Anda di halaman 1dari 9

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
Satuan Pendidikan
Mata Pelajaran
Kelas/Semester
Materi Pokok
Waktu

: SMA N 1 Pati
: Kimia-Peminatan
: X/1
: Gaya antarmolekul
: 3 45 menit

A. Kompetensi Dasar

1.1

Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud kebesaran Tuhan
Yang Maha Esa dan pengetahuan tentang struktur partikel materi sebagai hasil
pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur,
objektif,terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung
jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan
melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
2.2 Menunjukkan perilaku kerjasama, santun, toleran, cinta damai dan peduli lingkungan
serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.
2.3 Menunjukkan perilaku responsif, dan proaktif sebagai wujud kemampuan
memecahkan masalah dan membuat keputusan.
3.7 Menganalisis teori jumlah pasangan elektron disekitar inti atom (Teori Domain
Elektron ) untuk menentukan bentuk molekul
4.7 Meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori jumlah pasangan elektron disekitar inti
atom (Teori Domain Elektron )

B. Indikator Pencapaian Kompetensi


1. Menjelaskan teori tolakan pasangan elektron (Valence Shell Electron Pair Repulsion )
atau VSEPR
2. Menyajikan gambar gambar molekul berdasarkan kedudukan pasangan pasangan
elektron pada inti atom pusat
3. Menjelaskan cara meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori VSEPR
4. Menjelaskan interaksi antar molekul ( gaya antar molekul )
5. Menganalisis pengaruh interaksi antar molekul ( gaya antar molekul ) terhadap sifat fisis
materijelaskan langkah langkah cara meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori
VSEPR
C. Tujuan Pembelajaran

Melalui kegiatan diskusi kelompok dalam pembelajaran tentang Teori Domain Elektron
diharapkan siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran, mampu bekerja sama dan
bertanggung jawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran
dan kritik, serta dapat :

1. Menjelaskan teori VSEPR tentang elektron valensi jumlah pasangan elektron bebas
(p.e.b) serta banyaknya atom yang diikat oleh atom pusat ( p.e.i)
2. Menyajikan berbagai pola gambar molekul berdasarkan kedudukan pasanganpasangan elektron pada inti atom anatara lain Pola Linier, Segitiga Dasar,
Tetrahedron, Segitiga Bipiramida dan sebagainya.
3. Menjelaskan cara meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori VSEPR
4. Menjelaskan gaya antar molekul yang meliputi Gaya Van der Waals ( gaya orientasi,
gaya imbas, gaya dispersi/gaya London ) dan Ikatan Hidrogen.
5. Menganalisis pengaruh interaksi antar molekul terhadap sifat fisis materi (titik didih
dan titik leleh) yang dipengaruhi oleh kerumitan molekul dan ukuran molekul
D. Materi Pembelajaran

Materi Prasyarat:
1. Materi Pertemuan ke - 1
Gaya antar molekul
Antarmolekul kovalen terdapat gaya yang bekerja untuk mengikat molekulmolekul tersebut dalam satu kesatuan. Gaya ini akan bekerja efektif bila jarak
antarmolekul sudah sangat dekat, sehingga bila molekul-molekul gas dikompresi dan
didinginkan dan jarak antarmolekul tersebut menjadi semakin dekat maka molekulmolekul gas tersebut akan segera berubah menjadi zat cair. Jika jarak antarmolekul
semakin dekat, maka gaya antarmolekul tersebut akan semakin kuat dan dapat
menjadikan zat cair tersebut membeku menjadi padat
a.

