Anda di halaman 1dari 9

Daftar dan Objek Tarif Pajak Penghasilan

No.
I

Obyek

Tarif

Dasar
Perhitungan

Sifat

Jumlah Bruto
Bunga

Final

PPh Pasal 4 ayat (2)


1. Bunga deposito dan tabungan serta diskonto
SBI
Dasar Hukum : PP No. 131 Tahun 2000

Pengecualian:
a. Bunga deposito dan tabungan serta
diskonto SBI sepanjang jumlah
deposito dan tabungan serta SBI
tersebut tidak melebihi Rp
7.500.000,00 dan bukan merupakan
jumlah yang dipecah-pecah.
b. Bunga dan diskonto yang diterima
atau diperoleh bank yang didirikan di
Indonesia atau cabang bank luar
negeri di Indonesia.
c. Bunga deposito dan tabungan serta
diskonto SBI yang diterima atau
diperoleh Dana Pensiun yang telah
disahkan Menteri Keuangan,
sepanjang dananya diperoleh dari
sumber pendapatan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 29 UndangUndang Nomor 11 Tahun 1992
Tentang Dana Pensiun.
d. Bunga tabungan pada bank yang
ditunjuk Pemerintah dalam rangka
pemilikan rumah sederhana dan
sangat sederhada, kapling siap
bangun untuk rumah sederhana dan
sangat sederhana, atau rumah susun
sederhana sepanjang untuk dihuni
sendiri.
2.

20% atau Tarif


P3B (untuk WPLN)

Transaksi Saham Di Bursa Efek


Dasar Hukum : PP No. 41 Tahun 1994 jo.
PP No. 14 Tahun 1997

a.
b.

3.

20% (untuk WPDN


& BUT)

Bukan Saham Pendiri


Saham Pendiri

0,1% X Nilai Transaksi


(0,1% X Nilai Transaksi) + (0,5% X
nilai saham pasar saat Penawaran
Umum Perdana (IPO))

Final

Bunga atau Diskonto Obligasi yang


Diperdagangkan di Bursa Efek
Dasar Hukum : PP No. 16 TAHUN 2009

a.

b.

Bunga Obligasi dengan


kupon (interest bearing bond)
1.
WP DN & BUT
2.
WP LN selain BUT

Diskonto Obligasi dengan kupon


1.
WP DN & BUT
2.
WP LN selain BUT

15 %
20 % atau Tarif
berdasarkan P3B

15 %
20 % atau Tarif
berdasarkan P3B

Jumlah bruto
bunga sesuai
dengan masa
kepemilikan
obligasi
Selisih lebih
harga jual atau
nilai nominal di

Final

atas harga
perolehan
obligasi, tidak
termasuk
bunga berjalan
c.

d.

Diskonto Obligasi tanpa bunga


(zero coupon bond)
1.
WP DN & BUT
2.
WP LN selain BUT

bunga dan/atau diskonto dari


Obligasi yang diterima dan/atau
diperoleh Wajib Pajak reksadana
yang terdaftar pada Badan
Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan
1.
untuk tahun 2009
sampai dengan
tahun 2010
2.
untuk tahun 2011
sampai dengan
tahun 2013
3.
untuk tahun 2014
dan seterusnya

20 %
20 % atau Tarif
berdasarkan P3B

0%
5%
15 %

Selisih lebih
harga jual atau
nilai nominal di
atas harga
perolehan
obligasi

Jumlah bruto
bunga sesuai
dengan masa
kepemilikan
obligasi /
Selisih lebih
harga jual atau
nilai nominal di
atas harga
perolehan
obligasi

Pengecualian :
a. Wajib Pajak dana pensiun yang pendirian
atau pembentukannya telah disahkan
oleh Menteri Keuangan dan memenuhi
persyaratan sebagaimana diatur dalam
Pasal 4 ayat (3) huruf h Undang-Undang
Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak
Penghasilan sebagaimana telah beberapa
kali diubah terakhir dengan UndangUndang Nomor 36 Tahun 2008 tentang
Perubahan Keempat atas Undang-Undang
Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak
Penghasilan
b. Wajib Pajak bank yang didirikan di
Indonesia atau cabang bank luar negeri di
Indonesia

4.

5.

6.

