Anda di halaman 1dari 30

PERFORASI GASTER

Diajukan Kepada:
dr. Putri Fathiyah, Sp.B
Dr. Samson S, Sp.B
Disusun Oleh:
Citra Usi Ifanda
Bagian/SMF Ilmu Bedah
RSUD BLUD CUT NYAK DHIEN MEULABOH
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABULYATAMA
2015

Perforasi Gaster

Karena komplikasi
ulkus peptikum
(ulkus gaster dan
ulkus duodenum)

Lambung merupakan bagian sistem


gastrointestinal yang terletak di antara
esofagus dan duodenum.

Cardia.
Fundus
Body
Pyloric part

Lapisan dinding gaster, mulai dari mukosa,


submukosa, muskularis dan serosa

Peredaran darah sangat kaya dan berasal dari empat


jurusan dengan pembuluh darah besar di pinggir kurvatura
mayor dan minor serta dalam dinding lambung.

Di belakang dan tepi madial duodenumditemukan arteri


besar (a.gastroduodenalis)Perdarahan hebat bisa terjadi
karena erosi dinding arteri itu pada tukak peptik lambung atau
duodenum.

Fungsi
utama
lambung

Motilitas

Cairan
lambung

Penerima,
Penghancur
makanan dan
minuman

Fungsi ini diatur oleh


n.vagus

500-1500 ml/hari
( lendir, pepsinogen,
faktor intrinsik dan
elektrolit, terutama
larutan HCl.)

Perforasi
gaster

penyakit yang disebabkan oleh


komplikasi serius dari penyakit ulserasi
peptik
Perforasi gaster dapat terjadi diawali
dengan adanya ulkus gaster

Tipe 1. (55%) Proksimal korpus


dan antrum

4 tipe ulkus gaster sesuai


dengan lokasi yang
sering terjadi :

Tipe 2. (25%) Menyertai ulkus


duodenum

Tipe 3. (15%) prepilorik sampai


pilorirus
Tipe 4. (5%) kurvatura
mayor sampai
gastroesofageal junction

perforasi gaster tidak lepas dari komplikasi akut


dari ulkus gaster.
Penyebab ulkus gaster :
Cedera tembus yang mengenai dada bagian
bawah atau perut

Nyeri seperti ditikam di epigastrium


akut

Nyeri subyektif
bergerak

Bila telah terjadi peritonitis bakteria


suhu
badan naik, takikardia, hipotensi, dan penderita
tampak letargik

fase

dirasakan pada waktu

Nyeri objektif
nyeri ketika
digerakkan, seperti palpasi, nyeri tekan lepas,
colok dubur, tes psoas, dan tes obturator

Defans muskuler
Pekak hati menghilang
Peristalsis usus menurun sampai hilang
Laboratorium : Hb, Leukosit meningkat, HCT
meningkat
Foto polos abdomen : udara bebas di dalam
kavitas peritonealis

Resusuitasi cairan
Pipa nasogastrik
Kateter Foley
Antibiotik broad-spectrum
Eksplorasi laparotomi
Tindakan pembedahan :
Vagotomi
Antrektomi
Vagotomi dan antrektomi
Gastrektomi parsial

Faktor prognosis dipengaruhi oleh :


Pasien jatuh dalam keadaan shock
Penurunan fungsi ginjal
Keterlambatan dalam tindakan
pembedahan
Memiliki riwayat penyakit lain
Usia melebihi 70 tahun
Sirosis
Gangguan imunokompromaise
Lokasi dari perforasi

Infeksi Luka,
Kegagalan luka operasi (kerusakan parsial
atau total pada setiap lapisan luka operasi)
dapat terjadi segera atau lambat.
Faktor-faktor berikut ini dihubungkan dengan
kegagalan luka operasi :
Malnutrisi
Sepsis

3) Abses abdominal terlokalisasi


4) Gagal ginjal dan ketidakseimbangan
cairan, elektrolit, dan pH
5) Perdarahan mukosa gaster. Komplikasi ini
biasanya dihubungkan dengan kegagalan
sistem multipel organ dan mungkin
berhubungan dengan defek proteksi oleh
mukosa gaster
6) Obstruksi mekanik,

