemuan
(3 x I 00 men it)

[1]-[5]

Definisi Turunan
Sifat-sifat Terunan
Tafsiran Geometris dari
Turunan
Diferensial
Diferensiabel
Aturan Rantai

5.
6.
7.
8. Turunan Fungsi
I. Nilai Max/Min
2. Fungsi Naik/Turun
3. Kecekungan Fungsi
4. Penggambaran Grafik Fungsi
5. Gerak Rektilinear
6. Masalah Laju yang Berkaitan
7. Bentuk Tak Tentu dan Aturan
L'Hospital
8. Penerapan Masalah Ekstrim
9. Penerapan di Bidang
Ekonomi
I. Integral Tak Tentu
2. Rum us Integral Tak Tentu
3. Integral Parsial
4. Integral Fungsi Trigonometri
5. Integral Substitusi
Trigonometri
6. Integral Fungsi Rasional
7. Substitusi yang

__j

fungsi rasional, serta menguasai startegi


pengintegralan.
Setelah mengikuti kuliah ini (pada akhir
pertemuan ke 25), mahasiswa akan dapat
menjelaskan pengertian integral tentu, dan
hubungannya dengan integral tak tentu
dengan teorema dasar kalulus, se11a
menyelesaikan soal-soal integral tentu.
Selain itu, juga mampu menggunakan
integral tak tentu untuk menghitung luas
daerah, menghitung volume benda putar,
menghitung panjang busur suatu kurva,
menghitung luas permukaan benda putar.

Merasionalkan.
Integral Tentu dan
Penerapannya

I.
2.
3.

4.

5.

6.

Daftar
I.
2.
3.
4.
5.

Integral Tentu
Teorema Dasar Kalkulus
Penggunaan Integral tentu
untuk Menentukan Luas
Daerah
Penggunaan Integral tentu
untuk Menentukan Volume
Daerah
Penggunaan Integral tentu
untuk Menentukan Panjang
Busur
Penggunaan Integral tentu
untuk Menentukan Luas
Volume Benda Putar.

4 kali pettemuan
(2 x I 00 men it)

[ 1]-[5]

Pustaka:
Edwin J Purcell, Dale Varberg, Calculus With Analitic Geometry, Prentice-Hall. Inc, New York, 1987
Frank Ayres, Calculus, Mac. Graw Hills, 1964
Louis Leithold, Calculus With Analytic Geometri, Harper and Row Publisher, New York
K.A. Stroud, Engeenering Mathematics, MacMillan Press Ltd, 1987.
James Stewart, Calculus, Fourth Edition, Brooks/Cole Publishing Company, 1999

TUJUAN INSTRUKSIONAL
Umum
Setelah menyelesaikan mata kuliah ini (pacta akhir semester 1), mahasiswa
mempunyai pemahaman konseptual yang benar tentang topik-topik utama dalam
Kalkulus (limit, kekontinuan, diferensial, integral) beserta teorema dan sifat-sifat
serata teknik-teknik penting didalamnya.

Khusus
Pacta akhir perkuliahan ini (pada akhir pertemuan ke 1), mahasiswa akan dapat
menjelaskan definisi himpunan dan operasi-operasi antar himpunan

1. HIMPUNAN
Sebelum memulai pembahasan bilangan real, akan dibahas terlebih dahulu
pengertian himpunan.
Himpunan adalah kumpulan obyek yang memenuhi sifat-sifat tertentu. Obyek dari
himpunan S disebut elemen atau anggota dari S dan dilambangkan dengan

E.

Himpunan

yang tidak mempunyai elemen disebut himpunan kosong atau null set, disimbolkan
dengan 0.
Jika a adalah elemen dari himpunan S, ditulis a

S dan dibaca "a elemen S" atau

"a di dalam S". Sedangkan untuk menyatakan bahwa a bukan elemen S ditulis a li! S dan
dibaca "a bukan elemen S" atau "a bukan di dalam S" ..
Suatu himpunan dapat disajikan dalam dua cara yang berbeda. Sebagai contoh,
misalnya himpunan A mempunyai elemen 0, I ,2,3,4,5. Penyajian pertama untuk A adalah
A={O, I,2,3,4,5} dan dibaca "A adalah himpunan yang memuat elemen 0, I ,2,3,4,5".
Penyajian yang lain adalah A={x/x adalah bilangan bulat non negatifyang kurang dari 6}
dan dibaca "A adalah himpunan semua x dimana x adalah bilangan bulat non negatif
yang kurang dari 6".
Sekarang perhatikan himpunan C={2,3} dan D={2,3,5} dimana setiap elemen C
juga di dalam D. Ketika elemen-elemen himpunan C juga merupakan elemen himpunan
D, dikatakan bahwa C himpunan bagian (subset) D dan dinotasikan dengan C <;;; D.
Himpunan dari semua himpunan bagian dari suatu himpunan disebut himpunan kuasa.
Himpunan kuasa dari D adalah {0, {2),{3},{5},{2,3}, {2,5},{3,5},{2,3,5}}. Perhatikan
bahwa himpunan kosong (0) merupakan himpunan bagian dari setiap himpunan.

1.1 Relasi An tar Himpunan

Relasi yang mungkin teJjadi antma dua himpunan adalah:

Berpotongan

Dua himpunan A dan B dikatakan berpotongan bila antara himpunan A dan B


terdapat elemen yang sama.

10

Saling Lepas

Himpunan A dan 8 dikatakan saling lepas jika antma himpunan A dan 8 tidak
terdapat elemen yang sama
+

Sarna

Dua himpunan A dan 8 dikatakan sama bila elemen himpunan A sama dengan
elemen himpunan 8
+

Ekivalen

Dua himpunan A dan 8 dikatakan ekivalen bila himpunan A dan 8 mempunyai


elemen yang sam a ban yak, tapi elemen-elemen itu tidak sama.

1.2 Operasi An tar Himpunan


+

Irisan dari Dua Himpunan (Intersection)

lrisan (inlerseclion) dari A dan 8, dan dinotasikan dengan Au8 adalah himpunan
yang anggotanya elemen-elemen himpunan A dan 8
Penyajian dalam notasi matematik adalah sebagai berikut
x s AuB <=> x sA dan x s B

Gabungan Dua Himpunan (Union)

Gabungan (Union) himpunan A dan 8, dinotasikan dengan An8 adalah


himpunan yang anggotanya elemen anggota A atau 8
Penyajian dalam notasi matematik adalah sebagai berikut
x s AnB <=> x sA a tau x s B
+

Selisih Dua Himpunan

Selisih dua himpunan A dan 8 dinotasikan dengan A-8 adalah himpunan yang
anggota-anggotanya merupakan anggota himpunan A tapi bukan merupakan
anggota himpunan 8
Penyajian dalam notasi matematika adalah sebagai berikut
x s A-B <=> x sA dan x 10 B

Komplemen

II

Komplemen dari himpunan A didefinisikan sebagai himpunan selain himpunan A


tapi masih dalam semesta pembicaraan. Komplemen A ditulis A'. Penyajian
dalam notasi matematika adalah sebagai berikut
A'={x/xii"A, XES}

Soal-soallatihan
I. Jika D

= {0,4,7}

kita katakan 7 ED dan

{7} c:;; D, tetapi

bukanlah 7 c:;; D.

Tentukan mana yang benar dian tara pernyataan berikut:


a. 4 ED

c.

b. 4 c:;; D d.

~ED

c:;; D

g. Oc:;;D

i. 0

*~

2. Misalkan himpunan semesta S ={x lx bilangan ganjil positif} tentukan Ac bila


a. A= {I}

c.

A=~

d. A= S

b. A= {I ,3,5,7}

3. Misalkan A= {1,2,3}, B = {2,4,6}, C = {3,4,5} tentukanlah:

a. Au B b. Au C

c.C u D

d. Au B u C

e. An BuC

f. An B g. An C

h.C n D

i. Au B nC

j. An Bu C

4. Diketahui S = {0,1,2,3, ... ,8,9}, A= {0,1,2,4,8}, B = {0,3,5,7} tentukanlah:

a. (S-A)n(S-B)

b. (S-A)u(S-B)

c. Au(S-A)

d. An(S-A)

5. Tentukanlah syarat agar operasi antar himpunan A dan Bini dipenuhi :


a. AnB=~

b. AnB = U

c. AuB=U

=~

e. AnB=A

f.AuB=A

h. AnU=A

I.

k. Au~=U

I. Au~=~

d. AuB
0

""

An~=~

J. AuU=A

AuU=U

12

dimana U himpunan semesta.


6. Buktikanlah :

a. (AnB)nBc

=~

b. [rcu(PnQ)f =PnQc
c. (AnB)u(AnBc)=A
7. Dalam suatu survey pemakaian sabun cuci pada 1.000 rumah tangga diperoleh data
sebagai berikut :
550 rumah tangga memakai sabun detergen A
480 rumah tangga memakai sabun cuci cap B
600 rumah tangga memakai sabun detergen C
250 rumah tangga memakai sabun detergen A dan sabun cuci cap B
380 rumah tangga memakai sabun detergen C dan sabun detergen A
I I0 rumah tangga memakai sabun detergen C dan sabun cuci cap B
Berapa rumah yang memakai ketiga macam sabun tersebut (A,B,C)
8. Dalam pertemuan 60 orang mahasiswa suatu universitas disediakan minuman merk A
dan B, setelah diadakan pencatatan ternyata :
30 orang minum A
25 orang minum B
15 orang minum A dan B
Buatlah diagram Venn dan hitunglah:
a. Berapa orang yang tidak minum apa-apa
b. Berapa orang yang minum A saja
c. Berapa orang yang minum B saja
13

9. Dari basil wawancara di suatu daerah duiperoleh data mengenai prosentase pembaca
majalah X,Y,Z sebagai berikut:
50% membaca majalah X
50% membaca majalah Y
70% membaca majalah Z
40% membaca majalah X dan Z
30% membaca majalah Y dan Z
20% membaca

m~ualah

X dan Y

I0% membaca majalah ketiga-tiganya


Pertanyaan:
a. Berapa persen yang membaca tepa! dua majalah
b. Berapa persen yang tidak membaca salah satupun dari ketiga majalah terse but.

14

TUJUAN INSTRUKSIONAL

Urn urn
Setelah menyelesaikan mata kuliah ini (pada akhir semester !), mahasiswa
mempunyai pemahaman konseptual yang benar tentang topik-topik utama dalam
Kalkulus (limit, kekontinuan, diferensial, integral) beserta teorema dan sifat-sifat
serata teknik-teknik penting didalamnya.

Khusus

Setelah mengikuti kuliah ini (pada akhir pertemuan ke 4), mahasiswa akan dapat
menjelaskan sistem bilangan real dan aksioma-aksioma di dalamnya, serta
menyelesaikan soal-soal pertidaksamaan biasa maupun pertidaksamaan dalam
harga mutlak.

15

2. SISTEM BILANGAN REAL


2.1 Sistem Bilangan Real

Sistem bilangan real R adalah himpunan bilangan real yang disertai dengan
operasi penjumlahan dan perkalian, sehingga memenuhi aksioma tertentu. Terdapat tiga
aksioma dalam sistem bilangan real, yaitu:
a. Aksioma Lapangan
b. Aksioma Urutan.
c. Aksioma Kelengkapan.

a. Aksioma Lapangan

Operasi penjumlahan dan perkalian yang berlaku pada R memenuhi aksioma:


Jika a, b

R, maka a+b

R dan ab s R (Tertutup terhadap penjumlahan dan

perkalian).
Jika a,b s R, mal<a a+b=b+a dan ab=ba (Komutatif terhadap penjumlahan dan
perkalian)
Jika a, b, c s R maka (a+b)+c=a+(b+c) dan (ab)c=a(bc) (asosiatif terhadap
penjumlahan dan perkalian)
Terdapat 0 dan I yang merupakan e R, sehingga a+O=a dan a. I =a untuk setiap a E
R.
+ Jika

a s R terdapat -a s R sehingga a+(-a) =0 (Terdapat unsur invers terhadap

penj umlahan)
Jika a s R dan a;tO, terdapat a' s R sehingga a a'= I (Terdapat unsur invers
terhadap perkalian)
Jika a,b,c s R, maka a(b+c) =ab+ac (Distributif)

Teorema 2.1
+

Jika a=b maka a+c=b+c dan ab=ac

Jika a+c=b+c maka b=c


Jika ab=ac, a;tO maka b=c

16

a( b-e )=ab-ac
-(-a)=a dan untuk a;tO, (a'r'=a.
+ a.O=O.a=O,
+ Jika

+-

a(-b)=-a(b)=-ab, (-a)(-b)=ab.

ab=O maim a=O atau b=O

c
= - <=> ad = be b ;t 0, d ;t 0
d

'

b. Komponen Bilangan Real

Berikut ini disajikan himpunan-himpunan penting dari bilangan


Himpunan bilangan asli: {I ,2,3, ... } digunakan untuk menghitung banyaknya
obyek suatu himpunan. Dinotasikan dengan N={ l ,2,3, ... }
+ Himpunan

bilangan prima: {2,3,5,7, ... } yaitu himpunan bilangan yang hanya

mempunyai dua faktor, yaitu I dan dirinya sendiri.


Himpunan bilangan komposit: {4,6,8,9, ... } yaitu himpunan bilangan asli yang
mempunyai lebih dari dua faktor.
+ Himpunan

bilangan cacah: {0,1,2,3, ... } yaitu himpunan bilangan asli beserta

angka no!.
+ Himpunan

bilangan bulat: Z={ ... ,-2,-l,O,l,2, ... ). Himpunan bilangan cacah

disebutjuga dengan himpunan bilangan bulat non negatif.


+ Himpunan

bilangan genap: {... ,-4,-2,0,2,4, ... } yaitu himpunan bilangan bulat

kelipatan dua
+ Himpunan

bilangan ganjil: {... ,-3,-l,l,3, ... ) yaitu himpunan bilangan bulat bukan

kelipatan dua.
Himpunan bilangan rasional: Q={x/x=~, a dan b adalah bilangan bulat dengan
b

b;tO) Jika a habis dibagi b maka disebut bilangan bulat dan bila a tidak habis

dibagi b disebut bilangan pecahan. Bilangan rasional selalu mempunyai bentuk


desimal yang

berulang (repeating) atau bentuk desimal yang berakhir

(terminating).

Himpunan bilangan irasional, yaitu himpunan bilangan yang anggotanya bukan


bilangan rasional, bukan basil bagi antma bilangan bulat dan bilangan asli.

17

.fi

yang merupakan panjang sisi miring dari segitiga siku-siku dengan sisi siku-

sikunya masing-masing I, dan n yang merupakan perbandingan dari keliling


lingkaran dan panjang diameternya adalah contoh bilangan irasional.
1-limpunan bilangan rasional dan himpunan bilangan irasional bergabung
membentuk himpunan bilangan real R.
1-limpunan bilangan real dan komponen-komponennya dapat juga disajikan dengan
diagram bcrikut:
gcnap
cacah
rasional

Keterangan
R: bilangan asli

Q R

Q: bilangan rasional
Z: bi!angan bulat
N: bilangan asli

komposit

ecahan

c. Al{sioma Urutan

Berdasarkan aksioma ini bilangan real dapat diurutkan dari kecil ke besar. Aksioma
ini juga merupakan dasar untuk menye!esaikan suatu pertidaksamaan.
Pada R terdapat himpunan bagian yang disebut bilangan positif, yang memenuhi
aksioma:
Jika a

R, maka a=O, atau a positif atau -a positif

+ Jumlah

dan basil kali dua bilangan positifadalah bilangan positif.

Definisi 2.1

Misalkan a dan b bilangan real


Bilangan a dikatakan lebih besar dari b ditulis a>b
Bilangan a dikatakan lebih kecil dari b ditulis a<b
a:Sb jika a<b atau a=b, dan a;:::b jiak a>b atau a=b.
Pernyataan yang dihubungkan dengan >,<,;:::,,:;, disebut pertidaksamaan.

18

Bilangan real a dikatakannegatifjika -a positif.

Teorema 2.2

Misalkan a,b,c dan d bilangan real, maka:


a.

a < b dan b < c ::::;. a < c (transitif)

b. a < b dan c sembarang::::;. a+ c < b + c


c.

a < b dan c < d ::::;. a + c < b + d

d. a < b dan c > 0::::;. ac <be


e.

a < b dan c < 0 ::::;. ac > be

f.

0 <a < b dan 0 < c < d ::::;. ac < bd


I

g. 0 < a < b atau a < b < 0 ::::;. - > a b


Selain bilangannol, positifdannegatifterdapatjuga bentuk akar, yaitu bilangan yang
berbentuk !!.{;., n=l,2,3, ... yang hasilnya bukan bilangan rasional.
Bilangan berbentuk akar didefinisikan sebagai berikut

Definisi 2.2

Akar kuadrat dari bilangan positif a ( J;.) didefinisikan sebagai bilangan positif x
.

yang memenu I11 x =a


~

'i/a

dcngan n genap positif didcfinisikan sebagai bilangan positif x yang

memenuhi x"=a
Akar kubik dari bilangan positif a ( Va) didefinisikan sebagai bilangan real x
. 3
yang memenu11
I x =a

'i/a

dengan n ganjil positif didefinisikan sebagai bilangan real x yang memenuhi

Contoh
+

..J9

bukan merupakan bentuk akar karena basil

menurut definisi

..J9

adalah bilangan rasional dan

..J9 =3
19

Sesuai definisi V-125 = -5, karena -5 adalah bilangan real yang memenuhi
(-5) 3=-125

d. Aksioma Kelengkapan

Aksioma ini menyalakan bahwa, seliap himpunan bagian lak kosong R yang lerbatas
di alas selalu mempunyai balas alas lerkecil , dan seliap himpunan bagian lak kosong
R yang lerbalas di bawah selalu mempunyai balas alas lerbesar.

Definisi 3

1-limpunan tidak kosong S<;;;; , dikalakan lerbalas di alas, bila lerdapal bilangan
real b sehingga x:Sb, untuk seliap XES.
Sebaliknya dikalakan lerbalas di bawah, bila terdapal bilangan real a sehingga
x2a, untuk setiap XES

Bilangan real b disebul balas alas terkecil (supremum) dari himpunan lidak
kosong S<;;;; dan ditulis b=supS, bila b adalah batas atas S, dan balas atas yang
lain lebih besar alau sam a dengan b.
Sebaliknya, bilangan real a disebut batas bawah lerbesar (infimum) dari himpunan
lidak kosong S<;;;; dan ditulis b=infS, bila b adalah batas bawah S, dan batas alas
yang lain lebih kecil atau sama dengan a.
Aksioma inilah yang membedakan bilangan real dan bilangan rasional. Perhatikan
contoh berikul ini.
Pendekatan

J5 disajikan oleh himpunan berikut


A={2,2; 2,23; 2,236; 2,236; 2,23607; 2,236079; 2,2360797; ... }

1-limpunan A ini terbatas di atas oleh bilangan

J5; 2,5; 3; 3; ... Balas atas terkecilnya

J5. Bila semesla pembicaraannya adalah bilangan rasional, berarli A lidak


mempunyai batas alas terkecil. Mengapa?. Karena J5 bilangan irasiona!.
adalah

Apa arlinya?. Bahwa bila semesta pembicaraannya adalah bilangan rasional, batas
alas terkecil tidak selalu ada, sedangkan bila semesta pembicaraannya bilangan real,
balas alas terkecilnya pasli ada. Pada conloh A, bila semesla pembicaraannya

20

bilangan real, batas alas terkecilnya adalah fS, karena bilangan irasional termasuk
bilangan real.
e. Interval

Interval (selang) didefinisikan sebagai himpunan bilangan real yang memenuhi


pertidaksamaan tertentu. Ada dua macam interval, yaitu interval hingga dan tak hingga.
Interval hingga adalah himpunan bagian dari

yang terbatas di bawah atau di atas.

Sedangkan interval tak hingga tidak terbatas di atas atau di bawah.


Interval hingga
(a,b)={xE la<x<b}
a
(a,b)= {XE la<x:Sb}
a
(a,b)= {XE la:Sx<b}
a
(a,b)= {XE la:Sx:Sb}
a

Interval tak hingga


(a,oo)= {xE I x>a}
a
(-oo,b)= {xE I x<b}

[a,oo)= {xE I x~a}


b

a
(-oo,b]= {xE I x:Sb}

b
( -<Xl' <Xl

)=
0

f.

Bentuk Aljabar

Bentuk aljabar adalah suatu bentuk yang diperoleh dengan sejumlah hingga operasi
aljabar alas peubah, konstanta dan parameter.
Peubah (variable) adalah notasi yang mewakili suatu unsur dalam suatu
himpunan.
Konstanta adalah adalah notasi yang mewakili suatu unsur dalam himpunan
berunsur satu.
Parameter adalah notasi yang mewakili unsur dalam himpunan konstanta.
Misalkan diketahui bentuk aljabar x3-4x+c, maka x disebut peubah, -4 disebut konstanta,
dan c disebut parameter (bila c adalah unsur dari suatu himpunan) atau dapat pula
disebut konstanta (bila c adalah bilangan tertentu).

Latihan

I. Ubahlah bilangan desimal berikut dalam bentuk pecahan


a. 27,27272727 .. .

b. 0,329999999 .. .
21

c.

17,153153153 ...

2. Bila pernyataan berikut benar, berikan argumentasinya. Bila salah berikan alasan
penyangkalannya
a. Jika x=2 maim x2=4
b. Jika x2=4 maka x=2
c. Jika x<2 maka x2<4
d. Jika x>2 maim x2>4
e. Jika x2 <4maka x<2
f.

Jika x2>4maka x>2

g. Jika -2<x:S:1 maka 0:S:x 2 <4


3. Mana langkah dari rangkaian proses penge1jaan berikut yang salah
a. x=4 ...

(I)

(2)

x -4x= 16-4x ...

(3)

x(x-4)=-4(x-4) ...

(4)

x=-4 ...

(5)

4=-4 ...

(6)

x =16 ...

b. 0=0+0+0+0+ ...

(I)

0=(2-2)+(2-2)+(2-2)+ ...

(2)

0=2+( -2+2)+( -2+ 2)+( -2+2)+ ...

(3)

0=2+0+0+0+ ...

(4)

0=2 ...

(5)

2.2 Pertidaksamaan
.

A(x)

C(x)

Bentuk umum pertJdaksamaan satu peubah real adalah - - < - - , dengan A, B,


B(x) D(x)

C, D keempatnya adalah suku ban yak dalam x (Ianda < dapat berubah >, :'::, atau

~).

Solusi dari suatu pertidaksamaan adalah suatu interval dalam x.


Langkah penyelesaian suatu pertidaksamaan.:
I. Ubah bentuk pertidaksamaan semula menjadi P(x) < 0
Q(x)

22

2. Uraikan P(x) dan Q(x) menjadi faktor-faktor linearnya


3. Tentukan tanda pertidaksamaan pad a garis bilangan
4. Tentukan solusinya dalam bentuk interval.

Contoh

Tentukan solusi pertidaksamaan berikut:


a. 2:Sx 2-x:S6
6

b. X--::; I
X

c.

x+l
x
--<-x-2-x+3

d.

x-2 x+l
--<-x2 - x+3

2.3 Nilai Mutlak

Nilai mutlak x, ditulis JxJ didefinisikan dengan JxJ = {

'

X~ 0

-X, X<

lnterpretasi yang lain terhadap JxJ adalah


! JxJ = maksimum {-x,x}

! JxJ=

! JxJ = jarak an tara titik x dan 0

Jx- cJ = jarak an tara titik x dan c


Sifat Nilai Mutlak
Untuk setiap bilangan real x berlaku
1.

JxJ = 0 :::> x = 0

11.

JxJ~o

iii. Jika a>O, maka


a.

Jxj s; a <=> -a :::; x :::; a <=> x 2

::;;

a2

23

b. lxl2 a q x 2 a atau x S-a q x 2 2 a 2


IV.

Ketaksamaan segitiga
a.

lx + Yl :o+I+IYI

b. lx- Yl slxl+lyl
c.

lxi-IYI six- Yl

d. llxi-IYII six- Yi
v. Untuk setiap bilangan real x dan y berlaku
a.

!xYI = lxiiYI

b.

x lxl
y=jY[,y,tO

Contoh

Selesaiakan setiap soal berikut


I. Menurut definisi tuliskan bentuk berikut tanpa notasi harga mutlak

a.

l3x+21

b. 2lxl +lx -II


c.
2.

l21x-ll+xl

~X 2 -

4x + 4 = 2- X

2.4 Pertidaksamaan Dalam Nilai Mutlak

Penyelesaian pertidaksamaan dalam harga mutlak adalah dengan menggunakan


detinisi harga mutlak, mengubah pertidaksamaan, sedemikian sehingga notasi harga
mutlak tidak ada lagi dalam pertidaksamaan tersebut.
Misalkan untuk menentukan solusi dari l3x- 21 >I, lx 2

xl S 2 dapat digunakan sifat

harga mutlak iii (a) atau iii (b).

24

Jika diketahui soal

2/x/ +/x-I/ s; 2

(pertidaksamaan yang memuat lebih dari satu harga

mutlak), maim solusinya dapat dicari dengan menggunakan definisi harga mutlak, dan
menerapkannya pada garis bilangan.
Contoh

Tentukan solusi dari pertidaksamaan berikut


I.

x/x/ S/x -2/

2. /2x-3/S/x+2/
3. 2s/x 2 -x/s6
4. 3/x/S/x-1/+5
5.

2(x-1) 2 -/x-l/SI

25

TUJUAN INSTRUKSIONAL

Urn urn
Setelah menyelesaikan mata kuliah ini (pada akhir semester 1), mahasiswa
mempunyai pemahaman konseptual yang benar tentang topik-topik utama dalam
Kalkulus (limit, kekontinuan, diferensial, integral) beserta teorema dan sifat-sifat
serata teknik-teknik pen ling didalamnya.

Khusus
Setelah mengikuti kuliah ini (pada akhir pertemuan ke 7) mahasiswa akan dapat
menjelaskan perbedaan sistem koordinat kartesius dan koordinat kutub, serta
menjelaskan definisi fungsi dan mengetahui jenis-jenis fungsi.

26

3. SISTEM KOORDINAT DAN FUNGSI


3.1

Sistem Koordinat Kartesius

Sembarang titik pad a bidang diukur terhadap dua garis lurus yang saling tegak lurus
yang keduanya beririsan di satu titik 0 (Gam bar 3.1 ). Kedua garis lurus ini disebut sumbu
koordinat. Garis mendatar disebut sumbu horisontal (sumbu x) dan setiap titik yang ada
padanya dinotasikan dengan x, dimana semakin ke kanan semakin bertambah besar.
Garis tegak disebut sumbu vertikal (sumbu y) dan setiap titik yang ada padanya
dinotasikan dengan , dimana semakin ke atas semakin besar. Titik dimana x dan y
keduanya 0 disebut titik asal dan dinotasikan dengan 0.
Jika P adalah sembarang titik pada bidang, maka melalui titik P dapat dibuat garis
yang tegal lurus dengan sumbu koordinat. Misalkan garis memotong sumbu x di titik a,
dan memotong sumbu y di titik b, mal<a a disebut koordinat x dan y disebut koordinat y.
Pasangan (a,b) disebut pasangan koordinat. Koordinat x di setiap titik pada sumbu y
selalu 0, demikian juga koordinat y di setiap titik pad a sumbu x selalu 0. Koordinat titik
asal adalah (0,0).
Titik asal membagi sumbu x menjadi
umbu y positif

sumbu x positif di sisi kanan dan sumbu x

kuadran I

kuadranll
sumbu xl1egatif

titik sal

negatif di sisi kiri. Titik tersebut juga

SumbLr JlOSitif X~

membagi sumbu y menjadi sumbu y positif


di

-3

-2

-1

-2

umbu y negatif

sebelah atas dan sumbu y negatif di

sebelah bawah. Sumbu koordinat membagi


bidang menjadi empat bagian yang disebut

kuadran III

-4
-6

kuadran!V

Gambar I

kuadran yang arahnya berlawanan dengan


arah jarum jam.

a. Jarak an tara dua titik pada bidang

Misalkan diketahui P(x 1,y 1 ) dan Q(x 2,y2), makajarak anata P dan Q adalah

27

Contoh

Jc

Jarak an tara A(2,4) dan B( -1 ,6), maka [AB[ = -1- 2) 2 + (6- 4) 2

=-)9 + 4 =fJ3

b. Garis Lurus

Bentuk umum persamaan garis 1urus ax+ by+ c =0, dengan a dan b tidak semuanya no!.
Dari bentuk umum ini:

+ bi1a garis sejajar sumbu y, persamaannya x=a

+ bi1a garis sejajar sumbu x, persamaannya y=b


+ bi1a garis tidak sejajar salah satu sumbu, persamaannya y=mx+c.
+ bila garis melalui (0,0), persamaannya ax+by=O
+ bila garis melalui (xi,Yi) dan bergradien 111, persamaannya y-y 1=m(x-x 1)

Misalkan terdapat dua garis k: ax+by+c=O dan garis 1: px+gy+r=O, maka

+ k dan! sejajar (k//l),jika ~=.!?_*~dan berimpit (k =1), jika


p

~ =.!?_ =~
p

+ k dan I berpotongan,jika ~ * .!?_ dan berpotongan tegak Jurus,jika ~ = _.!?_


p

Persamaan umum gans lurus adalah ax+by+c=O, atau y=mx+d, dengan m =

--

dan

d =_.:_. Besaran m disebut gradien garis yang menyatakan Iangen sudut antma garis
b
dengan sumbu x positif

c. Jarak titik ke garis.

Jarak dari titik A(x 0 ,y0) ke garis dengan persamaan k: ax+by+c=O, adalah

d. Grafik

Gratik dari sebuah persamaan atau pertidaksamaan yang memuat peubah x dan y adalah
himpunan semua titik P(x,y) yang koordinatnya memenuhi persamaan atau pertidaksama-

28

an itu.
Gam bar 3.2a merupakan gratik keliling lingkaran, dimana setiap titiknya memenuhi
2

persamaan lingkaran x +/=I, sedangkan gambar 3.2b menyatakan grafik luas lingkaran,
dimana setiap titiknya memenuhi persamaan x2 +/:s;I
2

x +l=1

x2 +/::;;t

~------

/"

-0.5

0.5

"--

\\

''I
-0.5

0.5

,,

//

-0.5

''-. ........... __

-1

\ \.,

0.5

-0.

.____

"-,,

//

0.5

---.

'-~-1

Gambar 2a

_.-""'

'"....------Gam bar 2b

Latihan

I. Tentukan persamaan garis yang gradiennya -1/3 dan meialui titik potong garis y=x
dan garis y=6-2x.
2. Tentukan persamaan garis yang membuat sudut

5
"/6

dengan sumbu x positif dan

betjarak 2 satuan dari titik (0,0)


3. Bila cliketahui titik A( I ,2), 8(3,-4), C(-2,0), tentukan
a. persamaan garis g melalui A dan sejajar BC
b. persamaan garis melalui titik tengah AB dan tegak lurus g
c. jarak dari A ke garis BC
d. luas segitiga ABC
4. Gambarkan grafik
a. y- I :s; x :s; y +I
b. y =

11-lxll

c. y :s; lxl
d.

IYI < 2lxl


29

3.2 Sistem Koordinat Kutub

Dalam mendefinisikan koordinat polar, pertama ditetapkan terlebih dulu titik asal 0
yang disebut pole, dan sinar awal dari 0.
Setiap titik P dalam koordinat polar ditulis
P(r,0)

P(r,0). dim ana r menyatakan jarak berarah


dari 0 ke P, dan 8 menyatakan sudut
berarah dari sinar awal ke sinar OP, yang

sinar awal

Gam bar 3

arah posititl1ya, berlawanan arah dengan


arah jarum jam

Seperti halnya pad a trigonometri, sudut yang menyatakan posisi suatu titik tidaklah
tunggal. Perhatikan contoh berikut
Misalkan titik P yang be1jarak 2 satuan dari
P(2,0)=P(2, -II n/6)

0 dengan posisi sinar 0=n/6 dan ditulis


P(2, n/6), dapat juga ditulis P(2,-lln/6).
Posisi sinar n/6 dan -lln/6 sama saja,

sinar awal 8-

bedanya kalau -lln/6 diukur dari 8=0


dengan arah searah jarum jam, jadi

Gambar 4

bertanda negatif. (Gam bar 3.4)

Meskipun r menyatakan suatu jarak, namun jarak terse but adalah jarak yang berarah,
sehingga r bisa saja negatif, bila arah sinarnya berlawanan (berbeda 180), denga arah
mula-mula.
Perhatikan Gam bar 3.5. Misalkan kita
akanmenggambar titik P dengan koordinat
(2,7n/6), maka itu dapatjuga digambar
dengan cara sbb: karena n/6 berbeda n
radian dengan 7n/6, makajarak
P(2, 7n/6)=P( -2,

berarahnya berubah menjadi -2. Jadi titik P


dapat juga digambar dengan dengan
Gam bar 5

koordinat (-2,n/6).

30

Dapat pula, koordinat polar disajikan dalam bentuk r=a saja atau 8=8 0 saja .. Persamaan
r=a menyatakan menyatakan suatu lingkaran denganjari-jari Ia I
Sedangkan 8=8 0 menyatakan suatu garis melalui 0 yang bermah 80 dengan panjang dari
-(f)

sampai dengan

(f),

Contoh

I. Jelaskan apa artinya pernyataan ini dan gambarkan grafiknya


a. r= I dan r=-1
b. G=n/6, 8=7rc/6, 8=-Sn/6
2. Gambarkan grafiknya ketidaksamaan berikut
a.! ~r~2 dan
b.-2~r~3

c.

r~O

o~e~rc/2

dan 8=n/6

dan 8=rc/4

Penyelesaian
I. r= I dan r=-1 keduanya menyatakan lingkaran dengan pusat 0 dan jari jari I (Gam bar
3.6a)
8=rc/6, 8=7n/6, 8=-Sn/6 ketiganya menyatakan panjang garis tak hingga yang arahnya

n/6 dari sinar awal. (Gambar 6b)


Y.

Gam bar 6a

Gambar Gb

31

2.a

2.b

2.c

r<O

Gam bar 7a

Gambar 7b

Gam bar 7c

a. Hubungan Antara Koordinat Kartesius dan Koordinat Polar

Hubungan antara koordinat kutub dan polar dijelaskan oleh Gam bar 3.8, dan
persamaan berikut
Persamaan yang menyatakan hubungan
P(x,y)~P(r,8)

Titik asal
bersama

antara koordinat kartesius dan kutub


x = rcos0,

y = rsin 8

Gam bar 8

Contoh

I. Tentukan koordinat kutub dari persamaan lingkaran berikut

a.

b.

y--4x=O

2. Gantilah koordinat kutub berikut menjadi koordinat kartesius


a.

r 2 = 4rcos0

b.

4
r=----2cos0 -sin 0

Penyelesaian
I. a. Uraikan x 2 + (y- 3) 2 = 9 dan substitusikan x = r cos 8, dan x = rsin 0 ke

dalam x 2 + (y- 3) 2 = 9 dihasilkan r 2

6r sin 0 = 0 <=> r = 0 atau r = 6sin 0

32

x 2 +(y-3)'~9

Persamaan lingkaran yang berpusat di (0,3)

a ur=6sin8

dan be1jari-jari 3, dapat disajikan dalam

koordinat kutub dengan persamaan

r = 6sin 8

-3

Gam bar 9

b. Analog dengan !.a, dihasilkan rsin 2 8 = 4cos8


c. Parabola menghadap ke kanan y 2

=4x

dapat disajikan dalam koordinat

kutub rsin 2 8=4cos8

2. a.r 2
b. r =

=4rcos8~x

4
2cos8- sin 8

2?

+y-=4x~x

r=

2 _I
~

2?

?2

-4x+y-=0~(x-2)-+y

=4

y = 2x- 4, merupakan persamaan

garis lurus melalui (0,-4) dan bergradien 2

b. Menggambat Grafik cia lam Koordinat Polar

Sebelum menggambar grafik dalam koordinat polar akan dibahas dulu tentang
kesimetrisan grafik dalam koordinat polar terhadap sumbu x sumbu y dan titik asal
(0,0) yang dapat mempermudah dan mempercepat penggambaran grafik dalam
koordinat polar.
Uji simetris untuk grafik koordinat polar
I. Simetris terhadap sumbu x
Jika titik (r, 8) terletak pad a grafik mal<a titik (r,-8) atau (-r, n- 8) juga
terletak pad a grafik.
2. Simetris terhadap sumbu y
Jika titik (r,G) terletak pada grafik maka titik (r,n-8) atau (-r,-8) JUga
terletak pada grafik.
3. Simetris terhadap titik asal

33

.lika titik (r,0) terletak pada grafik maka titik (-r,8) atau (r,rc+8) JUga
terletak pada grafik.

Contoh

Gambarkan grafik berikut


a. Misalkan (r, 8) terletak pada grafik r = 1- cos 8, maka (r,-0) juga terletak
pada grafik r = 1- cos 0, sebab r =\-cos( -8) =\-cos 0, sehingga grafik
r = I -cos 8 simetris terhadap sumbu x.
Bila 8 bergerak dari 0 sampai dengan rc, maka r bergerak dari 0 ke 2. Berikut
tabelnilai 0 dan r.
,.~

0 rc/3 rc/2 2rc/3 TC


8
1/2
0
r = 1- cos0 0 112 I
Karena grafik simetns terhadap sumbu x,

I-eos 8

maka untuk 8 dari rc sampai dengan 2rc


merupakan pencerminan kurva yang
diperoleh dari 0 sampai rc terhadap sumbu x.
Tanda panah pada grafik menyatakan arah
pergerakan 8

Gam bar I 0

b. Misalkan (r,8) terletak pada grafik r- = 4cos8, maka (r,-8) juga terletak
pada grafik
r2

r2

= 4cos8,

sebab

r2

= 4cos(-8) = 4cos8,

sehingga grafik

4cos8 simetris terhadap sumbu x.

Se\ain
(-r) 2

itu

(-r, 8)

JUga

= 4cos8 ~ r 2 = 4cos8,

terletak

pada

grafik

sehingga grafik r 2

r-

= 4cos8

4cos8,

sebab

JUga simetris

terhadap titik asal.


Karena grafik simetris terhadap sumbu x dan titik asa\ maka grafik simetris
terhadap sumbu y.

34

0.6

r = -!4 cose

0.

rr/6

1,9

rr/4

1,7

rr/3

1,4

rr/2

-0.6

Latihan
I. Bentuklah koordinat kutub berikut ke dalam koordinat kartesius
5
sine- 2cos0

a.

r=

b.

r=cot0csc8

c.

r =tan 8sec0

d.

rsin(0+~)= 2

2. Bentuklah koordinat kartesius berikut ke dalam koordinat kutub


a.

x 2 + (y- 2) 2

=4

b. x 2 +xy+y 2 =1
C.

X-

y =3

3. Gambarkan fungsi berikut dalam koordinat kutub


a.

r = 2 +sin 8

b.

r 2 =4cos28

4. Gambarkan daerah yang dinyatakan oleh ketidaksamaan berikut

-;li S 8 S ;5'i

a.

- I S r S 2 dan

b.

0SrS2sec8 dan-y,;ses%

c.

0 S r S2-2cos8

d.

0 S r S cos8

35

3.3 Fungsi

Sebelum memahami definisi fungsi, akan dibicarakan terlebih dahulu fenomena berikut:
-Biaya pemakaian taksi bergantung pada jarak yang ditempuh. Misalkan untuk
pemakaian 2 km pertama ongkosnya Rp. 5000, dan tiap km berikutnya ongkosnya Rp.
2000, maka j ika seseorang akan bepergian sejauh 20 km, ongkos yang harus
dibayarkan adalah: ONGKOS=Rp5000 + 18.Rp 2000.
-Biaya pemakaian air PAM kota semarang adalah I 0 m3 pertama Rp.l425/m 3, I Om 3
kedua Rp. I 985/m 3, I Om 3 ketiga 2730/m 3, 20m 3 keempat Rp.3075/m 3, pemkaian di
atas 50m 3 Rp.4265/m 3 lni masih ditambah lagi, untuk pemakaian berapapun ditambah
ongkos lain-lain sebesar Rp.8500.
Jadi misalkan sebuah keluarga pad a satu bulan tertentu menggunakan air sebanyak
55m 3, biaya yang harus dibayar adalah

BIA YA=1 0(1425+ 1985+2730)+20(3075)+5( 4265)+8500.


Kedua contoh di atas menguraikan suatu aturan bahwa untuk setiap nilai tertentu Uarak
yang ditempuh atau banyaknya pemakaian air), dihasilkan suatu nilai tertentu pula (yaitu
ongkos pemakaian taksi atau biaya pemakaian air). Di sini dikatakan bahwa nilai kedua
merupakan fungsi dari nilai pertama.