Hadiah Undian
Dasar Hukum : PP No. 132 Tahun 2000
KEP-395/PJ./2001

25%

Jumlah Bruto
Hadiah Undian

Final

Persewaan Tanah dan/atau Bangunan


Dasar Hukum : PP No. 29 Tahun 1996 jo.
PP No. 5 Tahun 2002

10%

Jumlah Bruto

Final

Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah


dan/atau Bangunan
Dasar Hukum : PP No. 48 Tahun 1994 jo.
PP No. 27 Tahun 1996 jo.
PP No. 79 Tahun 1999 jo.
PP No. 71 Tahun 2008

a.
b.

c.

7.

Wajib Pajak yang melakukan


transaksi pengalihan hak atas
tanah dan/atau bangunan
Wajib Pajak Orang Pribadi yang
mengalihkan Hak atas Tanah
dan/atau Bangunan yang jumlah
bruto nilai pengalihannya
kurang dari Rp. 60 jt namun
penghasilan lainnya dalam 1
tahun melebihi PTKP.
pengalihan hak atas Rumah
Sederhana dan Rumah Susun
Sederhana yang dilakukan oleh
Wajib Pajak yang usaha
pokoknya melakukan pengalihan
hak atas tanah dan/atau
bangunan

5%

Jumlah Bruto
Nilai
Pengalihan

5%

Jumlah Bruto
Nilai
Pengalihan

1%

Jumlah Bruto
Nilai
Pengalihan

2%

Penghasilan
bruto

Final

Usaha Jasa Konstruksi


Dasar Hukum : PP No. 51 Tahun 2008

a.

b.

c.

d.

e.

8.

Jasa Pelaksanaan Konstruksi


yang dilakukan oleh Penyedia
Jasa yang memiliki kualifikasi
usaha kecil
Jasa Pelaksanaan Konstruksi
yang dilakukan oleh Penyedia
Jasa yang tidak memiliki
kualifikasi usaha
Jasa Pelaksanaan Konstruksi
yang dilakukan oleh Penyedia
Jasa selain Penyedia Jasa
sebagaimana dimaksud dalam
huruf a dan huruf b
Jasa Perencanaan Konstruksi
atau Pengawasan Konstruksi
yang dilakukan oleh Penyedia
Jasa yang memiliki kualifikasi
usaha
Jasa Perencanaan Konstruksi
atau Pengawasan Konstruksi
yang dilakukan oleh Penyedia
Jasa yang tidak memiliki
kualifikasi usaha

4%

Penghasilan
bruto

3%

Penghasilan
bruto

4%

Penghasilan
bruto

6%

Penghasilan
bruto

Final

Penghasilan perusahaan modal ventura dari


transaksi penjualan saham atau pengalihan
penyertaan modal pada perusahaan pasangan
usahanya
Dasar Hukum : PP No. 4 Tahun 1995

0,1 %
Syarat :
a. merupakan perusahaan kecil, menengah,
atau yang melakukan kegiatan dalam
sektor-sektor usaha yang ditetapkan oleh
Menteri Keuangan; dan
b. sahamnya tidak diperdagangkan di bursa
efek di Indonesia.

II

PPh Pasal 15
1. Pelayaran Dalam Negeri
2.

Penerbangan Dalam Negeri

3.

Pelayaran dan atau Penerbangan Luar Negeri

1,2%
1,8%
2,64%

Jumlah Bruto
Nilai Transaksi
Penjualan/
Pengalihan
Penyertaan
Modal

Peredaran
Bruto
Peredaran
Bruto
Peredaran

Final

Final

Final

4.
5.

WP LN yang mempunyai Kantor Perwakilan


Dagang di Indonesia
Pihak-pihak yang melakukan kerjasama dalam
bentuk Perjanjian Bangunan Guna Serah (Built
Operate and Transfer)

0,44%

5%

III

Bruto
Nilai Ekspor
Bruto
Jumlah Bruto
dari Nilai
Tertinggi
antara Nilai
Pasar dengan
NJOP Bagian
Bangunan
yang
Diserahkan

Final

PPh Pasal 21
Dasar Hukum : UU Nomor 36 Tahun 2008
KEP-545/PJ./2000 Jo
Per-15/PJ./2006

1.

Penghasilan yang diterima oleh Pegawai Tetap

2.