Nama
Jenis Kelamin
Usia
Pekerjaan
Agama
Alamat
Tanggal MRS
Tanggal Pengkajian

: Tn. B
: laki laki
: 40 tahun
:: Islam
: blang tunggai
: 17-10-2015
: 18-10-15

Subjektif :
Os datang dengan keluhan nyeri perut dirasakan
di uluhati hal ini di rasakan 1 jam yg lalu SMRS,
Nyeri dirasakan diseluruh lapang perut seperti
ditikam pisau dan perut terasa seperti tegang.
Nyeri dirasakan terus menerus, memberat bila
pasien bergerak, bernapas, batuk atau mengedan.
Selain nyeri, pasien juga mengeluh badan terasa
lemas dan nafsu makan menurun, mual, muntah,
sesak nafas dan pusing, demam. BAB berwarna
hitam dan BAK dalam batas normal.

Riwayat Pengobatan :
- Os biasa menkonsumsi obat untuk menghilangkan nyeri
yang dibeli di apotik tanpa resep dokter.

Riwayat Kesehatan/Penyakit :
-riw maag (+)
- Hemoroid (+)
- Pasien tidak ada menderita penyakit hipertensi , DM
,kolesterol.
Riwayat keluarga : Tidak ada anggota keluarga yang
menderita penyakit seperti ini.
Riwayat Pekerjaan dan kebiasaan : pekerja bangunan dan
sering minum kopi

Objektif :
Keadaan Umum
Kesadaran
Tekanan Darah
Nadi
Nafas
Suhu

: Tampak sakit sedang


: Compos Mentis
: 130/90mmHg
: 75x /mnt
: 24x/mnt
: 37,5C

Mata
Paru

: Konjungtiva anemis-/: Inspeksi : Simetris ki=ka.


Palpasi
: fremitus ki=ka.
Perkusi
: sonor ki=ka.
Auskultasi : wh (-) rh (-)

Jantung : Inspeks
: Iktus tidak terlihat.
Palpasi
: Iktus teraba 1 jari lateral LMCS RICV.

Perkusi
: Batas kanan : LSD.

Batas atas : RIC II.

Batas kiri
: 1 jari lateral LMCS RIC V.
Auskultasi: Irama regular, murni, bising (-)

Abdomen :
Inspeksi : Perut tidak tampak membuncit,
distensi (-).
Palpasi : nyeri tekan (+), nyeri
lepas(+),Defans Muscular(+) Psoas sign
(+).
Obturator sign (+), Rovsing sign (+)

Perkusi

: Timpani (+), pekak hepar menghilang,


pemeriksaan undulasi (-), Shifting
Dullness (-).
Auskultasi : Bising usus (+)menurun

Ekstremitas :

akral hangat, perfusi baik

Pemeriksaan laboratorium tgl


17/10/15:
Hemoglobin : 15,8 gr/dl
Leukosit
: 13,3/mm3 (5-10)
Ht
: 41 (35-50)
GDR: : 103
Pemeriksaan
Hemoglobin
Leukosit
Ht

laboratorium 21/10/15:
: 13,1 gr/dl
: 8,1/mm3
: 36,7

Pada foto polos tampak


preperitoneal fat
menghilang dan psoas
line kabur
Kontur ginjal kanan dan
kiri tak tampak
Terlihat gambaran air
fluid level di bawah
diafragma

Diagnosis :
Peritonitis diffuse e.c susp perforasi apendiks

Konsul
Th/ dilakukan laparatomy eksplorasi

Th/ Awasi vitas sign


-Puasa
-pasang NGT & Kateter
-Balance cairan
IVFD RL 30 tts/menit
Ceftriaxone 2x 1 gr
Ketorolac 3 x 1 amp
Ranitidin 2x1 ampl

Pasien posisi telentang dalam G.A


Dilakukan dan antiseptic pada daerah operasi dan sekitarnya
Dilakukan insisi midline , kerika peritoneum dibuka keluar
udara, dampak cairan succus enterikus kemudian diambil
sampel untuk specimen
Eksplorasi dilakukan, tampak perforasi gaster pada bagian
antrum, ukuran 3x3 cm
kemudian di eksisi tepi perforasi
Diputuskan jahit perforasi gaster dan dilanjutkan dengan
omental patch
Rongga abdomen dicuci pakai NaCl sampai bersih
Luka operasi dijait lapis demi lapis dengan meninggalkan satu
buah drain.

