Anda di halaman 1dari 11

PROPOSAL

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK) ISOLASI SOSIAL


DI RUANG ANGSOKA RSJ PROVINSI NTB

OLEH :
AHADIAN AZANAYADI
M. HARYADI
RODI JASMAWAN
L. THOMY AGUS WAHYUDI

YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM NUSA TENGGARA BARAT


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YARSI MATARAM
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
MATARAM
2014

BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Terapi Aktivitas Kelompol (TAK): sosialisasi TAK adalah upaya
memfasilitasi kemampuan sosialisasi sejumlah klien dengan masalah
hubungan sosial. Salah satu gangguan hubungan sosial pada pasien gangguan
jiwa adalah isolasi social. Isolasi sosial merupakan keadaan dimana individu
atau kelompok mengalami atau merasakan kebutuhan atau keinginan untuk
meningkatkan keterlibatan dengan orang lain tetapi tidak mampu untuk
membuat kontak ( Carpenito, 1998 )
Penyebab isolasi sosial adalah harga diri rendah yaitu perasaan negative
terhadap diri sendiri, hilang kepercayaan diri merasa gagal mencapai
keinginan yang ditandai dengan adanya perasaan malu terhadap diri sendiri,
rasa bersalah terhadap diri sendiri, gangguan hubungan sosial, merandahkan
martababt, percaya diri kurang dan juga dapat mencederai diri (Carpenito, L.J
1998).
Salah satu penanganannya yaitu dengan melakukan Terapi Aktivitas
Kelompok yang bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab dari ISOS dan
mengontrol ISOS yang dialaminya.
Dari beberapa kasus gangguan jiwa yang ada di RSJ Provinsi NTB
khususnya Ruang Angsoka terdapat 10 dari 18 pasien menderita Isolasi Sosial.
Oleh karena itu, perlu diadakan Terapi Aktivitas Kelompok mengenai Isolasi
Sosial.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Klien dapat meningkatkan hubungan sosial dalam kelompok secara
bertahap.
2. Tujuan khusus
a. Klien mampu memperkenalkan diri.
b. Klien mampu berkenalan dengan anggota kelompok.
c. Kiln mampu bercakap-cakap dengan anggota kelompok.
d. Klien mampu menyampaikan dan membicarakan topik percakapan.
e. Klien mampu menyampaikan dan membicarakan masalah pribadi pada
orang lain.
f. Klien mampu bekerja sama dalam permainan sosial kelompok.

g. Klien mampu menyampaikan pendapat tentang manfaat kegiatan TAK


yang telah dilakukan.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Konsep Teori TAK (Terapi Aktivitas Kelompok)
1. Pengertian
Terapi Aktivitas Kelompok (TAK)

adalah

terapi

yang

menggunakan aktivitas mempersepsikan berbagai stimulasi yang terkait


dengan pengalaman dengan kehidupan untuk didiskusikan dalam
kelompok. Hasil diskusi kelompok dapat berupa kesepakatan persepsi atau
alternatif penyelesaian masalah.
a. Dalam terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi isolasi sosial dibagi
dalam 7 sesi, yaitu:

1. Sesi I

: Mengontrol isolasi sosial dengan cara mampu

2. Sesi II

memperkenalkan diri
:
Mengontrol isolasi sosia dengan cara mampu

3. Sesi III

berkenalan dengan anggota kelommpok


: Mengontrol isolasi sosial dengan cara mampu bercakap-

4. Sesi IV

cakap dengan anggota kelompok


: Mengontrol isolasi sosial dengan cara mampu bercakap-

5. Sesi V

cakap topik
: Mengontrol isolasi sosial dengan cara mampu bercakap-

6. Sesi VI

cakap mengenai masalah pribadi pada orang lain


: Mengontrol isolasi sosial dengan cara mampu bekerja

7. Sesi VII

sama dalam permainan sosialisasi kelompok


: Mengontrol isolasi sosial dengan cara mampu
mengevaluasi kemampuan sosialisasi dengan orang

lain.
b. Sesi yang digunakan
1. Sesi VI
: Mengontrol isolasi sosial dengan cara mampu bekerja
2. Sesi VII

sama dalam permainan sosialisasi kelompok


:Mengontrol isolasi sosial dengan cara

mampu

mengevaluasi kemampuan sosialisasi dengan orang lain.


Tujuan:
Sesi VI:
a. Menyampaikan topik yang ingin dibicarakan
b. Memilih topic yang ingin dibicarakan
c. Member pendapat tentang topik yang dipilih
Sesi VII:
a. Klien mampu menyampaikan masalah pribadi
b. Klien mampu memilih satu masalah untuk dibiarakan
c. Klien mampu memberi pendapat tentang masalah pribadi yang dipilih
2. Setting
Hari/ tanggal
Tempat pertemuan
Waktu
Lamanya
Kegiatan
Jumlah anggota
Jenis TAK

: Sabtu 10 Januari 2014


: Ruang Angsoka
: jam 11
: 30 menit
: Terapi aktivitas kelompok isolasi sosial
: 8-10 orang
: Sosialisasi

a. Klien dan terapis duduk bersama dalam satu lingkaran.

b. Ruangan yang nyaman dan tenang.