Upah yang Diterima oleh Tenaga Harian Lepas


a.
Jika jumlah upah (PB) yang
diterima dalam sebulan tidak
melebihi Rp. 1.100.000 maka
PTKP sehari ditetapkan sebesar
Rp. 110.000.
b.
Jika jumlah upah (PB) yang
diterima dalam sebulan melebihi
Rp. 1.100.000 maka PTKP
sehari ditetapkan sebesar PTKP
setahun sesuai dengan
statusnya dibagi dengan 360.
Komisi Penjualan yang diterima oleh
Distributor MLM/ Direct Selling dan kegiatan
sejenis
Uang Tebusan Pensiun, Uang THT atau JHT,
Uang Pesangon yang diterima Pegawai atau
Mantan Pegawai, kecuali tidak lebih dari Rp.
25 juta
a.
Rp. 25 juta s.d. Rp. 50 juta
b.
> Rp. 50 juta s.d. Rp. 100 juta
c.
> Rp. 100 juta s.d. Rp. 200 juta
d.
> Rp. 200 juta
Jasa Produksi, Tantiem Gratifikasi, Bonus yang
diterima Mantan Pegawai
Honorarium yang diterima Dewan Komisaris/
Pengawas yang bukan pegawai tetap pada
perusahaan yang sama
Uang Pensiun Bulanan yang diterima pensiun

3.
4.

5.
6.
7.
8.
9.

10.

11.
12.

13.

Penarikan dana pada Dana Pensiun oleh


Pensiun
Honorarium dan Pembayaran Lain yang
diterima oleh Tenaga Ahli (Pengacara,
Akuntan, Arsitek, Dokter, Konsultan, Notaris,
Penilai, dan Aktuaris) sebagai imbalan
sehubungan dengan pekerjaan, jasa dan
kegiatan
Honorarium yang dananya dari keuangan
negara/ daerah yang diterima oleh Pejabat
Negara, PNS, Anggota TNI/ POLRI kecuali PNS
Gol. II/d kebawah atau Anggota POLRI dengan
Pangkat Pembantu Letnan Satu atau Ajun
Inspektur Tingkat Satu ke bawah
Honorarium yang diterima oleh Pegawai Tidak
Tetap, Pemagang, Calon Pegawai
Honorarium dan pembayaran lain yang
diterima oleh Tenaga Lepas (Seniman,
Olahragawan, Penceramah, Pemberi Jasa,
Pengelola Proyek, Peserta Perlombaan, PDL
Asuransi, dll)
Penghasilan dari pekerjaan, jasa, dan kegiatan

Pasal 17 UU PPh

PKP = PB (BJ/BP + IP) PTKP

5%

PKP = (PB PTKP)

5%

PKP = (PB PTKP)

Pasal 17 UU PPh

PKP = (PB PTKP) perbulan

5%
10%
15%
25%

PB
PB
PB
PB

Pasal 17 UU PPh

PB

Pasal 17 UU PPh

PB

Pasal 17 UU PPh

PKP= (PB - BP)


- PTKP

Pasal 17 UU PPh

PB

15% x 50% atau


7,5%

PB

15%

PB

Pasal 17 UU PPh

PKP= (PB PTKP)

Pasal 17 UU PPh

PB

Pasal 17 UU PPh

PKP= (PB - (BJ

Final
Final
Final
Final

Final

yang diterima oleh Tenaga Asing (Expatriate)


yang telah berstatus sebagai WPDN
14. Penghasilan dari pekerjaan yang diterima oleh
Tenaga Asing (Expatriate) yang bekerja pada
Perusahaan Pengeboran Migas :
a.
General Manager
b.

Manager

c.

Supervisor/ Tool Pusher

d.

Assisten Supervisor/ Tool Pusher

e.

Crew Lainnya

+ IP) - PTKP

Pasal 17 UU PPh
Pasal 17 UU PPh
Pasal 17 UU PPh
Pasal 17 UU PPh
Pasal 17 UU PPh

US$ 11.275
per bulan
US$ 9.350 per
bulan
US$ 5.830 per
bulan
US$ 4.510 per
bulan
US$ 3.245 per
bulan

Catatan :
PKP : Penghasilan Kena Pajak
PB
: Penghasilan Bruto
BJ
: Biaya Jabatan
IP
: Iuran Pensiun
BP
: Biaya Pensiun
IV

PPh Pasal 22
Dasar Hukum : UU Nomor 36 Tahun 2008
254/KMK.03/2001 Jo
392/KMK.03/2001 Jo
236/KMK.03/2003 Jo
154/PMK.03/2007 Jo
08/PMK.03/2008 Jo
210/PMK.03/2008

1.
2.