Dcfinisi 3.1

Misalkan A, B

R. Fungsi f dari A ke B adalah suatu aturan yang memasangkan

setiap elemen x dalam himpunan A dengan tepat satu elemen y dalam himpunan B.
Unsur y yang berkaitan dengan x ini dilambangkan dengan y=f(x). Di sini x
dinamakan peubah bebas dan y yang nilainya bergantung pada x dinamakan peubah
tak bebas.
1-Jimpunan A disebut daerah asal (domain) fungsi dan ditulis Dr. Jika tidak disebutkan
secara eksplisit, maka Dr adalah subset terbesar dari bilangan real ( ), dan didefinisikan
dengan D1={xE /f(x) terdefinisi}. 1-limpunan B disebut kodomain.
Bilangan f(x)EB disebut nilai f untuk x, dan himpunan f(x) dimana x mempunyai nilai
disebut daerah nilai (range), ditulis Rrdan didefinisikan dengan R1={yEB/y=f(x), xEA}
Daerah asal dan daerah nilai dari fungsi di atas semuanya adalah himpunan bagian dari
sehingga dinamakan fungsi dengan peubah real atau disingkat fungsi real.

36

a. Penyajhm Suatu Fungsi

+ Dengan Diagram Panah


f

Masing-masing panah mengaitkan

f(x)

of( a)

suatu elemen dari A ke suatu elemen


dari B. Panah menunjukkan bahwa f(x)
dipadankan dengan x, dan f(a)
clipaclankan dengan a, dan seterusnya.

Gambar 12

+ Dengan Grafik
Cara yang paling umum untuk
menggambarkan

suatu

fungsi

adalah clengan grafik. Jika f adalah

Daerah
nilai

------------/---.._,-!v=f(x)
(x,f(x))

fungsi dengan domain A, maka


grafiknya

adalah

himpunan

pasangan berurutan {(x,f(x))/xEA}

Gam bar 3.13

Daerah asal

+ Aljabar
Penyajian fungsi dengan menggunakan rumus matematis. Misalnya luas lingkaran
adalah L=n r2 Disini domainnya adalah jari-jari (r) dan rangenya adalah luas (L)

Contoh

Dari soal berikut ini, manakah yang merupakan fungsi dan bukan fungsi
a.

y=x 2 , dengan Dr={x/x<l 0, xEN}

b.

c.

x=i,

=X

, XE

XE

d.
Penyelesaian.

Soal a adalah contoh fungsi diskrit, karena domainnya bilangan asli, sedangkan soal b
sampai d merupakan fungsi kontinu karena domainnya bilangan real yangjarak antar

37

titik.
sangat rapat. Grafik a berupa titik, sedangkan grafik b sampai d berupa kurva mulus.
Berikut grafik dari keempat soal tersebut.
0.1 ~
0.1

0.05
-2

-1

-0 .05
-0.1
-0.15

'

20

Gambar 14

a. Untuk setiap domain x yang berbeda dihasilkan


nilai y yang berbeda pula. Artinya, tidak ada
elemen

pada

domain

mempunyai

dua

Gambar 15

b. Analog dengan a, y = :xl

merupakan fungsi

nilai

berbeda pada range. Jadi y=x 2 ini adalah fungsi.

0.5
0.5

1.5

_,

-1

-0.5
-1

-1

Gambar 16

c. Bukan fungsi, karena untuk nilai x=l dihasilkan


y~l dan y~-1

Gam bar I 7

b. Bukan fungsi, karena untuk x=O, dihasilkan


y=2 dan y=-2.

Uji Garis Vertikal

Kurva di bidang xy merupakan suatu fungsi jika dan hanya jika tidak terdapat garis
vertikal yang memotong gralik lebih dari satu kali.
Bagaimana menentukan domain dan range suatu fungsi? Perhatikan contoh berikut

Contoh

Tentukan domain dan range dari fungsi berikut:


a. f(x) = .J x' + 2x- 3

38

x-1
b. g(x)=r==
~x 2 -9
Penyelesaian
a. Akan ditentukan domain terlebih dulu, kemudian dari domain tersebut
ditentukan rangenya.
Sesuai dengan definisi bentuk akar kuadrat, bahwa bilangan dalam tanda akar
harus no! atau positif, maka x 2 + 2x - 3 :2: 0 <=> (x + 3)(x- I) 2 0
-3<x<l

\ x>l

"

-.)

Tanda dari
x+3
X<-3
-3<x<l
x>l

Tanda dari

Tanda dari

x-1

(x-J)(x-1)

+
+

Jad1 D1={x/x:>-3 n x21, XE

Kesimpulan

benar

salah
benar

atau Dr(-oo,-3]n[l,oo)

Untuk x:S-3 maupun x21, nilai f(x)20. Jadi Rr =[O,oo)


b. Menurut definisi fungsi rasional, fungsi penyebut tidak boleh no!, sehingga

~x 2 -9 * 0 <=> x 2 -9ot0<=> (x-3)(x+3) * 0 <=> x ot3dan xot -3


Selain itu, bilangan dalam akar kuadrat harus positif, sehingga x2-9>0, yang
dipenuhi oleh {xlx<-3 atau x>3} Jadi Dg= -{-3,3}=(-oo,-3)n(3,oo).
Karena untuk setiap x dalam Dr, nilai f(x) selalu ada, maka R1= =(-oo,oo).
Soal

I. Manakah dari keempat grafik berikut yang merupakan fungsi?


b.

a.
y

39

c.

d.
y

X
X

2. Tentukan domain dan range dari fungsi-fungsi berikut


?

a.

f(x) = I+ x-

e.

h(t) = l2t + 31

b.

f(t) = 1-.Jl

f.

g(z)

c.
d.

I
H(t) = -

=~4-z 2

g . g(z) = ~

.Jt

I
f(s) = - - I

h.

+.Js

I.

h(y) =

J.

f(x) =

k.

g ( Ill ) =

I
?

4 -z-

g(z) = .J1- 2sin z

~(y +I)-I
4-x 2
x 2 -x- 6

~x(x-2)
x-1

b. Jenis Fungsi dan Grafiknya

1. Fungsi Aljabar
Fungsi aljabar adalah fungsi yang diperoleh dari sejumlah berhingga operasi aljabar
(penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, pemangkatan, dan penarikan
akar) terhadap fungsi y=k, k=konstan dan fungsi y=x.
Fungsi f(x) =

+ ,

g(x) =

x- +I

Fx + 2,

h(x) = 2x -3x +I adalah beberapa contoh

fungsi aljabar.

Fungsi-fungsi yang termasuk fungsi aljabar adalah:


a. Fungsi Polinomial

Fungsi f disebut fungsi polinomial derajat n, jika berbentuk


"
,_,
f( x ) =3 11 X +a 11 _ 1x
+ ... +a 1x+a 0

40

dengan n adalah bilangan bulat tak negatif, a0 , a 1, ... , a11 E

dan a11 ;<0

Contoh
Fungsi linear berbentuk f(x)=ax+b, grafiknya
berupa garis lurus. Memotong sumbu x di satu
titik (-b/a,O), memo tong sumbu y di titik (O,b).
Mempunyai kemiringan sebesar a
Gambar I Sa

Fungsi kuadrat berbentuk f(x)=ax 2+bx+c


dengan grafik berupa parabola, memotong
sumbu x eli dua titik

- Jika a>O, parabola menghadap ke atas,

mempunyai titik balik minimum.

Jika a<O, parabola menghadap ke bawah,


mempunyai titik batik maksimum.
- D=b 2-4ac disebut diskriminan.
Jika 0>0, parabola memotong sumbu x di
dua titik yang berbcda
Jika 0<0, parabola tidak memotong sumbu x
Jika 0=0, parabola mcmotong sumbu x eli
satu titik.
- Koordinat titik balik maximin (-b/2a, D/-4a).

-3

Gambar 18b

-3

-2

-1

-1

Fungsi kubik berbentuk f(x)=ax 3+bx 2+cx+d.

f(

Gambar !Sc

b. Fungsi Pangkat

Fungsi pangkat berbentuk f(x)=x", dengan a konstanta


1.

Bila a=n, n bilangan asli


Bentuk grafik f(x)=x", bergantung pada n, apakah ge11ap atau ga11jil. Untuk 11
genap, grafik f(x)=x" serupa de11ga11 grafik f(x)=x 2 U11tuk 11 ganjil, grafik f(x)=x"
serupa dengan grafik f(x)=x 3 Semakin besar n, bentuk grafik lebih mendatar
mendekati sumbu x, dan semakin curam bila txt<: I.

41

f(x)-x 3

-5

Gambar I9b

11.

Bila a=l/n, n bilangan asli


Fungsi f(x)=x 11", n bilangan asli adalah fungsi akar.
Analog dengan f(x)=x", n bilangan asli, fungsi f(x)=x 11", untuk n genap grafiknya
serupa dengan f(x) = ?,Jx dengan domain [O,co) dan range juga [O,co). Untuk n
ganjil grafiknya serupa dengan f(x) =

v;. dengan domain (-co,co) dan range juga

(-co,co) (ingat bahwa setiap bilangan real mempunyai akar kubik)


iii. Bila a=- I
40

Gratik f(x)=l/x berbentuk hiperbola

20

dengan sumbu x dan y sebagai asimtot

-20
-40

Gam bar I 9c

c. Fungsi Rasional

Fungsi rasional berbentuk f(x) = P(x) , dengan P clan Q keduanya polinom.


Q(x)
Domain fungsi rasional adalah xE yang memenuhi Q(x)

42

7-X 4

;x

x--4
25
-4

Contoh

-2

-25
simtot egak

-75

Domain

f(x) = 2x

fungsi

~x +I,

x-- 4

adalah XE yang memenuhi penyebut


g(x)=x 2 -4;e0.
Sehingga domainnya adalah
D1= -{ -2,2), dan garis x=-2 dan x=2
merupakan asimtot tegak

Gambar 20

2. Fungsi Transenden

Yaitu fungsi yang bukan fungsi aljabar.


Contoh fungsi transenden: f(x) = cosx, h(x) =ex tan x, g(x) = 2x
Fungsi transenden meliputi:
a. Fungsi Trigonometri

Untuk sudut lancip a, enam fungsi trigonometri berikut didetinisikan sebagai hasil
bagi panjang sisi dari segitiga siku-siku, sebagai berikut.

P(x,y)
ting i

sisi mi g

alas

Gam bar 2 I a

tinaoi

sin a= .. ~b.

SISI tnll'lng

cos a

alas
sisi miring

tinggi
tana=-alas
esc a

sisi miring
tinggi

Gam bar 21 b

sec a

..

SISI ITIII'IIlg

alas
alas

cota=-tinggi

Detinisi ini tidak berlaku untuk sudut tumpul dan negatif, sehingga untuk sudut
umum a dalam posisi baku, dimisalkan P(x,y) adalah sembarang titik pada sisi akhir
dari a dan r adalah jarak IOPI.

43

40

20

3 -2

-2, -1
''

-3

-20

''

-40

Gam bar 22a f(x)=sin x

Gam bar 22b

'

1
1

f(x)~cos

Gam bar 22c f(x)'"tan x

1.

L
_,n
j

3
2
1

__):
-6

- 0
-]5
Gambar 22d

f(x)~csc

'
:

'

-10

-15

'

n
I
I
I

-6 -

-2
-YO
-20

-30
'

Gam bar 22ff(x)~cot x

Gambar 22e f(x)=sec x

ldentitas trigonometri
. ?
?
sm-a+cos-a
=I

l+tan 2 a=sec 2 a
I +cot 2 a= csc 2 a
tan x + tan y
tan ( x + y ) = - - - - - ' 1-tan :<tan y
t_a_n_x_-_ta_n_:_y_
tan ( x- y ) = I+ tan x tan y
sin 2a = 2sin a cos a

sin(x + y) =sin xcosy +sin ycosx


sin(x- y) =sin xcos y -sin ycosx
cos(x + y) =cos xcos y -sin x sin y
sin(x + y) =sin xcosy +sin ycosx
?

cos 2a=cos-a-sm-a
=2cos 2 a-1
=l-2sin 2 a

b. Fungsi Eksponensial
Fungsi eksponensial mempunyai bentuk umum f(x) =a', dengan bilangan dasar a
adalah konstanta positif.
Contoh

44

Gratik timgsi eksponensial tidak pernah


memotong sumbu x (sumbu x sebagai asimtot

f[x]=e'

datar), dan memotong sumbu y di titik (0, I).


Semakin besar bilangan dasarnya, grafiknya
semakin mendekati sumbu y.
Gam bar 3.22

-2

e adalah bilangan alam, nilainya o;;2,71828

-1

c. Fungsi Logaritma

Jika a>O dan a,t 1, mal<a fungsi eksponensial f(x)=ax merupakan fungsi satu satu.
Fungsi inversnya disebut fungsi logaritma dengan bilangan pokok (dasar) a dan
ditulis dengan f(x)=logax. (Mengenai fungsi invers akan dibahas kemudian)
Jadi log a x = y <=>a Y = x
Perhatikan grafik fungsi logaritma berikut

f(x)=log 0x

ini. Fungsi f(x)= log" x, selalu memotong


1

sumbu x di titik (1,0) dan mempunyai


asimtot tegak sumbu y. Semakin besar

-4

f(x)=log 1ox

bilangan
Gambar 3.23

pokoknya,

grafik

fungsinya

semakin mendekati sumbu x

3. Fungsi hiperbolik

Kombinasi tertentu dari fungsi eksponensial ex dan ex sering muncul dalam


matematika maupun terapannya sehingga perlu diberi nama khusus. Dalam banyak
hal fungsi tersebut mirip dengan fungsi trigonometri dan mempunyai hubungan
dengan hiperbola, seperti halnya fungsi trigonometri dengan lingkaran. Sehingga
fungsi ini disebut fungsi hiperbolik
Jika t bilangan real, maka titik P(cos t, sin t) terletak pada lingakaran satuan x2-t-/=l,
sebab cos 2t+sin 2t= I. Di sini t menyatakan ukuran radian dari sudut AOB.
Analog dengan itu, bila t bilangan real sembarang, maka titik P(cosh t, sinh t) terletak
pada bagian kanan dari hiperbola x2-/=l sebab cosilt-sinh 2t=l. Dalam hal ini t tidak
menyatakan ukuran sudut, melainkan luas dua kali daerah sektor hiperbolik yang

45

dimsir, seperti halnya dalam kasus trigonometri, t menyatakan dua kali luas sektor
lingkaran yang diarsir.

Definisi fungsi hiperbolik


.

ex-e-x

Slllh X

I
sech x = - coshx

ex -e-x
tanhx=---ex +e-x

=---2

ex +e-x
coshx = - - - 2

I
cschx = - sinh x

coth x =

coshx

e'+e-x
= ---sinhx ex-e-x

Grafik fungsi hiperbol ik


y= X/2

y~cosh

\X

y~t,
2.

-2

y=e~f2

y=-e-x/2
-2

-1

=sinh x

Gam bar 23a

ldentitas

fungsi

-2.5

Gambar 23c

Gam bar 23b

hiperbolik

mempunyai

kesamaan

dengan

identitas

fungsi

trigonometri, yaitu:
sinh (-x)=-sinh x

sinh(x+y)=sinh x cosh y+sinh y cosh x

cosh (-x)=cosh x

cosh(x+y)=cosh x cosh y+sinh y cosh x

cosh 2x - sinllx= I

sinh 2x=2sinh x cosh x

I - tanh 2 x=sech 2 x

cosh 2x=cosll x + sinh 2x

4. Fungsi Genap dan Fungsi Ganjil


Fungsi f dikatakan fungsi genap j ika f( -x)=f(x) untuk setiap x dalam daerah asal, dan
fungsi f dikatakan fungsi ganjil jika f(-x)=-f(x) untuk setiap x dalam daerah asal.
Grafik fungsi genap simetris terhadap sumbu y, dan grafik fungsi ganjil simetris
terhaclap titik asal (0,0).

Contoh
Tcntukan apakah

46

a. f(x)=x 3+x

b. f(x)=ixl
c. f(x)=x+cos x
merupakan fungsi genap atau fungsi ganjil
Penyelesaian
1

a. f(x) = x 3 + x <=> f( -x) = (-x) 3 + (-x)


f(x)=x 3+x

<=> f(-x) = -x 3 - x
<=> f(-x) = -(x 3 + x)
<=> f( -x) = -f(x)

-2

Menurut definisi f(x)=x 3+x fungsi ganjil, dan


terlihat dari grafik fungsinya yang simetris terhadap

-1

(0,0)

Gam bar 3.24a

b.Menurut clefinisi ni lai mutlak:


1\x)=jxj

lxl = x,x > 0

= -x,x < 0
Sehingga

f(x) = lxl <=> f( -x) = 1- xl

<=> rc -xJ = 1-IIIxl


<=> f(-x) = lxl = f(x)
Menurut definisi f(x)=lxl fungsi genap, dan terlihat
dari grafik fungsinya yang simetris terhadap sb y

-2

c. f(x) = x +cos x <=> f( -x) = -x +cos( -x)


<=> f(-x) = -x +cosx

f(x)=x+cos x

6
4

<=> f( -x) * -f(x) * f(x)

Menurut definisi f{x)=x+cosx bukan fungsi genap

maupun fungsi ganjil, dan terlihat dari grafik fungsinya


tidak simetris terhadap titik (0,0) maupun sb y

Gam bar 3.24b

-6

-4

-2

2
-4

Gam bar 3.24c

5. Fungsi Eksplisit dan Fungsi Implisit


Fungsi Eksplisit y terhadap x aclalah fungsi dengan aturan y=f(x) yang memasangkan
setiap unsur eli daerah asalnya clengan tepat satu unsur di daerah nilainya
Contoh: y=-i(a2-x 2)

47

Jika F(x,y)=O adalah fungsi dengan peubah x dan y, maka pada aturan F(x,y)=O,
terkandung pengertian y sebagai fungsi dari x, tetapi tidak dapat secma eksplisit
dinyatakan y sebagai fungsi dari x atau x sebagai fungsi dari y. Fungsi yang demikian
dinamakan fungsi implisit.
Contoh
Pada fungsi x5+3xi-2/-2=0 kita tidak dapat menyatakan y eksplisit terhadap x
6. Fungi Parameter
Dari persamaan lingkaran x2+l=c 2 , kita hanya dapat mengetahui bahwa lingkaran
tersebut berpusat di (0,0) dan betjari-jari c. Tetapi kita tidal< tahu bagaimana arah
yang dijalani lengkungannya sehingga dapat membentuk lingkaran, dimana titik awal
dan titik akhir pergerakan lengkungannya. Jika P(x,y) adalah sembarang titik pada
lingkaran dengan jari-jari c, dan 0 adalah sudut antara garis OP dan sumbu x positif,
maka
x =ccos0
,0,; 0,; 2n merupakan fungsi parameter dengan parameter 0 yang
{ y = csin0
memuat informasi mengenai arab pergerakan titik (c,O) yang bergerak berputar satu
kali dan kembali ke titik (c,O)
7. Fungsi yang Terdefinisi Sepotong-sepotong (Piecewise Function)

Yaitu fungsi yang domainnya dibagi dalam beberapa interval, dan untuk tiap interval
dell nisi fungsinya berbeda.
Contoh
15

10

l-x 2 ,x,; I
f(x) = {
4x + 3, x > I

5-

-3

-10
-15

Gambar 3.25

8. Fungsi Periodik

48

Fungsi f dikatakan periodik dengan peri ode p, j ika terdapat p;tO, sedemikian sehingga
f(x+p)=f(x) untuk setiap x dalam daerah asal f.
Contoh
a. Fungsi

f(x)=sin

x, adalah fungsi

periodik dengan

periode 2rr, karena

f(x+2rr)=sin(x+2rr)=sinx. cos2rr +sin 2rr.cosx =sin x


2

b. Karen a sin x =

h-h cos 2x, cos 2 x = h + h cos 2x

dan peri ode dari cos 2x

adalah rr, maka periode dari sin 2 x dan cos 2x juga rr


b. f(x)~sin 2 x, xE[-3rr,3rr]

a. f(x)=sin x, xE(-3rr,3rr]

[\

1\

[\

[\

!\

{\

0
0 4

0.'2

1
-7.5

Gam bar 3.26a

-5

\1
5

7. 5

Gam bar 3.26b

Tampak bahwa bukit dan lembah grafik f(x)=sin x dan f(x)=sin 2 x, berulang setiap 2rr

9. Fungsi Bilangan Bulat Terbesar

Jika x adalah bilangan real, maka terdapat tak hingga banyaknya bilangan bulat yang
lebih kecil atau sama dengan x. Di antma semua bilangan bulat tersebut, tentunya ada
yang terbesar. Fungsi bilangan bulat terbesar dinotasikan dengan [x] atau Lx

J, dan

didefinisikan dengan [x] = n ::> n :> x :> n +I


Contoh
[1 ,5] = I karen a I :> I,5 :> 2 , [- I,5] = -2 , karen a - 2 :> -I ,5 :> -I , [2] = 2
Grafiknya adalah sebagai berikut
b. Fungsi bilangan bulat terkecil

a. Fungsi bilangan bulat terbesar

--

.,

I--

49

Gam bar 3.26a

Gam bar 3.26b

Soul

I. Tunjukkan bahwa:
a. fungsi f(x)=tan x adalah fungsi periodik dengan periode n
b. fungsi f(x)=sin x dan f(x)=cos x adalah fungsi periodik dengan periode 2n
2. Manakah yang merupakan fungsi genap atau fungsi ganjil
c. f(x)=x(x 2+ I)

xz

d. f(x)=-~1-

e.

h(t)

xj

= ltl3

c
k(c) = - ? - c- -1
3. Gambarkan fungsi berikut

g.

3 ,
X< -5
f(x)= x+l, -5:'>x:'>5

Fx,

h.

x 2 , x<O
f(t)= -1 ,0<x<2

-1
1.

x>5

f(t)

x>2
x:'>-1

3x+2

,jx < Jj

7x+2

,x<:J

4. Jendela Norman mempunyai bentuk persegi panjang yang di atasnya berupa setengah
lingkaran. Jika kelilingjendela 30 kaki, nyatakanluasjendela, sebagai fungsi Iebar x.
5. Kotak tanpa tutup di buat dari lembaran papan persegi panjang dengan ukuran I ,2 m
dan 2 m, dengan cara membuang tiap pojok dari papan dengan panjang x m,
kemudian melibat ke atas sisi-sisinya. Nyatakan volume kotak sebagai fungsi dari x.

6. Sebuah perusahaan taksi menarik ongkos dua dollar untuk satu mil pertama (atau
bagiannya), dan 20 sen untuk setiap sepersepuluh mil berikutnya (atau bagiannya).

50

Nyatakan biaya petjalanan C sebagai fungsi jarak tempuh untuk O<x<2, dan
sketsakan grafiknya.
7. Pengelola pabrik mebel menemukan bahwa biaya pembuatan 180 kursi dalam sehari
sebesar $2200 dan 300 kursi sebesar $4800 .. Bila diasumsikan fungsi tersebut linear,
nyatakan biaya sebagai fungsi dari banyaknya kursi yang clihasilkan.
8. Pacta pennukaan latttan, tekanan air sama dengan tekanan udara eli atas air 15 lb/in 2
Di bawah permukaan, tekanan air bertambah sebesar 4,34 lb/in 2 untuk setiap
penurunan I0 kaki.
a. Nyatakan tekanan air sebagai fungsi kedalaman di bawah permukaan air.
b. Pada kedalaman berapa tekanan air I 00 lb/in 2
7. Sebuah bejana bebentuk kerueut lingkaran tegak terbalik dengan jari-jari lingkaran
alas 8 em dan tinggi 20 em. Pada saat tinggi air h emm, tentukan volume air dalam
bejana sebagai fungsi dari h.
8. Volume sebuah kotak berbentuk balok dengan alas persegi adalah I0.000 em 3 Bila
biaya pembuatan bidang alas dan tutup kotak Rp. I00 per em 2 dan bidang sisinya Rp.

' tentukan biaya total pembuatan kotak itu sebagai fungsi Jari panjang
50 per enl",
rusuk alasnya.
9. Di dalam sebuah bola betjari-jari r dibuat tabung lingkaran tegak dengan lingkaran
alas dan lingkaran atas terletak pada permukaan bola. Tentukan volume tabung
sebagai fungsi dari tinggi, kemudian tentukan juga volume tabung sebagai fungsi dari
jari jari lingkaran alasnya.
I0. Pakar biologi telah melakukan penelitian bahwa laju mengerik jangkrik jenis tertentu
terkait dengan suhu dan kaitan tersebut mendekati linear. Seekor jangkrik
menghasilkan 113 kerikan tiap menit pada suhu 70F dan 173 kerikan pacla suhu
80F. Jika suint clinotasikan dengan T clan kerikan dengan N, tentukan persamaan
yang memodelkan suhu sebagai banyaknya kerikan. Kemudian tentukan suhu saat itu
jikajangkrik mengerik sebanyak 150 kerikan.
II. Tarif pemakaian listrik rumah tangga dengan daya 1300 watt adalah seperti tabel
berikut
Banyaknya pemakaian
(kWh)

Biaya/kWh

Biaya ini masih clitambah lagi dengan


tarif dasar listrik (TDL) sebesar Rp

51

x:>20

Rp 385

39.130 dan pajak penerangan jalan

20<x:S40

Rp 445

sebesar 8% dari akumulasi biaya total

x>40

Rp 495

kWh dan TDL

1' entukan

a. Rumus fungsi untuk menentukan biaya pemakaian listrik setiap bulannya.


b. Bila sebuah keluarga pada bulan tertentu memakai listrik sebesar 182 kWh berapa
biaya yang harus clibayar?
12. Gaji tetap seorang cleaning service losmen aclalah Rp 7.500/hari. Selain itu, setiap
mend a pat tambahan gaji Rp I 000/kamar/hari. Penghasilan bersih setelah dipotong
pajak adalah 85% dari total upah perhari.
a. Berapa penghasilan persih setiap petugas cleaning service, bila pacta hari itu ada x
kamar yang disewa?
b. Jika penghasilannya pada suatu hari kurang dari Rp. 15.000, ada berapa kamar
yang disewa?

c. Operasi pada Fungsi


Definisi I

Jika fdan g keduanya fungsi, makajumlahan, selisih, perkalian, dan pembagian f


dang didefinisikan dengan:
a.

(f+g)x=f(x)+g(x)

b.

(f-g)x=f(x)-g(x)

c.

(f.g).x=f(x).g(x)

d.

(f/g)x=f(x)/g(x), g(x);tO

Pada tiap tiap operasi eli alas, domain basil pengoperasian adalah interseksi (irisan)
dari domain f dan domain g, kecuali untuk d, eli mana g(x);eO

Contoh
I. Bila f dan g didefinisikan dengan f(x) = .fi+2 dan g(x) = ~, tentukan

a. (f+g)x

b.

(t~g)x

52

c. (f.g).x
d. (f/g)x
2. Diketahui fungsi yang terdefinisi sepotong-sepotong berikut ini
2
f(x) = l-x ' x<O
- dan g(x) = {-2x,x<l
{X
'X > 0
I - X, X 2 I

Tentukan:
a. (f+g)x
b. (f-g)x
c. (f.g).x
Penyelesaian
I. Menu rut definisi
a.

(f+g)x=f(x)+g(x)=.Jx+2+~

b.

(f-g)x=f(x)-g(x)=.Jx-t-2-~

c.

(f.g)x =f(x).g(x) =.Jx+2 ..Jx-3

d.

(f/g)x=f(x)/g(x)=.Jx-t-2/~, .Jx-3;t0

=.Jx' -x-6

Domain untuk f(x) adalah [-2,<XJ), domain untuk g(x) adalah [3,<XJ), sehingga domain
untuk a sampai c adalah [3,<XJ), sedangkan domain untuk d adalah (3,<XJ), hal ini
d ikarenakan x- 3;t0.
2. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyamakan domain antara f dan g,
menjadi x:S:O, O<x< I, x21 yaitu
?

1-x-,x:::o
f(x)= x

1
X

,O<x<l
,X 21

2x . x::: 0

g(x) = - 2x ,0 < x < I


1-x ,x21

Sehingga
?

1- 2x- X-, X :": 0

a.

f(x)+g(x) = -x

1
I

,0 < x <I
,X 21

53

1+2x-x 2 ,x :0:0

b.

f(x)- g(x) = 3x

,0 < x <I

2x -I

c.

,x :2: I

f(x)g(x) = -2x 2

,0 < x <I

x-x 2

,x<:l

Soal
I. Diberikan fungsi f(x) =

Fx +.);

dan g(x) = Fx-

]-;. Tentukan

a. 6f(x)+ 3g(x) dan domainnya


b. f(x)g(x) dan domainnya
c. f(x)/g(x) dan domainnya
2. Diberikan fungsi f(x) =

1-x,x :0: I
{ 2x -I, x >I

dan g(x) = {

0 , X< 2
-l,x :2:2

Tentukan
a. f(x)+g(x) dan domainnya
b. f(x)-g(x) dan domainnya
c. f(x)g(x) dan domainnya
3. Jika fdan g keduanya fungsi genap, apakah f+g dan fgjuga fungsi genap?
4. Jika fdan g keduanya fungsi ganjil, apakah f+g dan fgjuga fungsi ganjil?
5. Diketahui fungsi f dengan domain bilangan real. Bila g(x)=f(x)+f(-x), tunjukkan
bahwa g(x) adalah fungsi genap.

d. Komposisi Fungsi

Terdapat cara lain untuk mengkombinasikan dua fungsi (selain operasi fungsi
yang sudah dibahas) untuk mendapatkan fungsi yang ban1. Sebagai contoh, misalkan
y=f(u)=u+ I dan u=g(t)=e-1. Karen a y adalah fungsi u dan u fungsi t, maka y
merupakan fungsi dari t, yaitu y=f(u)=f(g(t))=(t2+ I )-I =t2
Langkah

1111

disebut

komposisi,

karena

fungsi

baru

diperoleh

dengan

mengkomposisikan dua fungsi yang sudah ada yaitu f dan g.

54

...

~~.

~ ~~ ~~

Secma umum, diketahui dua fungsi sembarang f dan x, dan dimulai dari bilangan t
dalam domain g dan mencari nilai g(t). Bila nilai g(t) ini berada dalam domain f,
maka dapat dihitung nilai dari f(g(t)). Hasilnya adalah fungsi baru k(t)=f(g(t)) yang
diperoleh clengan cara mensubstitusi g ke dalam f.
Jadi Rg ;;;Dr :::::> (fog)(x) = f(g(x))
Diagram panah untuk fungsi komposisi aclalah sebagai berikut

g(.x)

Gambar 27

Contoh

I
7
x 2 +I
I. Misalkan cliketahui f(x) =- + x- dan g(x) = - - , maka
X
x 4 +I

I
2
x +I
x"+l
(f o g)(x) = f(g(x)) = - + [g(x)] = - 7+ - g(x)
x-+1
x 4 +I
0

2.

)2

1
Bila diketahui H = - -, dan fog= H, mal<a kita dapat menetapkan g(x) = x +I
x+l
1
dan f(x) = _!_ sehingga (f o g)(x) = f(g(x)) = f(x +I)= - - =H.
x
x+l
1
1
Atau dapatjuga f(x) = ~- dan g(x) = x- 2, sehingga f(g(x)) = - x+3
x+l

Soal

I. Tentukan fogo h, jika diketahui


a.

f(x)=-, g(x)=--, h(x)=xx


2x +I

55

b.

x +I
I
?
f(x)=-, g(x)=--, h(x)=xx
2x+ I

2. Tentukan f sehingga fog= F bila diketahui


2

a.

I
g(x)=~.
4

l+x

F(x)= I+\
l+x-

b. g(x)=-x-, F(x)=va-+x3. Bentuklah fog dan gof bila


a.

b.

f(x) =

-X, X$ 0 dan g(x) = {-X ' X< I

{ X 2 'X > 0

I +X, X ?: I

l-2x,x<l
{x 2 x<O
f(x) = {
dan g(x) =
'
I + X ' X ?: I
I - X, X ?: 0

d. Transfonnasi Fungsi

Dengan menerapkan transformasi tertentu pada grafik fungsi yang diketahui, kita
dapat memperoleh grafik fungsi baru yang berkaitan. Hal ini akan memberikan
kemampuan menggambar grafik secara cepat dengan tangan.

Pergeseran Tegak dan Mendatar

Misalkan c>O, maka untuk memperoleh grafik

y=f(x)+c, geser grafik y=f(x) ke atas sejauh c satuan

y=f(x)-c. geser grafik y=f(x) ke atas sejauh c satuan

y=f(x-c), geser grafik y=f(x) ke kanan sejauh c satuan

y=f(x+c), geser grafik y=f(x) ke kiri sejauh c satuan

Percgangan dan Pcnccrminan Tegak dan Mendatar

Misalkan c> I, maka untuk memperoleh grafik

y=cf(x), regangkan grafik y=f(x) secara tegak dengan faktor c

y=(l/c)f(x), mampatkan grafik y=f(x) secara tegak dengan faktor c

y=f(cx), mampatkan grafik y=f(x) secma mendatar dengan faktor c

y=f(x/c), regangkan grafik y=f(x) secara mendatar dengan faktor c

56

y=-f(x), cerminkan grafik y=f(x) terhadap sumbu x

y=f(-x), cerminkan grafik y=f(x) terhadap sumbu y

Contoh

I.Gunakan transfonnasi
g(x)=x 2+ I, h(x)=(x-1

fungsi

untuk menggambarkan grafik fungsi

f(x)=x 2-I,

i, k(x)=(x+ ll

2.Gunakan transfonnasi fungsi untuk menggambarkan grafik fungsi f(x)=(cos x)/2,


g(x)=2 cos x, h(x)=cos x/2, k(x)=cos 2x

Penyelesaian
3

10

6
1

-2

1
-4

-3

Gam bar 3.28a


2

Fungsi f(x)=x -l

diperoleh dari grafik f"tx)=x

-2

-1

Gam bar 3.28b


2

dengan menggeser ke bawah sejauh I satuan

Fungsi ftx)=i+l diperoleh dari grafik f(x)=x 2


dengan menggeser ke atas sejauh I satuan

8
3

2
1

-1

Gam bar 3.28c

-4

-3

Gam bar 3.28d

Fungsi f'\x)=(x-1/ diperoleh dari grafik f(x)=x 2

Fungsi f(x)=x 2-l diperoleh dari grafik f(x)=x 2

dengan menggeser ke kanan sejauh 1 satuan

dengan menggeser ke kiri sejauh I satuan

57

Gam bar 3.28e


Grafik y=(cosx)/2 diperoleh dari grafik y=cosx
dengan memampatkan secara tegak dengan faktor 2

Gam bar 3.28f

y=2cos x

Grafik y=2cosx diperoleh dari grafik y=cosx dengan


meregangkankan secara tegak dengan faktor 2

"

-6

-l

Gambar 3.28g

Grafik y=cos 2x diperoleh dari grafik y=cos x


dengan memampatkan secara mendatar dengan
faktor 2

Gam bar 3.28h


Grafik y=cos (x/2) diperoleh dari gralil< y=cos x
dengan meregangkan secara rnendatar dengan faktor
2

Soal
I. Dengan transformasi gambarkan keempat fungsi berikut:
'
a. y=x--2x-3

b. y=x 2+4x+6

'
c. y=x--4x+6

2. Dari masing-masing grafik berikut tentukan rumus fungsinya, bila fungsi asalnya
adalah f(x)=-x 2

58

e.

Fungsi Invers

Berikut ini diberikan tabel jarak dan waktu pe1jalanan seorang pengendara sepeda
motor
Waktu Gam)

Jarak (km)

60

90

120

170

Suatu ketika pengendara berhent1 dt suatu tempat yang betjarak 120 km dari tempat
keberangkatannya, dan ketika ia melihat jam pengendara tersebut telah betjalan
selama 3 jam. Artinya pengendara tersebut telah menyatakan jarak sebagai fungsi dari
waktu. Fungsi ini disebut sebagai fungsi invers dari f dan ditul is C 1Jika jarak sebagai
fungsi waktu dinyatakan dengan S=f(t), maka waktu sebagai fungsi jarak (invers dari
f) dinyatakan dengan t=f- 1(S), yaitu waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak S

km.

59

Tapi tidak setiap fungsi mempunyai invers. Perhatikan fungsi f: x[Jx 2 dari himpunan
A ke himpunan B yang disajikan dengan himpunan pasangan berurutan {(-2,4),(I, I),( I, I ),(2,4),(3,9)}

Pada contoh pengendara motor, setiap selang I jam, pengendara menempuh jarak
yang berbeda. Sementara pada himpunan pasangan terurut, 4 merupakan kuadrat dari

-2 dan 2. Ini artinya terdapat

x~,

x2 EA dengan x 1;ex 2, tapi f(x 1);ef(xz) Dikatakan

bahwa fungsi pada label kedua tidak mempunyai invers.

Definisi 5.2

Fungsi f disebut fungsi satu-satu jika f tidak pernah mencapai nilai yang sama lebih
dari satu kali, yaitu x 1;e x2 0 f(x 1) ;e f(x 2) atau f(x 1) = f(x 2) 0 x 1= Xz.

Uji Garis Horisontal

Sebuah fungsi bersifat satu-satu jika dan hanya jika tidak terdapat garis horisontal
yang memotong grafik fungsi tersebut lebih dari satu kali.

Contoh

I. Misalkan diketahui f(x)=3x-5, akan ditunjukkan bahwa f(x) fungsi satu satu

dengan menggunakan definisi maupun dengan grafis.


2. Apakah f(x)=x 2 fungsi satu-satu?

Penyelesaian
I. Sesuai definisi misalkan diketahui f(x 1) dan f(x 2) dengan f(x1)= f(xz)

f(x 1 )=f(xz)
3x 1 - 5 = 3x 2 - 5
3xl = 3x2
x1= x2

Karena f(x 1) = f(x 2) mengakibatkan x 1 = xz. maka f(x)=3x-5 merupakan fungsi


satu satu

60

-2

-1

...
2

-2
y=3x-5

Dari grafik di samping bila ditarik


gar is

horisontal

sem barang,

maka

gar is tersebut akan memotong gar is


-6

y=3x-5 hanya di satu titilc

-10

Gam bar 3.29

2. f(x)=x 2 bukan fungsi satu satu, sebab -2

* 2,

tapi f(-2)=f(2)=4. Tidak sesuai

dengan definisi)
Dari grafik fungsi y=x 2, jika ditarik garis sembarang y=c, c>O, pasti akan
memotong grafik fungsi di dua titik. (Tidak sesuai denganuji garis horisontal)

Definisi 5.3

Misalkan f fungsi satu-satu dengan daerah asal A dan daerah nilai B. Maka fungsi
invers dari

t; yaitu C

1
,

mempunyai daerah asal B dan daerah nilai A dan didefinisikan

dengan
f' 1(y)=x

<:::;>

f(x)=y untuk setiap y di B

Contoh

Jika f(l)=4, f(2)=8, f(S)=-1, tentukan f' 1(4), f' 1(8), f' 1(-l)
Penyelesaian

Dari definisi

r 1, diperoleh f- 1(4)=1, f- 1(8)=2, f' 1(-1)=5

Langkah-langkah menentukan fungsi invers dari fungsi satu-satu

I. Tuliskan y=f(x)

2. Selesaikan persamaan y=f(x) sehingga x dinyatakan dalam y


3. Untuk menyatakan f

-I

sebagai fungsi dari x, tukarkan x dan y. Persamaan yang

dihasilkan adalah y=f- 1(x)


Contoh

Tentukan invers dari fungsi y=x 2, x<:O, dan gambarkan grafik y=f(x) dan y=f 1(x)
dalam sistem koordinat yang sama.
Penyelesaian

61

Menurut uji garis horisontal, fungsi y=x 2

bukanlah fungsi satu-satu. Tapi dengan


dibatasinya domain

x~O,

maka fungsi

y=x menjadi fungsi satu-satu. Sehingga


mempunyai invers
Gambar 3.30

Soal

Tentukan apakah fungsi berikut satu satu . .lika ya tentukan inversnya.


I. f(x)=7x-4

2. f(x)=x 3
3. f(x)=x 3-I
4. f(x)=l-x 2
5. f(x)= I+ 3x 2
6. f(x)=(x+li+2
7. f(x)=x 2-3x+2

8. f(x)=x+2
x+l
9.

I
f(x) =-x 3 +I

I
10. f(x) = x +X

62

TUJUAN INSTRUKSIONAL
Umum

Setelah menyelesaikan mata kuliah ini (pada akhir semester I), mahasiswa
mempunyai pemahaman konseptual yang benar tentang topik-topik utama
dalam Kalkulus (limit, kekontinuan, diferensial, integral) beserta teorema dan
sifat-sifat serata teknik-teknik penting didalamnya.

Khusus

Setelah mengikuti kuliah ini (pada ald1ir pertemuan ke 10), mahasiswa akan
dapat menjelaskan konsep yang tepat tentang limit dan kekontinuan suatu
fungsi, serta hubungan limit dan kekontinuan.

62

4. LIMIT DAN KEKONTINUAN FUNGSI


Limit fungsi di suatu titik dan di tak hingga merupakan konsep dasar materi kalkulus.
Turunan dan integral yang merupakan materi inti kalkulus, dibangun dengan konsep
limit. Untuk memahami konsep limit, dibutuhkan pengertian tentang harga mutlak
sebagai jarak antma dua titik, dan pertidaksamaan sebagai ukuran kedekatan.

