Anda di halaman 1dari 4

Pengertian Rokok

Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang 70-120 mm,(bervariasi


tergantung negara ) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun yang telah
dicacah. Sedangkan perilaku merokok adalah dalah kegiatan membakar tembakau
dan menghisap asapnya kemudian dikeluarkan kembali, perilaku tersebut disebabkan
dari dalam diri seseorang dan dari pengaruh lingkungan.
Perokok Aktif dan Pasif
Dari pengertian tersebut perilaku merokok dapat terbagi dua golongan yaitu perokok
aktif dan perokok pasif. Perokok aktif merupakan seseorang yang memang sudah
merokok, sedangkan perokok pasif merupakan seorang penghirup asap rokok dari
orang yang sedang merokok. Ini tentu sangat berbahaya dan merugikan orang lain.
Karena orang yang tidak merokok bisa saja tergolong perokok pasif karena
menghirup asap rokok orang lain yang berada di sekitarnya.
Salah satu faktor penyebab adanya perokok pasif yaitu perilaku merokok
sembarangan. Yaitu perilaku merokok yang tidak melihat situasi waktu dan tempat
saat ia melakukan merokok. Orang tersebut tergolong egois dan tidak tenggang rasa.
Karena hanya memikirkan kepentingannya diri sendiri tanpa memikirkan orang lain
dan lingkungan sekitarnya. Perilaku merokok sembarangan memang sangat
merugikan orang lain, di bawah ini akan menjelaskan kandungan yang ada di dalam
rokok agar kita mengerti dampak dari perilaku merokok sembarangan.
Bahan-bahan kimia yang ada pada rokok

Nikotin, kandungan yang menyebabkan perokok merasa rileks.


Tar, yang terdiri dari lebih dari 4000 bahan kimia yang mana 60 bahan

kimia diantaranya bersifat karsinogenik.


Sianida, senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano.
Benzene, juga dikenal sebagai bensol, senyawa kimia organik yang mudah

terbakar dan tidak berwarna.


Cadmium, sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif.

Metanol

dikenal sebagai metil alkohol.


Asetilena, merupakan senyawa kimia tak jenuh yang juga merupakan

hidrokarbon alkuna yang paling sederhana.


Amonia, dapat ditemukan di mana-mana, tetapi sangat beracun dalam

kombinasi dengan unsur-unsur tertentu.


Formaldehida, cairan yang sangat beracun

mengawetkan mayat.
Hidrogen sianida, racun yang digunakan sebagai fumigan untuk membunuh

semut. Zat ini juga digunakan sebagai zat pembuat plastik dan pestisida.
Arsenik, bahan yang terdapat dalam racun tikus.
Karbon monoksida, bahan kimia beracun yang ditemukan dalam asap

(alcohol

kayu), alcohol yang paling sederhana

yang

yang

digunakan

juga

untuk

buangan mobil.
Kandungan zat yang ada di dalam rokok tentu sangat berbahaya dan
merugikan orang lain jika seorang melakukan kegiatan merokok disembarang tempat.
Maka, kandungan yang berbahaya yang ada di dalam rokok akan kita rasakan jika
kita menghirup asap rokok tersebut dari seorang perokok aktif yang berada di sekitar
kita. Risiko perokok pasif lebih tinggi pada perempuan, anak-anak dan bayi. Perokok
pasif mempunyai resiko lebih tinggi untuk menderita kanker paru-paru dan penyakit
jantung ishkemia. sedangkan pada janin, bayi dan anak-anak mempunyai resiko yang
lebih besar untuk menderita kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).
Perokok pasif dapat mengalami gejala seperti pembentukan lendir yang
berlebihan pada saluran napas, batuk, iritasi paru-paru, nyeri dada dan ada rasa tidak
nyaman di dada. Perokok pasif juga bisa merasa iritasi pada hidung, mata dan
tenggorokan. Bila perokok pasif mengalami nyeri dada, hal tersebut bisa dijadikan
indikator bahwa seseorang terkena penyakit jantung.
Sesuatu yang lebih serius dan sangat ditakuti. Asap rokok mengandung tar
yang dikenal sebagai penyebab kanker. Asap rokok yang mengandung nikotin juga
merangsang dinding pipa bronkial. Makin lama rangsangan ini makin meningkat dan

tubuh akan membuat lebih banyak lendir untuk mencoba 'menenangkan' pipa-pipa
bronkial. Sehingga menimbulkan bronkitis atau empisema.
Fakta mengenai perokok pasif
1. Anda dapat menjadi perokok pasif ketika Anda menghirup udara yang telah
tercemar oleh asap produk tembakau dimanapun Anda berada.
2. Pada orang dewasa, perokok pasif dapat menyebabkan penyakit jantung dan
pernapasan yang serius, termasuk penyakit jantung koroner dan kanker paruparu. Dan pada wanita hamil mempunyai resiko yang lebih besar untuk
menderita kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).
3. Sekitar 40 persen dari anak-anak yang menjadi perokok pasif, umumnya
terpapar asap rokok di lingkungan rumah. Sebanyak 31 persen kematian yang
diakibatkan oleh perokok pasif terjadi pada anak-anak.
4. Remaja yang menjadi perokok pasif di lingkungan rumahnya, meningkatkan
keinginan untuk mulai merokok sampai dua kali lipat lebih besar dibanding
remaja lain yang tidak menjadi perokok pasif.
5.

Para perokok pasif memiliki beban ekonomi hingga 10 persen untuk


keperluan biaya kesehatan terkait paparan asap rokok.

6.

Tidak ada tingkatan aman terhadap paparan asap rokok. Satu-satunya cara
melindungi diri dari efek berbahaya menjadi perokok pasif adalah dengan
menciptakan lingkungan yang 100 persen bebas asap rokok.

Daftar Pustaka
Latif, Rhovy. (2014). Karya Ilmiah Tentang Bahaya Merokok.
https://www.academia.edu/7030232/Karya_Ilmiah_tentang_bahaya_merokok . [2
November 2014 pukul 16.56]
Gpps, Welly. (2014). Makalah Bahaya Merokok.
https://www.academia.edu/6621788/Makalah_bahaya_merokok . [2 November 2014
pukul 16.40]
Ilda, Idrus. (2014). Rokok. https://www.academia.edu/5884889/Rokok . [2
November 2014 pukul 16.30]