3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Pembelian Barang oleh Bendaharawan dan


BUMN/BUMD
Impor Barang :
a.
Importir mempunyai API
b.
Importir tidak mempunyai API
c.
Yang tidak Dikuasai
impor kedelai, gandum, dan tepung terigu oleh
importir yang menggunakan API
Industri Semen
Industri Rokok (SE - 7/PJ.03/2008)
Industri Kertas
Industri Baja
Industri Otomotif
Bahan Bakar Minyak dan Gas
a.
b.

9.

Premium
Solar

c.
Premix/Super TT
d.
Minyak Tanah
e.
Gas/LPG
f.
Pelumas
Pembelian bahan-bahan berupa hasil
perhutanan, perkebunan, pertanian, dan
perikanan untuk keperluan industri dan ekspor
dari pedagang pengumpul

PPh Pasal 23
Dasar Hukum : UU Nomor 36 Tahun 2008

1,5%
2,5%
7,5%
7,5%
0,5%
0,25%
Pasal 17 UU PPh
0,1%
0,3%
0,45%
SPBU
SwastaniPerta
sasi mina
0,3% 0,25%

Harga
Pembelian
Nilai Impor
Nilai Impor
Harga Jual
Lelang
Nilai Impor
DPP PPN
Harga Bandrol
DPP PPN
DPP PPN
DPP PPN

Penjualan

0,3% 0,25%

Penjualan

0,3% 0,25%
0,3%
0,3%
0,3%

Penjualan
Penjualan
Penjualan
Penjualan
Harga
Pembelian

0,5%
(tidak
termasuk PPN)

- Swastanisasi =

Final
Pertamina =
Tidak Final

244/PMK.03/2008

1.
2.
3.
4.
5.

6.

7.

Dividen
Bunga
Royalti
hadiah, penghargaan, bonus, dan sejenisnya
selain yang telah dipotong PPh Pasal 21
Sewa dan penghasilan lain sehubungan
dengan penggunaan harta, kecuali sewa dan
penghasilan lain sehubungan dengan
penggunaan harta yang telah dikenai PPh Final
pasal 4 (2)
Imbalan sehubungan dengan jasa teknik, jasa
manajemen, jasa konstruksi, jasa konsultan,
dan jasa lain selain jasa yang telah dipotong
PPh Pasal 21
Jasa lain selain jasa yang telah dipotong PPh
Pasal 21, yang terdiri dari :
a. Jasa penilai (appraisal)
b. Jasa aktuaris
c. Jasa akuntansi, pembukuan, dan
atestasi laporan keuangan
d. Jasa perancang (design)
e. Jasa pengeboran (drilling) di bidang
penambangan minyak dan gas bumi
(migas), kecuali yang dilakukan oleh
bentuk usaha tetap
f.
Jasa penunjang di bidang penambangan
migas, berupa :
1) jasa penyemenan dasar (primary
cementing) yaitu penempatan
bubur semen secara tepat
diantara pipa selubung dan lubung
sumur
2) jasa penyemenan perbaikan
(remedial cementing), yaitu
penempatan bubur semen untuk
maksud-maksud :

15%
15%
15%

Jumlah Bruto
Jumlah Bruto
Jumlah Bruto

15%

Jumlah Bruto

2%

Jumlah Bruto
tidak termasuk
PPN

2%

Jumlah Bruto
tidak termasuk
PPN

2%

Jumlah Bruto
tidak termasuk
PPN

a) penyumbatan kembali formasi


yang sudah kosong;
b) penyumbatan kembali zona
yang berproduksi air;
c) perbaikan dari penyemenan
dasar yang gagal;

3)

4)

5)

6)

d) penutupan sumur;
jasa pengontrolan pasir (sand
control), yaitu jasa yang
menjamin bahwa bagian-bagian
formasi yang tidak terkonsolidasi
tidak akan ikut terproduksi ke
dalam rangkaian pipa produksi
dan menghilangkan kemungkinan
tersumbatnya pipa
jasa pengasaman (matrix
acidizing), yaitu pekerjaan untuk
memperbesar daya tembus
formasi yang menaikan
produktivitas dengan jalan
menghilangkan material
penyumbat yang tidak diinginkan
jasa peretakan hidrolika
(hydraulic), yaitu pekerjaan yang
dilakukan dalam hal cara
pengasaman tidak cocok,
misalnya perawatan pada formasi
yang mempunyai daya tembus
sangat kecil
jasa nitrogen dan gulungan pipa

g.

h.