4.1. Konsep Limit Fungsi


Bila kita mempunyai suatu fungsi yang peubah bebasnya menuju suatu titik tertentu di
sumbu x, (miinya jarak antara peubah be bas dan titik tertentu terse but semakin lama
semakin mengecil tapi tidak harus sama dengan no!), apakah peubah tak bebasnya
juga menuju suatu nilai tertentu di sumbu y. Atau, bagaimana perilaku peubah tak
be bas jika peubah bebasnya membesar sampai tak hingga?
Untuk memahami konsep limit ini, perhatikan contoh berikut:

Masalah garis singgung


Misalnya diketahui grafik y=f(x), dan
akan ditentukan gradien garis singgung di
titik P(c, f(c)).

y=fi )

Permasalahannya

adalah

untuk

gans

I
I

menentukan

kemiringan

suatu

diperlukan paling sedikit dua titik.

Gam bar 4.1

EJ

Karena yang diketahui hanya titik P(c,f(c)), maka untuk pertolongan ditetapkan satu
titik, misalnya Q(x,f(x)), x;tc. Kemiringan garis PQ (mrQ) ditentukan dengan rumus:
mpq

f(x) -f(c)
X-C

Perhatikanlah dari grafik y=f(x), bahwa jika x semakin dekat ke c, maka tali busur PQ
berubah menjadi garis yang menyinggung kurva y=f(x) di titik P, yang disebut garis
singgung di titik P. Artinya ketika x semakin dekat ke c, gradien tali busur PQ
menjadi gradien garis singgung di titik P
Bila mpQ adalah gradien garis PQ, maka gradien garis singgung di titik P dinotasikan
dengan mr, dan dirumuskan dengan

63

Ide Limit

Apa artinya bahwa suatu fungsi f mempunyai limit L ketika x mendekati satu titik c?.
Suatu fungsi f mempunyai limit L ketika x mendekati satu nilai tertentu c, ditulis
dengan notasi lim f(x) = L, mempunyai pengertian sebagai berikut:
x->c

"untuk setiap x yang cukup dekat dengan c tapi x;tc, nilai f(x) dapat dibuat sedekat
mungkin dengan L"
Perhatikan grafik berikut
y f(x)
y=f(x)

L --------------

----------

x Gb 4.3a

Gb 4.3b

Dari Gam bar 4.3a, fterdefinisi di c. Untuk nilai x yang semakin dekat dengan c, nilai
f(x) juga semakin dekat dengan L. Bagaimana jika f tidak terdefinisi di c?. Dari
Gambar 4.3b terlihat, bahwa meskipun f tidak terdefinisi di c, nilai f(x) tetap saja
semakin dekat dengan L.

a. Pendekatan Limit Secara Numerik


Contoh

Misalkan f(x)=x 2, dan c=3. Perhitungan secara numerik untuk lim x 2 menghasilkan
X--73

label sebagai berikut


X

2
2.5
2.7
2.8
2.9
2.99
2.999
2.9999

f(x)=x2
4
6.25
7.29
7.84
8.41
8.9401
8.994001
8.9994

f(x)=x2
16
12.25
10.89
10.24
9.61
9.0601
9.006001
9.0006

4
3.5
3.3
3.2
3.1
3.01
3.001
3.0001

Dari tabel tampak bahwa, bila x dibuat


sedekat mungkin dengan 3, baik sebelum
maupun sesudah 3, nilai f(x) semakin
de kat dengan 9.
2

Berarti lim x = 9
X--73

Contoh
2

4
Perhitungan numerik untuk lim _x_-_ dihasilkan tabel sebagai berikut
X--72

-2

65

f(x)-(xA 2-4 )/(x-2) f(x)-(xA 2-4 )/(x-2)

1
1.5
1.7
1.8
1.9
1.99
1.999
1.9999

Terlihat dari tabel

3
2.25
2.89
3.24
3.61
3.9601
3.996001
3.99960001

2
4
lim x x->2 x-2

3
2.5
2.3
2.2
2.1
2.01
2.001
2.0001

5
6.25
5.29
4.84
4.41
4.0401
4.004001
4.00040001

Untuk x dekat dengan 2, tapi x;t2

kita dapat menyederhanakan

x 2 -4

x-2

=x + 2 .

Sehingga mudah untuk dipahami bahwa untuk x yang semakin dekat dengan 2, f(x)
akan dekat dengan 2+2=4

b. Pendekatan Limit Secara Grafik


Beberapa contoh berikut ini akan menggunakan grafik untuk menemukan limit suatu
fungsi.
Contoh
Gambarkan grafik fungsi f(x)

3x + 1,

X;t2

x=2'

={ "

dan gunakan grafik itu untuk

mencari lim f(x)


X--72

Penyelesaian
Dari grafik untuk x mendekati 2, nilai

lf --------- +

f(x) mendekati 7. Pada kenyataannya,


secma numerik,

dengan memilih x

sedekat mungkin dengan 2, nilai f(x)


juga akan sedekat mungkin dengan 7.

--.2-

Terlihat
lim f(x)
Gam bar

bahwa

f(2)=3,

tapi

=7

X--72

Dari contoh dan pemahaman limit di atas, dapat disimpulkan prinsip penting tentang
limit, yaitu:

66

Limit L dari suatu fungsi y=f(x) ketika x mendekati suatu titik c tidak
bergantung pada nilai f di c.

Contoh

Gunakan garfik untuk menemukan nilai, bila f(x)

= { - I'

<0

I ' X> 0

Penyelesaian

Dari grafik ketika x mendekati 0 dan


o.s
-z

-3

-l

negatif nilai f sama dengan -I, sedangkan


ketika x mendekati 0 dan positif nilai f

sama

-0.5

dengan

I.

Karena

untuk

mendekati 0 dihasilkan dua nilai f yang


berbeda, malca lim f ( x) tidak ada.

Gam bar 4.5

x->0

Tiga contoh grafik fungsi berilmt, mungkin dapat lebih membantu pemahaman
tentang limit.

f(a) ----

Gb 4.6a

Gb 4.6b

lim f(x) = f(a)


x ->a

lim f(x) = L" f(a)


x ->a

Gam bar
lim f(x)=L,tapi 1\a)
x-7a

tak terdefinisi

Contoh

Dengan menggunakan grafik tunjukkan, bahwa:


a.

lim k

= k , dengan k sembarang bilangan real

X->C

b.

lim x = c
x->c

67

Penyelesaian
y

~x

C------
I

y~k

i
-c~

Gam bar

Gam bar

Fungsi f(x)~k adalah fungsi konstan, dengan


grafiknya berupa garis mendatar. Untuk setiap
titik c sembarang, bila x dekat dengan c, nilai f
sama dengan k, sehingga

Grafik fungsi f(x)~x berupa garis lurus yang


membentuk sudut 45 derajat dengan sumbu x.
Untuk titik c sembarang, bila x mendekati c,
nilai f juga sama dengan c, sehingga

li1n k = k

lim x = c

X-}C

X-->C

4.2. Sifat-sifat Limit Fungsi


Andaikan k suatu konstanta serta limit lim f(x) dan lim g(x) ada, rnaka:
x->a

x-->a

I. Limit Jumlah

lim(f(x)+g(x))= lim f(x)+ lim g(x)


x ->a

x ->a

x -+a

2. Limit Selisih
lim (f(x)- g(x)) = lim f(x)- lim g(x)
x-->a

x-->a

3. Untuk setiap bilangan real k,


lim (kf(x)) = k lim f(x)
x--+a

x--+a

4. Limit Pembagian
. f(x)
lim f(x)
hm - - = x-->a
, lim g(x)
x-->a g(x)
lim g(x) x-->a

oft

x--+a

5. Limit dari [f(x)]"


0
0

Jika n adalah bilangan bulat positif: lim (f(x)) = (lim f(x))


x->a

6.

x--+a

Limit dari ~f(x)


Jika n22 dan n bilangan bulat:

lim ~f(x) = n lim f(x)


x--+a

x--+a

68

7. Untuk setiap fungsi polinomial P(x) = a 11 x 11 + a 11 _ 1xn-l + ... + a 1x + a 0


lim P(x) = P(a)
x->a

8. Teorema Apit
Jika f(x):=;g(x):o;h(x) untuk setiap x dalam interval buka yang memuat c (kecuali
mungkin di c sendiri), dan lim f(x) = lim h(x) = L maka lim g(x) = L
x->a

x->a

Contoh
Dengan menggunakan sifat-sifat limit, tentukan nilai

.
b. l UTI

a. lim 2(x+4)

-9

x->3 x-3

x->3

_ I ___l

d. li1n x+h x
h->0
h

Penyelesaian
a. Dengan menggunakan rum us limit konstanta dan limit x, serta sifat limit jumlah:
lim 2(x + 4) = lim (2x + 8)
x->3

x->3

= lim 2x + lim 8
x---+3

x->3

=2 lim x + lim 8 = 2 (3) + 8 = 14


x->3

x->3

b. Jawaban soal b tidak bisa menggunakan sifat limit pembagian, karena akan
dihasilkan bentuk tak tentu 0/0
Karena

x-->3,

berarti

x-3;t0,

sehingga

2
2
9
x -9 = (x-3)(x+3) =x+ .
3 J adl. l'UTI X x-3
x-3
x->3 X- 3
c. Jawaban soal c, analog dengan b, karena lim
.H

akibatnya

= l'1111 X + 3 = 6
x->3

x' -4
3-j;';5

lim(x
x~l

4)

lim(3-.Jx 2 +5)

0
0

x-~2

(bentuk tak tentu).


2

. (x' -4X3+.Jx' +5)


. x -4 = hm
. ( x -4 )(3+.Jx +5J = 11m
hm
2
2
2
2
2
2
3- .J x + 5
3- .J x + 5 3 + .J x + 5
x~'
9- (x + 5)
x->

x->

69

(x -4)(3+)x 2 +5)

IllTI-'----'--'--:;----'----'2

-(x -4)

.<->2

-lim(3+) x 2 +5) = -6
x->2

d. Karena hDO, berarti h#O, sehingga dapat dilakukan operasi pembagian h/h=l . Jadi

lim~--;;: = lim x - (x +h)


ho

h->O

xh(x +h)

h
lim--,,..., xh(x+h)

I
lim--"~' x(x +h)

x'

Latihan
Tentukan nilai dari limit berikut
a.

lim
t->2

b.

t~t 3 - 4
f.
4

lim

I ___ L
(x+h)'
x'

h->0

lim (2x -8x +4x-5)


X->1/2

g.

c.
d.

lim

x-+-1

2x 3 +5x

2-~x 2 +3
1- x 2

h. Tunjukkan

x-+-2 3x-2

. Fx -J2
Il m - - X->2 x-2

bahwa lim x sin _I_ = 0


x-.+0
!.

e.

lim

. .Jx+h-Fx
Il m - - - - h-.+0
h

Jika

I::;f(x)::;x 2+ 2x+ 2

untuk

setiap x, tentukan lim f(x)


x-+-1

4.3. Limit Fungsi


Definisi
Jika sebuah fungsi yang terdefinisi pada suatu selang buka yang memuat a, kecuali di
a sendiri. Maka kita katakan bahwa limit f(x) untuk x mendekati a adalah L, dan
ditulis

lim f(x) = L
x-+a

Jika untuk setiap bilangan 8 > 0 terdapat 8>0 sedemikian sehingga lf(x)-LI<E bila
lx-al<o

Misalkan diketahui suatu fungsi f(x) =

2x -I, x ;e 3
{6

X=

70

Nilai f\x)

berada di sin1

51-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_--.d"':
-E

Gambar 4.8

Contoh:
Buktikan bahwa
a.

lim(4x-5)=7

d.

X->3

b.

.
IIm

X->-5
X

x->3

c.

lim (4- 3; ) = 7

+X

-12

x-3

=7

lim (x 2 -I)= 3
X->-2

e.

lim
X ---+0+

f.

.JX = 0

lim x 2

=9

x->3

Penyelesaian

a. Analisa
Akan dibuktikan bahwa untuk sembarang bilangan positif kecil

1:,

I(4x-5)-71<E

bila lx-31<8.
Padahal l(4x-5)-71=14x-121=14(x-3)1=41x-3l, dan diinginkan 1(4x-5)-71<E
Karena diketahui lx-31<8, maka 1(4x-5)-71<48, sehingga kita dapat memilih
8=8/4
Bukti
Diberikan sembarang E>O, pilih 8=814, sehingga bila lx-31<8., maim
I(4x-5)-71=14x-121=14(x-3)1=41x-31<48=E
Karena l(4x-5)-7I<E bila lx-31<8, jadi terbukti lim (4x- 5) = 7
x->3

71

b. Analisa
Akan dibuktikan bahwa untuk sembarang bilangan positif kecil 8,
x 2 +x-12
X -3

7 <Ebila lx-31<8.

x 2 +x-12-7(x-3) _ x 2 -6x+9 _ (x-3)2


. Karena lx-31<8,
x-3
x-3
x-3

Pad aha!
2

maka x +x-12-7(x-3)
x-3

lx- 31 <E, Sehingga dapat dipiJih 8=8

Bukti

Diberikan sembarang 8>0, pilih 8=8, sehingga bila lx-31<8, maka


2

x +x-12-7(x-3) = x -6x+9 = (x-3)


x-3
x-3
x-3

=lx-JI<O=E

2
12 -7 <E bila lx-31<8, maka terbukti lim x 2 + x -] 2
Karena x + x x-3
x~3
x-3

c. Analisa

Akan dibuktikan bahwa untuk sembarang bilangan positif kecil 8, l(x2 -1)-31<8
bila lx-(-2)1<8
Padahall(x 2-1)-31=1x 2-41=1(x-2)(x+2)1= lx-211x+21
Menurut definisi, xD-2 berarti bahwa x mendekati -2 sedekat mungkin, tanpa
harus sama dengan 2. Sehingga masuk aka! jika jarak an tara x dan -2 kurang
dari I, yaitu 8::::1. Jadi lx-(-2)1<8:0::1
Sementara lx-21=1x+2-4l, sehingga l(x 2-1)-31=1x+211x-21
=lx+2llx+2-41
:O::Ix+21(1x+ 21+4)
<8(8+4)
=8 2+48
<58=8
Bul,ti

Diberikan sembarang 8>0, pilih 8:0::min { 1,s/5}, sehingga jika lx-( -2)1<8, maka
l(x 2-1 )-31=1x 2-41=1(x-2)(x+2)1= lx-211x+ 2l=lx+2llx+2-41
:O::Ix+ 21(1x+ 21+4)
72

<o(o+4)
=0 2+4 <5o=s
Penyelesaian contoh d,e dan f silakan diusahakan dibuktikan sendiri.

Definisi (Limit Kiri)


lim f(x) = L jika V s > 03 o >0

3,

a-o<x<aDif(x)-L l<s

3,

a<x<a+oCJif(x)-L l<s

x->11-

Definisi (Limit Kanan)


lim f(x) = L jika V s > 03 o >0

x-1-a

Teorema
Jim f(x) = L => lim lf(xJI = L

I.

X-7C

X->C

Iimlf(xJI = 0 => lim f(x) = 0

2.

X --+C

X -+C

Teorema
lim f(x) = L <::::> lim f(x) =lim f(x) = L
x-Joa

x_,.a-+

:.:->a-

Contoh
Tentukan nilai dari limB
x->0 X

Penyelesaian.

20
-x,x < 0

II {

Menurut definisi x =

X, X

lim B = lim.!: = I , sedangkan limB= lim -x =-I. Karena


X--l-0+

X--J-0

x-40- X

x->0

limB tidak ada.


X--)0

73

0.

-2

-1

2
-0.
Gb 4.9

Contoh:

JI.1<a f()-{x'-2x+2,x<l
X , tentukan nilai dari lim f(x)
X-l-]
3-x
,x2:1

Penyelesaian.

lim f(x) = lim(x'- 2x + 2) =I, lim f(x) = lim(3- x) = 2

x->1-

X-J-1+

X-J.]

Karena lim f(x)


X->]+

,c

x~!

lim f(x), maim limf(x) tidak ada.


X->]-

X->]

2
-0.5

1.5

0.5

Gam bar 4.10

Latihan

I. Dari grafik berikut ini, tentukan apakah lim f(x) ada


x-+c

b.

a.
2.l

15
1.5

10

~/

I'

-y~
-5

0.5
~

-I

-10

74

c.

d.

25

20

-6 -4

-2

2. Tentukan limit berikut ini , jika ada:

a.

-9
l nn
x->3- x-3

f.

-1
x->1. lx-11

b.

lx-51
lim - x->5. x -5

g.

.
2x 2 -3x
hm
x->1,5 l2x-3l

c.

~2xl]

lim

x->2/3-

d.

lim.

x->2

e.

lim.

x->2

l1.

~lxl- x

.
l 1m

..Jx -x2

c
x->3- 1--vx

. ..}6-x -2

hm~=~

].

~~xl]- x

l1 1 1 1 - -

x->2 ..}3-x -I

3. Adakah bilangan a sedemikian sehingga

. 3x 2 +ax+ a+ 3
ada? Jika ada
l1m
2
X->-2
X +x-2

tentukan nilai a dan limitnya.


4.

Tentukan limit kiri dan limit kanan dari fungsi berikut ini di titik c yang
ditentukan, kemudian tentukan apakah limit fungsi di titik tersebut ada.

a.

f(x)

= { 2x,
I ,

*0,

X=

3x -I, x <I

c =0

d.

f(x) = 2

2x

b.

f(x)=jx:_-:, u3,
6

X=

C=3

e.

3x -I, x <I

c.

f(x) = 4

2x

, x =I,
, x >I

f(x)

, x =I,
, x >I

~
ul
x-I '
0

3x-1,

c=l

f.

c =I

X=

c=l

I
x<1

f(x) = tak terdefinisi, x = 1, c = 1


2x

x >1

75

-)15- 5x,
5. Diketahui fungsi f(x)

= Fs

X=2
2 <X <3

x-2

x<:3

c.

X--+2-

b.

d.

lim f(x)

lim f(x)

e.

lim f(x)

b.

jika x bilangan bulat

0,

j ika x bukan bilangan bulat

lim f(x)

X--+2

X->Y,

lim f(x)
X--+3

={

lim f(x)
X->2

x->3-

Diketahui fungsi f(x)

a.

lim f(x)
X->3'

X--+2'

6.

, tentukan

)9-x 2

lim f(x)

a.

X<2

c.

, tentukan

lim f(x)

d.

x-+3

lim f(x)
X->0

7. Tentukan
a.

b.

lim(/x-3/+-/
x

x--+1

x-1 1

J~J/x -3/ + /x ~ I/J

4.4. Limit Fungsi Trigonometri


Lingkaran L di samping be1jari-jari I satuan
OC=OB dengan CD-lAB, dan x=L:(OA,OB)=
L:AOB, O<x<n/2. Sehingga CD=sin x dan
AB=tan x. Dari gambar disamping dapat
disusun pertidaksamaan:
Luas LlOCD<Luas juring OCB<Luas LlOAB
0,5. sin x <(x/2n).n< 0.5. tan x
cos x<( sin x /x)< I

Gb 4.11

Dari luas LlOCD<luas juring OCB diperoleh sin x<x, O<X<n/2. Dari sini diperoleh
O<sin x<x. Bila pertidaksamaan ini dikuadratkan, dikalikan dengan 2, kemudian
menggunakan rumus trigonometri, diperoleh pe1iidaksamaan baru cos x>l-x 2/2. Jadi
kita sudah mempunyai pertidaksamaan:
l-x 2/<cos x<( sin x /x)< I, O<x<n/2

76

Dengan menggunakan teorema apit diperoleh lim


X-70

5111

x =1
X

Dari hasil ini diperoleh rumus limit fungsi trigonometri


a.
b.

lim cos x = 1
X-70

c.

lim sin x = 0
x->0

d.

limtanx=O
X-70

r1m --=1
x

X-70Sin X

tan x

e.

lim
X-70

f.

X
lim
=I
x-70 tan x

=I

Contoh
Hitunglah limit fungsi trigonometri berikut ini:
I.

2.

.
I1m

cosx

H~ (x-~)
. 1 +COS X
IIm - - X--711:
sinx

3.

.
tan x
Ill11 --=-X--'>Ox2 -3x

4.

lim (1- cos x) sin_!_


x->0
X

Penyelesaian
I.

2.

.
hm

cosx

H~ (x- ~)

.
sin(~- x)
= hm =
X-'>~ (~- x)

.
hm

sin(~ -x)

x-~--'>0 (~-x)

-1

2
. l+cosx
. l+cos(2.}ix)
. 1+(2cos (}ix)-1)
= 11m
= hm ---,--,---'-"'-:--,-l1m
x--'>n sinx
x->n sin(2.}ix)
x->n 2sin}ixcos}ix
.

cos(}i2 x)
x->n sin(}i x)

= hm
3.

.
tan x
.
tan x
. tan x . ___
= 11m - - 11m
11 111 ----::-- = 1UTI
2
X->0x -3X X-70X(x-3) X-70 X X->O(X-3)

4.

lim (1-cosx)sin_!_ = 0
X-70
X

Soal
Tentukan limit berikut
xtan3x
.
l1m ---,---X--'>7< sin(2x 2 )
2

. cotx
l1m--

X-7.3.X-~
l

77

. tan(x- fx- 2)
I1111

x--+4

x-4

. sin(x- I)
I1111 ?

x--+lx--x-2

4.5. Limit Tak Hingga


Definisi (Limit Tak Hingga)

Misalkan f sebuah fungsi yang terdefinisi pada selang buka yang memuat a, kecuali
mungkin pada a sendiri, maka lim f(x) = oo, berarti bahwa
X-><J

V M>O 3 o>O

O<lx-aJ<o Dlf(x)>M

Misalkan f sebuah fungsi yang terdefinisi pada selang buka yang memuat a, kecuali
mungkin pada a sendiri, maim lim f(x)
x->a

V N<O 3 o>O

= -oo, berarti bahwa

O<lx-aJ<o Df(x)<N
y

~C:::...._J.,t.,l.~j___ _~,
~-iS

~rH)

Gb 4.12b

Gb 4.12a

Contoh

Tentukan
.

a. I UTI

Fx+2
X-

.r-7r

.
b IUTI

x-42 ...

-Fx-x
X-

Penyelesaian

lim ..J x + 2
"x:::!.->=...2-_ _ _ :::;

lim x- 2

x->2-

.
b. IUTI
X-42+

-Fx-x
X-

~
0

:::;

00

.fi -2 =00
0

78

a. Limit di Tak Hingga

+ Misalkan fungsi f terdefinisi pada (a,oo). Limit fungsi f untuk menbesar tanpa
batas adalah L ditulis lim f(x)=L jika \is> 03m > 0 3 x > m => /f(x)- L/ < s
.t-Hf.)

+ Misalkan fungsi f terdefinisi pada (-oo,c). Limit fungsi f untuk mengecil tanpa
batas adalah L ditulis lim f(x)=L jika \is> 03n > 0 3 x < n => Jf(x)- L/ < s
x-->-rr.l

----

-----------------------~--------~----------------

)!

f(x)

y (x)
X

111

Gb 4.13a

-cof-x

X---700

Gb 4.!3b

Contoh

Tentukanlah
.

a. lr111

x-o~

x2

- 2x
,
2x- +I

. X 3 - 2 X 2 +I
b. I1111 ----;:--x->-~ 2x 3 + 3x

Penyelesaian:
'_
x'(l-21)
l-lil112/
a. limx , 2x =lim
lx =
,_,~lx =
x-~ 2x +I <->~ x' (2 + 11 2 ) 2 +lim 11 2 2
Ix
Ix
x--J.Q)

3
2
x 3 (1-2/ + 11,)
.
. x-2x+l
lx /x
. 1111
= 11111 --,----;;--';-''--bl
?->-~ 2x 3 + 3x
.H-~ x 3 (2 + 3/,)

/x-

b. Limit Tak Hingga di Tak Hingga

Limit tak hingga di tak hingga adalah kasus di mana f(x)-+ oo bila x-+ oo
Definisi:

+ lim f(x) = oo jika VM > 03111 > 0 3 x > 111 => f(x) > M
X--J.o:l

79

limf(x)
X~~

= -CJJ jika liN> 03n > 0 3 x > n => f(x) < N


= CJJ jika liM> 03m > 0 3 x < m => f(x) > M

lim f(x)

x->-w

+ lim f(x) = -CJJ jika \iN < 03m > 0 3 x < m => f(x) < N
X-)-<>')

Contoh
Tentukan
a.

b.

1-Fx

lim
cos x
x->oo 2x + x2
lim (x-I) tan I_
X->oo

c.

2x+3

--;=~~=

lim

x->oo~x2-x-2

Penyelesaian
a.

Untuk berapapun x, nilai Jcos xJ<l

.
1-Fx cos x < 1------'----,--1
1-Fx
Sehmgga
7
2x+x2x+x 2

r1111

1.
1-Fx
.
= 0 , sehmgga
1m
cos x = 0
2

1-Fx

x->oo 2x + x-

x->oo 2x +X

Menurut teorema lim


x->oo

b.

lim (x-I) tan


x->oo

1
X

If(x )I = 0 =>

lim __x_- lim


I

X ---tOO

tan~1 =
X

1-Fx

x--+co2x+x 2

cos x

=0

tan~

lim __x~ - - lim tan I_ = I


I
x->oo
X
-->0 ~
I

c.

lim

tan~

X --700

x--+c:o

f(x) = 0 . Jadi

lim (x tan I_- tan I_)

x---tco

lim

Jawaban c silakan diselesaikan sendiri.


y

y f(x)
X

Gb 4.14a

Gb 4.14b

80

lim f(x) = -oo dan lim f(x) = oo

lim f(x) = oo dan lim f(x) = -oo

X-+-00

X --?-00

c. Bentuk-Bentuk Tak Tentu Limit Fungsi

Perhatikan limit fungsi trigonometri lim sm x , dimana limit pembilang dan limit
X->0 X
penyebutnya nol. Bentuk demikian disebut bentuk tak tentu. Bentuk-bentuk tak tentu
yang lain adalah

00

,oo-oo,O.oo,0,oo 0 ,1~. Bentuk talc tentu yang akan dibahas di sini

00

adalah

2.,
0

00

,oo -oo,O.oo. Bentuk tak tentu yang lain akan dibahas setelah pembahasan

00

fungsi berpangkat fungsi dan logaritma natural.

Contoh

x-.Jx-2
Tentukan: a. lim _ _:__ _
x-+4 x-4

C.

x->w

x-.Jx -2
b. Ii m _:_:___:__:_:___:_
x-+oo

.
. I
I1mX.Sll1X

d. lim(fx=l-

x-4

X->O'J

.Jx)

Penyelesaian

. (h-2)(h+l) 3
. x-.Jx-2
a. Iun
= 11m
=x-+4 x-4
x->4(h -2)(h +2) 4
b. lim x- .Jx- 2 = lim (.Jx- 2)( .Jx +I) = lim .Jx + 1
x-.+oo x-4
X->oo(../x -2)(h +2) x-+ooh +2

.
1
.
sin
sin
.
sin t
c. lim x.sin- = Inn ------;;- = 11111 ------;;- = 11m . - - = 1
x4co

d.

x-+co

/x

Y,:-+co

lx

t-Ho

lim(~-fx)= x-.+oo
lim(~-.Jx)~+~
-vx-1 +.YX

x-.+oo

r./-l-x')

=lim
x->oo\ x-1 +.YX

81

4.6. Kekontinuan Fungsi


a. Kekontinuan Fungsi di Suatu Titik
Pernah dijumpai suatu fungsi dimana lim f(x) ada dan sama dengan f(c), tapi
X->C

kadang-kadang lim f(x) ada seclangkan pacla kenyataannya f(c) tidak ada (tak
X-+C

terclefinisi).

Bagaimana hubungan antara

lim f(x) dan f(c)?.

Berbagai

x->c

kemungkinan hubungan itu dijelaskan oleh grafik berikut:

Gam bar
lim f(x)
x->c+

lim f(x)
x---tc-

Gam bar
lim f(x)
x-+c+

f(c)

lim

x~c-

f(x)

'I'

Gb 4.15c
lim
X->C+

f(x)

lim

f(c)

Gam bar
lim f(x)
x->c+

f(x), f(c)

X-+C-

lim
X-+C+

f(x)

'I'

'~'

lim

lim f(x)
x-+c-

'I'

f(c)

f(x), f(c) tak terdefinisi

X-+C-

Gb4.15e

82

Definisi
Misalkan y=f(x) adalah fungsi yang terdefinisi pada interval buka yang memuat c.
Jika
I.

lim f(x) ada.


X--7C

2. Nilai f(x) untuk x=a ada, atau f(c) ada


3.

lim f(x) = f(c).


X--7C

maim dikatakan fungsi itu kontinu di x=c


Jika salah satu dari ketiga syarat tersebut tidak dipenuhi, maim dikatakan fungsi
itu diskontinu di x=a
Sebagai

contoh

fungsi

f(x)=3x 3-5x+4

lim f(x) = lim (3x 2 - 5x + 4) = 2


x->1

kontinu

di

x=l,

karena
2

dan

f(1)=2.

Sedangkan

x--+1

f(x) = x + 2
x-2

diskontinu di x=2, karena f(2) tak terdefinisi.

Definisi Formal
Fungsi f dikatakan kontinu di titik c di daerah asalnyajika 'if s>O 3 8>03
lx-cl<lilJif~x)-f( c ll<s

Contoh
Tentukan kontunuitas fungsi berikut di x=3
I.

f(x) = lx: --39 jika x ""3


jika x = 3

6
2.

di x=3

f(x)={x2 +ljikax.=O
2
jika x = 0

dix=O

Penyelesaian
1.- lim f(x) = lim
X--73

x 2 -9

X->3 X-

=6

- f(3)=6

- lim f(x) =f(3)

x->3

Jadi f(x) kontinu di x=3

-2

Gb 4.16a

83

2.- lim f(x) = lim (x 2 + 1) = 1


x--+0

x--+0

- f(0)=2
- lim f(x)
X--+0

* f(O)

Jadi f(x) diskontinu di x=O

_,

_,

_,

'
Gambar 4.16b

Definisi

Sebuah fungsi f kontinu dari kanan pada sebuah bilangan a, jika lin: f(x) = f(a)
X -loll

dan kontinu dari kiri pada a, jika lim f(x) = f(a)


x->a

Contoh.

x 2 +2x-8
2
Selidikilah apakah fungsi f ( x) =
x_2 ' x
kontinu di x=2?
2
, x=2
Penyelesaian

1.

2
+?x
8
limf(x)=lim-x__
-_-_
x--)-2
x~2
X- 2

lim (x-2)(x-4) =-2


X42
X -2

2. f(2)=2

3.

limf(x) 7o f(2)
X-)2

-2

Gam bar 4.17

x' +2x-8

Sehungga f(x) =

x_2

' x

* 2 diskontinu di x=2.

, x=2

84

Sifat-sifat kekontinuan fungsi di satu titilc

+ Jika f dang kontinu di c, mal<a f+g, f-g dan f.gjuga kontinu di c


+ Jika f dang kontinu di c dengan g(c)7'0, maka f/gjuga kontinu di c
+ Jika f kontinu di g(c) dang kontinu di c, maim fungsi komposisi f(g(x))
juga kontinu di c.
Sebagai contoh perhatikan fungsi h(x) = ~3x 2 + 5, yang kontinu untuk semua
x2:0.
Fungsi h dapat dinyatakan dengan h =fog, dengan f(x)

=-[;.

yang kontinu

untuk
setiap x2:0 dan g(x) = 3x 2 + 5 .yang kontinu untuk setiap x. Karena g(x)>O untuk
setiap x, malca h =fog=

~3x 2

+ 5 juga kontinuuntuk setiap x


2

Contoh lain, perhatikan fungsi h(x) =

Jx-I . Fungsi h dapat dinyatakan sebagai


X

komposisi h =fog dengan f(x)

=-[;.

yang kontinu untuk x2:0, dan g(x) = _x_


X- I

yang kontinu untuk x;tL Karena g(x)2:0 untuk x> I, maim h juga kontinu untuk
x>L

Latihan
I Tentukan apakah fungsi berikut kontinu di titik yang ditentukan. Kemudian
gambarkan pula graflk fungsinya.

a.

f(x)=/x-5/. c=5

3x -I, x <I

b.

f(x) = 4

2x

, x =I ,

c=I

, x >I

4-3x 2 , x < 0
c.

f(x) = 4

, x=0

, c=O

85

.J4 +X

d.

, X$

f(x)= ~x2_ 16
x-4

4
c=4

,x>4

2 Untuk fungsi-fungsi di bawah ini tentukan f(c) sehingga merupakan fungsi yang
kontinu di c
2

a.

f(x) = x - ,
x-2

c=2

b.

f(x) =

c.

f(x) = x + x -! 2 , c=3
x-3

d.

f(x)={x2+5x, x<-1, c=-1


x-3
, x>-1

, x >I

2x

{ l+x, x<l

, c=l

3 Tentukan daerah sehingga fungsi berikut kontinu

a.

f(x)

x2
=-:::--

-4

b.

f(x)=x-2

c.

f(x)=~x2+1
2-x

d.

f(x)

=~

4
X

-1

4 Diketahui fungsi f ( x)

a.

.JIS-3x,

x <2

.J5

x=2

)9-x 2
~X- 2/]

2 <X< 3
x23

Apakah f kontinu di 0?

b. Apakah fkontinu di 2?
c.

Apakah fkontinu di 4?

d. Apakah f kontinu di 3?
e.

Gambarkan grafik f.

86

b. Kelwntinuan Pada Snatu Interval


Definisi

Sebuah fungsi f kontinu pada interval buka (a,b) jika fungsi itu kontinu
pada setiap bilangan cE(a,b).

Sebuah fungsi f kontinu pada interval [a,b) jika fungsi itu kontinu pad a
(a, b) dan lim f(x) = f(a).
X--)-a+

Sebuah fungsi f kontinu pada interval (a,b] jika fungsi itu kontinu pada
(a,b) dan lim f(x) = f(b).
x->b-

Sebuah fungsi f kontinu pada interval [a,b] jika fungsi itu kontinu pada
(a,b),

lim f(x) = f(a) dan lim f(x) = f(b)

x-ta+

x--+b-

Con to h.

Apakah fungsi f(x) = 1- J1- x 2 kontinu pada interval [-1, 1]?


Penyelesaian.

Bila -l<a<l,

~i~ f(x) = ~i:;: (1- )I- x')


=1-lim)I-x 2
x~n

=1-~
=f(a)

=1-lim ~
x->-1+

=1-J1-HJ'

= f( -1)

Bilaa=l, lin~f(x)=lim(I-JI-x')
X-)1

x->1

=!-lim )I- x'


.... -Jol"

=1-J1-(1) 2

= f(l)
Jadi f(x)=I-)1-x' kontinupadainterval [-1,1].

87

Sifat-sifat kelwntinuan fungsi di suatu interval


+

Jika fungsi f kontinu pada [a,b], maka fterbatas pada [a,b]

Teorema Nilai Antara (TNA)


Jika fungsi f kontinu pada [a,b ], dan k terletak an tara f( a) dan f(b ), maim
terdapat CE [a,b] sedemikian sehingga f(c)=k
Gam bar 4.17a adalah ilustrasi geometris dari TNA

Akibat TNA
Jika f kontinu pada [a,b] dan f(a).f(b)<O, maka terdapat cE[a,b] sedemikian
sehingga f(c)=O. Diilustrasikan dengan Gambar 4.17b
f(b)

~b) -------------------------

y=f(x
y=f(

k=t( )'-------

'

a
b

'' c

f(a) -,

Gb4.18a

f(a) -

''

Gb 4.18b

Latihan
I. Tunjukkan bahwa fungsi berikut kontinu pada interval yang ditentukan
b. f(x)
2. Jika

dan

lim [2f(x)- g(x)]

keduanya

fungsi

X+ I
=,
x-3

kontinu

(-oo,3)
dengan

f(3)=5

dan

= 4, tentukan g(3)!

X--+3

3. Tentukan nilai c sehingga fungsi f dang berikut ini kontinu di (-oo,oo)


ex+!, xS:3
{ cx 2 -I, x > 3

a.

f(x) =

b.

g(x) = {x2 - c2, x < 4


ex+ 20, x ;:o: 4

c.

h(x)

={

I,
5-x,
X-

X<

x~3

4. Tentukan konstanta c dan d agar fungsi berikut ini kontinu di interval tutup

[0,4]

88

~xl]

, -2 <X <I

f(x) =, 2cx + d,
X

I :S x < 2

+3d, 2 :S X :S 4

5. Tentukan konstanta p dang, sehungga fungsi berikut ini kontinu di R


x 3 -x 2 +5 x<-1
f(x) = p
,' x =-I

gx + 6

x >-I

6. Tentukan nilai k sehingga fungsi f berikut ini kontinu di x=2


f(x)

.J2x + 5- ;;:+7
X- 2
'

,c

X=

7. Dengan konsep komposisi, tunjukkan bahwa fungsi f(x) =

x-I

4-~x 2 -9

kontinu di daerah asalnya.


8. Untuk fungsi berikut ini gunakan teorema nilai antara (bukan dengan
memfaktorkan) untuk menemukan interval terkecil samoai dengan 2 tempat
desimal dimana pembuat no] dari f(x) berada.
a.

f(x) = x 3 - 3x pada [-2,2]

b.

f(x)

c.

f(x)=~x 2 -3x-2

(x +I) 2

Latihan
I. Tentukan nilai limitnya

a.

lim

l-(1

x--+OX

b.

r1111 -1
x---+0 X

c.

4+x

_!)
4

1
(2 + x) 2

~J

r1!11

(x+3) -9

X---+0

2. Gambarkan grafik fungsi f(x) = x- ~xl] pada [-3,3]

89

3. Diketahui f(x) = (

x 2 -6x-16

\ ~

x -7x-8;vx- -4
a.

Tentukan daerah sehingga f(x) terdefinisi

b. Tentukan titik diskontinu f(x)


4. Tentukan a,b,c dan d sehingga fungsi berukut kontinu untuk setiap x

f(x) =

x 2 +x-2
X-]
a
b(x-c)-?

-co<x<O
X= I
l<x<4

d
2x -8

x=4
4<X<CO

5. Apakah masing-masing fungsi berikut ini kontinu atau diskontinu? Jelaskan!


a. Suhu pada lokasi tertentu sebagai fungsi waktu
b. Tar if taksi sebagai fungsi jarak yang ditempuh
c. Upah karyawan sebagai fungsi dari waktu.
d. Denyut jantung manusia setiap waktu.
e. Curah ht\ian yang diukur pada stasiun cuaca.
6. Dengan menggunakan grafik f(x) = ..L, tentukan bilangan o sedemikian
X

sehingga

It- o.sJ < 0.2 bila 1x- 21 < o

7. Sebuah tungku dipergunakan dalam penelitian untuk menentukan bagaimana


cara terbaik untuk membuat laistal yang dipergunakan dalam komponen
elektronik pesawat ulang-alik.
Untuk pertumbuhan laistal yang baik, suhu harus dikendalikan secara akurat
dengan menyesuaikan daya masukan. Misalkan hubungan dirumuskan dengan:
T(w)=O,Iw 2 +2,!55w+20, dimana T=suhu( 0C), w=daya masukan (watt),
tentukan
a. Berapa daya yang diperlukan untuk menjaga suhu pada 200C
b.Jika suhu bervariasi I C dari 200C, berapa rentang day a yang
dipergunakan untuk daya masukan ?
c. Dalam bentuk definisi limit, apa yang merupakan X, f(x), a, L,

dan o?

8. Tarif parkir di suatu super market adalah 3 dollar untu satu jam pertama atau
sebelumya, dan setelah itu 2 dollar setiap satu jam berikutnya atau

90

sebelumnya. Bila setelah 5 jam tarif parkir dianggap sehari dengan tarif 10
dollar:
a. Sketsakan fungsi yang menggambarkan tarif parkir terse but
b. Apakah sketsa a, merupakan fungsi kontinu/diskontinu?
9. Laju perubahan muatan listrik terhadap waktu dinamakan arus listrik. Apabila

t 3 + t

coulomb muatan mengalir melalui suatu kawat penghantar dalam t

detik, tentukan besarnya aws listrik dalam ampere setelah 3 detik.

I 0. Sebuah kota dijangkiti oleh epidemi influensa. Petugas menaksir bahwa


sampai dengan 40 hari setelah mulainya epidemi, banyaknya warga yang sakit
flu dirumuskan dengan p(t)=120e-2t3 Dengan laju berapa menularnya virus
itu pada hari ke I 0.
II. Populasi penduduk di suatu kelurahan X diberikan seperti tabel berikut
Tahun

1991

1993

1995

1997

793

820

839

874

a. Tentukan laJU pertumbuhan rata-rata


1. dari 1991 sampai dengan 1995

2. dari 1995 sampai dengan 1997


b. Tentukan laju pertumbuhan sesaat tahun 1995, dengan mengambil rata-rata
dari dua laju pertumbuhan rata-rata.
c. Taksir pertumbuhan sesaat pada tahun 1995
12. Biaya produksi x unit komoditas tertentu adalah C(x)=5000+ 1Ox+0,05x 2
a. Tentukan rata-rata laju perubahan dari C terhadap x ketika tingkat produksi
diu bah
1. dari x=IOO sampai x=105

2. dari x=100 sampai x=101


b. Tentukan laju perubahan sesaat dari C, terhadap x untuk x=IOO
13. Seorang biksu meninggalkan kuil pada pukul 07.00 dan mengikuti jalan ke
puncak, gunung dan tiba pukul 19.00. Pagi hari berikutnya, mulai pukul 07.00
turun mengikuti rute semula dan tiba pukul 19.00. Gunakan teorema nilai
antara untuk memperlihatkan bahwa terdapat lokasi di mana biksu itu
melewatinya pada saat yang sama.