Co L

F2

F1

F1

Obs

F2

3. Alat
a. Tape Recorder
b. Bola Tenis
c. Buku catatandan pulpe
d. Jadwal kegiatan klien
e. Flipchart/whiteboard dan spidol
4. Metode
a. Dinamika kelompok
b. Diskusi dan tanya jawab
c. Bermain peran
5. Peran Dan Fungsi Terapis
a. Leader
Tugas:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Memimpin jalannya terapi aktivitas kelompok.


Merencanakan, mengontrol, dan mengatur jalannya terapi.
Menyampaikan materi sesuai tujuan TAK.
Menyampaikan tata tertib TAK.
Memimpin diskusi kelompok.
Menutup acara diskusi.

b. Co Leader
Tugas:
1.
2.
3.
4.

Membuka acara
Mendampingi leader
Mengambil alih posisi leader jika leader blocking
Menyerahkan kembali posisi kepada leader

f. Fasilitator
Tugas:
1. Ikut serta dalam kegiatan kelompok
2. Membeikan stimulus dan motivator pada anggota kelompok untuk
aktif mengikuti jalannya terapi.
g. Observer
Tugas:
1. Mencatat serta mengamati respon klien (dicatat pada format yang
2.

tersedia).
Mengawasi jalannya aktivitas kelompok dari mulai persiapan,

proses, hingga penutupan.


h. Operator
1. Mengatur alur permainan (menghidupkan dan mematikan music)
2. Timer (mengatur waktu).
f. Dokumenter
a. Mendokumentasi jalannya kegiatan
6. Susunan Pelaksana
a. Leader

: Ahadian Azanayadi

b. Co Leader

: M. Haryadi

c. Fasilitator

: Rodi Jasmawan

d. Observer

: L. Thomy Agus Wahyudi

e. Dokumenter: : L. Thomy Agus Wahyudi


7. Langkah Kegiatan
a. Persiapan
1. Memilih klien sesuai dengan indikasi, yaitu klien dengan gangguan
isolasi social
a. Ahmad tabrai
b. Sarafudin
c. Hamdi
d. Usman
e. Bambang
f. Abdullah/sahlan
g. Mukhlis
h. Sariadi
i. Ahmad jahak
2. Membuat kontrak dengan klien.

3. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan.


b. Orientasi
a. Salam terapeutik
1. Salam dari terapis kepada klien.
2. Perkenalkan nama dan panggilan terapis (pakai papan nama).
3. Menanyakan nama dan panggilan semua klien (beri papan nama).
b. Evaluasi/ validasi
1. Menanyakan perasaan klien saat ini.
2. Menanyakan apakah telah latihan bercakap-cakap tentang topik/hal
tertentu dengan orang lain
c.

Kontrak
1. Terapis menjelaskan tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan, yaitu
meninngkatkan hubungan social dalam kelompok secara bertahap.
2. Terapis menjelaskan aturan main berikut.
a. Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus minta

izin kepada terapis.


b. Lama kegiatan 20 menit.
c. Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.
3. Tahap kerja
Sesi VI:
a. Hidupkan kaset pada tape recorder dan edarkan bola tenis
berlawanan dengan arah jarum jam
b. Pada saat tape dimatikan, anggota kelompok yang memegang bola
mendapat giliran untuk mnyampaikan satu topik yang ingin
dibicarakan. Dimulai oleh terapis sebagai contoh. Misalnya, cara
bicara yang baik atau cara mencari temen.
c. Tuliskan pada flifchart/whiteboard topik yang disampaikan.
d. Ulanngi a, b dan c
sampai semua anggota kelompok
menyampaikan topik yang ingin dibicarakan
e. Hidupkann lagi kaset dan edarkan bola tenis. Pada saat dimatikan,
anggota yang memegang bola memilih topic yang disukai untuk
dibicarakan dari daftar yang ada
f. Ulangi e sampai semua anggota kelompok memilih topik yang ingin
dibicrakan
g. Terapis membantu menetapkan topik yang paling banyak dipilih