(nitrogen dan coil tubing), yaitu


jasa yang dikerjakan untuk
menghilangkan cairan buatan
yang berada dalam sumur baru
yang telah selesai, sehingga aliran
yang terjadi sesuai dengan
tekanan asli formasi dan
kemudian menjadi besar sebagai
akibat dari gas nitrogen yang
telah dipompakan ke dalam cairan
buatan dalam sumur
7) jasa uji kandung lapisan (drill
stem testing), penyelesaian
sementara suatu sumur baru agar
dapat mengevaluasi kemampuan
berproduksi
8) jasa reparasi pompa reda (reda
repair)
9) jasa pemasangan instalasi dan
perawatan
10) jasa penggantian
peralatan/material
11) jasa mud logging, yaitu
memasukkan lumpur ke dalam
sumur
12) jasa mud engineering
13) jasa well logging & perforating
14) jasa stimulasi dan secondary
decovery
15) jasa well testing & wire line
service
16) jasa alat kontrol navigasi lepas
pantai yang berkaitan dengan
drilling
17) jasa pemeliharaan untuk
pekerjaan drilling
18) jasa mobilisasi dan demobilisasi
anjungan drilling
19) jasa lainnya yang sejenisnya di
bidang pengeboran migas
Jasa penambangan dan jasa penunjang
di bidang penambangan selain migas :
1) jasa pengeboran
2) jasa penebasan
3) jasa pengupasan dan pengeboran
4) jasa penambangan
5) jasa pengangkutan/ sistem
transportasi, kecuali jasa angkutan
umum
6) jasa pengolahan bahan galian
7) jasa reklamasi tambang
8) jasa pelaksanaan mekanikal,
elektrikal, manufaktur, fabrikasi
dan penggalian/pemindahan tanah
9) jasa lainnya yang sejenis di bidang
pertambangan umum
Jasa penunjang di bidang penerbangan
dan bandar udara:
1) bidang aeronautika, termasuk :
a) jasa pendaratan, penempatan,
penyimpanan pesawat udara
dan jasa lain sehubungan
dengan pendaratan pesawat
udara
b) jasa penggunaan jembatan
pintu (avio bridge)
c) jasa pelayanan penerbangan
d) jasa ground handling, yaitu
pengurusan seluruh atau
sebagian dari proses pelayanan
penumpang dan bagasinya
serta kargo, yang diangkut
dengan pesawat, udara baik
yang berangkat maupun yang
datang, selama pesawat udara
di darat

e) jasa penunjang lain di bidang


aeronautika
2) bidang non-aeronatika, termasuk :
a) jasa catering di pesawat dan
jasa pembersihan pantry
pesawat;
b) jasa penunjang lain di bidang
non-aeronautika
i.
Jasa penebangan hutan
j.
Jasa pengolahan limbah
k. Jasa penyedia tenaga kerja (outsourcing
services)
l.
Jasa perantara dan/atau keagenan
m. Jasa di bidang perdagangan surat-surat
berharga, kecuali yang dilakukan oleh
Bursa Efek, KSEI dan KPEI
n. Jasa custodian/penyimpanan/penitipan,
kecuali yang dilakukan oleh KSEI
o. Jasa pengisian suara (dubbing) dan/atau
sulih suara
p. Jasa mixing film
q. Jasa sehubungan dengan software
komputer, termasuk perawatan,
pemeliharaan dan perbaikan
r.
Jasa instalasi/pemasangan mesin,
peralatan, listrik, telepon, air, gas, AC,
dan/atau TV kabel, selain yang
dilakukan oleh Wajib Pajak yang ruang
lingkupnya di bidang konstruksi dan
mempunyai izin dan/atau sertifikasi
sebagai pengusaha konstruksi
s. Jasa perawatan/perbaikan/pemeliharaan
mesin, perawatan, listrik, telepon, air,
gas, AC, TV Kable, alat
transportasi/kendaraan dan/atau
bangunan selain yang dilakukan oleh
Wajib Pajak yang ruang lingkupnya di
bidang konstruksi dan mempunyai izin
dan/atau sertifikasi sebagai pengusaha
konstruksi
t.
Jasa maklon; yaitu jasa pemberian jasa
dalam rangka proses penyelesaian suatu
barang tertentu yang proses
pengerjaannya dilakukan oleh pihak
pemberi jasa (disubkontrakkan), yang
spesifikasi, bahan baku dan atau barang
setengah jadi dan atau bahan
penolong/pembantu yang akan diproses
sebagian atau seluruhnya disediakan
oleh pengguna jasa, dan kepemilikan
atas barang jadi berada pada pengguna
jasa
u. Jasa penyelidikan dan keamanan
v. Jasa penyelenggara kegiatan atau event
organizer; yaitu kegiatan usaha yang
dilakukan oleh pengusaha jasa
penyelenggara kegiatan meliputi antara
lain penyelenggaraan pameran,
konvensi, pagelaran musik, pesta,
seminar, peluncuran produk, konferensi
pers, dan kegiatan lain yang
memanfaatkan jasa penyelenggara
kegiatan
w. Jasa pengepakan
x. Jasa penyediaan tempat dan / atau
waktu dalam media masa, media luar
ruang atau media lain untuk
penyampaian informasi
y. Jasa pembasmian hama
z. Jasa kebersihan atau cleaning service
aa. Jasa catering atau tata boga

