Anda di halaman 1dari 5

Pertemuan 21

HOMOMORFISMA DAN SIFAT-SIFATNYA


A. Pendahuluan
Modul ini membahas uraian tentang pemetaan dari suatu struktur
ring ke struktur ring yang lain. Sebagaimana telah dipelajari dalam
Teori Group, penguasaan materi dalam pertemuan ini sangat bergantung
pada penguasaan konsep pemetaan (fungsi), fungsi injektif (1-1),
surjektif (pada) dan bijektif. Selain itu, sangat diperlukan juga
penguasaan homomorfisma grup.
Pembahasan dalam pertemuan ini dimulai dari homomorfisma
yang meliputi pengertian homomorfisma, dilanjutkan pengertian
monomorfisma, epimorfisma dan lain-lain yang sangat terkait dengan
materi homomorfisma dan konsep fungsi. Diharapkan para mahasiswa
setelah mempelajari materi ini, mampu :
1. mengidentifikasi apakah suatu pemetaan (fungsi) merupakan
homomorfisma atau bukan
2. membuktikan suatu fungsi merupakan homomorfisma atau tidak.
3. mengidentifikasi

suatu

homomorfisma

apakah

merupakan

monomorfisma, epimorfisma, isomorfisma atau tidak


4. membuktikan suatu homomorfisma merupakan monomorfisma,
epimorfisma, isomorfisma
B. Pengertian Homomorfisma
Definisi 12. :
Diberikan ring R dan R, maka Pemetaan f : R

R disebut

homomorfisma dari R ke R jika a, b R berlaku :


f(a + b) = f(a) + f(b) dan f(a.b) = f(a).f(b)

Operasi pada R

Operasi pada R

Pengantar struktur Aljabar

89

Pertemuan 21

Homomorfisma merupakan fungsi yang mempertahankan operasi yang


disajikan dengan skema berikut :
`

f R

f R

f(a)

f(b)

atau

a + b a + b

a + b f(a) + f(b)

a . b a * b

a . b f(a) * f(b)

Catatan :
1. operasi pada R dan R tidak harus sama, baik penjumlahan maupun
pergandaannya
2. operasi pada R dan R sering kali tidak dinyatakan.
3. untuk membuktikan homomorfisma, haruslah dibuktikan dulu suatu
fungsi, jika belum diketahui fungsi (f : R R disebut Pemetaan
atau fungsi jika (a, b R) a = b f(a)=f(b) R))
Contoh 1.:
(Q,+,*) adalah ring dengan operasi penjumlahan biasa dan perkalian *
yang didefinisikan, x, yQ, x*y = xy/2. jika didefinisikan pengaitan f
dari ring Z ke Q, sebagai berikut : aZ, f(a) = 2a, maka tunjukkan
bahwa f adalah suatu homomorfisma.
Bukti :
Untuk membuktikan f adalah homomorfisma, maka harus ditunjukkan :
a) f fungsi : (a, b Z) a = b f(a)=f(b) Z
Ambil sebarang a,b Z, dengan a = b 2a = 2b
f(a) = f(b)

sifat dalam Z
def. f

b) f homomorfisma : (a, bZ) i. f(a+b) = f(a) + f(b); f(ab)= f(a)*f(b)


Ambil sebarang a, b Z, maka :

Pengantar struktur Aljabar

90

Pertemuan 21

i. f(a+b) = 2(a+b)

def. f

ii. f(a+b) = 2(ab)

def. f

= 2a + 2b

sifat di Z

= (2a)(2b)/2

sifat di Z

= f(a)+f(b)

def. f

= (2a)*(2b)

def * di Q

= f(a)*f(b)

