Anda di halaman 1dari 1

INDIKASI INKUBATOR

(http://www.ayahbunda.co.id/bayi-gizi-kesehatan/penyebab-bayi-di-inkubator )

Bayi harus tinggal inkubator biasanya akibatlahir prematur atau kurang dari usia kandungan
37 minggu. Saat itu, ia belum memiliki kemampuan bernapas optimal, belum bisa menghisap
ASI secara maksimal, dan suhu tubuhnya belum normal.
Di inkubator bayi diberi oksigen untuk membantunya bernafas, dijaga suhu tubuhnya, serta
dibantu cara makannya dengan cara mengalirkan makanan lewat selang yang ditempelkan ke
mulut atau hidung .
Inkubator harus selalu dalam keadaan steril untuk mencegahnya terserang infeksi yang amat
mudah menyerang tubuh rentan bayi. Dengan alasan itu pula, semua petugas, termasuk
orangtua yang masuk ke ruang NICU, harus mencuci tangan, memakai baju serta alas kaki
khusus, bahkan masker hidung, yang disediakan rumah sakit.
Persalinan yang terjadi sebelum usia kehamilan genap 37 minggu atau 9 bulan disebut
kelahiran preterm. Bayi yang dilahirkan juga disebut bayi preterm atau kurang bulan.
Walaupun sebenarnya berbagai sistem di dalam tubuhnya belum berkembang sempurna,
kebanyakan bayi ini tampil normal secara fisik. Beberapa kemungkinan penyebab terjadinya
kelahiran preterm adalah kehamilan kembar, preeklampsi, kelainan plasenta, dan ketuban
pecah sebelum waktunya.
Ada 3 masalah utama bayi kurang bulan, yaitu kemampuan bernapasnya belum sempurna,
serta belum optimalnya kemampuan isap untuk mendapatkan ASI, dan kemampuan
mengontrol suhu tubuh.
Oleh karena itu, kita sering melihat bayi kurang bulan yang dirawat di inkubator,
diberi O2 agar kebutuhan oksigennya terpenuhi, serta dijamin suhu lingkungannya tetap
hangat. Selain itu, bayi dalam inkubator juga diberi makanan lewat selang cairan yang kecil
dan terpasang lewat hidung menuju lambungnya.
Karena bayi ini masih terlalu muda, masalah utama yang harus dicegah adalah
terjadinya infeksi. Inkubator harus selalu berada dalam keadaan steril dan semua tenaga
kesehatan yang menyentuhnya perlu melakukan persiapan-persiapan, seperti mencuci tangan
yang baik dan benar serta memakai jubah khusus yang disediakan rumah sakit. Bila
keadaannya telah stabil, bayi ini dapat dirawat oleh ibu dengan cara perawatan bayi lekat atau
perawatan metode kanguru. Dengan metode ini, bayi yang membutuhkan sentuhan kasih
sayang ini akan mendapatkan kehangatan dari tubuh ibu atau ayahnya seperti saat dalam
kandungan. Cara perawatan yang sekarang telah diakui keberhasilannya ini akan sangat
menguntungkan karena kebutuhan fisik, psikis, dan ASI untuk bayi terpenuhi secara optimal.