91

TUJUAN INSTRUKSIONAL

Urn urn
Setelah menyelesaikan mata kuliah ini (pada akhir semester 1), mahasiswa
mempunyai pemahaman konseptual yang benar tentang topik-topik utama dalam
Kalkulus (limit, kekontinuan, diferensial, integral) beserta teorema dan sifat-sifilt
serata teknik-teknik penting didalamnya.

Khusus
Setelah mengikuti kuliah ini (pada akhir pertemuan ke 14), mahasiswa akan dapat
menje!askan pengertian tunman sebagai suatu limit fungsi, hubungan tunman dan
kekontinuan, aturan rantai, tunman fungsi aljabar,turunan fungsi invers, tunman
fungsi trigonometri, tunman fungsi eksponensial, turunan fungsi sik!ometri.,
!unman fungsi hiperbolik.

92

5. TURUNAN
Dalam bab ini, mulai dibabas mengenai kalkulus diferensia!, yang berkenaan dengan
perubahan suatu besaran terhadap besaran yang Jain. Konsep utama dari pembahasan ini
ada/ah tunman, yang merupakan pengembangan dari konsep limit yang sudah dibabas
sebelumnya. Juga akan dibabas, bagaimana penafsiran !unman sebagai laju I kecepatan,
kemudian cara menghitung limit, dan penggunaan tunman untuk memeeabkan masalah
yang menyangkut Jaju perubaban lainnya.

5.1 Masalah -masalah yang ditafsirlmn sebagai turunan

+ Pada saat membiearakan limit, telab dibabas sebuab eontob gradien garis singgung
2
4
pada sebuab kurva y=x 2 di titik P(2,4), yaitu m p = lim x x-72 x-2

+ Misalkan sebuah bola dijatubkan dari ketinggian tertentu dengan panjang lintasan
setelah x detik ada/ah x2 meter, maka keeepatan bola pada saat x=2, ditentukan
dengan eara sebagai berikut.
Kecepatan rata-rata adalah basil bagi antara jarak dan waktu selama selang waktu
tertentu. Sebingga bila selang waktunya [2,x], mal<a keeepatan rata-rata selama
selang waktu itu adalab

v(x) =

S(x)-S(2) x 2 -4
=
. Dengan menggunakan
x-2
x-2

konsep limit, dapat dieari keeepatan jatuhnya bola setelah 2 detik, yaitu
2
x -4
v(2)= lim-x-72 x-2

+ Misalkan diketahui sebuah tongkat yang tak homogen (massa di setiap titiknya
tidak sama), dengan panjang 50 em, dengan massa dari titik 0 sampai titik yang
betjarak x em adalab x2 gram. Maka rapat massa di titik yang

berjarak 2 em

ditentukan dengan eara sebagai berikut


Rapat massa adalah basil bagi an tara massa dan panjang tongkat pada jarak tertentu.
Sebingga rapat massa padajarak [2,x] adalah

93

p=

m(x)-m(2)
x-2

x 2 -4
x-2

Dengan konsep limit, dapat dicari rapat massa di titik yang betjarak 2 em, yaitu:
2
.
x -4
p = Inn---

x-+2 X -2

Dari ketiga contoh di alas, jika diketahui suatu fungsi y=f(x), maka besaran yang dicari
adalah
2
4
lim _x_-x-+2 x-2

Dalam kalkulus, besaran ini menyatakan laju perubahan fungsi f(x) terhadap x di titik
x=2, yang selanjutnya disebut turunan f(x) dititik x=2

5.2 Turunan
Definisi 5.1

Misalkan fungsi fterdefinisi pad a interval buka yang memuat c. Turunan fungsi f di titik
c, ditulis dengan (, didefinisikan dengan
!

. _f(,_c_+_h)'---_f...o.(c_,_)
c = 1tm f(x)-f(c) atau !''()
c = 1tm
x-+c
x-c
h-+0
h

"'()

asal limit tersebut ada.

Contoh

I. Diketahui f(x)=x 3+x 2 dan g(x) = ~. Tentukan


a. Turunan dari f dang
b. Sketsakan grafik f dan f ', serta g dan g '
2. Tentukan

r' (5)

dari fungsi f(x) = Fx

Penyelesaian
I. a. f'(x)

= lim !Cx+ h)- f(x)


h-+0

. (x+h) 3 +(x+h) 2 -(x 3 +x 2 )


= I1111
h->0
h

94

. 3x h +3xh +h 3 +2xh+h 2
IIITI - - - - - - - - - - - - - - h->0

h
2

h(3x +3xh+h 2 +2x+h)

= Ilm - - - - ' - - - - - - - - - - ' " --+0


h

=lim (3x 2 +3xh+h 2 +2x+h)


h->0
2

= 3x +2x

g (x)

f(x +h)- f(x)

= lnn-------h

h->0

)Cx+h)-1-~

= Inn-'------'----h->0
h
=

. )Cx+h)-1-~ )Cx+h)-1 +~
lim-'--'---':..___ _ _ _ -'i===:==-r==
h~o
h
)Cx+h)-1 +~
(x +h) -I- (x-I)

=lim

"~ 0 h()(x+h)-1 +~)


J'

= ,i_?ci h()cx +h) -I+ .rx-=1)


I'

= L?ci ~,;rcx=+=;=h)c=_=cl+---;~=X=_=cl
I

-))x-1
b. Grafik f dan f ', serta g dang'
y

f(x)=3x 2+2x

f'(-0.6)=0

f'(O) 0

\
-1

Gambar Ia

-0.

0.5

Gambar lb
2

Grafik kiri adalah grafik y=x +x::!, grafik kanan adalah y=Jx +2x. Dapat di!ihat pada grafik kiri, gradien garis
singgungnya pada titil( x=O dan

x=~0.6

mendatar, sehingga f '(0)=0 dan f '(0.6)=0, seperti yang ditunjukkan


3

pada grafik y=3x 2+2x. Kcmudian untuk. xE(-::o,-0.6] dan xe[O,co), gradient garis singgung pada y=x +x

di

95

titik itu positif (kemiringannya positif), pacta grafik y=3x 2+2x untuk x di dalam interval tersebut grafik
fungsinya di atas sumbu x. Untuk xE(-0.6,0), gradient garis singgung pacta y=x 3+x 2 cti titik itu negatif, pacta
grafik y=3x 2+2x untuk x cti dalam interval tersebut grafik fungsinya di bawah sumbu x
y

g '(x)=l/2-!(x-1)

x= l sebagai asimtot tegak

Gambar 2a

Gam bar 2b

Grafik kiri adalah grafik y=..J(x-1 ), grafik kanan adalah y= I/2..J(x-1 ). Garis singgung kurva y=..J(x-1) di titik
x.:::: 1 tt!gak sehingga gradiennya tak hingga, di grafik y:=.:l/2\1(x-l) digambnrkan dengan garis x'-=1 sebagai
asimtot, artinya g'(x)Dco untuk xOl. Untuk x semakin besar digambarkan dengan semakin kecilnya nilai
g'(x) yang asimtot terhadap garis y=O

2. ( (5) = lim f(x)- f( 5)


x-->5

x-5

-rx --!5

'

= I IITI - - - x--75 x-5

-JS
x~~5 (-r;. -JSX-[;. +J5)
I'

-[;.

x~~5 (-J;. + JS)


I

2-!5
A tau dapatjuga dicari f(x) kemudian substitusikannilai x=5

'c X) = 1.IITI

f(x +h)- f(x)


h--70
h

--'---'--'-----'-

. -'-~-X_+_h---'--J;._x
I1111h--70
h

= Iim -[;.+h - -[;. -[;.+h +-[;.


h->0

-rx+h + -rx
96

- Iun
- h->0

r x+h-x

h\-Jx +h +.fx')

h~O h(-Jx + h + -fx')


I

=2-Fx'
'
Bila x=5 mal<a f (x) =

I
r;:
2-v5

5.3 Sifat-sifat Turunan


I. Jika f(x) = k, k konstanta maka f' (x) = 0

Bukti

'c ) . f(x +h)- f(x)


f x = 1nn -'---'--'--'h--+0
h
.

k-k

h--+0

= l1m - -

. 0
= I nn -=0
h--+0

2. Jika f(x) = x", n bilangan asli, mal<a f'(x) = nx"- 1


Bukti

,( )
f(x +h)- f(x)
f x = 1un --'---'--'---'h--+0
h
.

(x+h)" -x"

= lun -'--"---h->0
h

karena (a" -b")=(a-b)(a"- 1 +a"- 2 b+a"- 1b 2 + ... +ab"- 2 +b"- 1),maka


dengan menganggap x + h =a dan x = b dihasilkan
=

. ((x+h)-x)(x+h)"- 1 +(x+h)"- 2 x+(x+h)"- 3 x 2 + ... (x+h)x"- 2 +x"- 1


IllTI-"---'--'-"---'---'---'-----'--"-----'---_c_-------'
h--+0

lim ((x+h)"- 1 +(x+h)"- 2 x+(x+h)"- 3 x 2 + ... (x+h)x"- 2 +x"- 1)


h-+0~-'--'----'--'-:......:.__ _ _:......:._~:......:._____:......:.__~-----~
ada n suku yang masing-masing::::x" 1 ketika h -rO

= nx n-1

97

3. Diketahui u'(x), v'(x) dankER


i. Jika f(x)

= u(x) + v(x), maka

f'(x)

= u'(x) + v'(x)

Bukti

f(x +h)- f(x)


f 'c X ) = 1I.m --'----'--'--'-

h--70

= I.IITI

u(x +h)+ v(x +h) -u(x)- v(x)

---'-----'------''---,----"----'--''------'--'-

h--70

lim (u(x +h) -u(x))+ (v(x +h)- v(x))

h--70

v(x +h)- v(x))


= I .IITI ( u(x +h) -u(x) + ----'------'---'--'h

h--70

.
v(x +h)- v(x)
u(x +h) -u(x)
= IIITI
+ 1IITI ----'---'---'---'-

h--70

ii. Jika

iii.Jika

h--70

= u'(x) + v'(x)
f(x) = ku(x), maka f'(x) = ku'(x)
f(x) = u(x)v(x), maka f'(x) = u'(x)v(x) + u(x)v'(x)
1
-, maka f'(x) =- u'(x)
u(x)
u 2 (x)

=-

iv.Jika f(x)
Bukti

r' (x) =

lim f(x_:t:_!:_)- f(xl


h

h->0

=
=

I
__!_
u(x+h)
u(x)

I IITI ----'---'-----'--'-h->0
h

lim
h--70

_I_(

h u(x +h)

1
)
u(x)

lim_ u(x +h) -u(x)


h
u(x)u(x +h)

h--70

u'(x)

=---

u2(x)
.

v. J l<a
1

f( )

u(x)
v(x)

x = - - , ma<a
1

f'( )

x =

u'(x)v(x)- u(x)v'(x)
v 2 (x)

Sifat ii, iii dan v silakan dibuktikan sendiri.

98

4. Jika f(x) = x 11 , n bilangan bulat, maka f'(x) = nxn-l


Bukti

vi. n bilangan asli, telah dibuktikan pada pembuktian sifat 2


vii. n=O sudah dibuktikan pada pembuktian sifat I
viii.

n bilangan negatif=> terdapat m bilangan asli sedemikian sehingga n=-m.


1

Jadi x 11 = x -m = - - , kemudian gunakan pembuktian pada sifat 2 dan 3(iv)


xm
5. Jika f(x) = x 11 , n bilangan rasional, maka f'(x) = nxn-l
(Dibuktikan kemudian)

6. Jika f'(a) ada maka fkontinu di a


Bukti

lim f(x) = lim f(x)- f(a) (x- a)+ f(a)


x---7-a

x---ta

x-a

= lim f(x)- f(a) lim (x- a)+ lim f(a)


x->a

x- a

x->a

x->a

f'(a)
= f'(a) lim (x-a)+ lim f(a)
X-)-a

x----+a

= f(a)
5.4 Tafsiran Geometris dari Turunan

Misalkan grafik fungsi y=f(x) dapat dinyatakan oleh kurva ABCD, kemiringan tali busur
yang menghubungkan titik BC dinyatakan dengan :
CE = t::.y = f(x+t'::.x)-f(x) =tanG
x+t::.x-x
BE t::.x
Jika t'::.x-+0 maka tali busur BC mendekati garis singgung BF di titik B, sehingga
f(x + t::.x)- f(x) FE
.
I1m
=-=tana
llx->0

t::.x

BE

merupakan kemiringan garis singgung di titik B.

99

I
I

1 hx+t>x)-f(x)
ll

y~f(x)

~
f(xo)

----~--------------~~--------~-L---"7X
x+6x

"

tl

Gambar 3

5.5 Turunan Kiri dan Tnrunan Kanan

Seperti halnya konsep limit dan kekontinuan, tunman juga mempunyai definisi tunman
kiri dan tunman kanan seperti berikut
De fin isi 5.2

+ Misalkan fungsi f terdefinisi pacta interval (a,c], turunan kiri fungsi f di x=c,
ditulis f'_ (c) didefinisikan dengan [ 1_ (c)= lim f(x)- f(c)
x-+cx-c

+ Misalkan fungsi f terdefinisi pacta interval [c,d), !unman kiri fungsi f di x=c,
ditulis f\ (c) didefinisikan dengan f'+ (c)= lim f(x) -f(c)
x-+c

x-c

Teorema 5.1

Misalkan f terdefinisi pad a suatu interval yang memuat c, maka fungsi f diferensiabel di
x=cjika dan hanyajika f'_ (c)=f'+ (c)

Contoh

Tunjukkan bahwa f(x)=[x[ tidak diferensiabel di x=O


Pcnyelesaian

. . IxI= {X, X2:: 0


Sesua1. defmiSI
-x,x < 0

100

.
. f(x)-f(O)
. -x-0
SeI1mgga f'_ (0) = lim
= lim
x-->0-

f '+ (O)

X- 0

.
f(x)-f(O)
11111
x-->0'

-I

x-->0 x- 0

=:

x-0

. x-0
1lin - - = 1

x-->OX-0

* f'+ (0), maka f(x)=lxl tidak diferensiabel di x=O.

Karena f'_ (0)

Notasi Leibniz

Jika y=f(x), maka pertambahan y pada kurva f adalah sebesar L\y=f(x+L'.x)-f(x). Bila
f' (x) ada, maka
f'(x)= lim f(x+L\x)-f(x) = lim L\y = dy
L'.x-->0
L\x
L'.x-->0 L\x
dx
.
-dy d'1se but dengan notasi. L ei'b mz.
dx

5.6 Diferensial

Telah dibahas di depan, bahwa jika f(x) mempunyai tunman, maka f'(x) = lim L\y.
L'.x--> 0 L'.x

lni artinya untuk L'.x "'0 => f'(x)"' L\y <:=> L'.y"' f'(x)L'.x
L\x

Definisi 5.3
1.

Diferensial dari x ditulis dx dan didefinisikan dengan dx=L\x

11. Diferensial dari y ditulis dy dan didefinisikan dengan dy=f'(x) L'.x=f'(x) dx

Bila dx=L\x adalah pertambahan kepada x,

maka L\y=f(x+L\x)-f(x) dinamakan

pertambahan y=f(x). Jika f(x) kontinu dan mempunyai tunman yang kontinu dalam
interval tertentu, maka
L'.y=f'(x)L\x+eL\x= f'(x)dx+edx, dimana e-+0 jika L'.x-+0

Pernyataan dy=f'(x)dx disebut diferensial dari y (atau bagian utama dari L\y). Perhatikan
bahwa L'.y*dy. Tetapi jika L'.x=dx sangat kecil, maka dy merupakan suatu aproksimasi
yang cukup bagus untuk L\y. Jadi f(x + L\x)"' f(x) + dy

101

Turunan fungsi pangkat rasional (Pembuktian sifat tunman sifat ke 4)


Jika f(x) = x 11 , n bilangan rasional, maka f'(x) = nxn-l
Bukti.

Karena 11 bila11gan rasional, maka menurut definisi dapat ditulis 11 =E., denga11 p
q

bilangan bulat dan q bilangan asli. Sehingga y = x;;" > yq = x P. Dengan menggunakan
notasi Leibniz untuk tunman fungsi pangkat bilangan bulat dan bila11gan asli, diperoleh
pxp-1
")q-1

q( X''

P p-1-(p-")
-x
q
=nx -l+n =nx n-1
q

Definisi 5.4

Suatu fu11gsi dikataka11 dapat dideferensialkan (dijferensiabe[) di titik x=a, bila f '(a) ada,
(turunannya di titik x=a ada) dan dapat dideferensialka11 pada (a,b) jika f '(x) ada untuk
setiap xE(a,b)

Contoh

Te11tukan x sehingga f(x) = lx -11 diferensiabel. Gambarkan pula grafik f(x)


Penyelesaian

Sesuai definisi, f(x) = lx -II= x-I, x 2: I


= 1- X, X< I

Akan diselidiki untuk x>l, x<l, dan x=l


. lx-IHc-11
. x-1-c+l
lun
= lun
=I
X-tC
X- c
x-c

Untukc>l, lim f(x)-f(c)

. f(x)- f(c)
Untuk c<l, lun --'--'----'--'-

Untuk c= I, akan diselidiki apakah f '(I) ada, artinya apakah lim f(x)- f(l) ada .

X-tC

x-tc

X-

X-C

X-J.C

. lxlun

He- II =lim
. I - x -I + c
=-I

x-c

X-)C

X-

X-tl

X-

102

. f(x)-f(l)
IIm
x->1~
x-1

[x-1[-0
X-1

. x-1
Inn--=!

= 1IITI '---'--X-)]+

. f(x)-f(l)
. fx-1[-0
IIm
= 1IITI '----'--X - 1
x-l>lX-}

x->1-

X->l+X-1

. 1-x
lnn--=-1
X--tl- X -I

!<arena lim f(x) = lim f(x), maka limf(x) tidak ada. Sehingga f(x) tidak
X-)]+

X-)]

X-l>]-

diferensiabel di x= I
Jadi f(x) = fx -IJ diferensiabel di XE(-oo, l)n(l,oo), di x= I f(x) tidak diferensiabel
y

f(x)=lx-

f'(l) tidak da

t
Gam bar

Bilamana suatu fungsi dikatakan tidak diferensiabel?

I. Dari contoh f(x)=fx-1[, f(x) tidak diferensiabel di x=l, karena grafiknya mempunyai
patahan atau sudut di x=l.
Bila suatu fungsi mempunyai patahan atau suatu sudut di titik tertentu, maim
fungsi itu tidak diferensiabel di titik tersebut

2. Kontraposisi dari teOtema di atas adalah


f(x) diskontinu di x=a--7f(x) tidak diferensiabel di x=a
Artinya bila suatu fungsi mempunyai titik diskontinu, maka fungsi itu tidak
diferensiabel di titik tersebut.

3. Suatu fungsi yang garis singgungnya tegak di x=a, dikatakan tidak diferensiabel di
x=a. Hal ini dikarenakan f '(a)=oo
Berikut diberikan contoh grafik fungsi yang tidak diferensiabel di x=a

103

y
f'(a)~oo

y~f(x

Gambar 5b

Gambar Sa
y~f(x)

Gambar 5c

Grafik y~f(x) mempunyai titik

Grafik rf(x) mempunyai garis

patahan di x=O, sehingga f '(0)

diskontinu di x=c, akibatnya

singgung tegak di x=a, sehingga

tidak ada

f'(c) tidak ada

Grafik

mempunyai

'(a)~oo

5.7 Aturan Rantai

Misalkan y=f(u) dan u=g(x) dua fungsi yang diferensiabel, maka y dapat dinyatakan
sebagai fungsi kompososi dari f dang y=f(u)=f[g(x)] dan y'= g'(x)f'(g(x))
Bukti

Misalkan L1x adalah pertambahan untuk x, dan L1u dan L1y berturut-turut pertambahan
untuk u dan y, maka
L1u = g'(x)L1x+ E1 L1x = (g'(x)+ E1)L1x, dimana E1-> 0 bila L1x---> 0
dan L1y = f'(u)L1u+ EJ L1u = (f'(u)+ Ez)L1u, dimana Ez---> 0 bila L1u -> 0
Penggabungan L1u dan L1y dihasilkan L1y = (g'(x)+ Ez)(f'(u)+ E1)L1x

~~ = g'(x)f'(u)+ Ez

f'(u)+ E1 g'(x)+ EzE 1

karena E 1-> 0 dan Ez---> 0 bila L1x---> 0, mal<a


lim L1y = g'(x)f'(u) = g'(x)f'(g(x))
L'>x-->0 L1x

Jadi y'= dy = lim L1y = g'(x)f'(u) = g'(x)f'(g(x))


dx L'>x-->0 L1x

II

Cara mendiferensialkan fungsi y terhadap x ini dikenal dengan aturan rantai. Atau
dengan notasi Leibniz
dy dy du
=-dx du dx

104

Contoh

Tentukan derivatif fungsi berikut ini dengan menggunakan aturan rantai.

2.

l+s
y=-1- ,

-s

s=t--,

= .rx

Penyelesaian
I.

dy

-=

2(1-4u)-2u(-4)

du

(l-4u)-

2
?

(l-4ut

du
- ?
3
2
o
- = 4()x- +I)' (I Ox)= 40x(5x +I)"
dx
Seh .mgga -dy
dx

=(

j(40 x(5x 2 + !)3) =-;-__ 8_0_x('--5x_2_+_1)'--c3,.,.-

(l-4u)2

(t-4(5x2+1)4J

Atau dapat juga dibuat langsung dengan terlebih dulu mensubstitusi u ke dalam y
menjadi
y=

2(5x 2 + 1) 4
l-4(5x 2 + 1) 4

2
2
dy = 8(5x 2 + 1) 3 1Ox~- 4(Sx + 1) 4 )+32(Sx 2 + 1) 4 (Sx + 1) 3 1Ox
(t-4(5x 2 +1) 4 J

dx

dy _ 80x(Sx 2 + I) 3 (t-4(Sx 2 + 1) 4 )+320x(Sx 2 + I) 4 (sx 2 + 1) 3


dx-

(1-4(5x 2 + 1) 4

3
4
2
2
2
= 80x(5x + 1) [t- 4(5x + 1) + 4(5x + 1d
2
4
(t-4(5x +1) J
80x(Sx 2 + 1) 3
= -;----''---~:::2
(1-4(5x2 + 1) 4 )

.d
d fi . .
. dy
2. Sesum engan e 1111SI aturan ranta1 dx

dy ds dt
=-ds dt dx

105

dy

1-s+l+s

ds = l+-1
dt
t2 '

2
Sehingga dy = (
dx lo-s)2

J(l +-I ) (1- )

ds

(1-s)2

t2

2-rx_

-~-=;-_-1 (I+ ~J(2~)


1--t

=(

.rx-

2.j;_

X-

)(x+l)(
-X-

2-rx.

5.8 Turunan Fungsi


a. Fungsi lovers
Misalkan f(x), xEDr fungsi kontinu dan satu satu dan diferensiabel untuk setiap xEDr,
dan inversnya f 1(x)

Jika f diferensiabel, dengan f(x)o'O, maka fungsi f

juga

diferensiabel dengan aturan !unman sebagai berikut.


Misalkan f" 1 =g, maka
f(g(x)) = x, karena f dang diferensiabel, mal<a derivatif kedua ruas terhadap x adalah
f'(g(x))g'(x) =I
g'(x) = f'(gl(x))
1
(r- )'cxJ-- t"[r-l(x))
1

dengan menggunakan notasi Leibniz dy = _dl


dx 2.
dy

Contoh
I. Tentukan turunan dari fungsi invers y = x 2 , x <: 0
2. Tanpa mencari tunman inversnya, tentukan f 1 di titik x=6=f(2) bila f(x)=x 3-2.

106

Penyelesaian
I. Untuk

x 2:: 0, f(x)=x 2 adalah fungsi satu satu, sehingga mempunya1

f-l (x) =

.Jx. Turunannya

df- 1(x)

= 12

2-v1x

dx

2. Menu rut definisi (r-l JCx)

f'(2)

maka (f- )'1x=G

,( _ 1

\f

(x)

=~

invers,

,X> 0

J atau

'I

(f -1 ) x=f(a) =

'I I , sehingga

f x=a

bila

(Silakan dibuktikan dengan terlebih dahulu

mencari f- 1(x) ).

b. Fungsi Parameter
Definisi 5.5
Jika suatu fungsi disajikan dengan
X
{

= f(t)'

y = g(t)

t E Domain

Dengan x dan y keduanya diferensiabel terhadap t, dan

~~ * 0,

maim fungsi y

diferensiabel terhadap x, yang didefinisikan dengan


dy/
dy = _LQ.t
dx dx/
/dt
Contoh

xTentukan dy dari fungsi parameter


dx

t -I
1 1

+ , tER-{-1,1}
t+ I
y=t-1

Penyelesaian
dx

t+l-t+l
2

dt

(t + 1)

dy

t-1-t-1

dt

(t -1) 2

=
=

2
(t+l) 2
2
(t -1) 2

dy
dx

d%
= _____ill_
dx;
dt

-x

(t-1)

Xt+ 1)2

(t+l) 2
(t -1) 2

107

c. Fungsi Implisit

Misalkan diketahui y sebagai fungsi x yang memenuhi 3x2 y-4xy-3x 2+ 1=0, dan akan
ditentukan dy dari fungsi tersebut. Secata intuitif, pertama yang akan dilakukan adalah
dx
mencari solusi y dari persamaan itu, yaitu:
2
2
2
3x 2 -1
3x y-4xy-3x +1=0<:::>(3x-4)xy-3x +1=0<:::>y=--x(3x- 4)
. menentu I<an -dy dan. y = 3x2 -I , ymtu
.
Ben'I<utnya baru Iota
dx
x(3x-4)
2
2
y = 3x -1 => _dy = _6_x._x_,_(3_x_-_4'"-)_-..c.(6_x_--:-'4)'-'-(3_x__-_1-'-)
x(3x-4)
dx
x2(3x-4)2
dy

18x 3 -24x 2 -18x 3 +12x 2 +6x-4


x 2 (3x-4) 2

=>-=-------;:------;:----dx

Permasalahannya, tidak semua fungsi dengan relasi F(x,y)=C dapat dibawa ke bentuk
y=f(x). Fungsi F(x,y)=C disebut fungsi berbentuk implisit (fungsi implisit) sedangkan
y=f(x) disebut bentuk eksplisit. Bagaimana menentukan dy jika yang diketahui F(x,y)
dx
tanpa terlebih dahulu mengubah ke bentuk y=f(x)?
Dengan selalu beranggapan bahwa y merupakan fungsi dari x, maka dapat dilakukan
langkah-langkah sebagai berikut:
1.

Turunkan kedua ruas dari F(x,y)=C terhadap x

11.

Ganti y dari hasil akhir (bila ada) dengan bentuk fungsi awal.

Cara seperti ini, disebut turunan implisit.


Penggunaan tunman imp Iis it untuk menyelesaiakan 3x 2y-4xy-3x 2+ 1=0

d(o2

2)

d()
JX y-4xy-3x +I=0
dx
dx
d
2
d
d
2
d
-(3x y)--(4xy)--(3x )+-1 =0
dx
dx
dx
dx

108

2 dy
dy
6xy+3x --4y -4x-- 6x
dx
dx

=0

dy (3x 2 - 4x) = 6x + 4y- 6xy


dx
dy 6x+4y-6xy
dx

3x 2 -4x

2
Ill1 a1 y = 3 x -I ke dalam dy
B .lI a d.ISU bSlltUSI
x(3x -4)
dx

6x+4y-6xy

3x 2 -4x

.
d1peroleh

'

(3x -4xY
=

-12x 2 +6x -4
x 2 (3x-4) 2

Contoh

Tentukan gradien kurva x 3 -3xy 2 + y 3 =I di titik (2,-1)


Penyelesaian

Pendiferensialan implisit terhadap x 3 -3xi + y 3 =I, menghasilkan


d 3 -3-xy
d
2 +-y
d 3 =0
( 3 -3xy 2 +y 3) =0<::::>-x
-d x
dx
dx
dx
dx
<=:>3x 2 -3(y 2 +x2ydy)+3y 2 dy =0
dx
dx
<::::> dy (3y 2 -6xy) = 3y 2 -3x 2
dx
Q

dv

-'

dx

dyl

= 3v

-3x 2

::..i_--,----_::.:_:-

3i -6xy

<::::> dx (2,-I) =

-53

d. Fungsi Trigonometri
I.

~(sinx)=cosx
dx

Bukti

Misalkan f(x)=sin x, maka

109

f ' ( X) = 1.IITI _f('-x_+_h)'---_f_,_(x-'-)


h-->0
h
. sin x cosh+ sinh cos x- sin x
= I.IITI sin(x +h)- sin x = 11m
----------h-->0
h
h-->0
h
. sinx(cosh-l)+sinhcosx
= I un--'-----:"-------h-->0
h
. sinx(cosh-1)
. sinhcosx
= I 1111
+ 11m - - - h-->0
h
h-->0
h
(cosh-!)
. sinh
=sinx lim
+cosx 11m-h-->0
h
h-->0 h
'---v----'

=I

=sinx lim
h-->0

(cos h - I) cos h + I
+cosx
h
cosh+!
?

.
.
cos- h-I
= Sill X 1IITI
+ COS X
h-->0 h(cos h +I)
. 2h
.
.
-Sill
= Sll1 X 11111
+COS X
h->0 h(cos h +I)
.
-sin h
. sin h .
= Sill X 1IITI - - 11m
+COS X
h-->0 h h-->OCOSh+J
'-----v------''---v--------J

=I

=0

=COS X
2. __':l_(cosx) =-sin x
dx
Bukti

Misalkan f(x)=cos x=sin("h-x)=sin u, dengan u=Ch-x), sehingga


f'(x) = sin'u.u'
= cosu(-1)
=-cos u
= -cos(n/2- x)
=-smx
Dengan menggunakan turunan f(x)=sin x dan f(x)=cos x, dapat ditunjukkan
bahwa:
d

3. -(tan x) =sec- x
dx

110

4.

_:!_(cotx)=-csc 2 x
dx

5.

d
-(secx) = secx tan x
dx

6.

d
-(cscx) = -cscx cot x
dx

Contoh
Tentukan tunman dari fungsi berikut
a.

y = cosFx

b.

sin x
y=--1-cosx

c.

_:!_[f(sin 3x)]
dx

d.

_:!_[sin f(3x)]
dx

Penyelesaian

a.

b.

1 -l(
. ' ) = _.:.._-i=sinFx
y , =-x
' -sm-vx
2
2Fx

cos x(l- cos x)- sin x(sin x)


y = ------'-----'----::--'-------'(1- cos x) 2

COS X - COS

(I-eos x)
COS X -I
=---,-

(l-cosx)2
c.

. 2

X - Slll

]-cos x

_:!_[f(sin 3x)] =_:!_(sin 3x) f '(sin 3x)


dx
dx
= 3 cos 3x f '(sin 3x)

d.

__:!_[sin f(3x)] = __:!_ [f(3x)] cos f(3x) = 3f '(3x) cos f(3x)


dx
dx

e. Fungsi Invers Trigonometri (Fungsi Siklometri)


Pandang grafik fungsi y=sin x berikut,

Ill

ga 's horisontal
y=sin x

-1.5

-I

-1

-0.5

0.5

-I

Gambar 6a

1.5

Gambar 6b

Perhatikan grafik sebelah kiri, dengan domain [-2n,2n]. Menurut uji grafik horisontal,
fungsi y=sin x xE[-2rc,2rc] bukan fungsi satu-satu, karena sembarang garis yang ditarik
horisontal akan memotong grafik y=sin x lebih dari satu titik. Hal ini menyebabkan
fungsi y=sin x tidak mempunyai invers. Tapi dengan membatasi domain [-"/2 ,"/2], Jlmgsi
y=sin x merupakan fungsi satu-satu, sehingga mempunyai invers. Fungsi invers dari
y=sin x dilambangkan dengan y=sin- 1x atau y=arcsin x.
Karen a definisi fungsi invers menyatakan bahwa f -1(x)=y 0 f(y)=x, maka kita peroleh
sin- 1x=y 0 sin y=x,

-"h<;,y<;,"/z

Sekarang akan dicari tunman dari y=sin- 1x, dengan menggunakan tunman implisit.
Karena y=sin- 1x mal<a sin y=x, sehingga
dy
-cosy=l
dx
Karena -"/2<;,y<;,"/2, maka cos

dy
dx

q-=--

y~O, sehingga

cosy

cosy=

Jadi
1
.i_(sin- 1 x) =
, -J<;,x<;,J
dx
~
Analog dengan fungsi sinus, bila domain dibatasi XE [O,n], mal<a fungsi y=cos x
merupakan fungsi satu-satu, sehingga mempunyai invers.

112

y==cos x, XE[O,rr]

1.5

-I

Gambar 7b

-I

Turunan dari y=cos 1x adalah


..i.(cos- 1 x) =dx

.J7

, -lsxsl

Rumus tunman fungsi invers trigonometri


-

d ( . -1
S111

dx

d ( -1 X )
-COS
dx

d
-1
-(esc x) =
dx

r--:J
\ll-x2

x~

-17

d ( -1 x ) = -I -tan
dx
I+ x2

f.

Fungsi Eksponensial dan Fungsi Logaritma

Akan kita cari tunman dari fungsi eksponensial f(x)=a'.


Sesuai definisi
f ( X ) = 1.IITI _f(,_x_+_h'-)-_f..:.(x-'-)
h-->0
h
.

= lun
h-->0

=a x

ax+h -ax

. ax(ah I)
lun --'---'h-70

(a h -I)

Ii m -'----'h-->0

h
=fCO)

113

Jadi bila y=ax, maka

~(ax)= (
dx

(0) ax

Perhatikan label di bawah ini, yang merupakan perhitungan numerik untuk ((O) untuk a
antata 2 dan 3
h
0.1
0.01
0.001
0.0001
0.00001
0.000001
0.0000001
0.00000001

(2Ah-1 )/h
0.717735
0.695555
0.693387
0.693171
0.69315
0.693147
0.693147
0.693147

(2.5Ah-1)/h
0.959582
0.920502
0.916711
0.916333
0.916295
0.916291
0.916291
0.916291

(2.6Ah-1)/h
1.002651
0.960091
0.955968
0.955557
0.955516
0.955512
0.955511
0.955511

(2.8Ah-1 )/h
1.084492
1.034938
1.03015
1.0296"12
1.029625
1.02962
1.029619
1.029619

(2.?Ah-1 )/h
1.044254
0.998201
0.993745
0.99330'1
0.993257
0.993252
0.993252
0.993252

(2.9Ah-1)/h
1.123457
1.070399
1.065278
1.064767
1.064716
1.064711
1.064711
1.064711

(3Ah-1 )/h
1.161232
1.104669
1.099216
1.098673
1.098618
1.098613
1.098612
1.098612

Dari perhitungan di atas, beralasan bahwa terdapat bilangan a antara 2 dan 3 sedemikian
sehingga f'(O) =I. Bilangan ini dilambangkan dengan e

Definisi 5.6
eh -I

Bilangan e adalah suatu bilangan sedemikian sehingga lim - - = I


X

--70

Sehingga dengan menggunakan definisi tunman dan definisi bilangan e, !unman fungsi
eksponensial natural y=e' adalah

~(ex)= ex
dx

Karena e terletak antara 2 dan 3, maka dimisalkan e=2c, I <c<2. Sehingga e'=2c". Dengan
h=O,OOOO I, diperoleh f '(0)=0,69315, sehingga
ex

=~(ex)= ~(2cx) = 2cx f'(O)c = 2cx0,69315 c


dx

dx

Bila x=O, maka diperoleh c=l/0,69315. Sehungga e=2c=2

110 69315

"'2,71828.

Contoh

I. Tentukan nilai maksimum fungsi f(x)=xex


Penyelesaian

114

f'(x) =e-x- xe-x =e-x (1- x). Karena ex selalu positif, maka ((x)>O ketika x<l
dan ((x)<O ketika x>l, sehingga f(x) maksimum mutlak ketika x=l, dengan f(l)=e

-o
- "7

,.)

2. Tentukan y' j ika y=e 4x sin 5x


Penyelesaian
f'(x) = -4e - 4 x sin 5x + e - 4 x 5cos5x = e - 4 x (5 cos5x- 4sin 5x)

g. Fungsi logaritma

Bila a>O, dan a7d, maka fungsi eksponensial f(x)=a', merupakan fungsi naik atau turun,
sehingga merupakan fungsi satu-satu. Jadi f(x)=ax mempunyai fungsi invers yang disebut
fungsi logaritma dengan bilangan pokok a.
Jika kita gunakan definisi invers
f- 1 (x)=y~x=f(y) maka

Jogx=y~aY =X

Logaritma dengan bilangan pokok e disebut logaritma natural, yaitu e log x = In x


Sifat logaritma natural
I.

lnx=y~x=eY

2.

Jnex=X,XER

3.

elnx =X

Kita mulai pembahasan tunman fungsi logaritma


Bila y=ln x, maka

~(In x) =_I_
dx

Bukti.

Misalkan y=ln x, maka eY = x


.
. . dy y
dy
1
dy I
Dengan mengguna I<an tunman unp 1!Sit - e = I ~ - = - ~ - =dx
dx eY
dx x
Contoh

I. Tentukan tunman dari y = ln(x 3 +I)

115

Penyelesaian
Misalkan u=x 3+ I, sehingga y=ln u dan dengan menggunakan definisi aturan
dv =-In
d u =I du
ranta1. d'1pero 1eh -
dx dx
u dx
Jadi dy = 3x2
dx x3 +I
2. Tentukan y' dari y = lnjxj
Menurut definisi jxj = {
Sesuai definisi

{ In x, x20
x , x20
, sehingga lnjxj =
-x , x <0
In( -x), x<O

~(In x) = _!__
dx

3. Turunan dari y=a' adalah

dan

~(ln(-x)) =--=-!._ = _!__


dX

-X

~(a')= f'(O)ax
dx

Dengan menngunakan logaritma natural tunjukkan bahwa f'(O) =In a


Penyelesaian

~(a')=~(elnal =~e(lna)x =lna.e(lna)x =lna.a'


dx

dx

dx

Jadi terbukti f'(O) =In a


4. Dengan menggunakan logaritma natural, tentukan tunman dari y = xsin x
Penyelesaian
lny =sinx lnx
sin x
x( cosx In x +sin
x)
-y' = cosx In x +--::;>
y'= x 5111
-y

Bilangan e sebagai limit

Sebelumnya telah dicari dengan cara numerik bahwa e"2,71828


Sekarang akan digunakan fungsi logaritma natural dan turunannya untuk menyatakan e
sebagai suatu limit.
Bila f(x) =In x, maka f'(x) = _!__. Jadi f'(l) =I
X

Pencarian f'(l) =I dengan definisi menghasilkan

116

r' (I)=

lim f(l +h)- f(l) = lim f(l + x)- f(l)


h->0
h
X->0
X

= lim In(!+ x) -In I = lim In(!+ x)


x->0

x->0

X
I

= lim _!_In(!+ x) = lim In(!+ x) ~


x->OX

x->0

=In[ lim (I+ x)


x->0

:~]

I = In[ lim (I+ x)

~]

x->0

=e

ln(lim(l+x)~)
,_,o

e = lim (I+ x) x
x->0

Untuk xDO, pencarian nilai e diberikan oleh tabel berikut


( 1+x)'( 1/x) ( 1+x)'( 1/x)

0.1
0.01
0.001
0.0001
0.00001

2.5937425
2.71828
0.000001
2.7048138 2.718282
0.0000001
2.7169239 2.718282
0.00000001
2.7181459 2.718282 0.000000001
2.7182682 2.718282
1 E-10

h. Fungsi hiperbolik
Akan dicari !unman dari y =cosh x, sedangkan untuk fungsi hiperbolik yang lain,
analog.
d
d lex +e-x
-cosh x = dx
dx
2

J= -ex--e-x
-2

sinh x

Turunan lengkap fungsi hiperbolik

~sinh x =cosh x

d
?
-tanh x = sech-x
dx

d
---sechx=-sechx tanhx
dx

~cosh x =sinh x

d
-cschx = -csch xcothx
dx

d
?
-cothx = -csch-x
dx

dx

dx

117

Tugas

Tunjukkan !unman fungsi hiperbolik seperti dalam tabel.

i.

