Anda di halaman 1dari 3

NAMA

KELAS
NIM

: BAYU DWI APRIANTO


: 3Q
: 4213010005

TABUNG PITOT
1. Pengertian Tabung Pitot
Tabung pitot merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur suatu tekanan
fluida. Biasanya tabung pitot ini digunakan pada pesawat untuk mengukur kecepatan dari
suatu pesawat.
Tabung pitot diciptakan oleh insinyur Prancis yang bernama Henri de Pitot (1695-1771) di
awal abad 18 dan telah dimodifikasi untuk bentuk modern pada pertengahan abad ke-19
oleh ilmuwan Prancis yaitu Henry Darcy. Dan sampai sekarang tabung pitot banyak
digunakan untuk menentukan kecepatan udara dari sebuah pesawat dan untuk mengukur
kecepatan udara dan gas dalam aplikasi industri.
Pitot tube atau tabung pitot ialah pipa terbuka kecil dimana permukaannya
bersentuhan langsung dengan aliran. Pada tabung pitot ini terdiri dari 2 pipa, yaitu :
a. Static tube (untuk mengukur tekanan statis)
Pipa ini membuka secara tegak lurus sampai ke aliran sehingga dapat diketahui
tekanan statisnya. Tekanan statis (fluida diam) ditinjau ketika fluida yang sedang diam atau
berada dalam keadaan setimbang. Fluida statis erat kaitannya dengan hidraustatika dan
tekanan. Hidraustatika merupakan ilmu yang mempelajari tentang gaya maupun tekanan di
dalam zat cair yang diam.
b. Dinamic tube (untuk mengukur tekanan dinamis)
Tekanan dinamis atau fluida ideal merupakan fluida yang mengalir (bergerak)
Tabung pitot dasar terdiri dari sebuah tabung yang langsung mengarah ke aliran
fluida . Seperti tabung ini berisi cairan, tekanan dapat diukur, cairan bergerak yang
dibawa berhenti (stagnan)karena tidak ada jalan keluar untuk memungkinkan aliran untuk
melanjutkan. Tekanan ini adalah tekanan stagnasi dari fluida , juga dikenal sebagai tekanan
total atau ( terutama dalam penerbangan ) tekanan pitot .
Tekanan stagnasi diukur tidak sendiri bisa digunakan untuk menentukan kecepatan
fluida (kecepatan udara dalam penerbangan). Namun, persamaan Bernoulli menyatakan :

Tekanan stagnasi = tekanan statis + tekanan dinamis Yang juga bisa ditulis

Pemecahan bahwa untuk kecepatan kita mendapatkan :

Catatan:
Persamaan di atas berlaku hanya untuk cairan yang dapat diperlakukan sebagai
cairan yang dimampatkan . Cairan diperlakukan untuk semua kondisi . Gas dalam kondisi
tertentu dapat diperkirakan sebagai gas yang dimampatkan pula.
di mana :
V

= kecepatan fluida ;

Pt = stagnasi atau tekanan total ;


Ps = tekanan statis ;
= densitas fluida .
Tekanan dinamis adalah perbedaan antara tekanan stagnasi dan tekanan statis.
Tekanan statis umumnya diukur dengan
menggunakan port statis di sisi badan
pesawat.

Tekanan

dinamis

kemudian

ditentukan dengan menggunakan diafragma


di dalam wadah tertutup . Jika udara pada
satu sisi diafragma adalah pada tekanan
statis, dan yang lainnya pada tekanan
stagnasi,

maka

defleksi

diafragma

sebanding dengan tekanan dinamis, yang kemudian dapat digunakan untuk menentukan
kecepatan udara.

2. Cara Kerja Tabung Pitot

Pada prinsip kerjanya tabung pitot ini merubah Energi kinetik dikonversikan menjadi
static pressure head dan biasanya digunakan untuk mengukur aliran fluida yang lambat.

Prinsip Kerja Tabung Pitot :

Pipa yang mengukur tekanan statis (P1) terletak secara radial pada batang yang

dihubungkan ke skala pengukuran.


Tekanan pada ujung pipa di mana fluida masuk merupakan tekanan stagnasi dinamis

(P2)
Kedua pengukuran tekanan tersebut dimasukkan dalam persamaan Bernoulli untuk
mengetahui kecepatan alirannya untuk persamaan perhitungan kecepatan flownya
menggunakan persamaan bernouli :

Anda mungkin juga menyukai