Gaya Van der Waals


Gaya van der waals adalah gaya yang relative lemah yang bekerja (tarik-manarik)
antarmolekul. Gaya ini sangat lemah jika dibandingkan dengan gaya antaratom (ikatan
ion dan ikatan kovalen). Paling sedikit terdapat tiga gaya antarmolekul yang berperan
dalam terjadinya gaya van der waals yaitu :
1) Gaya Orientasi
Gaya orientasi terjadi pada molekul-molekul yang mempunyai dipol permanen
atau molekul polar. Kekuatan gaya orientasi ini akan semakin besar bila molekulmolekul tersebut mengalami penataan dengan ujung positif suatu molekul
mengarah ke ujung negative dari molekul yang lain.
Misalnya, pada molekul-molekul HCl.
2) Gaya Imbas
Gaya imbas terjadi bila terdapat molekul dengan dipol permanen berantaraksi
dengan molekul dengan dipol sesaat. Terjadinya dipole sesaat akan berakibat
adanya gaya tarik- menarik antar dipole tersebut yang menghasilkan gaya imbas.
Misalnya, pada molekul O2 dengan molekul H2O
3) Gaya Dispersi ( Gaya London )
Menurut London terjadinya gaya disperse pada molekul non polar akibat adanya
pergerakan elektron mengelilingi inti secara acak, sehingga pada suatu saat
elektron-elektron tersebut akan mengumpul pada salah satu sisi molekul. Pada sisi

yang banyak elektron tersebut menjadi bermuatan negatif, sedangkan pada sisi
yang laian terjadi kutub positif.
Misalnya ,pada molekul Br2 denagn Br2
Kekuatan gaya van der waals dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu : kerumitan
molekul dan ukuran molekul
- Molekul-molekul yang sederhana akan mempunyai gaya antarmolekul lebih kuat
dari pada bentuknya yang rumit.
- Molekul molekul yang besar (jari-jari atom panjang) gerakan elektronnya lebih
leluasa dibandingkan molekul yang berukuran kecil (jari-jari atom pendek).
Misalnya :
Titik didih/leleh n-butana lebih tinggi dibandingkan dengan metil propana
karena bentuk molekul n-butana lebih sederhana meskipun Mr/ukuran molekul
sama.
Titik didih/leleh I2 lebih tinggi dibandingkan Br2 karena ukuran molekul I2 lebih
besar.
b.

Ikatan Hidrogen
Ikatan hidrogen merupakan gaya lemah antarmolekul yang
menghubungkan antara atom hidrogen dari suatu molekul dengan atom elektronegatif
pada molekul yang lain.
Gaya ikatan hidrogen ini relatif lebih kuat dari pada ikatan van der waals,
dan berbeda dengan gaya van der waals, sebab ikatan hidrogen mempunyai arah yang
jelas.
Ikatan hidrogen terjadi pada atom-atom F, O, dan N terhadap atom H
Misalnya :
Titik didih/leleh HF > HCl , padahal ukuran molekul lebih besar HCl
Titik didih/leleh H2O > H2S, padahal ukuran molekul lebih besar H2S
Titik didih/leleh NH3 > PH3, padahal ukuran molekul lebih besar PH3

E. Metode Pembelajaran
1. Metode Pembelajaran : Ekspositori, Diskusi, Tanyajawab, Penemuan terbimbing
2. Model Pembelajaran
: Pendekatan pembelajaran adalah
pendekatan saintifik (scientific) Pembelajaran koperatif
(cooperative learning) menggunakan kelompok diskusi yang
berbasis masalah (problem-based learning).
F. Media Pembelajaran
1. Alat tulis, Worksheet atau lembar kerja (siswa)
2. Lap top dan LCD
3. Journal Penelitian dari internet
G. Sumber Belajar
1. Silabus Kurikulum 2013
2. Drs. Unggul Sudarmo, M.Pd.2007, Surakarta : Phibeta

3. Drs. Michael Purba, M.Si. 2012, Jakarta : Erlangga


4. Parning dan Horale, 2004, Jakarta : Yudistira.
H. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan
Pendahuluan

Inti

Deskripsi Kegiatan

Alokasi
Waktu
1. Guru memberikan salam pembuka, memantau 10 menit
kehadiran, ketertiban dan kesiapan siswa untuk
melaksanakan pembelajaran.
2. Siswa diberikan gambaran tentang senyawa polar dan
senyawa non polar.
3. Sebagai apersepsi untuk mendorong rasa ingin tahu
dan berpikir kritis, siswa disajikan gambar/ilustrasi
molekul berkutub (dipol) dan molekul tak berkutub
(non dipol) serta interaksinya.
4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai yaitu gaya antarmolekul.
Fase 1: Orientasi siswa pada masalah:
110 menit

