Anda di halaman 1dari 26

Garden Of Knowledge and Ethics

TEORI EKONOMI MAKRO


BAB IX
INDEKS HARGA DAN INFLASI

Fakultas Ekonomi UIN Maliki Malang

buat RANGKUMAN dilengkapi

contoh/kasus
Minimal 2 dari semua komoditas berikut, dan tentukan besaran
inflasi-nya? disertai dengan kajian teori yang menggunakan innote (daftar pustaka) yang jelas. Minimal 3 halaman.

Kelompok
Kelompok
Kelompok
Kelompok
Kelompok
Kelompok
Kelompok

Bahan Makanan
Makanan Jadi, Minuman, dan Tembakau
Perumahan
Sandang
Kesehatan
Pendidikan dan Olah Raga
Transportasi dan Komunikasi

Dikumpulkan pada Final Tes

TUGAS TERAKHIR

:
e
n
i
l
t
u
O

1. Memahami INFLASI
2. Memahami cara
menghitung inflasi yang
digunakan Indonesia
3. Mampu menjelasakan dan
mengaplikasikan

Inflasi,
Kebijakan Moneter
dan Indeks Harga

Fakultas Ekonomi
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim
Malang 2013

kebijakan pemerintah melalui bank


sentral
untuk
menambah
atau
mengurangi jumlah uang yang beredar
dalam
rangka
mengendalikan
perekonomian.

Kebijakan Moneter

Politik operasi pasar terbuka/


POPT
Politik diskonto (discount rate of policy)

kebijakan cadangan kas


(cash ratio reserve requirement policy),
KEBIJAKAN PEMBERIAN KREDIT/PINJAMAN

Instrument Kebijakan Moneter

MENCETAK UANG

MEMUSNAHKAN UANG LAMA

DORONGAN MORAL

Indeks harga adalah sebuah rasio


yang umumnya dinyatakan dalam
persentase yang mengukur satu
variabel pada waktu atau lokasi
tertentu relatif terhadap besarnya
variabel yang sama pada waktu dan
lokasi lainnya

Indeks Harga

Indek harga konsumen (IHK)


indeks harga perdagangan besar
(IHPB)
indeks harga yang dibayar oleh
petani
Ada 3 jenis indeks harga yang umum
digunakan
di
Indonesia,
yaitu:

Indeks harga tak tertimbang (agregate


index)

Adapun rumus indeks harga tidak tertimbang


Ia = Pn 100%
P0
Dimana:
Ia = indeks harga tahun ke-n menurut metode agregatif
Pn
= jumlah harga tahun tertentu
P0
= jumlah harga tahun dasar

Metode Penghitungan indeks


harga

Jenis barang
Beras
Telur
Gula pasir
Jumlah

Harga barang
2009
2010
Rp.2.400
Rp.2.600
Rp.6.500
Rp.7.000
Rp.3.500
Rp.4.500
Rp.12.400
Rp.14.100

Dari data diatas, indeks harga tahun 2010 dengan tahun dasar 2009:

Ia = Pn 100%
P0

= 14.100 / 12.400 x 100%


= 113,71 (berarti harga naik 13.71% (113,71-100) dibanding dengan harga
sebelumnya

Indeks Laspeyres (IL)


IL = Pn.Q0 100%
P0.Q0
Dimana:
IL
= Indeks Laspeyres
Pn = Harga tahun tertentu
P0 = Harga tahun dasar
P0 = jumlah barang pada tahun dasar

Indeks harga tertimbang

Harga barang
Nama barang

Kuantitas
P0.Q0

Pn.Q0

4.000

4.400

4.500

5.100

900

3.200

3.600

3.400

6.000

6.800

17.700

19.900

2009

2010

2009

2010

Beras

2.000

2.200

Jagung

1.500

1.700

Ketela

800
3.000

Sagu

Jumlah

Maka Indeks Laspeyres pada tahun 2010 dengan tahun 2009 adalah:

IL = Pn.Q0 100%
P0.Q0

= 19.900 / 17.700 x 100%


= 112,4 (berarti harga naik 112-100 = 12.4% dari harga sebelumnya

Adapun rumus dari indeks ini adalah


Ip = Pn.Qn 100%
P0.Qn

Dimana:
Ip
= Indeks Paasche
Pn = Harga tahun tertentu
P0 = Harga tahun dasar
Qn = jumlah barang tertentu

Indeks Paasche

Harga barang
Nama
barang

Kuantitas

2009

2010

2009

2010

P0.Qn

Pn.Qn

Beras

2.000

2.200

2.000

2.200

Jagung

1.500

1.700

3.000

3.400

Ketela

800

900

1.600

1.800

3.000

3.400

3.000

3.400

9.600

10.800

Sagu

Jumlah

Maka Indeks Laspeyres pada tahun 2010 dengan tahun 2009 adalah:

IL = Pn.Qn 100%
P0.Qn

= 10.800 / 9.600x 100%


= 112,5 (berarti harga naik 112,5-100 = 12.5%) dari harga sebelumnya

Formula Drobisch digunakan apabila


nilai indeks laspeyres dan indeks
paasche berbeda terlalu jauh dan
merupakan jalan tengah selain indeks
fisher. Indeks Drobisch merupakan
nilai rata-rata dari kedua indeks.
Formula : ID = (IL + IP)/2

INFLASI
?

INFLASI
diartikan
sebagai
meningkatnya
harga-harga secara umum dan terus
menerus. Kenaikan harga dari satu
atau dua barang saja tidak dapat
disebut inflasi kecuali bila kenaikan
itu meluas (atau mengakibatkan
kenaikan harga) pada barang lainnya

PENGELOMPOKAN

Kelompok Bahan Makanan


Kelompok Makanan Jadi, Minuman, dan
Tembakau
Kelompok Perumahan
Kelompok Sandang
Kelompok Kesehatan
Kelompok Pendidikan dan Olah Raga
Kelompok Transportasi dan Komunikasi

MACAM-MACAM INFLASI
Berdasarkan tingkat keparahan

inflasi ringan < 10% setahun


inflasi sedang antara 10% - 30% setahun
inflasi berat antara 30% - 100% setahun
Hiperinflasi > 100% setahun

Berdasarkan penyebabnya

Demand Pull Inflation yaitu inflasi


yang disebabkan oleh tarikan
permintaan barang dan jasa
Cost Push Inflation yaitu inflasi yang
disebabkan adanya dorongan
kenaikan biaya produksi

Berdasarkan asalnya

inflasi dalam negeri (domestic


inflation)
inflasi luar negeri (imported
inflation)

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya


Inflasi

Kelebihan permintaan
kenaikan biaya produksi
pencetakan uang baru
lambatnya produksi
sikap konsumen
sikap produsen
kebijakan pemerintah

Indeks Harga Konsumen


(IHK)

Pada tahun 2009 indeks harga


konsumen sebesar 150,69 dan tahun
2010 indeks harga konsumen 153,34.
maka besar inflasi tahun 2010 adalah:
= 153,34 150,69 / 150,69 x 100%
= 2,65 / 150,69 x 100%
= 1.75%

Contoh