17/10/15

18/10/15

19/10/15

20/10/15

21/10/15

22/10/15

23/10/15

S: nyeri di
seluruh
lapangan perut,
lemas,nafas
sesak,

S: nyeri
bekas op,
lemah,
pusing.

S:nyeri
bekas op,
lemah

S: nyeri bekas
op, lemas,
sesak, pusing.

S:nyeri bekas
op, lemah

S: sulit tidur,
nyeri bekas op,
lemah

S:nyeri bekas
op,

O:
TD:135 mmhg
HR:74x/m
RR:40x/m
T:37,5x/m
Px: defans
muskular +,
nyeri tekan +
Peristaltik usus
menurun +

O
TD:120/80
HR:98
RR:24
T:39,2

O
TD:100/80
HR:84
RR:22
T:36,7
Urin : 1000
cc

O
TD:80/60
HR:140
RR:27
T:38
Urin : 1000 cc

O
TD:110/70
HR:100
RR:24
T:36.9

O
TD: 119/90
HR:76
RR:22
T:36,7

O
TD:120/70
HR:70
RR:22
T:38

Ass: peritonitis
difus ec susp
apendisitis
perforasi

Ass:post
laparotomi
eksplorasi
peritonitis ec
perforasi
gaster

Ass:post
laparotomi
eksplorasi
peritonitis
ec perforasi
gaster.

Ass:post
laparotomi
eksplorasi
peritonitis ec
perforasi
gaster

ASS:post
laparotomi
eksplorasi
peritonitis ec
perforasi
gaster

ASS:post
laparotomi
eksplorasi
peritonitis ec
perforasi
gaster

ASS:post
laparotomi
eksplorasi
peritonitis ec
perforasi gaster

P: oprasi cito,
puasa,pasang
ngt,kateter
ivfd rl 30tts
Ceftriakson/12j
Ketololak/8j
Ranitidin/8j

P:puasa 3
hari
Ivfd rl 30gtt
meropenem/
12j
Ketorolak/8j
Omeprazole/
12j

P:Ivfd rl
30gtt
meropenem
/12j
Ketorolak/8j
Omeprazole
/12j
Pct flas (kp)

P:Ivfd rl 30gtt
meropenem/
12j
Ketorolak/8j
Omeprazole/
12j
Pct flas (kp
C Linimic /12j

P:
Boleh minum
100cc/6jam
Ivfd rl 30gtt
meropenem/
12j
Ketorolak/8j
Omeprazole/1
2j
Pct flas (kp
C Linimic /12j

P:diet kacang
ijo 100cc
Ivfd rl 30gtt
meropenem/12
j
Ketorolak/8j
Omeprazole/
12j
Pct flas (kp
C Linimic /12j
Alprazolam

P:Ivfd rl 30gtt
meropenem/12j
Ketorolak/8j
Omeprazole/12j
Pct flas (kp
C Linimic /12j
Alprazolam 0,25
g
Alinamin f/8j
Sucralfat 5g

24/10/15

25/10/15

S= nyeri bekas op

S: nyeri bekas op
Belum bisa mkn nasi

O=
TD: 110/80
Hr: 70
Rr: 21
T: 37,5

O
TD: 120/70
Hr : 73
Rr: 22x/m
T: 38
Defans muskular(-)

Ass: post laparotomi


eksplorasi peritonitis ec
perforasi gaster.

Ass: post laparotomi


eksplorasi peritonitis ec
perforasi gaster.

P: Ivfd rl 30gtt
Albumin fls
meropenem/12j
Ketorolak/8j
Omeprazole/12j
Pct flas (kp
C Linimic /12j
Alprazolam 0,25 g
Alinamin f/8j
Sucralfat 5g

P: Ivfd rl 30gtt
Albumin fls
Aff kateter
Diet sonde
meropenem/12j
Ketorolak/8j
Omeprazole/12j
Pct flas (kp
C Linimic /12j
Alprazolam 0,25 g
Alinamin f/8j
Sucralfat 5g

26/10/15

- Sjamsuhidajat,R dan De jong, wim Bab 31 : lambung dan


duodenum, buku ajar ilmu bedah, edisi 2,, EGC, jakarta, 2004,
- Kapita selektas kedokeran, edisi ketiga, jilid 2, editor : mansjoer,
arif., dkk, fakultas kedokteran UI, media aesculapius, jakarta :
2000
- Scribd,

TERIMA

KASIH

Anda mungkin juga menyukai