h. Hidupkan lagi kaset dan edarkan bola tenis. Pada saat dimatikan,
anggota yang memegang bola menyampaikan pendapat tentang
topik yang dipilih
i. Ulangi h sampai semua anggota kelompok menyampaikan pendapat
j. Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan
memberi tepuk tangan.
Sesi VII:
a. Hidupkan kaset pada tape recorder dan edarkan bola tenis
berlawanan dengan arah jarum jam
b. Pada saat tape dimatikan, anggota kelompok yang memegang bola
mendapat giliran untuk mnyampaikan satu masalah pribadi yang
ingin dibicarakan. Dimulai oleh terapis sebagai contoh. Misalnya,
sulit bercerita atau tidak diperhatikan ayah/ibu/kakak/teman.
c. Tuliskan pada flifchart/whiteboard masalah yag disampaikan.
d. Ulanngi a, b dan c
sampai semua anggota kelompok
menyampaikan masalah yang ingin dibicarakan
e. Hidupkann lagi kaset dan edarkan bola tenis. Pada saat dimatikan,
anggota yang memegang bola memilih masalah yang ingin
dibicarakan
f. Ulangi e sampai semua anggota kelompok memilih masalah yang
ingin dibicrakan
g. Terapis membantu menetapkan topik yang paling banyak dipilih
h. Hidupkan lagi kaset dan edarkan bola tenis. Pada saat dimatikan,
anggota yang memegang bola menyampaikan pendapat tentang
masalah yang dipilih
i. Ulangi h sampai semua anggota kelompok menyampaikan pendapat
j. Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan
member tepuk tangan.
4. Tahap terminasi
Sesi VI:
a. Evaluasi
1. Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
2. Memberiakn pujian atas keberhasilan kelompok
b. Tindak Lanjut
1. Menganjurkan setiap anggota keompok bercakap-cakap tentang
topic tertentu dengan orang lain pada kehidupan sehari-hari
2. Memasukan kegiatan bercakap-cakap pada jadwal kegiatan seharihari

c. Kontrak yang akan datang


1. Membuat kesepakatan

untuk TAK

yang

berikutnya,

yaitu

menyampaikan dan membicarakan masalah pribadi


2. Membuat kesepakan waktu dan TAK berikutnya
Sesi VII:
a. Evaluasi
1. Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK.
2. Memberikan pujian atas keberhasilan kelompok.
b. Tindak lanjut
menganjurkan tiap anggota kelompok bercakap-cakap tentang
masalah pribadi dengan orang lain pada kehidupan sehari-hari
c. Kontrak yang akan datang
1. Membuat kesepakatan dengan klien untuk TAK berikutnya, yaitu
bekerjasama dengan kelompok
2. Menyepakati waktu dan tempat

8. Evaluasi dan Dokumentasi


1. Evaluasi
Sesi VI
Kemampuan bercakap-cakap topik tertentu
No
1

Aspek yang dinilai


Menyampaikan topik
dengan jelas

Menyampaikan topic
secara ringkas

Menyampaikan topic yang


relevan

Menyampaikan topic
secara spontan

Nama Klien

Petunjuk:
a. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama
b. Untuk setiap klien beri penilaian kemampuan menyebutkan dengan beri tanda
jika klien mampu dan berikan tanda X jika klien tidak mampu.
c. jumlahkan kemampuan yang ditemukan. Jika mendapat nilai 3 atau 4, klien
mampu: jika nilai2, klien tidak mampu
2. Dokumentasi
Dokumentasikan kemmpuan yang dimiliki klien ketika TAKS. Misalnya,
kemampuan verbal menyampaikan dan memilih topik percakapan. Oleh karna
itu, catatan keperawatan adalah klien mengikuti TAKS sesi 6, klien mampu
menyampaikan dan memilih topik percakapan, tetapi belum mampu memberi
pendapat. Dianjurkan untuk melatih klien bercakap-cakap dengan topik tetentu
diruang rawat (buat jadwal).

3. Evaluasi
Sesi VII : TAK
Kemampuan bercakap-cakap masalah pribadi
No
1

Aspek yang dinilai


Menyampaikan topik
dengan jelas

Menyampaikan topic
secara ringkas

Menyampaikan topic yang


relevan

Menyampaikan topic
secara spontan

Nama Klien

Petunjuk:
a. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama
b. Untuk setiap klien beri penilaian kemampuan menyebutkan dengan beri tanda
jika klien mampu dan berikan tanda X jika klien tidak mampu.
c. jumlahkan kemampuan yang ditemukan. Jika mendapat nilai 3 atau 4, klien
mampu: jika nilai2, klien tidak mampu
2. Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien saat TAKS pada catatan proses
keperawatan tiap klien. Misalnya, kemampuan menyampaikan topik masalah
pribadi yang akan dibicrakan. Untuk itu, catatan keperawtannya adalah ; klien
mengikuti TAKS sesi 7, klien mampu menyampaikan masalah pribadi yang ingin
dibicarakan, belum mampu memilih dan memberi pendapat. Anjurkan klien untuk
bercakap-cakap tentanng masalah pribadi dengan perawat dan klien lain diruang
rawat (buat jadwal).