Fungsi invers hiperbolik

lngat kembali grafik fungsi hiperbolik f(x)=sinh x, f(x)=cosh x dan f(x)=tanh x. Fungsi
sinh x dan tanh x merupakan fungsi satu-satu, sedangkan grafik cosh x bila domainnya
dibatasi untuk xE(O,oo) juga merupakan satu-satu. Sehingga sinh x dan tanh x mempunyai
invers, dan untuk cosh x dengan pembatasan xE(O,oo)juga mempunyai fungsi invers.
y=sit

x
y=co

Gambar Sa
1

''~guns. ast. ntot

Gambar 8b

Gambar Sc
y=tanh- 1 x

y=sinh- x

y=cosh- x
Daerah asal [I ,oo)
Daerah nilai [0, oo)

Daerah asai=R
Daerah nilai=R

Daerah asal (-1,1)


Daerah nilai=R

Akan dicari invers dari y=cosh x, sedangkan untuk sinh x dan tanh x analog.
Misalkan y=cosl,- 1 x, maka x= cosh y, sehingga
x = cosh y =

eY

+ e-y
2

<=> e Y + e- Y - 2x = 0

Kedua ruas dari persamaan terakhir dikalikan dengan eY, menghasilkan


e 2Y - 2xeY +I = 0
yang merupakan persamaan kuadrat dalam eY Dengan menggunakan rumus ABC
diperoleh solusi eY = x +~x 2 -l <=> y =In( x +~)
Jadi invers dari y =cosh x adalah y =cosh - 1 x =In( x +

.JT)

Sekarang akan dicari tunman dari y = cosh - 1 x, x ~ I


y = cosh - 1 x <=> x = cosh y

118

Turunan terhadap x untuk kedua ruas persamaan terakhir, menghasilkan


1
_i_x =_:!_-cosh y ::::>I= y'sinh y ::::> y'= ---~- = ----dx
dx
sinh y ~cosh2 y _ 1 - ~x2-~-~Jadi _:!_cosh- 1 x = ~
dx
\ix2_ 1

Tugas

Tentukan invers fungsi dan tunman fungsi invers dari sinh x, tanh x, csch x, sech x,
coth x.

119

TUJUAN INSTRUKSIONAL

Umum

Setelah menyelesaikan mata kuliah ini (pacta akhir semester 1), mahasiswa
mempunyai pemahaman konseptual yang benar tentang topik-topik utama
ctalam Kalkulus (limit, kekontinuan, ctiferensial, integral) beserta teorema dan
sifat-sifat serata telmik-teknik penting ctictalamnya.
Khusus

Setelah mengikuti kuliah ini (pacta akhir pertemuan ke 17), mahasiswa akan
ctapat

menjelaskan

penggunanaan

!unman

untuk

menentukan

nilai

maksimum!minimum, kecekungan fungsi, teorema Rolle, penggambaran


fungsi, bentuk tak tentu limit fungsi, masalah laju yang berkaitan, dan masalah
ekstrem.

!20

6. PENERAPAN TURUNAN
Terdapat banyak masalah yang dapat diselesaikan dengan menngunakan konsep
tunman sebagai alat bantu. Kemonotonan suatu fungsi dapat ditentukan dengan
!unman pertama. Kecekungan grafik suatu fungsi ditentukan dengan tunman
keduanya. Kemonotonan dan kecekungan bersama-sama dengan garis asimtot
merupakan dasar untuk mensketsa grafik suatu fungsi yang sebelumnya tidak
terpikirkan untuk digambar. Selain itu turunan juga dapat digunakan untuk
menyelesaikan masalah maksimum minimum, laju yang berkaitan, dan perhitungan
limit fungsi.

6.1 Titik Ekstrim Fungsi


Misalkan diketahui suatu fungsi yang kontinu di daerah asalnya. Nilai maksimum atau
minimum yang dicapai fungsi di dalam interval di daerah asalnya disebut sebagai
nilai maksimum atau minimum lokal, sedangkan nilai maksimum atau minimum yang
dicapai oleh fungsi

di dalam daerah asal disebut nilai maksimum atau mmunum

global. Nilai maksimum atau minimum keduanya disebut nilai ekstrim.

Dcfinisi 6.1
Diberikan fungsi f yang terdefinisi pada [a,b]

Fungsi fdikatakan mencapai maksimum mutlak di CE[a,b] bila f(c)<:f(x) untuk


setiap x E [a,b].

Fungsi f dikatakan mencapai minimum mutlak di CE[a,b] bila f(c):Sf(x) untuk


setiap x E [a,b].

Perhatikan dua contoh grafik berilcut ini.


Apakah

f( d)

maksimum?

Dan

apakah f( v) minimum?

y=nxl

Pad a [a,b] f( d) tidak maksimum,


tapi

pada

( c,u)

maksimum.

Sedangkan f(v) pada (t,b) minimum,


tapi pada [a,b] tidak.
'
'
G~mbar~

'

''
'

'
a

'

Pad a [a,b] f(t) maksimum, dan


minimum pada c.

121

Perhatikan di sekitar titik x=O. Pada interval

(0- 1/ 2,0+ 1/ 2) berlaku f(x)=x 2(x2-2x)<O=f(O).


min

Artinya terdapat o=i/2, sehingga f(x)<f(O)

lobal

untuk

setiap

xE(0- 1/ 2,0+ 1/ 2).

Jadi

(0,0)

merupakan koordinat maksimum lokal

Untuk setiap x bilangan real berlaku


(x2-1) 2>00x4-2x2>-l, sehingga f(x)>-1 untuk
setiap x. Jadi (-1,-1) dan (1,-1) merupakan

Gam bar 2

koordinat maksimum global.

Definisi 6.2
1.

f dikatakan mempunyai maksimum lokal di ue [a,b] jika ada (c,d)c[ a,b]


sehingga untuk ue [a,b], f(u)2:f(x) \ixe(c,d)

11.

f dikatakan mempunyai minimum lokal di ue [a,b] jika ada (c,d)c[a,b] sehingga


untuk ue[a,b], f(u):Sf(x) \ixe(c,d)

Setiap titik ekstrem global pasti merupakan ekstrem lokal, tapi tidak sebaliknya.
Untuk itu cukup dibicarakan ekstrem lokal saja (untuk selanjutnya disebut titik
ekstrem saja)

Teorema 6.1 (Turunan di titik ekstrim !okal)

Misalkan f kontinu pada suatu interval buka yang memuat c. Jika f diferensiabel di c,
dan (c,f( c)) ti tik ekstrem maim f' (c) = 0 atau f' (c) tidak ada.

Pada contoh grafik fungsi f(x)=x 4-2x2

titik ekstrim lokal dicapai oleh (0,0),

sementara f' (x) = 4x 3 - 4x = 4x(x -1)(x + 1). Sehingga f'(O) = 0.


Kebalikan teorema di atas tidak benar, artinya jika f'(c) = 0 atau f'(c) tidak ada,
belum tentu (c,f(c)) titil' ekstrem. Namun demikian (c,f(c)) merupakan eaton titik
ekstrem, artinya titik selain titik (c,f(c)) tak mungkin jadi titik ekstrem. Titil' c yang
menyebabkan f' (c) = 0 atau f' (c) tidak ada disebut titik kritis.
Contohnya adalah pada grafik fungsi f(x)=x 3 Pada grafik itu f' (0) = 0, tapi (0,0)
bukan merupakan titik ekstrim (silakan diselidiki!)
Jika f terdefinisi pada [a,b], maim nilai maksimum atau mtmmum dari f dapat
ditentukan sebagai berikut:
122

I. Tentukan titik kritisnya, misalkan di x=c.


2. Tentukan nilai-nilai f(c), f(a), f(b). Nilai terbesar dari ketiganya adalah nilai
maksimum dan yang terkecil adalah nilai minimum.

Contoh
-0.2

Fungsi f(x )=x[x[, pad a interval tutup


1
1
- / 2:5x:5

/z, mempunyai mempunyai

0.1

tiga titik kritis, yaitu

x=- 1/z, x= 1/ 2

sebagai titik ujung interval, dan x=O

-d.s

0.5

'

karena f'(c) = 0 (silakan dicek). Dari


-0.1

.: - - -9 .~cS-

grafik koordinat (- 1/ 2, 1/ 4 ) dan ( 1/z, 1/ 4)


Gam bar 3

merupakan

titik

ekstrim

global,

sedangkan (0,0 ) bukan titik ekstrim.

-------- __

Fungsi f(x )=[x-I[, pada interval tutup

').

-I :5x:52 mempunyai titilc kritis, yaitu


x=-1, x=2 sebagai titilc ujung interval
dan x=l sebagai titik kritis (silakan
dicek). Titik (-I ,2) merupakan titik
maksimum global, dan titik (I ,0)
merupakan titilc minimum global

-I

I Gam bar 4

Contoh
Tentukan ekstrim global dari fungsi f(x) = 5x 213 - x 513 , -l:5x:55

Penyelesaian
Terlebih dulu dicari titik kritisnya, yaitu x yang menyebabkan f'(x) = 0 atau f'(x)
tak ada. Turunan f(x) adalah

f'(x)= 1 ~x-!\ -~xX =~x-Y,(2-x). Sehingga

f'(x) = 0 untuk x=2 dan f'(x) tak ada untuk x=O. Sehingga titik kritis dari f adalah
x=-1 (titilc ujung interval), x=O (titik singular), x=2 (titik stasioner), x=5 (titik ujung

123

interval). Nilai fungsi di titilc kritisnya f( -I )=6, f(O)=O, f(2)= 3;z/4, f(S)=O. Sehingga
titik maksimum global (-I ,6) dan minimum global (0,0) dan (5,0).
Teorema 6.2 (Teorema Rolle)

Misalkan fungsi f kontinu pada [a,b] dan diferensiabel pada (a,b), serta f(a)=f(b).
Malca terdapat CE(a,b) sehingga f'(c) = 0.
Bukti

Untuk kasus f fungsi konstan pada [a,b], f'(x) = 0 untuk setiap xE(a,b),
sehingga teorema Rolle otomatis dipenuhi

Untuk kasus f bukan fungsi konstan

Karena fkontinu pada [a,b], malca terdapat m, ME

sehingga

m = min f(x) :S: f(x) :S: max f(x) = M


a~x$b

a$x$b

Dalam kasus f bukan fungsi konstan dengan f(a)=f(b), tidak mungkin nilai
maksimum atau minimum dipenuhi di titik ujung a dan b. Berdasarkan teorema
nilai rata-rata, terdapat cE(a,b) sehingga M=f(c) atau m=f(c). Karena f
diferensiabel pada (a,b), malca L'(c) = f+'(c) = f'(c)
Untuk kasus f(c)=M (kasus
f'(c)=L'(c)= lim
X4C

t~c)=m,

f(x)-f(c)

dibuktikan serupa), hal ini berakibat

=lim

X-C

f(x)-M

X4C

>0, karena f(x)-M:s:O dan

X-C

x-c:SO...

(I)

.
f(x)-f(c)
f'(c)=f+'(c)= I1m
x--*c+
x-c
X - C

lim

f(x)-M

x---+c+

s 0, karena

f(x)- M :S: 0 dan

X-C

(2)

2: 0 ...

Dari (I) dan (2) diperoleh f' (c) = 0


Berikut adalah kemungkinan grafik dimana teorema Rolle berlaku

y=f(x)

b
Gambar Sa

d'

Gambar 5b

c
Gambar 5c

124

Teorema 6.3 (Teorema Nilai Rata-rata)

Misalkan fungsi f kontinu pacta (a,b] dan diferensiabel pada (a,b), maka terdapat
f(b)-f(a)
.
cE(a,b) sehmgga f'(c) = ~-'-----'--'
b-a
Bukti.

Untuk lebih memahami teorema ini perhatikan grafik berikut. Persamaan garis yang
melalui (a,f(a)) dan (b, f(b)) adalah y = f(a) + f(b)- f(a) (x- a)
b-a
Dari grafik

y
f(c)
,

F(x)

-----~----

f(x)

F(x) = f(x)- f(a)- f(b)- f(a) (x- a)


b-a

f(x)

''
'

Akan

diperiksa

apakah

fungsi

F(x)

memenuhi hipotesis dari teorema Rolle:

f(b) -----------

a. F(x) merupakan fungsi kontinu pada


f(a)

''
a

c
Gam bar 6

[a,b] karena merupakan jumlahan f(x)


X

yang kontinu dan polinomial derajat


satu yang kontinu.

b. F(x) diferensiabel pacta (a,b) karena f(x) dan polinomial derajat satu Juga
diferensiabel pada (a,b).
Sehingga teorema Rolle dapat diterapkan untuk fungsi F(x). Turunan F(x) adalah .
F'(x)=f'(x)- f(b)-f(a). Karena F kontinu pada (a,b] dan diferensiabel pacta (a,b)
b-a
dan F(a)=F(b)=O, mal<a menurut teorema Rolle terdapat cE(a,b) sehingga
F'( c)= f'( c)- f(b)- f(a) = 0 atau f' (c)= f(b)- f(a)
b-a
b-a

Salah satu penggunaan teorema Rolle adalah untuk membuktikan bahwa suatu
persamaan mempunyai tepat satu akar.

Contoh

1 Bila f(x)=3x 2 +2x+5, tentukan bilangan cE[-1,1] sehingga berlaku teorema


nilai rata-rata

125

Tunujukkan bahawa persamaan 3x 3 - 4x + 5 = 0 mempunyai satu akar real .

Tunjukkan bahwa x +tan x =I mempunyai penyelesaian di [0, I]


(Petunjuk: gunakan fungsi f(x)=(x-l)sin x, sebagai fungsi mula-mula)

Penyelesaian

f'(c) = 6c+2, f(-1)=6, f(l)=10


f' (c) =

f(1)- f(-1)

=> 6c + 2 = 2 => c = 0

Turunan dari f(x) = 3x 3 - 4x + 5 adalah f' (x) = 9x 2 -4 = 9(x 2 -

;Vg').

Fungsi f(x) dan f'(x) diferensiabel pada , dan f'(?j) = f'(-?j) = 0. Karena f(x)
fungsi polinomial, dan f'(?j) = f'(-?j) = 0, mal<a terdapat x pada interval
(-oo/!3), (_2/3, 2/3) dan cz;3,oo) dengan f'(x) ~ 0
Persamaan f(x)=O ticlak mungkin mempLmyai lebih dari satu akar pada interval
(-oo//3). Sebab jika persamaan itu mempunyai lebih dari satu akar (katakanlah a
clan b), maka f(a)=f(b)=O. Dan itu, menurut teorema Rolle terdapat
cE(a,b)~(-oo/13 ) dengan f'(c) = 0. Hal ini bertentangan dengan f'(c) = 0 hanya

dipenuhi oleh c=- 2h dan c= 2iJ_ Berarti f(x)=O hanya mempunyai satu akar pada
interval (-oo/h). Karena f(-2)=-11 dan f(-1)=6, mal<a menurut teorema nilai
antara terdapat CE(-2,-1) sehingga f(c)=O. Artinya bahwa persamaan f(x)=O
mempunyai satu akar yang terletak pada (-2,-1).
Sekarang akan ditunjukkan bahwa pada interval (- 2h

2
/ 3)

dan CZiJ.oo) persamaan

f(x)=O tidak mempunyai akar.


Karena f(_2/ 3)=

61

/~0 clan f( 2fo)=5>0, maka menurut tcorema nilai antara tidak

terdapat cE(-2h 2/3) dengan f(c)=O


Analog untuk interval (-oo//3),.
Kesimpulannya persamaan 3x 3 - 4x + 5 = 0 hanya mempunyai satu akar real
pada interval (-2,-1).
Berikut digambarkan grafik fungsi f(x) = 3x 3

4x + 5

126

1
y- 3x 2-4x+5

4
Gambar 7

-2

Perhatikan f(x)=(x-l)sin x, XE[O,I]


Malca
f(x) diferensiabel dengan f' (x) =sin x +(x-I) cos x

l.

u.

f(O) = f(l) = 0

Sehingga menurut teorema Rolle terdapat cE(O,I) sehingga f'(c) = 0


Jadi sinc+(c-l)cosc=O
Karen a untuk c E (0, I) cos c

* 0, maka tan c + c = I

Dengan kata lain tan x + x = I mempunyai penyelesaian di [0, 1]

Fungsi Naik I Fungsi Turun


Definisi 6.3
Diberikan fungsi fyang terdefinisi pada [a,b]
L

Fungsi f dikatakan naik pada [a,b] jika u < v => f(u) < f(v) Vu, v E [a, b]

It.

Fungsi fdikatakan turunpada [a,b]jika u < v=> f(u) > f(v) Vu,vE[a,b]

Teorema 6.4 (Uji Turunan Pertama Untuk Kemonotonan Fungsi)


Diketahui fterdefinisi pada [a,b] dan diferensiabel pada (a, b)
L
It.

f'(x) > 0 l;lx E [a, b)=> f monoton naik pada [a,b]


f'(x) < 0 Vx E [a, b] => f monoton turun pada [a,b]

Bukti.
Akan dibuktikan dengan menggunakan definisi kemonotonan. Misalkan [u, v],;;;[a,b J
l.

Akan dibuktikan u < v => f(u) < f(v) Vu, v E [a, b)


Karena f terdefinisi pada [a,b] dan diferensiabel pada (a,b), malm f juga
terdefinisi pada [u,v] dan diferensiabel pada (u,v). Sehingga menurut teorema

127

. .

m 1aJ rata-rata, ter apat CE(u,v), sehmgga f'(c)

= f(u)-f(v) . Karena diketahui


u-v

f'(c) > 0 dan u-v <0, maim f(u)-f(v) <0


Jadi untuk u < v => f(u) < f(v) liu, v E [a,b]
Terbukti fmonoton naik pacta [a,b]
11.

Akan dibuktikan u > v => f(u) < f(v) liu, v E [a, b]


Karena f terdefinisi pacta [a,b] dan diferensiabel pacta (a,b), malca f juga
terdefinisi pada [u,v] dan diferensiabel pada (u,v). Sehingga menurut teorema
nilai rata-rata, terdapat cE(u,v), sehingga f'(c)

= f(u)-f(v). Karena diketahui


u-v

f'(c)<O dan u-v>O,maka f(u)-f(v)<O


Jadi untuk u > v => f(u) < f(v) liu, v E [a, b]
Terbukti f monoton turun pacta [a,b J

Dari selang kemonotonan suatu fungsi dapat ditentukan titik ekstrimnya berdasarkan
perubahan kemonotonan fungsinya. Sedangkan perubahan kemonotonan suatu fungsi
dapat ditentukan dari perubahan tanda dari tunman pertama di sekitar titik laitisnya.
Perubahan dari monoton naik ke monoton turun menghasilkan maksimum lokal,
sebaliknya perubahan dari monoton turun ke monoton naik menghasilkan minimum
lokal.

Teorema 6.5 (Uji Turunan Pertama Untuk Ekstrim Lokal)


Misalkan f fungsi kontinu pacta interval buka yang memuat titik c. Jika ada suatu 8>0
sehingga:
1.

f'(x)>O lixE(c-8,c)

dan

f'(x)<O lixE(c,c+8)

malca

mencapai

dan

f'(x)>O lixE(c,c+8)

malca

mencapm

maksimum lokal di c
u.

f'(x)<O lixE(c-8,c)
minimum Iokal di c

Bukti.

128

1.

=f(x)

Karena f'(x) > 0 lfx E (c-8,c) maim f(x)


monoton naik pacta interval (c - 8, c), hal
ini berarti x < c => f(x) < f(c).
Karena f'(x)<O lfxE(c,c+8) makaf(x)
monoton turun pada interval (c, c + 8) , hal
ini berarti x > c => f(x) < f(c)
f(c) > f(x) lfx E (c- 8,c + 8),

Karena
c

c-8
Gambar Sa

c+8

mal<a f (x) mencapai maksimum lokal di c


11.

Karena f'(x) < 0 lfx E (c-8,c) mal<a f(x)


monoton turun pada interval (c-8,c), hal
ini berarti x < c => f(x) > f(c)
Karena f'(x) > 0 lfx E (c,c + 8) maka f(x)
monoton naik pacta interval (c, c + 8), hal
ini berarti x > c => f(x) > f(c).
Karena

c-8
Gambar 8b

f(c) <f(x) lfx

(c- 8,c + 8),

c+i5

maka f (x) mencapai minimumlokal di c

Contoh
Tentukan semua titik ekstrim beserta jenisnya dari fungsi f(x)=3x 4 -4x 3 , dengan
menggunakan uj i kemonotonannya.

Penyelesaian
f' (x) = 12x 2 (x -1).

Sehingga titik

kritisnya

adalah

x=O

dan

x=1,

karena

f'(O) = f'(l) = 0. Akan diselidiki tanda f'(x) untuk x di sekitar titik kritis.
12xx<O
O<x<l
x>l

x-1

12x-cx-l)

Kesimpulan

+++

----

----

Fungsi f moncton turun

+++

----

-- - +++

+++

+++

Pad a interval (-oo, I) fungsi


moncton

turun,

pada

interval

(I ,oo)

fungsi

Fungsi f monoton turun

moncton

naik.

Fungsi f monoton naik

menurut definisi (I ,-1)


mrpkn titik minimum lokal

Sehingga

Teorema 6.6 (Uji Turunan Kedua Untuk Ekstrim Lokal)


Misalkan f fungsi yang diferensiabel sampai dengan tunman kedua pacta suatu
interval yang memuat c dan (c,f(c)) titik ekstrim.

129

+ Jika f"(c) > 0, maka fmencapai minimum Iokal di c

+ Jika f'' (c) < 0, maim f mencapai maksimum Iokal di c


+ Jika f"(c) = 0, maim uji gagal (tidal' ada keputusan)

Dari contoh sebelunmya, f mempunyai titik kritis x=O dan x= I, kemudian


f"(x) = 36x

24x dan f"(O) = 0, f''(l) = 12 > 0. Jadi f(x)=3x 4-4x 3 mempunyai

minimumlokal di (1,-1) (Sesuai dengan uji tunman pertama).


Sebelum membahas definisi dan uji tunman kedua untuk kecekungan fungsi,
perhatikan terlebih dulu fungsi f(x)=x 3-4x
Fungsi f(x)=x 3-4x mempunyai tunman pertama f'(x) = 3x 2 -4 dan tunman kedua
f" (x) = 6x . Titik kritis f adalah x=-2!,3 , x=2!,3:= I ,55
Sebelum menggambarkan grafik fungsinya akan diselidiki perilaku fungsi di sekitar
titik kritis dengan memperhatikan tanda tunman pertama dan tunman kedua di sekitar
titik tersebut.

((x)~3x 2 -4

r"(x)~6x

x<- 2/v3

+++++

-------

-------

-------

-------

+++++

/,,<x<O
2

0<x< /..J3

f (x)~x 3 -4x
( (x)~3x 2 -4

x> 1-/3

+++++

+++++

Gambar 9

Bandingkan tanda f '(x) dan f "(x) pada setiap subinterval, dan grafik fungsi di sampingnya. Pada
interval (-oo,- 21,3) grafik fungsi f(x)~x 3 -4x moncton naik (f '(x)>O), interval (- 21,3,0) dan (0, 21,,)
grafik moncton turun (r'(x) <0), interval

('i,3 ,oo) grafik moncton naik(f(x)>O). Pada interval (-oo,O)

grafik fungsi f(x)~x 3 -4x cekung ke bawah (f "(x)<O, atau grafik f '(x) moncton turun), interval
(O,oo) cekung ke atas (f .. (x)>O, atau atau grafik ((x) moncton naik).

Definisi 6.4

+ Jika grafik f terletak di atas semua garis singgungnya pad a suatu interval,
maim dikatakan f cekung ke atas

+ Jika grafik f terletak di atas semua garis singgungnya pad a suatu interval,
maim dikatakan f cekung ke bawah.

130

Gambar lOa

Gambar lOb

Dari grafik 6.1 0, dapat dilihat bahwa kemiringan garis singgung, dari kiri ke kanan
semakin besar (tetjal), artinya bahwa tunman dari f' naik, sehingga f" positif.
Sebaliknya dari grafik 6.11, semakin ke kanan kemiringan garis singgung semakin
kecil (landai), artinya bahwa tunman f' menurun, sehingga f" negatif.

Uji turunan l{edua untuk kecelmngan suatu fungsi


Pada pembahasan yang lalu, tunman pertama menentukan kemonotonan suatu fungsi.
Berikut ini dibahas tunman kedua yang menentukan kecekungan suatu fungsi.

Definisi 6.5
Diketahui fungsi f diferensiabel pada suatu interval

+ Fungsi fcekung ke atasjika f' monoton naik pada interval itu


+ Fungsi f cekung ke bawahjika f' monoton turun pada interval itu
Ilustrasi
Perhatikan grafik y=x 3 di sam ping ini.

tk x>O, nilai

Untuk x<O, fungsi monoton turun, dan


kemiringan

garis

perhatikan

bahwa

singgungnya

semakin lama semakin kecil


Utk x<O, nilai f'
scmakin lama

( f' turun), itu artinya f" < 0

Untuk x>O, fungsi

monoton naik, dan


kemiringan

f'

senmkin lama

perhatikan

bahwa

garis

singgungnya

semakin lama semakin besar

scmakin kccil.

f' turun
f''< 0

Gambar II

( f' naik), itu artinya f" > 0

Teorema 6.7 (Uji Turunan Kedua Untuk Kecekungan Fungsi)

131

Misalkan fungsi f

terdefinisi pada [a,b] dan mempunyai turunan sampai dengan

tingkat dua pada (a, b).

+ Jika f"(x) > 0 untuk setiap XE(a,b), maim grafik fungsi f cekung ke alas
+ Jika f"(x) < 0 untuk setiap xE(a,b), maka grafik fungsi f cekung ke bawah
Jika di suatu titik pada grafik fungsi terjadi perubahan kecekungan, maim titik itu
disebut titik belok fungsi.

6.2 Titik Belok Fungsi

Definisi 6.6

Misalkan fungsi f kontinu pada suatu interval yang memuat c. Fungsi f dikatakan
mencapai titik belok di c bila terdapat perubahan kecekungan pada grafik fungsi di
sekitar c.
Contoh

Sketsakan grafik fungsi f(x)=x 2[x-3[, dengan menentukan semua titik ekstrimnya, titik
belok, dan semua asimtot.
Penyelesaian

Karena x2 [x-3f,tx 3 -3x 2 , maim untuk menentukan tunman pertama dan kedua dari f,
kita tidak bisa menggunakan rumus tunman. Akan digunakan definisi !unman untuk
menentukan f'
Karena fungsi f memuat harga mutlak [x-3[, maka akan diselidiki !unman pertama di
x<3, x>3, x=3.
Menurut definisi i(x +h)- 31 =

(x+h)-3, x+h23
{ 3-(x+h), x+h<3

+ Untuk x<3, pilih h>O sehingga x+h<3


. f(x+h)-f(x)
hm
h--+0
h

(x+h) i(x+h)-3l-x lx-3l

= lim ---'--------'------'----'
h

h--70

=lim (x +2xh+h )(3-(x+h))-x (3-x)


h->0

h
2

-3x 2 h-3xh 2 +3h -h 3 +6xh

=lim----------~----------

h->0

=-.)X 2 + 6X
0

+ Untuk x>3, pilih h>O sehingga x+h>3

132

. (x+h) i(x+h)-3l-x 2 1x-3l


. f(x+h)-f(x)
I1m
= hm -'---'-"-'-----'--'---'--__!
h~O
h
h~O
h
. (x 2 +2xh+h 2 )((x+h)-3)-x 2 (x-3)
= I1m
-'-------'-'-'----'---''---=--'-'h~O

. 3x 2 h+3xh 2 -3h 2 +h 3 -6xh


= I1m - - - - - - - ' - - ' - - ' - - = : : .
h->0
h

=3x 2 -6x

+ Untuk x=3
2

lim f(x)-f(3) = lim x lx-3I-O


x~3'
x-3
x~3'
x-3
2

= lim x (x-3) =9
x~3'
x-3

. f(x)- f(3)
I1m

x->3-

X-

=
=

. x 2 lx- 31-0
11111 - - ' - - - ' - - -

X->3-

X-

Jim X2 (3 - X)
x-3

= -9

x~3'

Karen a lim

x--+3+

* x---+3lim , maim ( (3) tidak ada

Titik-titik kritis f

+ Untuk x<3, f'(x) = 0 -7 -3x 2 + 6x = 0-7 -3x(x- 2) = 0-7 x = 0 v x = 2

+ Untuk x>3, f' (x) = 0 -7 3x 2 - 6x = 0 -7 3x(x- 2) = 0 -7 x = 0 v x = 2


+ Untuk x=3, ((3) tidak ada
Titilc kritis ( dipenuhi bila ('(x)=O, yaitu x=l.
Kemudian akan diselidiki nilai fungsi tunman pertama dan kedua di sekitar
masing-masing titilc kritisnya.
r'(x)

x<O

----

Kesimpulan
grafik f monoton turun

0<x<2

+++

grafik f monoton naik

2<X<3

----

grafik f moncton turun

x>3

+++

grafik f moncton naik

f(x) x'Jx-JJ

X"" I

mrpkn titik

be!ok

((3) tidak ada

4;-----

Gambar 12
0

133

r"(x)
x<l

+++

X> I

---

Kesimpulan
grafik f cekung ke atas
grafik f cekung ke bawah

Perhatlkan mlai fungsi f ' (x) dan f "(x) dan bandingkan dengan grafik fungsi
2

f(x)=x [x-3[. Pada interval (-co,O) dan (2,3) grafik f monoton turun, pada interval
(0,2) dan (3,co) grafik f monoton naik (sesuai tanda dari f '(x)). Maksimum lokal
dicapai di titik (2,4) dan minimum lokal dicapai di titik (0,0) dan (3,0). Di x=3,
turunannya tidak ada (grafik berupa patahan/sudut di x=3)
Pada interval (-co,!) grafik f cekung ke atas, dan pada (!,co) grafll< f cekung ke
bawah (sesuai tanda dari f "(x)). Karena terjadi perubahan kecekungan di sekitar
x=l, maka menurut definisi x=l merupakan titik belok.

Berikut diberikan teorema tentang !unman kedua di titik belok.

Teorema 6.8
Misalkan f diferensiabel pada suatu interval yang memuat c. Jika f mencapai titik
belok di c dan f"(c)ada, maim f"(c) = 0
Bukti.
Diketahui fungsi f mencapai titik belok di c. Ini artinya di sekitar titik c tetjadi
perubahan kecekungan dari fungsi f, atau tetjadi perubahan kemonotonan dari fungsi
f' di sekitar c. Sehingga x=c merupakan ekstrim lokal untuk f'. Oleh karenanya
(f')'(c) = f"(c) = 0.

Perhatikan pernyataan berikut.

+ Jika fmencapai titik belok di x=c maka f"(c) = 0 belum tentu benar.

+ Kebalikan teorema di atas tidak selalu benar, artinya bahwa jika f"(c) = 0
tidak selalu c merupakan titik bclok

Contoh
I. Perhatikan fungsi k(x) = xJxJ

134

Turunan pertama dari f(x) = lxl adalah f'(x) =

(silakan dicek!)

1 1

Sehingga k'(x) = lxl + lxl = 2lxl (juga silakan dicek!) dan k"(x) = 2

:
1 1

Dari rum us !unman kedua perhatikan bahwa untuk x < 0, k" (x) < 0 dan
x > 0, k"(x) > 0. Artinya terjadi perubahan kecekungan di sekitar x=O. Tapi
perhatikan bahwa k" (0) tidak ada.
2. Fungsi linear ax+by+c=O tidak pernah mempunyai titik belok (karena berbentuk
garis), meskipun tunman keduanya di sembarang titik selah! no!.

Teorema 6.9
Misalkan f mempunyai !unman kedua pacta suatu interval yang memuat c dan
f"'(c) ada. Jika f"(c) = Odan f"(c) ,o 0, mal<a fmempunyai titik belok di c.

Soal
Sketsakan grafik fungsi yang memenuhi syarat yang diberikan

f'(-1) = f'(l) = 0

f (x) < 0, lxl <I

f'(x)>O, lxl>1

f(-1)

= 4, f(l) = 0

f"(x) < 0, x < 0


f'(-1) = 0

f'(x) > 0, x > 0


f(l) tidak ada

f'(x) <0, lxl <I

f(x) > 0, lxl >I

f(-1)=4, f(l)=O

f'(x)<O, x,ol

f'(-1)=0, f(2)=0
f(-1) =f(2) =-I, f(-3) = 4
f(x) = 0, x < -3, f(x) < 0 pacta (-3,-1) dan (0,2)
f(x) > 0 pacta (-I,O)dan (2,co)
f' (x) > 0 pacta (-3,0) dan (0,5)
f'(x) < 0 pacta (5,co)

6.3 Penggambaran Grafik Fungsi


Penerapan tunman yang lain adalah penggambaran grafik fungsi. Jika sebelumnya
mungkin kita hanya mampu menggambar grafik fungsi sampai pacta fungsi pangkat

135

tiga, dengan menggunakan !unman kita akan bisa menggambar grafik fungsi dengan
pangkat lebuh tinggi, dan juga fungsi rasional.
Namun sebelum pembahasan penggambaran grafik fungsi, akan dibahas dulu
mengenai asimtot fungsi.
Asimtot grafik fungsi kontinu adalah garis lurus yang didekati oleh grafiknya tapi
tanpa pernah saling berpotongan. Garis lurus ini dapat sejajar dengan sumbu
koordinat (asimtot tegak atau mendatar), atau memotong sumbu koordinat di dua titik
(asimtot miring).

+ Asimtot tegak
Garis x=c disebut asimtot tegak, bila salah satu syarat berikut dipenuhi

lim f(x)

= oo,

lim f(x) = oo,


X---tC+

X---tC

lim f(x) = -oo,

lim f(x) = -oo


x---tc+

X---tC

+ Asimtot mendatar
Garis y=b disebut asimtot mendatar, bila

lim f(x) = b
x ---tc:o

+ Asimtot miring
Garis y=mx+c merupakan asimtot miring dari suatu fungsi f(x), dengan
m = lim f(x) dan b = lim (f(x)- mx)
x---too

x---tco

Langkah-langkah penggambaran grafik fungsi

+
+

Sangat penting untuk mengetahui daerah asal suatu fungsi


Perpotongan fungsi dengan sumbu koordinat
Tentukan titik potong grafik dengan sumbu x (y=O) dan sumbu y (x=O)

Kesimetrian Fungsi
Langkah ini cukup membantu bila yang akan digambar adalah fungsi genap
(bila f(-x)=f(x)), fungsi ganjil (bila f(-x)=-f(x)) atau fungsi periodik (bila
f(x+p )=f(p ), p konstanta positit)

+ Asimtot
Langkah ini wajib diketahui bila yang akan digambar adalah fungsi rasional
yang mempunyai titik-titik diskontinu.

+ Kemonotonan dan kecekungan fungsi, titik kritis, titik belok serta titilc ekstrim

136

Langkah ini merupakan langkah yang sangat penting, karena merupakan


langkah terald1ir yang dapat menampakkan wujud yang sebenarnya secma
utuh grafik fungsi yang digambar.

Contoh
Gambarkan grafik fungsi
a.

b.

f(x)

x-0

r-:-;

vx + 1

x'

c.

f(x) = - , x -l

d.

f(x)=-

x -]

Penyelesaian

Domain fungsinya adalah {x/x E R}

Titilc potong sumbu x (y=OD(O,O) dan (-6,0)) Titik potong sumbu y


(x=OD(O,O))

Dengan menggunakan definisi tentukan asimtot yang mungkin

Dengan menggunakan definisi tentukan asimtot yang mungkin


Karena

lim (x 3 + 6x 2 ) = oo, mal<a tidak terdapat asimtot datar. Fungsi


X ->'X'.o

f(x)

merupakan

fungsi

polinomial

sehingga tidak

memiliki

titilc

diskontinu, artinya tidak terdapat asimtot tegak

f'(x) = 3x 2 + 12x ~ f'(x) = 0 ~ x = 0 dan x=-4 merupakan titik kritis

f"(x) = 6x+l2

~ f"(x)=O~

x =-2

Perhatikan analisis berikut


((x)

Kesimpulan

x<-4

+++

Grafik f monoton naik

-4<x<0

-- - -

Grafik f monoton turun

x>O

+++

Grafik f monoton naik

r"(x)

Kesimpulan

x<-2

----

Grafik f cekung ke bawah

x>-2

+++

Grafik f cekung ke atas

max lokal

Gambar 13

Titik bclok

Perhatikan Ianda dari f (x) dan f " (x) dan bandingkan dengan grafik di sampingnya.
Pada interval (-oo,-4) dan (O,oo) grafik f monoton naik, sedangkan pada (-4,0) grafik f monoton
turun. Titik maximum loka\ (-4,32) dan titik minimum \aka\ (0,0).

137

Di sekitar x=-2, terjadi perubahan kecekungan, untuk x<-2 grafik cekung ke bawah dan x>-2
grafik cekung ke atas. Sehingga titik belok dicapai di titik (-2, 16)

x2

b. f(x) = -Jx+i
X +I

+ Domain fungsinya adalah {x/x+I>O, xER}= (-I,oo)


+ Titik potong sumbu x dan sumbu y adalah (0,0).
+ Bukan merupakan fungsi genap, fungsi ganjilmaupun fungsi periodik
+ Dengan menggunakan definisi, tentukan asimtot yang mungkin
x2

Karena lim r-:-: = oo, maka tidak terdapat asimtot datar.


x-+ro-vx+l

Fungsi

X~

f(x) = -Jx+i mempunyai titik diskontinu x=-1, dan untuk x0-1 -Jx+i 00,
x +I
sehingga

f(x)Ooo.

Jadi

x=-1

merupakan

asimtot

tegak

karena

lim f(x) = oo
x->-1'

( (x) =

4
x(}x + ) . Sesuai dengan definisi titik kritisnya adalah x=O
2(x+I)-Jx+i

dan x=- 4h. Tapi karena domainnya (-I ,oo), maim titik kritisnya x=O (x=- 4/3
out of domain)

((x)=

}x'+~x+S

. Tidak terdapat x sedemikian sehingga f"(x)=O

4(x+l)--Jx+i
Perhatikan analisis berikut ini
A

((x)

Kesimpulan

X<O

---

(-ro,O) grafik f monoton turun

X>O

+++

(0, ro) grafik fmonoton naik

Pada

. . ..
trtrk kntrs,

x2
f(x)=--

.Jx+i

mlar fungsmya f(0)-0. Pada

domainnya, grafik f cekung ke atas, dan di


sekitar titik kritis tidak terjadi perubahan

'

l~

asimtot tegak

kecekungan. Artinya tidak terdapat titil< belok.


Untuk setiap x dalam domain f(x)>O. Karena

Gambar 14

grafik cekung ke atas mal<a (0,0) merupakan


titik minimum lokal.

c. f(x)

x'

=~2

_]

+ Domain fungsinya adalah {x/x2-l,t0, xER}= R-{-1,1}


!38

Titik potong terhadap sumbu x dan y adalah (0,0)

Denganmenggunakan definisi, tentukan asimtot yang mungkin


2

Karena

lim~= I, sehingga asimtot datarnya adalah garis y=l

,'{.J>LY~

X-

-1

Fungsi f(x) = ~, mempunyai titik diskontinu x=-1 dan x=l. Untuk


X -1
2

x01, x -IDO, sehingga f(x)Doo. Jadi asimtot tegaknya adalah x=-1 dan x=1

f'(x) =

~ 2x

, . Sesuai dengan definisi, titik kritisnya adalah x=O

(x--1)-

2
1
1
f"(x)= (Jx' + )(x' - ) f"(l)=O, f"(-1)=0. Apakah x=1 merupakan
2
2
'
(x -1)
titik belok?
Perhatikan analisis berikut ini
((x)

Kesimpulan

X<O

+++

Grafik f monoton naik

x>O

----

Grafik f monoton turun

x<-1
-i<x<l

r"(x)

Kesimpulan

+++

f cekung ke atas

- -

--

+++

x>l

f cekung ke bawah
f cekung ke atas

f(x)~x 2 /(x 2 -1)

''

Gambar 15'

''

Titik x= I bukan merupakan titik belok (meskipun te1jadi perubahan kecekungan di sekitar titik
x~ I).

Hal inidikarenakan terdapat asimtot tegak dan mendatar. Kemudian untuk x<-1 dan X> I,

f(x) selalu positif sehingga grafik fungsinya selalu di alas sumbu y, sedangkan untuk -i<x< I,
f(x) bertanda negatif sehingga grafik fungsinya selelu di bawah sumbu y . Maksimum lokal
dicapai titik (0,0)
x2

d. f(x) = x -1

Domain fungsinya adalah {x/x-1;0, xER}=R-{1}

+ Titik potong terhadap sumbu x dan y adalah (0,0)

Dengan menggunakan definisi asimtot, tentukan asimtot yang mungkin


2

Karena lim _x_ = oo , sehingga asimtot datarnya tidak ada.


X--700 X

-1

139

x2

Fungsi f(x)=- mempunyai titik diskontinu di x= I, artinya ketika


x -I
xDI, x-100, sehingga f(x)Dco. Jadi asimtot tegaknya adalah x=l.
1
x-1

1
x-1

+ Karena f(x)=_,c_=x--- dan lim [f(x)-x]= lim [ - --]=0,


x-1

x-too

x->oo

mal<a sesuai definisi asimtot miring, garis y=x merupakan asimtot miring
2

dari f(x) = _x_ (asimtot miring biasanya dimiliki oleh grafik fungsi
X -I
rasional dengan pangkat pembilang satu derajat lebih tinggi dari pangkat
penyebut)

+ f'(x) =
f"(x) =

x 2 -2x
(x-I) 2

-+ f'(x) = 0-+ x = 0 dan x=2.