Guru meminta siswa membentuk kelompok yang


terdiri dari 4 siswa yang heterogen (dari sisi
kemampuan, gender, budaya, maupun agama)
sesuai pembagian kelompok
yang telah
direncanakan oleh guru.
Guru meminta siswa untuk menggali berbagai
sumber untuk memperoleh informasi penulisan
konfigurasi elektron.

Fase 2: Mengorganisasikan siswa belajar

Guru berkeliling mencermati siswa bekerja,


mencermati dan menemukan berbagai kesulitan
yang dialami siswa, serta memberikan kesempatan
kepada siswa untuk bertanya hal-hal yang belum
dipahami.
Guru memberi bantuan (scaffolding) berkaitan
kesulitan yang dialami siswa secara individu,
kelompok, atau klasikal.
Meminta siswa bekerja sama untuk menghimpun
berbagai konsep yang sudah dipelajari serta
memikirkan secara cermat strategi pemecahan yang

berguna untuk pemecahan masalah global.


Mendorong siswa agar bekerja sama dalam
kelompok.

Fase 3: Membimbing penyelidikan individu dan


kelompok.

Guru meminta siswa melihat hubungan-hubungan


berdasarkan informasi/data terkait
Guru meminta siswa melakukan analisa dengan
literatur yang disediakan untuk menyelesaikan
masalah global.

Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

Guru meminta siswa menyiapkan laporan hasil


diskusi kelompok secara rapi, rinci, dan sistematis.
Guru berkeliling mencermati siswa bekerja
menyusun laporan hasil diskusi, dan memberi
bantuan, bila diperlukan.
Guru meminta siswa menentukan perwakilan
kelompok secara musyawarah untuk menyajikan
(mempresentasikan) laporan di depan kelas.

Fase 5: Menganalisa
pemecahan masalah.

dan

mengevaluasi

proses

Guru meminta semua kelompok bermusyawarah


untuk
menentukan
satu
kelompok
yang
mempresentasikan (mengkomunikasikan) hasil
diskusinya di depan kelas secara runtun, sistematis,
santun, dan hemat waktu.
Guru memberi kesempatan kepada siswa dari
kelompok penyaji untuk memberikan penjelasan
tambahan dengan baik.
Guru memberi kesempatan kepada siswa dari
kelompok lain untuk memberikan tanggapan atau
pertanyaan terhadap hasil diskusi kelompok penyaji
dengan sopan dan mengarahkan bila ada yang
melenceng dari topik diskusi.
Guru melibatkan siswa mengevaluasi jawaban
kelompok penyaji serta masukan dari siswa yang
lain dan membuat kesepakatan, bila jawaban yang
disampaikan siswa sudah benar.

Penutup

Selanjutnya, guru membuka cakrawala penerapan


ide dari penyelesaian masalah tersebut
Guru mendorong agar siswa secara aktif terlibat
dalam diskusi kelompok serta saling bantu untuk
menyelesaikan masalah tersebut.
Selama siswa bekerja di dalam kelompok, guru
memperhatikan dan menilai sikap siswa selama
diskusi
Guru meminta ketua kelas untuk mengumpulkan
semua hasil diskusi tiap kelompok.

1. Refleksi
Siswa diminta menyimpulkan tentang cara penulisan
konfigurasi elektron
2. Umpan Balik
Ditanyakan secara sepintas mengapa ada senyawa
yang titik lelehnya rendah dan ada yang titik lelehnya
tinggi ?
3. Pemberian Tugas
Siswa diberi pekerjaan rumah untuk menjelaskan
mengapa titik didih air tinggi padahal mempunyai
massa molekul relatif kecil ?
4. Informasi
Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan
pesan untuk tetap belajar .