Catatan :
Dalam hal penerima imbalan sehubungan dengan
jasa sebagaimana dimaksud di atas tidak memiliki

Nomor Pokok Wajib Pajak, besarnya tarif


pemotongan adalah lebih tinggi 100% (seratus
persen) daripada tarif sebagaimana dimaksud di
atas
VI

PPh Pasal 26
Dasar Hukum : UU Nomor 36 Tahun 2008
624/KMK.04/1994
SE - 25/PJ.4/1995

1.

Dividen

20% atau Tarif


P3B

2.

5.

Bunga termasuk premium, diskonto, dan


imbalan sehubungan dengan jaminan
pengembalian utang
Royalti, Sewa, dan Penghasilan lain
sehubungan dengan penggunaan harta
Imbalan sehubungan dengan jasa, pekerjaan,
dan kegiatan
Hadiah dan Penghargaan

Jumlah Bruto

Final

20% atau Tarif


P3B

Jumlah Bruto

Final

Jumlah Bruto

Final

Jumlah Bruto

Final

6.

Pensiunan dan Pembayaran berkala lainnya

Jumlah Bruto

Final

7.

premi swap dan transaksi lindung nilai lainnya

Jumlah Bruto

Final

Jumlah Bruto

Final

8.

keuntungan karena pembebasan utang

Jumlah Bruto

Final

Harga Jual

Final

20% x 50% atau


10% atau Tarif
P3B

Premi yang
Dibayar

Final

20% x 10% atau


2% atau Tarif
P3B

Premi yang
Dibayar

Final

Dibayarkan Perusahaan
Reasuransi di Indonesia kepada
Perusahaan Asuransi di LN, baik
secara langsung maupun
melalui pialang

20% x 5% atau
1% atau Tarif
P3B

Premi yang
Dibayar

Final

11. Penghasilan dari penjualan atau pengalihan


saham sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18
ayat (3c) UU PPh
12. Penghasilan BUT, kecuali ditanamkan kembali
di Indonesia

20% x Perkiraan
Phs Neto atau
Tarif P3B

Harga Jual

Final

Penghasilan
Kena Pajak
PPh BUT di
Indonesia

Final

3.
4.

9.

Penghasilan dari penjualan atau pengalihan


harta di Indonesia, kecuali yang diatur dalam
Pasal 4 ayat (2) UU PPh yang diterima WP LN
selain BUT di Indonesia
10. Premi asuransi, termasuk Premi Reasuransi
a.
Dibayarkan tertanggung kepada
Perusahaan Asuransi di LN, baik
secara langsung maupun
melalui pialang
b.
Dibayarkan Perusahaan Asuransi
di Indonesia kepada Perusahaan
Asuransi di LN, baik secara
langsung maupun melalui
pialang

c.

20% atau
P3B
20% atau
P3B
20% atau
P3B
20% atau
P3B
20% atau
P3B
20% atau
P3B

Tarif
Tarif
Tarif
Tarif
Tarif
Tarif

20% x Perkiraan
Phs Neto atau
Tarif P3B

20% atau Tarif


P3B