" . Tidal< terdapat x sedemikian sehingga ('(x)=O


(x -1) 0

Perhatikan analisis berikut ini


((x)

Kesimpu1an

x<O

+++

Grafik f monoton naik

0<x<1

-- --

Grafik f monoton turun

i<x<2

--

--

Grafik f moncton turun

+++

Grafik fmonoton naik

X>2

Perhatikan tancta f

f(x)=x'/(x-1)
1

asimtot miring

'

----1.!.----

(x) dan bandmgkan

dengangrafik di sampingnya. Pacta (-oo,O) dan


(2,oo) grafik f monoton naik, sedangkan pacta
(0,2) grafik f monoton turun. Maksimum
1oka1 dicapai di titik (0,0) dan minimum 1oka1

mi lokal

asimtot tcgak

-3--- -

-1

I
I
I
.I
I
I

I
I

Gambar 16

di (2,4).

Soal

Sketsakan grafik fungsi berikut:


I

I+ x 2
y=-1- X 2

140

I
y=---(x -l)(x +I)

6.4 Gerak Rektilinier


Misalkan sebuah obyek bergerak sepanjang garis lurus, dan untuk setiap waktu dalam
interval tertentu, obyek tersebut mempunyai posisi x(t). Kecepatan rata-rata dari
t -7 t +Lit

v(t) = lim

adalah
x(t +Lit)- x(t)

l'lt->0

Lit

x(t +Lit)- x(t)

Untuk

Lit

Lit -7 0

diperoleh

dx
.
.
= - yang dtsebut kecepatan/laJLI sesaat pada saat t.
dt
v(t)

= x'(t)

Bila fungsi kecepatan itu juga diferensiabel terhadap waktu, maka itu adalah laju
perubahan kecepatan terhadap waktu dan disebut percepatan, dan dinotasikan dengan
a(t) = v'(t) = x"(t)
Bila obyek bergerak ke kanan malca v(t)>O dengan arah searah jarak temouhnya, dan
bila bergerak ke kiri v(t)<O dengan arah berlawanan arah dengan jarak tempuh .. Bila
a(t)>O, maka gerakan obyek tersebut dipercepat, bila a(t)<O, malca obyek tersebut
bergerak diperlambat.

Contoh
Sebuah obyek bergerak sepanjang sumbu x dengan posisi di setiap waktu tE [0,9]
diberikan oleh persamaan x(t)=r3-!2e+36t-27. Analisislah gerakan obyek tersebut.

Penyelesaian
Pada saat t=O, obyek bergerak mulai posisi 27 satuan di sebelah kiri titik asal (x(O)=
-27)
Dan berald1ir padajarak 54 satuan di sebelah kanan titik asal (x(9)=54)
Kecepatan obyek ditentukan dengan menurunkan x(t) terhadap t
v(t)=x, (t)=3

e-24t+36=(3t-6)(t-6)

Dari tunman pertama terhadap x(t) dihasilkan sebagai berikut


positif ,0 s; t < 2

=2

0 ,t

kecepatan = v(t) = negatif, 2 < t < 6

0,

=6

positif , 6 < t s; 9

141

Percepatan yang dilakukan obyek diperoleh dengan menurunkan v(t) terhadap t


a(t)=v' (t)=x' '(t)=6t-24
Analog dengan kecepatan, dihasilkan
negatif , 0 s; t < 4

percepatan = a(t) =

0 , t=4

positif , 4 < t s; 9

'

v(t) :

'

++++

++++

++++

+++++

a(t) :

'
0

Obyek
Obyek bergerak ke
bergerak kc kiri diperlambat
kanan
diperlambat

Obyek bergerak ke kiri


dipercepat

9
Obyek bergcrak ke kanan
dipcrccpat

Perhatikan grafik berikut


-Grafik v(t), untuk tE[0,2) dan tE(5,9] di atas

sumbu t, miinya saat itu obyek bergerak maju,

Gmfikx(t)

saat tE(2,5) obyek bergerak mundur


-Grafik a(t), untuk tE[0,4) di bawah sumbu t,
20

artinya saat itu gerakannya diperlambat, saat


tE(4,9) gerakannya diperlambat
-Grafik x(t), saat t~O, mulai bergerak dari jarak
27 di sebelah kiri titik asal, dan berakhir pada
Gam bar I 7 jarak 54, 9 detik kemudian

Contoh
3

Posisi sebuah partikel diberikan oleh persamaan x(t)=t -6t +9t, dengan t dalam detik
dan x dalam meter
Analisislah gerakan partikel terse but

Penyelesaian

142

Akan dianalisis dengan menggunakan grafik.


Grallk x(t)

Bandingkan

sendiri

dengan

perhitungan

matematisnya

Partikel berhenti pad a saat t= I dan t=3. Saat


5

lE(0,2), partikel bergerak diperlambat, kemudian


setelah 2 detik gerakannya dipercepat. Saat

Gran v(t)

-I

Gambar 18

lE(O,l) dan t>3

, partikel bergerak maju, saat

tE(I ,3) partikel bergerak mundur.

Contoh

Sebuah batu jatuh be bas dari ketinggian I 00 m. Dalam berapa lama dan dengan
kecepatan berapa batu itu sampai ke tanah?
Silakan dicoba sendiri (Petunjuk: percepatan gravitasi (g)=9,8 m/dtk2 . Rumus gerak
jatuh jatuh ke bawah adalah x(t)=V0 t-112gt 2 Gerak jatuh bebas adalah gerak tanpa
kecepatan awal, artinya V0 =0)

6.5 Masalah laju yang berkaitan

Jika udara dipompakan ke dalam balon udara, maka jari-jari balon akan bertambah
seiring dengan pertambahan volume udara yang dipompakan ke dalamnya.
Pertambahan terse but, baik pertambahan volume maupun pertambahan panjang jarijari, keduanya merupakan laju perubahan terhadap waktu. Masalah-masalah ini juga
dapat diselesaikan dengan tunman.
Hal utama yang perlu diingat dan dipahami adalah bahwa turunan merupakan laju
perubahan.

Contoh
I. Tangki air berbentuk kerucut terbalik, dengan jari-jari alas 2m dan tinggi 4m. Jika

air dipompakan ke tangki dengan laju 2m3/menit, tentukan pertambahan tinggi air
ketika kedalamannya 3m
Penyelesaian

143

Yang diketahui adalah laju volume air yang dipompakan


ke dalam tangki yaitu dV = 2, ditanyakan Qh_ ketika h=3
dt

Karena -'- = l
h

It

4'

dt

maim V = nh'
12

Pendiferensialan kedua ruas terhadap t menghasilkan:


dV

nh' dh

dh

dh

dt = 4dt" ---7 2 = 41ldt ---7 dt =

8
9n

ml memt

2. Pada pukul 12 siang, kapal A berada 150 km di sebelah barat kapal B. Kapal A
berlayar ke timur dengan laju 35 km/jam, dan kapal B berlayar ke utara dengan
l'liu 25 kn11jam. Seberapa cepat jarak antara kapal A dan B berubah pada pukul 4
sore?

Penyelesaian
Posisi Kapal A dan B sebelum dan
Arah

sesudah berlayar membentuk segitiga

gerakan B

ISO km

dengan

siku-siku, sehingga berlaku teorema

laju 25
km/jam

pithagoras x 2+y =z2, dengan x, y, z

AC=+=::::::::==:::::JB

berturut-turut alas, tinggi dan sisi

Arah gerakan A dengan

mmng

laju 35 km/jam

Pendiferensialan kedua ruas terhadap t dan substitusi nilai-nilai yang diketahui


menghasilkan x dx + y dy = z dz . Dari pukul 12 siang sampai pukul 4 sore,
dt
dt
dt
kedua kapal sudah berlayar selama 4 jam. Sehingga kapal A sudah menempuh
jarak 140 km, kapal B menempuhjarak 100 km. Shg bila nilai-nilai ini
disubstitusi ke dalam persamaan hasil pendiferensialan, dihasilkan
10 dx + 100 dy =

ili

ili

~10 2 + 100 2

dz ---710.35 + 100.25 =
dt
dz
2850
---7 -

dt

~10 2

+ 100 2 dz

ili

= ---o===
.J10100

3. Dua mobil berangkat dari tempat yang sama. Mobil A berangkat ke selatan
dengan kecepatan 60 km/jam, dan mobil B berangkat ke barat dengan kecepatan
25 km/jam. Pada laju berapajarak antara A dan B ber1ambah setelah 2 jam?

Penyelesaian

144

Posisi A dan B setelah bergerak membentuk


segitiga siku-siku, sehingga SA 2+S 8 2=SA 8 2,
dengan SAB jarak antara mobil A dan B.
S

dSA +S dS 8 -S
dSAB
A dt
B dt - AB dt

Setelah betjalan 2 jam, dihasilkan persamaan


dSAB
l I Jam
.
120 .60 + 50 .25 = ~ 120 2 + S02 - - 7 -dSAB
- = - -8450
<m
dt
dt
130
4. Tinggi suatu segitiga yang terbuat dari besi memuai dengan laju I cm/menit, dan
luasnya memuai dengan laju 2 cm2/menit. Pada laju berapa alas segitiga
bertambah pada waktu tingginya I 0 em dan Iuasnya I 00 cnl?
Penyelesaian

L=.!.aT-7 dL =J..(daT+a dT)--+4= da .10+20.1-7 da


2
dt
2 dt
dt
dt
dt

=-2
5

5. Sebuah tangga yang panjangnya I 0 kaki disandarkan pada dinding. Pada suatu
saat kaki tangga bergeser menjauhi dinding dengan laju I kaki/detik. Berapa laju
bergesernya puncak tangga saat kaki tangga berjarak 6 kaki dari dinding.
Bilajarak antara puncak tangga dan tanah y, dan jarak
kaki tangga dan dinding x. maka berlaku x2+/=10.
Sehingga ketika x=6 kaki, y=8. Penurunan kedua ruas
terhadap t dan substitusi nilai x dan y menghasilkan
2x dx +2y dy =0-> dy =-2 (be11anda negatif), artinya
dt
dt
dt
4
jarak puncak tangga dan tanah semakin kecil
bergeser ke kanan
I kaki/dtk

6.6 Bentuk Tak Tentu dan Aturan L'Hospital

Banyak masalah limit yang belum dapat diselesaikan dengan sifat-sifat limit maupun
rumus yang sudah dibahas sebelumnya. Contohnya adalah ketika kita akan mencari
nilai f(x) = In x di x=l. Tentunya hal ini tidak dapat dilakukan karena f(x) teak
X -I
terdefinisi di x=l. Yang dapat diketahui hanyalah nilai f(x) untuk x di sekitar x=l,
yaitu dengan lim f(x) = lim In x . Namun limit ini tidak dapat diselesaikan dengan
x--+1
x->1 X -I

145

sifat limit basil bagi (limit basil bagi sama dengan hasil bagi limit), karena baik
pembilang maupun penyebut nilainya sama-sama mendekati no! dan
Secara umum bila kita mempunyai limit dengan bentuk
g(x)
jenis

-7

0, b(x)

-7

0 ketika x

-7

%tak terdefinisi,

. g(x) d
I1m--, engan
X--'>C h(X)

c, maim bentuk ini dikenal dengan bentuk tak tentu

%, Kita pernab menyelesaiakn soal

2
.
Sll1 X
4
lim x dan hm - - berturut-turut
x--->2 x-2
X->0 X

dengan memfaktorkan dan dengan tafsiran geometris. Tapi tidak demikian halnya
, lnx
dengan Inn - - . Untuk menyelesaikannya akan dibahas bersama aturan yang
x->1 x-1

disebut aturan !'HospitaL


Bentuk tak tentu yang akan dibahas adalab bentuk tak tentu

%,

"'loo, oo-oo, O.oo.

Sedangkan bentuk tak tentu: 0, oo 0 , dan 1"' akan dibahas setelah membahas logaritma
naturaL

Teorcma 6.9 (Teorcma L'Hospital untuk bentuk %)


+Jika lim f(x) = lim g(x) = 0
X->C

X-+C

+ f' ( x) dan g' ( x) ada, kecuali mungkin di x=c


f(x)
f'(x)
maka lim - - = lim - x-->c g(x)
x->c g'(x)

Teorema 6.10 (Teorema L'Hospital untuk bentuk "'/.,)


+ Jika lim f(x) = lim g(x) = oo
x-+c

X--7c

+ f'(x) dan g'(x) ada, kecuali mungkin di x=c


, f(x)
. f'(x)
mak a I1111 - - = 1nn - x->c g(x) x-->c g'(x)

+ Bentuk Tak tentu O.oo


Bila lim f(x) = 0 dan lim g(x) = oo, Maka lim f(x)g(x) menjadi bentuk tak
X---}C

X--7C

X--+C

tentu jenis O.oo. Bila ini yang te1jadi, dapat diselesaikan dengan menuliskan hasil

146

kali fg sebagai hasil bagi fg

=~

atau fg

= JL

/g
menjadi bentuk tak tentujenis "'/"' atau

sehingga benyuk tak tentunya

Yr

Bentuk Tak Tentu oo-oo


Bila lim f(x)

= oo

dan lim g(x)

X ---7 C

= oo.

Malm lim [f(x)- g(x)] menjadi bentuk


X ---+ C

X ---7 C

tak tentu jenis oo-oo. Bila ini yang terjadi, dapat diselesaikan dengan mengubah
selisih

menjadi

suatu

hasil

bagi

(dengan

menyamakan

penyebut

atau

merasionalkan penyebut atau mengelompokkan faktor yang sama sehingga


diperoleh bentuk tak tentu jenis "'/"' atau

Bentuk Pangkat Tak Tentu


Bentuk tak tentu yang lain adalah limit yang berbentuk lim [f(x)]g(x), yaitu
x-+c
bentuk tak tentujenis 0, oo0 , !"'
Bentuk pangkat tak tentu dapat diselesaikan dengan mengoperasikan logaritma
pada ruas kiri dan kanan.
Misalkan y

= [f(x)]g(x)

maim [f(x)]g(x)

= eg(x) In f(x)

Contoh
Hitunglah

a.

b.

. tan nx
Inn

d.

lim (x -n) cot x


X-+1t

. tan nx
I tm ?

e.

tm - - - x-+0 tan x x

lim (I+ sin 4x)cot x

f. Jim

x-+2x 2 -4

x-+2 x- -4

c.

X---+0+

I. ( I I)
XX

x---+0+

Penyelesaian
Akan diselesaikan soal a, c dan d, jawaban soal b dan e analog dengan a dan d, f
analog dengan c

147

a.

Substitusi x=2 ke dalam f(x) = tan nx , dihasilkan bentuk %. Bila g(x)=tannx


x 2 -4

'

'

dan h(x)=x -4, maim g (x)=nsec nx dan h (x)=2x. Sehmgga menurut teorema
L'Hospital

. nsec 2 nx n
. tan nx
Ilm
= 11111
=x-->2x 2 -4 x-->2
2x
4
y = (1 +sin 4x/ 0 t x ,

c. Misalkan
y

maim

In y =cot x In(!+ sin 4x)

dan

= e cot x In (I +sin 4x)

Akan dicari terlebih dahulu lim In y, untuk kemudian lim y = lim e 1n Y


X->0'
X-->0'
X->0'
.
IIITI 1n y
x-->0'

.
= 11m

COt X 1n

x-->0'

.
)
1 + Sll1 4 X

.
= 11m

In(! +sin4x)
x->0'
tan x

4cos4x
(I +sin 4x)

IIITI
x->o' sec 2 x

= lim
4cos4x
=4
2
x-->o' sec x(l +sin4x)
In

lim In y

Sehingga lim y = lim e Y = e -"'


x-->0'
x-->0'

= e4

d. Substitusi x=n ke dalam f(x) = (x- n) cot x menghasilkan bentuk O.oo.


Bentuk ini akan diubah menjadi bentuk tak tentu

%,

dengan menulis f(x)

1
sebagai f(x) = (x- n ) --. Bila g(x)=(x-n) dan h(x)=tan x, maka g'(x)=I
tanx
dan h'(x)=sec2 x. Sehingga menurut teoremaL'Hospital
1
lim(x-n)cotx= lim (x-n) = lim-- -= lim cos 2 x=1
x-->n
x-->n tan X
x-->n sec 2 x x-->n

6.7 Terapan Masalah Ekstrim


Ban yak masalah dalam kehidupan nyata yang dalam perumusannya menentukan nilai
ekstrim. Dalam menyelesaikan masalah seperti ini, kesulitan terbesarnya adalah
mengubah masalah yang masih dalam ujud kalimat menjadi masalah pengoptiuman
matematis

dengan

menetapkan

fungsi

yang

harus

dimaksimumkan

atau

d iminimumkan.

148

Contoh

I. Sebuah tabung diletakkan dalam sebuah bola be1jarijari r. Tentukan volume


terbesar yang mungkin dari tabung terse but.

Penyelcsaian
Misalkan tinggi tabung 2t dan jari-jari
alas x. An tara tinggi tabung, jari-jari bola
dan jari-jari lingkaran alas membentuk
segitiga siku-siku sehingga berlaku aturan
pithagoras yaitu x 2+t2=r2 Karena r bola
konstan, maka penurunan kedua ruas
terhadap t menghasilkan:

dx
dx
I
2x-+2t = 0 --+- = - - ...
dt
dt
X

(l)

Volume tabung adalah V = nx 2t = 2nx 2 t. Ttljuan kita adalah volume terbesar


dari tabung yang dicapai bila dV = 0.
dt
?
dV
dx
x
dV
dx
-=4nx-t+2nx- --+-=0::?-=-dt
dt
dt
dt
2t ...

(2)

Dari (1) clan (2) diperoleh


r;:;
?
3 2
.
4m 3
1
x = v L. dan r- =- x , sehmgga V =
r;:; = r;:; volume bola.
3v3
v3
3

2. Sebuah tabung diletakkan dalam kerucut dengan tinggi h dan jari-jari alas r.
Tentukan volume terbesar yang mungkin dari tabung tersebut.

Penyelesaian
Bila dimisalkan tinggi tabung=t dan jari-jari tabung=x,
mal<a berlaku perbandingan

hr-hx

~r=--.

~=-1r r-x

2
2 hr-hx
Vtabuno- = nx t = n x - "

dV = 2nxh _3nx 11.

dx

3. Tentukan titik pada kurva /=4+x2 yang terdekat dengan titik (2,0)
Penyelesaian

149

Meneari titik terdekat sama saja dengan meneari jarak terpendek (minimum).
Misalkan (x,y) terletak pada kurva y=4+x2 , maka jarak (x,y) ke (2,0) merupakan
fungsi dari x dan y, yaitu f=d 2=(x-2i+(y-Oi=(x-2i+y=(x-2i+(4+x 2). Ketika kita
meminimumkan jarak terse but, berarti sama saja dengan meminimumkan fungsi
f=(x-2i+(4+x

2
),

yaitu meneari x sedemikian sehingga f(x)=O

f(x)=2(x-2)+2x0f(x)=O dipenuhi oleh x=l. Substitusi x ke persamaan /=4+x 2


menghasilkan y=-5 dan y=5. Jadi titik pada kurva /=4+x2 yang terdekat ke (2,0)
adalah (1 ,-5) dan (I ,5).
4. Tentukan dimensi persegi panJang yang memiliki luas terbesar dan dapat
diletakkan dalam segitiga sama sisi dengan panjang sisi k, jika salah satu dari sisi
persegi panjang terse but terletak pada alas segitiga.
Penyelesaian
Bila segitiga ABC adalah sama sisi

dengan panjang sisi k, maim AD= 1/ 2k>'3


dan CD= 1/ 2k.

Bila EC=a, DE=e,dan EF=b, malca berla


ku perbandingan

~= ~
b

-v3

b=a-J3 =(.!._k-e)-J3
2
Turunan b terhadap e menghasilkan db = --J3
de
Luas persegi panjang Lpr=2e.b = 2e(.!._ k- e)-J3 = ek-J3- 2e
2

-J3

Akan dieari e dan b sehingga luasnya maksimum. Hal ini berarti harus ditemukan
e sedemikian L' (e)=0

dL

r::;

r::;

r::;

- =kv3 -4e-v3 = 0 -H=-. Sehmgga b =-k-v3


de
4
4
Jadi Iebar persegi panjang adalah

-J3
4

panjang sisi segitiga, dan panjang persegi

.
l
.
. .
..
panJang - panJang SIS! segi!Iga.
2

5. Sebuah pabrik mengemas hasil produksi air mineral dengan volume 250 ee dalam
bentuk tabung tegak. Jika pembuatan bidang alas dan atas sama sebesar Rp. I 00,

!50

dan

bidang s1smya

Rp.

200,

tentukan

ukuran

tabung

sehingga

biaya

pembuatannya minimum.
Penyelesaian
Meminimumkan

biaya

pembuatan

tabung

minimum,

sama

saJa

dengan

meminimumkan luas permukaan tabung.


?
2
250
V = m-t--+ 250 = nr t--+ t = - -. Luas permukaan tabung adalah
nr 2

L = 2mt +2m 2 --+ L =

500
r

+2m 2 .

Meminimumkan luas berarti mencari r sehingga L' (r)=O.


L'(r) =-

500
r2

L = Rp.2oo

+ 4nr = 0--+ r = 3{500 =

~--+ t = _!.2_

V4; if;.

if;.

(1 oo~;. )+ Rp.I oo (5o:V;.)= Rp.20500~n

6.8 Penerapan turunan di bidang elwnomi


Fungsi biaya (dinotasikan C(x)) adalah biaya total yang dikeluarkan oleh suatu
perusahaan untuk memproduksi x satuan barang tertentu. Jika banyaknya barang yang
diproduksi bertambah dari

Xi

menjadi x2, malm biaya tambahan yang diperlukan

adalah L1C=C(x2)-C(x 1) dan laju perubahan biayanya adalah:

L1 C = C( x 2 ) - C( x 1) = _C__,_(x_,__1_+_11--'x):__-_C-'(_x!'-'-)
L'.x

L'.x

Laju perubahan sesaat biaya terhadap banyaknya barang yang dihasilkan (limit ketika
L'lxDO) disebut dengan biaya marginal, yaitu:

.
. l
. t.C dC
bwya margma = 11m - =
llx-> 0 L'.x

dx

Sedangkan biaya rata-rata (c(x)) adalah biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi
tiap satuan barang.
Biaya rata-rata dirumuskan dengan c(x) = C(x)
X

Contoh
2
Produksi x barang dari sebuah pabrik dirumuskan dengan C(x)=l0000+5x+O,Olx .
Tentukan

!51

a. Biaya marginal pada produksi sebanyak 300 barang (dalam dolar).


b. Tentukan pad a tingkat produksi berapa biaya rata-ratanya paling murah
Penyelesaian

Dari fungsi biaya C(x), konstanta pada umumnya menyatakan biaya overhead
(misalkan sewa, perawatan), sedangkan suku yang lain menyatakan bahan baku,
buruh dan sebagainya. Bahan baku bisa saja sebanding dengan x (barang yang
diproduksi), tetapi biaya buruh mungkin saja sebagian bergantung pada lain faktor,
misalnya biaya lembur.

a.

C(x)=10000+5x+0,0Ix 2 ->C'(x)=5+0,02x
Bila x=300, maim C'(300) = 5 + 0,02 (300) = 11
Jadi biaya marginalnya adalah $11 tiap barang

b. Biaya rata-rata (c(x))= C(x) = 5 + 0,01x


X

Menentukan tingkat produksi sehingga harga tiap satuan barang paling murah
sama saja dengan menentukan x sehingga c'(x)=O

c(x)= C(x) = lOOOO +5+0,01x =:>c'(x) =X

100 0
X2

+0,01

c'(x) = 0 ::> x = 10. Jadi saat diproduksi 10 barang, biaya rata-ratanya paling
murah.

.
C(x)
Perhatdmn rum us harga rata-rata c(x) = - x

'c) ooc'(x).x-C(x)
. .
.
H arga rata-rata m1mmum artmya c x =
2
X

=o

::>

c'(x).x- C(x) = 0

::>

c' (x) = C(x) = c(x)


X

Dari penurunan rumus ini dapat disimpulkan, bahwa pada saat harga rata-rata
minimum, harga rata-rata=biaya marginal

Jika fungsi biaya, fungsi biaya marginal dan ti.mgsi biaya rata-rata yang merupakan
biaya produksi sudah kita bahas, sekarang akan dibahas biaya pemasaran yang
meliputi fungsi permintaan, fungsi pendapatan, fungsi pendapatan marginal dan
fungsi keuntungan.

!52

Fungsi permintaan (fungsi harga) adalah harga tiap satuan barang ketika yang terjual
adalah x barang .. Fungsi permintaan dinotasikan dengan p(x).
Fungsi pendapatan adalah pendapatan total ketika x satuan barang terjual. Bila harga
tiap barang adalah p(x), maka fungsi pendapatan (dinotasikan R(x)) dirumuskan
dengan R(x)=x.p(x)
Keuntungan didefeinisikan dengan sebagai selisih harga jual (pendapatan) dengan
harga produksi (biaya). Sehingga fungsi keuntungan dirumuskan dengan
P(x)=R(x)-C(x)

Contoh

I. Tentukan tingkat produksi yang memaksimumkan keuntungan bagi perusahaan


bila fungsi biaya dan fungsi permintaan didefinisikan dengan
C(c)=42+ I, 13x-O,Oix2 +0.00004x3 dan p(x)=2,5-0,0I x
Penyelesaian

Fungsi keuntungan (P(x))=Fungsi pendapatan(R(x))-Fungsi biaya(C(x))


Fungsi pendapatan=x.p(x)=2,5x-0,02x
Sehingga

R(x)=

42+ I ,13x-O,Oix 2+0,00004x 3 -(2,5x-

0,0 I x2 )=42+ I, 13x+0,00004x 3


Diharapkan keuntungan maksimum, sehingga dicari x sehingga R'(x)=O
2

-I ,3 7+0,000 12x =00 x

1 37
'
= I 06,85 "' I 07
0,00012

Jadi supaya keuntungannya maksimum harus memproduksi 107 barang.


2. Sebuah toko elektronik memperkirakan mampu menjual 100 buah player VCD
seminggu, masing-masing seharga Rp.500.000. Berdasarkan survey yang
dilakukan sebelumnya, penjualan akan bertambah 20 unit VCD player per
minggujika dilakukan pemotongan harga (diskon) 10%.
Tentukan
a. Runms untuk fungsi harga
b. VCD player yang terjual selama seminggu sehingga pendapatan maksimum
c.

Pendapatan maksimum seminggunya.

Penyelesaian

153

a.

Misalkan di toko terse but terdapat x player seminggunya. Dengan terjualnya


100 player, maka masih tersedia (x-100) player. Dari yang tersisa, potongan
harga yang diberikan adalah x-I
20

00

.Rp.50.000.

Bila fungsi harga (p(x)) didefinisikan sebagai harga tiap satuan barang
ketika te1jual x barang, maka
p(x) = Rp.500.000-

-100

20
= Rp.750.000- 2500 X

.Rp.50.000

b. Fungsi pendapatan adalah hasil kali fungsi harga dengan banyaknya barang
yang te1jual, R(x)=x.p(x)= 750.000x-2500x 2
Fungsi pendapatan maksimum, bila R'(x)=OOx=l50
c.

Pendapatan

maksimum

ketika

yang

te1jual

!50

VCD,

sehingga

R(x)=750.000(150)-2500( 150i=Rp. 56.250.000.

Latihan

1. Carilah nilai maksimum serta minimum global dan lokal dari fungsi berikut:
a. f(x)=l+(x+ 1) 2, -2Sx<5
b.

f(x) = {x 2 2,
2- X ,

-!Sx<O

2. Tentukan titik kritis fungsi berikut:


a.

f(r)

]'

= --

+1

b. f(x)=4x 3 -9x 2 -12x+3


c.

g(x) = J2x + 3J

d.

g(t) =Sty, + ty,

3. Pada suhu antma 0C dan 30C, volume (dalam sentimeter kubik) dari 1 kg air
pacta suhu T secara hampiran dinyatakan oleh
V=999,87 -0,06426T+0,0085043T2-0,0000679T

Tentukan suhu sehingga pacta saat itu volumenya maksimum.

154

4. Suatu benda dengan berat W ditarik sepanjang bidang datar dengan oleh gaya
yang beke1ja sepanjang tali yang diikatkan oleh benda itu. Jika tali membuat
sudut 8 dengan bidang, besarnya gaya didefinsikan dengan
~tW

F=--'----f1Sin 8 +cos 8
dengan

~~

adalah koefisien gesekan (konstanta positif) dan O:s;8:s;"/2 .

Perlihatkan bahwa F minimum ketika tan 8= 1-1


5. Tunjukkan, bahwa g(x)=2+(x-5i, mempunym titik kritis 5, tapi tidak
mempunyai nilai ekstrim saat x=5.
6. Jika f mempunyai minimum pada x=c, tunjukkan bahwa g(x)=-f(x) juga
mempunyai minimum pada x=c.
7. Gambarkann grafik fungsi berikut

a.

f(x)= x4 -4x3

b. f(x)=x 213 (6-x) 113


2

c.

f(x)=~
x2 -I

e.

f(x) = xfxl

8. Tentukan limitnya
2

a.

. _2_x-::--_x_+_5
I1m
x->oo 5x 2 + 6x- I

b.

lim _(3x- 2)(2x +__:Q


x->oo (2x + l)(x + 2)

c.

. 3xFx + 3x +I
I1 1 1 1 - - - - X-->00
x 2 -x+ll

d.

e.

. _2r=x==l-I=
I ll11

x->"'~x2+3
-~__
2x_+_I
] 1m-

x->oo x+4

f.

I 55

g.

2
(~x
+ 2x- x)
x-+oo
lim

9. Jarak antara dua sumber panas A dan B yang memiliki intensitas panas a dan
b adalah s meter. Intensitas suatu titik P di antma A dan B dirumuskan dengan

a
I(x) =?+
x-

b
?

(s-x)-

dengan x adalah jarak antara A dan P. Tentukan kedudukan P sehingga


intensitasnya paling rendah.
10. Seorang ahli biologi mengamati pertumbuhan suatu koloni bakteri. Luas
daerah yang ditempati bakteri diukur dan dicatat setiap hari, misalkan L(t) dan
. ternyata luas daerah tersebut selalu lebih kecil dari 50 cnl. Analisi terhadap
data yang diperoleh mengungkapkan adanya hubungan antara laju perubahan
dL
3
luas dan luas pada sembarang waktu dengan hubungan -=-1(50-L) .
dt 50
Tentukan luas L ketika perubahan luas itu maksimum dan berapa laju
perubahan luas maksimum tersebut.

11. Sebuah kendaraan bermotor mempunyai kecepatan max 75 !an/jam dan


kecepatan min 10 km/jam. Bila kendaraan bergerak dengan kecepatan x
km/jam, maim konsumsi bahan bakarnya dirumuskan dengan
1 1600
.
f(x) =-(--+x) hter/km
200 X
Untuk menempuh jarak tertentu dengan harga bensin yang tertentu pula,
.
fungsi bwyanya adalah

1600
C(x) =60(-- + x). Berapa kecepatan paling
X

ekonomis kendaraan tersebut, dan berapa konsumsi bahan bakarnya?


12. Tentukan dimensi segitiga sama kaki yang memiliki luas terbesar sehingga
dapat dimasukkan dalam lingkaran be1jari-jari r.
13. Analog dengan soal nomor 12, tetapi segitiga sama sisi.
14. Margin atas dan bawah sebuah poster masing-masing 6cm dan margin
samping masing-masing 4 em. Jika luas bahan tercetak pada poster 384 cm 2,
tentukan dimensi poster dengan luas terkecil.

156

15. Sebuah poster harus mempunyai luas 180 enl dengan margin bawah dan
samping I em, sedangkan margin atas 2 em. Tentukan dimensi sehingga luas
tereetak maksimum.
16. Sebuah balon bundar berbentuk bola dipompa, tentukan keeepatan perubahan
luas permukaan terhadap jari-jarinya saatjari-jari bola 5 em
17. Sebuah kerueut lingkaran tegak terbalik berjari-jari I 0 em dan tinggi 20 em
penuh berisi air. Jika air keluar dari puneak kerueut dengan laju 5 ee/detik,
tentukan laju turunnya permukaan air di dalam kerueut pada saat tinggi air 5
em dari atas!
18. Sebuah tangga panjangnya 6 m bersandar pada dinding tegak yang tingginya 4
m dengan bag ian alas tangga melampaui batas atas dinding. Jika uj ung bawah
tangga ditarik horisontal dengan keeepatan 2 m/detik menjauhi dinding,
tentukan keeepatan t\iung atas tangga pada saat tangga membentuk sudut 60
dengan permukaan kantai.
19. Sebuah lampu tergantung tegak lurus 5 meter di atas jalan lurus. Seorang
dengan tinggi 160 em, bergerak menjauhi lampu dengan keeepatan 2m/detik.
Tentukan keeepatan bergerak ujung bayangan dan pertambahan bayangan
orang itu.
20. Dari sebuah pelabuhan pulau, berangkat dua kapal ke arah yang berbeda.
Kapal A berlayar ke utara pada pukul 09.00 dengan keeepatan 24 knots/jam,
kapal B berlayar ke timur pada pukul 11.00 dengan keeepatan 30 knots/jam.
Tentukan keeepatan bertambahnyajarak antara dua kapal pada pukul14.00.
2 I. Sebuah bak penampungan air berbentuk balok dengan panjang, Iebar dan
tinggi beJturut-turut 8m, 2m, 4m. Ke dalam balok itu dituangkan air dengan
keeepatan 2m/detik. Tentukan keeepatan naiknya permukaan air saat tinggi air
I m dari dasar bale

22. Sebuah halon gas naik tegak lurus dari titik A dengan keeepatan 15m/detik.
Titik B berada padajarak 30m dari A. Tentukan keeepatan bertambahnya
jarak antma balon dan titik B jika tinggi balon 40m.
23. Pasir dijatuhkan dengan keeepatan 10 m3/detik, sehingga membentuk
tumpukan pasir berbentuk kerucut. Jika tinggi kerucut dua kali jari-jari
lingkaran alas, tentukan keeepatan bertambahnya tinggi kerueut saat tinggi
tumpukan Sm.

!57

24. Andaikan sebuah gelembung sabun berbentuk bola. Kecepatan udara yang
ditiupkan ke balon adalah 4 cc/detik. Tentukan kecepatan bertambahnya jarijari bola pacta saat jari-jarinya 2 em.
25. Sebuah partikel P bergerak

sepm~ang kurva y = ~x 2 -4,

~ 2. Jika absis

dari gerakan partikel P bertambah dengan kecepatan 5 satuan!detik, tentukan


kecepatan bertambahnya ordinal P saat absisnya 3 satuan.

158

TUJUAN INSTRUKSIONAL
Urn urn
Setelah menyelesaikan mala kuliah ini (pada akhir semester I), mahasiswa
mempunyai pemahaman konseptual yang benar tentang topik-topik utama dalam
Kalkulus (limit, kekontinuan, diferensial, integral) beserta teorema dan sifat-sifat
serata teknik-teknik penting didalamnya.

Khusus
Setelah mengikuti kuliah ini (pada akhir pertemuan ke 21 ), mahasiswa akan dapat
memahami pengertian integral tak tentu sebagai suatu anti tunman, menyelesaikan
soal integral fungsi aljabar, fungsi trigonometri, fungsi eksponensial, fungsi
logaritma dengan teknik integral parsial, integral sunstitusi trigonometri, integral
fungsi rasional, serta menguasai startegi pengintegralan.

159

7. INTEGRAL TAK TENTU DAN TEKNIK PENGINTEGRALAN


Konsep integral tak tentu diperkenalkan sebagai kebalikan operasi pendiferensialan, yaitu
bentuk paling umum dari anti !unman. Kemudian dibahas teknik pengintegralan, yang
meliputi: integral parsial. integral fungsi trigonometri, integral substitusi trigonometri,
integral fungsi rasional, dan substitusi yang merasionalkan. Juga dibahas integral fungsi
transenden, integral fungsi invers trigonometri, integral fungsi hiperbolik dan invers
hiperbolik, yang semuanya diperoleh dari !unman fungsi-fungsi tersebut.

7.1

INTEGRAL TAK TENTU

Untuk fungsi f yang terdefinisi pada selang buka I, dapat ditentukan suatu fungsi F
yang memenuhi F'= f. Fungsi F seperti ini disebut anti tunman dari f.

Definisi 7.1

Fungsi F disebut anti tunman dari fpada interval I,jika F'(x) = f(x)untuk setiap x dalam I.

Teorema 7.1

Jika F adalah anti tunman f pada interval I, maka bentuk F yang paling umum adalah
F(x) + C, dengan C adalah konstanta sembarang.

Contoh

I. Misalkan diketahui f(x) = 4sin x- 3x 5 , akan dicari anti turunan dari f(x).
Anti tunman dari 4sin x dan 3x 5 berturut-turut adalah - 4cosx dan 1x 6 .
Sehingga F(x) = -4cosx -1x 6 + C
2. Misalkan diketahui f(x) =
Anti tunman dari

xy,

xJ;., dan
adalah

F(l) = 2, akan dicari F(x).

f xy,.

Sehingga F(x) = xy, +C. Dari F(l) = 2

diperoleh C =%. Jadi F(x) = %xy, +%

160

Proses menemukan anti !unman (anti diferensial) dari fungsi f pada interval I dinamakan
integral tak tentu dari fungsi fpada interval!, dan ditulis dengan lam bang
Jrcx)dx = F(x) + c

Teorema 7.2. (Rumus-rumus Integral Tak Tentu)

I. Linearitas
a.

Jaf(x)dx =a Jrcx)dx

b.

J(f(x) + g(x))dx = Jrcx)dx + Jg(x)dx

c.

J(af(x) + j3g(x)}lx =a Jf(x)dx + i3 Jg(x)dx

2. Bila y = x 11 , n bilangan rasional dan n to -I, maka


1

--xn+l +C
fx"dx =n+l

3. Rumus Integral dengan Penggantian (aturan substitusi)


Jika g(x) adalah fungsi yang diferensiabel pada suatu selang I, mal<a dengan
memisalkan g(x) = u
Jr(g(x))g'(x)dx = Jr(u)du
Aturan substitusi digunakan untuk menyelesaikan integral yang berkaitan dengan
aturan rantai.
4. Rumus fungsi trigonometri
a.

Jsin xdx =-cos x + C

b.

Jcosxdx =sin x + C

c.

Jsec xdx =tan x + C

d.

Jcsc 2 xdx = -cotx + C

e.

Jsecx tan xdx = secx + C

f.

Jcscxcotxdx = -cscx + C

161

Contoh

I.

1+4x

~l+x+2x 2

dx

Misalkan I+ x + 2x 2 = u-> (I+ 4x)dx = du

Sehmgga

I+ 4x

~l+x+2x 2

dx=

I du =2-vu+C=2 ~l+x+x-+C
1

-vu

Misalkan u = x 4 + 2-> du = 4x 3dx.


Sehingga
3.

Ix 3 cos(x 4 + 2)dx = 4 Icos ud u =_!__sin


u + C = _!__sin(x 4 + 2) + C
4
4
_!__

xdx

~l-4x 2

Misalkan u = 1- 4x 2 -> du = -Sxdx

Sehmgga

4.

xdx =--I du =--vu


I 1 +C=-\11-4x
I 1
2 +C
1
1
\11-4x2
8 -vu 16
16

I~x 5 dx
Penyelesaian contoh nom or 3 tidak sesederhana nomor 1 dan 2, karena x 5 bukan
merupakan tunman dari I+ x 2 .
Langkah pertama, tulis integral mula-mula menjadi

Kemudian misalkan 1+ x 2 = u-> 2xdx = du


Sehingga

I~I + x 2 (x 2 Jxdx = ~ I~(u -1)2 du = ~ I(uy,- 2uy, + uy, pu


ly,2y,2y,

=-u '--u '+-u '+C


7
5
3

162

5.

5
Isin xdx
5

Isin xdx

= Isin 4 x sin xdx =


=-

6.

Isin x sin xdx =-

I(I- cos2 xJ d(cos x)

3 x _ _l_cos 5 x +C
I(l- 2cos 2 x +cos 4 x)d(cosx) = -cosx +3_cos
3
5

I.Jcotx csc 2 xdx


Misalkan u =cot x -t du = -csc 2 xdx

Latihan Soal

I.

I~x 3 +I x 5dx

6.

Icosx.JI-sinxdx

2.

xdx
:{/x+2

7.

I sin 2xdx
.J1 + 2sin x

3.

Icos xsin xdx

8.

Icos2xsin4xdx

4.

Isin (1 +2x)dx

9.

Is in .,f;..dx

5.

Isec xdx

I 0.

.,;-;;..

dx

X~

II. Tunjukkan bahwa F(x) = xJxJ adalah anti tunman dari f(x) = 2JxJ, kemudian tentukan

IF(x)dx .
12. Sebuah titik materi bergerak dari keadaan diam dengan percepatan a(t) = 12t -3t 2
m/detik. Tentukan kecepatannya pada setiap saat t. Tentukan pula persamaan gerak
materi itu.

163

7.2

TEKNIK PENGINTEGRALAN

a. Integral Parsial (Integral Sebagian)

Jika aturan substitusi digunakan untuk menyelesaikan integral yang berkaitan dengan
aturan rantai, maka untuk menyelesaikan integral yang berkaitan dengan aturan basil
kali !unman digunakan rumus integral parsial.
Misalkan fungsi f dan g keduanya diferensiabel pad a I, maka:
.i_(f.g) = f'g + g'f ~ I(f'g + g'f):ix = f.g
dx

~ If.g'dx

=f.g-

Ig.f'dx

Bila f(x) = u dan g(x) = v, maka dibasilkan


Iu.dv = u.v- Iv.du yang disebut dengan rum us integral parsial.