def. f

Contoh 2.:
Jika Z dan Q berturut-turut ring dari bilangan bulat dan ring dari
bilangan rasional terhadap operasi penjumlahan dan perkalian biasa,
serta didefinisikan pengaitan g dari ring Z ke Q, sebagai berikut :
aZ, g(a) = 2a, maka apakah g adalah suatu homomorfisma.
a. g fungsi : bukti analog dengan contoh no. 1. a.
b. g bukan homomorfisma, karena
tidak berlaku x, yZ, g(xy) = 2xy
(2x)(2y) = g(x)g(y)
Sebagai counter example : -3, 5 Z,
g((-3)5) = g(-15) = 2(-15) = 30 g(-3)g(5) = (-6)10 = 60
Contoh 3.
Diberikan pengaitan h dari Z ke Zn (ring dari bilangan bulat modulo n.):
xZ, h(x) = r = sisa x/n, artinya x = kn + r atau r = x kn , untuk
suatu k Z dan 0 r < n. buktikan bahwa h homomorfisma
Bukti :
a. h merupakan fungsi : bukti sebagai latihan mahasiswa
b. h homomorfisma : x, yZ maka x = pn + r dan y = qn + s, untuk
suatu p, q Z. Ini berarti bahwa h(x) = r, h(y) = s Zn, 0 r< n dan
0 s <n maka r+s, rs Zn. kita tahu bahwa r, s, r+s, rs Z, sehingga
t, uZ berlaku r + s = tn + v dan rs = un + w, dengan 0 v < n dan
0w<n. (r, s Zn maka r+s = v, rs = w Zn)
Pengantar struktur Aljabar

91

Pertemuan 21

i. x + y = (pn + r) + (qn + s)

ii. xy = (pn + r)(qn + s)

= (p+q)n + (r+s)

= (pqn)n + (ps)n + (qr)n + rs

= (p+q)n + tn +v

= [(pqn)+(ps)+(qr)]n + un + w

= (p+q+t)n + v

= [(pqn)+(ps)+(qr)+u]n + w

= p*n + v

= q*n + w

Tampak dari i., bahwa h(x+y) = v = r+s = h(x)+h(y), dari ii. diperoleh :
h(xy) = w = rs = h(x)h(y).
Jadi h adalah homomorfisma
C. Monomorfisma, Epimorfisma dan Isomorfisma
Sebelum membahas materi ini, perlu diingatkan kembali beberapa hal
yang berkaitan dengan pemetaan (fungsi), yaitu:
Definisi 13. :
a. fungsi f disebut onto/pada/surjektif jika f(G) = G atau dengan kata
lain : (a G)(a G) sehingga a = f(a).
b. fungsi f disebut injektif (11) jika (a, b G) f(a) = f(b) a = b
c. fungsi f disebut bijektif (korespondensi 11) jika f injektif dan
surjektif
mahasiswa akan kesulitan memahami materi isomorfisma tanpa faham
definisi 13. di atas (sudah dipelajari dalam Logika Matematika dan
Himpunan). Oleh karenanya mahasiswa harus banyak berlatih untuk
menganalisa fungsi-fungsi apakah 1-1, pada atau tidak, barulah
mengikuti definisi berikut :
Definisi 14.:
1. suatu homomorfisma dari R ke R yang injektif (1-1) disebut
monomorfisma.
2. suatu homomorfisma dari R ke R yang surjektif (pada/onto) disebut
epimorfisma.
Pengantar struktur Aljabar

92

Pertemuan 21

3. suatu homomorfisma dari R ke R yang bijektif (injektif dan


surjektif) disebut isomorfisma.
4. suatu homomorfisma dari R ke R dengan R = R disebut
endomorfisma (suatu homomorfisma dari suatu ring R ke ring R itu
sendiri)
5. endomorfisma yang bijektif disebut automorfisma.
6. Jika terdapat suatu homomorfisma dari R ke R maka dikatakan R
dan R homomorfik
7. Jika terdapat suatu isomorfisma dari R ke R maka dikatakan R dan
R isomorfik, dinotasikan R ~ R
Coba perhatikan kembali 2 contoh homomorfisma di atas (contoh 1.
dan 3.), selidiki apakah merupakan epimorfisma, monomorfisma,
isomorfisma atau bukan.
Tugas Kelompok :
Buatlah 2 buah homomorfisma dengan syarat tipe berbeda, yaitu: bukan
epimorfisma dan bukan monomorfisma, monomorfisma tetapi tidak
epimorfisma,

epimorfisma

tetapi

bukan

monomorfisma,

atau

isomorfima. (ditulis di plastic transparansi untuk dipresentasikan)


Tugas Mandiri :
Mempelajari

sifat-sifat

sederhana

homomorfisma

ring,

silakan

dibandingkan dengan sifat-sifat sederhana dari homomorfisma group.

Pengantar struktur Aljabar

93