15 menit

I. Penilaian Hasil Belajar


1. Teknik Penilaian: pengamatan sikap, tes tertulis
2. Prosedur Penilaian:
No
1.

Aspek yang dinilai


Sikap
a. Terlibat aktif dalam
pembelajaran
Ruang
Lingkup Kimia
b. Bekerjasama
dalam
kegiatan kelompok.
c. Peduli dan toleran
terhadap proses
pemecahan masalah
yang berbeda dan
kreatif.

Teknik Penilaian
Pengamatan

Waktu Penilaian
Selama pembelajaran dan
saat diskusi

No
2.

Aspek yang dinilai

Teknik Penilaian

Pengetahuan
a. Menganalisis teori
Tes tertulis
jumlah pasangan
elelktron disekitar inti
atom (Teori Domain
Elektron) untuk
menentukan bentuk
molekul
b. Meramalkan
bentuk
molekul
berdasarkan
teori jumlah pasangan
elektron disekitar inti
atom (Teori Domain
Elektron).

3.

Waktu Penilaian

Penyelesaian tugas individu


dan kelompok

Keterampilan
a. Terampil menerapkan
konsep/prinsip dan
strategi pemecahan
masalah yang relevan
yang berkaitan dengan
( teori domain elektron)

Pengamatan

Penyelesaian tugas (baik


individu maupun kelompok)
dan saat diskusi/presentasi

J. Instrumen Penilaian Hasil belajar


LEMBAR DISKUSI
1. Identifikasikan masing masing satu kelebihan dan kelemahan pendapat model atom dari
Dalton, Thomson, Ruhterford dan Niels Bohr !
2. Bagaimana cara membedakan suatu unsur masuk dalam golongan utama (A) dan
golongan transisi (B) dengan menggunakan pendekatan konfigurasi ?
3. Jelaskan kemungkinan kemungkinan bilangan kuantum yang terletak pada sub kulit
3d !
4. Jelaskan kelemahan dari : Sistem Triade dan Sistem Oktaf dalam penyusunan
pengelompokan unsur !
5. Buatlah laporan sementara untuk digunakan presentasi di depan kelas!
SOAL TERTULIS (ULANGAN HARIAN)
1. Sebutkan pokok-pokok teori atom Thomson !
: [10Ne] 3s1
11 Na

S
: [10Ne] 3s2 3p4
: [18Ar] 4s2 3d6
26 Fe
Tuliskan konfigurasi elektron dengan aturan aufbau dari : 11Na , 16S dan 26Fe !
Gambarkan orbital dari Px, Py dan Pz !
Tentukan keempat bilangan kuantum electron terakhir dari 4p5 !
Urutkan kereaktifan dari yang kurang reatif ke paling reaktif unsur-unsur : 13Al, 11Na,
56Ba, 12Mg dan 19K !
16

2.
3.
4.
5.

KUNCI DAN PEDOMAN PENSKORAN

1.

2.

Pokok-pokok teori atom Thomson :


- Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan didalamnya terdapat elektron
yang tersebar secara merata.
- Secara keseluruhan atom bersifat netral, yaitu jumlah muatan positif sama dengan
jumlah muatan negatif
..( 20 )
1
2
4
Na
:
[
11
10Ne] 3s
16S : [10Ne] 3s 3p
2
6
26Fe : [18Ar] 4s 3d
. ( 30 )

3.

Gambar
Py

Px
Pz

. ( 30 )
n=4 ;l=1;m=0 ;s=-

4.
. ( 10 )
5. Al < Mg < Na < K < Ba

. ( 10 )

NILAI : Total Skor no 1 sd


5 = 100

Mengetahui,
Kepala Sekolah

Tayu, 15 Juli 2014


Guru Mata Pelajaran

Drs Sumaryo , M.Pd.

Idha Nurhayati, S.Pd.

NIP. 196303121992031006

NIP. 196807312000122001

Anda mungkin juga menyukai