Contoh
I. Tentukan

Ix sin xdx

Kita dapat memisalkan u = x--+ du


Seb ingga

dx dan dv =sin xdx--+ v =-cos x

Ix sin xdx = -x cos x + Icos xdx


= -xcosx +sin x +C

2. Tentukan

Iex sin xdx

Misalkan u =ex --+ du = exdx dan dv =sin xdx--+ v =-cos x

Sebingga ex sin xdx =-ex cosx

+Iex cosx

Dari basil terakbir ini masib terdapat bentuk integral yang barus diselesaikan lagi
dengan integral parsial, yaitu

Iex cos x.

Misalkan u =ex --+ du = exdx dan dv = cosxdx--+ v =sin x


Sebingga
Jex sin xdx =-ex cosx +ex sin x- Jex sin xdx + C
Jex sin xdx

-excosx+exsinx +C
2

164

3. Tentukan Jxe 2 xdx


Misalkan u = x--> du = dx dan dv = e2 xdx--> v = -te 2 x
Sehingga Jxe 2 xdx = .l xe 2 x- .l Je 2 xdx = .lxe 2 x - .le 2 x = .le 2 x (x _.l)
2

Latihan

Tentukan hasil integral di bawah ini.


I.

Jxsin 4xdx

6.

Jes sin(t- s)ds

2.

Jx 2 cos3xdx

7.

Jx 3ex' dx

3.

Jcos (In x)dx

8.

Jon x/ x )dx

4.

Jcosxln(sinx)dx

9.

Jesec 8d8

5.

Je

28

sin 38d8

10. Jx 2 sinaxdx

b. Integral Fungsi Trigonometri

Pada subbab ini akan digunakan kesamaan trigonometri untuk mengintegralkan


kombinasi fungsi trigonometri.

! Strategi untuk mengitung Jsin 111 xcos 11 xdx


a. Jika pangkat dari kosinus adalah bilangan ganjil (n=2k+ I), simpan satu faktor
kosinus dan gunakan cos 2 x = l-sin 2 x untuk mengganti faktor kosinus yang
tersisa.
Jsin 111 xcos 2 k+l xdx = Jsin 111 xcos 2 k xcosxdx
= Jsin 111 x(l-sin 2 x)kxcosxdx
Kemudian substitusikan u =sin x
b. Jika pangkat dari sinus adalah ganjil (m=2k+ 1), simpan satu faktor sinus, dan
gunakan sin 2 x = I - cos 2 x untuk mengganti faktor sinus yang tersisa.

165

Jsin 2 k+l xcos 11 xdx = Jsin 2 k xcos 11 xsin xdx


= Jo- cos 2 x)k xcos 11 x sin xdx
Kemudian substitusikan u = cosx
(Jika pangkat dari sin dan cos keduanya ganjil, maka salah satu dari a atau b dapat
digunakan)
c. Jika pangkat dari sinus maupun kosinus adalah genap, gunakan kesamaan sudut
paruh
cos2x=l-2sin 2 x atau cos2x=2cos 2 x-l atau sin2x=2sinxcosx

! Strategi untuk menghitung Jtanm xsec 11 xdx


a. Jika pangkat dari sec adalah bilangan genap (n=2k), simpan satu faktor sec 2 x,
dan nyatakan faktor sisanya dalam sec 2 x = I +tan 2 x
Jtanm xsec 2 k xdx = Jtanm xsec 2 xsec 2 (k-l)dx
= Jtanm xsec 2 x(l + tan 2 x)k-ldx
Kemudian substitusi u =tan x
b. Jika pangkat dari tan adalah ganjil (m=2k+ 1), simpan satu faktor dari secx tan x
dan gunakan tan 2 x = 1- sec 2 x untuk menyatakan faktor yang tersisa dalam
tanx
Jtan 2 k+l xsec 11 xdx = Jtan 2 k xsecn-l x tan xsecxdx
= JO-sec 2 x/secn-lxtanxsecxdx
Kemudian substitusi u = secx

! Untuk menghitung integral Jsin mxcosnxdx, Jsin mxsin nxdx, Jcosmxcosnxdx


gunakan kesamaan berikut
sin A cos B = J.(sin(A- B) +sin( A+ B)), sin A sin B =_!_(cos( A- B)- sin( A+ B)),
2
2

I
cos A cos B = -(cos(A- B)+ cos( A+ B)).
2

166

Contoh
2

I. Jsin x cos 3 xdx


2

Jsin xcos xdx = Jsin xcos xcosxdx = Jsin 2 x(l-sin 2 x)d(sinx) =


=
6

I . 3 X- -Sill
I . s X+ C
I( Sill. 2 X- Sill. 4 X)d(Sill. X) =-Sill
3
5

2. Jtan xsec xdx


2

Jtan x sec xdx = Jtan 6 x sec x sec 2 xdx = Jtan 6 x(l +tan 2 x)d(tan x)
6

= JCtan x+tan 8 x)d(tanx)


= _!_tan 7 x +_!_tan 9 x + C
7
9
5
7
3. Jtan xsec xdx

Jtan 5 xsec 7 xdx = Jtan 4 xsec 6 x tan xsecxdx = JCtm/ x) 2 sec 6 xd(secx)
2

= Jcsec x -1) 2 sec 6 xd(sec x) = Jcsec 6 x- 2sec 8 x + sec 10 x)d(sec x)

I
7
2 9
I
11
=-sec x --sec x +-sec x +C
7
9
II
4. Jsin 4xcos5xdx
Jsin 4x cos5xdx = ~ JCsin( -x) + cos9x)dx = -~ Jsin xdx +~ Jcos9xdx

I
I . 9x+ C
=-cosx+-SIIl

!8

Untuk kasus lain, pedomannya tidaklah sejelas ini. Misalnya


5. Jtan xdx
Jtan xdx =fin xdx = _ Jd(cosx)
cosx
cosx
Pada bab 5 telah dibahas, bila y= lnx -->.i_(lnx)=_!_, sehingga
dx
X
Jd(cosx)
. . .
Demi 1(Jan Juga cosx

J_!_dx= lnixl
X

-ln!cos xi+ C = lnisec xl + C

167

6. Isecxdx
sec x + tan x

fsecxdx = Isecx sec x +tan x dx


Misalkan secx +tan x

= u-> du = (secx tan x +sec 2 x)dx

Sehingga Isecx secx +tan xdx


secx +tan x

= Isec

x + secx tan x x
secx +tan x

= Id(secx +tan x)

secx +tan x

= lnJsecx +tan xJ + C
7. Icscxdx
Analog dengannomor 6 dengan menggunakan substitusi u

= cscx +cotx

, dihasilkan

Icscxdx == -lnJcscx +cot xJ + C

Latihan

I.

Isin x cos xdx

7.

Isin Sxsin 2xdx

2.

Icos 5 x sin 4 xdx

8.

Icos7xcos5xdx

3.

Isin x.Jcosxdx

9.

Icot 3 x esc 4 xdx

4.

Icos- x tan3 xdx

10. rill X+ COSX dx


sin2x

S.

Itan 3 xsecxdx

6.

Itan xdx

1I.

II- ta~- x dx
sec- x

12.

II- sin x dx
cosx

c. Integral Substitusi Trigonometri


Untuk menyelesaikan integral yang memuat bentuk akar kuadrat diperlukan substitusi
trigonometri agar bentuk akarnya hilang. Setelah peubahnya diganti dengan fungsi

168

trigonometri yang sesuai, maka bentuknya menjadi fungsi trigonometri yang dapat
diselesaikan dengan rum us reduksi atau rumus yang sebelumnya sudah dipelajari.
Bentuk

Substitusi

e,- ~ s: e -<

Kesamaan

~a2 -x2

~x2-a2

x = asec8 dengan 0 s; 8 s; ~

= a sin

1!._

I -sin 2 8 = cos 2 8
sec 2 x-I= tan 2 x

atau rc -< 8 -< 32"


----

~x2+a2

x =a tan 8,-i S: 8 S:

tan 2 x +I= sec 2 x

Contoh

I.

J~dx
X

Sesuai dengan bentuknya, substitusikan x = 3sin 8-+ dx = 3cos8


Sehingga

28
3
J~
dx = J ~l-sin 3cos8d8= Jcot 2 8d8
2
2
x

9sin 8

= Jccsc

e -I)d8

=- Jd(cot8)- Jd8
= -cot8- 8 + C

2.
2

Substitusikan x = 2 tan 8 -+ dx = 2 sec 8


Sehingga

2
xdx
J2
tan
82
sec
8d8 = J 2 tan - sec 8 d8 = 2 Jsin 8d8
-,=-~ =
8
~x2+ 4
2sec8
cos 2 8

= _ 2 Jd(cos8)
cos 2 8
=2sec8+C
Soal ini dapat juga diselesaikan dengan cara sederhana yaitu

169

Dari dua cara di atas, perhatikan bahwa sebelum menjawab soal amati dulu
dengan cermat soal itu, karena mungkin soal itu dapat diselesaikan dengan cara
yang lebih sederhana.

3.

xdx

~3-2x-x 2

Sebelum disubstitusi, terlebih nyatakan 3- 2x- x 2 menjadi bentuk kuadrat


3 + 1-1- 2x- x 2 = 4- (I+ 2x + x 2 ) = 4- (I+ x) 2
Sehingga

xdx

~3-2x-x 2

=I

xdx

~4-(l+x) 2

Kemudian substitusi I+ X= 2sin e---> dx = 2cos8

Ir==x="'d="'x="'=== I(2sin8-1)2cos8d8 = I(2sin8-!)d8=-2cos8-8+C


~4-(l+x) 2

~4-4sin 2 8

Latihan

I.

I~x 2 -4x+Sdx

6.

Ix~25 + x 2 dx

2.

I~x22-9 dx

7.

8.

~16-x 2

3.

4.

I~x 2 -2x+Sdx

9.

5.

10.

dx

x~x 2 -4

dx
(I +x2)2

x3
dx

dx
2
~9x +6x-8
2
x

~4x-x 2

dx

X . X
7
(x-+4)y,

d. Integral Fungsi Rasional


Pada subbab ini, akan dibahas, bagaimana mengintegralkan fungsi rasional (hasil bagi
polinomial) dengan menyatakannya terlebih dahulu sebagai jumlahan fungsi parsial.

170

Perhatikan

f(x) =

f(x) = - - - - - .
x-2 x-3
x-5

Dengan

menyamakan

penyebut

dapat

ditulis

x - 5x + 6
Sehingga

5
3
3
2
J-x--5x+6
,-x-----dx = r(-- - ~)dx = J--dx- J--dx
Jlx-2 x-.o
x-2
x-3
7

= 3 Jd(x-2)
x-2

2 Jd(x-:)
x-.o

= 3lnlx- 21- 2lnlx- 31 + C


Bagaimana kita dapat menggunakan integral fungsi rasional ini secma umum?
lngat kembali bentuk umum fungsi rasional, yaitu
f(x) = P(x) dengan P dan Q keduanya polinomial
Q(x)
Integral fungsi rasional dapat digunakan bila derajat P lebih kecil dari derajat Q. Bila
derajat P lebih besar dari derajat Q, bagilah P dengan Q sampai diperoleh bentuk
f(x) = S(x) + R(x) dengan S dan R keduanya polinomial dan derajat R lebih kecil dari
Q(x)
derajat Q. Langkah selanjutnya adalah membahas berbagai kemungkinan bentuk
R(x)
Q(x)
I. Bila Q(x) adalah basil kali n faktor linear yang berbeda
Berarti Q(x) dapat ditulis sebagai
Q(x) =(a 1x + b1 )(a2x + b2) ... (an x + bn)
Dalam hal ini teorema fraksi parsial menyatakan bahwa terdapat A 1, A 2 , ... , An
sehingga
R(x) = A1 +
A2
+ ... +
An
Q(x) a 1x+b 1 a2x+b2
anx+b 11

Contoh
Tentukan

x + x dx
2
x -x-2

171

Karena derajat pembilang lebih besar dari penyebut maka dilakukan dulu
4x+2
x+ I + 2
x -x-2

pembagian yang menghasilkan

Perhatikan bahwa penyebut dari suku ketiga ruas kanan mempunyai faktor Iin ear
(x- 2) dan (x +I), sehingga dapat ditulis

2
;x +
x -x-2

AI +-A-=-2(x- 2) (x+ I)

Untuk menentukan A 1 dan A 2 , kalikan kedua ruas dengan (x- 2)(x +I)
4x+2

A1

A2

--'--+--

x2-x-2 (x-2) (x+l) .(x-2)(x+l)


4x +2 = A 1(x +I) +A 2 (x -2)
4x+2=(A 1 +A2)x+A 1 -2A 2
Sehingga diperoleh persamaan A 1 + A 2 = 4 dan A 1 - 2A 2 = 2. Dengan eliminasi

dihasilkan A 2 = ~ dan A 1 = 13
Akhirnya

3
x +x

fx 2 -x-2

---=--~dx

= (x +I+

I
2

10
3(x-2)

10
3

2
3(x+l)

)dx

2
3

= -x- + x +-lnlx- 21 +-lnlx + 11


2. Bila Q(x) adalah basil kali n faktor linear, beberapa diantaranya berulang.
Misalkan faktor linear a 1x + b 1 muncul sebanyak k kali, maka

AI
dapat
a 1x+b1

Contoh
2
4
x - 2x + 4x +I dx
x 3 - x 2 - x +I

Pembagian pembilang dengan penyebut menghasilkan


x 4 -2x 2 +4x+l

4x

x3-x2-x+l

x -x -x+l

--::-----::---- = X + 1 + -;;:---;;--2
3
2
Sementara x 3 - x 2 - x +I dapat difaktorkan menjadi (x -1) (x +I)

172

Sehinggadapatditulis

;x
= A1 +_A_2_+_A_3_
x 3 -x -x+l (x-1) 2 x-1 (x+l)

4x
= A1 + A2 +~
2
3
x - x - x +I (x -1) 2 x-I x +I
_:.:___:_:___:_::.__:__c:.:__o:_:_...:..!___ _ _ _~( X 4 X = A 1(X + I) + A 2 (X - I)( X + I) + A 3( x - 1)

W? (X + I)

4x = (A 3 + A 2 )x- + (A 1 - 2A 3)x + A 1 - A 2 + A 3
Penyamaan koefisien menghasilkan

Dengan eliminasi diperoleh A 1 =2;A 2 =I;A 3 =-1


Sehingga
4

x -2x +4x+ld X=
x 3 -x 2 -x+l

~ X++
1

I - - -I- } X
2
+2
(x-1)
x-1 x+l

I ? +x---+ln-2
IX -II +C
=-x2
x-1
x+l
3. 8ila Q(x) mengandung faktor kuadratik yang tak dapat diuraikan, tak ada yang
berulang.
Jika Q(x) mempunyai faktor ax 2 + bx + c dengan b 2 - 4ac < 0, maim selain fraksi
parsial seperti pada I. dan 2., R(x) juga mempunyai faktor berbentuk
Q(x)

~x + 8

, dengan A dan 8 adalah konstanta yang akan dicari.

ax + bx +c

Contoh
Tentukan

2x _. x + 4dx
.
0
X +4x

Penyebut dapat ditulis x 3 +4x = x(x 2 +4). Selebihnya tidak bisa difaktorkan lagi.
2x 2 -x+4
Sehingga dapat ditulis .:::.:.:-o:-__:_:__-'-'x3 +4x

8x+C
-A + __:_:__-'-'-c_
x x 2 +4

173

2x 2 -x+4
2

-+

Bx+C
2

x(x +4)
x
x +4
x(x2 + 4 )
2
2
2x -x+4=A(x +4)+(Bx+C)x
?

2x- -x+4=(A +B)x- +Cx+4A


Dengan menyamakan koefisien diperoleh A= I, B =I, C =-I.

J2x-x+4
=-:-----'-dx=

Sehmgga

x +4x

Perhatikan integral

J-x 2dx-+ 4

I
x I
-+---=--- dx=
x x 2 +4

J ( -xI +x 2-x+4-

d
d. .
yang apat Itu 1IS

J 2dx
X

+4

J(
4

I Jct
x2 +4 x

dx
,

(~

) .
+1

Dengan memisalkan u = 1-> du =d.;', sehingga _!_ J~ =_!_tan -I u. dan atau


2 u +I 2
2

4
Jadi fx, -x+ ctx = lnlxl+_!_lnjx 2 +4J-_!_tan- 1 (~)
0
x +4x
2
2
4. Bila Q(x) mengandung faktor kuadratik yang tak bisa diuraikan dan berulang.
Jika Q(x) mempunyai faktor (ax 2 + bx + c) 11 dengan b 2 - 4ac < 0, maka selain
fraksi parsial seperti pada I. dan 2., R(x) juga mempunyai faktor berbentuk
Q(x)
A1x+B1
A,x+B,
A 11 x+B 11
2
2
2
(ax + bx +c)+ (ax ~ bx +-c) + ... + (ax 2 + bx +c) 11 +'

dengan

A;

dan

8;

i=l,2, ... ,n adalah konstanta yang akan dicari.

Contoh
Tentukan
Perhatikan bahwa suku penyebut (x 2 + 1) 2 tidak bisa difakorkan, dan berulang
sehingga

174

J-x+2x -x =~+ A2x+B2 + A3x+B3


2
2
2
2
2
( 2
x(x + 1)
(x +I)
(x + 1)
)2
x
1
2
2
3
2
2
1-x+2x -x =A 1(x +1) +(A 2 x+B 2 )x(x +1)+(A 3x+B 3)x x x +
1-x+2x 2 -x 3 =(AI +A 2 )x 4 +B 2x 3 +(2A 1 +A 2 +A3)x 2 +(B2 +B3)x+A 1
Dengan menyamakan koefisien diperoleh A 1 = 1,A 2 = -1,A 3 = 1, B1 = -1, B2 = 0.
Sehingga

J -X+ 2x 2 -X 3
1 -X- 1
X }
dx = ( -+
+
x
2
2
2
2
x(x + 1)
x (x +I) (x + 1) 2
I
x
}
?
+
?
ex-+ 1) (x 2 + 1)-

Bagaimana bila kita barns menyelesaikan integral

I1+ . dxX+
Slll

COS X

Integral seperti ini adalah integral fungsi rasional dalam bentuk trigonometri. Untuk
menyelesaikannya, perhatikan langkah berikut.
2
2
Misalkan t =tan l x -c> dt = *sec -1 xdx = * (t + l)dx.
2
2
Kemudian

sinx=2sinlxcos~x=2 ~~=+dan
2

2 1

t2+1

t2+1

+1

1- !-

cos X = 2 cos -X - I = 2 - - - - I = ---- .


2
!2+1
1+!2
2

Sehingga

ctx
1+sinx+cosx=

I (t'+i)
1 +~+(1-t')
(t'+l) (l+t')

2dt
t= 2t+2=

Id(2t + 2)
2t+2

= lnj2t +2j +C = lnl2 tan~x +21 +C


Bagaimana bila

-sin 2x dx ?
f11+sin
2x

175

2
2
Misalkan t =tan x---> dt = sec xdx = (t + 1)dx. Langkah selanjutnya, analog (silakan
dicoba) .

Latihan

I.

x2
J-dx
X+ 1

2.

J\x -x
+I dx

6.

J-Y-dy
y+2

7.

8.

dk
dk
3sin k- 4cosk
dx
1 +sin x- cos x

3.

f4y 2 -?y-12
3

y - y -6y

dy

dt
3- 5sin t

4.

x3
J--+---<Jx
x- +I

9.

5.

J(x x3+ 1)3 dx

10.

f2sin x +sin
I
dx
2x

e. Substitusi yang Merasionalkan


Beberapa fungsi yang tidak rasional dapat diubah menjadi fungsi rasional dengan
cara substitusi. Jika sebuah integran berbentuk ~f(x) , mal<a substitusi u = ~f(x) akan
lebih memudahkan penyelesaian

Contoh
Tentukan

f.Jx + 4dx.
X

Misalkan u =

.Jx + 4---> u 2 = x + 4---> 2udu = dx

J~dx = 2 J L~ du
2

Sehingga

ll

-4

=2

Jo +--;-)du
=2 Jctu +8 J~
-4
-4
ll

ll

Suku kedua dari integral terakhir diselesaikan dengan integral fungsi rasional bentuik
pertama, dan dihasilkan

J~
dx = 2 Jdu + 8 J~ = 2u + 2(Inlu- 21-Inlu + 21)+ C
x
u--4

176

r-:-;
rx+4 - 2 + C
= 2vx + '+ + 2ln r-:-:
vx+4+2

Integral ti.mgsi Siklometri,

fungsi Transenden, fungsi Hiperbolik dan invers ti.mgsi

Hiperbolik diperoleh dari tunman fungsi-fungsi tersebut yang sudah dibahas pada pokok
bahasan Turunan.

f.

Strategi Pengintegralan

Menyelesaikan soal integral tidak semudah menyelesaikan soal diferensial. Bila rumus
dasar (baku) integral telah dikuasai, tapi masih belum dapat juga menyelesaikan soal
itu, dapat dicoba langkah-langkah berikut.
I. Sederhanakan integran bila mungkin
Contoh

Jfx(l +fx)dx akan lebih mudah diselesaikan bila ditulis J(fx +x)dx
J(sinx+cosx) 2 dx = J(sin 2 x+2cosxsinx+cos 2 x)dx
= J0+2sincosx)dx= Jctx+2 Jsinxd(sinx)
2. Cari substitusi yang jelas
Contoh

Jx 2 cos(x 3 + 4)dx lebih mudah diselesaikan bila ditulis

t Jcos(x 3 + 4)d(x 3 + 4) yang diperoleh dengan substitusi u = x3 + 4


3. Bedakan integran menurut bentuknya: fungsi trigonometri, fungsi rasional,
integral parsial, ataukah bentuk radikal (bentuk yang diperoleh dari substitusi
trigonometri dan substitusi yang merasionalkan). Kemudian lakukan tindakan
(langkah-langkah) seperti yang dijelaskan pada penyelesaian masing-masing
bentuk integral tersebut.

Latihan

177

I.

7.

2.

Jsin 2 xcos 3 xdx

8.

J~l + x- x 2dx

3.

J~9:x2 dx

9.

4.

2
Jln(l + x )dx

I 0. Jetan 2 8d8

5.
6.

cosx dx
I+ sin 2 x

3x 2 -2

Jx- -2x -8 dx
?

t +cosx dx
5111 X

II.

JRd
x
3- x 4

sin 2x

~9-cos x

x2~

dx

dx

12. Jln(x 2+ I) dx
X

178

TUJUAN INSTRUKSIONAL
Umum
Setelah menyelesaikan mala kuliah ini (pada akhir semester 1), mahasiswa
mempunyai pemahaman konseptual yang benar tentang topik-topik utama dalam
Kalkulus (limit, kekontinuan, diferensial, integral) beserta teorema dan sifat-sifat
serata teknik-teknik penting didalamnya.

Khusus
Setelah mengikuti kuliah ini (pada akhir pertemuan ke 25), mahasiswa akan dapat
menjelaskan pengertian integral tentu, dan hubungannya dengan integral tak tentu
dengan teorema dasar kalulus, serta menyelesaikan soal-soal integral tentu. Selain
itu, juga mampu menggunakan integral tak tentu untuk menghitung luas daerah,
menghitung volume benda putar, menghitung panjang busur suatu kurva,
menghitung luas permukaan benda putar.

178

8. INTEGRALTENTU DAN PENGGUNAANNYA


Konsep integral tentu diperkenalkan sebagai limit dari jumlah Riemann sebagai
perumuman dari proses perhitungan luas daerah tertutup pacta bidang datar. Perhitungan
integral tentu dilakukan dengan memanfaatkan hasil perhitungan integral tak tentu.
Kaitan integral tentu dan tak tentu dikenal dengan Teorema Dasar Kalkulus. Dalam
geometri, integral tentu digunakan untuk menghitung luas daerah, volume benda, panjang
busur, dan luas permukaan benda putar.

8.1

Integral Tentu

Perhatikan Gam bar I, yang memperlihatkan luas bidang datar D yang dibatasi
grafik fungsi f, garis x =a, garis x = b dan sumbu x dengan f(x) ~ 0, x E [a, b]. Daerah
D dapat dinyatakan dengan:
D = {Cx,y)/a :> x :> b; o:> y :> f(x)}
Untuk menentukan luas daerah D, dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:

rf(x)

"

Gam bar 2

Gambar I

I. Interval tutup [a,b] dibagi dalam n subinterval yang sam a panjang, dengan titik-titik

partisinya adalah {x 1, x2, x3, ... ,xn}, dengan a= x 1 < x2 < ... < x 11 = b (Gam bar 2).
Subinterval

ke-i

adalah

(x;. 1,x;],

i=1,2,3, ... ,n,

dengan

panjang subinterval

11xi =xi- xi-l. Panjang partisi dinotasikan dengan IIPII, dan didefinisikan dengan
IIPII = max 11xi
l$1~11

179

2. Kemudian pilih ci E [xi-b xi], i= I,2,3, ... ,n dan bentuk perseg1 panJang dengan

alas=b.xi dan tinggi=f(ci) (Gambar2).


Sehingga luas persegi panjang ke-i adalah b.Li = b.xJ(ci).
Bila ada n persegipanjang (n subinterval), maka luas daerah D dapat dihampiri oleh
n

luas n persegi panjang tersebut yaitu L "'Ib.x/(ci)


i=l
ll

(Lb.x/(ci) disebut sebagaijumlah Riemann dari fpada [a,b])


i=l
3. Luas yang sebenarnya (luas eksak) dari D clapat diperoleh bila n--+ co (banyaknya

subinterval tak hingga). Hal ini sama saja bilaJJPJJ-> 0.


n

Jadi L = lim Lb.x/(ci) = lim Ib.x/(cj)


n-->co i=l
IIPII-> 0i=l
(Jika limit ini ada, fungsi f dikatakan terintegralkan Riemann pada interval [a,b] dan
b

ditulis Jf(x)dx = lim

L b.xjE(ci))

llrll-> 0 i=I

Definisi 7.2.
b

Integral tentu dari fungsi f pada interval [a,b] ditulis Jf(x)dx didefinisikan dengan
a
b

Jr(x)dx = lim Ib.xjf(ci), bila limit ini ada.


IIPII-> 0i=I

a
Dalam penulisan

dan 8: limitjumlah Riemann dari fpada [a,b]untuk IIPII-> 0 adalah


n

L, dan ditulis lim Ib.xjf(ci), jika


IIPII-->0 i =I
n

'v'E>038>0 3JIPIJ<8=> Ib.xjf(ci)-L <E, Vci E[xi-~oxiJ

i=l

180

Contoh
3

Akan dicari limit darijulah Riemann Jcx 2 -2x)dx


0
6

Interval

[0,3]

subinterval,

kita
sehingga

bagi

menjadi

panJang

n
tiap

3
subinterval adalah 11x = 11xi =-, dan titik
n

partisinya

adalah

x2=0+2. 3/n, ... , xn=3. Bila diambil c;=x;,

(3i)
maka f(cj)= ( -3i) - 2
- =9i- 6i
0
n
n
n
11

,
II (27i
18i)
= l11n
"\'
-3- L.,
0
n---tcoi=l n
n-

2 18f.)
= 1.lin (27f.
-L...,I --L...,I
n--o>oo

n3 i=l

112

i=l

18 )

. ( -o-n(n+l)(2n+l)27 I
= l11n
n =54
2
n--o>oo nJ 6
n
6
n
2 I
dengan I i = -n(n + 1)(2n +I)
6
i=l

Teorema 7.3
Sifat-sifat integral tentu
b

I.

Jcdx = c(b- a), dengan c konstanta sembarang.


a
b

2.

J(f(x) + g(x))dx = Jf(x)dx + Jg(x)dx


a
a
a

181

3.

Icf(x)dx = c If(x)dx, dengan c konstanta sembarang


a

4.

I(f(x)- g(x))dx
a

5.

= Jr(x)dx- Ig(x)dx

If(x)dx + If(x)dxdx = If(x)dx

6.

If(x)dx =- If(x)dx
b

7. Jika f(x) 2 0 untuk x E [a, b], maka Jr(x)dx 2 0


a
b

8. Jika f(x)2g(x) untuk xE[a,b], maka If(x)dx2 Ig(x)dx


a

a
b

9. Jika m S f(x) S M untuk x E [a, b], maka m(b- a) S If(x)dx S M(b- a)


a

Contoh
4

I.

xdx

O'1!2X+ I

Misalkan u =

.fi--;::-+1---+ du = ~,
2x+l

Kemudian diubah juga batas alas dan batas

bawahnya. Jika x = 0---+ u =I dan x = 4 -> u = 3

2.

r,I,
O

sin 2xdx

,~~

.JJ +COS X

' 'd apat d'1tu I'1s


Soa I 1111

y, 2 '

I- SII1XCOSX X

-J

I +cosx

182

Misalkan l+cosx = u---t-sinxdx =du. Jika x

=i-+ u=l, jika

x =0-+ u =2.

Sebingga

" 2 sin x cos xdx


O ../I+ cos x

Proses pen gb itungan integral tentu dengan menggunakan Iim it jum Iab Riemann san gat! ab
rumit. Kita dapat memanfaatkan basil perbitungan integral tak tentu untuk mengbitung
integral tentu. Rumus yang mengaitkan integral tentu dan tak tentu dikenal dengan
Teorema Dasar Kalkulus.

Teorema 7.3 (Teorema Dasar Kalkulus)

I. Jika ffungsi kontinu pada [a,b] dan fungsi F adalab anti tunman fpada [a,b], maka
b

JrcxJ dx = F(b)- F(a)


a
X

2. Jika f kontinu pada [a,b], maka fungsi F(x) = Jf(t)dt terdeferensialkan pada [a,b]
a

dengan F'(x) = f(x) Vx E [a, b]

Bukti.

I. Kita partisi [a,b] dengan titik-titik partisi a= x 0 < x 1 < ... < xi-l <xi< ... < X 11 =b.

Karen a F'(x) = f(x) Vx E [a, b], maka untuk x E [xi-1, xiJ yang panjangnya

~xi,

juga kontinu dan diferensiabel. Sebingga menurut Teorema Nilai Rata-rata

Dari basil ini diperoleb F(xi)- F(xi_ 1) = f(ci)(xi-l- xJ= f(ci)~xi, i = 1,2,3, ... ,n
Untuk [a,b]
F(b)- F(a) = (F(x 11 ) - F(x 11 _1) + F(xn-1)- F(x 11 _2) + ... + F(xl)- F(xo))
n

= l:(F(xi)- F(xi-1))= Lf(ci)~xi, i = 1,2,3, ... ,n


i=l
i=l
183

Karena f kontinu pacta [a,b], maka jumlah Riemann ini mempunyai limit bila
n

n-> oo, sehingga lim

(F(xi)- F(xi--J l) = lim

n->ooi=l

f(ci )Llxi = lim F(b)- F(a)

n--tooi=l

n-7co

Menu rut definisi Jf(x) dx = F(b)- F(a)'-'

2. Jika x dan x + h berada dalam (a,b), maka


x+h

x+h

x+l1

F(x +h)- F(x) = Jf(t)dt- Jf(t)dt = Jf(t)dt + Jf(t)dt = Jf(t)dt


a

untuk h o;t 0

F(

x+

I1)

F( )

I x+h

x =- Jf(t)dt
h

Misalkan h >0. Karena f kontinu pada [x,x+h], maka terdapat u clan v clalam
[x,x + h] scdemikian sehingga f(u) = m clan f(v) = M, dengan m dan M berturutturutaclalah nilai minimum dan maksimum fpada [x,x+h].
Dengan menggunakan sifat integral tentu
I x+h

I x+h

m <- Jf(t)dt < M <=:> f(u) <- Jf(t)dt < f(v) <=:> f(u) <
h
h
X

F(

x+

I1) - F( )

x < f(v)

Untuk h -> 0, maka u-> x dan v -> x, karen a u dan v terletak an tara x dan x+h.
Sehingga lim f(u) = lim f(u) = f(x) dan lim f(v) = lim f(v) = f(x)
h-70

h-70

ll-7X

V-7X

Menurut teorema apit

F(x+h)-F(x)

h~O

f( X ) < IIlTI

<

f( )
X

. f(x+h)-f(x)
<=:> 1I111 -'---'---'-'h~O
h
<=:> f'(x) = f(x)

f(x)

!]

Dengan notasi Leibniz dapat ditulis


X

_i_ Jr(t)dt = f(x)


dx

Contoh

d
I.

dx

xl

Jsectdt
1

184

Langkah pertama misalkan x 4 = u --7 u'= 4x 3

d x'fsectdt =d- [ufsectdt ~


d = secu.4x 3 = (secx 4 )4x 3
Sehinggadx
du
dx
1

2.

{x 0<x<l
Jf(x) dx dengan f(x) =
' o
x 5 ;1S:xS:2
2

Jf(x) dx = Jf(x) dx + Jf(x) dx


0

I 5
4
5
= Jx dx+ Jx dx=-x

]I +-xI ]2 =10,7

Latihan
4

I.

0 ..J2;+I

dx

7.

J:Jt::~~odX

8.

}:Jj~~:~~; dx
I

1[

"J.

dx
3
0 fx.(l +fx.)
:y.

75

2.

9.

Jxcosxdx
;;,

JcosrcFx-=!dx
y,
I

4.

10.

Jjxj)x +5dx
-2

,.,
5.

6.

f, cosx

Q-;

f-smI .
dx
4
I

dx

II.

TC

-y, sm- x

y, x

J)l+fx.dx

12.

Jfx)l + xfx.dx
0

13.

fJ2jxj-ldx
-3

Tunjukkan

Jr(l- x)dx = Jr(x)dx


0

185

x"

14.

Jika f kontinu pada interval (l,oo] dan f(x) =

xdt

rz, tentukan
I1 1+"1,/3-1-t"

f'(x) dan

f'(l)

15.

Jika a dan b adalah konstanta positif, tunjukkan


I

Ix"(l- x)bdx = Ixb(l- x)"dx


0

16.

Jika fkontinu dan If(x)dx = 10, tentukan If(2x)dx


0
9

17.

Jika f kontinu dan Jf(x) dx = 4, tentukan


0

8.2

0
3

Ixf(x 2 ) dx

Penerapan Integral Tentu

a. Menentukan Luas Daerah

Seperti yang telah dibahas pada sub pokok bahasan 8.1, penggunaan integral tentu
untuk menentukan luas daerah di bidang dinyatakan dalam definisi berikut.

Definisi 7.3

Misalkan D daerah yang dibatasi oleh grafik fungsi kontinu (a,b] dengan f(x) 2:0
pad a [a,b], garis x =a , garis x = b dan sumbu x. Daerah D dapat ditulis D = {(x, y) :
aS: x S: b;O S: y S: f(x)}, dengan fkontinu pada [a,b]. Luas D didefinisikan dengan

Dengan prosedur yang sama dalam menentukan luas daerah di bawah kurva, luas
daerah antma dua kurva (Gam bar 3) juga merupakan limit jumlahan untuk n -+ oo
11

dari luas persegi panjang yang menghampiri, yaitu lim :Z::[f(ci)- g(cj)~xi
n-tco i=l

186

Luas A, daerah yang dibatasi oleh kurva


y=f(x), y=g(x), garisx=a, x=b de-

l{c,

ngan f dan g kontinu dan f(x) 2: g(x) Vx


A

dalam [a,b) adalah


b

A= J(f(x)-g(x)}:!x

Gam bar 3

Contoh
I. Tentukan Juas daerah yang dibatasi oleh parabola y = x 2 dan y = 2x- x 2 .
Penyelesaian. Soal ini tidak menyebutkan batas bawah dan batas alas. Balas
bawah dan batas alas ditentukan oleh titik potong kedua parabola itu, yaitu (0,0)
dan (I, I).
Perhatikan Gam bar 4, f(x) 2: g(x)Vx pad a
ltx)=2x-x"
1

[0, I) , sehingga

'\,

0 ..

g(x)=x":

''

0.6

Gam bar 4

L=

J(C2x-x 2 )-x 2 ~x

= JC2x- 2x 2 )dx =-

2. Tentukan luas daerah yang dibatasi oleh garis y =x-I dan parabola y2 = 2x + 6.
Penyelesaian.
Perhatikan

Gambar

5,

pengintegralan

terhadap y jauh Jebih mudah dibandingkan


pengintegralan terhadap x. Titik potong
kedua kurva menghasilkan titik potong
Gam bar 5

(-1,-2) dan (5,4).


4

Sehingga luas daerah yang dicari adalah L = J(cy +I)- (y 2 - 6)12)dy = 18


-2

187

Latihan

Tentukan luas daerah yang dibatasi oleh


I.

y = x 2 + 3; y = x; x =I

4.

2.

y=x 2 -4x; y=2x

5. y=x+l; y=9-x-; x=-1; x=2

3.

y = x + 5; y2 = x; y =-I; y = 2

6.

y =sin x; y = x; x = n/2; x = n
?

?
y=4x-;
y=x 2 +3

b. Mcncntukan Volume Dacrah

Jika daerab

D={(x,y):a:S:x:S:b,O:S:y:S:f(x),fkontinu}

(Gambar 6a) diputar

terbadap sumbu x, akan te1jadi bangun ruang seperti pada Gambar 6c. Akan dicari
volume basil perputaran itu.
Analog dengan luas bidang di bawah kurva y=f(x), interval [a,b] dibagi dalam n
subinterval, dengan Iebar L'.x,. Bila diambil titik C;E[x,. 1,x;], dan persegi panjang
dengan luas L; = f(c;)6.x 1 diputar mengelilingi sumbu x, maka dibasilkan suatu
cakram dengan jari-jari f(c,) dengan luas nf 2 (c;). Sebingga volume cakram itu

11

1-lampiran untuk volume basil perputaran y=f(x) terhadap sumbu x adalah V "'I Y; .
i=l

Volume eksak diperoleh jika banyaknya persegi panjang yang diputar adalah tak
n

11

bingga (n ~w), yaitu V = lim IV;= lim Inf(c;)6.x;


n->co i=l

n-7co i=l

, _ _ ltc,)

y=f(x

,,,

s:'

c,

'''
'''

1'1

-J-1--..w...'

--l-+--1-4

+-I

I~~:

I'

1, I
I' I
1'1

,:1

Gam bar 6a

Gam bar 6b

Gam bar 6c

188

Definisi 7.4 (Metode Cakram)

Volume benda putar yang te1jadi bila daerah

D = {(x,y) :as; x s; b, 0 s; y s; f(x),

f kontinu} diputar terhadap sumbu x aclalah

Contoh

I. Tunjukkan bahwa volume kerucut adalah 1nr 2 t ( 11uas lingkaran alas tinggi)
Penyelesaian.
Kerucut merupakan basil perputaran garis y = mx dari x=O sampai x=b terhadap
sumbu x (Gam bar 7a dan 7b)
1nb

------------------y=mx

y=mx

'

''''
'' '
' ''
''''

b
I
I

Gam bar 7b

Gambar 7a

clengan jari-jari
alas mb dan tinggi b.
2. Tentukan volume yang te1jadi bila D={(x,y):OS:xS:2,x 2 S:yS:4}

cliputar

terhadap sumbu y
Volume yang te1jadi adalah paraboloida dengan jari-jari x = y 2 . Sehingga
4

V = Jydy =

nl~ = 8n

189

-----------~

-----------y=x-'

~------

-2

Gam bar 8a

----

Gam bar 8b

Bila D adalah daerah antara dua kurva f(x) dan g(x) dengan f dan g kontinu,
yaitu D = {(x, y): a :0: x :": b, g(x) :": y :0: f(x), f dang kontinu},

maka volume

benda

yang te1jadi bila D diputar terhadap sumbu x dirumuskan dengan

Contoh

Tentukan volume yang te1jadi

bila

D={(x,y):I:O:x:0:4,1x+l:":y:O:-f;.+2},

diputar terhadap sumbu x.


Penyelesaian.

Bagaimana bila D = {(x,y) :a:": x :": b, 0:0: y :": f(x), f kontinu} diputar terhadap sumbu
y? Perhatikan Gam bar 9a, 9b, 9c berikut ini

r(c,~
I
I
I

Gam bar 9a

'

:::======:::====::::::

c:p
Gam bar 9b

Gam bar 9c

190

Definisi 7.5 (Metocle Kulit Tabung)

Volume benda putar yang te1jadi bila D = {(x, y): a$ x :> b, 0 $ y $ f(x),f kontinu}
diputar terhadap sumbu y adalah
b

Y = lim 2)11c;f(c;) L'lx; = 211 Jxf(x) dx


n----7oo.

I=

Contoh
?

'

Tentukan volume bend a yang te1jadi bila daerah yang dibatasi oleh y = 2x-- X 0 dan
y = 0 diputar terhadap sumbu y.
Penyelesaian.
Perhatikan Gam bar I Oa dan IOb, dengan jari-jari=x dan tinggi=f(x), volume benda
putar yang te1jadi adalah
?

4
2 3
Y = 211 Jxf(x)dx = 211 Jx(2x - x )dx = 211[~ x -

tx5~ = 1 ~ 11

l(x)

'

'

Gam bar I Oa

Gambar I Ob

Bila D adalah daerah antara dua kurva f(x) dan g(x) dengan f dan g kontinu,
yaituD={(x,y):a:>x:>b,g(x):>y:>f(x),fdangkontinu}, maka volume

benda

yang terjadi bila D diputar terhadap sumbu y dirumuskan dengan


n

Y= lim 2)11c;(f(c;)-g(c;))Lix; =211Jx(f(x)-g(x)) dx


n-?co i=l

Contoh

Bila D daerah di kuadran pertama yang dibatasi oleh parabola y = x 2 , parabola


y = lx 2 dan garis y = 4. Tentukan volume yang te1jadi jika D diputar terhadap
4

sumbu x.
Penyelesaian.

191

Perhatikan dengan seksama daerah D yang


diperlihatkan pacta Gambar II. Perhitungan
volume yang tetjadi bila D diputar terhadap
sumbu x, lebih mudah diketjakan dengan
menggunakan metode kulit tabung. Dengan
Iebar y, dan tinggi= 2..jY- ..JY = ..JY, diperoleh

Gam bar I I

Latihan

Tentukan luas dari daerah berikut ini


I.

D={(x,y)/OS:xS:2, x 2 s:ys:~x+l}

2.

D = {(x,y)/0 S: y S: 4, ~(y -I) S: x S: ..jY}

5. Daerah

yang

dibatasi

oleh

3.

0 = {(x,y)/0 S:

dan sumbu y.

S: 4, tiS:

4. Daerah yang dibatasi

parabola x=4y-y- , garis y=x

oleh

S: 2..jY}
parabola

x = 4y- y2 , garis y=x dan sumbu y.

6. Daerah

yang

dibatasi

oleh

parabola y = x-, sumbu y, dan


7

y=4x-x-.

c. Menentukan Panjang Busur Suatu Kurva

Analog dengan prosedur untuk menghitung luas dan volume benda, prosedur untuk
mendefinisikan panjang busur juga dilakukan dengan membagi kurva menjadi bagian
yang lebih kesil, kemudian mencari hampiran panjang dari bagian-bagian kecil
tersebut dan menjumlahkannya. Ukuran eksak dari panjang busur diperoleh bila
bagian-bagian yang keci I terse but adalah tak hingga (n --> oo) (Gam bar 12a dan 12b)
Misalkan P;=(x,y,), makajarak antara P;. 1 dan P; adalah

Dengan menggunakan teorema nilai rata-rata untuk tun111an pada interval [x,_ 1,x,],
terdapat bilangan x~ sedemikian sehingga
f(x;)- f(xi-1) = f' (x;*)(x; - x;_ 1) <=> L'.y; = f' (x;*)L'.x;

192

P,

P,

"

Xol

X, ...

Gambar 12a

Gambar 12b

Bila persamaan terakhir disubstitusi dalam JPiPi-d dihasilkan

Panjang eksak busur P0 P11 dirumuskan dengan

Definisi 7.6

Bila f' kontinu pada [a,b], maka panjang busur kurva y = f(x), aS x S b adalah

Contoh

I. Tenlllkan panjang busur dari parabola y2 = x dari (0,0) ke (I, I).


Penyelesaian
2
dy
I
y = x -> 2ydy = dx---+- = - .
dx 2y

Sehingga s =

f ~I+

(f'(x)j2dx =

1~1 + 4>dx = 1~1 + 41xdx = 1~ dx

Gunakan substitusi trigonometri tan 0 = 2Fx, kemudian integralkan parsial,


diperoleh

193

s=

1~
1

2.y X

dx=-sec8tan+lnsec8+tan8
I(
0
I~ I =-(2-v5+sm-(2))
I
lr
.
I
4
0
4

Perhatikan bahwa perhitungan panjang busur dapat juga dilakukan dengan


pengintegralan terhadap y, yaitu s =

t)1

+ (f'(y))2 dy =

1)1

+ 4idy (silakan

dicoba untuk dibandingkan basil akhirnya dengan pengintegralan terhadap x).


2. Hi tung panjang busur fungsi parameter

x = t- sin t
, 0 :5: t :5: 2n
{ y =!-cost

Panjang busur untuk fungsi parameter dapat dicari dengan cara sebagai berikut.
?

1+[dy

~~J- dx

dx-

dt

rb

~'

2
1+(y'(t)J dx =

x'(t)

rb )x'(t) 2 + y'(t) 2 dt
.h

x'(t)=l-cost, y'(t)=sint sehingga

.6" )(1-cost) +(sin t) dt = .6" .J2-2costdt = .6" ~2-2cos2.(1t)dt


= .6" ~2- 2(1- 2sin 1 t)dt = .6" ~4sin 2 1 tdt = 2 _6" sin 1tdt =- 4cost t/~" = 8
2

s=

Latihan

Hitung panjang kurva dari fungsi berikut


4. X

5. Busur

kurva

(y + 1)- = 4xJ dari

(0,-1) k3 (1,-3)
4

3.

x
I
, IS:x:5:3
y=-+7

sx-

6. Busur kurva 9x- = 4yJ dari (0,0)


ke (2.J3,3)

194

d. Menentukan Luas Permukaan Benda Putar

Suatu permukaan benda putar tcrbentuk ketika sebuah kurva diputar mengelilingi
sebuah sumbu tertentu. Akan didefinisikan luas benda putar sehingga sesuai dengan
intuisi kita. Akan digunakan teknik panjang busur untuk menghampiri kurva dengan
suatu poligon. Bila poligon ini diputar mengelilingi sumbu tertentu, akan terbentuk
permukaan sederhana yang luasnya menghampiri luas eksak permukaan yang
diinginkan. Dengan mengambil limitnya akan dihasilkan luas eksak dari pennukaan
tersebut. Luas permukaan hampiran, terdiri dari sejumlah pita yang terbentuk dengan
memutar ruas garis mengelilingi suatu sumbu putar. Hasil perputaran pita ini adalah
suatu kerucut lingkaran (kerucut terpancung/frustum kerucut) (Gam bar 13c).
Sebelum membahas lebih lanjut, perhatikan Gambar ?.

'
,'I'
'

'

''

''

[,

kerucut tcrpancung

'
'

21H~

Gambar 13b

Gambar 13a

Perpotongan kerucut sepanjang garis lmenghasilkan juring lingkaran (Gambar 13a ).


2

Juring lingkaran dengan jari-jari I dan sudut pusat 0 adalah A= 1 0. Jika 0 =

7'' ,

mal<a A= 12 0 = nrl. Luas selimut kerucut terpancung B (Gam bar 13b) diperoleh
dengan mengurangi juring lingkaran A dengan selimut kerucut betjari-jari r1, yaitu
B=m2 (1+1 1)-mj1 1 =m2 1+n(r2 -r1)1 1. Dari segitiga sebangun pada Gambar 13c
diperoleh hubungan

_11_
rl

= ~ <=> l1 (rz -- r1) = r1l.


rz

r +I"?
Sehingga B = nl(r2 + r1) = 2ml dengan r = - 1--- .
2

Sekarang, akan diterapkan perhitungan yang sudah diperoleh, yaitu luas selimut
kerucut terpancung B.
Perhatikan Gam bar !4, pennukaan yang diperoleh dengan memutar terhadap sumbu x
kurva y = f(x) a :S x :S b.

195

y=l(x)

''

-t---1-,:c---;--+-+---t--.+-8

Gambar 14a

Gambar 14b

Interval [a,b] dipartisi dengan titik-titik ujung partisi x0, x 1, ... ,

Xn

dan Iebar partisi 1\.x,

seperti yang dilakukan dalam menentukan panjang busur. Jika Yi = f(xi), maka titik
P(xi,Yi) terletak pada kurva. Bagian luas permukaan antara x,. 1 dan x, dihampiri
dengan ruas garis P,. 1P, dan memutarnya terhadap sumbu x. Hasil perputaran P,., P
adalah sebuah kerucut terpancung dengan panjang sisi miring I= IPHPi/ dan rata-rata
jari-jari r = Yi-l + Yi . Sehingga menurut rumus kerucut terpancung
2

yang sudah

Yi-l = f(xi-l) "'f(x~_ 1 ). Kemudian seperti pad a penentuan panjang busur (teorema
nilai rata-rata untuk turunan) 1Pi_ 1 Pd =

1\.xi~l +(f'(x~)J.

Analog dengan penerapan integral sebelumnya, luas permukaan eksak diperoleh


sebagai limn -+oo darijumlah Riemann

I2nf(x~)i\.xi~l +(f'(x;')J.
i=l

Jadi luas permukaan yang diperoleh akibat perputaran y = f(x), a::; x::; b terhadap
b

sumbu x didefinisikan dengan S = 2n Jf(x)~l + (f'(x)fdx.


a

Menurut teorema dasar kalkulus, fungsi panjang busur dapat clinyatakan dengan

196

rum us luas permukaan benda putar dapat ditulis S = 2rr Jycts


a

Bila y = f(x), as; x :S b diputar terhadap sumbu y, maka rum us untuk luas
b

permukaan hasi I perputaran adalah S = 2rr J xds .


a

Rumus luas permukaan ini mudah diingat dengan membayangkan 2rry atau 2rrx
sebagai keliling lingkaran yang ditempuh oleh titik (x,y) pacta kurva y=f(x) ketika
diputar terhadap sumbu x atau sumbu y.

Contoh
I. Tentukan

luas permukaan yang dihasilkan dari perputaran busur kurva

y = ~ 4- x 2 ,

- 1 s;

x s; I terhadap sumbu x.

Penyelesaian
ddy =
x

6 ds=~l+(f'(x)) dx=;,ds=~l+ 4:~,dx=~ 4~x,dx


2

4-x-

1~/4

S = 2rr Jycts = 2rr Jv 4- x


-1

{4"~-?dx = 2rr J2dx = 8rr

-1

-1

2. Busur parabola y = x 2 dari (1,1) sampai (2,4) diputar mengelilingi sumbu y.


Tentukan luas permukaan yang te1jadi.
Penyelesaian

r:; :=;>-=
dx
I!.:' ds= ) l+(f'(y)tdy=
7
x=-vy
1+-dy
dy 2vY
4y
4
4
JJY ~I
_r_:::_dy = rr J~4y + ldy = ~ N4y + ld(4y +I)
4

S = 2rr Jxcts = 2rr

vl4

rr
=-(4y+IY'
6

= r:...(I7.Jl7- s.J5)

197

Lntihan
Tentukan luas permukaan yang diperoleh dari perputaran fungsi berikut terhadap
sumbu yang ditentukan
I.

y - x 3, 0<
_ x _<?-,sum bu x

4.

y = Tx, I :S y :S 2, sumbu y

2.

5.

y= 1-x-, O:Sx :S l,sumbu y

"

x = 1+2y-, I :S y:S2,sumbu x

6.

x = ..j2;~~2, 0 :S y :S I, sumbu y

~.

= 4x + 4, 0 :S x :S 8, sumbu x
?

198

DAFTAR PUSTAKA
[I] Edwin J Purcell, Dale Varberg, Calculus With Analitic Geometry, Prentice-Hall. Inc,
New York, 1987
[2] Frank Ayres, Calculus, Mac. Graw Hills, 1964
[3] Louis Leithold, Calculus With Analytic Geometri, 1-Imper and Row Publisher, New
York
[4] K.A. Stroud, Engeenering Mathematics, MacMillan Press Ltd, 1987.
[5] James Stewart, Calculus, Fourth Edition, Brooks/Cole Publishing Company, 1999

SATUAN ACARA PENGAJARAN


(SAP)
: Kalkulus I
:MAT 103
:4 SKS

Mata Kuliah
Kode Mata Kuliah
Bobot SKS
Pertemuan ke
Waktu Pettemuan

:I
: 100 menit

A. Tujuan lnstruksional
I.

Umum

: Setelah menyelesaikan mata kuliah ini (pada akhir semester), mahasiswa akan mempunyai pemahaman konseptual yang benar
tentang topik-topik utama dalam kalkulus (limit, diferensial, integral) beserta teorema-teorema dan sifat-sifat penting yang ada di
dalamnya.

2.

Khusus

: Setelah mengikuti kuliah ini (pada akhir pertemuan ke 3), mahasiswa akan dapat menjelaskan definisi himpunan dan operasioperasi antar himpunan

: Himpunan

B. Pokok Bahasan

1.
2.

C. Sub Pokok Bahasan

Pembelajaran
D Kecriatan
b
TAHAP
Pendahuluan

Penyajian

].

2.

Definisi himpunan
Relasi dan operasi antar himpunan

KEGIATAN PENGAJAR
Membahas tugas pertemuan ke 1 dan 2

KEGIATAN MAHASISWA
Memperhatikan dan
membahas

Menjelaskan defunisi himpunan


a. Memberikan contoh suatu himpunan.
penyajian
suatu
b. Menjelaskan
cara

Mengingat dan berdiskusi


Memperhatikan

OHP,

kapur,

MEDIA/ALAT
Papan Tulis
kapur, whiteboard dan

Transparan,

spidol
OHP, Transparan, Papan Tulis
kapur, kapur, whiteboard dan
spidol

METODE
Ceramah

Ceramah

himpunan

3.

Menjelaskan relasi
himpunan
a. Menggambarkan

dan

operasi

hubungsn

antara

an tara

Memperhatikan

201

himpunan dengan diagram Venn

Penutup

4.

5.

b. Menjelaskan relasi yang mungkin antara


dua himpunan
Memberikan kesempatan kepada mahasiswa
untuk bertanya.

Memperhatikan

Memberikan gambaran umum untuk perkuliahan yang akan datano

Memperhatikan

Be11anya

E. Evaluasi

: Memberi tugas kepada mahasiswa untuk dikerjakan di rumah

F. Daftar Pustaka

I.
2.
3.
4.
5.

OHP, Transparan, Pap an Tulis


kapur, kapur, whiteboard dan
spidol

Ceramah

Edwin J Purcell, Dale Varberg, Calculus With Analitic Geometry, Prentice-Hall. Inc, New York, 1987
Frank Ayres, Calculus, Mac. Graw Hills, 1964
Louis Leithold, Calculus With Analytic Geometri, Harper and Row Publisher, New York
K.A. Stroud, Engeenering Mathematics, MacMillan Press Ltd, 1987.
James Stewart, Calculus, Fourth Edition, Brooks/Cole Publishing Company, 1999

202

SATUAN ACARA PENGAJARAN


(SAP)
: Kalkulus I
:MAT 103
:4 SKS
: 2,3,4
:3 x 100 menit

Mata Kuliah
Kode Mata Kuliah
Bobot SKS
Pertemuan ke
Waktu Pertemuan
A. Tujuan Instruksional
I.

Umum

: Setelah menyelesaikan mata kuliah ini (pada akhir semester), mahasiswa akan mempunyai pemahaman konseptual yang benar
tentang topik-topik utama dalam kalkulus (limit, diferensial, integral) beserta teorema-teorema dan sifat-sifat penting yang ada di
dalamnya.

2.

Khusus

: Setelah mengikuti kuliah ini (pada akhir pet1emuan ke 4), mahasiswa akan dapat menjelaskan sistem bilangan real dan aksiomaaksioma di dalamnya, serta menyelesaikan soal-soal pertidaksamaan biasa maupun pertidaksamaan dalam harga mutlak ..

: Sistem Bilangan Real

B. Pokok Bahasan
C. Sub Pokok Bahasan

l.
2.

Aksioma Lapangan.

3.
4.
5.
6.
7.

Aksioma Urutan.
Aksioma Kelengkapan
Bentuk Umum Pertidaksamaan.
Harga Mutlak
Pertidaksamaan dalam Harga Mutlak.

Komponen Bilangan real

D. Kegiatan Pembelajaran

TAHAP
Pendahuluan

I.

2.

Penyajian

3.

KEGIATAN PENGAJAR
Menjelaskan materi yang akan dibahas
dalam pertemuan ke I dan 2
Memberikan penjelasan tentang kegunanaan
..
materi tnt untuk mempelajari materi
selaniutnya
Menjelaskan aksioma lapangan

KEGIATAN MAHASISWA
Memperhatikan
Memperhatikan

MEDIA/ALAT
OHP, Transparan, Papan Tulis
kapur, kapur, whiteboard dan
spidol

METODE
Ceramah

Ceramah

203

4.
5.
I.

Mengingatkan kembali ten tang definisi


penjumlahan dan perkalian di R
Menjelaskan aksioma-aksioma yang berlaku
pada operasi penjumlahan dan perkalian di R.
Menjelaskan komponen-komponen bilangan

Mengingat dan
memperhatikan

OHP. Transparan, Papan Tulis


kapur, kapur, whiteboard dan
spidol

Memperhatikan

real

Menyebutkan komponen bilangan real


dengan diagram
b. Menyebutkan definisi dari tiap-tiap
komponen bilangan real.
2. Menjelaskan aksioma urutan
a. Mengingatkan kembali konsep lebih
besar dan lebih kecil.
b. Memberikan contoh bilangan yang
merupakan bentuk akar dan tidak.
3. Menjelaskan aksioma kelengkapan
a. Mengingatkan kembali tentang garis
bilangan, dan titik-titik pad a garis
a.

bilangan

Memberi contoh bentuk-bentuk interval


pada bilangan real
9. Menjelaskan bentuk umum pertidaksamaan
kern bali
pengertian
a. Mengingatkan
pembuat no!
contoh-contoh
soal
b. Memberi
pertidaksamaan
untuk
c. Menjelaskan prosedur baku
menyelesaikan pettidaksamaan
10. Menjelaskan definisi harga mutlak dan
menyelesaikan pertidaksamaan dalam harga
mutlak
a. Menjelaskan definisi harga mutlak
b. Memberikan contoh dan menyelesaikan
pertidaksamaan harga mutlak
b.

Penutup

8.

Memberikan kesempatan kepada mahasiswa


untuk bertanya.

Memperhatikan
Memperhatikan

Mengingat dan
memperhatikan
Menjawab pe11anyaan dan
diskusi
Mengingat dan menjawab
pertanyaan
Memperhatikan

Mengingat dan menjawab


pertanyaan
Memperhatikan
Memperhatikan dan
mengerjakan latihan soal.
Memperhatikan
Memperhatikan dan
menge1jakan latihan soal
Bertanya

OHP, Transparan, Papan Tulis


kapur. kapur. white board dan

Ceramah

204

9.

Memberikan
gambaran
umum
perkuliahan yana akan datana

untuk

Memperhatikan

E. Evaluasi

: Memberi tugas kepada mahasiswa untuk dikerjakan di rumah

F. Daftar Pustaka

I.
2.
3.
4.
5.

spidol

Edwin J Purcell, Dale Varberg, Calculus With Analitic Geometry, Prentice-Hall. Inc, New York, 1987
Frank Ayres, Calculus, Mac. Graw Hills, I 964
Louis Leithold, Calculus With Analytic Geometri, Harper and Row Publisher, New York
K.A. Stroud, Engeenering Mathematics, MacMillan Press Ltd, 1987.
James Stewmt, Calculus, Fourth Edition, Brooks/Cole Publishing Company, 1999

205

SATUAN ACARA PENGAJARAN


(SAP)
: Kalkulus I
:MAT 103
:4 SKS
:5, 6, 7
: 3 x 100 menit

Mata Kuliah
Kode Mala Kuliah
Bobot SKS
Pertemuan ke
Waktu Pettemuan
A. Tujuan lnstruksional

2.

: Setelah Setelah menyelesaikan mala kuliah ini (pada akhir semester), mahasiswa akan mempunyai pemahaman konseptual yang

Umum

benar tentang topik-topik utama dalam kalkulus (limit, diferensial, integral) besetta teorema-teorema dan sifat-sifat penting yang
ada di dalamnya.

3.

Khusus

: Setelah mengikuti kuliah ini (pada akhir pertemuan ke 7) mahasiswa akan dapat menjelaskan perbedaan sistem koordinat
kartesius dan koordinat kutub, setta menjelaskan definisi fungsi dan mengetahui jenis-jenis fungsi.

: Sistem Koordinat dan Fungsi

B. Pokok Bahasan
C. Sub Pokok Bahasan

D. Keo1atan Pembelajaran
TAHAP
Pendahuluan
1.

Penyajian

2.

I.

Sistem Koordinat Kartesius

2.
3.
4.
5.
6.

Sistem Koordinat Kutub


Definisi Fungsi
Jenis-jenis Fungsi
Operasi pada Fungsi
Fungsi Invers.

KEGIATAN PENGAJAR

Membahas tugas pertemuan ke 4

Menjelaskan pengettian sistem koordinat


kartesius dan koordinat kutub

a. Memberi contoh secara teori dan gratis


b. Menjelaskan
perhitungan-perhitu-ngan

KEGIATAN MAHASISWA I
MEDIA/ALAT
Memperhatikan dan
! 01-lP, Transparan, Papan Tulis
membahas
kapur, kapur, whiteboard dan
spidol
Transparan, Papan Tulis
kapur, whiteboard dan
Memperhatikan
spidol

I ~a~~~.
I

METODE
Ceramah

Ceramah

206

3.

dalam sistem koordinat kartesius dan


kutub
Menjelaskan definisi dan pengertian fungsi

Memperhatikan dan
mengerjakan latihan

Memperhatikan

secara matematis dan gratis


a. Memberi contoh fungsi dalam kehidupan

4.

sehari-hari
b. Memberi contoh fungsi secara matematis
Menjelaskan jenis-jenis fungsi
a. Memberi contoh jenis-jenis fungsi bese1ia
grafiknya
b. Menjelaskan cara menggambar fungsi
baru dari fungsi lama dan memberikan

Memperhatikan
Memperhatikan dan

mengerjakan

Memperhatikan dan

mengerjakan

contoh
5.

Penutup

6.
7.

E. Evaluasi
F. Daftar Pustaka

Menjelaskan komposisi fungsi dan sifatsifatnya serta syarat untuk fungsi invers
a. Memberikan contoh fungsi baru dari
gabungan dua fungsi atau lebih
b. Mengingatkan definisi fungsi satu-satu
untuk menjelaskan fungsi mvers dan
rnemberikan contoh
Memberikan kesempatan kepada mahasiswa
untuk bertanya.
Memberikan gambaran umumperkuliahan
yang akan datang

I
I

Memperhatikan dan

I
'

mengerjakan

M emperhatikan dan

I'

mengerjakan
Bertanya
Memperhatikan

:
OHP, Transparan, Papan Tulis
kapur, kapur, white board dan
spidol

Ceramah

: Memberi tugas kepada mahasiswa untuk dikerjakan di rumah


I.
2.
3.
4.
5.

Edwin J Purcell, Dale Varberg, Calculus With Analitic Geometty, Prentice-Hall. Inc, New York, 1987
Frank Ayres, Calculus, Mac. Graw Hills, 1964
Louis Leithold, Calculus With Analytic Geometri, Harper and Row Publisher, New York
K.A. Stroud, Engeenering Mathematics, MacMillan Press Ltd, 1987.
James Stewart, Calculus, Fourth Edition, Brooks/Cole Publishing Company, 1999

207

SATUAN ACARA PENGAJARAN


(SAP)
Mata Kuliah
Kode Mata Kuliah
Bobot SKS
Pertemuan ke
Waktu Pertemuan

: Kalkulus I
:MAT 103
:4 SKS
: 7, 8, 9, 10
:4 x 100 menit

A. Tujuan lnstruksional
7.

Umum

: Setelah menyelesaikan mata kuliah ini (pada akhir semester), mahasiswa akan rnempunyai pemaharnan konseptual yang benar
tentang topik-topik utama dalam kalkulus (limit, diferensial, integral) bese11a teorema-teorema dan sifat-sifat penting yang ada
di dalamnya.

8.

Khusus

: Setelah mengikuti kuliah ini (pada akhir pertemuan ke 10), mahasiswa akan dapat menjelaskan konsep yang tepa! tentang limit
dan kekontinuan suatu fungsi, serta hubungan limit dan kekontinuan.

: Limit dan Kekontinuan Fungsi

B. Pokok Bahasan
C. Sub Pokok Bahasan

D K eg~atan
.
Pem beIaJaran
.
TAHAP
I
Pendahuluan
I.

Penyajian

J 2.
I
I

I.

Konsep Limit Fungsi

2.
3.

Definisi Limit Fungsi


Limit Fungsi Trigonometri

4.

Limit Tak Hingga.

5.

Kekontinuan Fungsi

KEGIATAN PENGAJAR
Membahas tugas pertemuan ke 5, 6

Menjelaskan definisi limit secara intuitif,


secara matematis dan secara geometris
a. Memberi contoh fungsi dengan domain
bilangan real.
b. Memberi contoh fungsi yang mempunyai

KEGIATAN MAHASISWA
Memperhatikan dan
membahas

Memperhatikan

MEDIA/ALAT
OHP, Transparan, Papan Tulis
kapur, kapur, whiteboard dan
spidol
OHP, Transparan, Papan Tulis
kapur, kapur, whiteboard dan
spidol

METODE
Ceramah

Ceramah

Memperhatikan

208

3.

4.
5.

titik pembuat no! pacta penyebut


c. Menentukan hasil limit dari kegiatan a
dan b
Menjelaskan limit kiri dan limit kanan suatu
fungsi di satu titik
a. Membuat contoh fungsi yang memiliki
kurva mulus disetiap titiknya
b. Membuat contoh fungsi yang memiliki
lompatan di satu titik
c. Menjelaskan perbedaan antara a dan b
Menjelaskan sifat limit fungsi
a. Membuat contoh fungsi dan rnencari

limitnya dengan menggunakan sifat limit


Menjelaskan limit fungsi trigonometri
kembali
fungsi
a. Mengingatkan

Memperhatikan dan

menge1jakan

Memperhatikan
Memperhatikan
Memperhatikan
Memperhatikan

Memperhatikan

trigonornetri

6.

7.

8.

b. Memberikan contoh so a!
limit fungsi
trigonometri
Menjelaskan bentuk-bentuk limit
a. Memberikan contoh soal tentang limit di
suatu titik, limit di tak hingga.

Memperhatikan dan
mengerjakan
Memperhatikan

Menjelaskan definisi kekontinuan fungsi


a. Memberikan contoh fungsi yang kontinu
di satu titilc dengan menggunakan konsep
limit.
Menjelaskan definisi kekontinuan fungsi
pacta suatu interval.
h. Memberikan contoh soa\

Memperhatikan dan

mengerjakan

Memperhatikan dan

mengerjakan
Penutup

I.

Memberikan kesempatan kepada mahasiswa

Bertanya

2.

untuk bertanya.
Memberikan gambaran
yano akan datano-

Memperhatikan

umumperkuliahan

E. Eva\uasi

: Memberi tugas kepada mahasiswa untuk dikerjakan di rumah

F. Daftar Pustaka

\.

OHP, Transparan, Papan Tulis


kapur, kapur, whiteboard dan
spido\

Ceramah

Edwin J Purcell, Dale Yarberg, Calculus With Analitic Geometry, Prentice-Hall. Inc, New York, \987

209

2.
3.
4.
5.

Frank Ayres, Calculus, Mac. Graw Hills, 1964


Louis Leithold, Calculus With Analytic Geometri, Harper and Row Publisher, New York
K.A. Stroud, Engeenering Mathematics, MacMillan Press Ltd, 1987.
James Stewart, Calculus, Fourth Edition, Brooks/Cole Publishing Company, 1999

210

SATUAN ACARA PENGAJARAN


(SAP)
Mata Kuliah
Kode Mata Kuliah
Bobot SKS
Pertemuan ke
Waktu Pertemuan

: Kalkulus I
:MAT 103
:4 SKS
: 15, 16, 17
: 3 x 100 menit

A. Tujuan lnstruksional
I.

Umum

: Setelah menye\esaikan mata kuliah ini (pada akhir semester), mahasiswa akan mempunyai pemahaman konseptua\ yang benar
tentang topik-topik utama dalam kalkulus (limit, diferensial, integral) beserta teorema-teorema dan sifat-sifat penting yang ada
di dalamnya.

2.

Khusus

: Sete\ah mengikuti kuliah ini (pada akhir pettemuan ke 17), mahasiswa akan dapat menje\askan penggunanaan turunan untuk

menentukan nilai maksimum/minimum, kecekungan fungsi, teorema Rolle, penggambaran fi.mgsi, bentuk tak tentu limit fungsi,
masa\ah laju yang berkaitan, dan masa\ah ekstrem
B. Pokok Bahasan
C. Sub Pokok Bahasan

: Penerapan Turunan
l.
2.
3.

Nilai Max/Min
Fungsi Naik/Turun
Kecekungan Fungsi

4.

Penggambaran Grafik Fungsi

5.
6.
7.
8.
9.

Gerak Rektilinear
Masa\ah Laju yang Berkaitan
Bentuk Tak Tentu dan Aturan L'Hospital
Penerapan Masa\ah Ekstrim
Penerapan di Bidang Ekonomi

.
D. Kegtatan Pem beIajaran
KEGIATAN PENGAJAR
TAHAP
Pendahuluan
l. Membahas tugas pertemuan 12, 13, 14

KEGIATAN MAHASISWA
Memperhatikan dan

membahas

MEDIA/ALAT
OHP, Transparan, Papan Tulis
kapur, kapur, white board dan
spidol

METODE
Ceramah

211

Penyajian

I.

2.

Menjelaskan penerapan turunan untuk


mencari nilai maksimum dan minimum dari
suatu fungsi dan contoh-contohnya dalam
kehidupan nyata.
a. Menjelaskan definisi titik kritis dan
jenisnya
b. Membuat contoh suatu fungsi dan mencari
nilai max/min nya
Menjelaskan pen era pan turunan untuk

OHP, Transparan, Papan Tulis


kapur, kapur, whiteboard dan
spidol

Ceramah

Memperhatikan
Memperhatikan dan
mengerjakan

menggambar grafik

3.

polinomial
a. Membuat contoh fungsi
berderajat 3 atau lebih dan fungsi rasional
dan menggambarkannya dengan konsep
turunan
Menjelaskan masalah laju yang berkaitan

Memperhatikan dan
mengerjakan

dengan penerapan turunan.

a. Memberikan contoh soal.

Memperhatikan dan
mengerjakan

4.

Penutup

Menjelaskan penerapan turunan untuk


menghitung limit (aturan deL 'hopital)
a. Mengingatkan kemball cara menghitung
limit suatu fungsi dan rnernbandingkan
hasilnya dengan aturan L'Hopital
5. Menjelaskan penggunaan turunan untuk
nyata,
menyelesaikan
masalah
dan
penggunaannya di bidang ekonomi
6. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa
untuk bertanya.
7. Memberikan gambaran umumperkuliahan

Memperhatikan dan
mengerjakan

Memperhatikan dan
mengerjakan latihan soal
Bertanya

I
I

OHP,
kapur,

Memperhatikan

Transparan, Papan Tulis


kapur, whiteboard dan

Ceramah

spidol

yang akan datang

E. Evaluasi
F. Daftar Pustaka

: Memberi tugas kepada mahasiswa untuk dikerjakan di rumah


Edwin J Purcell, Dale Varberg, Calculus With Analitic Geometry, Prentice-Hall. Inc, New York, 1987
Frank Ayres, Calculus, Mac. Graw Hills, 1964
Louis Leithold, Calculus With Analytic Geometri, Harper and Row Publisher, New York
K.A. Stroud, Engeenering Mathematics, MacMillan Press Ltd, 1987.
James Stewart, Calculus, Fourth Edition, Brooks/Cole Publishing Company, 1999

212

SATUAN ACARA PENGAJARAN


(SAP)
: Kalkulus I
:MAT 103
:4 SKS
: 18, 19, 20,21
:4 x 100 menit

Mata Kuliah
Kode Mata Kuliah
Bobot SKS
Pertemuan ke
Waktu Pertemuan
A. Tujuan Instruksional
I.

: Setelah menyelesaikan mata kuliah ini (pada akhir semester), mahasiswa akan mempunyai pemahaman konseptual yang benar

Umum

tentang topik-topik utama dalam kalkulus (limit, diferensial, integral) beserta teorema-teorema dan sifat-sifat penting yang ada
di dalamnya.
2.

: Setelah mengikuti kuliah ini (pada akhir pertemuan ke 21), mahasiswa akan dapat memahami pengertian integral tak tentu

Khusus

sebagai suatu anti turunan, menyelesaikan soal integral fungsi aljabar, fungsi trigonometri, fungsi eksponensial, fungsi Iogaritma
dengan teknik integral parsial, integral sunstitusi trigonometri, integral fungsi rasional, serta menguasai startegi pengintegralam.
B. Pokok Bahasan

: Integral Tak Tentu dan Teknik Pengintegralan

C. Sub Pokok Bahasan

I.
2.

Integral Tak Tentu


Rum us Integral Tak Tentu

3.

Integral Parsial

D Keciatan Pembelajaran
TAHAP
Pendahuluan
I.

Penyajian

2.

4.

Integral Fungsi Trigonometri

5.

Integral Substitusi Trigonometri

6.

Integral Fungsi Rasional

7.

Substitusi yang Merasionalkan.

KEGIATAN PENGAJAR
Membahas tugas pertemuan ke 15, 16

KEGIATAN MAHASISWA
Memperhatikan dan
membahas

Menjelaskan definisi integral tak tentu.


a. Mengingatkan kembali runms turunan dan
menggunakannya untuk menjelaskan

Memperhatikan

MEDIA/ALAT
OHP, Transparan, Papan Tulis
kapur, kapur, white board dan
spidol
OHP, Transparan, Papan Tulis
kapur, kapur, whiteboard dan
spidol

METODE
Ceramah

Ceramah

213

integral tak tentu


b. Menjelaskan rumus-rumus integral tak
tentu dengan mengerjakan contoh-contoh
seal
3. Menjelaskan definisi integral tentu
a. Mengingatkan kembali konsep limit tak
hingga Uumlahan parsial tak hingga)
b. Menjelaskan definisi terintegral dengan
menggunakan a.
4. Menjelaskan teknik pengintegralan parsial
a. Memberikan contoh soal integral yang

Memperhatikan dan
mengerjakan

Memperhatikan

Memperhatikan
Memperhatikan

sederhan a

5.

6.
7.

8.
Penutup

9.
10.

b. Memberikan contoh soal integral yang


diselesaikan dengan metode parsial dan
membandingkannya dengan a.
Mengingatkan kembali fungsi trigonometri,
kemudian memberikan contoh soal integral
trigonometri dan membahasnya.
Menjelaskan teknik substitusi trigonometri
dan menjelaskan perbedaannya dengan
teknik integral parsial.
Menjelaskan pengintegralan fungsi rasional
a. Mengingatkan kembali contoh-contoh
fungsi rasional
b. Menjelaskan
langkah-langkah
untuk
membentuk fungsi rasional menjadi
jumlahan fungsi yang lebih sederhana
c. Menyelesaikan contoh soal integral fungsi
rasional
d. Menjelaskan startegi pengintegralan
Memberikan contoh-contoh soal yang berbeda
dan menyelesaikannya
Memberikan kesempatan kepada mahasiswa
untuk bertanya.
Memberikan gambaran umum perkuliahan
yano akan datang

Memperhatikan dan
mengerjakan
Memperhatikan dan
mengerjakan

Memperhatikan dan
mengerjakan

Memperhatikan dan
mengerjakan
Memperhatikan

Memperhatikan dan
mengerjakan
Memperhatikan dan
menge1jakan
Bertanya
Memperhatikan

OHP, Transparan, Papan Tulis


kapur, kapur, whiteboard dan
spidol

Ceramah

214

E. Evaluasi
F. Daftar Pustaka

: Memberi tugas kepada mahasiswa untuk dikerjakan di rumah


1.

2.
3.
4.
5.

Edwin J Purcell, Dale Varberg, Calculus With Analitic Geometry, Prentice-Hall. Inc, New York, 1987
Frank Ayres, Calculus, Mac. Graw Hills, 1964
Louis Leithold, Calculus With Analytic Geometri, Harper and Row Publisher, New York
K.A. Stroud, Engeenering Mathematics, MacMillan Press Ltd, 1987.
James Stewart, Calculus, Fourth Edition, Brooks/Cole Publishing Company, 1999

215

SATUAN ACARA PENGAJARAN


(SAP)
Mata Kuliah
Kode Mata Kuliah
Bobot SKS
Pe11emuan ke
Waktu Pe1temuan

: Kalkulus I
:MAT 103
:4SKS
: 22, 23, 24, 25
:4 x 100 menit

A. Tujuan Instruksional
6.

Umum

: Setelah menyelesaikan mata kuliah ini (pacta akhir semester), mahasiswa akan mempunyai pemahaman konseptual yang benar
tentang topik-topik utama dalam kalkulus (limit, diferensial, integral) beserta teorema-teorema dan sifat-sifat penting yang ada
di dalamnya.

7.

Khusus

: Setelah mengikuti kuliah ini (pacta akhir pertemuan ke 25), mahasiswa akan dapat menjelaskan pengertian integral tentu, dan
hubungannya dengan integral tak tentu dengan teorema dasar kalulus, serta menyelesaikan soal-soal integral tentu. Selain itu,
juga mampu menggunakan integral tak tentu untuk menghitung luas daerah, menghitung volume benda putar, menghitung

panjang busur suatu kurva, menghitung luas permukaan benda putar.


: Penerapan Integral

B. Pokok Bahasan

1.

C. Sub Pokok Bahasan

2.
3.

Integral Tentu
Teorema Dasar Kalkulus
Penggunaan Integral tentu untuk Menentukan Luas Daerah

4.

Penggunaan Integral tentu untuk Menentukan Volume Daerah

5.
6.

Penggunaan Integral tentu untuk Menentukan Panjang Busur


Penggunaan Integral tentu untuk Menentukan Luas Volume Benda Putar.

.
Pem be Ia_]aran
TAHAP
Pendahuluan
I.

KEGIATAN PENGAJAR
Membahas tugas pertemuan ke 18, 19, 20

Penyajian

Menentukan luas daerah di bawah kurva

D.

Keg~atan

2.

KEGIATAN MAHASISWA
Memperhatikan dan
membahas

MEDIA/ALAT
OHP, Transparan, Pap an Tulis
kapur, kapur, whiteboard dan
spidol
OHP, Transparan, Papan Tulis

METODE
Ceramah

Ceramah

216

a.

Menggambarkan kurva dari suatu fungsi

b.

Menentukan interval tertutup dari kurva


terse but
Mencari luas daerah di bawah kurva
dalam intervel tet1utup tersebut

c.

d.

Analog dengan a-c, untuk luasan daerah


antara dua kurva

e.

Memberikan contoh dan membahas.

Memperhatikan
Memperhatikan

kapur,
spidol

kapur,

whiteboard

dan

Memperhatikan
Memperhatikan
Memperhatikan dan

mengerjakan
3.

Menentukan volume benda putar

a.
b.

Menggambarkan kurva dari suatu fungsi


Menjelaskan dan menggambarkan bentuk

Memperhatikan

yang terjadi bila kurva tersebut diputar

Memperhatikan

mengelilingi suatu sumbu tertentu.


c.

Kemudian

dari

bentuk

yang

terjadi

Memperhatikan

tersebut dapat dicari volurnenya dengan


konsep integral yang sudah dikuasai.
d.

Memberikan

contoh

dan

4.

Memperhatikan dan

menge1jakan

rnenyelesaikannya
Menentukan luas permukaan benda putar

a.
b.

Menggarnbarkan kurva dari suatu fungsi


Menjelaskan dan menggambarkan bentuk

Memperhatikan
Memperhatikan

yang terjadi bila kurva tersebut diputar

c.

mengelilingi suatu surnbu tertentu.


Kernudian dari bentuk yang terjadi

Memperhatikan

tersebut dapat dicari luas permukaannya

dengan
d.

5.

konsep

dikuasai ..
Memberikan

integral
contoh

yang

sudah
dan

Memperhatikan dan

menyelesaikannya
Menentukan banjang busur

mengerjakan

a.

Memperhatikan

Menjelaskan panjang tali busur yang

merupakan partisi dari suatu kurva dengan


konsep pitagoras

b. Mencari panjang busur dengan definisi


integral
c. Memberikan contoh dan menyelesai-

Memperhatikan
Memperhatikan dan

217

6.

Penutup

7.
8.

kannya
Menjelaskan penggunaan integral untuk
menyelesaikan soal dari bidang ilmu lain.
a. Membuat contoh soal, misalnya dalam

bidang fisika atau biologi atau ilmu lain


kernudian diselesaikan dengan integ~al
Memberikan kesempatan kepada mahasiswa
untuk bertanya.
Memberikan gambaran urn urn perkuliahan

mengerjakan

Memperhatikan dan
mengerjakan
Bertanya
Memperhatikan

OHP, Transparan, Papan Tulis


kapur, kapur, whiteboard dan
spidol

Ceramah

yang akan datang

E. Evaluasi

: Memberi tugas kepada mahasiswa untuk dikerjakan di rumah

F. Daftar Pustaka

I.
2.
3.
4.
5.

Edwin J Purcell, Dale Varberg, Calculus With Analitic Geometry, Prentice-Hall. Inc, New York, 1987
Frank Ayres, Calculus, Mac. Graw Hills, 1964
Louis Leithold, Calculus With Analytic Geometri, Harper and Row Publisher, New York
K.A. Stroud, Engeenering Mathematics, MacMillan Press Ltd, 1987.
James Stewart, Calculus, Fourth Edition, Brooks/Cole Publishing Company, 1999

218